- Advertisement -
Beranda blog Halaman 121

Atasi Kemacetan, Bupati Badung Usulkan Subway untuk Akses Bandara Ngurah Rai

Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Forum Group Discussion “Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai” di Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport, Jumat (26/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Forum Group Discussion “Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai” di Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport, Jumat (26/9).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penataan akses transportasi menuju dan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinilai mendesak.

Hal itu ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebagai upaya mendukung keberlanjutan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan akses bandara merupakan persoalan struktural yang membutuhkan solusi menyeluruh.

“Ini persoalan yang sangat urgen, karena kemacetan menjadi tantangan besar dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di Bali, khususnya di Badung,” ujarnya saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai” yang digelar PT Angkasa Pura di Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport, Jumat (26/9/2025).

Adi Arnawa menyoroti ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan kapasitas infrastruktur jalan di Bali. Ia menekankan pentingnya terobosan transportasi publik modern sebagai strategi jangka panjang.

Menurutnya pengembangan MRT atau subway di Bali bukan sekadar proyek transportasi, tetapi investasi strategis yang akan mempercepat mobilitas, mengurangi kepadatan kendaraan, dan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, tidak cukup hanya membangun infrastruktur jalan. Kita juga perlu menyiapkan transportasi publik modern. Salah satu opsi yang mendesak adalah pembangunan MRT atau subway, karena pembangunan flyover terkendala kondisi lingkungan dan tata ruang di Bali,” jelasnya.

Selain solusi jangka panjang, Ia juga memaparkan program konkret untuk mengurai kemacetan di titik-titik krusial seperti Berawa, Batu Belig, Imam Bonjol, dan simpang Dewa Ruci.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Gubernur dan Kementerian terkait untuk pelebaran jalan dan penataan simpang. Bahkan, kami menyiapkan anggaran APBD untuk membongkar beberapa fasilitas yang menghambat pelebaran jalan. Selain itu, kami juga berencana menjadikan beberapa lahan sebagai taman kota, agar suasana lebih nyaman sekaligus memperlancar arus lalu lintas,” katanya.

Ditambahkan Adi Arnawa, penataan lalu lintas di area bandara akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penghapusan putar balik liar, larangan kendaraan berhenti di pintu keluar bandara, hingga penyediaan jalur alternatif dari Denpasar menuju Bali Selatan.

Gubernur Bali Wayan Koster yang turut hadir menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam mengelola aksesibilitas bandara. Stagnasi infrastruktur tanpa inovasi akan semakin memperburuk kemacetan, terlebih dengan volume pergerakan lebih dari 21 juta orang per tahun di bandara tersebut. Ia menilai langkah penanganan harus komprehensif, fundamental, dan strategis agar Bali tidak tertinggal dibanding destinasi wisata global.

“Kondisi akses transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai memang sudah saatnya diubah dan ditata ulang. Bandara ini berbeda dengan bandara lain karena statusnya sebagai Bandara Internasional, pintu gerbang utama pariwisata Bali. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan cara yang lebih serius, ekstra, dan berstandar internasional,” tegasnya.

Hadir pada forum tersebut, Direktur PT. Angkasa Pura beserta jajaran, Dandim 1611/Badung, Kapolres Bandara I Gusti Ngurah Rai, Plt, Kadis Perhubungan Prov. Bali serta instansi terkait. (ana)

DTW Tanah Lot Bakal Dikunjungi Delegasi IATP Conference ke-132

Kunjungan wisata di DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali.
Kunjungan wisata di DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot akan menjadi salah satu tujuan kunjungan para delegasi International Airlines Technical Pool (IATP) Conference ke-132 yang berlangsung di Bali pada 27 September–1 Oktober 2025.

Lebih dari 650 peserta dari berbagai negara dijadwalkan singgah ke Tanah Lot pada 28 September untuk menikmati panorama ikonik sekaligus menyaksikan pertunjukan seni Kecak yang merepresentasikan budaya Bali.

IATP merupakan organisasi kerja sama global antar maskapai penerbangan yang berdiri sejak 1948. Saat ini, organisasi tersebut beranggotakan lebih dari 130 maskapai, 45 maskapai sponsor, serta lebih dari 40 mitra penyedia suku cadang, mesin, hingga layanan perawatan pesawat. Konferensi IATP rutin digelar dua kali dalam setahun, dan tahun ini Bali dipercaya menjadi tuan rumah.

Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana mengatakan, kedatangan ratusan delegasi internasional ini dipandang sebagai momentum penting untuk menguatkan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia, sekaligus menepis keraguan terkait isu travel warning, unjuk rasa, maupun bencana alam yang belakangan terjadi.

“Agenda kunjungan ini menjadi bukti bahwa Bali tetap aman dan dipercaya sebagai tujuan wisata unggulan. Kami optimistis momen ini akan semakin memperkuat pertumbuhan pariwisata Bali,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Dengan dukungan pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat lokal, aktivitas pariwisata di Bali dipastikan berjalan lancar. Kehadiran delegasi IATP juga diharapkan memperluas jejaring internasional sekaligus memberi keyakinan lebih kepada wisatawan mancanegara bahwa Bali selalu siap menyajikan pengalaman terbaik. (ana)

Distan Tabanan Vaksin 493 Hewan di Pujungan Usai Kasus Gigitan Anjing Rabies

Vaksin rabies emergency di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, pada Kamis (25/9/2025).
Vaksin rabies emergency di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, pada Kamis (25/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan menggelar vaksin rabies emergency terhadap 493 ekor hewan penular rabies (HPR) di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, pada Kamis (25/9/2025).

Kegiatan vaksinasi digelar menyusul adanya kasus gigitan anjing positif rabies di jalur Pendakian Gunung Batukaru yang korbannya adalah 9 orang pendaki.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Gde Eka Parta Ariana mengatakan, jumlah HPR yang mendapatkan vaksin melampaui dari target yang diperkirakan.

“Masyarakat sangat antusias hingga total ada 493 ekor anjing yang mendapat vaksin,” ujarnya, dikonfirmasi Jumat (26/9/2025).

Ia menyebut, vaksinasi lanjutan juga akan dilakukan kembali di wilayah terdekat Desa Pujungan untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa dan memutus potensi penyebaran rabies. “Nanti dijadwalkan lagi,” imbuhnya.

Selain kegiatan vaksinasi, anjing-anjing liar tanpa pemilik yang ditemukan di sekitar jalur pendakian Gunung Agung di Desa Pujungan juga di rescue oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk kemudian dipindahkan ke shelter penampungan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi kasus ini, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor apabila menemukan kasus gigitan hewan, melakukan penanganan awal sesuai prosedur, serta membawa hewan peliharaan ke fasilitas kesehatan hewan untuk divaksinasi. (ana)

Rasniathi Adi Arnawa Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa mengukuhkan Rasniathi Adi Arnawa sebagai Bunda PAUD Kabupaten Badung Periode 2025-2030 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (25/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa mengukuhkan Rasniathi Adi Arnawa sebagai Bunda PAUD Kabupaten Badung Periode 2025-2030 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (25/9).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengukuhkan Rasniathi Adi Arnawa sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung Periode 2025-2030.

Selain itu, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Badung juga dikukuhkan oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (25/9/2025).

Bupati Badung Adi Arnawa menyampaikan atas nama pemerintah sangat menyambut baik daripada pengukuhan Bunda PAUD. Pengukuhan ini juga menjadi satu momentum yang sangat penting untuk mewujudkan anak-anak yang berkualitas ke depan terutama untuk dalam rangka mensukseskan Indonesia Emas 2045.

“Mudah-mudahan dengan pengukuhan Bunda PAUD ini setidaknya akan menjadi satu motivasi. Sekaligus mereka ini akan menjadi motivator untuk bagaimana menggerakkan anak-anak usia dini yang ada di masing-masing desa,” jelasnya.

Adi Arnawa juga menyampaikan, masalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian dari Pemkab Badung. Untuk itu ia menyampaikan akan menggratiskan jenjang pendidikan SMA di Kabupaten Badung dan memberikan Beasiswa untuk yang keluarga kurang mampu di Kabupaten Badung.

“Kami memberikan Bimbingan Belajar Bahasa Inggris, bagaimana kita membawa anak-anak di Badung ini untuk Go Internasional, tanpa meninggalkan akar budaya. Oleh karena itu,  kita berikan pendidikan gratis tidak hanya untuk anak PAUD, SD, SMP di tahun 2026 SMA pun di Badung kita gratiskan dan di tahun 2026 juga  kita punya program memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak Badung yang memang orang tuanya memiliki terbatasan. Terutama dengan Rp5 juta kebawah ini memberikan beasiswa untuk Perguruan Tinggi dimanapun mereka kuliah di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Semenatara Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan, akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan PAUD yang bermutu dan berkualitas di Kabupaten Badung. Dalam PAUD anak-anak akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah.

“Saya mengajak Bunda PAUD Kecamatan, Desa dan Kelurahan untuk selalu bekerja sama, bahu membahu dalam memajukan PAUD di Kabupaten Badung,” katanya.

Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada anak-anak korban bencana Banjir.  Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana beserta jajaran dan Pengawas TK se-Kabupaten Badung, Camat se-Kabupaten Badung, Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Nyonya Gusti Ayu Oka Trisna Dewi, Ketua Organisasi Wanita di Lingkungan Pemkab Badung, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Kabupaten Badung, CV. Sapta Giri Abadi dan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV. (rls)

1.047 CCTV di Tabanan Akan Terkoneksi dengan Command Center Polres

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 1.047 titik CCTV yang tersebar di wilayah Kabupaten Tabanan akan segera terkoneksi dengan Command Center Polres Tabanan. Ratusan kamera pengawas tersebut sebagian besar merupakan milik pribadi, desa, perkantoran, dan pertokoan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengungkapan kasus-kasus kriminal, terutama pencurian yang kerap menyasar rumah kosong maupun fasilitas umum.

Ia mencontohkan kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil yang terjadi beberapa bulan lalu di sekitar Lapangan Alit Saputra, Desa Dajan Peken. Hingga kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lantaran keterbatasan saksi dan minimnya kamera pengawas di lokasi kejadian.

“Dengan terkoneksinya CCTV milik masyarakat hingga desa ke Command Center, akan sangat membantu aparat kepolisian dalam melakukan pemantauan maupun penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (25/9/2025).

Ke depan, jumlah CCTV akan terus ditambah. Bahkan, pemerintah desa didorong memanfaatkan dana desa untuk mendukung pemasangan kamera pengawas tambahan. Rencana ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Polres Tabanan pun sedang menggodok pembentukan Peraturan Daerah (Perda) pemasangan CCTV untuk segera disahkan dan diberlakukan kepada masyarakat.

“Kami sedang merumuskan regulasi agar ada dasar hukum yang kuat, harapannya segera bisa disahkan dalam bentuk perda,” tegas Bayu Pati. (ana)

Momen Dewasa Ayu, 63 Pengantin di Tabanan Ikut Program Semara Ratih

Pengantin di Kabupaten Tabanan mengikuti program Semara Ratih.
Pengantin di Kabupaten Tabanan mengikuti program Semara Ratih.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program unggulan Semara Ratih yang digagas Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Sejak diluncurkan pada November 2022 hingga akhir Agustus 2025, tercatat sebanyak 1.224 pasangan pengantin telah mengikuti program konseling pranikah ini.

Bahkan pada momen Dewasa Ayu yang jatuh pada Rabu (24/9/2025), sebanyak 63 pasangan pengantin di Kabupaten Tabanan serentak mengikuti program Semara Ratih

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program ini. Menurutnya kehadiran Semara Ratih menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas.

“Ini menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya persiapan menuju kehidupan berumah tangga yang sehat semakin meningkat. Tujuan utama dari program ini adalah mencetak generasi yang sehat dan berkualitas, sekaligus menekan angka stunting di Tabanan,” ujarnya.

Bupati Peraih Penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2024 ini juga mengajak seluruh calon pengantin di Tabanan untuk mengikuti program Semara Ratih. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan Tim Pendamping Keluarga di setiap desa yang siap memberikan arahan terkait kesehatan pernikahan dan kesiapan menjadi orang tua.

“Dengan adanya pendampingan ini, kami berharap anak-anak yang lahir kelak terbebas dari stunting, dan orang tuanya pun tetap sehat serta siap membangun keluarga harmonis,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana menegaskan, manfaat program Semara Ratih tidak hanya sebatas konseling pranikah, tetapi juga terkait administrasi kependudukan.

Menurutnya, setelah menjalani pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga yang ada di 133 desa se-Kabupaten Tabanan, pasangan pengantin akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan usai prosesi pernikahan.

“Pada hari pernikahan, mereka sudah menerima akta perkawinan, KTP, dan Kartu Keluarga baru. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh dokumen administrasi kependudukan,” jelasnya.

Program Semara Ratih juga terbukti berkontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di Tabanan. Berdasarkan data e-PPGM Posyandu, hingga Agustus 2024 angka stunting turun signifikan menjadi 5,23 persen.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menargetkan tren penurunan ini terus berlanjut melalui sinergi program kesehatan, pendampingan keluarga, dan layanan administrasi kependudukan yang semakin mudah diakses masyarakat. (ana)

Pemuda Diduga Bundir di Jembatan Tukad Bangkung, Lompat Lewat Celah Railing

Petugas mengevakuasi jasad IGPM yang diduga lompat dari jembatan Tukad Bangkung.
Petugas mengevakuasi jasad IGPM yang diduga lompat dari jembatan Tukad Bangkung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, kembali menjadi saksi aksi ulah pati atau mengakhiri hidup. Masyarakat sekitar membuat warga sekitar gempar pada Kamis (25/9) pagi.

Berdasarakan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial IGPM (26) yang tinggal di Desa Angantaka, Abiansemal. Meski pemerintah tengah berupaya memasang railing yang menjulang tinggi di sepanjang sisi jembatan, aksi nekat itu tetap terjadi.

Diduga korban melancarkan aksinya di celah jembatan yang belum terpasangi pagar bermaterial baja itu. Aksi ulah pati ini berawal saat warga mencurigai adanya motor Yamaha Nmax warna hitam Nopol DK 3*17 FDU, yang terparkir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Motor itu sudah terparkir sejak subuh disana, tapi tidak ada orangnya. Lalu warga berupaya mencari-cari karena khawatir kejadian dulu terulang lagi. Setelah dicari ternyata ada tubuh korban dibawah,” terang PS Kasubdipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ayu Inastuti.

Pemuda itu diyakini melakukan aksi bundir dengan terjun dari jembatan tertinggi di Bali ini. Aparat desa dan kepolisian yang menerima informasi peristiwa itu pun telah mendatangi lokasi.

Jasad pemuda yang beralamat di Angantaka itu sedang dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait. Masyarakat yang penasaran pun ramai-ramai datang, dan ada pula yang melakukan siaran langsung, sehingga tragedi itu menjadi viral di media sosial.

Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya pun membenarkan kejadian itu. “Saat ini kami masih di TKP,” ucapnya. RA

Wabup Dirga Sambangi Kelompok Tani Untuk Serap Aspirasi Petani 

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah petani, sekaligus memberikan solusi bersama di Subak Gubug II, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (24/9/2025). 
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah petani, sekaligus memberikan solusi bersama di Subak Gubug II, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (24/9/2025). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tabanan sebagai lumbung pangan Bali, meneguhkan komitmennya menjaga sektor pertanian. Hal itu tampak saat Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah petani, sekaligus memberikan solusi bersama di Subak Gubug II, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (24/9/2025).

Kehadiran Wabup Dirga mendapat sambutan hangat dari para petani dan masyarakat setempat dan penuh suasana keterbukaan, diskusi tersebut menjadi ruang dialog dua arah antara pemerintah dan petani.

Dalam kesempatan tersebut, selain membahas persoalan teknis pertanian, kelompok tani juga menyampaikan pertanyaan mengenai cara menarik minat generasi muda atau petani milenial agar terjun di sektor pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Dirga, menekankan bahwa upaya ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pertanian di Tabanan.

“Kalau hasil pertanian kita tidak menarik dan tidak menjanjikan, tentu petani milenial tidak akan datang. Karena itu, kita harus menjadikan pertanian bukan hanya sebagai kewajiban mencari penghidupan, tetapi juga ditanamkan sebagai sebuah hobi. Kalau sudah menjadi hobi, meskipun dia seorang pegawai negeri, pasti akan tetap mau turun ke sawah,” jelas Dirga.

Lebih lanjut, kelompok tani sekitar juga menyampaikan keluhan mengenai praktik calo atau tengkulak yang kerap mempermainkan harga hasil produksi pertanian, kondisi ini membuat petani memperoleh keuntungan yang kecil. Menyikapi hal tersebut, Wabup Dirga menegaskan komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali peran Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang dapat menjadi solusi nyata bagi petani.

“Kami dalam upaya membangkitkan kembali KUD agar kembali sehat dan berjalan, jadi kalau kita punya KUD yang bagus yang sehat nanti pertanian kita, dengan harga yang kita tentukan tidak lebih murah daripada tengkulak” ujar Dirga.

Di akhir pertemuan, menyampaikan arahan Bupati, Wabup Dirga juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar bersama-sama menjaga lahan pertanian dari alih fungsi yang tidak terkendali serta memberi perhatian penuh terhadap sistem irigasi. Ia menegaskan, bahwa pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, mengingat irigasi merupakan faktor utama dalam keberlangsungan pertanian.

Dengan adanya dialog langsung ini, pemerintah berharap aspirasi petani dapat terserap dengan baik dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan. Wabup Dirga menegaskan, bahwa pemerintah Kabupaten Tabanan dibawah kepemimpinan Bupati Komang Sanjaya, akan terus hadir bersama masyarakat, khususnya petani, dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai lumbung pangannya Bali.  (ana)

Desa Kukuh Tabanan Jadi Percontohan Desa Cantik

Penyerahan penghargaan kepada Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berhasil menjadi tiga desa terbaik nasional dari 497 desa/kelurahan se-Indonesia.
Penyerahan penghargaan kepada Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berhasil menjadi tiga desa terbaik nasional dari 497 desa/kelurahan se-Indonesia.

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis data.

Hal ini tercermin dari kegiatan Penguatan Statistik Sektoral melalui Diseminasi Penelitian Dampak Komunitas Monyet Ekor Panjang Alas Kedaton dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dibuka langsung oleh Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan dihadiri Kepala BPS Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah, Ketua Lembaga, Organisasi, Perusda, Tim Pembina Desa Cantik BPS Provinsi Bali, Perbekel dan agen statistik Desa Kukuh, akademisi, hingga narasumber.

Dalam sambutannya, sesuai arahan Bupati Tabanan, Sekda Susila menegaskan  pembangunan harus dilakukan secara adil, merata, dan Indonesia-sentris.

“Untuk mewujudkan Indonesia Maju diperlukan kerja sama dan kerja cerdas, dimulai dari desa, pulau terdepan hingga perbatasan. Dalam tatanan Sistem Statistik Nasional, pembinaan statistik merupakan implementasi koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan standarisasi data. Tabanan patut berbangga karena di tahun 2024 berhasil meraih Indeks Pembangunan Statistik terbaik se-Provinsi Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Susila menekankan pentingnya program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dalam meningkatkan kapasitas desa. Program ini dinilai mampu menguatkan peran desa dalam menghimpun, mengolah, hingga memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Tahun ini Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berhasil menjadi tiga desa terbaik nasional dari 497 desa/kelurahan se-Indonesia. Ini adalah prestasi membanggakan dan harus dipastikan keberlanjutan agar cakupan pelaksanaannya dapat meluas hingga seluruh desa di Tabanan,” tambahnya.

Susila juga menyoroti pentingnya data makro sebagai landasan kebijakan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pada tahun 2026, BPS akan kembali menyelenggarakan Sensus Ekonomi ke-5.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penting dalam menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Karena itu, diperlukan kontribusi semua pihak agar kegiatan ini berjalan sukses. Semua penguatan data ini pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yaitu tersedianya data yang lengkap, akurat, dan terpercaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Tabanan, Ni Putu Minarni, menyampaikan bahwa momentum Hari Statistik Nasional menjadi milik bersama.

“Seminar yang kita laksanakan hari ini adalah bagian dari kebersamaan kita semua. Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas perlu menegaskan kembali bahwa data adalah pondasi utama pembangunan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan Desa Kukuh yang pada tahun 2025 terpilih sebagai lokus Desa Cantik nasional berkat penguatan literasi dan kapasitas pengelola data desa.

Menurut Minarni, pemilihan Desa Kukuh memiliki makna strategis karena terkait isu populasi monyet ekor panjang di kawasan wisata Alas Kedaton yang dinilai telah melebihi daya dukung lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat serta sektor pertanian.

“Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan survei guna mengetahui populasi dan dampaknya. Hasilnya, Desa Kukuh tidak hanya berhasil mengelola data secara baik, tetapi juga meraih prestasi sebagai Desa Terbaik I Nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa data yang dikelola dengan baik mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.  (ana)

Mayat Tinggal Kerangka Ditemukan di Sungai Yeh Penet Mengwi

Evakuasi jasad manusia yang sudah tinggal kerangka di Sungai Yeh Panet, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (24/9/2025) siang.
Evakuasi jasad manusia yang sudah tinggal kerangka di Sungai Yeh Panet, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (24/9/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penemuan jasad manusia yang sudah tinggal kerangka menghebohkan warga Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (24/9/2025) siang. Jasad ditemukan di aliran Sungai Yeh Penet dalam kondisi tidak utuh sehingga sulit dikenali.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ayu Inastuti, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban masih berstatus Mr. X karena belum diketahui identitasnya. “Benar, telah ditemukan jasad manusia di aliran Sungai Yeh Penet. Identitas korban belum diketahui,” ujarnya.

Jasad pertama kali ditemukan oleh I Wayan Suratna (47), warga Desa Kaba-Kaba, Tabanan. Sekitar pukul 11.00 Wita, ia mencium bau busuk saat membersihkan sampah sisa banjir. Setelah mencari sumber bau, Suratna mendapati kerangka manusia, lalu melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas.

Hasil pemeriksaan di lokasi oleh tim identifikasi Polres Badung menunjukkan kondisi jasad sudah rusak parah.

Tengkorak menghadap barat dengan gigi bagian kanan atas ompong, kaki kiri hancur, kedua telapak kaki dan telapak tangan hilang, sedangkan kaki kanan masih utuh. “Diduga jasad sudah cukup lama berada di aliran sungai,” jelas Ayu.

Sekitar pukul 13.00 Wita, petugas mengevakuasi jasad dengan ambulans PMI Badung dan membawanya ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Polres Badung masih menunggu hasil forensik guna memastikan identitas serta penyebab kematian korban. “Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Badung,” tambah Ayu. (ana)