- Advertisement -
Beranda blog Halaman 174

Sidak Duktang di Kecamatan Marga, Sasar Rumah Kos hingga Bedeng Proyek

Sidak Penduduk Pendatang di Kecamatan Marga
Sidak Penduduk Pendatang di Kecamatan Marga pada Sabtu (7/6/2025) malam. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kecamatan Marga bersama Pemerintah Desa Marga, Polsek Marga, serta Prajuru Desa Adat Marga melaksanakan kegiatan Sidak Penduduk Pendatang pada Sabtu (7/6/2025) malam.

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keteraturan administrasi kependudukan di wilayah Desa Marga.

Sidak ini juga melibatkan Pecalang Desa Adat Marga serta Linmas Desa Marga, yang mendampingi jalannya pemeriksaan di lapangan.

Adapun sasaran kegiatan sidak kali ini meliputi toko-toko yang beroperasi selama 24 jam, rumah sewa atau tempat kos yang tersebar di tiga banjar yakni Banjar Tembau, Banjar Lebah, dan Banjar Beng, serta bedeng lokasi proyek bangunan yang memperkerjakan buruh harian atau pekerja non penduduk tetap dari luar wilayah Desa Marga.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap penduduk pendatang yang tinggal atau bekerja telah tercatat secara resmi dan memiliki dokumen identitas yang sah.

Camat Marga I Gede Nengah Sugiarta menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah. “Kegiatan ini adalah upaya konkret untuk menjaga Desa Marga tetap aman dan tertib. Tertib administrasi kependudukan merupakan fondasi bagi keamanan sosial. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat bekerja secara efektif dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung Visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani,” ujarnya.

Hasil dari sidak menunjukkan bahwa seluruh penduduk pendatang yang diperiksa memiliki identitas kependudukan yang lengkap dan sah. Tidak ditemukan adanya pelanggaran administratif dalam kegiatan tersebut.

Meskipun demikian, Pemerintah Kecamatan Marga tetap mengimbau kepada seluruh penduduk pendatang, baik yang baru datang maupun yang telah lama tinggal di wilayah Kecamatan Marga, untuk segera melaporkan diri kepada aparat desa setempat dan memastikan seluruh dokumen kependudukan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (ana)

Sudah Hilang 3 Hari, I Made Rerod Tak Kunjung Ditemukan

Tim SAR bersama warga melakukan penyisiran di kawasan perbukitan Desa Seraya, Karangasem, untuk mencari kakek yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.
Tim SAR bersama warga melakukan penyisiran di kawasan perbukitan Desa Seraya, Karangasem, untuk mencari kakek yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.

KARANGASEM, BALINEWS.ID — Seorang kakek bernama I Made Rerod (75), warga Banjar Ganggang, Desa Seraya, Karangasem, dilaporkan hilang sejak Kamis pagi, 5 Juni 2025. Hingga Sabtu (7/6), upaya pencarian yang melibatkan tim SAR, aparat desa, dan warga belum membuahkan hasil.

Menurut keterangan keluarga, Made Rerod meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WITA. Ia sempat terlihat terakhir kali sekitar pukul 15.00 WITA di kawasan Banjar Kayu Wit, wilayah perbukitan yang terpencil dan jarang dilalui warga.

Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera menurunkan lima personel dari Pos SAR Karangasem. Mereka bergabung dengan warga dan aparat desa untuk melakukan penyisiran, dimulai dari lokasi terakhir korban terpantau.

“Kami langsung menurunkan tim setelah menerima laporan resmi dari keluarga. Sebelumnya, warga dan kerabat sudah berupaya mencari, namun belum membuahkan hasil,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Dari keterangan warga, Made Rerod dikenal sering berjalan kaki berkeliling desa. Namun kali ini, diduga ia berjalan lebih jauh hingga melintasi batas desa dan memasuki wilayah perbukitan yang cukup terjal.

Tim SAR menyisir jalur-jalur kecil, semak belukar, hingga lereng-lereng bukit. Namun hingga hari ketiga pencarian, belum ada tanda-tanda keberadaan sang kakek. Minimnya petunjuk dan beratnya medan menjadi tantangan besar dalam pencarian ini.

“Pencarian akan dilanjutkan besok dengan memperluas area pencarian,” kata Sidakarya.

Pihak keluarga sangat berharap bantuan masyarakat. Siapa pun yang mungkin melihat atau mengetahui keberadaan Made Rerod diminta segera melapor ke pihak berwenang. Semangat gotong royong terus dikobarkan, dengan harapan sang kakek bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sopir Ngantuk, Truk Muatan Kayu Hantam Truk Tangki Pertalite Jalur Denpasar Gilimanuk

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, termasuk wilayah Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (6/6/2025).
Kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, termasuk wilayah Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (6/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan truk terjadi di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, termasuk wilayah Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (6/6/2025) sore sekitar pukul 15.40 Wita.

Dua truk yang terlibat dalam kecelakaan yakni truk Isuzu AD 9639 HG bermuatan kayu dengan truk tronton tangki DK 8348 HD yang mengangkut bahan bakar jenis pertalite sebanyak 8.000 liter.

Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana mengatakan, kecelakaan diduga terjadi akibat sopir truk Isuzu yang mengantuk sehingga kendaraannya oleng ke kanan dan menabrak bagian depan samping kanan truk tangki yang datang dari arah berlawanan.

Saat itu, truk Isuzu datang dari arah barat menuju timur. Saat melintasi jalan lurus dan datar, diduga sopir mengantuk dan kendaraan oleng ke kanan.

“Saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk tangki pengangkut BBM hingga terjadi benturan di sisi selatan badan jalan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua truk mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan pengemudi truk Isuzu, Aris Setyoko (35), asal Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami retak pada lutut kiri dan sempat mendapat perawatan di RSUD Tabanan.

Sedangkan pengemudi truk tangki, I Kadek Ngurah Jawantara (30), warga Karangasem, dalam keadaan selamat.

“Kedua sopir selamat, hanya sopir truk Isuzu mengalami luka retak pada bagian kaki dan sudah mendapatkan perawatan,” tegas Artadana.

Selain itu, kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.  Petugas dari Polsek dan Satlantas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan pada pukul 15.50 Wita.

“Arus lalu lintas saat kejadian cukup padat dan evakuasi kendaraan menggunakan mobil derek yang tuntas dilakukan pada Sabtu pagi ini,” imbuh Artanda. (ana)

Makna Tumpek Krulut, Hari Valentine Versi Umat Hindu Bali

Ilustrasi peringatan Hari Tumpek Krulut bagi Umat Hindu di Bali.
Ilustrasi peringatan Hari Tumpek Krulut bagi Umat Hindu di Bali.

PANTAUBALI.COM – Setiap Sabtu Kliwon wuku Krulut, umat Hindu di Bali memperingati hari suci Tumpek Krulut. Selain hari suci yang biasanya diperingati dengan menghaturkan banten, hari ini juga sering disebut sebagai bentuk perayaan kasih sayang khas masyarakat Bali.

Berbeda dengan Hari Valentine yang identik dengan kegiatan romantis bersama pasangan, Tumpek Krulut mengajarkan cinta yang lebih universal, yaitu mencintai seluruh alam beserta isinya.

Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA, dosen dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, menjelaskan bahwa istilah “krulut” berasal dari kata “lulut” yang berarti kasih atau cinta (tresna). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika upacara ini sering disebut sebagai versi lokal dari Hari Valentine.

Dalam pelaksanaannya, unsur suara memegang peranan penting. Suara, sebagai alat komunikasi utama antarmanusia, mengingatkan kita akan pentingnya saling memahami dan menghormati satu sama lain. Oleh sebab itu, perayaan Tumpek Krulut sering dijadikan momen refleksi untuk lebih menghargai sesama.

Secara spiritual, umat Hindu Bali mempersembahkan upacara ini kepada Dewa Iswara, yang dalam kepercayaan mereka dimanifestasikan melalui gamelan. Rangkaian prosesi biasanya diawali dengan penyucian alat gamelan menggunakan air suci guna membersihkan energi negatif yang mungkin melekat. Setelah itu, masyarakat mempersembahkan sesajen sebagai simbol penghormatan kepada Dewa Iswara.

Jenis-jenis sesajen yang dipersembahkan cukup beragam, antara lain ketupat, ajuman, tigasan, pengambean, dan peras.  Persembahan ini biasanya diletakkan di sekitar alat musik gamelan, dengan harapan agar bunyi yang dihasilkan tetap indah dan harmonis.

Yang tak kalah penting dari seluruh rangkaian upacara ini adalah ketulusan dalam menjalankannya. Sebab, ketulusan hati saat melaksanakan ritual dan memberikan persembahan merupakan wujud nyata dari rasa kasih sayang yang dimiliki oleh umat manusia. (ana)

Tahanan di Rutan Bangli Bundir di Kamar Mandi, Begini Kronologinya

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kamar mandi Rutan Bangli, lokasi ditemukannya warga binaan yang tewas gantung diri.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kamar mandi Rutan Bangli, lokasi ditemukannya warga binaan yang tewas gantung diri.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Suasana perayaan Iduladha di Rumah Tahanan (Rutan) Bangli yang semula khidmat dan penuh semangat kebersamaan mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang warga binaan bernama I Kadek Setiawan (22), asal Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di kamar mandi, Jumat (6/6/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi saat para tahanan sedang sibuk mengikuti kegiatan memasak sate sebagai bagian dari perayaan Iduladha. Namun, Kadek tak terlihat dalam kegiatan tersebut. Ia memilih tetap di dalam kamar dengan alasan sakit.

Menurut keterangan teman sekamarnya, sejak pagi korban memang terlihat berbeda dari biasanya. Saat diajak sarapan, ia menolak dengan nada lemah. “Maaf, saya sakit perut,” ujar rekannya menirukan ucapan korban.

Temannya kemudian meninggalkan kamar untuk bergabung dengan kegiatan di lapangan. Namun beberapa waktu kemudian, ia kembali untuk mengambil kursi dan sempat memanggil Kadek dari luar kamar mandi. Tak ada jawaban. Kecurigaan muncul. Ia pun membuka tirai kamar mandi dan seketika terpaku, Kadek sudah dalam keadaan tak bernyawa dan tergantung.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke petugas Rutan, yang segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tim dari Polres Bangli pun turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), melibatkan Unit Identifikasi dan sejumlah petugas gabungan.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Gusti Ngurah Jaya Winangun, didampingi Kasi Humas AKP Wayan Sarta, membenarkan peristiwa tersebut. “Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya karena tekanan persoalan keluarga yang cukup berat,” ujarnya.

Jenazah Kadek kemudian dibawa ke RSU Bangli untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, tim gabungan dari Resmob Polres Bangli, Unit Reskrim Polsek Bangli, dan Tim Inafis masih melakukan penyelidikan lanjutan. Sejumlah saksi, termasuk petugas jaga dan rekan korban, telah dimintai keterangan guna mengungkap lebih jauh latar belakang tragedi ini (MAH)

Malam Ini, Lolot-Bagus Wirata Tampil di Ardha Candra Rayakan Tumpek Krulut

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Panggung Terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali bersiap menyambut ribuan penonton malam ini, Sabtu (7/6/2025), dalam perayaan Tumpek Krulut. Deretan musisi ternama Pulau Dewata seperti Lolot, Bagus Wirata, Jun Bintang & Lebry Partami, hingga Gus Yudi dijadwalkan tampil dalam konser spesial bertema cinta dan harmoni khas Bali.

Gelaran ini bukan sekadar pertunjukan musik. Tumpek Krulut, yang jatuh setiap Saniscara Kliwon wuku Pujut, diperingati sebagai hari untuk menyebarkan kasih sayang—baik kepada sesama manusia, lingkungan, maupun warisan seni budaya. Pemerintah Provinsi Bali mengemas momentum ini menjadi festival musik yang terbuka untuk umum dan gratis.

“Malam ini bukan sekadar hiburan. Ini tentang merayakan vibrasi cinta kasih yang menjadi napas budaya Bali,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha. Menurutnya, musik menjadi media yang ampuh untuk menyampaikan pesan-pesan luhur peninggalan leluhur.

Penampilan para musisi akan dibalut dalam suasana sakral dan hangat. Nama-nama besar seperti Yong Sagita, Adi Wisnu, Agus Veron, Bayu KW, D’go Vaspa, dan Kapiyot juga siap menghidupkan malam penuh makna tersebut.

Lebih dari sekadar tontonan, perayaan ini diharapkan bisa menjadi ruang temu lintas generasi, mempererat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Mari datang bersama keluarga, sahabat, atau pasangan, dan nikmati malam cinta kasih dalam nuansa Bali yang otentik,” ajak Arya Sugiartha.

Konser ini diprediksi menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar akhir pekan ini di Bali. Jadi, siapkan diri untuk larut dalam irama dan getaran kasih dari jantung budaya Pulau Dewata. (*)

Lomba Gerak Jalan Antar Gugus Pramuka Meriahkan Bulan Bung Karno 2025

Lomba Gerak Jalan antar Gugus Pramuka se-Kabupaten Tabanan.
Lomba Gerak Jalan antar Gugus Pramuka se-Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk memperingati Bulan Bung Karno Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Lomba Gerak Jalan antar Gugus Pramuka se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertempat di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan pada Sabtu (7/6/2025).

Sebanyak 38 kelompok dari berbagai gugus Pramuka di Kabupaten Tabanan beradu keahlian gerak jalan dalam kegiatan ini.

Masing-masing kelompok terdiri dari 22 orang, sehingga total 836 peserta terlibat dalam lomba gerak jalan yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusias.

Made Dirga mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai ajaran Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Nilai-nilai Tri Sakti tetap relevan hingga saat ini. Gunakan kegiatan ini untuk mengasah kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia, I Putu Dian Setiawan menyampaikan, lomba ini mengangkat tema: “Prana Jagat Kerthi: Mahakarya Bung Karno, Simbol Keharmonisan Alam Semesta”.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali dan Peraturan Bupati Tabanan Nomor 25 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Kabupaten Tabanan.

Tujuannya ialah untuk meningkatkan semangat kedisiplinan generasi muda dengan menjadikan ajaran Bung Karno sebagai landasan.

Adapun rute lomba dimulai dari Kantor Bupati Tabanan, dilanjutkan dengan atraksi baris-berbaris dari masing-masing peserta, sebelum akhirnya menuju garis finis di Taman Bung Karno. Selama menuju Garis Finish, para peserta juga diwajibkan untuk menyanyikan lagu-lagu Kebangsaan.

Salah satu peserta, Gusti Agung Ayu Adara Beryl Widyatna dari Gugus Depan 06.106 SMP Negeri 1 Tabanan, mengungkapkan, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.

“Kegiatan ini sangat melatih kerja sama tim, kekompakan, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini saya yakini akan menjadi bagian penting dalam kehidupan saya ke depan, termasuk dalam menjaga budaya lokal,” tuturnya.

Sebagai peserta yang telah mengikuti lomba ini dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025), Adara berharap lomba seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun. “Ini adalah wadah yang sangat baik untuk membentuk karakter kami sebagai generasi muda,” pungkasnya. (ana)

Diduga Dibakar Sengaja oleh Pria Misterius, Mobil di Nusa Penida Hangus Terbakar

Kondisi mobil pasca terbakar pada Rabu malam (5/6).
Kondisi mobil pasca terbakar pada Rabu malam (5/6).

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Warga Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, dibuat geger pada Rabu malam (5/6) oleh insiden kebakaran mobil yang diduga kuat dipicu aksi pembakaran sengaja.

Peristiwa ini bermula dari kehadiran seorang pria tak dikenal yang mondar-mandir mencurigakan di sekitar mobil Daihatsu Xenia putih bernopol DK 1565 JN milik I Kadek Mustika (34), warga Desa Klumpu. Saat itu, korban sedang bekerja di proyek pembangunan hostel tak jauh dari lokasi.

Sekitar pukul 21.45 WITA, seorang saksi yang hendak ke proyek melihat pria misterius itu mengelilingi mobil tanpa tujuan jelas. Curiga ada yang tidak beres, saksi segera menanyakan kepemilikan mobil ke rekan lainnya dan memberitahu korban. Korban pun diminta segera memindahkan mobil demi keamanan.

Namun nahas, lima menit berselang, sekitar pukul 21.50 WITA, saat korban hendak memindahkan mobil, kendaraan tersebut sudah dalam kondisi terbakar hebat. Api melahap dengan cepat, sementara pria mencurigakan yang tadi dilihat, menurut saksi lain, masih berada di sekitar lokasi saat api mulai menjalar.

Tim Damkar baru tiba di lokasi sekitar pukul 22.05 WITA dan berhasil memadamkan api pada pukul 22.35 WITA. Petugas Polsek Nusa Penida langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP.

Akibat kebakaran ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp165 juta. Polisi kini tengah memburu pelaku yang diduga dengan sengaja membakar mobil tersebut.

“Saat ini situasi sudah kondusif. Tim kami masih melakukan pendalaman dan terus menggali informasi dari para saksi guna mengungkap motif pelaku,” ujar pihak Polsek Nusa Penida.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan warga diimbau tetap waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar. (*)

Geger Penemuan Mayat Pria di Pantai Tampih Kawan, Polisi Sebut Korban Terseret Arus

Evakuasi mayat pria di Pantai Tampih Kawan, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (6/6/2025) sore.
Evakuasi mayat pria di Pantai Tampih Kawan, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (6/6/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga di sekitar Pantai Tampih Kawan, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria yang terdampar di pinggir pantai, Jumat (6/6/2025) sore.

Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan pakaian, seekor anjing putih serta motor yang diduga milik korban. Setelah dilakukan penyelidikan, korban diketahui bernama Aryo Pamungkas (31), asal Kota Bandung, Jawa Barat, yang tinggal di rumah kos kawasan Dusun Langudu, Desa Pangkung Tibah.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, korban diduga meninggal dunia akibat terseret arus saat mandi di pantai.

“Korban diperkirakan meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kompol Sukadana, Jumat petang.

Dijelaskannya, Jenazah Aryo pertama kali ditemukan oleh I Wayan Juna Harta Gunawan (31), seorang petugas keamanan perumahan. Ia melihat tubuh pria tergeletak di tepi pantai dan segera menghubungi Kelian Adat setempat, I Ketut Sutika, yang lalu meneruskan informasi kepada Perbekel Pangkung Tibah dan Polsek Kediri.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim gabungan dari Polres Tabanan, termasuk satuan Reskrim dan Satpolair, untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.

Pemilik kos korban, I Kayan Arnawa Yasa (37), menyebutkan bahwa korban sempat keluar dari kamar kos sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, Aryo membawa sepeda motor Honda Vario DK 5638 ZU serta seekor anjing putih miliknya.

Beberapa jam kemudian, saksi menerima pesan dari grup WhatsApp banjar bahwa telah ditemukan mayat pria di pinggir pantai. Saat mendatangi lokasi, ia mengenali jenazah sebagai penghuni kosnya.

Adapun dari hasil olah TKP menemukan sejumlah barang pribadi milik korban, seperti pakaian, sandal jepit, kunci motor, dan sepeda motor yang terparkir tak jauh dari lokasi. Dari kamar kos korban, petugas turut mengamankan telepon genggam serta charger.

Pemeriksaan luar oleh tim medis RSUD Tabanan menyebutkan korban meninggal dunia akibat benturan dan terseret arus, tanpa adanya unsur kekerasan.

“Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara menolak dilakukan autopsi,” pungkas Kompol Sukadana. (ana)

Hilang 2 Hari Usai Jatuh dari Jembatan, Pemotor Ditemukan Tewas Tersangkut di Sungai Yeh Sungi

Evakuasi Mikhadad Ikhsan Fahmi (21), pemotor yang terjatuh di jembatan penghubung antara Kecamatan Baturiti dan Kecamatan Marga, Tabanan pada Rabu (4/6/2025).
Evakuasi Mikhadad Ikhsan Fahmi (21), pemotor yang terjatuh di jembatan penghubung antara Kecamatan Baturiti dan Kecamatan Marga, Tabanan pada Rabu (4/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Misteri penemuan motor dibawah jembatan penghubung antara Kecamatan Baturiti dan Kecamatan Marga, Tabanan pada Rabu (4/6/2025) lalu akhirnya terjawab.

Setelah berselang dua hari pencarian, seorang pemuda bernama Mikhadad Ikhsan Fahmi (21), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar Sungai Tukad Yeh Sungi, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (6/6/2025)

Korban diduga mengalami kecelakaan tunggal dan terjatuh ke sungai dari atas jembatan penghubung antara Kecamatan Baturiti dan Kecamatan Marga tersebut.

Jenazah korban ditemukan tersangkut di antara bebatuan pada Jumat (6/6/2025) sekitar pukul 15.10 Wita oleh tim SAR gabungan, setelah melakukan penyisiran menyusuri aliran sungai dari lokasi jatuhnya kendaraan.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut diantara bebatuan sungai,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Gusti Made Berata.

Kronologi penemuan korban berawal ketika warga melaporkan penemuan satu unit sepeda motor Honda Vario DK 5524 ADE di tebing sungai dekat Jembatan Tukad Yeh Sungi.

Polisi yang tiba di lokasi tidak menemukan pengendara, namun setelah motor berhasil dievakuasi, ditemukan dompet berisi identitas dan barang-barang milik Mikhadad, di antaranya KTP, STNK, pasfoto, slip gaji, dan uang tunai lebih dari Rp1,7 juta.

Keesokan harinya pada Kamis malam (5/6/2025), pihak keluarga datang ke Polsek Baturiti dan memastikan bahwa sepeda motor tersebut adalah milik Mikhadad Ikhsan Fahmi, mahasiswa asal Desa Taman Sari, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Atas kejadian itu, dilakukan upaya pencarian pada Jumat siang oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR Polda Bali, SAR Polres Tabanan, Polsek Baturiti, Basarnas, BPBD Tabanan, serta dibantu masyarakat setempat. Pencarian menyusuri aliran Sungai Tukad Yeh Sungi dan jenazah korban ditemukan.

Selanjutnya Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban keatas jembatan dan dibawa menuju RSUD Tabanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, korban diduga mengalami lakalantas Out Of Controle (OC) hingga jatuh terporosok kesungai Tukad Yeh Sungi di Banjar Bunyuh, Desa Perean, Baturiti,” tambah Berata. (ana)