- Advertisement -
Beranda blog Halaman 117

Kabel Provider Semrawut di Ruas Jalan Raya Sading-Sempidi Dibersihkan 

Bupati Adi Arnawa saat pembersihan Kabel Provider (Jaringan Utilitas) di Ruas Jalan Raya Sading-Sempidi, Mengwi, Jumat (3/10).
Bupati Adi Arnawa saat pembersihan Kabel Provider (Jaringan Utilitas) di Ruas Jalan Raya Sading-Sempidi, Mengwi, Jumat (3/10).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kabel provider yang semrawut di sepanjang Jalan Raya Sading–Sempidi, Mengwi, mulai ditata. Pada Jumat (3/10/2025), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turun langsung memimpin penurunan dan pembersihan kabel sebagai bagian dari program beautifikasi daerah.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan Pemkab Badung sedang berfokus pada infrastruktur dan penataan kabel ini merupakan satu upaya menuju beautifikasi. Selain kabel, penataan juga pada normalisasi aliran sungai untuk memperindah wajah Kabupaten Badung sebagai daerah kunjungan wisatawan.

“Saya secara bertahap melakukan pembenahan, perbaikan dan penataan-penataan tidak saja di infrastruktur, kami mulai melebar ke sungai-sungai juga, kita lakukan normalisasi untuk mengantisipasi jangan sampai ada kejadian banjir seperti kemarin, kalau ada curah hujan tinggi setidaknya kita sudah mengambil langkah-langkah mitigasi,” ujarnya.

DLHK Badung juga sudah diperintahkan menata dari Bandara untuk melakukan beautifikasi kepada taman-taman. “Taman akan kita tata lagi dan akan kita tanam bougenville serta perindang, sehingga benar-benar siapapun yang datang ke Bali khususnya Badung ini, yang turun dari bandara itu benar-benar dapat menikmati landscape yang menarik,” imbuhnya.

Plt. Kadis PUPR Kabupaten Badung I Nyoman Karyasa mengatakan, kegiatan penurunan serta penataan utilitas di Kabupaten Badung ini rutin dilaksanakan dan Pemkab Badung melalui Dinas PUPR bekerjasama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dan Telkom Indonesia.

“Kegiatan ini sudah berlangsung secara bertahap dan seperti yang kita ketahui bersama kita ada beberapa ruas jalan yang sudah kita tata kabel-kabelnya, sekarang di titik ini dan berlanjut terus ke ruas-ruas jalan yang sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Seksi Intelijen Kejari Badung Gde Ancana, Kasat Pol PP Badung IGAK Suryanegara, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana beserta unsur tripika kecamatan, dan Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra. (rls)

Optimalisasi Pajak Daerah, Pemkab Badung Gelar Validasi dan Simulasi Penerbitan NPWPD dan NOPD

Wabup Bagus Alit Sucipta saat memberikan pengarahan serangkaian validasi dan simulasi penerbitan NPWPD dan NOPD di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (3/10).
Wabup Bagus Alit Sucipta saat memberikan pengarahan serangkaian validasi dan simulasi penerbitan NPWPD dan NOPD di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (3/10).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim Terpadu Optimalisasi Pajak Daerah (TOPD) Kabupaten Badung bersama Tim Validasi dari Badan Pendapatan (Bapenda) Badung melakukan validasi potensi pajak daerah dan simulasi penerbitan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) dan Nomor Objek Pajak Daerah (NOPD).

Hal ini dilakukan sebagai upaya optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak. Desa Tibubeneng dipilih menjadi obyek validasi potensi pajak, karena dari hasil pendataan, di wilayah Tibubeneng terdapat usaha paling besar sebagai potensi pajak daerah.

“Dari 19.829 potensi pajak hasil pendataan yang telah dilakukan Tim TOPD, di Tibubeneng terdapat potensi pajak yang paling besar yaitu sebanyak 2.901 potensi yang dapat dijadikan wajib pajak,” kata Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat memberikan pengarahan serangkaian validasi dan simulasi penerbitan NPWPD dan NOPD di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (3/10/2025).

Menurut Bagus Alit Sucipta, kegiatan pendataan maupun validasi potensi pajak ini sebagai wujud komitmen Bupati dan Wakil Bupati Badung untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak.

Diharapkan, Tim pendataan dari gabungan OPD dan Tim validasi dari Bapenda untuk bekerjasama, sehingga benar-benar mendapatkan hasil yang maksimal pendapatan badung di tahun 2026.

“Kami harapkan Tim dapat bekerjasama dan bertanggung jawab. Nanti kita akan minta laporan per Minggu berapa yang sudah bisa di NPWPD dan NOPD kan. Reward dan punishment juga akan kami terapkan untuk bekerja lebih maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Badung IB. Surya Suamba menjelaskan, hasil pendataan potensi pajak daerah oleh Tim TOPD dari 8 Juli hingga 21 Agustus 2025, dimana jumlah potensi pajak daerah di Badung yang terdata mencapai 42.294 usaha.

Dengan status sebanyak 8.588 atau 20,3 persen usaha sudah menjadi wajib pajak, 19.829 atau 46,88 persen usaha potensi dan 13.905 atau 32 persen usaha belum potensi pajak daerah. Berdasarkan hasil potensi, terdapat 15 Desa/Kelurahan dengan potensi pajak daerah tertinggi.

Ditambahkan pula, Tim validasi Bapenda telah melakukan validasi ke lapangan dan hasil validasi sudah mencapai 6.111 usaha.

Adapun kecamatan dengan potensi pajak paling tinggi adalah Kuta Utara. Untuk itu, tim menyelesaikan pendataaan pertama di wilayah Desa Tibubeneng dengan pola door to door, mendatangi masing-masing tempat usaha dengan dibantu aparat setempat dari Perbekel hingga Kelapa Lingkungan.

“Terlebih dahulu kita informasikan untuk menyiapkan data-data. Sehingga proses penerbitan NPWPD bisa online di tempat,” terangnya, seraya menambahkan bila ada usaha yang tidak kooperatif akan terdata di sistem dan diberikan peringatan pertama, kedua dan ketiga. Bila tidak kooperatif usaha tersebut sementara akan ditutup.

Acara tersebut dihadiri Sekda Badung IB. Surya Suamba selaku Ketua Tim Terpadu Optimalisasi Pajak Daerah didampingi Kepala Bapenda Ni Putu Sukarini, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) I Made Agus Aryawan, Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana dan pejabat terkait lainnya. (rls)

Rumah Tak Layak Huni di Bali Bakal Dihapus Mulai 2026 

Kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Fahri Hamzah di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat (3/10/2025).
Kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Fahri Hamzah di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat (3/10/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Fahri Hamzah di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat (3/10/2025).

Pertemuan ini membahas penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), pemukiman kumuh, serta desain kawasan perkotaan dan perdesaan Bali agar sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster melaporkan kondisi Bali pasca-banjir besar akibat curah hujan tertinggi dalam 70 tahun yang dipicu badai equatorial Rossby.

Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah menyalurkan santunan masing-masing Rp15 juta per kepala keluarga terdampak.

Sementara pedagang Pasar Badung yang kehilangan dagangan mendapat ganti rugi sebesar Rp3,4 miliar sesuai data omzet dari pengelola pasar. Bantuan kepada korban banjir di Tabanan dan Jembrana juga telah disalurkan senilai Rp 1 M lebih.

“Semua rumah rusak sudah tertangani, jalan dan jembatan sedang diperbaiki, dan ke depan kami audit empat sungai besar untuk reboisasi serta penataan ulang. Mitigasi bencana harus lebih kuat,” ujar Koster.

Terkait perumahan, Gubernur mengungkapkan berdasarkan data terdapat 33.086 unit rumah tidak layak huni di Bali, terbanyak di Kabupaten Karangasem. Pemerintah menargetkan seluruh RTLH itu selesai ditangani pada 2029 melalui kolaborasi APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten/Kota.

“APBN akan membantu lebih dari 12 ribu unit rumah, sementara provinsi menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada kabupaten/kota, terutama enam daerah yang fiskalnya lemah. Kami juga menggandeng CSR dan gotong royong ASN,” jelas Koster.

Dalam paparannya, Gubernur Koster menekankan kekhasan Bali yang masih memiliki desa adat kuat, tingkat ekonomi di atas rata-rata nasional, angka kemiskinan terendah di Indonesia, pengangguran terendah, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) peringkat lima nasional. Angka harapan hidup masyarakat Bali pun tertinggi di Indonesia, sementara prevalensi stunting terendah.

Meski demikian, ia menyoroti kesenjangan fiskal antarwilayah, alih fungsi lahan yang mencapai 700 hektar per tahun, masalah kemacetan, dan sampah yang meningkat seiring tingginya arus wisatawan.

“Pariwisata menyumbang 66 persen perekonomian Bali, namun sangat sensitif terhadap bencana dan isu keamanan. Karena itu, kami sedang merancang transformasi ekonomi agar Bali bisa bertahan dengan atau tanpa pariwisata,” tambahnya.

Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menyebut Bali sebagai jantung pertumbuhan nasional sekaligus etalase Indonesia di mata dunia. Menurutnya, perumahan dan permukiman di Bali harus mencerminkan standar internasional.

“Industri pariwisata paling distributif dan demokratis karena langsung menyebarkan kesejahteraan ke masyarakat. Bali dengan 6,5 juta wisatawan asing adalah wajah Indonesia. Maka desain perumahan dan pemukiman di sini harus terintegrasi, modern, tetapi tetap menghormati budaya lokal,” kata Fahri.

Ia menjelaskan, kementerian menargetkan renovasi 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia dan mendorong hingga 1 juta unit. Untuk Bali, fokus diarahkan pada penghapusan RTLH mulai tahun depan, termasuk penataan kawasan kumuh seluas 12 km² di sekitar sungai dan pesisir.

“Kawasan pesisir Bali harus kita jadikan bercahaya seperti Maldives, menjadi kampung nelayan modern yang higienis dan ramah wisata,” ujarnya.

Fahri juga menekankan pentingnya perumahan bersusun di perkotaan agar tidak lagi memakan lahan subur.

“Bali punya aturan budaya tentang batas ketinggian bangunan, itu kita hormati. Namun, kita bisa adaptasikan konsep rumah bersusun dua-tiga lantai sebagai perumahan subsidi bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Gubernur Koster menyampaikan bahwa konsep Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun akan menjadi pedoman jangka panjang.

Salah satunya mengatur pengendalian alih fungsi lahan, pengendalian jumlah wisatawan asing, serta konsolidasi lahan di kawasan padat penduduk.

“Jika alokasi perumahan bisa ditambah pada 2026, kami optimistis RTLH di Karangasem, Gianyar, Jembrana, dan Bangli bisa dipercepat penyelesaiannya. Bali harus menjadi wajah terbaik Indonesia,” pungkas Koster. (ana)

Sidang Etik Oknum Anggota Polsek Baturiti Tunggu Putusan Pidana, Kapolres Tabanan Evaluasi Anggota

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus penjambretan kalung emas yang dilakukan seorang oknum anggota Polsek Baturiti berinisial AIPTU I Wayan S, hingga kini masih bergulir. Proses hukum terhadap tersangka ditangani langsung oleh Polres Buleleng, sementara yang bersangkutan saat ini juga ditahan di sana.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menegaskan, untuk penanganan perkara tersebut, pihaknya mengedepankan proses hukum pidana terlebih dahulu. Setelah ada putusan tetap di pengadilan, barulah sidang kode etik profesi Polri bisa dilaksanakan.

“Sidang etik tidak bisa dilakukan bersamaan dengan pidana. Jadi kita menunggu putusan pengadilan terlebih dahulu, baru kemudian proses etik berjalan,” jelasnya, Jumat (3/10/2025).

Pasca mencuatnya kasus ini yang dinilai mencoreng nama baik institusi Polri, Kapolres Tabanan mengaku telah melakukan evaluasi internal terhadap seluruh jajarannya. Arahan khusus diberikan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kami berikan arahan khusus kepada seluruh personel agar kejadian seperti ini tidak terulang. Jika ada permasalahan internal, baik keluarga maupun kedinasan, saya minta disampaikan secara berjenjang agar bisa dicarikan solusi bersama-sama,” tegasnya.

Seperti diketahui, anggota Polisi yang bertugas di Polsek Baturiti, Tabanan, berinisial AIPTU I Wayan S, terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (penjambretan) di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa (30/9/2025) siang.

AIPTU I Wayan S sendiri bertugas sebagai PS Kasihumas Polsek Baturit, Polres Tabanan. Dalam aksinya, pelaku melakukan pencurian kalung milik seorang pedagang disertai kekerasan, sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh masyarakat sekitar dan aparat kepolisian. Korbannya adalah pemilik warung bernama Kadek Suartini (50).

Berdasarkan pengakuannya, ia nekat melakukan penjambretan karena terdesak kebutuhan ekonomi yakni memiliki beban hutang hingga ratusan juta rupiah dan beberapa tagihan cicilan yang jatuh tempo pada hari kejadian.

Namun, motif ekonomi tidak dapat dijadikan alasan pembenaran. Proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara tegas, transparan, dan tidak ada toleransi. (ana)

Warung Sembako di Penebel Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar

Kebakaran di warung sembako di Banjar Dinas Babahan Kanginan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis (2/10/2025) sore.
Kebakaran di warung sembako di Banjar Dinas Babahan Kanginan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis (2/10/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebakaran terjadi di warung sembako di Banjar Dinas Babahan Kanginan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis (2/10/2025) sore. Dalam insiden ini, pemilik warung I Nyoman Suarnaka mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Kapolsek Penebel AKP Gusti Kade Alit Murdiasa ketika dikonfirmasi Jumat (3/10/2025) membenarkan insiden kebakaran tersebut. Ia menyebut, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Api diduga muncul akibat sambaran api tungku kayu bakar ke uap bahan bakar jenis Pertalite yang disimpan dalam satu ruangan warung.

“Berdasarkan keterangan saksi, saat korban sedang memasak air dengan kayu bakar sekaligus menuang pertalite ke jerigen kecil, tiba-tiba uap Pertalite tersambar api. Api langsung membesar dan membakar isi warung,” terang AKP Murdiasa.

Masyarakat sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, sambil menunggu bantuan pemadam kebakaran. Tiga unit mobil damkar dari Pemkab Tabanan tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 Wita. Api berhasil dipadamkan total pada pukul 18.30 Wita.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bakar sekitar 7–8 persen di bagian kaki. Sementara kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp70 juta.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun korban mengalami luka bakar dan saat ini sudah mendapat penanganan medis,” tambah Kapolsek Penebel.

Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari sambaran tungku kayu bakar terhadap uap pertalite yang tersimpan di warung. (ana)

Pelabuhan Perikanan Bali Barat Senilai Rp1,2 Triliun Segera Dibangun

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Wahyu Sakti Trenggono, pada akhir September 2025 di Jakarta.
Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Wahyu Sakti Trenggono, pada akhir September 2025 di Jakarta.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Wahyu Sakti Trenggono, pada akhir September 2025 di Jakarta. Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Pengambengan, Jembrana Bali.

Kedua di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1981 ini kompak akan mengawal pembangunan proyek senilai Rp 1,2 triliun ini.

Dalam pertemuan itu, Menteri Trenggono dan Gubernur Koster sepakat potensi kelautan dan perikanan wilayah Bali sangat luar biasa harus dikelola secara baik. Hal ini demi meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Jembrana dan seluruh daerah di Pulau Dewata.

Menteri Trenggono juga memastikan proyek senilai Rp1,2 triliun tersebut sudah memasuki tahap akhir persiapan. Proses tender telah selesai dengan pemenangnya telah ditetapkan. Pembangunan dijadwalkan mulai Desember 2025 serta ditargetkan rampung akhir 2026.

Menteri berharap dukungan penuh Gubernur Koster agar proyek strategis ini berjalan lancar sesuai rencana. Menanggapi hal tersebut, Koster menegaskan komitmennya untuk mendukungnya karena semua ini untuk kesejahteraan masyarakat Bali khususnya di Jembrana.

“Pelabuhan perikanan ini sangat penting di Bali untuk memberdayakan sumberdaya kelautan dan perikanan wilayah Bali yang sangat potensial. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Jembrana dan kabupaten lain di Bali,” jelas Gubernur Bali dua periode ini, Kamis (2/10/2025) di Denpasar.

Selain meningkatkan daya saing sektor perikanan, pembangunan ini juga diyakini mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi Bali bagian barat yang selama ini relatif tertinggal.

Pertemuan antara Koster dan Trenggono berlangsung hangat. Kedua tokoh ini memiliki kedekatan sejak sama-sama menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1981.

Komunikasi dan koordinasi pembangunan Bali berjalan sangat cair dan tampak keduanya saling memberi dukungan untuk pembangunan Bali berkelanjutan. (rls)

DPRD Tabanan Dorong Pemda Tingkatkan PAD Hingga 1 Triliun

Banggar DPRD Tabanan menggelar rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas rancangan KUA-PPAS RAPBD Induk 2026 di ruang rapat pleno DPRD, Kamis (3/10/2025).
Banggar DPRD Tabanan menggelar rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas rancangan KUA-PPAS RAPBD Induk 2026 di ruang rapat pleno DPRD, Kamis (3/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan menggelar rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas rancangan KUA-PPAS RAPBD Induk 2026 di ruang rapat pleno DPRD, Kamis (2/10/2025).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa bersama jajaran Banggar, sementara dari pihak eksekutif hadir Ketua TAPD sekaligus Sekda Tabanan I Gede Susila.

Agenda pembahasan difokuskan pada strategi peningkatan pendapatan daerah, menyusul adanya penurunan dana transfer pusat yang mencapai Rp101,475 miliar.

Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa menegaskan, pihaknya ingin mengetahui langkah eksekutif dalam menutupi kekurangan dana tersebut. Menurutnya, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tabanan 2026 ditetapkan naik sekitar 18 persen menjadi Rp879 miliar lebih.

“Kami berharap target PAD bisa ditingkatkan secara bertahap. Saya mendorong agar PAD Tabanan mampu menembus Rp1 triliun pada 2026,” tegas Arnawa.

Ia menambahkan, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan PAD. Di antaranya, penerapan sistem e-ticketing di tiga DTW unggulan Tabanan yakni Tanah Lot, Ulun Danu Beratan, dan Jatiluwih serta pemanfaatan aset daerah yang dinilai belum maksimal.

“Usulan e-ticketing ini sudah sejak lama kami dorong, tapi belum terealisasi. Selain itu, aset daerah seperti di Nyanyi, Beraban, yang disewa pihak swasta harus jelas kontribusinya untuk daerah. Begitu juga aset lain perlu dimaksimalkan,” ungkapnya.

Arnawa juga mendukung rencana Pemkab Tabanan untuk mencontoh sistem e-ticketing yang sudah diterapkan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, maupun di Kabupaten Gianyar. “Kalau itu bisa diterapkan, saya yakin target PAD Rp1 triliun bisa tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila membenarkan adanya penurunan dana transfer pusat. Kendati demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan sesuai rencana APBD 2026, sembari menunggu kemungkinan adanya tambahan dana, seperti Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Kami tetap berpatokan pada program yang sudah disusun, sembari melihat peluang adanya bantuan lain,” jelasnya. (ana)

Jatiluwih Raih Penghargaan Internasional Green Destinations Top 100 Stories 2025

Desa Jatiluwih. (Foto: DTW Jatiluwih)
Desa Jatiluwih. (Foto: DTW Jatiluwih)

PANTAUBALI.COM, INTERNASIONAL – Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, kembali menorehkan prestasi di kancah Internasional. Dalam ajang Green Destinations Top 100 Stories 2025 yang digelar di Montpellier, Prancis, Jatiluwih diumumkan sebagai salah satu destinasi berkelanjutan terbaik dunia.

Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, John Ketut Purna, mengatakan Jatiluwih menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih penghargaan prestisius tersebut tahun ini.

“Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Jatiluwih. Kami menjaga tradisi bukan untuk dikenang, tapi untuk dijalani bersama generasi mendatang,” ujar John penuh rasa syukur, Kamis (2/10/2025).

Dari lebih dari 600 destinasi di 60 negara, Jatiluwih berhasil menembus daftar elit ini dengan cerita inspiratif berjudul “Green Miracle in a Cultural Heritage Living Museum”. Kisah tersebut mengangkat warisan Subak—sistem irigasi tradisional Bali yang diakui UNESCO—yang mampu hidup berdampingan dengan pariwisata modern tanpa kehilangan jati dirinya.

Seleksi Green Destinations dikenal sangat ketat, dengan kriteria internasional yang menilai aspek keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya, hingga tata kelola. Jatiluwih membuktikan bahwa harmoni antara alam, budaya, dan masyarakat bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan sehari-hari.

Bagi Jatiluwih, penghargaan ini menjadi bukti nyata kerja keras petani, pemuda desa, dan masyarakat dalam menjaga Subak tetap lestari. Sawah yang digarap bukan sekadar sumber pangan, tetapi juga warisan budaya sekaligus doa yang diwariskan lintas generasi.

Prestasi ini sekaligus melengkapi deretan pengakuan internasional Jatiluwih, setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Best Tourism Village in the World oleh UN Tourism pada 2024.

Ke depan, Jatiluwih berkomitmen menjaga desanya sebagai destinasi wisata regeneratif—yaitu pariwisata yang tak hanya mempertahankan budaya, alam, dan tradisi, tetapi juga memulihkan ekosistem, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan prinsip regenerative tourism, setiap wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terhubung, belajar, dan pulang membawa inspirasi tentang bagaimana hidup selaras dengan alam, budaya, dan masyarakat. (ana)

Petugas Razia dan Tes Urine Warga Binaan Lapas Tabanan

Rasia di Lapas Tabanan, Kamis (2/10/2025).
Rasia di Lapas Tabanan, Kamis (2/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali menggelar razia sekaligus tes urine bagi Warga Binaan, Kamis (2/10/2025).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga situasi Lapas tetap aman, kondusif, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen jajaran dalam memberantas peredaran barang terlarang di dalam Lapas.

“Penggeledahan dan tes urine ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud keseriusan kami menciptakan Lapas Tabanan yang bersih dan aman. Dengan kondisi kondusif, program pembinaan bagi Warga Binaan bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Razia menyasar sejumlah titik strategis tempat Warga Binaan beraktivitas, seperti dapur, ruang serbaguna, dan bengkel kerja. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang-barang terlarang.

Sementara itu, tes urine dilakukan oleh tim medis Lapas di Aula Candra Prabhawa terhadap 15 Warga Binaan yang dipilih secara acak. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Tabanan, Wayan Surya Wirawan, menambahkan pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Hasil tes urine hari ini cukup menggembirakan, namun kami tidak boleh lengah. Upaya pencegahan peredaran barang terlarang akan terus dilakukan demi terciptanya Lapas yang bebas gangguan kamtib,” tegasnya. (ana)

Deteksi Banjir, 4 Aliran Sungai Besar di Bali Bakal Dipasangi Alarm

Gubernur Bali I Wayan Koster.
Gubernur Bali I Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut empat aliran sungai atau tukad besar di Bali akan dipasangi alarm banjir.

Alarm tersebut dipasang untuk mendeteksi bencana banjir saat curah hujan tinggi sehingga masyarakat dapat mengantisipasi sejak dini dampak yang bisa ditimbulkan.

Adapun empat sungai tersebut yakni Tukad Badung yang terletak di Kota Denpasar, Tukad Mati di Kabupaten Badung, Tukad Unda di Kabupaten Klungkung dan Tukad Ayung di Kabupaten Gianyar.

“Nanti akan ada peralatan khusus yang bisa mendeteksi ketinggian air saat curah hujan tinggi. Pada ketinggian tertentu alat tersebut mengeluarkan bunyi peringatan,” kata Gubernur Koster usai menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Kamis (2/10/2025)

Ia menjelaskan, pemasangan alarm banjir akan dilakukan mulai 2026 dengan melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS), pemerintah kabupaten/kota, serta Pemprov Bali. Hal ini mengingat sungai-sungai tersebut tidak hanya melintasi satu wilayah kabupaten.

Selain pemasangan alarm, Pemprov Bali juga menyiapkan langkah mitigasi lain, seperti normalisasi sungai, audit wilayah aliran sungai dari hulu hingga hilir, serta pemantauan Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Saat ini banyak terjadi pendangkalan sungai di wilayah DAS yang perlu dikeruk. Kalau ada kawasan yang gundul, maka harus direboisasi dan direvitalisasi,” tegas Koster. (ana)