- Advertisement -
Beranda blog Halaman 152

Candrawangsa Suguhkan Gamelan Inovatif Bertema Tapa Prakerti di PKB 2025

Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Badung, tampil memukau di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar dalam rangka PKB ke-47, Jumat (4/7/2025).
Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Badung, tampil memukau di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar dalam rangka PKB ke-47, Jumat (4/7/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, menghadirkan nuansa berbeda dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47. Bertempat di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar, Jumat (4/7/2025),

Dalam penampilannya, kelompok seni ini membawakan empat karya unggulan, yang tiga di antaranya berupa tabuh inovatif dan satu tarian.

Koordinator Sanggar Seni Candrawangsa, I Gede Ananta Diparesta, menyampaikan bahwa garapan yang diusung tahun ini berangkat dari konsep Tapa Prakerti. Sebuah gagasan yang lahir dari makna spiritual perayaan Nyepi, khususnya saat pelaksanaan Catur Bratha Penyepian.

“Tapa berarti pengendalian diri dan meditasi, sementara Prakerti adalah kembali ke sifat dasar alam semesta. Dari konsep itulah kami mengembangkan tiga karya musik gamelan inovatif,” jelasnya.

Ketiga garapan itu dirancang sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Karya pertama bertajuk Swara Pawitri, terinspirasi dari prosesi pemelastian yang digambarkan melalui perpaduan musikal dan suasana sakral perayaan tersebut.

Swara Pawitri, yang berarti suara persembahan, diwujudkan lewat tabuh-tabuh suci sebagai bentuk komunikasi manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi.

Garapan kedua, Suda Prawerti, menggambarkan dinamika alam yang rusak akibat ulah manusia, lalu berangsur pulih melalui kesadaran, bakti, dan tapa brata. Tabuh ini lahir dari perenungan terhadap prosesi Tawur Kesanga jelang Nyepi, dengan balutan dinamika musikal yang menggambarkan kerusakan hingga harmoni.

Sedangkan karya ketiga, Tepa Slira, memotret situasi malam pengerupukan di mana manusia dihadapkan pada euforia pengusiran bhuta kala melalui ogoh-ogoh. Dalam karya ini, nilai tenggang rasa diingatkan kembali di tengah riuh perayaan.

“Lewat karya ini kami ingin menyuarakan tentang bagaimana manusia seharusnya menyikapi batas-batas moral di tengah hiruk-pikuk tradisi,” terang Ananta.

Penampilan Sanggar Seni Candrawangsa ini tak hanya menghadirkan suguhan musikal inovatif, tapi juga menjadi wujud pelestarian budaya yang mampu berdialog dengan zaman tanpa kehilangan akar sakralnya. (jas)

Lewat Program Semara Ratih Tabanan Bangun Generasi Emas

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam upacara pernikahan pasangan Ripaldi dan Kristina di Banjar Bantiran Kelod, Desa Bantiran, Pupuan pada Jumat (4/7/2025).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam upacara pernikahan pasangan Ripaldi dan Kristina di Banjar Bantiran Kelod, Desa Bantiran, Pupuan pada Jumat (4/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program inovatif ‘Semara Ratih’ yang digagas Pemerintah Kabupaten Tabanan kian mendapat respons positif dari masyarakat.

Terbaru, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam upacara pernikahan pasangan Ripaldi dan Kristina di Banjar Bantiran Kelod, Desa Bantiran, Pupuan pada Jumat (4/7/2025).

Kehadirannya yang didampingi anggota DPRD, Sekda, dan jajaran OPD terkait menjadi bukti nyata Pemkab dalam mengawal lahirnya keluarga berkualitas sejak hari pertama pernikahan.

Semara Ratih bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan inovasi berbasis kolaborasi antar-sektor yang mengintegrasikan pelayanan konseling pra-nikah, pemberian dokumen kependudukan secara cepat dan akurat, serta pelestarian lingkungan melalui kewajiban menanam pohon maskot Kabupaten Tabanan.

Dalam momen bahagia tersebut, Bupati Sanjaya juga secara simbolis menyerahkan akta perkawinan, KTP-el, dan Kartu Keluarga kepada kedua mempelai, sebagai bentuk legalitas dan perhatian negara terhadap awal kehidupan rumah tangga sebagai wujud nyata implementasi dari Program Semara Ratih.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan jangka panjang dengan cara yang menyentuh akar kehidupan masyarakat. Dengan semangat mencegah stunting sejak dini, Semara Ratih hadir memberi bekal kesehatan, moralitas, dan ekologi kepada pasangan mempelai.

Penanaman pohon maskot seperti Sandat, Jepun, dan Juwet menjadi simbol komitmen jangka panjang yang menyatukan nilai cinta, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Dampak dari inovasi ini mulai terasa. Selain menekan angka stunting, program ini juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kestabilan ekonomi keluarga, serta kesejahteraan sosial secara umum.

“Ini bukan hanya soal merayakan cinta, tapi tentang menata masa depan. Kita ingin keluarga-keluarga baru di Tabanan tumbuh sehat, legal, dan berdaya sejak awal,” ujar singkat Bupati Sanjaya.

Dengan penerapan yang konsisten, Semara Ratih menjadi bukti nyata bagaimana inovasi daerah bisa menjadi katalis perubahan sosial yang menyeluruh.

Tabanan Era Baru kini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga masa depan keluarga dan generasi penerusnya dengan cara yang holistik dan penuh kasih. (ana)

Usai Dikunjungi Wapres Gibran, Pasar Dauh Pala Diharapkan Segera Direvitalisasi

Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan.
Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (5/7/2025), membawa harapan besar bagi pedagang dan masyarakat.

Mereka berharap kunjungan tersebut dapat membuka jalan agar pasar tradisional tersebut segera direvitalisasi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pasar Dauh Pala, Gede Putu Manik Mahendra. Ia menyebut kunjungan Wapres Gibran merupakan bagian dari agenda selama berada di Bali.

Ia berharap kehadiran Wapres mampu menarik perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pasar yang dinilai sudah tidak layak.

“Harapan saya sebagai koordinator, mudah-mudahan dengan berkunjungnya Wapres, ada perhatian terhadap kondisi pasar saat ini. Karena sejak tahun 1980-an, pasar ini belum pernah tersentuh revitalisasi,” ujarnya.

Mahendra memaparkan, kondisi fisik bangunan pasar saat ini sudah rusak parah. Sekitar 50 persen bangunan tidak bisa lagi digunakan karena atap jebol dan bocor. Bahkan, beberapa bangunan roboh dan membahayakan aktivitas pedagang.

Jumlah pedagang aktif di Pasar Dauh Pala saat ini mencapai sekitar 370 orang. Dari total 32 kios yang tersedia, hanya 16 kios yang masih bisa difungsikan.

Sementara itu, terdapat 11 los yang masih digunakan, meskipun atapnya mengalami kebocoran dan kerusakan. Selain itu, area dasar pasar memiliki 127 titik tempat berdagang.

“Tempat jualan saat ini tidak layak. Bangunan rusak, atap bocor, dan ada bagian yang roboh. Belum lagi kondisi tanah yang rawan longsor karena berada di dekat Sungai Empat. Senderan di bagian belakang pasar juga tidak cukup kuat,” ungkapnya.

Mahendra mengatakan, usulan perbaikan sebenarnya sudah pernah diajukan oleh kepala pasar sebelumnya. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. “Jawaban dari dinas selalu sama, bahwa akan dianggarkan. Tapi tidak ada kelanjutan,” katanya.

Selain masalah fisik, penataan fungsi pasar juga menjadi sorotan. Ia menyebutkan bahwa area yang seharusnya difungsikan sebagai tempat transit, justru dialihfungsikan menjadi los tambahan untuk menampung pedagang baru saat masa pandemi Covid-19. Sejak itu, pola aktivitas pasar berubah.

“Dulu, pasar ini hanya buka dari pukul 06.00 sampai 10.00 pagi. Tapi sekarang berlangsung 24 jam karena banyak pedagang makanan yang berjualan malam hari dan adanya aktivitas bongkar muat,” ucap Mahendra.

Ia juga menambahkan, saat ini mobil tidak bisa masuk ke area pasar karena akses yang sempit. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas. Dari sisi pendapatan, pedagang dikenai retribusi sekitar Rp500 per hari yang disetor ke dinas terkait.

Dengan kondisi tersebut, Mahendra berharap agar dilakukan revitalisasi menyeluruh, baik dari segi bangunan, penataan pedagang, hingga penguatan infrastruktur seperti senderan dan akses jalan.

“Kami berharap pasar ini bisa segera diperbaiki agar aktivitas perdagangan bisa berlangsung dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (ana)

2 WNA Dikejar Massa Usai Tabrakan, Ini Identitasnya

Tangkapan layar video saat kedua wna dikejar massa.
Tangkapan layar video saat kedua wna dikejar massa.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Dua warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat nyaris jadi bulan-bulanan massa setelah melarikan diri usai terlibat kecelakaan lalu lintas di Denpasar, Jumat (4/7/2025). Aksi kejar-kejaran sejauh lebih dari 10 kilometer itu berakhir di Sukawati, Gianyar, ketika mobil mereka berhasil dihentikan warga yang geram.

Insiden bermula sekitar pukul 11.20 WITA di Jalan Antasura, Denpasar. Mobil Toyota Raize DK 1083 QH yang ditumpangi Kalhil Faryt dan Rodriguez Chavez Suendys mendadak melakukan pengereman di tengah jalan. Seorang pengendara motor, Desca Rio Aditya (21), tak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang mobil tersebut.

Merasa dirugikan, Desca sempat mengetuk kaca mobil untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, bukannya berhenti, mobil justru melaju kencang ke arah utara, menembus kepadatan lalu lintas hingga ke kawasan Ubud dan Sukawati. Tak hanya kabur, selama pelarian, mobil tersebut juga sempat menyerempet pengendara lain dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Keterangan dari saksi mata, Bagus Raiddison Kolimon dan Kadek Suyastra, menyebutkan bahwa ulah pengemudi asing itu memicu kemarahan warga. Massa pun ikut mengejar sambil meneriakkan peringatan kepada pengendara lain.

Mobil tersebut akhirnya terhenti di depan SPBU Banjar Manyar, Desa Ketewel, Gianyar, setelah dihadang warga. Situasi sempat memanas ketika kedua WNA dikerumuni dan nyaris diamuk massa, sebelum akhirnya diamankan oleh personel Pos Zebra Ketewel.

Identitas keduanya diketahui sebagai berikut:

Kalhil Faryt, laki-laki, pemegang paspor nomor 588018749, asal Florida, Amerika Serikat.
Rodriguez Chavez Suendys, perempuan, pemegang paspor nomor A15714836.
Keduanya tercatat sebagai tamu di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit Honda Vario DK 6186 AEC milik warga Denpasar dan mobil Toyota Raize DK 1083 QH yang terdaftar atas nama Ni Putu Eka Prastuti, warga Badung. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta untuk mobil dan Rp300 ribu untuk motor.

Meski sempat ricuh, peristiwa ini berujung damai. Korban dan pihak WNA sepakat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Kedua turis bersedia mengganti seluruh biaya kerusakan.

Kepala Keamanan Hotel St. Regis, Sesko Dolp, menyatakan bahwa mobil yang digunakan WNA merupakan kendaraan sewaan yang disediakan hotel. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik mobil untuk proses lanjutan.

Sementara itu, kedua WNA masih dalam pengawasan kepolisian untuk proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut. Polisi memastikan bahwa seluruh proses hukum tetap dijalankan sembari memfasilitasi penyelesaian antara para pihak yang terlibat. (RA)

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Dauh Pala Tabanan, Disambut Antusias Pedagang dan Warga

Wapres Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung ke Pasar Dauh Pala, yang berlokasi di Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Sabtu pagi (5/7/2025).
Wapres Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung ke Pasar Dauh Pala, yang berlokasi di Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Sabtu pagi (5/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke Pasar Dauh Pala, yang berlokasi di Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Sabtu pagi (5/7/2025).

Wapres Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 07.15 WITA dan didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster serta Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga.

Setibanya di lokasi, Gibran langsung menyusuri lapak-lapak pedagang mulai dari penjual makanan tradisional, sayur-mayur, buah-buahan hingga kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga membeli beberapa komoditas, seperti cabai dan bahan pokok lainnya. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut antusias oleh para pedagang dan warga yang memadati area pasar.

Suasana pasar tampak padat, bahkan sesak, karena banyak warga yang ingin bertemu langsung dan mengabadikan momen bersama mantan Wali Kota Solo tersebut.

Kepala Pasar Dauh Pala, Gede Putu Manik Mahendra mengatakan, kunjungan Wapres Gibran ini merupakan bagian dari agendanya selama berada di Bali.

Pihaknya berharap kunjungan tersebut dapat membuka jalan bagi pemerintah untuk memperhatikan kondisi fisik pasar yang disebutnya sudah banyak mengalami kerusakan mulai dari kios dan los pedagang. Disamping itu, penataan pasar juga perlu diperbaiki.

“Harapan saya, mudah-mudahan dengan berkunjungnya Bapak Wapres ada perhatian terhadap kondisi pasar. Karena sejak tahun 1980-an, pasar ini belum pernah tersentuh revitalisasi,” ujar Mahendra.

Tidak berlama-lama, hanya kurang lebih 30 menit menyusuri lapak pedagang dan berbelanja, Wapres Gibran bersama rombongan lantas meninggalkan pasar Dauh Pala. (ana)

Hari Kedua Pencarian Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya Nihil

Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Bali dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2026).
Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Bali dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2026).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Memasuki hari kedua pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, upaya tim SAR gabungan belum menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga Jumat (4/7/2026) sore, belum ada tambahan korban yang ditemukan.

Proses pencarian yang melibatkan unsur SAR darat, laut, dan udara ini menghadapi kendala serius akibat cuaca buruk.

Jarak pandang terbatas serta gelombang tinggi yang disertai angin kencang menyulitkan tim dalam melakukan pencarian secara optimal.

Penyisiran jalur darat dilakukan di dua titik, yakni di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sementara dari jalur laut, pencarian dilakukan menggunakan kapal dan perahu dari TNI AL, Basarnas, Polri, dan unsur potensi SAR lainnya. Selain itu, satu unit helikopter milik Basarnas turut dikerahkan untuk menyisir dari udara.

Data terbaru menunjukkan perubahan jumlah korban akibat adanya klarifikasi identitas. Tercatat 6 orang ditemukan meninggal dunia, 30 orang selamat, dan 29 orang lainnya masih dalam pencarian.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Pertama Ribut Eko Suyanto, menegaskan, pihaknya akan terus memaksimalkan seluruh kekuatan dan peralatan yang ada untuk menemukan para korban yang masih hilang.

“Tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dan pertolongan korban KMP Tunu Pratama Jaya dengan memaksimalkan seluruh kekuatan dan peralatan, baik dari jalur darat, udara, maupun laut,” tegasnya.

Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Seperti diketahui, Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang melayani rute Ketapang-Gilimanuk tenggelam di Selat Bali, Rabu malam (2/7/2025), sekitar 25 menit setelah berlayar pukul 22.56 WIB.

Kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta memuat 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton. Kapal diperkirakan tenggelam pukul 23.20 WIB. (ana)

Bantiran Festival 2 Bangkitkan Spirit Budaya dan Potensi Lokal

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat menyaksikan langsung rangkaian kegiatan Bantiran Festival ke-2 di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Jumat (4/7/2025).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat menyaksikan langsung rangkaian kegiatan Bantiran Festival ke-2 di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Jumat (4/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bantiran Festival ke-2 (Banfest) resmi dibuka dengan semarak di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Jumat (4/7/2025), sebagai wujud nyata kebangkitan semangat budaya dan potensi lokal masyarakat.

Acara yang digelar di Bale Banjar Dinas Tejabukit ini tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pelestarian warisan budaya dan penggerak ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hadir langsung membuka festival, didampingi Anggota DPRD Tabanan, Sekda, pimpinan OPD terkait, unsur Forkopimcam, para bendesa adat, perbekel, serta tokoh-tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membangkitkan potensi desa secara berkelanjutan.

Festival ini diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya lokal sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Bantiran.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan festival tersebut. Ia menilai, Desa Bantiran sebagai salah satu desa tua di Tabanan memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang luar biasa.

“Kecamatan Pupuan, dengan hamparan kebun kopi, sawah terasering, dan hasil bumi lainnya, sangat layak menjadi destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Tabanan. Maka, saya menilai bahwa festival ini bukan hanya menyangkut aspek hiburan saja, namun juga merupakan strategi kebudayaan untuk membangkitkan ekonomi rakyat secara keseluruhan,” ujarnya.

Bantiran Festival ke-2 yang berlangsung selama 11 hari, dari tanggal 1 hingga 12 Juli 2025, menghadirkan beragam kegiatan menarik. Di antaranya lomba permainan tradisional seperti layangan, mekoret antar banjar, serta mepentet (permainan karet) antar siswa SD, dan permainan tradisional lainnya seperti gangsing, tajog, dan gale-gale (tepak selodor).

Festival ini juga dimeriahkan dengan lomba kuliner membuat sate dan lawar, lomba penjor hias oleh ST, hingga lomba jegeg bagus ST. Selain itu, penampilan baleganjur dan gong kebyar dari berbagai sekaa seni turut menyemarakkan suasana. Sebagai penutup, pada tanggal 12 Juli mendatang, akan digelar pertunjukan musik spesial dari grup band lokal Bali.

Bupati Sanjaya memberikan dukungan positif terhadap semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat melalui berbagai lomba, permainan, dan pertunjukan seni yang sarat dengan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal.

“Warisan bali adalah budaya, dna budaya itu tidak akan hilang. jika emas kalau digerus terus akan habis, kalau budaya semakin kita pertahankan semakin bagus kan 7 keturunan tidak akan habis, jagalah budaya dan kearifan lokal kita.” imbuhnya

Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat Bantiran untuk memanfaatkan momentum ini, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, mempromosikan produk lokal, dan meningkatkan daya saing daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini, karena sejalan dengan visi kita, yaitu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, Madani (AUM),” tegasnya.

Dengan mengusung tema ‘Kumara Guna’ yang berarti Anak yang Berguna, Bantiran Festival tahun ini menyampaikan pesan penting tentang harapan masyarakat terhadap generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan lingkungannya.

Ketua Panitia, Agus Putu Eka Nanda menekankan, festival ini merupakan wadah kreativitas, aktivitas, dan kolaborasi seni tradisi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Bantiran, mulai dari ibu-ibu PKK, karang taruna, perangkat desa, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat umum.

Badung Tampil Gagah di Lomba Barong Ket PKB 2025, Tampilkan Musik Bebadungan Munggu

Penampilan Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu dari Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi saat lomba Tari Barong Ket di PKB 2025.
Penampilan Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu dari Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi saat lomba Tari Barong Ket di PKB 2025.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Lomba Tari Barong Ket di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 kembali menjadi salah satu pertunjukan yang paling ditunggu-tunggu.

Tahun ini, Kabupaten Badung yang tahun lalu sukses menyabet predikat terbaik kembali menunjukkan performa istimewanya lewat Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu dari Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi.

Di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (3/7/2025) malam, sanggar ini tampil bersaing dengan tiga delegasi seni dari Tabanan, Karangasem, dan Denpasar. Sejak awal, ribuan penonton yang memadati tribun tampak antusias menantikan aksi para seniman dari Gumi Keris.

Ketika iringan tabuh mulai menggema dan para penari Barong Ket memasuki arena, sorakan penonton pun bergemuruh.

Kombinasi gending, gerak tedung, serta liukan Barong yang dinamis langsung memikat perhatian. Sanggar Semeton Barong Munggu seolah ingin membuktikan, gelar jawara tahun lalu bukan sekadar kebetulan.

Menurut Ketua Sanggar sekaligus pembina tari, I Putu Eka Darmayasa, garapan tahun ini mengacu pada tema PKB 2025 yakni Jagad Kerthi.

Lewat penampilan tersebut, seniman dari Munggu ingin mempertegas nilai-nilai pemuliaan jagat yang diwakili Kabupaten Badung, sekaligus menjaga keharmonisan seni tradisi.

“Kami hadirkan bukan sekadar pertunjukan, tapi juga membawa nilai-nilai pelestarian warisan desa kami,” ujar Eka Munggu, sapaan akrabnya.

Salah satu keunikan yang diangkat adalah penerapan pola Bebadungan, gaya khas Barong Ket yang dikenal lebih agresif pada bagian guak macok atau adegan menyerang. Pola ini disesuaikan dalam bagian bapang barong agar memberi karakter kuat dan energi khas Munggu.

Lebih lanjut, Sanggar Semeton Barong Munggu juga berupaya menghidupkan kembali tradisi musikal desa yang sempat redup. “Kami angkat kembali alur musik Pelayon yang dulu menjadi ciri khas Desa Munggu. Sekarang kami hadirkan lagi di PKB ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian,” tambahnya.

Di balik suksesnya penampilan, Eka Munggu mengakui tantangan cukup berat, terutama dalam hal kesiapan fisik para penari Barong. Pasalnya, sebagian besar seniman merupakan pekerja pariwisata yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan latihan.

“Latihan kami padat, seminggu empat kali. Saya atur betul agar maksimal tanpa menguras fisik, paling malam hanya sampai jam 11,” kata Eka.

Tercatat, sebanyak 27 penabuh, dua penari bapang barong, dan dua penari tedung diturunkan dalam penampilan ini. Selain latihan rutin, fisik para penari barong juga ditempa secara khusus demi mampu ‘menghidupkan’ sosok Barong Ket di atas panggung.

“Yang paling penting, barong itu benda mati. Tugas penarinya membuat ia hidup, penuh karakter, dan berdaya. Di situ kekuatan utama yang kami siapkan,” pungkasnya dengan penuh optimisme. (jas)

Cuaca Ekstrem, BPBD Tabanan Pangkas Pohon Perindang di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Pemangkasan pohon perindang di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di seputar Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.
Pemangkasan pohon perindang di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di seputar Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cuaca buruk yang belakangan ini melanda wilayah Bali menyebabkan risiko pohon tumbang semakin tinggi. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon perindang pada Jumat (4/7/2025).

Kegiatan pemangkasan pohon dilakukan di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di seputar Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk mitigasi terhadap ancaman pohon tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda.

“Melihat kondisi cuaca akhir-akhir ini yang cukup ekstrem, kami mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemangkasan pohon di jalur strategis agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Adapun pemangkasan pohon dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 3 BPBD Tabanan bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DKLH), staf Kecamatan dan Desa Selemadeg Barat, serta personel dari Polsek Selemadeg Barat.

Selain melakukan pemangkasan, BPBD Tabanan juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau melintas di wilayah rawan pohon tumbang, agar tetap waspada selama musim hujan dan angin kencang berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang terjadi, serta segera melaporkan ke BPBD jika melihat pohon dalam kondisi rawan tumbang,” tambah Srinadha Giri. (ana)

Cara Mudah Mengecek Dana BSU 2025 Sudah Cair atau Belum

BSU 2025 Siap Cair Mulai Juni mendatang.
BSU 2025 Siap Cair Mulai Juni mendatang.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 telah memasuki proses pencairan tahap kedua pada minggu pertama dan kedua Juli 2025.

Setelah sebelumnya tahap pertama dimulai pada Juni 2025. Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah dana BSU tahap 2 sudah masuk ke rekening Anda?

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), saat ini tengah memverifikasi data calon penerima BSU yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 4,5 juta data peserta sedang divalidasi sesuai dengan ketentuan Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.

Adapun syarat penerima BSU yakni pekerja merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan punya NIK, Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai akhir April 2025 dan Gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.

Disamping itu, perlu dicatat juga bahwa ada beberapa kelompok yang tidak berhak menerima BSU, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI dan Polri serta penerima bantuan sosial lain seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dalam tahun anggaran yang sama.

Bagi pekerja yang dinyatakan memenuhi syarat, akan menerima bantuan sebesar Rp600.000 per orang untuk periode Juni dan Juli. Berikut beberapa cara untuk mengecek BSU tahap 2 sudah cair ke rekening Anda:

1. Melalui Situs BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan layanan pengecekan status BSU secara online. Berikut langkah-langkahnya.

  • Kunjungi: https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Gulir ke bawah dan temukan menu “Cek Apakah Kamu Termasuk Calon Penerima BSU?”
  • Isi data lengkap: NIK, nama sesuai KTP, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor HP, dan email aktif
  • Klik “Lanjutkan”
  • Status Anda akan muncul di layar

2. Melalui Situs Kemnaker

Alternatif lainnya adalah melalui laman resmi Kemnaker. Langkah-langkahnya yakni:

  • Buka situs: https://bsu.kemnaker.go.id
  • Klik menu “Cek NIK”
  • Masukkan 16 digit NIK dan kode CAPTCHA
  • Klik “Cek Status”
  • Sistem akan menampilkan apakah Anda termasuk penerima atau tidak

3. Via Aplikasi Pospay (Bagi Penerima Non-Rekening)

Pekerja yang tidak memiliki rekening bank bisa menerima BSU melalui Kantor Pos dan mengecek statusnya via aplikasi Pospay. Berikut caranya:

  • Unduh aplikasi Pospay dari Play Store atau App Store
  • Daftar akun jika belum memiliki
  • Di halaman utama, klik ikon (i) berwarna merah di kanan atas
  • Pilih logo Kemnaker
  • Pada jenis bantuan, pilih “BSU Kemnaker 1”
  • Siapkan e-KTP dan lakukan foto sesuai instruksi
  • Isi data dan klik “Lanjutkan”
  • Sistem akan menginformasikan apakah Anda terdaftar sebagai penerima

Itulah cara mengecek BSU Anda sudah cair atau belum, Namun perlu dicatat pencairan BSU tahap kedua diperkirakan berlangsung mulai awal hingga pertengahan Juli 2025. Namun, tidak ada tanggal pasti karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap, tergantung pada validasi data yang telah diselesaikan. (ana)