- Advertisement -
Beranda blog Halaman 154

Turis ‘Kere’ asal Belgia Curi Uang Sesama Tamu di Bar Penginapan Nusa Penida

Turis asal Belgia diamankan petugas Polsek Nusa Penida usai tertangkap mencuri uang milik wisatawan Jerman di sebuah penginapan.
Turis asal Belgia diamankan petugas Polsek Nusa Penida usai tertangkap mencuri uang milik wisatawan Jerman di sebuah penginapan.

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG– Liburan seorang wisatawan asal Belgia berinisial MFM (33) di Nusa Penida harus berakhir di kantor polisi. Ia tertangkap mencuri uang milik turis lain asal Jerman saat nongkrong di sebuah bar penginapan pada Kamis malam, 17 Juli 2025.

Aksi pencurian itu terungkap kurang dari 24 jam setelah korban melapor. Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu laporan diterima pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

“Begitu mendapat laporan, Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di hari yang sama,” ungkap AKP Kesuma Jaya, Sabtu (19/7).

Korban, FHF (19), pelajar asal Jerman, saat itu sedang bersantai di bar bersama beberapa rekan, termasuk pelaku. Ia sempat meninggalkan tasnya di meja untuk berbincang dengan tamu lain. Tak berselang lama, FHF menyadari posisi barang-barangnya berubah. Setelah dicek, uang tunai sebesar Rp842.000 di dalam tasnya hilang.

Curiga telah menjadi korban pencurian, FHF segera melapor ke pihak penginapan dan diteruskan ke Polsek Nusa Penida. Berdasarkan keterangan saksi dan identifikasi tamu, polisi menelusuri keberadaan pelaku yang ternyata menginap di penginapan berbeda.

MFM akhirnya diamankan di lokasi berbeda dan saat digeledah, uang milik korban ditemukan tersimpan di saku celananya. Ia pun mengakui perbuatannya di hadapan penyidik. Uang curian langsung dikembalikan kepada korban.

Kapolsek mengapresiasi gerak cepat anggotanya dan peran aktif warga serta saksi dalam mengungkap kasus ini. Ia juga mengimbau agar para wisatawan lebih berhati-hati menjaga barang pribadi selama beraktivitas di tempat umum.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas kami. Kolaborasi antara masyarakat, aparat, dan wisatawan sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif di Nusa Penida,” tegasnya. RA

Gubernur Koster Teken PKS Proyek Strategis dengan Bupati Badung dan Gianyar

Gubernur Bali Wayan Koster teken Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek strategis dengan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra di Jayasabha, Denpasar, Jumat (18/7/2025).
Gubernur Bali Wayan Koster teken Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek strategis dengan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra di Jayasabha, Denpasar, Jumat (18/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek strategis dengan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra di Jayasabha, Denpasar, Jumat (18/7/2025).

Kesepakatan ini menjadi langkah konkret untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Perjanjian ini bertujuan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis di enam kabupaten di Bali yang selama ini belum menikmati keseimbangan fiskal, yaitu Kabupaten Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.

PKS ini menekankan pentingnya pemerataan pembangunan sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Saat ini terdapat ketimpangan yang mencolok dalam pendapatan daerah, terutama dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), di mana Kabupaten Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar menjadi penerima utama karena tingginya aktivitas usaha pariwisata.

Padahal Bali adalah satu kesatuan destinasi wisata. Yang dikunjungi itu Bali secara keseluruhan, tapi yang menerima dampak ekonomi terbesar hanya tiga kabupaten/kota.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Kabupaten Badung, Gianyar, dan Denpasar berkomitmen untuk menyalurkan BKK guna mendukung proyek strategis dan pengembangan objek wisata di enam kabupaten lainnya. Dana yang disalurkan berasal dari pendapatan PBJT sektor hotel, makanan, dan minuman.

Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong antarwilayah guna mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

PKS ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya: Mewujudkan pembangunan Bali dalam satu kesatuan wilayah, satu pola, dan satu tata kelola, Meningkatkan keseimbangan fiskal antar daerah, Mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dan Mengembangkan pariwisata Bali yang berbasis budaya dan berdaya saing tinggi.

Daftar Proyek Strategis Provinsi Bali

Beberapa proyek strategis yang menjadi prioritas pembangunan hingga 2028 meliputi:

  1. Restorasi Parahyangan Pura Agung Besakih (Karangasem)
  2. Pembangunan Pusat Olahraga Provinsi Bali (Bangli)
  3. Kawasan Danau Beratan dan Pabrik Pakan Ternak (Tabanan)
  4. Gedung Parkir Sanur dan Jalan Shuttle ke Pelabuhan (Denpasar)
  5. Jalan Baru dan Underpass strategis di Denpasar dan Badung
  6. Pembangunan Jembatan Payangan–Bongkasa (Gianyar–Badung)
  7. Pembangunan Jalan Lingkar Bali (Klungkung, Karangasem, Buleleng)
  8. Pengembangan Kawasan Terpadu Pelabuhan (Buleleng, Klungkung, Karangasem)
  9. Penanganan Sampah Terpadu di seluruh Provinsi Bali

Dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Daerah se-Bali pada 12 Maret 2025 lalu di Badung, Gubernur Koster menyampaikan bahwa seluruh proyek ditargetkan selesai paling lambat pada tahun 2028.

“Program ini harus jalan dan paling lambat selesai 2028, buruk-buruknya 2029 sudah rampung. Kami berbagi tugas sesuai wilayah dan kemampuan masing-masing,” tegas. Gubernur Bali dua periode ini.

Melalui perjanjian ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Kabupaten Badung dan Gianyar menunjukkan komitmen untuk menjadikan Bali sebagai pulau yang berkembang secara merata dan adil.

Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan yakni 2025–2125 yang menekankan pada kelestarian alam, penguatan budaya, dan keseimbangan ekonomi antarwilayah. (rls)

Bangli Gencar Vaksinasi Rabies, Targetkan 80 Persen HPR Tervaksin

Petugas Dinas PKP Bangli melakukan vaksinasi rabies terhadap anjing.
Petugas Dinas PKP Bangli melakukan vaksinasi rabies terhadap anjing.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli menunjukkan komitmen serius dalam upaya pencegahan rabies. Melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP), program vaksinasi rabies terus digencarkan dengan menyisir desa dan kelurahan di seluruh wilayah Bangli.

Target yang ditetapkan pun cukup ambisius, yakni memvaksinasi 80 persen dari total populasi hewan pembawa rabies (HPR).

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk tahun 2025, kegiatan ini telah dimulai sejak awal tahun.

Berdasarkan pendataan, populasi anjing di Kabupaten Bangli diperkirakan mencapai 46.707 ekor yang tersebar di empat kecamatan: Bangli (9.380 ekor), Tembuku (7.784 ekor), Kintamani (22.327 ekor), dan Susut (7.216 ekor).

“Kami melaksanakan vaksinasi secara bergilir di masing-masing kecamatan,” ujar Sarma, Kamis (17/7).

Tak hanya anjing, program vaksinasi ini juga menyasar kucing dan monyet sebagai bagian dari upaya menyeluruh pencegahan penyebaran virus rabies. Hingga saat ini, sebanyak 16.876 ekor anjing, 552 ekor kucing, dan 1 ekor monyet telah berhasil divaksinasi. Secara total, sudah terdapat 17.429 HPR yang tervaksin, atau sekitar 36,13 persen dari target yang ditetapkan.

Meski capaian vaksinasi masih berada di angka 36,13 persen, Sarma optimistis bahwa target 80 persen akan tercapai. Hal ini didukung oleh waktu pelaksanaan yang masih panjang serta koordinasi yang baik antara petugas di lapangan dengan aparat desa.

Terkait ketersediaan vaksin, Sarma memastikan bahwa stok yang tersedia dalam kondisi aman. “Untuk ketersediaan vaksin sejauh ini aman dan terkendali. Jika pun terjadi kekurangan, kami siap berkoordinasi dengan instansi terkait,” tegasnya. RA

Polisi Bekuk Dua Buruh Proyek Pencuri HP di Resto Balangan

Kedua buruh proyek dibekuk polisi.
Kedua buruh proyek dibekuk polisi.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dua buruh proyek asal Lumajang, Jawa Timur, ditangkap polisi usai mencuri sebuah handphone milik karyawan restoran Surfers Grill House di kawasan Pantai Balangan, Ungasan, Kuta Selatan, Badung.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku yang diketahui berinisial FY (27) dan AS (26).

“Keduanya ditangkap oleh tim opsnal Polsek Kuta Selatan setelah terlibat pencurian HP milik seorang koki di tempat kejadian,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Jumat, 11 Juli 2025, sekitar pukul 18.45 Wita. Saat itu, korban bernama M. Bahrul Ulum (23), tengah bekerja sebagai koki dan menaruh ponsel miliknya di kusen jendela dapur. Hanya dalam waktu 2-5 menit, ponsel jenis Redmi 13 warna emas itu raib dari tempat semula. Korban yang panik segera melapor ke Polsek Kuta Selatan keesokan harinya.

“Modusnya, pelaku mengambil HP dari kusen jendela yang menghadap ke jalan tempat lalu lalang para buruh proyek. Setelah itu, mereka mem-flash HP tersebut, mengganti SIM card, dan berniat menjual hasil curian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas AKP Sukadi.

Tim opsnal Polsek Kuta Selatan di bawah pimpinan Kanit Reskrim AKP I Made Sena bersama Panit Opsnal Aiptu I Made Wirastika segera bergerak menindaklanjuti laporan tersebut. Polisi mengecek lokasi kejadian, memeriksa CCTV, dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Dari hasil penyelidikan, diketahui ada dua orang mencurigakan yang mondar-mandir di sekitar lokasi. Polisi kemudian menggeledah bedeng proyek di belakang restoran dan menemukan satu unit HP yang sudah diflash, sesuai dengan IMEI yang dilaporkan oleh korban.

“FY mengaku mengambil HP dan memberitahu AS. Kemudian AS membuang casing bening HP di sekitar warung dekat TKP. Mereka berdua memflash HP dengan panduan dari internet, lalu mengganti kartu SIM,” beber Sukadi.

Barang bukti berupa satu unit HP Redmi 13 warna emas berhasil diamankan. Kerugian ditaksir mencapai Rp1.999.000. Kedua pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Kuta Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. RA

Upacara HUT ke-80 Akan Digelar di Jakarta, Kenapa Tidak di IKN?

Upacara Hut RI ke-79 di gelar di Ibukota Nusantara (sumber foto: Sekretariat Negara)
Upacara Hut RI ke-79 di gelar di Ibukota Nusantara (sumber foto: Sekretariat Negara)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini akan kembali digelar di Jakarta. Pemerintah memutuskan tidak lagi memusatkan upacara di Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti tahun sebelumnya.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah final, dengan panitia nasional yang telah dibentuk di bawah koordinasi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

“Kalau informasi terakhir yang kita dapatkan, pelaksanaan perayaan 17 Agustus akan dilaksanakan di Jakarta,” ujar Hasan, seperti dikutip dari Metro TV, Jumat (18/7/2025). Ia menambahkan, “Panitianya sudah dibentuk oleh Mensesneg, dan PCO juga turut ambil bagian di dalamnya.”

Sebagai catatan, peringatan HUT ke-79 RI tahun lalu untuk pertama kalinya digelar di Istana Negara IKN, Kalimantan Timur. Upacara kala itu dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Prabowo Subianto yang masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menjelaskan alasan pemindahan lokasi upacara ke Jakarta. Ia menyebut, progres pembangunan di kawasan IKN masih terus berjalan dan belum siap menggelar seremoni berskala besar.

“Pembangunan di IKN masih dalam proses penyelesaian. Jadi, pemerintah saat ini fokus menyelesaikan pembangunan tersebut,” jelas Juri kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (17/7/2025).

Meski tak menjadi pusat perayaan, IKN tetap akan menggelar upacara peringatan secara terbatas. Menurut Juri, Otorita IKN akan menyelenggarakan seremoni tersendiri dalam skala kecil.

“Upacara tetap ada di IKN, tapi penyelenggaranya adalah Otorita IKN,” imbuhnya.

Sementara itu, tema dan logo resmi HUT ke-80 RI rencananya akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini. Publik menanti, pesan kebangsaan apa yang akan diusung dalam momentum kemerdekaan tahun ini. (*)

Hore! Jalan Jebol di Bajera Bisa Dilalui, Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk Kembali Normal

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jalur nasional Denpasar-Gilimanuk yang sempat terputus akibat jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, akhirnya kembali normal dan bisa dilalui kendaraan pada Sabtu (19/7/2025). Gubernur Bali, Wayan Koster, hadir langsung di lokasi untuk meresmikan pembukaan kembali jalur strategis tersebut.

Perbaikan jalan dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jawa Timur-Bali sejak insiden jebolnya jalan pada Senin (7/7/2025). Dalam waktu 12 hari, proses perbaikan berhasil dirampungkan, lebih cepat dari estimasi awal.

“Awalnya, estimasi perbaikan mencapai satu bulan. Namun saya minta dipercepat maksimal dua minggu. Syukurnya, saya mendapat laporan bahwa pengerjaan sudah tuntas pada malam 18 Juli, dan hari ini jalan sudah bisa dilalui,” kata Koster.

Ia mengapresiasi kerja keras tim BPJN yang dinilai berhasil menyelesaikan perbaikan sesuai standar. Apalagi jalur ini merupakan akses vital yang dilalui kendaraan besar pengangkut logistik.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya kembali jalan ini, arus lalu lintas kembali lancar, dan aktivitas perdagangan masyarakat dapat kembali normal,” imbuhnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, khususnya warganet, yang aktif memberikan informasi dan dorongan untuk percepatan perbaikan.

Kegembiraan juga dirasakan masyarakat sekitar dan para pengendara yang selama ini terdampak penutupan jalan. Mereka menyambut antusias dibukanya kembali jalur utama penghubung Bali barat dan timur tersebut.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 PJN I Bali, Pramono Tri Yulianto, menyampaikan bahwa meskipun jalan sudah bisa dilalui, proses pemeliharaan dan penyempurnaan masih akan terus dilakukan.

“Setelah serah terima pertama atau PHO (Provisional Hand Over), pemeliharaan jalan akan berlangsung selama satu tahun. Pembersihan dan perbaikan trotoar akan kami lanjutkan, termasuk perbaikan jalan alternatif yang juga mengalami kerusakan,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, meskipun kontrak pengerjaan perbaikan diberi waktu dua bulan, pihaknya berhasil menyelesaikan pekerjaan utama hanya dalam 12 hari. Sisa pekerjaan meliputi perapian trotoar, penyelesaian inlet, dan pengembalian fungsi jalan alternatif yang rusak.

“Pengembalian kondisi jalan alternatif juga akan kami kerjakan. Gubernur pun sudah menyatakan akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan kerusakan yang diakibatkan bencana alam ini,” jelasnya.

Adapun estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk seluruh pekerjaan perbaikan, termasuk jalan alternatif, berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Setelah semua pekerjaan rampung, akan dilakukan audit oleh lembaga auditor sebelum pengajuan pencairan anggaran resmi. (ana)

Puskesmas Pembantu Dibangun di Desa Padangan

Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.
Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan mulai merealisasikan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan.

Tahap awal pembangunan ditandai dengan pelaksanaan rapat Pra Construction Meeting (PCM) pada Kamis (17/7), yang melibatkan seluruh pihak terkait guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan.

PCM ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, konsultan perencana, konsultan pengawas dari CV. RUSMA INDAH, kontraktor pelaksana CV. MERTA ADISETIA, serta Perbekel Desa Padangan I Wayan Warditha.

Dalam rapat tersebut, para pihak membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan pembangunan, termasuk penjelasan gambar kerja, metode pelaksanaan, serta kesesuaian perencanaan dengan kebutuhan lapangan.

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Pustu ini mencapai Rp 514.315.263,10, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender oleh CV. MERTA ADISETIA selaku kontraktor pelaksana. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat Desa Padangan dan sekitarnya.

Perbekel Desa Padangan, I Wayan Warditha berharap, pembangunan Pustu ini berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kualitas bangunan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami sangat berharap pembangunan ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan kekuatan struktur, estetika, serta kebutuhan fungsional Pustu sebagai fasilitas layanan kesehatan. Ini adalah impian masyarakat kami yang kini mulai terwujud,” ujar Warditha.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang telah merealisasikan pembangunan fisik Pustu Padangan sebagai bentuk nyata perhatian terhadap pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Padangan berharap pelayanan kesehatan di tingkat desa akan semakin mudah diakses dan berkualitas, sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (ana)

Komisi Informasi Provinsi Bali Luncurkan E-Monev Keterbukaan Informasi di Badung

Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengisian kuesioner Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025 di Kabupaten Badung.
Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengisian kuesioner Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025 di Kabupaten Badung.

PANTAU BALI.COM, BADUNG — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung memfasilitasi kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengisian kuesioner Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali dan diselenggarakan di Ruang Rapat I Diskominfo Badung pada Jumat (18/7/2025).

Sebanyak 15 badan publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Badung turut serta dalam kegiatan ini. Acara secara resmi dibuka dengan pemukulan kulkul oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali, Dewa Nyoman Suardana, didampingi oleh Sekretaris Diskominfo Badung, Anak Agung Gede Agung Arimayun.

Dalam sambutannya, Dewa Nyoman Suardana menyampaikan, kegiatan Monev ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana badan publik telah memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

“Monitoring dan evaluasi ini adalah upaya kami untuk memastikan badan publik menjalankan prinsip transparansi secara optimal. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga cerminan dari akuntabilitas instansi terhadap masyarakat,” ungkap Dewa.

Ia juga menjelaskan, hasil dari proses ini akan diklasifikasikan dalam beberapa kategori penilaian, mulai dari Informatif, Menuju Informatif, hingga Kurang Informatif. Penilaian ini akan diumumkan dalam ajang penganugerahan sebagai bentuk apresiasi terhadap badan publik yang berkomitmen terhadap keterbukaan informasi.

Pada tahun ini, tercatat sebanyak 195 badan publik se-Bali yang ikut serta dalam Monev KIP. Untuk Kabupaten Badung sendiri, 15 badan publik ambil bagian, termasuk perwakilan dari desa, kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PPID Kabupaten, hingga instansi lainnya.

Dewa Suardana menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh badan publik yang terlibat. Ia berharap pelaksanaan monitoring ini dilakukan dengan kesungguhan, agar hasilnya dapat mencerminkan kualitas layanan informasi publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Partisipasi yang serius dari para peserta akan menunjukkan komitmen mereka terhadap transparansi dan keterbukaan. Ini juga akan menjadi acuan dalam menilai kinerja serta akuntabilitas instansi publik ke depan,” tutupnya. (jas) 

Berkunjung ke Cau Chocolates Tabanan, Titiek Soeharto Dengarkan Keluhan Petani Kakao

Titiek Soeharto saat berkunjung ke Cau Chocolates, perusahaan pengolahan kakao yang berlokasi di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (18/7/2025).
Titiek Soeharto saat berkunjung ke Cau Chocolates, perusahaan pengolahan kakao yang berlokasi di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (18/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto berkunjung ke Cau Chocolates, perusahaan pengolahan kakao yang berlokasi di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (18/7/2025).

Setibanya di lokasi, Titiek Soeharto bersama rombongan disambut hangat oleh manajemen PT Cau Coklat Internasional. Kegiatan diawali dengan peninjauan kebun kakao milik perusahaan. Ia tampak antusias memetik dan mencicipi langsung buah coklat segar dari pohonnya.

Tidak hanya meninjau kebun, politisi dari Fraksi Partai Gerindra itu juga mengamati proses pengolahan coklat, mulai dari fermentasi biji kakao, pengeringan, hingga menjadi produk olahan premium yang siap dikonsumsi dan dipasarkan ke berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek juga berdialog dengan para petani kakao lokal untuk menyerap berbagai persoalan yang mereka hadapi, seperti terbatasnya akses pupuk, keterbatasan bahan baku, hingga tantangan menjaga kualitas hasil panen.

“Produksi coklat di Cau Chocolates sangat luar biasa. Apalagi Indonesia saat ini merupakan penghasil coklat terbesar kelima di dunia,” ujar Titiek usai berdialog dengan sejumlah petani milenial.

Namun demikian, Titiek menyoroti tantangan regenerasi petani kakao. Menurutnya, sebagian besar petani saat ini sudah berusia lanjut, sementara minat generasi muda untuk bertani masih rendah dan cenderung lebih tertarik bekerja di sektor pariwisata.

“Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah, khususnya kami di Komisi IV DPR RI, untuk mendorong anak-anak muda agar tertarik terjun ke sektor perkebunan. Ke depan, kami akan mendorong program bimbingan teknis, penyuluhan potensi kakao, serta penyediaan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas petani,” katanya.

Titiek berharap, ke depan peringkat Indonesia sebagai produsen kakao terbesar di dunia dapat naik dari posisi lima ke posisi tiga.

Sementara itu, CEO PT Cau Coklat Internasional sekaligus petani milenial, Kadek Surya Prasetya Wiguna, mengungkapkan potensi sektor kakao di Indonesia sangat besar karena tingginya permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Harga kakao saat ini cukup stabil, yakni di kisaran Rp150 ribu per kilogram. Namun tantangan utama kami adalah terbatasnya pasokan bahan baku karena semakin sedikit masyarakat yang menjadi petani,” ungkapnya.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku di Cau Chocolates bisa mencapai 15 ton per bulan. Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya mendirikan Cau Chocolates Factory sebagai sistem pengolahan coklat terintegrasi dari kebun hingga proses produksi.

“Dengan sistem ini, kami ingin membangun keyakinan generasi muda bahwa sektor kakao menjanjikan masa depan. Saat ini, produk Cau Chocolates sudah diekspor ke 10 negara di Eropa, Australia, dan Amerika. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Kadek Surya berharap pemerintah semakin aktif memberikan dukungan kepada petani, baik berupa bantuan teknis, pelatihan, maupun akses pembiayaan, agar produktivitas kakao nasional terus meningkat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Titiek Soeharto secara simbolis melepas ekspor 4 ton coklat produksi PT Cau Coklat Internasional ke Australia.  (ana)

Seniman Muda Badung Guncang Panggung Ardha Candra Lewat Garapan ‘Pasir Ukir’

Seniman Muda Badung menampilkan garapan kolosal bertajuk Pasir Ukir di PKB 2025.
Seniman Muda Badung menampilkan garapan kolosal bertajuk Pasir Ukir di PKB 2025.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR – Panggung terbuka Ardha Candra bergemuruh saat Seniman Muda Badung menampilkan garapan kolosal bertajuk Pasir Ukir.

Dibalut kekuatan tradisi dan nuansa kontemporer, pertunjukan ini memukau ribuan pasang mata, termasuk Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang hadir langsung memberi apresiasi tinggi atas karya tersebut.

Pementasan berdurasi sekitar satu jam itu melibatkan lebih dari 150 seniman muda asal Badung, menyuarakan pesan penting: alam semesta adalah warisan yang harus dijaga, bukan dieksploitasi.

Menurut I Gusti Ngurah Krisna Gita selaku sutradara dan penata panggung, Pasir dan Ukir merupakan kisah simbolik tentang sepasang anak kembar yang lahir dari cahaya Ibu Pertiwi-Pasir yang berasal dari laut, dan Ukir dari gunung.

Terpisah tanpa tahu hubungan darah, keduanya ditakdirkan bertemu untuk memulihkan keseimbangan semesta yang terguncang oleh kerakusan manusia.

“Melalui kisah ini, kami ingin menyampaikan pentingnya menjaga gunung, laut, dan seluruh tatanan alam. Ketika alam dirawat dengan tulus, maka semangat Jagat Kerthi harmoni semesta dapat terwujud,” ungkap Krisna.

Didampingi oleh komposer I Made Adi Suyoga Adnyana dan I Wayan Andina Suldastyasa Krisna menuturkan, proses kreatif berlangsung secara kolektif. Garapan tari disusun selama dua bulan, sementara komposisi tabuh dikerjakan 1,5 bulan, dan disatukan dalam sesi latihan terpadu selama dua minggu.

“Kita mulai dari eksplorasi gerak, lalu tabuh meresponnya. Kadang sebaliknya musik lahir lebih dulu, lalu koreografi menyesuaikan. Semua berlangsung dinamis dan kolaboratif,” jelasnya.

Seniman muda Badung yang tergabung dalam pementasan ini juga mendapatkan ruang untuk tumbuh dan belajar, khususnya dalam skala pentas sebesar Pesta Kesenian Bali (PKB).

Sementara itu, Adi Suyoga mengakui, menyatukan puluhan seniman lintas bidang bukan perkara mudah. Dibutuhkan banyak diskusi dan latihan intensif untuk menyatukan persepsi artistik.

“Ada 33 seniman khusus menangani kerawitan. Tantangan terbesarnya adalah menyinergikan musik dan tari menjadi satu kesatuan yang utuh dan hidup,” ujarnya.

Dalam garapan megah ini, juga turut terlibat nama-nama penting lainnya seperti I Made Kass Winata Keneh sebagai pimpinan produksi, serta Ni Putu Ari Sidiastini  yang bertindak sebagai art director sekaligus koreografer.

Lewat Pasir dan Ukir, Seniman Muda Badung tak hanya menampilkan keindahan seni pertunjukan, tetapi juga mengetuk kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga bumi demi masa depan yang harmoni dan lestari. (jas)