- Advertisement -
Beranda blog Halaman 13

Gubernur Koster Bakal Alokasi Insentif Rp 50 Juta Tiap Desa Adat

Gubernur Bali Wayan Koster berdialog dengan pecalang Desa Adat Buleleng saat perayaan Tumpek Uye.
Gubernur Bali Wayan Koster berdialog dengan pecalang Desa Adat Buleleng saat perayaan Tumpek Uye.

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Sabtu (7/2/2026), Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng. Dalam pertemuan yang berlangsung di Setra Desa Adat Buleleng itu, Gubernur Koster menyerahkan bantuan seragam kepada para 503 pecalang dari 14 Banjar Adat di Desa Adat Buleleng.

Seragam lengkap yang terdiri dari udeng, baju, kamen hingga saput senilai Rp. 250 juta ini merupakan dukungan dari Perumda Kertha Bali Saguna. Bantuan seragam ini adalah  bentuk penghargaan atas dedikasi pecalang yang selama ini ngayah tanpa pamrih.

Menyusul Desa Adat Buleleng, Gubernur Koster juga akan memberikan bantuan seragam bagi seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya lebih dari 20 ribu orang.

Di tengah-tengah pembagian seragam, Gubernur Koster membuka sesi dialog yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam sesi dialog, seorang pecalang menyinggung realisasi pemberian insentif bagi para pecalang di Desa Adat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak pengamanan adat dan mendamaikan masyarakat Bali.

Bahkan dalam berbagai kondisi mendesak, pecalang sering dilibatkan pemerintah di luar peran TNI dan Polri.
“Kontribusi pecalang sangat besar. Karena itu saya memang memikirkan bagaimana memberi perhatian yang layak kepada pecalang melalui desa adat,” ujar Koster.

Kendati demikian, Gubernur Koster mempermaklumkan kalau pemberian insentif belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi Bali masih melakukan perhitungan kemampuan anggaran, di tengah kewajiban menyelesaikan sejumlah program prioritas pembangunan.

“Mudah-mudah 2027 atau paling lambat 2028 bisa direalisasikan. Tidak bisa hanya satu kabupaten, harus se-Bali,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Ditambahkan olehnya, dana Rp 50 juta per desa adat itu nantinya khusus dialokasikan sebagai insentif pecalang, bukan untuk kepentingan lain.
Program tersebut, kata Koster, sudah masuk dalam perencanaan dan pembahasan lintas pihak.

“Saat ini masih banyak yang harus dikerjakan, seperti perbaikan jalan dan infrastruktur. Mohon sabar dulu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menekankan pentingnya peran desa adat dan pecalang sebagai fondasi utama kelangsungan Bali. Desa adat disebutnya sebagai penyangga adat, budaya, dan kearifan lokal agar tidak tergerus arus modernisasi.

“Kalau tidak ada desa adat, Bali mungkin tidak bisa eksis seperti sekarang. Ini yang membedakan Bali dengan daerah lain,” papar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.
*Terima Kasih Gubernur Koster*

Kelian Desa Adat Buleleng menyampaikan terima kasih atas perhatian yang ditunjukkan Gubernur Koster.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami, pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa,” ucapnya.

Rasa bangga dan haru juga diutarakan sejumlah pecalang yang hadir dalam acara tersebut. Pecalang Banjar Adat Kalintu I Nengah Bagus Mahendra bersama Pecalang Banjar Adat Banjar Jawa Made Dwi Arsa Nata mengatakan, selama ini masing-masing pecalang di banjar adat sudah punya seragam yang berbeda-beda.

Dengan seragam baru dari Gubernur Bali ini, ia merasa lebih gagah dalam melaksanakan tugas.

“Sekarang seragam sudah satu pasikian pecalang Bali, kami merasa lebih layak dan gagah,” ujar Dwi Arsa.

Terkait rencana pemberian insentif, para pecalang berharap janji pemerintah segera  terwujud. Alasannya, selama ini pecalang murni ngayah untuk kepentingan adat tanpa menerima insentif.

Dalam pertemuan tersebut juga hadir Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra beserta istri, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Anggota DPRD Bali asal Buleleng Gede Kusuma Putra dan anggota DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini, Prajuru dan pecalang Desa Adat Buleleng. (rls)

Koster Janji Akan Beri Insentif Pecalang Rp 50 Juta per Desa Adat

Gubernur Bali Wayan Koster berdialog dengan pecalang Desa Adat Buleleng saat perayaan Tumpek Uye.
Gubernur Bali Wayan Koster berdialog dengan pecalang Desa Adat Buleleng saat perayaan Tumpek Uye.

BULELENG, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster berencana mengalokasikan insentif sebesar Rp 50 juta bagi setiap desa adat yang diperuntukkan khusus untuk pecalang. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai bentuk apresiasi atas peran pecalang dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelangsungan adat dan budaya Bali.

Rencana itu disampaikan Gubernur Koster saat berdialog dengan pecalang Desa Adat Buleleng dalam rangka perayaan Tumpek Uye, Sabtu (7/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pengamanan adat di Bali.

Menurutnya, selain bertugas menjaga ketertiban dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan, pecalang juga kerap dilibatkan dalam membantu pengamanan kegiatan pemerintah, khususnya pada momen tertentu yang membutuhkan dukungan pengamanan di luar peran TNI dan Polri.

“Pecalang ini punya kontribusi yang sangat besar bagi Bali. Karena itu saya memikirkan bagaimana memberikan perhatian yang lebih baik melalui desa adat,” kata Koster.

Namun demikian, Koster menegaskan bahwa pemberian insentif tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi Bali masih melakukan perhitungan kemampuan keuangan daerah, mengingat saat ini masih terdapat sejumlah program prioritas pembangunan yang harus diselesaikan.

Ia menargetkan insentif pecalang dapat direalisasikan pada tahun 2027 atau paling lambat 2028. Penerapannya pun harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh desa adat se-Bali, bukan hanya di wilayah tertentu.

“Kalau sudah berjalan, harus berlaku untuk semua desa adat. Tidak boleh hanya satu kabupaten saja,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng tersebut.

Koster juga menekankan bahwa dana Rp 50 juta per desa adat nantinya hanya boleh digunakan sebagai insentif bagi pecalang dan tidak diperkenankan dialihkan untuk kebutuhan lain. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap perencanaan dan pembahasan lintas pihak.

Selain menyinggung soal insentif, Gubernur Koster juga mengingatkan pentingnya peran desa adat dan pecalang sebagai fondasi utama dalam menjaga identitas Bali. Desa adat dinilai menjadi benteng terakhir pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah tantangan modernisasi.

Sementara itu, para pecalang menyambut positif rencana kebijakan tersebut. Mereka berharap komitmen pemerintah dapat segera terealisasi, mengingat selama ini tugas pengamanan adat dijalankan sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih dan tanpa menerima insentif tetap. RAN

Nelayan Lansia Hilang di Perairan Bunutan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR gabungan menyisir perairan Bunutan, Karangasem, dalam upaya pencarian nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut.
Tim SAR gabungan menyisir perairan Bunutan, Karangasem, dalam upaya pencarian nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut.

KARANGASEM, PANTAUBALI.COM – Seorang nelayan lanjut usia asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, dilaporkan hilang setelah tak kunjung kembali dari aktivitas melaut. Tim SAR gabungan pun dikerahkan untuk melakukan pencarian di perairan setempat, Sabtu (7/2/2026).

Nelayan tersebut diketahui bernama I Nengah Sarem (68) yang berangkat melaut sejak Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Hingga lebih dari 24 jam berselang, korban belum kembali ke rumah dan tidak memberikan kabar, sehingga menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh keluarga bersama nelayan setempat menggunakan sejumlah jukung, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Informasi hilangnya nelayan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan laporan diterima pada pukul 10.55 Wita dan langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel ke lokasi. Sebanyak enam personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem dikerahkan dan tiba di area pencarian sekitar pukul 12.30 Wita.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan fokus penyisiran di sekitar lokasi yang biasa menjadi area melaut korban. Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polairud Karangasem, Polair Polda Bali Pos Kubu, TNI AL Candidasa, Polsek dan Koramil Abang, BPBD Karangasem, Bakamla Bali, Balawista Amed, hingga aparat desa dan masyarakat nelayan setempat.

Koordinator lapangan SAR, I Putu Handika Bhayangkara, menyampaikan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan dalam proses pencarian. Angin kencang, cuaca mendung, serta gelombang laut yang cukup tinggi membatasi jarak dan durasi penyisiran.

Hingga sore hari, korban belum ditemukan. Operasi pencarian dihentikan sementara dan dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya dengan tetap mengedepankan koordinasi antar unsur SAR dan pemantauan laporan dari masyarakat. RAN

Polisi Tindak Lanjut Laporan Dugaan Warga Tersengat Listrik di Panjer

TANGKAPAN LAYAR, Korban diduga tersengat listrik di wilayah Denpasar Selatan.
TANGKAPAN LAYAR, Korban diduga tersengat listrik di wilayah Denpasar Selatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center 110 terkait dugaan peristiwa seseorang tersengat listrik di wilayah Denpasar Selatan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Jalan Tukad Pancoran, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.50 Wita. Laporan diterima Call Center 110 lima menit kemudian, tepatnya pukul 13.55 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa laporan awal disampaikan oleh seorang warga bernama Heni yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia akibat tersengat listrik dan masih berada di lokasi kejadian.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket bersama Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Denpasar Selatan langsung mendatangi tempat kejadian perkara,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (6/2/2026).

Namun, saat petugas tiba di lokasi, korban sudah tidak ditemukan. Berdasarkan keterangan warga setempat, korban telah dievakuasi menggunakan mobil pikap menuju rumah sakit.

“Petugas kemudian langsung menuju IGD RSUP Prof. Dr. I G N G Ngoerah untuk memastikan kondisi korban. Dari hasil pengecekan, korban atas nama Tinno Pratama diketahui telah mendapatkan perawatan medis dan masih dalam keadaan hidup serta bernapas,” jelasnya.

IPTU I Gede Adi Saputra Jaya menambahkan, hingga saat ini Polsek Denpasar Selatan masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut guna mengetahui penyebab pasti kejadian.

“Kami juga telah menyarankan pihak keluarga korban agar segera melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polsek Denpasar Selatan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. RAN

Polda Bali Bongkar Sindikat Judi Online Internasional, 35 WNA India Jadi Tersangka

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya saat konferensi pers pengungkapan jaringan judi online internasional di Mapolda Bali.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya saat konferensi pers pengungkapan jaringan judi online internasional di Mapolda Bali.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian Daerah Bali berhasil membongkar jaringan judi online berskala internasional yang beroperasi di wilayah Bali. Dalam pengungkapan kasus ini, sebanyak 35 warga negara asing (WNA) asal India ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, saat memimpin konferensi pers di Mapolda Bali, Sabtu (7/2/2026).

Kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif Direktorat Reserse Siber Polda Bali terhadap aktivitas judi online yang dijalankan secara terselubung di dua lokasi berbeda. Penyelidikan bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/A/01/II/2026/SPKT.Ditressiber/Polda Bali tertanggal 4 Februari 2026.

Sejak 15 Januari 2026, petugas melakukan patroli siber dan menemukan akun Instagram @Rambetexchange yang mempromosikan situs judi online bernama Ram Betting Exchange. Dari hasil analisis digital forensik, polisi menemukan tautan situs yang menyediakan layanan deposit, penarikan dana, hingga dukungan operasional perjudian online.

Hasil pendalaman mengarah pada dua lokasi yang dijadikan pusat operasional, yakni sebuah villa di Jalan Subak Daksina No. 1, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, serta villa lain di Jalan Raya Munggu No. 75, Desa Cepaka, Kediri, Tabanan.

Pada Selasa, 3 Februari 2026, tim Ditressiber Polda Bali melakukan penggerebekan di kedua lokasi tersebut dan mengamankan 39 WNA asal India. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, 35 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara empat orang lainnya berstatus saksi dan diserahkan kepada pihak imigrasi untuk diproses sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dari hasil penyidikan, para tersangka diketahui masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata, namun menjalankan aktivitas judi online sebagai sumber penghasilan. Situs tersebut diperkirakan menghasilkan omzet rata-rata INR 22.980.373 atau sekitar Rp4,3 miliar per bulan di setiap lokasi, sehingga total perputaran uang dari dua tempat mencapai Rp7–8 miliar per bulan.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan media sosial Instagram untuk mempromosikan situs judi dengan menyertakan tautan akses langsung. Mereka bertugas mengelola transaksi keuangan, layanan pelanggan, serta operasional situs menggunakan berbagai perangkat elektronik.

Barang bukti yang diamankan dari lokasi penggerebekan meliputi 3 unit monitor, 42 unit telepon genggam, 15 unit laptop, 3 unit komputer, serta 2 unit router.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 27 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 426 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun dan denda hingga Rp200 juta.

Kapolda Bali menegaskan, pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas kejahatan siber yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Judi online bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi ekonomi keluarga dan masa depan generasi muda. Bali tidak akan kami biarkan menjadi tempat berkembangnya praktik perjudian dalam bentuk apa pun,” tegas Irjen Pol. Daniel Adityajaya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik judi online serta meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan internet di lingkungan keluarga. Kapolda mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas perjudian.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan perkara dengan berkoordinasi bersama instansi terkait guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas. Polda Bali menegaskan akan terus menindak tegas seluruh bentuk kejahatan siber demi menjaga Bali tetap aman, tertib, dan bermartabat. (*)

Mobil Alphard Raib di Bengkel, Dua Pelaku Dibekuk di Jateng

dua pelaku pencurian mobil Toyota Alphard beserta barang bukti saat pengungkapan kasus dalam Operasi Sikat 2026 di Mapolsek Dentim, Denpasar.
dua pelaku pencurian mobil Toyota Alphard beserta barang bukti saat pengungkapan kasus dalam Operasi Sikat 2026 di Mapolsek Dentim, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim), Polresta Denpasar, berhasil mengungkap kasus pencurian mobil mewah Toyota Alphard yang terjadi di sebuah bengkel kawasan Denpasar Timur. Pengungkapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat 2026 yang menyasar kejahatan konvensional.

Kasus pencurian tersebut terjadi di sebuah bengkel di Jalan Sekar Jepun, Desa Kesiman Kertalangu. Aksi pencurian baru diketahui pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, saat karyawan bengkel menyadari mobil yang sebelumnya dititipkan untuk servis sudah tidak berada di lokasi.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pemilik kendaraan, Yoko Suryanto (40), yang mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan mobil tersebut sebelumnya ditinggal bersama kunci kontak yang diletakkan di rak kunci bengkel. Namun keesokan harinya, kendaraan beserta kunci sudah raib tanpa jejak.

“Begitu menerima laporan, Tim Opsnal Polsek Dentim langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penelusuran pergerakan kendaraan,” ujar IPTU Adi Saputra Jaya, Selasa (6/2/2026).

Hasil koordinasi dengan pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk mengungkap bahwa mobil Alphard tersebut telah menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur.

Berbekal data manifes penyeberangan, polisi melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Tengah dan berhasil mengamankan dua pelaku bersama barang bukti kendaraan.

Kedua pelaku diketahui berinisial Govin Tio Vanno (25), asal Madiun, Jawa Timur, dan Achmad Sajoko (30), asal Jepara, Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui mencuri mobil dengan memanfaatkan kelengahan pihak bengkel, yakni mengambil kunci kendaraan yang disimpan di rak terbuka.

“Pelaku mengaku berniat menguasai mobil tersebut dan berencana menggadaikannya untuk mendapatkan uang,” jelas IPTU Adi Saputra Jaya.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Polsek Denpasar Timur untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit Toyota Alphard warna hitam bernomor polisi B 1821 ADH. (*)

Tumpek Uye, Komitmen Pemkab Tabanan Jaga Kearifan Lokal dan Harmoni Alam

PANTAUBALI.COM, SINGASANA — Pemerintah Kabupaten Tabanan terus meneguhkan komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal Bali sebagai bagian dari pelaksanaan Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Upaya tersebut salah satunya tercermin melalui pemaknaan dan perayaan Hari Suci Tumpek Uye, yang mengandung nilai spiritual, ekologis, dan kemanusiaan.

Tumpek Uye menjadi pengingat akan eratnya keterkaitan kehidupan manusia dengan makhluk hidup lainnya, khususnya hewan. Nilai luhur ini tidak hanya dipahami sebagai ajaran filosofi, namun diwujudkan dalam praktik keagamaan yang menumbuhkan sikap hormat, rasa syukur, serta kepedulian terhadap seluruh ciptaan Tuhan.

Hari suci Tumpek Uye yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye, atau dikenal juga dengan sebutan Tumpek Kandang, dimaknai sebagai hari pemuliaan terhadap hewan. Kata “kandang” merujuk pada tempat hidup hewan peliharaan dan ternak, yang memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia sehari-hari.

Pada perayaan Tumpek Uye, umat Hindu di Bali melaksanakan berbagai ritual, seperti memandikan dan menghias hewan, mempersembahkan banten, serta memanjatkan doa keselamatan. Hewan-hewan seperti sapi, kerbau, ayam, anjing, kucing, burung, hingga ikan peliharaan diperlakukan dengan penuh kasih sebagai wujud penghormatan secara lahir dan batin.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, saat dikonfirmasi Jumat (6/2), menyampaikan bahwa perayaan Tumpek Uye selaras dengan ajaran Tat Twam Asi yang mengandung makna kesatuan antara manusia dan seluruh makhluk hidup. Ia menegaskan bahwa semua ciptaan merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang patut dihargai.

“Hewan adalah bagian dari kehidupan yang memiliki peran penting bagi manusia. Karena itu, sudah seharusnya diperlakukan dengan kasih sayang dan penuh tanggung jawab,” ujar Sanjaya.

Selain itu, Tumpek Uye juga mencerminkan nilai Ahimsa atau prinsip tanpa kekerasan, yang mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan hewan dan alam. Nilai tersebut sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Dalam konteks pembentukan karakter, perayaan Tumpek Uye memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda. Keterlibatan anak-anak dalam ritual ini diharapkan mampu menanamkan empati dan kepedulian sejak dini terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

Di tengah tantangan global berupa krisis lingkungan, kerusakan ekosistem, dan ancaman kepunahan satwa, nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Uye dinilai semakin relevan. Melalui pelestarian tradisi ini, Pemkab Tabanan berharap masyarakat terus menjaga keharmonisan dengan alam demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang berkelanjutan. (rls) 

Peringati HPSN 2026, Bupati Sanjaya Pimpin Aksi Bersih Pantai Yeh Gangga

PANTAUBALI.COM, SINGASANA — Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Jumat (6/2/2026), dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur.

Bupati Sanjaya turun langsung memungut sampah bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah, para asisten, perangkat daerah, instansi vertikal, desa adat, komunitas pemerhati lingkungan, serta pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa kegiatan bersih pantai ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa kawasan pantai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai wajah daerah dan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu, penanganan sampah di wilayah pesisir harus menjadi perhatian bersama.

Bupati Sanjaya juga mengungkapkan bahwa sebagian sampah yang menumpuk di Pantai Yeh Gangga merupakan sampah kiriman dari wilayah lain akibat pergerakan arus laut dan alam. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan upaya penanganan sampah.

Menurutnya, pengendalian sampah membutuhkan komitmen bersama mulai dari pemerintah, desa adat, banjar, pelaku usaha, hingga generasi muda. Ia pun mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai langkah konkret mengurangi timbulan sampah.

Selain kawasan pantai, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa gerakan kebersihan akan terus diperluas hingga ke sungai, desa, banjar, dan pasar tradisional yang menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah di Kabupaten Tabanan. Upaya tersebut dilakukan dengan prinsip menjaga kebersihan lingkungan dari hulu hingga ke hilir.

Bupati berharap, gerakan kebersihan yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk budaya bersih di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (rls) 

Badung Promo Tani, Strategi Pemkab Badung Bangkitkan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pertanian. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan lewat kegiatan Badung Promo Tani, yang kembali digelar di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Kegiatan ini menjadi ruang temu antara petani, pelaku UMKM pangan, dan konsumen, sekaligus bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa Badung Promo Tani dirancang untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa produk pertanian lokal Badung memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing, baik dari sisi mutu maupun harga,” ujarnya.
Selain memperkenalkan produk segar dan olahan pangan, Badung Promo Tani juga menjadi rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Raya Imlek.

Sasaran utama kegiatan ini adalah kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sekitar Puspem Badung, agar semakin terbiasa mengonsumsi produk hasil petani lokal.
Dr. Wayan Wijana menegaskan, sektor pertanian terbukti menjadi penopang ekonomi yang tangguh, khususnya saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah melemahnya berbagai sektor, pertanian justru mampu bertahan dan tumbuh positif.

“Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pertanian harus terus didorong, termasuk dengan melibatkan generasi muda agar mau menekuni sektor ini secara serius, tentu dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kali ini, 30 kelompok tani dan UMKM pangan turut ambil bagian memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil pertanian segar hingga olahan pangan bernilai tambah. Produk-produk tersebut dipasarkan langsung dari petani, sehingga kualitas terjaga dan harga lebih terjangkau.
Ke depan, Badung Promo Tani direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah promosi sekaligus distribusi hasil pertanian lokal.

Melalui program ini, Pemkab Badung berharap sektor pertanian tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Badung secara luas. (rls)

Badung Promo Tani Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian

Aktivitas petani dan pelaku UMKM pangan saat meramaikan Badung Promo Tani di Puspem Badung Kamis (6/2/2026).
Aktivitas petani dan pelaku UMKM pangan saat meramaikan Badung Promo Tani di Puspem Badung Kamis (6/2/2026).

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung terus menguatkan fondasi ekonomi lokal dengan menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Badung Promo Tani yang digelar di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Kamis (6/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang temu strategis antara petani, pelaku UMKM pangan, dan konsumen, sekaligus upaya pemerintah daerah menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Beragam produk pertanian segar dan olahan pangan ditampilkan dan dipasarkan langsung oleh petani kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., mengatakan Badung Promo Tani dirancang untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata serta meningkatkan daya saing produk lokal Badung di pasar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa produk pertanian lokal Badung memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing, baik dari sisi mutu maupun harga,” ujar Wayan Wijana.

Selain sebagai ajang promosi produk pertanian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyambutan Hari Raya Imlek, sehingga turut menarik minat masyarakat dan ASN yang beraktivitas di lingkungan Puspem Badung. Sasaran utamanya adalah membiasakan konsumsi produk hasil petani lokal di kalangan ASN dan masyarakat sekitar.

Wayan Wijana menegaskan, sektor pertanian terbukti menjadi penopang ekonomi yang tangguh, khususnya saat pandemi COVID-19 melanda. Ketika banyak sektor melemah, pertanian justru mampu bertahan dan mencatatkan pertumbuhan positif.

“Pengalaman itu menjadi pelajaran penting bahwa sektor pertanian harus terus didorong, termasuk dengan melibatkan generasi muda agar mau menekuni pertanian secara serius dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 30 kelompok tani dan UMKM pangan turut ambil bagian dengan memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil pertanian segar hingga olahan pangan bernilai tambah. Produk dipasarkan langsung oleh produsen, sehingga kualitas tetap terjaga dan harga lebih terjangkau bagi konsumen.

Ke depan, Badung Promo Tani direncanakan akan digelar secara berkelanjutan sebagai wadah promosi sekaligus distribusi hasil pertanian lokal. Melalui program ini, Pemkab Badung berharap sektor pertanian tidak hanya tumbuh secara berkelanjutan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Badung secara luas. RAN