- Advertisement -
Beranda blog Halaman 176

Duta Kabupaten Badung Tampilkan Drama Gong ‘Kadga Maya’ di PKB 2025

Penampilan Drama Gong berjudul 'Kadga Maya' dari Duta Kabupaten Badung. 
Penampilan Drama Gong berjudul 'Kadga Maya' dari Duta Kabupaten Badung. 

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Duta Kabupaten Badung kembali menampilkan karya seni tradisi yang memukau di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025. Dalam kategori Drama Gong Tradisi, Sekaa Drama Gong Sentananing Samudra dari Sanggar Seni Harsa Wirasana, Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta, menampilkan lakon berjudul ‘Kadga Maya’, Minggu (22/6/2025).

Sutradara Subamia menjelaskan, pemilihan lakon “Kadga Maya” bertujuan untuk menghadirkan narasi yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran historis dan nilai-nilai kepemimpinan yang adil dan berbudi.

“Drama Gong bukan sekadar hiburan, tetapi ruang kontemplatif yang menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan kebangsawanan Bali,” ujarnya saat ditemui Minggu (22/6) malam di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar.

Sementara I Wayan Eka Adnyana Selaku Koordinator Drama Gong menjelaskan, Drama gong duta Kabupaten Bandung terdiri dari  16 penari dan 26 penabuh. “Dimana proses latihan berjalan selama 3,5 bulan yang dibina oleh Tuwaji Lanang Sumbamia dan Pak I Wayan Warsa sebagai pembina drama,” paparnya.

Pertunjukan yang dipentaskan di panggung terbuka Ardha Candra ini mengangkat kisah dramatik tentang perjalanan hidup seorang pemuda bernama I Made Ripta di pedukuhan Pandan Singid. Bersama ayah dan dua abdinya, Ripta menjalani keseharian sebagai pemburu.

Suatu hari, meski telah diperingatkan mengenai hari yang dianggap keramat, Ripta tetap memutuskan untuk pergi berburu. Saat mengejar buruan di tengah hutan, panahnya justru mengenai Dyah Praba Suari, putri Raja Candra Negari, bukan binatang incarannya.

Merasa bersalah, Ripta bersedia mengantarkan sang putri kembali ke puri dan akibatnya dijebloskan ke penjara. Di sisi lain, intrik politik istana pun mengemuka.

Raja Candra Negari yang berada di bawah tekanan Kerajaan Cakra Negara mendapatkan kabar bahwa salah satu putrinya akan dijadikan istri oleh Raden Jaya Sengara. Sang Raja berencana menikahkan putri sulungnya, Dyah Praba Suari. Namun permaisuri (prami) menginginkan putri kandungnya, Dyah Matsaryawati, yang dinikahi.

Kisah menjadi semakin kompleks ketika Dyah Praba Suari menunjukkan rasa iba kepada I Made Ripta dan diam-diam mengirimkan makanan ke penjaranya.

Aksi tersebut dipergoki oleh sang prami dan Patih Agung yang kemudian berencana membunuh Ripta. Namun rencana ini gagal karena pusaka kerajaan tak mampu melukainya. Ripta kemudian mengungkap bahwa hanya pusaka bernama Kadga Maya yang dapat mengalahkannya—pusaka anugerah dari Hyang Berawi.

Puncak drama terjadi saat Dukuh Kawi mengungkap identitas asli Made Ripta sebagai Raden Semara Putra, putra mahkota Kerajaan Surya Negara yang dihancurkan oleh Cakra Negara 27 tahun silam. Akhirnya, Raden Semara Putra dipersatukan kembali dengan Dyah Praba Suari melalui ikatan pernikahan sebagai wujud kebenaran yang akhirnya terungkap.

Drama ini disutradarai dan ditulis oleh Drs. I Gusti Lanang Subamia yang juga berperan sebagai pembina drama bersama I Wayan Warsa. Koordinator kegiatan adalah I Wayan Eka Adnyanadan ketua sanggar adalah I Wayan Adi Wiguna Sementara pembina tabuh dipercayakan kepada I Nyoman Tri Sugiantara dan I Gede Suparka.

Penampilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan dramatik dan musikal yang kuat, tetapi juga menggambarkan kedalaman nilai-nilai budaya, sejarah, serta pesan moral tentang identitas, keadilan, dan keberanian menegakkan kebenaran. (jas)

Angkut 269 Penumpang, KMP Gerbang Samudra 2 Kandas di Perairan Gilimanuk

Evakuasi penumpang KMP Gerbang Samudra 2 yang kandas di perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Minggu (22/6/2025).
Evakuasi penumpang KMP Gerbang Samudra 2 yang kandas di perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Minggu (22/6/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudra 2 kandas di perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Minggu (22/6/2025) sekitar pukul 05.00 WITA.

Kapal yang tengah berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk itu kandas pada posisi sekitar 0,26 nautical mile (NM) dari dermaga.

Laporan insiden diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 08.40 Wita dari TNI AL. Sebelumnya, upaya penarikan kapal sempat dilakukan oleh operator kapal, PT Gerbang Samudra Sarana, dengan bantuan KMP Gerbang Samudra 5. Namun, dua kali percobaan tersebut tidak membuahkan hasil.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian. Tim juga berkoordinasi dengan TNI AL Pos Gilimanuk serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gilimanuk.

“Tim rescue tiba di lokasi pada pukul 09.40 Wita,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri G.

Upaya evakuasi melibatkan unsur SAR gabungan dengan pengerahan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Pos SAR Jembrana dan Kapal Polisi Tanjung Rening XI-2006 dari Polair Polres Jembrana.

Sekitar pukul 11.35 Wita, seluruh penumpang—sebanyak 269 orang—berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka kemudian dibawa ke Dermaga Teluk Gilimanuk Water Bee dan selanjutnya ditampung sementara di Terminal ASDP Gilimanuk untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sementara 24 anak buah kapal (ABK) masih standby di atas kapal menunggu kondisi air laut pasang,” tambah Dewa Hendri.

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain Pos SAR Jembrana, TNI AL Gilimanuk, Polair Polres Jembrana, Polsek KP3 Gilimanuk, KSOP Gilimanuk, ASDP Gilimanuk, SROP Gilimanuk, Polair Polda Bali, BPTD Gilimanuk, Brimob Kompi C Gilimanuk, serta Jasa Raharja. (ana)

Bupati-Wakil Bupati Badung Ikuti Retreat Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jatinangor

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengikuti kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengikuti kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengikuti kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombang II yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, mulai 22 Juni hingga 26 Juni 2025.

Setibanya di lokasi, para kepala daerah diarahkan untuk berbaris rapi menggunakan seragam loreng coklat. Suasana penyambutan berlangsung meriah dan penuh semangat, dengan iringan marching band serta pengawalan protokoler dari para praja IPDN.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan penguatan kapasitas kepemimpinan kepala daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir langsung untuk menyambut peserta, didampingi jajaran pejabat Kemendagri.

“Sebanyak 86 kepala daerah mengikuti retreat gelombang kedua ini. Satu peserta yang semula terdaftar, Gubernur Papua Pegunungan, berhalangan hadir karena berduka atas wafatnya orang tua,” ujar Wamendagri Bima Arya dalam sambutannya.

Retreat ini difokuskan pada transformasi kepemimpinan, penguatan pelayanan publik, serta penguatan etika birokrasi. Selama lima hari kedepan, para kepala daerah akan mengikuti berbagai agenda strategis, termasuk sesi refleksi, pembekalan materi kepemimpinan, serta forum diskusi antar peserta.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan retreat ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting sebagai ruang refleksi dan konsolidasi diri bagi para pemimpin daerah.

“Retreat ini memberi kesempatan bagi kami, para kepala daerah, untuk jeda sejenak dari rutinitas pemerintahan dan melakukan refleksi mendalam terhadap arah kepemimpinan yang dijalankan. Dengan bekal ini, kami akan kembali melayani masyarakat dengan semangat yang lebih segar, berpijak pada nilai-nilai integritas dan pelayanan,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Sementara itu, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menilai retreat menjadi sarana untuk memperkuat semangat kebersamaan dan integritas moral di tengah kompleksitas tantangan birokrasi saat ini.

“Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkuat nilai-nilai etika dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. Kami siap membawa semangat baru untuk kemajuan Badung,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Badung berharap, melalui retreat ini, kualitas kepemimpinan daerah semakin meningkat, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan. (rls)

ITOP Forum ke-26 Resmi Dibuka di Bali, Angkat Isu Pariwisata Kebugaran Berbasis Alam dan Budaya 

Pembukaan Forum Inter-Island Tourism Policy (ITOP) ke-26 di The Meru Sanur, Bali, pada Minggu (22/6/2025).
Pembukaan Forum Inter-Island Tourism Policy (ITOP) ke-26 di The Meru Sanur, Bali, pada Minggu (22/6/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Forum Inter-Island Tourism Policy (ITOP) ke-26 resmi dibuka di The Meru Sanur, Bali, pada Minggu (22/6/2025). Mengusung tema “Pariwisata Kebugaran Berbasis Sumber Daya Alam dan Budaya”, forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi antarwilayah kepulauan dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, sehat, dan berbasis kearifan lokal.

Forum ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mewakili Gubernur Bali dan turut dihadiri oleh delegasi dari berbagai wilayah anggota ITOP, termasuk Jeju, Hainan, Okinawa, Zanzibar, Provinsi Selatan Sri Lanka, dan Phuket.

Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi, serta penegasan pentingnya kolaborasi antarwilayah kepulauan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.

Forum tahun ini mengangkat tema “Pariwisata Kebugaran Berbasis Sumber Daya Alam dan Budaya”, yang dinilai sangat relevan dengan arah pembangunan pariwisata Bali. Tema tersebut menegaskan komitmen Bali dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pelindungan warisan budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Forum ITOP merupakan wadah strategis untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pariwisata antarwilayah kepulauan,” ujarnya.

Disampaikan pula bahwa Bali telah lama dikenal sebagai destinasi pariwisata budaya, yang berkembang sejak 1920-an dan menjadi tempat berkarya bagi seniman dunia seperti Walter Spies dan Miguel Covarrubias.

Dewa Indra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jeju yang menghadirkan penampilan seni budaya dalam acara pembukaan, sebagai bagian dari pertukaran budaya antaranggota ITOP.

Di akhir sambutan, para delegasi diajak untuk menjelajahi kekayaan budaya, keindahan alam, dan produk kerajinan khas Bali sebagai bentuk pengalaman yang autentik dan berkesan.

“Semoga momen ini menjadi pengalaman yang bermakna dan tak terlupakan bagi kita semua,” tutupnya.

Senada dengan itu, Myong Kee Jin, Wakil Gubernur Provinsi Jeju, menyampaikan bahwa ITOP Forum merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama kepulauan dalam pelestarian lingkungan dan budaya.

“Di Jeju, kami mengutamakan keindahan alam dan tradisi, seperti penyelam wanita legendaris yang menjadi ikon budaya. Kami tengah fokus pada pengembangan green tourism sebagai langkah menghadapi perubahan iklim, dengan rencana keberlanjutan hingga tahun 2035,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa Jeju siap menyambut penyelenggaraan ITOP Forum 2026 pada Oktober mendatang.

Agenda forum mencakup Working Group Meeting, seminar internasional, kunjungan budaya ke Ubud, kunjungan lapangan ke Taman Hutan Raya Ngurah Rai, serta jamuan Sunset Dinner Cruise di atas kapal Phinisi.

Puncak acara digelar pada 22 Juni 2025, ditandai dengan pembukaan resmi oleh Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, penandatanganan Deklarasi Bersama, dan serah terima bendera ITOP Forum dari Bali kepada Jeju, Korea Selatan.

Melalui ITOP Forum 2025, Bali tak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan dunia, tetapi juga tampil sebagai pelopor dalam pembangunan pariwisata berbasis budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. (rls)

Sanjaya-Dirga Ikuti Retret Kepala Daerah Gelombang II 

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dan Wakil Bupati I Made Dirga, saat mengikuti retret gelombang kedua.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dan Wakil Bupati I Made Dirga, saat mengikuti retret gelombang kedua.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dan Wakil Bupati I Made Dirga, mengikuti retret gelombang kedua nasional kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari yakni mulai 22 Juni hingga 26 Juni 2025 dan dipusatkan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat.

Retret ini merupakan forum penguatan kapasitas, integritas, dan kolaborasi antar pimpinan daerah dalam rangka mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang efektif.

Dalam rapat koordinasi secara daring yang dipimpin Sekretaris BPSDM Kemendagri bersama perwakilan provinsi dan kabupaten/kota peserta retret, disampaikan sejumlah hal teknis di antaranya, pemeriksaan kesehatan dan distribusi seragam dilaksanakan Sabtu, 21 Juni 2025, di Gedung F BPSDM Kemendagri Kalibata, Jakarta.

pengumpulan barang peserta berlangsung pada hari yang sama di Wisma Sulbar, Kampus IPDN Jatinangor.

Registrasi dan apel penyambutan dilaksanakan Minggu, 22 Juni 2025. Pembagian kelompok peserta Bupati Tabanan tergabung dalam Kelompok 15, bersama Bupati Tasikmalaya, Wawali Denpasar, Wabup Aceh Timur, dan Wabup Puncak.

Wakil Bupati Tabanan masuk Kelompok 13, bersama Bupati Pasaman, Bupati Puncak Jaya, dan Wabup Pasaman Barat.

Bupati Sanjaya menyampaikan, kegiatan ini sangat penting untuk menyatukan langkah para kepala daerah dalam memajukan bangsa. “Retret ini adalah ruang introspeksi sekaligus revitalisasi visi-misi kami sebagai pemimpin. Kami menyambut baik forum ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah,” ujarnya beberapa waktu sebelum pelaksanaan retret.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Ia menyatakan komitmennya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan membawa manfaat nyata bagi Kabupaten Tabanan.

“Retret ini memberi kami ruang untuk memperdalam nilai-nilai kepemimpinan yang bersih, kuat, dan berintegritas. Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami pelajari di sini bisa kami terapkan untuk masyarakat Tabanan yang kita cintai,” tegasnya.

Retret ini diharapkan mampu membentuk kepemimpinan daerah yang lebih tangguh, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada solusi dan pelayanan rakyat.

Bupati dan Wakil Bupati Tabanan menjadi bagian dari 87 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota.

Keikutsertaan mereka menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat kualitas pemerintahan demi pelayanan publik yang lebih optimal.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan dibekali dengan materi-materi penting seperti kepemimpinan transformasional, strategi pelayanan publik, pengelolaan anggaran berbasis kinerja, serta pemahaman mendalam mengenai sinergi pembangunan nasional dan daerah. Materi disampaikan oleh akademisi dan praktisi pemerintahan yang berpengalaman.  (ana)

Lima Siswa Wakili Badung di Lomba Mewarnai Tari Rejang PKB ke-47

Perwakilan Kabupaten Badung mengikuti lomba mewarnai rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Minggu (22/6/2025).
Perwakilan Kabupaten Badung mengikuti lomba mewarnai rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Minggu (22/6/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang berlangsung Minggu (22/6/2025), Kabupaten Badung mengirimkan lima perwakilan terbaiknya untuk mengikuti lomba mewarnai dengan tema Tari Rejang.

Lomba ini diikuti oleh 150 anak dari empat kabupaten/kota di Bali, yakni Badung, Gianyar, Tabanan, dan Kota Denpasar.

Lomba mewarnai ini menjadi wadah ekspresi seni sekaligus kebanggaan bagi peserta cilik Duta Badung. Koordinator kegiatan, I Nyoman Sungada, menjelaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan dengan ketat sejak jauh hari.

Dari 50 peserta yang mendaftar, lima anak terbaik dipilih melalui serangkaian seleksi dan pembinaan intensif.

“Seleksi kami lakukan secara bertahap, dan setelah mendapatkan lima anak terbaik, kami adakan pelatihan sekitar 11 hingga 12 kali pertemuan,” ujar Sungada.

Seluruh peserta mewakili siswa kelas 4 sampai 6 SD yang berasal dari Desa Pecatu, Kuta Selatan. Pemusatan ini dilakukan demi kemudahan koordinasi serta efektivitas dalam proses pembinaan.

“Kami melakukan seleksi dari enam SD di wilayah Pecatu agar pelatihan lebih terfokus dan terarah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Badung turut memberi dukungan penuh terhadap kegiatan ini, mulai dari proses seleksi, pelatihan, hingga penyediaan perlengkapan lomba.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan gambar dasar Tari Rejang dari panitia, namun diberi kebebasan menambahkan elemen gambar sesuai kreativitas masing-masing.

“Penilaian mencakup pewarnaan serta kreativitas menambahkan elemen gambar pada ruang kosong. Kami sudah melatih anak-anak untuk berimajinasi sejak awal,” jelas Sungada.

Ajang ini memperebutkan enam gelar, yakni Juara I hingga III dan Harapan I hingga III. Sungada pun berharap para duta dari Badung mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah dalam kompetisi tersebut. (jas)

Kejahatan Digital Meningkat, Diskominfo Tabanan Bagikan Tips Lindungi Data Pribadi

Ilustrasi perlindungan data digital. (foto:Diskominfo Tabanan)
Ilustrasi perlindungan data digital. (foto:Diskominfo Tabanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Maraknya kejahatan digital di era serba daring menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mulai membudayakan perlindungan data pribadi guna menghadapi potensi ancaman siber yang semakin canggih dan masif.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, keamanan tidak hanya menjadi kebutuhan di dunia nyata, namun juga di ruang digital. Untuk itu, masyarakat harus cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi serta melindungi data pribadinya.

“Komitmen kami untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani harus menyentuh seluruh lini kehidupan, termasuk keamanan di ruang maya,” ujar Bupati Sanjaya.

Keamanan digital, atau digital security, mencakup perlindungan terhadap data, perangkat, dan sistem dari akses tidak sah, pencurian, serta kerusakan. Dengan meningkatnya penggunaan internet dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi keuangan hingga layanan publik, ancaman terhadap data pribadi menjadi semakin nyata.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara menyebut, terdapat langkah-langkah dasar yang dapat diterapkan masyarakat untuk menjaga keamanan digital secara mandiri.

“Salah satu praktik paling sederhana namun sangat penting adalah penggunaan password yang kuat. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, serta hindari penggunaan password yang sama di berbagai akun,” jelas Winiantara.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA), sebagai bentuk perlindungan tambahan yang mengharuskan verifikasi ganda sebelum mengakses akun. Di sisi lain, praktik yang lebih teknis seperti enkripsi data, penggunaan firewall, dan antivirus juga sangat penting, terutama bagi pengguna aktif layanan daring.

Data biometrik, seperti wajah dan sidik jari, menjadi salah satu komponen penting dalam sistem verifikasi saat ini. Namun, data ini pun tak luput dari ancaman. Winiantara mengingatkan, jenis serangan Presentation Attack dan Injection Attack, termasuk deepfake injection, kini semakin marak.

“Serangan deepfake sangat berbahaya karena bisa meniru wajah seseorang dengan sangat akurat. Ini sering dimanfaatkan dalam proses verifikasi identitas, seperti saat mengunggah KTP dan foto wajah untuk keperluan onboarding. Maka, kehati-hatian dan literasi digital menjadi kunci,” terangnya.

Ia juga menambahkan, phishing merupakan salah satu bentuk serangan digital yang paling sering terjadi saat ini, terutama melalui WhatsApp, SMS, dan email.

“Phishing sering kali menyasar korban melalui tautan jebakan. Ketika diklik, tautan tersebut dapat membuka celah pencurian data pribadi. Masyarakat harus waspada dan tidak sembarangan mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas,” tambahnya.

Pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya keamanan digital dan membudayakan praktik perlindungan data pribadi sebagai bagian dari kehidupan digital sehari-hari. (ana)

Kebakaran Kandang Ayam di Karangasem Sebabkan Kerugian Miliaran Rupiah

Petugas Damkar Karangasem berjibaku memadamkan kobaran api yang melalap kandang ayam di Tianyar Barat, Karangasem.
Petugas Damkar Karangasem berjibaku memadamkan kobaran api yang melalap kandang ayam di Tianyar Barat, Karangasem.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Kebakaran hebat melanda kandang ayam bertingkat milik I Gede Agus Nopi Subita (38) di Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, pada Sabtu pagi (21/6/2025). Insiden tragis ini mengakibatkan 24 ribu ekor ayam tewas terpanggang, dengan kerugian mencapai Rp 2,5 miliar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Agus Budiyasa, mengonfirmasi bahwa seluruh kandang berukuran 70 x 12 meter beserta ayam di dalamnya ludes dilalap api.

“Kerugian mencapai Rp 2,5 miliar karena kandang dan ayam semuanya hangus terbakar,” ujar Budiyasa.

Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian memicu ledakan, mempercepat penyebaran api di seluruh bangunan kandang. I Nyoman Darta, seorang karyawan, menjadi saksi awal kejadian tersebut. Saat hendak ke kamar mandi, Darta mendengar suara ledakan keras dari dalam kandang. Saat dicek, api sudah membesar.

Warga sekitar, termasuk I Gede Santika Jaya, segera merespons dengan menghubungi pemadam kebakaran setelah melihat kepulan asap dan mendengar suara ledakan. Meskipun warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api yang besar membuat upaya mereka tidak berhasil.

Seorang karyawan dilaporkan mengalami luka bakar ringan di bagian telapak kaki saat berusaha menyelamatkan kandang.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh tujuh personel Damkartan Karangasem dan tujuh personel tambahan dari Damkar Buleleng. Mereka menggunakan sekitar 25 ribu liter air untuk menjinakkan api sepenuhnya.

Pihak kepolisian dan Damkar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran ini. (ra)

Duta Tabanan Tampilkan Payas Lelunakan hingga Tari Memedi Sakral di Pawai PKB 2025

Penampilan Duta seni Kabupaten Tabanan di Peed Aya (pawai) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Sabtu (21/6/2025),
Penampilan Duta seni Kabupaten Tabanan di Peed Aya (pawai) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Sabtu (21/6/2025),

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Duta seni Kabupaten Tabanan tampil memukau ribuan penonton dalam Peed Aya (pawai) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Sabtu (21/6/2025), dengan menampilkan kekayaan budaya daerah mulai dari busana adat payas lelunakan hingga tari memedi sakral yang sarat nilai spiritual. Penampilan ini menjadi simbol kuat perwujudan identitas budaya Tabanan dalam semangat Tabanan Era Baru.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Istri Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Ny. Budiasih Dirga dan jajaran, hadir langsung dalam acara Pelepasan Peed Aya (Pawai) PKB XLVII 2025 yang berlangsung di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar.

Dengan tema “Jagat Kerthi Lokahita Samudaya” PKB tahun ini mengangkat konsep harmoni semesta raya yang selaras dengan ajaran Tri Hita Karana, yang selalu menitik beratkan bagaimana antara sesama bisa hidup berdampingan yaitu Parahyangan, Pawongan dan Palemahan. Dihadiri ribuan penonton, pawai Peed Aya menampilkan potensi budaya dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa bangganya terhadap penampilan duta seni Tabanan. Pihaknya menilai Partisipasi Tabanan dalam PKB tahun ini adalah cerminan semangat Tabanan Era Baru yang terus menjaga akar budaya sembari melangkah ke masa depan yang lebih unggul dan berdaya saing.

“Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap leluhur dan warisan budaya yang telah membentuk jati diri masyarakat Tabanan,” ujarnya.

Kabupaten Tabanan menunjukkan penampilan istimewa yang diawali dengan busana payas lelunakan khas Tabanan, dilanjutkan dengan payas agung, serta tari Jayaning Singasana AUM yang menggambarkan kejayaan Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Kemudian ditampilkan pula tari bebarisan yang terinspirasi dari tari baris memedi sebagai warisan budaya yang memiliki nilai spiritual dalam upacara Pitra Yadnya dari Banjar Adat Puluk-puluk, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel.

Tidak hanya itu, Tabanan juga menampilkan garapan tematik yang mengangkat keunikan tradisi Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel dan sekitarnya dimana konsep subak, tatanan pertanian yang asri serta pelaksanaan ritual suci pertanian digelar untuk mendapatkan hasil yang melimpah.

Penampilan ini merupakan wujud pengenalan kekayaan alam Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali yang masih terjaga dan terwariskan dengan baik. Keseluruhan garapan ini ditutup dengan penampilan seni musik okokan, memperkuat nuansa spiritual dan kultural yang menjadi bagian tak terpisahkan dari visi Tabanan Era Baru.

Sementara itu, Ibu Bupati, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turut memberikan apresiasi terhadap para seniman Tabanan.

“Saya sangat bangga melihat kreativitas dan dedikasi para seniman Tabanan yang mampu mengemas kekayaan tradisi menjadi sajian yang penuh makna dan memukau. Ini membuktikan bahwa generasi muda kita siap menjadi pewaris budaya yang tangguh dan kreatif,” ungkapnya.

Seperti diketahui, acara pembukaan dan Pelepasan Peed Aya PKB 2025 ini secara resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata RI, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Giri Prasta, Anggota DPR RI dan DPD RI, Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Bali,  jajaran Forkopimda Provinsi Bali Bupati/Wali Kota se-Bali, dan tokoh-tokoh penting lainnya hingga jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Pesta Kesenian Bali XLVII Tahun 2025 akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang, dengan rangkaian kegiatan seperti Reksadana (pagelaran), Utsawa (parade), Wimbakara (lomba), Widya Tula (sarasehan), Kriyaloka (lokakarya), Kandapura (pameran), Bali World Culture Celebration (BWCC), Adi Sewaka Nugraha (penghargaan seniman), dan Jantra Tradisi Bali.  (ana)

Polisi Ungkap Kebakaran Gudang Mobil di Tabanan Dipicu Ledakan Kompor Portabel

Polisi olah TKP kebakaran gudang mobil PT Lipuri Jagadh di Jalan Bypass Ir. Soekarno, termasuk Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, pada Minggu (22/6/2025) dini hari.
Polisi olah TKP kebakaran gudang mobil PT Lipuri Jagadh di Jalan Bypass Ir. Soekarno, termasuk Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, pada Minggu (22/6/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Polsek Kediri menyebut kebakaran hebat yang menghanguskan gudang mobil milik PT Lipuri Jagadh di Jalan Bypass Ir. Soekarno, termasuk Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, pada Minggu (22/6/2025) dini hari, diduga dipicu oleh ledakan kompor gas portabel yang digunakan salah satu karyawan untuk memasak.

Ledakan tersebut menyebabkan api cepat menyebar dan melalap enam unit kendaraan di dalam gudang. Selain itu, dua karyawan dilaporkan mengalami luka bakar, bahkan satu di antaranya dalam mengalami luka bakar hampir 90 persen.

Dikonfirmasi Senin pagi, Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana menyebut dua orang karyawan menjadi korban dalam peristiwa ini bernama Topan Tatas Pradana (34) dan Fajar Sekti Seno Nugroho (23). Mereka berasal dari Desa Plosojenar, Kauman Ponorogo, Jawa Timur.

Topan mengalami luka bakar serius di tubuhnya. Sementara Fajar mengalami luka bakar ringan di bagian wajah.

“Kedua korban mengalami luka bakar sudah mendapatkan perawatan di RSUD Tabanan,” ujar Sukadana.

Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi yakni seorang petugas keamanan yang tengah berjaga di Bank Mandiri tak jauh dari lokasi kejadian menyebut kobaran api terlihat sekitar pukul 02.00 Wita.

Saksi melihat kobaran api cukup besar dari arah gudang garase PT Lipuri. Setelah itu, saksi langsung menghubungi Polsek Kediri dan pemadam kebakaran.

“Salah satu korban yakni Fajar Menerangkan sekira pukul 02.00 WITA, saksi sedang memasak menggunakan kompor portabel, dan tiba-tiba kompor portabel tersebut meledak yang  menyebabkan kebakaran tersebut terjadi,” ungkap Sukadana.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam tiba di lokasi pada pukul 02.15 Wita, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 Wita.

Dari hasil pemeriksaan, kebakaran menghanguskan enam mobil di dalam gudang milik Wayan Sukarma (58) warga Banjar Puseh, Kediri Tabanan.

Kendaraan yang terbakar yakni satu unit Toyota Land Cruiser, dua unit Toyota Hiace, dua unit Toyota Avanza, dan satu unit Toyota Innova Zenix. “Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar,” imbuh Sukadana. (ana)