- Advertisement -
Beranda blog Halaman 18

Kunjungan Stabil di Tengah Cuaca Ekstrem, DTW Tanah Lot Fokus Keselamatan Wisatawan

PANTUBALI.COM, TABANAN – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot memastikan kesiapan operasional tetap optimal dalam melayani wisatawan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Dengan tingkat kunjungan yang relatif stabil mencapai sekitar 3.000 wisatawan per hari, pengelola memfokuskan perhatian pada aspek keselamatan pengunjung serta pengembangan atraksi wisata alternatif.

Untuk mengantisipasi potensi gelombang pasang dan perubahan cuaca ekstrem, manajemen DTW Tanah Lot menginstruksikan seluruh personel lapangan, khususnya petugas Balawista dan keamanan, agar meningkatkan kewaspadaan di area-area rawan sepanjang pesisir. Pemantauan kondisi laut dilakukan secara intensif dengan penerapan sistem buka-tutup akses pantai yang bersifat situasional.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, S.E., menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama pengelola. Seluruh tim operasional disiagakan penuh guna memantau kondisi ombak dan angin demi meminimalkan risiko kecelakaan.

“Kami melihat minat wisatawan tetap tinggi meskipun cuaca tidak selalu bersahabat. Karena itu, pengamanan diperketat agar wisatawan tetap dapat menikmati kawasan Tanah Lot dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Di sisi lain, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik kawasan, DTW Tanah Lot juga melakukan kerja sama dengan Museum Tanah Lot Bali atau Museum Majapahit Bali. Kerja sama ini memungkinkan wisatawan memperoleh kemudahan akses pembelian tiket untuk menikmati wisata alam sekaligus wisata edukasi sejarah dalam satu kawasan.

Menurut Sudiana, keberadaan museum menjadi alternatif atraksi wisata dalam ruangan yang relevan, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung aktivitas luar ruang. Wisatawan kini memiliki pilihan untuk tetap berwisata dengan nyaman tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi alam.

“Kolaborasi ini memberi nilai tambah bagi pengunjung. Selain menikmati panorama dan kawasan pura, wisatawan juga bisa menelusuri sejarah Majapahit. Harapannya, durasi kunjungan wisatawan di Tanah Lot bisa lebih lama,” tambahnya.

Dengan penguatan aspek keselamatan serta integrasi atraksi budaya dan sejarah, Manajemen DTW Tanah Lot optimistis dapat meningkatkan kepuasan wisatawan sekaligus menjadikan Tanah Lot sebagai destinasi wisata yang semakin lengkap dan edukatif. (pmc)

Pemotor Wanita di Denpasar Tewas Usai Ditabrak Pelajar Dari Belakang

Petugas mengolah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas maut di Jalan Kenyeri, Desa Sumerta Kaja, Denpasar.
Petugas mengolah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas maut di Jalan Kenyeri, Desa Sumerta Kaja, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kenyeri, tepatnya di depan Gang Mawar, Desa Sumerta Kaja, Kota Denpasar, Senin (26/1/2026) siang. Seorang perempuan berusia 54 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak dari belakang oleh motor yang dikemudikan seorang pelajar SMK.

Korban berinisial NKP mengendarai sepeda motor Honda Grand, sementara kendaraan yang menabraknya adalah Yamaha Lexi yang dikemudikan remaja berinisial IMAPP (17). Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.16 WITA, saat kedua kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan di jalur yang sama.

Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula ketika korban memperlambat laju kendaraannya karena hendak berbelok ke kanan. Namun, pengendara Yamaha Lexi yang berada di belakang diduga tidak menjaga jarak aman dan melaju cukup kencang.

“Diduga pengendara di belakang kurang mengantisipasi saat korban mengurangi kecepatan. Akibatnya terjadi benturan dari arah belakang,” jelas Kompol Yusuf, Selasa (27/1/2026).

Benturan keras menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka berat di bagian kepala. NKP dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka serius, termasuk pendarahan dari telinga, memar di bagian pelipis, bahu kanan, serta cedera kepala berat.

Petugas gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar (PANTASTIS) menuju RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah. Diketahui, korban merupakan warga asal Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, pengendara Yamaha Lexi hanya mengalami luka ringan berupa lecet di dagu dan tangan kiri, dan menjalani perawatan jalan di rumah. Saat ini, peristiwa kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Laka Lantas Polresta Denpasar guna penyelidikan lebih lanjut. (*)

Mason Elephant Park Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang

Wisatawan berinteraksi dengan gajah di Mason Elephant Park, Gianyar. (Foto: Dok. Traveloka)
Wisatawan berinteraksi dengan gajah di Mason Elephant Park, Gianyar. (Foto: Dok. Traveloka)

GIANYAR, PANTAUBALI.COM – Aktivitas atraksi gajah tunggang di Mason Elephant Park, Kabupaten Gianyar, resmi dihentikan. Pengelola taman konservasi tersebut menyatakan tidak lagi menyelenggarakan peragaan gajah tunggang terhitung sejak 25 Januari 2026.

Penghentian ini dilakukan setelah Mason Elephant Park menerima Surat Peringatan Kedua (SP II) dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan. Surat tersebut diterbitkan sebagai bentuk penegakan aturan larangan atraksi gajah tunggang di seluruh lembaga konservasi di Indonesia.

Kebijakan larangan tersebut mengacu pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 yang mulai berlaku sejak 18 Desember 2025. Dalam aturan itu, pemerintah menegaskan bahwa praktik gajah tunggang tidak lagi diperbolehkan karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip kesejahteraan satwa dan pengelolaan konservasi yang beretika.

Direktorat Jenderal KSDAE sebelumnya mencatat hampir seluruh lembaga konservasi di Indonesia telah mematuhi kebijakan tersebut. Namun, saat dilakukan pemantauan, atraksi gajah tunggang masih ditemukan berlangsung di Mason Elephant Park. Atas temuan itu, Kementerian Kehutanan terlebih dahulu mengeluarkan Surat Peringatan Pertama (SP I) pada 13 Januari 2026, disertai pengawasan langsung di lapangan.

Karena praktik tersebut masih berlanjut, KSDAE kemudian menerbitkan Surat Peringatan Kedua pada 21 Januari 2026. Menindaklanjuti peringatan tersebut, pihak pengelola Mason Elephant Park akhirnya menyampaikan pernyataan tertulis yang menyatakan kesiapan untuk patuh dan menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengapresiasi langkah yang diambil pengelola. Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk komitmen nyata terhadap perlindungan satwa dan penguatan nilai-nilai konservasi.

“Kami mengapresiasi langkah Mason Elephant Park yang telah menghentikan atraksi gajah tunggang mulai 25 Januari 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi dan kesejahteraan satwa,” ujar Ratna.

Meski demikian, Balai KSDA Bali bersama Dirjen KSDAE menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Apabila di kemudian hari kembali ditemukan pelanggaran, sanksi lanjutan berupa Surat Peringatan Ketiga (SP III) hingga pencabutan izin operasional dapat diberlakukan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan dengan melaporkan jika masih menemukan praktik gajah tunggang di lembaga konservasi mana pun. RAN

Wabup Badung Bagus Alit Sucipta Serahkan Akta Kematian dan Santunan di Kapal

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta melayat ke rumah duka almarhum I Putu Gede Arsa Yusnawan di Banjar Belulang, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Senin (26/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Badung menyerahkan bantuan penghargaan tertib administrasi kependudukan kepada ahli waris, Bagus Darmawan.

Bantuan yang diserahkan meliputi Akta Kematian, Kartu Keluarga yang telah diperbarui, santunan dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp10 juta yang disalurkan melalui transfer, serta bantuan pribadi dari Wakil Bupati sebesar Rp5 juta. Penghargaan tersebut diberikan karena ahli waris telah mengurus administrasi kependudukan secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah keluarga duka merupakan bentuk empati sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat, khususnya dalam situasi kedukaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan,” ujarnya.

Ia juga berharap program penghargaan tertib administrasi kependudukan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk segera mengurus dokumen kependudukan, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat dan tertib.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Suwardana, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung Putu Suryawati beserta jajaran, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, serta Kepala Lingkungan setempat. (rls)

 

Susun RKPD 2027, Bupati Badung Targetkan PAD Tembus Rp10 Triliun

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung mulai mematangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan menggelar rapat pembahasan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Rapat Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (26/1/2026).

Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa proyeksi PAD menjadi dasar utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan. Penyusunan RKPD 2027 mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Mendukung Pariwisata Badung yang Berkualitas dan Investasi yang Berdaya Saing”.

Bupati menyampaikan optimisme terhadap peningkatan PAD Badung pada tahun 2027. Dengan target PAD Tahun 2026 sebesar Rp9,5 triliun, ia berharap pada tahun berikutnya capaian PAD dapat meningkat hingga berada pada kisaran Rp9,5 triliun sampai Rp10 triliun.

“Target ini harus menjadi pemicu bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih inovatif dan sinergis dalam menggali potensi pendapatan daerah, tentunya tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas,” tegas Adi Arnawa.

Sementara itu, draf awal proyeksi PAD yang disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung berada di angka Rp9,022 triliun. Menyikapi hal tersebut, Bupati meminta agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta badan usaha milik daerah (BUMD) melakukan kajian dan terobosan guna mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang ada.

Menurutnya, ketepatan dalam menyusun estimasi PAD akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penyusunan APBD Tahun 2027. “Perencanaan PAD yang realistis dan terukur akan berdampak langsung pada kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba, Kepala Bappeda Made Wira Dharmajaya, serta para pimpinan BUMD dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. (rls)

Pendaki Cedera di Gunung Abang, Tim SAR Gabungan Evakuasi di Tengah Hujan dan Kabut

Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami patah kaki di jalur Gunung Abang.
Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami patah kaki di jalur Gunung Abang.

KARANGASEM, PANTAUBALI.COM – Seorang pendaki perempuan mengalami cedera serius saat melakukan pendakian di Gunung Abang, Kintamani, pada Minggu (25/1/2026). Korban diketahui bernama Paula Shinta Kadek Peter Tamboto (42), yang mengalami patah tulang pada kaki kanannya akibat terpeleset di jalur pendakian yang licin.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama dua rekannya hendak turun gunung setelah memulai pendakian sekitar pukul 05.00 Wita. Akibat cedera yang dialaminya, korban tidak mampu melanjutkan perjalanan sehingga membutuhkan bantuan evakuasi.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan permintaan evakuasi pada pukul 10.40 Wita dari seorang pemandu lokal, Nengah Darwis. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa posisi korban berada di jalur pendakian sebelum Pos 2 Pura Andong.

Menindaklanjuti laporan tersebut, delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera diberangkatkan ke lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan kemudian diperkuat dengan keterlibatan dua pemandu lokal yang bergerak lebih awal menuju titik korban. Selanjutnya, pada pukul 13.00 Wita, menyusul 12 personel gabungan dari Pos SAR Karangasem, Babinsa Desa Abang, dan Polsek Kintamani. Satu jam berselang, lima personel dari Ditsamapta Polda Bali turut bergabung dalam operasi tersebut.

Koordinator Lapangan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan korban berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian selama lebih dari dua jam.

“Korban ditemukan pada ketinggian sekitar 1.971 meter di atas permukaan laut dengan kondisi stabil, namun mengalami patah tulang pada kaki kanan,” ujarnya.

Setelah ditemukan, tim SAR memberikan pertolongan pertama dengan membidai kaki korban guna meminimalisasi pergerakan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, di mana hujan dan kabut tebal mulai turun dengan jarak pandang terbatas sekitar 8 hingga 10 meter.

Evakuasi berlangsung hingga sore hari, sebelum akhirnya korban berhasil dibawa turun dan dilarikan ke Rumah Sakit BROSS Denpasar menggunakan ambulans Klinik Nawadara Karangasem.

Operasi SAR ini melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Kintamani, Kasat Intelkam Polres Bangli, serta Babinsa Desa Abang. RAN

Dijenguk Anak, Ibu di Peguyangan Kangin Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Kos

Jenazah NNP (58) dievakuasi petugas ke Instalasi Forensik RS Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Jenazah NNP (58) dievakuasi petugas ke Instalasi Forensik RS Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga kawasan kos di Jalan Antasura, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, diguncang peristiwa duka pada Minggu (25/1/2026) malam. Seorang perempuan lanjut usia berinisial NNP (58) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kos tempat tinggalnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WITA, saat anak korban berinisial KTWS (21) datang untuk menjenguk ibunya. Namun setibanya di lokasi, pintu kamar kos korban terkunci dari dalam dan tidak ada respons ketika dipanggil.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan sebelum kejadian, korban sempat terlihat keluar kamar dan berbincang dengan tetangga kos. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat, meski sepeda motornya masih terparkir di lokasi.

“Karena merasa khawatir, anak korban bersama pemilik kos dan warga sekitar akhirnya membuka pintu kamar secara paksa,” ujar Iptu Adi, Senin (26/1/2026).

Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi. Jenazah ditemukan telungkup, mengalami pembengkakan dan lebam, serta hanya mengenakan penutup kepala mandi.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke Instalasi Forensik RS Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Di kamar korban juga ditemukan sejumlah obat-obatan. Kunci kamar masih terpasang dari dalam dan seluruh akses terkunci,” jelasnya.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit asam lambung dan sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sekitar satu minggu sebelum meninggal dunia. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

“Korban juga sempat menyampaikan pesan kepada anaknya agar tidak merepotkan keluarga apabila meninggal dunia,” pungkas Iptu Adi.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan, khususnya bagi mereka yang tinggal seorang diri. RAN

Dirut Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Lolos Seleksi di Badung, Dewas Ngaku Terkejut

Direktur Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompiang Gede Pasek Wedha
Direktur Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompiang Gede Pasek Wedha

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengunduran diri Direktur Utama Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan, Kompiang Gede Pasek Weda, mengejutkan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pasalnya, yang bersangkutan diketahui telah dinyatakan lolos seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung.

Informasi tersebut pertama kali diketahui oleh Dewan Pengawas (Dewas) Perusda Tabanan dari pemberitaan media daring. Dewas Perusda Tabanan yang juga Inspektur Tabanan, I Gusti Ngurah Supanji, mengaku belum menerima pemberitahuan resmi sebelum kabar kelulusan seleksi tersebut mencuat ke publik.

“Kami tahunya dari berita online. Yang bersangkutan masih menjabat sebagai direktur utama dan masa jabatannya baru berakhir April mendatang,” ujar Supanji, Minggu (25/1/2026).

Supanji menjelaskan, surat pengunduran diri Kompiang Weda baru diterima pihaknya pada Jumat (26/1/2026), atau beberapa hari setelah pengumuman kelulusan seleksi direksi Perumda MGS Badung pada 20 Januari 2026.

Namun demikian, proses pengunduran diri tersebut belum bisa langsung diproses. Sesuai ketentuan, pengunduran diri direksi BUMD harus mendapat persetujuan Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

“Jika nanti sudah disetujui KPM, maka sesuai PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, kami akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari direktur utama yang baru,” jelasnya.

Sementara itu, hingga Minggu sore, Kompiang Gede Pasek Weda belum berhasil dikonfirmasi terkait pengunduran dirinya sebelum masa jabatan berakhir. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum mendapatkan respons. (pmc)

Safari Badung Peduli Sentuh Lingkungan hingga Kemanusiaan di Desa Buduk

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin pelaksanaan Safari Badung Peduli di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Minggu (25/1/2026). Kegiatan rutin ini menjadi wadah sinergi lintas sektor dalam upaya memperkuat kepedulian sosial yang menyentuh bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Safari diawali dengan kegiatan gotong royong di kawasan sempadan Sungai Yeh Ayung, tepatnya di area Pura Taman Beji. Selain membersihkan lingkungan sungai, rombongan juga melakukan penanaman pohon cempaka serta penebaran benih ikan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem perairan.

Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa Safari Badung Peduli tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, namun juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial di Banjar Bernasi. Pada kesempatan tersebut, Rasniathi memberikan apresiasi kepada penyandang disabilitas dengan membeli hasil karya lukisan milik Agus Mertayasa. Selain itu, bantuan kursi roda diserahkan kepada Komang Mariani sebagai upaya meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup warga yang membutuhkan.

Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), Rasniathi juga meninjau pengelolaan Bank Sampah Banjar Bernasi. Ia menekankan pentingnya edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah tangga guna mendukung lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, Ketua TP PKK Badung yang juga menjabat Ketua K3S tersebut meninjau pelaksanaan bimbingan belajar Bahasa Inggris di Banjar Umakepuh serta program bimbingan Aksara Bali yang berlangsung di Kantor LPD Buduk. Kedua program tersebut dinilai penting sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia yang seimbang antara penguasaan bahasa global dan pelestarian budaya lokal.

Safari Badung Peduli juga menyasar penguatan ekonomi kerakyatan melalui kunjungan ke perajin gelang Tri Datu di Banjar Gunung. Selain itu, dilakukan kunjungan kemanusiaan kepada warga penderita kanker sebagai bentuk dukungan moral yang difasilitasi oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Badung.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Temu Wirasa di Kantor Perbekel Buduk bersama kader TP PKK, Bunda PAUD, dan kader Posyandu. Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi menegaskan bahwa sinergi antara kader dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Kegiatan Safari Badung Peduli ini turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Bendesa Adat Buduk, unsur Tripika Kecamatan Mengwi, serta tokoh masyarakat setempat. (rls)

TP PKK Badung Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, meninjau langsung pelaksanaan program Plastic Exchange di Banjar Permata, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (24/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pemilahan sampah anorganik serta meningkatkan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Permata tersebut memperlihatkan proses penukaran sampah plastik dengan kebutuhan pokok. Rasniathi Adi Arnawa turut menyaksikan langsung mekanisme penimbangan sampah yang dikumpulkan warga. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa, serta pengurus TP PKK setempat.

Rasniathi memberikan apresiasi atas komitmen kader Bank Sampah Banjar Permata yang secara konsisten menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Ia juga menilai kolaborasi antara Bank Sampah Banjar Permata dengan TPS3R Banjar Sawangan sebagai contoh pengelolaan sampah terpadu yang patut dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Badung.

Selain pengelolaan sampah anorganik, Banjar Permata juga dinilai mandiri dalam mengelola sampah organik. Sampah organik diolah melalui sistem komposter yang berada di area Balai Banjar, dengan hasil pupuk dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mendukung penghijauan lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Rasniathi turut meninjau penataan telajakan rumah warga. Ia mendorong aparat lingkungan setempat agar terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif maupun tanaman hias. Lingkungan hijau dan tertata, menurutnya, menjadi indikator keberhasilan pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap alam.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Badung berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga dapat terus meningkat, sehingga mendukung terwujudnya Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan pada tahun 2026. (rls)