- Advertisement -
Beranda blog Halaman 120

Bali Zona Merah Rabies, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Hewan Penular

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Provinsi Bali menggencarkan langkah pencegahan rabies, mengingat Pulau Bali masih berstatus zona merah virus mematikan tersebut.

Salah satu fokus utama penanganan saat ini berada di Kabupaten Jembrana yang tercatat memiliki kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) cukup tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila tergigit hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, maupun monyet.

“Intinya harus segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika kesadaran ini terbentuk dengan baik, tidak ada lagi orang meninggal akibat rabies,” ujar Dewa Indra saat menghadiri peringatan World Rabies Day di Rest Area Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Minggu (28/9/2025).

Ia menjelaskan, kecepatan virus rabies menyebar dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh letak gigitan. “Semakin tinggi letak gigitan, misalnya paha, pinggang, tangan, bahkan wajah, semakin cepat virus masuk ke otak dan mempercepat kematian. Karena itu, hanya tenaga medis yang berwenang menentukan seseorang terinfeksi rabies atau tidak,” tegasnya.

Data menunjukkan, cakupan vaksinasi HPR di Jembrana relatif lebih rendah dibandingkan kabupaten lain di Bali. Sepanjang Januari–September 2025, rata-rata terjadi 550 kasus gigitan anjing setiap bulan, dengan 96 kasus positif rabies. Dari 51 desa/kelurahan di Jembrana, sebanyak 49 wilayah masih berstatus zona merah.

Untuk itu, Pemprov Bali bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta berbagai pihak terkait menggencarkan vaksinasi HPR di Jembrana.

“Pemkab Jembrana harus lebih cepat menyusun jadwal vaksinasi terutama di zona merah. Pemerintah provinsi siap mendukung dengan tenaga dan vaksin,” kata Dewa Indra.

Ia optimistis, jika langkah ini dilakukan secara konsisten, Jembrana akan segera keluar dari zona merah. “Ketika Jembrana bebas rabies, kita bisa ajukan ke Kementerian Pertanian agar Bali tidak lagi ditetapkan sebagai daerah zona merah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Mertadana, menekankan bahwa rabies masih menjadi ancaman serius.

“Penanganan rabies harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat. Dengan vaksinasi massal, kita targetkan kasus rabies di Jembrana bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (rls)

Replika Pesawat dan Tank Tempur Terpasang di Taman Perjuangan Singasana

Replika pesawat udara dan tank tempur terpasang di Taman Perjuangan Singasana.
Replika pesawat udara dan tank tempur terpasang di Taman Perjuangan Singasana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kawasan Taman Perjuangan Singasana di Kabupaten Tabanan kini tampil semakin menarik dengan hadirnya replika pesawat udara dan tank tempur.

Dua replika ini menjadi simbol heroisme masyarakat Tabanan, sekaligus menegaskan peran Angkatan Udara yang berdampingan dengan ikon Angkatan Darat melalui patung Thebus Wagimin.

Tak berhenti sampai di situ, pengembangan Taman Perjuangan juga direncanakan menghadirkan simbol Angkatan Laut berupa replika kapal Pinisi pada tahap berikutnya. Dengan demikian, kawasan ini akan menjadi miniatur tiga matra TNI: Darat, Udara, dan Laut.

Kehadiran replika alutsista tersebut bukan sekadar penghias taman, melainkan juga wahana edukasi, inspirasi, serta kebanggaan bagi generasi muda Tabanan.

Replika pesawat dan tank dibuat dari bahan baja dengan detail kokoh, sementara penataan kawasan taman dirancang menyeluruh. Pada tahap akhir, ikon matra laut akan ditempatkan di bagian belakang taman sehingga menghadirkan komposisi yang lebih harmonis.

Konsep besar ini lahir dari gagasan Bupati Tabanan dua periode, I Komang Gede Sanjaya. Selain dikenal piawai memimpin, Sanjaya juga memiliki hobi mendesain yang kini diwujudkan dalam bentuk taman ikonik bagi masyarakat Tabanan.

Menurutnya, pembangunan Taman Perjuangan tidak hanya menghadirkan fasilitas publik, tetapi juga ruang interaksi dan rekreasi bagi masyarakat.

“Taman ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan. Semangat itu harus kita lanjutkan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas Sanjaya, Senin (29/9/2025).

Kini, masyarakat Tabanan memiliki pilihan ruang publik baru yang representatif untuk berkumpul, berolahraga, maupun bersantai bersama keluarga.

Lebih dari itu, Taman Perjuangan Singasana hadir sebagai ruang terbuka hijau yang menanamkan nilai perjuangan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi penerus. (ana)

Kwarcab Badung Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar dan Lanjutan

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) yang digelar di SPNF SKB Kabupaten Badung, Jalan Raya Kerobokan, pada Jumat (26/9/2025).
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) yang digelar di SPNF SKB Kabupaten Badung, Jalan Raya Kerobokan, pada Jumat (26/9/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Badung, Ketut Suiasa, secara resmi membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) yang digelar di SPNF SKB Kabupaten Badung, Jalan Raya Kerobokan, pada Jumat (26/9/2025).

Kegiatan ini diikuti 100 orang pembina pramuka yang berasal dari gugus depan SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Badung. Peserta terdiri atas guru, tenaga pendidik, serta anggota dewasa Pramuka yang aktif di gugus depan masing-masing.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Badung menegaskan bahwa pembina pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia menjelaskan, KMD bertujuan membekali dasar-dasar kepramukaan bagi calon pembina, sementara KML lebih menekankan pada peningkatan kompetensi, keterampilan, serta kepemimpinan dalam mengelola gugus depan secara profesional.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kualitas pembina pramuka di Kabupaten Badung semakin meningkat. Dengan demikian, akan lahir generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi calon pemimpin bangsa,” ujar Suiasa.

Sementara itu, Ketua Panitia KMD/KML, I Nyoman Tutana, dalam laporannya menyampaikan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis bagi pembina pramuka dalam melaksanakan pembinaan di gugus depan masing-masing.

“Setelah mengikuti KMD dan KML, para pembina diharapkan mampu mengelola gugus depan dengan lebih baik, sehingga Pramuka di Kabupaten Badung semakin maju dan berkualitas,” ungkap Tutana. (jas) 

Bupati Badung Tinjau Trash Rack Tukad Mati, Antisipasi Banjir Musim Hujan

Bupati Wayan Adi Arnawa meninjau alat penyaring sampah (trash rack) di alur Tukad Mati, Kelurahan Legian, Kuta, pada Jumat (26/9/2025).
Bupati Wayan Adi Arnawa meninjau alat penyaring sampah (trash rack) di alur Tukad Mati, Kelurahan Legian, Kuta, pada Jumat (26/9/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau alat penyaring sampah (trash rack) di alur Tukad Mati, Kelurahan Legian, Kuta, pada Jumat (26/9/2025).

Bupati Adi Arnawa seusai acara pemantauan menyampaikan, peninjauan ini merupakan bagian dari langkah persiapan untuk menghadapi musim penghujan yang akan datang, sekaligus mengantisipasi potensi banjir seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Pemkab Badung melalui Dinas PUPR rutin melakukan pengerukan sedimentasi agar aliran sungai tetap lancar dan bebas sampah. Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, saya menghimbau agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, komitmen Pemkab Badung untuk terus melakukan normalisasi sekaligus penataan kawasan Tukad Mati. Selain mencegah banjir, kawasan ini diharapkan bisa dikembangkan menjadi ruang rekreasi masyarakat.

Langkah ini akan kami lakukan secara berkala. Namun, aliran Tukad Mati juga melintasi wilayah lintas kabupaten/kota sehingga perlu kerja sama semua pihak. Harapannya, selain bebas banjir, sungai ini bisa ditata menjadi destinasi rekreasi, misalnya untuk memancing.

“Saya juga sudah instruksikan Kadis PUPR agar selain pembersihan, dilakukan penghijauan sehingga sungai tidak lagi menjadi halaman belakang, tetapi menjadi wajah depan kita,” tegasnya.

Selain peninjau Tukad Mati, Bupati Adi Arnawa juga meninjau proyek pelebaran Jalan Simpang Teuku Umar Barat-Tangkuban Perahu, Kerobokan Kelod. Rencananya pelebaran jalan akan dilakukan hingga Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan menuju Simpang Petitenget.

Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, serta Plt. Kadis PUPR Kabupaten Badung I Nyoman Karyasa beserta jajaran. (rls) 

Pariwisata Bali Sumbang 500 Ton Sampah Tambahan, Menteri LHK Desak Solusi Mandiri

Pembinaan penilaian kinerja lingkungan hidup sektor perhotelan di Provinsi Bali, Jumat (26/9/2025), di BNDCC Nusa Dua.
Pembinaan penilaian kinerja lingkungan hidup sektor perhotelan di Provinsi Bali, Jumat (26/9/2025), di BNDCC Nusa Dua.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, meminta pelaku pariwisata menyelesaikan sendiri sampah yang mereka hasilkan.

Hal tersebut disampaikannya kepada GM dan perwakilan seluruh hotel berbintang di Bali saat melakukan pembinaan penilaian kinerja lingkungan hidup sektor perhotelan di Provinsi Bali, Jumat (26/9/2025), di BNDCC Nusa Dua.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pemilik kawasan diminta untuk menyelesaikan sampahnya sendiri. Sampah tidak boleh keluar kecuali residu yang dibebankan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wali Kota,” jelasnya.

Jika mengacu pada jumlah penduduk Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yang hanya sekitar 1,1 juta jiwa, dikalikan dengan konversi produksi sampah nasional 0,5–0,7 kg/jiwa/hari, atau bahkan dengan angka konversi paling tinggi 1,33 kg/jiwa/hari, maka jumlah produksi sampah untuk Badung dan Denpasar seharusnya sekitar 1.300 ton/hari.

“Kami coba cek dengan kondisi di TPA Suwung, ternyata jumlah sampahnya mencapai 1.800 ton/hari berdasarkan truk yang masuk. Jadi sampah ini dari mana kalau jumlah penduduk hanya 1,1 juta jiwa yang dilayani TPA Suwung?” ujar Hanif.

Ia mengindikasikan bahwa kelebihan produksi sampah sebesar 500 ton/hari berasal dari para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Hal tersebut menjadi alasan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi Bali melakukan pembinaan penerapan ketaatan pengelolaan sampah di masing-masing hotel di Bali.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyayangkan sikap industri dan pelaku pariwisata Bali yang dinilainya masih belum cukup taat dalam mendorong upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam hal penanganan sampah. “Belum tertib urusan sampah,” tegasnya.

Koster menjelaskan bahwa Bali dikenal dunia karena keunikan budaya dan lingkungannya. Selain menjaga kelestarian budaya Bali, masyarakat juga wajib menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Tanpa budaya jangan harap pariwisata Bali bisa berkembang. Jadi kalau kita mau pariwisata Bali baik, kita harus jaga budayanya. Nomor dua yang harus kita jaga adalah ekosistemnya: alam dan lingkungannya harus tetap bersih. Berikutnya, infrastrukturnya juga harus bagus,” ujar Koster.

Ia menegaskan bahwa ekonomi Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata. Karena itu, pariwisata Bali harus dijaga sebaik-baiknya. Koster berharap industri dan pelaku pariwisata dapat bersinergi dan bekerja sama menjaga kelestarian budaya dan alam Bali, khususnya dalam penanganan sampah. (rls) 

Pemprov Bali Raih 4 Penghargaan di Stellar Workplace Award 2025

Ajang Stellar Workplace Award 2025 yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Ajang Stellar Workplace Award 2025 yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memborong empat penghargaan sekaligus pada ajang Stellar Workplace Award 2025 yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Empat penghargaan yang berhasil diraih yakni Kategori Khusus Stellar: Inovasi Unggul dalam Pemerintahan, atas ide dan solusi inovatif yang menginspirasi produktivitas, kolaborasi, serta kesejahteraan pegawai dan 10 Organisasi Teratas dengan Program Tempat Kerja Siap Menghadapi Masa Depan, untuk kesiapan organisasi, SDM, dan digitalisasi tempat kerja.

Kemudian, pengakuan Tempat Kerja Stellar dalam Komitmen SDM, yang menyoroti dedikasi, loyalitas, dan etos kerja luar biasa dari aparatur dan pengakuan Tempat Kerja Stellar dalam Kepuasan Pegawai, atas keberhasilan menciptakan pengalaman kerja yang positif.

Penghargaan diterima oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Tjok Istri Srimas Pemayun mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang berhalangan hadir.

Stellar Workplace Award merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh PT GML Performance Consulting bersama Kontan Business and Investment Media. Program ini menilai organisasi yang berhasil membangun lingkungan kerja unggul melalui employee engagement, transformasi digital, serta kesiapan menghadapi perubahan di masa depan.

Proses penjurian dimulai dari survei employee engagement pada 1–6 Agustus 2025 yang diikuti ASN secara acak dari perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali. Tahap berikutnya berupa presentasi Sekda Provinsi Bali dan penilaian akhir yang berlangsung pada 13–14 Agustus 2025.

Managing Editor Kontan, Hendrika Yunapritta, dalam sambutan pembukaan malam penghargaan menegaskan pentingnya inovasi dan visi organisasi di tengah tantangan global.

“Kita menyadari bahwa organisasi saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Perubahan ekspektasi generasi kerja baru, percepatan transformasi digital, dan ketidakpastian ekonomi global menuntut kita untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner,” ujarnya.

Sementara itu, di Denpasar, Jumat (26/9), Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran di Pemerintah Provinsi Bali. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berinovasi dan membangun lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada masa depan,” ujarnya.

Dengan torehan empat penghargaan ini, Pemprov Bali dinilai berhasil menunjukkan komitmen dalam membangun budaya kerja yang produktif dan siap menghadapi tantangan era baru. (rls) 

Menteri LH Bersama Gubernur Bali Tanam Pohon di Taman Kehati Kesiman

Penanaman pohon di Kawasan Taman Kehati, Kesiman, Denpasar, tepatnya di tepi Tukad Ayung, pada Jumat (26/9/2025).
Penanaman pohon di Kawasan Taman Kehati, Kesiman, Denpasar, tepatnya di tepi Tukad Ayung, pada Jumat (26/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup  RI Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan penanaman pohon di Kawasan Taman Kehati, Kesiman, Denpasar, tepatnya di tepi Tukad Ayung, pada Jumat (26/9/2025).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Rentin, serta sejumlah tokoh masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan.

Menteri LH Hanif Faisol mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bali merespons bencana hidrometeorologi yang belakangan terjadi. Menurutnya, perubahan iklim global telah menyebabkan pola curah hujan di Bali semakin ekstrem.

“Curah hujan pada hari kejadian bencana tercatat 245,75 milimeter, artinya dalam satu meter persegi turun 245,75 liter air. Sementara kondisi lanskap kita di daerah aliran sungai (DAS) hanya menyisakan sekitar 1.500 hektare pepohonan. Ini tentu tidak cukup menahan debit air,” ungkap Hanif.

Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini akan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan lingkungan di Bali.

“Hari ini kita menanam di Taman Kehati, Denpasar, dan akan dilanjutkan di daerah-daerah penyangga lainnya, termasuk hulu sungai. Reboisasi dan penghijauan harus segera kita kerjakan. Bali harus punya pola dasar peningkatan resistensi menghadapi krisis global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hanif menekankan pentingnya mencermati kondisi Bali yang kian rentan terhadap perubahan iklim. “Bali memerlukan ketahanan lingkungan yang lebih kuat. Melalui kegiatan yang diinisiasi Bapak Gubernur hari ini, akan terus dilanjutkan ke daerah-daerah lain yang berperan penting sebagai daerah resapan air. Bagian hulu pun segera dilaksanakan reboisasi,” ujarnya.

Menurutnya, diperlukan langkah detail dan kajian mendalam yang saat ini sedang disusun bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian terkait dalam rangka menyusun program lingkungan hidup strategis.

“Hari ini menjadi momentum meningkatkan jumlah tanaman di taman-taman kehati, khususnya di Denpasar. Ke depan dilanjutkan dengan penambahan tanaman dan pemeliharaan terus-menerus untuk keanekaragaman hayati. Monitoring biodiversitas harus dilakukan setiap saat. Mari kita pertahankan Bali, teruslah menanam, teruslah menanam, teruslah menanam,” serunya.

Menteri Hanif juga menambahkan, dari total 49.500 hektar lahan, setidaknya 30 persen perlu ditanami kembali sebagai kawasan hutan. Selain itu, perlu dipadukan dengan perkebunan bernilai ekonomis sesuai tipologi masyarakat. “Kalau memang diperlukan penertiban dan penegakan aturan, harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ini untuk generasi mendatang,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Koster menegaskan pihaknya bersama jajaran pemerintah daerah dan pusat telah turun langsung memantau berbagai persoalan lingkungan, mulai dari alih fungsi lahan di sempadan sungai, pembuangan sampah sembarangan, hingga kepatuhan para investor.

“Semua DAS akan kita petakan dan audit kembali, mulai dari Tukad Ayung, Tukad Badung, Tukad Mati, hingga Tukad Unda. Kita buat tanggul, kita atur aliran agar tidak terlalu deras. Hotel-hotel juga wajib tertib mendukung keberlangsungan ekosistem. Jika melanggar, akan ada sanksi tegas,” ujar Koster yang disambut dukungan Menteri LH.

Sebagai bentuk nyata, penanaman di Taman Kehati Kesiman dan Lapangan Tembak Polda Bali kali ini melibatkan sejumlah bibit pohon, di antaranya Majegau sebanyak 50 pohon, Nagasari 25 pohon, Rejasa 25 pohon, Cempaka 50 pohon ,Mangga 150 pohon dan Nangka 200 pohon. (rls)

WNA Inggris Tenggelam di Pantai Legian Ditemukan Meninggal

Evakuasi WNA tenggelam di Pantai Legian, Kuta, Badung, Jumat (26/9/2025).
Evakuasi WNA tenggelam di Pantai Legian, Kuta, Badung, Jumat (26/9/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris, Harrison Edward Nada Kontounas (23), ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus saat berenang di Pantai Legian, Kuta, Badung.

Korban ditemukan pada Jumat (26/9/2025) siang, setelah tiga hari proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan penemuan korban terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam, tepatnya di arah barat laut titik kejadian.

“Evakuasi dilakukan menggunakan jetski Balawista, kemudian jenazah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana berwarna oranye terang. Pihak keluarga kemudian melakukan identifikasi di rumah sakit dan memastikan jenazah yang ditemukan adalah Harrison Edward Nada Kontounas.

Peristiwa nahas itu berawal ketika korban bersama dua rekannya berenang di area bendera merah yang menandakan zona berbahaya. Meski telah diperingatkan oleh petugas Balawista untuk keluar dari laut, ketiganya tetap berada di perairan. Dua orang berhasil kembali ke pantai, namun korban terseret arus kuat setelah dihantam gelombang.

Laporan kejadian pertama kali diterima Basarnas pada Rabu (24/9/2025) pukul 18.40 WITA. Tim SAR langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir pantai, meski pada malam hari penyisiran laut tidak memungkinkan dilakukan karena faktor keselamatan.

BMKG mencatat kondisi cuaca saat itu berawan dengan kecepatan angin 5–36 km/jam dari arah timur ke selatan. Kecepatan angin di atas 30 km/jam dikategorikan kencang sehingga berpengaruh terhadap kondisi perairan.

Dalam operasi pencarian, tim SAR melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Balawista, Polair, Ditsamapta Polda Bali, serta nelayan setempat. (ana)

234 Kasus Laka Lantas Terjadi di Tabanan dalam Tiga Bulan, 60 Persen Akibat Faktor Manusia

Kondisi truk terlibat kecelakaan berintun di jalur Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Tanjakan Samsam, Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (22/7/2025) pagi.
Kondisi truk terlibat kecelakaan berintun di jalur Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Tanjakan Samsam, Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (22/7/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan mencatat sebanyak 234 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang Juli hingga pertengahan September 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dipicu oleh faktor manusia, terutama karena kurangnya kendali pengendara terhadap batas kecepatan.

Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman, menyebutkan dalam kurun waktu tiga bulan itu terdapat 15 korban jiwa, sementara nilai kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp241,6 juta.

“Selain disebabkan kelalaian pengendara, sejumlah kecelakaan juga terjadi akibat hewan, seperti anjing, yang tiba-tiba melintas di jalan,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Rinciannya, pada Juli tercatat 84 kasus kecelakaan dengan korban 9 orang meninggal dan 97 orang luka ringan.

Agustus mengalami peningkatan dengan 103 kasus, menewaskan 5 orang dan melukai 125 orang. Sementara hingga 15 September, ada 47 kasus dengan 1 korban jiwa serta 63 korban luka ringan.

Anton menambahkan, dari keseluruhan kasus, kecelakaan tunggal mendominasi dengan 163 kejadian. Penyebab utamanya adalah kecepatan yang tidak terkendali dan tabrakan dengan hewan yang melintas.

Lokasi kecelakaan paling banyak ditemukan di jalur utama Denpasar–Gilimanuk, khususnya dari simpang Kediri hingga Samsam, Kerambitan.

“Di Banjar Dakdakan, Kediri, kecelakaan umumnya dipicu faktor manusia, terutama pada sore hari saat jam pulang kerja. Banyak pengendara yang kelelahan atau mengantuk setelah perjalanan dari Denpasar ke Tabanan sehingga konsentrasinya menurun,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Tabanan menempatkan personel di titik rawan tersebut setiap sore untuk mengatur arus kendaraan.

Selain itu, setiap pagi dilakukan sosialisasi melalui penerangan keliling guna memberikan edukasi dan imbauan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati. (ana) 

IGORNAS Gelar Festival Bulutangkis Piala Kemenpora U-15 Region Bali 2025

Festival Bulutangkis Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) U-15 Region Bali 2025 di Wijaya Badminton Hall, Peguyangan Kangin, Denpasar ini resmi dibuka pada Jumat (26/9/2025).
Festival Bulutangkis Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) U-15 Region Bali 2025 di Wijaya Badminton Hall, Peguyangan Kangin, Denpasar ini resmi dibuka pada Jumat (26/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) menggelar Festival Bulutangkis Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) U-15 Region Bali 2025.

Kejuaraan yang berlangsung di Wijaya Badminton Hall, Peguyangan Kangin, Denpasar ini resmi dibuka pada Jumat (26/9/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (28/9/2025).

Pembukaan dilakukan oleh Cokorda Raka Satriya Wibawa selaku Ketua Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali yang mewakili Kepala Disdikpora.

Festival ini diikuti 55 atlet junior putra dan putri dari jenjang SD hingga SMP se-Bali, terdiri dari 41 atlet putra dan 14 atlet putri.

Cokorda Raka Satriya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya festival ini. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah penting untuk menyalurkan bakat sekaligus mengasah kemampuan atlet muda bulutangkis di Bali. Ia berharap kejuaraan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ketua Umum IGORNAS, I Ketut Supardanayasa, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan menjaring bibit potensial bulutangkis di Bali.

Ia menegaskan, melalui kompetisi semacam ini diharapkan lahir atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemenang juara 1 dan 2 dari ajang ini akan mewakili Bali di level nasional,” jelasnya. (ana)