- Advertisement -
Beranda blog Halaman 123

Sampel Otak Anjing Diduga Rabies yang Gigit Pendaki di Gunung Batukaru Diuji Lab

Kasus gigitan anjing liar diduga rabies terjadi di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali pada Minggu (21/9/2025).
Kasus gigitan anjing liar diduga rabies terjadi di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali pada Minggu (21/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anjing yang menggigit pendaki di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali, telah dieliminasi untuk diambil sampel otaknya. Sebelumnya, anjing liar yang diduga positif rabies tersebut dikabarkan mengigit 15 orang pendaki pada Minggu (21/9/2025).

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan saat ini adalah drh. Gede Eka Parta Ariana mengatakan, jumlah anjing yang dieliminasi untuk diambil sampelnya berjumlah satu ekor. Sampel dikirim ke laboratorium di Denpasar untuk dites positif rabies atau tidak.

“Sudah diambil sampel otaknya dan hari ini akan dikirim ke Denpasar untuk dites,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

la menyebut, hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan. Jika terbukti positif rabies, pihaknya akan segera melakukan vaksinasi massal di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, dan sekitarnya. “Satu hari ini atau besok hasil lab sudah keluar,” tambahnya.

Selain itu, tim Distan juga melakukan penyisiran di kawasan jalur pendakian untuk menelusuri habitat anjing liar tersebut. Eka Parta menegaskan, kasus ini merupakan kasus keenam gigitan anjing di Kecamatan Pupuan.

“Mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus kembali sehingga Pupuan tidak ditetapkan sebagai zona merah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 15 pendaki dilaporkan tergigit anjing liar saat melakukan aktivitas pendakian di Gunung Batukaru. Lima korban sudah mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Pupuan I.

Penanganan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pencucian luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit hingga pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR). (ana)

15 Pendaki Gunung Batukaru Digigit Anjing Liar Diduga Rabies

Kasus gigitan anjing liar diduga rabies terjadi di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali pada Minggu (21/9/2025).
Kasus gigitan anjing liar diduga rabies terjadi di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali pada Minggu (21/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus gigitan anjing liar diduga rabies terjadi di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali pada Minggu (21/9/2025). Anjing tersebut mengigit 15 orang yang sedang melakukan aktifitas pendakian.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan bergerak cepat dengan melakukan langkah penanganan serta koordinasi lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan 20 puskesmas di seluruh wilayah Tabanan, termasuk RSUD Tabanan, RSUD Singasana, rumah sakit swasta, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk memastikan seluruh korban gigitan mendapatkan penanganan sesuai prosedur medis yang berlaku.

Hingga saat ini, lima orang korban tercatat sudah mendapatkan pelayanan di UGD Puskesmas Pupuan I. Mereka ditangani dengan prosedur standar, yakni pencucian luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 10–15 menit guna mengurangi risiko infeksi serta menonaktifkan potensi virus rabies dari air liur anjing.

Selain itu, korban juga langsung diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, UGD RSUD Tabanan, UGD RSUD Singasana, puskesmas lain, maupun faskes di Tabanan belum menerima pasien tambahan terkait kasus gigitan anjing tersebut. Meski demikian, seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga.

Selain koordinasi medis, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian melalui Puskeswan III yang membawahi wilayah Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Pupuan.

Pelacakan terhadap anjing yang menggigit korban sedang dilakukan untuk memastikan status rabies. Jika memungkinkan, pemeriksaan otak anjing akan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya virus rabies.

Dalam hal anjing penggigit tidak dapat diperiksa, korban gigitan akan mendapatkan rangkaian VAR lengkap, sambil terus dipantau kemungkinan munculnya gejala rabies.

Dinas Kesehatan Tabanan juga menegaskan kesiapan ketersediaan stok Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR). Bahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan apabila diperlukan.

Pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melakukan penanganan medis apabila mengalami gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya. Dinas Kesehatan Tabanan berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin, serta menjamin pelayanan penanganan kasus rabies dilakukan sesuai standar,” tegasnya. (ana)

Pasca Banjir, Pemkab Badung Gelar Upacara Pemahayu Jagat di Pantai Seseh

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti menghadiri Upacara Pemahayu Jagat, Mapekelem dan Nangluk Merana di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (21/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti menghadiri Upacara Pemahayu Jagat, Mapekelem dan Nangluk Merana di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (21/9).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pasca bencana banjir yang melanda beberapa titik di kawasan Kabupaten Badung, Pemkab Badung melaksanakan Upacara Pemahayu Jagat, Mapekelem dan Nangluk Merana di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (21/9/2025).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin persembahyangan bersama dalam upacara tersebut.

Prosesi ini bertujuan menjaga keseimbangan alam secara niskala serta memohon keselamatan agar Kabupaten Badung dan pulau Bali terhindar dari bencana.

Upacara dipuput oleh Ida Ratu Sulinggih Griya Budha dan di upasaksi oleh Ida Cokorda Mengwi XIII, dengan koordinasi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung sebagai instansi pelaksana, memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dalam manifestasiNYA sebagai Betara Baruna, agar aura negatif dapat dinetralisir sehingga keseimbangan alam tetap terjaga.

Usai prosesi Mulang Pekelem ke Segara, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa upacara ini memiliki makna mendalam sebagai wujud menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta. Ia berharap, pelaksanaan upacara ini membawa manfaat nyata bagi kelestarian alam dan kehidupan masyarakat Badung.

“Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Upacara Pemahayu Jagat dengan tujuan menyadarkan kita semua untuk menjaga alam serta merenungkan berbagai peristiwa yang telah terjadi. Harapan kami, setelah pelaksanaan upacara ini kondisi jagat baik di Bali, Badung, maupun Nusantara dapat menjadi lebih seimbang, harmonis, dan Lestari,” harapnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama dalam memperbaiki cara mengelola lingkungan.

“Bagaimanapun, jika kita salah mengelola alam, dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Hal sederhana yang bisa kita lakukan bersama adalah membuang sampah pada tempatnya. Pembuangan sampah ke sungai atau aliran air harus dihentikan sepenuhnya. Kajian atas peristiwa banjir kemarin menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama luapan air adalah sampah yang dibuang sembarangan,” tegas Adi Arnawa.

Hadir juga anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Bawa, Sekda Badung IB. Surya Suamba, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia I Gde Surya Kurniawan, para Pimpinan OPD, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti, Camat se-Badung, Bendesa Adat se-Badung, Pekaseh se-Badung serta Ketua Menega. (ana)

Pohon Tumbang di Tabanan Timpa Pelinggih, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Pembersihan pohon tumbang di Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.
Pembersihan pohon tumbang di Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tepat pada perayaan Hari Raya Tumpek Landep, Sabtu (20/9/2025), hujan deras yang sempat mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan menyebabkan pohon tumbang di Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri mengatakan, pohon yang tumbah adalah jenis waru dan kelapa hingga menutupi saluran irigasi serta menimpa dua pelinggih milik warga.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta,” ujarnya.

Tim Pusdalops dan TRC Regu 2 BPBD Tabanan bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material pohon tumbang.

Ia pun menyampaikan, apresiasi atas respons cepat tim dan dukungan masyarakat dalam penanganan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa BPBD Tabanan berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, dan tanggap.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, karena kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu. Mohon agar warga juga rutin memantau prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh BMKG sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, masyarakat yang membutuhkan layanan BPBD Tabanan dapat segera menghubungi PUSDALOPS BPBD Tabanan melalui Call Center/WhatsApp di ‪+62 838-4856-8111‬ atau Emergency Call di 0361 811171.

BPBD Tabanan menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan laporan kejadian akan sangat membantu mempercepat proses penanganan darurat sekaligus meminimalisir dampak bencana.  (ana) 

SAE Cuci Motor Lapas Tabanan Ramai saat Momen Tumpek Landep

SAE Cuci Motor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan pada Sabtu (20/9/2025).
SAE Cuci Motor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan pada Sabtu (20/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Suasana berbeda terlihat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Cuci Motor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan pada Sabtu (20/9/2025).

Bertepatan dengan peringatan hari suci Tumpek Landep bagi umat Hindu, layanan cuci motor binaan warga Lapas ini dipadati masyarakat yang ingin membersihkan kendaraan sebelum diupacarai sesuai tradisi.

Sejak pagi hingga siang, puluhan pelanggan datang untuk mencuci motor mereka. Adapun harga cuci motor di SAE Cuci Motor Lapas Tabanan mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Komang Suryana, menjelaskan SAE Cuci Motor merupakan bagian dari program asimilasi warga binaan.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan agar warga binaan dapat berbaur dengan masyarakat. Tentunya, sebelum mendapat kesempatan bekerja di sini, mereka sudah melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan serta memenuhi persyaratan yang ditentukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan program ini sebagai wujud nyata pembinaan kemandirian.

“Kami ingin membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Melalui asimilasi cuci motor, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari testimoni pelanggan. Putu, salah seorang pengguna jasa SAE, mengaku puas dengan pelayanan tersebut.

“Awalnya saya pikir Lapas itu menakutkan, tapi ternyata berbeda. Dengan adanya layanan cuci motor yang dikerjakan oleh Warga Binaan, saya melihat bahwa mereka bisa berubah dan menunjukkan sisi positif,” ujarnya.

Tingginya jumlah pelanggan pada momen Tumpek Landep menjadi berkah tersendiri, baik bagi Lapas maupun Warga Binaan. Selain memberikan tambahan premi bagi mereka yang bekerja, hasil layanan ini juga disetorkan ke kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dengan begitu, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Warga Binaan bagi Negara.

Jaga Akses Vital, Pemkab Badung Atensi Perbaikan Jalan Jebol di Kerobokan

Perbaikan jalan jebol dan jembatan di kawasan Kerobokan, Badung.
Perbaikan jalan jebol dan jembatan di kawasan Kerobokan, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menangani kerusakan jalan jebol dan jembatan di kawasan Kerobokan.

Meski ruas tersebut bukan milik kabupaten, melainkan jalan provinsi yang menghubungkan Kerobokan-Munggu-Tanah Lot, Pemkab Badung menunjukkan kepedulian dengan langsung berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Bali.

Upaya tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Badung dalam menjaga konektivitas wilayah, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Nyoman Karyasa, membenarkan langkah tersebut. Ia menegaskan, hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi sudah jelas dan tahap konstruksi akan dimulai setelah perencanaan teknis selesai serta dilakukan matur piuning pada 22 September 2025.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Bali. Hasilnya, pelaksanaan konstruksi akan dimulai setelah perencanaan teknis selesai dan matur piuning pada tanggal 22 September ini,” tegas Karyasa, Sabtu (20/9/2025).

Meski perbaikan belum dilakukan, tim PUPR Badung telah lebih dulu membersihkan sampah di permukaan jalan dan saluran irigasi di bawah jalan. Selain itu, pihaknya bersama tim perencana juga sudah menuntaskan survei lapangan dan menyusun perencanaan teknis terkait jenis konstruksi yang akan digunakan.

“Dari hasil survey dan perencanaan yang dilakukan, akan dilakukan penanganan konstruksi berupa Dinding Penahan Tanah (DPT) pada lokasi yang longsor dan penggantian gorong-gorong di bawah jalan dengan Box Culvert Top-Bottom yang masih dilakukan pemesanan dan diproduksi di luar daerah (Jawa Timur-red),” jelasnya.

Karyasa menambahkan, di bawah ruas jalan tersebut terdapat gorong-gorong saluran irigasi berukuran lebar 2,4 meter dan tinggi 1,8 meter. Kerusakan jalan disebabkan hujan deras yang memicu luapan air hingga menggerus konstruksi.

“Kami sudah dilakukan kordinasi dengan Dishub Provinsi Bali, Dishub Kabupaten Badung, Dinas PUPR Kab. Badung, Kelurahan Kerobokan Kab. Badung, Pemilik utilitas dan Masyarakat Pemilik Bangunan terdampak,” katanya seraya berharap kolaborasi dengan Pemprov Bali dalam penanganan dampak banjir dapat mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini. (jas) 

4 Perbekel di Tabanan Torehkan Prestasi di Program Non Litigation Peacemaker 2025

4 Perbekel dari Kabupaten Tabanan terima penghargaan Program Non Litigation Peacemaker 2025 di Ruang Dharmawangsa Kanwil Kemenkumham Bali, Kamis (18/9/2025).
4 Perbekel dari Kabupaten Tabanan terima penghargaan Program Non Litigation Peacemaker 2025 di Ruang Dharmawangsa Kanwil Kemenkumham Bali, Kamis (18/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Eem Nurmanah, menyerahkan sertifikat dan pin Non Litigation Peacemaker (NLP) Tahun 2025 kepada 36 Perbekel dan Lurah se-Bali dalam acara yang berlangsung di Ruang Dharmawangsa Kanwil Kemenkumham Bali, Kamis (18/9/2025).

Dari jumlah tersebut, empat di antaranya berasal dari Kabupaten Tabanan, yakni Perbekel Desa Dalang, Desa Buruan, Desa Penarukan, dan Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan. Keempat Perbekel tersebut kini berhak menyandang gelar non akademik NL.P. sebagai pengakuan atas kapasitas mereka dalam penyelesaian sengketa hukum secara damai dan berkeadilan.

Proses menuju gelar Non Litigation Peacemaker bukanlah hal yang mudah. Para peserta harus melalui sejumlah tahapan ketat, mulai dari pendaftaran melalui aplikasi khusus, verifikasi dokumen administrasi, hingga penilaian terhadap inovasi serta pengalaman dalam menyelesaikan konflik di desa maupun kelurahan.

Mereka yang lolos kemudian mengikuti Paralegal Academy dan berhak mendapatkan penghargaan sebagai Non Litigation Peacemaker atau Paralegal Justice Award. Dari total 45 peserta yang mengikuti program NLP tahun 2025, sebanyak 36 orang berhasil lulus dan menerima penghargaan tersebut.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenkumham Bali Eem Nurmanah menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti bahwa aparatur desa dan kelurahan di Bali memiliki kapasitas luar biasa dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

“Sertifikat dan pin NLP yang kita serahkan hari ini bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan pengakuan negara sekaligus motivasi agar peran strategis Bapak/Ibu semakin kuat dalam menjaga harmoni sosial di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menekankan, peran NLP diharapkan tidak hanya terbatas pada penyelesaian konflik, tetapi juga mampu menjadi penggerak kesadaran hukum, penjaga nilai Pancasila, serta pelopor pembangunan desa berbasis harmoni.

Dengan begitu, desa dan kelurahan di Bali dapat menjadi contoh nyata bagaimana penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal mampu mendukung stabilitas nasional sekaligus mengurangi beban perkara di pengadilan maupun permasalahan overkapasitas di lembaga pemasyarakatan.

Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Mustiqo Vitra Ardiansyah, menambahkan bahwa para penerima sertifikat NLP tahun 2025 berasal dari berbagai daerah, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Karangasem, Buleleng, Gianyar, dan Klungkung.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan apresiasi atas capaian empat Perbekel asal Tabanan tersebut.

“Penghargaan ini selaras dengan semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi Perbekel di Tabanan yang ikut serta, sehingga peran desa dalam mendukung ketahanan sosial dan hukum semakin kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Buruan, I Nengah Sudarjana, yang menjadi salah satu penerima NLP dari Tabanan menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi, melainkan hasil kerja sama dan dukungan masyarakat Desa Buruan. Ke depan, kami akan terus berupaya menjadikan pendekatan dialogis dan kearifan lokal sebagai cara utama menyelesaikan permasalahan, agar desa tetap harmonis dan masyarakat merasa terlindungi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ternyata satu dari lima Perbekel se-Bali yang berhasil lolos seleksi sebagai calon penerima Anubhawa Sasana Jagadditha pada Paralegal Justice Award tingkat Nasional juga berasal dari Kabupaten Tabanan, yakni Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan.

Capaian ini semakin mengukuhkan peran Tabanan dalam melahirkan pemimpin desa yang berdaya, berintegritas, serta berkontribusi nyata bagi penguatan hukum berbasis kearifan lokal di tingkat nasional. (ana)

Pemprov Bali Kembali Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Banjir

Sekda Dewa Made Indra, menyerahkan santunan kepada korban banjir di Bali pada Jumat (19/9/2025).
Sekda Dewa Made Indra, menyerahkan santunan kepada korban banjir di Bali pada Jumat (19/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyerahkan santunan kepada korban banjir di Bali pada Jumat (19/9/2025), bertempat di Kantor BPBD Provinsi Bali, Renon, Denpasar.

Penyerahan santunan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan solidaritas pemerintah terhadap korban banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali pada 10 September lalu.

Santunan ini diberikan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban yang terdampak, termasuk mereka yang mengalami kerugian akibat banjir.

Dalam kesempatan tersebut, Dewa Made Indra menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang menimpa masyarakat Bali. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Dewa Made Indra.

Bantuan berupa santunan sebesar Rp15 juta diserahkan kepada Doa Miftah Ul Suwandi, ahli waris dari almarhum Suwandi.

Doa, yang ditemani kakaknya, Bayu Candra Permana, menuturkan bahwa ayahnya terseret arus pada 10 September lalu di Perumahan Griya Selaras pada dini hari.

Korban ditemukan pada hari keenam, yakni 16 September. Doa dan Bayu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali atas bantuan yang diberikan.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Dewa Indra juga memberikan semangat kepada para korban yang masih dirawat, seraya berharap mereka dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus berupaya memperbaiki kondisi pascabencana agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (rls)

DPR RI Puji Digitalisasi Pemprov Bali, Gubernur Koster Minta Dana Transfer Daerah Tak Dipotong

Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi II DPR RI bertajuk Percepatan Sistem Digitalisasi di Lingkup Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pelayanan, Efektivitas, Efisiensi, serta Kualitas Pelayanan Publik di Provinsi Bali, yang digelar di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (18/9/2025).
Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi II DPR RI bertajuk Percepatan Sistem Digitalisasi di Lingkup Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pelayanan, Efektivitas, Efisiensi, serta Kualitas Pelayanan Publik di Provinsi Bali, yang digelar di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (18/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi II DPR RI bertajuk Percepatan Sistem Digitalisasi di Lingkup Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pelayanan, Efektivitas, Efisiensi, serta Kualitas Pelayanan Publik di Provinsi Bali, yang digelar di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (18/9/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan dalam upaya mendukung program pemerintah pusat, yakni Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional, Pemprov Bali di bawah kepemimpinannya sejak dilantik telah menerbitkan sejumlah kebijakan terkait program berbasis teknologi informasi digital di perangkat daerah.

Lebih lanjut, Gubernur Wayan Koster merilis Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 44 Tahun 2021 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Regulasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pergub tersebut juga menetapkan kerangka kerja terintegrasi untuk pelaksanaan SPBE di Bali, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“SPBE kami saat itu meraih predikat terbaik se-Indonesia, sehingga menjadi acuan bagi daerah lain. Banyak yang studi banding ke sini, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagainya,” ujar Gubernur Bali.

Tak hanya di level kebijakan, program digitalisasi juga diwujudkan nyata di masyarakat, antara lain melalui penyaluran wifi gratis di fasilitas umum seperti pura dan balai banjar se-Bali, pembangunan menara komunikasi Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali guna pemerataan akses komunikasi hingga nol blank spot, serta penyediaan fasilitas wisata.

“Ke depan kami merencanakan pembangunan tiga tower serupa di wilayah barat, timur, dan utara Bali untuk percepatan digitalisasi. Kami juga sedang menjajaki penerapan teknologi berbasis digital di sektor pendidikan guna mendukung program sertifikasi guru,” imbuhnya. Secara rinci, program digitalisasi Pemprov Bali dijelaskan lebih teknis oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja, Zulfikar Arse Sadikin, menyampaikan, agenda kunjungan rombongan komisi yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Pertanahan dan Tata Ruang, Pemberdayaan Aparatur, Kepemiluan, dan IKN ini adalah untuk memastikan pelaksanaan digitalisasi sistem pemerintahan di Provinsi Bali serta mendukung pelayanan publik yang efisien dan efektif.

“Era saat ini kita semua tidak bisa terlepas dari digitalisasi dan teknologi informasi, termasuk dalam sistem pemerintahan. Oleh karena itu kami sepakat mendalami sejauh mana sistem digitalisasi sudah berjalan di Bali. Khususnya pada empat sektor, yakni pertanahan, administrasi kependudukan, kepegawaian, serta pendidikan—terutama dalam program penerimaan siswa baru. Sektor-sektor ini biasanya menjadi perhatian masyarakat melalui pengaduan digital,” ujar Arse Sadikin.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya untuk mengetahui kekurangan, tetapi juga menilai dampak positif yang telah dihasilkan dari penerapan digitalisasi.

“Penerapan digitalisasi di Bali sejauh mana, apakah sudah memenuhi standar, apakah unsur keterbukaan terpenuhi, efektif atau tidak, serta dampak positif apa saja yang sudah ditimbulkan dari dukungan digitalisasi pada pelayanan empat aspek tersebut,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah anggota Komisi II DPR RI mengapresiasi implementasi digitalisasi di Pemprov Bali, baik pada tataran kebijakan maupun realisasi. Mereka juga mengingatkan bahwa di balik kecanggihan teknologi terdapat potensi penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab, seperti pembajakan data.

“Sistem pemerintahan tentu memiliki database yang bersifat dasar. Hal ini sepatutnya menjadi perhatian serius untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, perlu dibangun sistem keamanan yang benar-benar kuat sebagai proteksi,” tegas sejumlah anggota.

Ada pula masukan mengenai pentingnya integrasi sistem antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Bali guna mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi II DPR RI terhadap Bali.

“Pandangan yang disampaikan menjadi pengayaan bagi percepatan pengembangan sistem digitalisasi di Bali. Melalui kesempatan ini, kami juga mohon agar Komisi II DPR bisa memberikan dukungan terkait perlakuan sistem OSS agar ditinjau kembali pemberlakuannya,” kata Koster.

“Kami juga mohon dukungan agar dana transfer daerah jangan sampai dikurangi, karena hal ini sangat memberatkan. Sementara di sisi lain, upaya menambah pendapatan daerah juga terkendala. Semoga mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (rls)

Banjir Susulan Rendam Perumahan di Sudimara, 5 KK Mengungsi

Kondisi banjir di Perumahan Griya Batu Indah, Banjar Batu Sangihan, Desa Sudimara, Tabanan, pada Kamis (19/9/2025).
Kondisi banjir di Perumahan Griya Batu Indah, Banjar Batu Sangihan, Desa Sudimara, Tabanan, pada Kamis (19/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Tabanan pada Kamis (18/9/2025) sore kemarin menyebabkan banjir susulan di Perumahan Griya Batu Indah, Banjar Batu Sangihan, Desa Sudimara, Tabanan.

Banjir dipicu oleh jebolnya tanggul sungai di sisi timur perumahan sehingga air meluap ke pemukiman warga dan merendam rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri menyampaikan, sedikitnya 5 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut. Mereka mengungsi di balai banjar desa setempat.

“Total warga yang mengungsi terdiri dari 9 orang dewasa, 2 anak-anak, dan 5 balita,” ujarnya, ketika dikonfirmasi Jumat (19/9/2025).

Sebagai langkah darurat, BPBD Tabanan telah menyalurkan bantuan berupa 1 selimut, 2 matras, 3 bantal tidur, dan 4 sarung kepada warga terdampak.

Sementara itu, debit air di lokasi sudah mulai menurun. Namun, sebagian warga masih memilih bertahan di Balai Banjar karena khawatir terjadi banjir susulan. (ana)