- Advertisement -
Beranda blog Halaman 178

Data Kemenkes: 2700 Remaja Indonesia Idap HIV Hingga Maret 2025

Ilustrasi penyakit HIV. (Istimewa)
Ilustrasi penyakit HIV. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kasus HIV di kalangan remaja Indonesia terus meningkat. Hingga Maret 2025, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 2.700 remaja usia 15–18 tahun telah terdiagnosis HIV. Angka ini menjadi sinyal serius bahwa penyebaran virus tak lagi terbatas pada kelompok dewasa, tetapi juga mulai merambah usia muda yang rentan dan minim edukasi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini, mengungkapkan bahwa tren ini mulai terlihat sejak 2023, terutama di kelompok remaja laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa dari 27 ribu kasus HIV baru setiap tahun, hampir separuhnya berasal dari kalangan remaja dan anak muda, sebagian besar dari kelompok berisiko tinggi seperti pengguna narkoba suntik, pekerja seks, dan transgender.

Laporan GSHS 2023 yang dirilis BRIN juga menyoroti meningkatnya perilaku seksual pranikah di kalangan pelajar. Peneliti BRIN, Tin Afifah, menyebut remaja laki-laki lebih banyak melakukan hubungan seksual dibandingkan perempuan. Perilaku seksual yang tidak aman ini membuka risiko penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya, termasuk kehamilan yang tidak diinginkan.

Kemenkes menegaskan pentingnya edukasi seksual yang menyeluruh dan akses layanan kesehatan yang ramah remaja. Tak hanya itu, perlindungan terhadap remaja dari kekerasan seksual juga dianggap krusial dalam upaya mencegah penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. (MAH)

Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Begini Kondisi Jro Luwes 

Jro Luwes saat terlibat keributan di arena tajen. (Istimewa)
Jro Luwes saat terlibat keributan di arena tajen. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Perkembangan signifikan terjadi dalam kasus dugaan pembunuhan di Songan, Kintamani. Setelah menerima Surat Keterangan Ringkasan Pasien dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar yang menyatakan kondisi korban mulai membaik, penyidik Polres Bangli langsung bertindak. Tersangka Jero Luwes resmi ditahan pada Kamis, 19 Juni 2025.

Penahanan ini menjadi langkah lanjutan setelah penyidik memperoleh kepastian kondisi korban, yang sebelumnya dirawat intensif akibat luka berat dalam insiden berdarah tersebut.

Di sisi lain, penyidik juga terus mendalami dua perkara lain yang berkaitan, yakni dugaan pengeroyokan yang dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan kasus perjudian yang mengarah pada Pasal 303 KUHP. Hingga kini, polisi masih memburu saksi-saksi tambahan serta barang bukti untuk menguatkan penyidikan.

Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Wayan Sarta, mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial. “Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya karena bisa memicu keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

AKP Sarta juga memastikan bahwa Polres Bangli akan menuntaskan seluruh kasus ini secara profesional dan transparan demi menjamin rasa keadilan bagi semua pihak. (MAH)

Narapidana Lapas Tabanan Dites Urine

Narapidana di Lapas Tabanan Jalani Tes Urine, Jumat (20/6/2025).
Narapidana di Lapas Tabanan Jalani Tes Urine, Jumat (20/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menjalani tes urine sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas pada Jumat (20/6/2025).

Kepala Lapas Tabanan Prawira Hadiwidjojo mengatakan, kegiatan tes urine ini merupakan salah satu upaya Lapas Tabanan dalam memberantas peredaran gelap Narkoba di dalam Lapas.

“Kami sangat serius dalam menangani masalah narkoba untuk menciptakan Lapas yang Zero Halinar. Pelaksanaan tes urine ini adalah salah satu contoh komitmen kami dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari Narkoba,” ujarnya.

Ia menegaskan, petugas akan terus melakukan upaya preventif ataupun deteksi dini untuk memastikan kesehatan para narapidana serta mencegah penyalahgunaan barang-barang terlarang di Lapas Tabanan.

Pelaksanaan tes urine ini dilaksanakan di klinik dan difasilitasi oleh tim medis Lapas yang diawasi langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Agung Satyahardika beserta jajarannya.

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Dengan melakukan tes urine secara acak, kami dapat mendeteksi adanya penyalahgunaan narkoba dan mengambil tindakan yang tepat,” ujar Prawira.

Sementara itu Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi mengatakan, dari lima orang narapidana yang dites urine semuanya menunjukkan hasil negatif.

“Pelaksanaan tes urine secara rutin juga dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari Narkoba dan memastikan keselamatan serta kesehatan warga binaan,” tambahnya. (ana) 

Aturan Baru! ASN Kini Boleh WFA dan Jam Kerja Fleksibel, Begini Ketentuannya

Ilustrasi ASN.
Ilustrasi ASN. (Foto:KemenpanRB)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) menerbitkan aturan Nomor 4 Tahun 2025 Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.

Dalam aturan itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) diperbolehkan bekerja secara fleksibel, baik dari segi lokasi maupun waktu di lingkungan instansi pemerintah.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan-RB, Nanik Murwati menjelaskan, fleksibilitas kerja yang diatur mencakup kerja dari kantor, rumah, lokasi tertentu, serta pengaturan jam kerja dinamis sesuai kebutuhan organisasi dan karakteristik tugas. Namun, penerapan fleksibilitas kerja tidak mengurangi kualitas ASN dalam pelayanan publik.

“Penerapan fleksibilitas kerja tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini, ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” ujar Nanik, dilansir siaran pers Kemenpan RB, dikutip Jumat (20/6/2025).

Sementara itu, dilansir dari salinan Permenpan RB Nomor 4 Tahun 2025, disebutkan bahwa fleksibilitas kerja dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi, kinerja individu, serta kualitas hidup pegawai ASN melalui penerapan penilaian kinerja terukur dengan optimalisasi pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Fleksibilitas kerja dilaksanakan dengan mempertimbangkan karakteristik tugas kedinasan dan/atau keadaan khusus pegawai ASN. Selain itu, fleksibilitas kerja juga dapat mempertimbangkan predikat kinerja pegawai ASN dan kebijakan atasan langsung pegawai ASN.

Pada pasal 11 Permenpan RB 4 Tahun 2025 disebutkan bahwa jenis fleksibilitas kerja meliputi fleksibel secara lokasi dan/atau fleksibel secara waktu.

Fleksibel secara lokasi dapat dilakukan melalui pelaksanaan tugas kedinasan di kantor selain lokasi yang menjadi penempatan kerja pegawai ASN tersebut, di rumah atau tempat tinggal pegawai ASN tersebut dan di lokasi lain sesuai dengan kebutuhan organisasi instansi pemerintah.

Kantor selain lokasi yang menjadi penempatan kerja dapat berupa kantor utama, kantor vertikal, kantor unit pelaksana teknis, atau kantor lainnya pada instansi pusat tersebut, atau kantor utama, kantor unit pelaksana teknis daerah, kantor penghubung yang dimiliki oleh pemerintah daerah tersebut, atau kantor lainnya pada instansi daerah. Kemudian rumah atau tempat tinggal merupakan domisili atau lokasi menetap pegawai ASN yang telah terdaftar dalam data kepegawaian.

Sementara itu, fleksibilitas kerja secara lokasi sebagaimana dimaksud dapat dilaksanakan pegawai ASN paling banyak dua hari kerja dalam satu minggu. Namun, fleksibilitas kerja dikecualikan bagi pegawai ASN yang karakteristik tugasnya harus melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor atau pegawai ASN dengan keadaan khusus.

Selanjutnya fleksibel secara waktu merupakan pelaksanaan tugas kedinasan pegawai ASN sesuai kebutuhan waktu bekerja untuk memenuhi target kinerja.

Penyesuaian kebutuhan waktu bekerja dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketentuan hari kerja pegawai ASN dan jam kerja pegawai ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fleksibel secara waktu meliputi fleksibilitas kerja sif atau fleksibilitas kerja dinamis. Fleksibilitas kerja sif merupakan pelaksanaan kerja pegawai ASN secara bergantian melalui pembagian hari kerja pegawai ASN dan/atau jam kerja pegawai ASN pada unit organisasi tertentu.

Pembagian hari kerja pegawai ASN atau jam kerja pegawai ASN dilakukan untuk memenuhi hari kerja dan jam kerja efektif pegawai ASN tiap minggu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (ana)

Disperpa Badung Gelar Pelatihan Olahan Pangan Non-Beras dan Panen Sayuran Hidroponik

Pelatihan Pengolahan Pangan Non-Beras oleh Disperpa Badung berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal pada Rabu (18/6/2025).
Pelatihan Pengolahan Pangan Non-Beras oleh Disperpa Badung berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal pada Rabu (18/6/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) menyelenggarakan pelatihan bertajuk ‘Pengolahan Pangan Non-Beras’ yang merupakan bagian dari program Pengembangan Usaha Pengolahan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Kabupaten Badung 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal pada Rabu (18/6/2025).

Sebanyak 30 peserta dari unsur PKK Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, mengikuti pelatihan ini. Rangkaian kegiatan dimulai dengan panen sayuran pokcoy secara bersama di area greenhouse milik BPP, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun edukasi yang dikembangkan sebagai wahana belajar pertanian bagi masyarakat umum.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam mengolah bahan pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat selain beras.

“Lewat pelatihan ini, ibu-ibu PKK kami dorong untuk memanfaatkan hasil pertanian lokal seperti ubi, yang dapat diolah menjadi tepung dan selanjutnya menjadi produk seperti kue dan roti. Dengan keterampilan ini, kami berharap akan tumbuh usaha-usaha rumahan baru yang mendukung pertumbuhan UMKM dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, hadir dua narasumber yaitu Penyuluh Ahli Madya I Made Sugianyar yang membagikan ilmu tentang pembuatan tepung mocaf, serta Penyuluh Ahli Muda Ni Ketut Ari Tantri Yanti yang mengajarkan pengolahan mocaf menjadi berbagai produk makanan.

Wijana juga menambahkan bahwa greenhouse BPP Abiansemal kini difungsikan sebagai pusat edukasi pertanian terbuka. Tempat ini diperuntukkan bagi penyuluh maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif, terutama untuk menanam sayuran yang menunjang gizi keluarga.

“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa pekarangan tidak hanya untuk tanaman hias, tapi juga bisa menjadi sumber pangan yang bergizi dan mendukung ketahanan keluarga,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Sekretaris I TP PKK Nyonya Yunita Alit Sucipta, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (jas)

Buka Karangasem Festival 2025, Giri Prasta Ungkap Proyek Strategis Tol Laut Bandara Ngurah Rai-Amed

Pembukaan Karangasem Festival 2025.
Pembukaan Karangasem Festival 2025.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta membuka Karangasem Festival 2025 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem.

Pembukaan festival berlangsung di Monumen Tugu Pahlawan, Kota Amlapura, Kamis (19/6/2025) sore, ditandai dengan pelepasan parade budaya dari seluruh kecamatan di Karangasem.

Simbolisasi pembukaan dilakukan dengan pemukulan alat musik tabuh oleh sejumlah pejabat. Giri Prasta memukul tambur bedug, diikuti Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang memukul kempur, serta Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca yang menabuh ceng-ceng.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai landasan membangun Bali ke depan. “Pelestarian budaya bukanlah hanya mengingat masa lalu tetapi merupakan pondasi kuat yang menopang masa depan Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk bersinergi dengan Kabupaten Karangasem, terutama dalam hal penguatan infrastruktur. Salah satu proyek strategis yang disebutkan adalah pembangunan tol laut dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Amed.

“Anak-anak kita di Karangasem, dari TK hingga SMA, harus bisa sekolah gratis. Begitu juga layanan kesehatan. Bagaimana caranya agar masyarakat bisa berobat ke puskesmas tanpa biaya. Inilah kebutuhan dasar rakyat yang harus kita penuhi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan akses air bersih melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, terutama di wilayah Telaga Waja. “Setuju tidak?” tanya Giri Prasta di hadapan ribuan masyarakat Karangasem yang menonton festival.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dalam sambutannya menyampaikan HUT ke-385 Kota Amlapura sekaligus menjadi penanda 100 hari kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca.

Ia memaparkan sejumlah program prioritas, seperti penanganan infrastruktur pascabencana, pengolahan sampah berbasis energi terbarukan, serta percepatan realisasi hibah dan bantuan sosial.

Bupati juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan.

Puncak perayaan akan digelar di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan pameran UMKM lokal. (ana)

Lewat Stand Up Comedy, Yowana Tabanan Edukasi Penolakan Narkoba

Lomba Stand Up Comedy II Tahun 2025 dengan tema 'Yowana Tabanan Mengguncang Dunia Bebas dari Narkoba'.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan menggelar Lomba Stand Up Comedy II Tahun 2025 dengan tema ‘Yowana Tabanan Mengguncang Dunia Bebas dari Narkoba’.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno VII Tahun 2025, yang bertujuan membangun kesadaran generasi muda untuk menolak penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan seni dan humor yang dilaksanakan di gedung kesenian I Ketut Marya pada Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan anggaran dari BNK Tabanan, yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan pemuda dan membentengi mereka dari ancaman narkoba.

Sepuluh finalis terbaik tampil dalam grand final yang digelar pada 19 Juni 2025 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Mereka terpilih dari puluhan peserta yang sebelumnya melalui proses seleksi ketat. Peserta dengan nilai tertinggi diraih oleh Dewa Made Bali Sugiharta dari Abiantuwung, disusul Ni Komang Desy Purnama Sari dari Bantas, dan Kadek Candra Permana Dwi Utama dari Mundeh Kauh, Selemadeg Barat.

Adapun sepuluh besar finalis yang tampil dalam grand final adalah: Dewa Made Bali Sugiharta – Abiantuwung, Ni Komang Desy Purnama Sari – Bantas, Kadek Candra Permana Dwi Utama – Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, I Nyoman Mas Prema Ganda – Desa Apuan, Putu Witiya Sari – Desa Karyasari, Dwiki Putra Wicaksana – Desa Kukuh Marga, I Putu Sukarya – Beringkit Belayu, Made Mardiana – Samsam Kerambitan, I Gede Made Ana Eka Saputra – Desa Jegu dan I Ketut Megayasa – Petiga, Marga Tabanan.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah inovatif untuk menyampaikan pesan penting kepada kalangan muda dengan cara yang kreatif dan relevan.

“Melalui pendekatan kreatif seperti stand up comedy, kami ingin menyampaikan pesan yang kuat namun ringan kepada generasi muda: jauhi narkoba, jaga masa depan. Ini juga menjadi cerminan semangat Bung Karno dalam memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga selaku Ketua BNK Tabanan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Yowana.

“Pemuda Tabanan harus jadi pelopor perubahan. Kreativitas seperti ini sangat penting karena mampu menyentuh generasi muda lewat bahasa yang mereka pahami, yakni humor. Kami sangat mendukung setiap bentuk gerakan positif untuk membentengi diri dari pengaruh narkoba,” ujarnya.

Pemenang dengan nilai tertinggi, Dewa Made Bali Sugiharta, menyampaikan kebanggaannya bisa tampil dan memberikan pesan moral lewat panggung hiburan.

“Saya tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi. Bagi saya, ini bukan sekadar lomba lucu-lucuan, tapi kesempatan menyampaikan pesan serius tentang bahaya narkoba dengan cara yang bisa diterima semua kalangan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah dengan total jutaan rupiah, yaitu: Juara 1 Rp 2,5 juta, Juara 2 Rp 2 juta, Juara 3 Rp 1,5 juta, Juara Harapan 1 Rp 1 juta, dan Juara Harapan 2 Rp 750 ribu.

Grand final Yowana Tabanan Mengguncang Dunia tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mendorong semangat kolektif pemuda Tabanan untuk melawan narkoba dan menjaga masa depan yang lebih sehat, kuat, dan mandiri. (ana)

Kawil se-Kecamatan Penebel Ikut Bimtek Pemutakhiran Data Desa Presisi

Bimtek pemutakhiran data penduduk berbasis aplikasi OpenSID yang digelar di Aula Kantor Camat Penebel, Kamis (19/6/2025).
Bimtek pemutakhiran data penduduk berbasis aplikasi OpenSID yang digelar di Aula Kantor Camat Penebel, Kamis (19/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 54 Kepala Wilayah (Kawil) dari 18 desa di Kecamatan Penebel, Tabanan, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pemutakhiran data penduduk berbasis aplikasi OpenSID yang digelar di Aula Kantor Camat Penebel, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan yang dikoordinir oleh Kabid Layanan E-Government, I Gede Wayan Siswantara, didampingi Jafung I Wayan Muliana, serta Tenaga Ahli IT, Candra Udayana, Yudik Pradnyana dan Sutrisna Wibawa.

Dalam arahannya, Camat Penebel I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menegaskan pentingnya peran aktif para Kawil dalam proses pendataan di wilayah masing-masing.

“Kawil adalah ujung tombak yang paling tahu kondisi ril warganya. Maka keterlibatan aktif Kawil menjadi kunci keberhasilan data desa presisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Layanan EGov, I Gede Wayan Siswantara menjelaskan, Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Data Desa Presisi yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Tim DDP Kabupaten Tabanan.

“Fokus bimtek kali ini adalah teknis dan praktik langsung. Kami ingin para Kawil tidak hanya tahu teori, tapi benar-benar bisa menginput, memperbaiki, dan memperbarui data kependudukan melalui OpenSID,” jelas Siswantara.

Ia juga menegaskan bahwa forum ini sekaligus menjadi ruang untuk menyerap langsung kendala dan hambatan di lapangan.

“Kami harap para Kawil tidak ragu menyampaikan kesulitan teknis agar bisa segera ditangani. Target pemutakhiran data sesuai timeline adalah 31 Juni 2025, jadi waktu kita terbatas,” tambahnya.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan data desa yang akurat, mutakhir, dan presisi sebagai dasar perencanaan dan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat desa.  (rls)

Satpol PP Tabanan dan Bea Cukai Sita Puluhan Slop Rokok Ilegal di Kecamatan Marga

Petugas gabungan dari Satpol PP Tabanan dan Bea Cukai Denpasar saat melakukan operasi Gempur Rokok Ilegal di salah satu warung klontong di Kecamatan Marga, Rabu (18/6/2025).
Petugas gabungan dari Satpol PP Tabanan dan Bea Cukai Denpasar saat melakukan operasi Gempur Rokok Ilegal di salah satu warung klontong di Kecamatan Marga, Rabu (18/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Tim Yustisi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan bersama Bea Cukai Denpasar menggelar operasi Gempur Rokok Ilegal di Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, pada Rabu (18/6/2025).

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita puluhan slop rokok ilegal dari sejumlah warung klontong di lima lokasi berbeda.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menindak peredaran rokok tanpa pita cukai yang merugikan negara.

“Rokok yang disita berasal dari berbagai macam produk. Adapun rokok ilegal adalah rokok yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait pita cukai,” kata Sukanada dikonfirmasi Kamis (19/6/2025).

Sukadana merinci, rokok-rokok ilegal itu disita di lima titik warung yakni warung klontong di Banjar Munggal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga disita 6 slop dan 7 bungkus. Masih di warung kelontong Banjar yang sama, petugas juga menyita 22 slop dan 7 bungkus rokok ilegal.

Kemudian, warung di Banjar Base, Desa Kuwum menyita 6 bungkus dan di Warung di Banjar Tembau, Desa Marga disita 22 slop dan 1 bungkus rokok. Terakhir di warung di Banjar Tengah Semeton, Desa Marga Dajan Puri berhasil disita 30 slop dan 6 bungkus rokok ilegal.

“Jadi, total keseluruhan rokok ilegal yang kami disita mencapai 80 slop dan 27 bungkus,” tambah Sukanada.

Terkait sanksi, Sukanada menegaskan. tindakan terhadap pedagang mengacu pada ketentuan yang berlaku dan menjadi kewenangan Bea Cukai.

“Sesuai kebijakan Bea Cukai Denpasar, saat ini dilakukan pembinaan dan pemantauan. Namun, jika para pedagang masih mengulangi perbuatannya, akan ditindak secara hukum, baik melalui tindak pidana ringan (tipiring) maupun pidana umum,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk sinergi dengan Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal yang merugikan pendapatan negara.

“Kami berharap kerja samanya dari masyarakat maupun khususnya rekan-rekan pedagang untuk bersama-sama mematuhi peraturan serta melakukan upaya dalam meningkatkan roda perekonomian,” ujar Sukanada. (ana)

Tampilkan Fragmen Heroik Patih Kebo Iwa, Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna Getarkan PKB Tabanan 2025

Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha tampil memukau lewat fragmen tari “Wiwitaning Bedha” dalam PKB Tabanan 2025 di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025).
Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha tampil memukau lewat fragmen tari “Wiwitaning Bedha” dalam PKB Tabanan 2025 di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, berhasil memukau para penonton dengan fragmen tari berjudul “Wiwitaning Bedha”, dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Tabanan 2025 di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025).

Dengan mengangkat kisah kepahlawanan Patih Kebo Iwa, seorang tokoh legendaris dari Kerajaan Bedulu, Bali, pementasan ini berhasil menghidupkan kembali jejak sejarah yang diyakini menjadi cikal bakal lahirnya Desa Adat Bedha.

Dalam kisah yang dikemas secara dramatik dan penuh energi, digambarkan bagaimana Patih Kebo Iwa, atas titah Raja Bedahulu Sri Astasura Ratna Bumi Banten, memimpin pembangunan benteng pertahanan (bedog) untuk menghadang ekspedisi pasukan Patih Gajah Mada. Karya ini meyakinkan bahwa dari benteng-benteng inilah asal-usul nama ‘Bedha’ bermula.

Fragmen ini juga menampilkan peran Patih Kebo Iwa sebagai arsitek (undagi) dan pemimpin spiritual yang membangun sistem irigasi (subak) dari bendungan di Sungai Yeh Empas, serta menggagas pendirian Pura Puseh dan Pura Bale Agung sebagai pusat spiritual desa.

Dalam adegan penuh magis, diceritakan pula perjuangan beliau mengusir gangguan makhluk gaib demi menjaga harmoni masyarakat dan jagat sekitar melalui pelaksanaan Buta Yadnya dan Dewa Yadnya.

Kekuatan artistik garapan ini digarap apik oleh Konseptor I Wayan Juana Adi Saputra dengan sentuhan tabuh dan gerong dari Yan Kiung dan Tanda Wahyu Diantara, koreografi tari oleh I Made Dendi Dwi Karyana, serta ditambah elemen dramatik dari dalang Jana Mejaya. Seluruh pertunjukan mendapat dukungan penuh dari Bendesa Adat Bedha, I Nyoman Arnaya.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang turut hadir dan menyaksikan langsung garapan ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap para seniman muda yang telah berhasil menghadirkan narasi sejarah lokal dalam bentuk seni pertunjukan yang kuat dan menyentuh.

“Garapan Wiwitaning Bedha ini adalah karya luar biasa yang menyatukan kekuatan sejarah, spiritualitas, dan ekspresi seni secara harmonis. Patih Kebo Iwa bukan hanya simbol kesaktian, tapi juga lambang dedikasi dan pengabdian pada rakyat serta alam semesta,” ungkap Bupati Sanjaya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh tim agar tetap menjaga semangat dan kualitas penampilan menjelang pementasan tingkat Provinsi Bali.

“Saya harap Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna bisa tampil lebih percaya diri dan penuh semangat pada PKB Provinsi Bali. Bawa nama Tabanan dengan kebanggaan, dan tunjukkan bahwa karya-karya dari desa kita mampu bersaing secara elegan dengan penuh daya saing budaya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna akan tampil di Panggung Terbuka Taman Budaya Ardha Candra, Denpasar, pada PKB Provinsi Bali 2025, 9 Juli mendatang yang akan bertemu dengan Sekaa Gong Bandana Sidhi Gurnita dari Desa Adat Sidakarya, Denpasar Selatan, yang menjadi duta dari Kota Denpasar.

Dengan keberanian mengeksplorasi nilai-nilai sejarah lokal melalui ekspresi lintas generasi, garapan ini membuktikan bahwa seni dan budaya di Tabanan terus berkembang dengan kuat tanpa kehilangan akar identitasnya. (ana)