- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1082

Jagir Printing Advertising Pantang Menyerah

*

Pantaubali.com – Denpasar – Jagir Printing advertising mungkin bukan nama yang asing lagi di dunia jasa reklame dan sejenisnya hampir, 70% jasa reklame dan segala bentuk baliho dengan berbagai ukuran dikerjakan oleh tangan dingin Gede Agus Weda atau yang akrab disapa Jagir ini yang pantang menyerah menggeluti bisnis tersebut. Meski masih muda usaha yang dijalankannya ini membuat namanya sangat dikenal di berbagai kalangan mulai dari politisi, pengusaha, pemerintahan, dunia entertainment bahkan hingga masyarakat sipil. Meski tergolong pengusaha muda yang sukses Weda Jagir tetap menjadi pribadi sederhana yang tak pernah memilih dalam bergaul.

Pekerjaan ini akhirnya membuka pergaulan Agus Weda sehingga bisa diterima dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Mengawali usahanya di 2006, pria bertato namun sedikit bicara ini tidak memiliki keraguan sedikitpun untuk memulai karir dan bisnis di dunia Advertising. Apalagi pada zaman itu jumlah kreator yang bergerak di bidang jasa reklame masih bisa dihitung dengan jari. Artinya untuk bisnis printing dan advertising ini bisa dibilang masih minim. Selain itu pada zaman itu baliho masih bisa terpasang bebas di berbagai sudut kota untuk menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat yang membacanya. Tapi saat ini semua mulai dibatasi dengan aturan sehingga ruang gerak pun mulai sedikit terbatas.

Bermodalkan kreativitas dan seni Agus Weda atau Jagir menawarkan berbagai jasa reklame printing indoor dan outdoor serta interior dan eksterior ke konsumen yang tentunya disambut dengan respon positif dari mereka. Bahkan tak jarang beberapa konsumen menggunakan jasa Jagir Printing dan tak ingin pindah ke tempat lain.

Seain iu Weda Jagir mengakui, seiring perkembangan zaman dan modernisasi dunia advertising dirinya tak lagi bisa sendiri merajai bisnis ini. Mau tidak mau mulai bermunculan pesaing-pesaing yang tentunya harus siap dihadapinya dengan berbekal kreatifitasnya. Modernisasi diakui membuat semua orang berpeluang untuk mendapat tempat khususnya dalam bisnis reklame dan sejenisnya.

Dirinya menggambarkan bila dulu orang harus punya kamera foto dengan harga puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus namun saat ini cukup dengan smartphone ditambah permainan editan komputer semua bisa dikerjakan dengan cepat. Namun dirinya juga meyakini bisnis yang dijalankannya adalah bisnis kreatif yang membutuhkan pemikiran yang cerdas yang dipadukan dengan nilai seni sehingga suatu karya bisa memiliki pesan yang siap disampaikan dan terbaca oleh orang yang melihatnya. “Saya tetap bertahan di bisnis yang saya rintis dari nol ini, saya yakin meski semua berpeluang untuk mempunyai usaha yang sama namun yang namanya selera apalagi nilai seni pasti masing-masing punya poin.

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

Buat saya yang penting tetap jaga kualitas dan profesional pasti orang tetap akan pakai jasa kami,” ungkap pria yang hobi otomotif, memelihara burung dan anjing ini.
Mendapat dukungan penuh dari istri tercinta Eka Dwi Yanthi tentu bisa menjadi semangat tersendiri untuk ayah 3 orang anak ini. Pada saat-saat tertentu biasanya selalu banyak dimanfaatkan seperti Pemilu, Pilkada, event-event besar, konser musik dan acara lainnya. Tamatan sarjana akuntansi Universitas Warmadewa ini berusaha menjual ide kreatifnya dalam sebuah karya yang diharapkan bisa menyampaikan pesan kepada orang lain, inilah nilai lebih dari bisnis yang pihaknya geluti hingga saat ini. Usahanya yang berada di Jalan Tukad Balian, Gang Jagir ini, selalu disibukkan dengan pengerjaan baliho mulai dari ukuran kecil hingga besar, spanduk berbagai ukuran dan layanan reklame lainnya.
“Konsumen buat kami bukan hanya sebagai rekan kerja yang butuh jasa kami, tapi menurut saya mereka adalah bagian dari usaha saya sehingga kami masih bisa bertahan di tengah gempuran persaingan bisnis advertising ini. Karenanya tali silaturahmi persaudaraan dan komunikasi selalu kita jaga agar hubungan bisa berkesinambungan,” ungkap Jagir. Tidak jarang pengguna jasa advertisingnya ini selalu datang dan datang lagi yang menunjukkan kinerja Jagir Printing dan Advertising ini sangat serius memenuhi keinginan konsumen. Bahkan beberapa event besar sukses di tangan pria yang suka naik motor besar ini.
“Jatuh bangun meraup untung atau rugi untuk pengusaha lokal sekelas saya menjadi hal biasa, yang paling penting adalah bagaimana menjaga kepercayaan dengan menunjukkan profesional serta bagaimana bisa bangkit dan tetap percaya dan yakin bahwa kita tepat di bisnis ini menjadi faktor utama yang membuat Jagir bisa tetap dipercaya konsumen hingga saat ini,” tutupnya. sambil tersenyum tipis.

Pembangunan Pasar Kediri Di Kebut ” 100 Hari Kerja “

Pantaubali.com-Tabanan-Pemerintah Tabanan makin gencar membangun dan memperlengkapi sejumlah infrastruktur penopang dan pendorong perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan. Dengan melakukan pembangunan pasar tradisonal Kediri, Tabanan.

Kepala Disperindag Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana mengatakan, pasar pada intinya menjadi salah satu pusat jual-beli. Sehingga pada pasar Kediri perlu dilakukan pembangunan agar lebih luas pedagang nantinya dapat berjualan.

Dibangunnya pasar Kediri menggunakan angaran yang diberikan oleh pemerintah pusat secara langsung melalui dana APBN Kementerian Perdagangan RI 2018 sebesar Rp 5,7 miliar. Tetapi pasar Kediri tersebut berdasarkan dari hasil lelang umum secara nasional pasar tersebut dimenangkan oleh PT. Jon dan Ro dengan nilai hasil kontrak pelelangan sebesar Rp 4,6 miliar.

“Tahapan pembangunan pasar Kediri mulai 12 September 2018 selama 100 hari kerja,” jelasnya.

Pembanguanan pasar kediri tidak bertingkat. Karena pasar rakyat konsepnya sederhana dengan bentuk kios dan los. Luas pembangunan pasar Kediri tersebut 1100 m2. Dengan bangunan sebanyak 90 kios dan 160 los.

“Pasar ini nantinya dapat menampung 250 pedagang. Proyek pembangunan pasar sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor bersangkutan saat ini,” ungkapnya.

Untuk pedagang pasar Kediri karena mereka harus tetap berjualan. Maka pedagang pasar direlokasikan sementara sebelah utara pasar. Artinya masih ada ruang untuk pedagang berjualan.

“Kami berharap pembangunan pasar sesuai dengan jadwal dan perjanjian kontak. Agar secepatnya dapat diselesaikan,” tandasnya.

Ajarkan Tertib Lalu Lintas ” Polres Badung Kenalkan Program Police Go To School “

Pantaubali.com – Badung – Pendekatan Pendekatan kepada anak anak terus digencarkan satuan lalu Lintas Polres Badung, melalui Program Police Go To School, Polres Badung berupaya memberikan pemahaman pemahaman tentang tertib berlalu lintas dan pengenalan tugas tuigas Kepolisian.

Setelah beberapa sekolah menengah tingkat atas dan sekolah menengah pertama, kali ini Satuan lalu LIntas Polres Badung dibawah Pimpinan Kasat lantas AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti S.H., MSi melalui Unit Dikyasanya menyasar Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini.

Hari ini, Rabu (19/09) Sosialisasi tertib berlalu lintas oleh Unit Dikyasa sat lantas Polres Badung dilaksanakan di Sekolah High Scope Indonesia Bali di jalan Muding Indah X No.3 Kerobokan Kaja-Kuta Utara Badung.

Dalam Sosialisasi tersebut, Unit Dikyasa memperkenalkan Taman lalu Lintas yang bertujuan untuk memperkenalkan profesi polisi lalu lintas sehingga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap aturan berlalu lintas.

Selain itu, petugas kepolisian juga mengajak peran serta orang tuan untuk menerapkan Transportasi Murah dan Merakyat yaitu membiasakan anak anak untuk bersepeda.

Kepala Sekolah High Scope Indonesia Bali Ni Nyoman Ayu Sri Yuliani , S.H mengungkapkan “ kami sangat menyambut baik kegiatan Kepolisian ini, kegiatan ini akan mampu untuk menambah wawasan anak anak kami dalam aturan berlalu lintas serta semakin bersahabatnya anak anak dengan Polisi “ Ungkap Sri Yuliani.

Kasat Lantas Polres Badung AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti S.H., MSi mengungkapkan “ kegiatan ini akan terus kami laksanakan ,masuk ke sekolah sekolah sehinga mampu meminimalisir pelanggaran, kecelakaan lalu Lintas” terangnya

Di Duga Karena Konsleting Listrik ” Gudang Kayu Terbakar “

Pantaubali.com – Tabanan – Sebuah gudang penyimpanan kayu bakar milik I Made Murya Asta Jaya di banjar Lebah, Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, mengalami kebakaran, Selasa (18/9) sekitar pukul 12.00 Wita.

Diduga, kebakaran tersebut terjadi lanataran adanya arus pendek listrik yang menimbulkan percikan api hingga menyambar bagian plafon gudang kayu tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran gedung yang memiliki ukuran 3×2.5 meter ini diketahui oleh seorang saksi bernama I Nyoman Mudiana (tetangga) yang saat itu sedang istirahat di rumahnya. Saat sedang asik beristirahat, seorang saksi lainnya justru berteriak dan menyampaikan bahwa gudang penyimpanan kayu bakar milik korban terbakar.

Sontak, saksi yang mendengar kabar tersebut pun langsung bergegas menuju TKP untuk mencoba memadamkan api. Namun, ia pun sempat berjibaku untuk memadamkan api dengan alat seadanya dan tak berhasil juga. Untungnya tak lama berselang petugas pemadam kebakaran datang membantu dan api berhasil dipadamkan 30 menit pasca terjadinya kebakaran.

“Iya bagian plafon sebuah gudang penyimpanan kayu bakar yang mengalami kebakaran. Api sudah berhasil dipadamkan oleh masyarakat dibantu tim pemadam kebakaran,” ujar Kapolsek Kerambitan, Kompol I Wayan Suana, Selasa (18/9).

Kompol Suana melanjutkan, diduga kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik yang menimbulkan percikan api dan menyambar tumpukan karung plastik hinga terbakar. Kemudian karena plastic yang terbakar tersebt meleleh akhirnya menyebabkan tumpukan kayu bakar yang sudah kering juga kebakaran hingga si jago merah juga merambah bagian plafon gudang.

Akibat kejadian tersebut, kata dia, korban mengalami kerugian material sekitar Rp 10 Juta.

“Untungnya tidak ada korban dalam peristiwa ini,” tandasnya.

Spesialis Jambret Wisatawan Asing Di Door

Pantaubali.com – Badung – Timah panas petugas mengakhiri perlawanan Kadek Bukit alias Dek Mer (21).

Sebelumnya petugas Kepolisian dari Polsek Kuta Utara menerima 4 laporan penjambretan di wilayah Hukumnya, setelah melakukan penyelidikan, petugas mengendus pelaku penjambretan.

Hasilnya penyelidikan petugas pun membuahkan hasil, penyelidikan Petugas mengarah kepada pelaku Dek Mer yang bersembunyi di kampung Halamannya Desa Tianyar Karangasem.

Setelah diintai selama dua hari oleh Petugas, akhirnya Dek Mer berhasil diringkus dirumahnya oleh petugas,Jumat (14/09). Namun sebelum di tangkap, DekMer sempat memberikan perlawanan dengan mengeluarkan sebilah pisau dari dalam rumahnya memberikan ancaman kepada petugas, petugas pun memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkannya, pelaku pun sempat lari namun timah panas petugas lebih cepat menghampiri kaki sebelah kanannya dan pelaku langsung tak berkutik.

“ Pelaku mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 9 kali di Wialayah Hukum Polres Badung dan Denpasar dan kami menerima 4 laporan di Polsek Kuta Utara yang lain masih kami telusuri, Pelaku juga melakukan aksinya dengan rekannya Berinisial WB dan kami masih melakukan perburuan” terang Kapolsek Kuta Utara AKP Johhannes H.W.D Nainggolan,S.I.K pada saat menunjukkan pelaku dan barang bukti,Selasa (18/09)

Kanit reskrim Polsek Kuta Utara IPTU Androyuan Elim,S.I.K menambahkan bahwa pelaku ini sangat meresahkan di Kuta Utara “ Modusnya pelaku membuntuti korbannya yang sedang memegang handphone untuk mencari alamat menggunakan aplikasi Google Maps, begitu mendapatkan kesempatan pelaku langsung mengembat dan kabur membawa Handphone korbannya, barang buykti yang kami temukan ditangan pelaku 2 buah Handphone dan 1 Unit Sepeda Motor jenis N Max dengan Plat Nomor palsu” imbuh mantan kanit 1 Reskrim Polresta Denpasar ini

Bawa 8 Delapan Paket Sabhu dan 5 lima Butir Ekstasy, Residivis Ditangkap Lagi

Pantaubali.com – Badung – EDY Simeon (56) rupanya tak kapok pernah masuk penjara. Ia adalah Residivis dalam kasus penyalahgunaan Narkotika yang pernah meringkuk selama 1 tahun di dalam penjara dan bebas pada tahun 2015 lalu.

Kini ia harus meringkuk kembali di Jeruji Besi, ia tertangkap Senin,(03/09) lalu di Jalan Gunung Talang bajnar Bhuana Indah Padang Sambian Denpasar Barat pada saat menunggu pembelinya.

Dari tangannya petugas menemukan 8 (Delapan) paket Sabhu dan 5( lima) butir Ekstasy yang disimpannya dalam tas Slempang.

Informasi yang diterima bahwa Putranya juga dibekuk sat Res Narkoba Polresta Denpasar seminggu lalu dalam kasus yang sama.

“ pelaku merupakan target Operasi kami selama sebulan terakhir ini, ia kerap berpindah pindah tempat tinggal, pelaku dalam mengedarkan Narkoba di kendalikan dari dalam salah satu Lapas di Bali” beber kasat Narkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi,S.H saat menunjukkan hasil tangkapan dalam sepekan terakhir ini,Rabu (13/09)

Selain menangkap EDY Simeon, Sat Narkoba POlres Badung juga menggulung dua pengedar lainnya yaitu I Putu Yoga Sanjaya (24) di Jalan A yani Utara dengan barang bukti 1 paket sabhu seberat 0,26 gram yang didimpannya di lantai Kosnya, selain itu I kadek Ardika juga di bekuk karena menyimpan 1 (satu) paket sabhu seberat 0,36 gram di saku celananya.

“ kami akan terus memburu pelaku pelaku penyalahguna narkoba untuk menyelamatkan para generasi muda dari ancaman Narkotika “ beber perwira Asal Penebel Tabanan ini

Melawan ” Spesial Jambret Wisatawan Asing Di Dor “

Pantaubali.com – Badung – Polsek Kuta Utara di back Up Tim Jatanras Polda Bali terpaksa melumpuhkan pelaku Penjambretan spesialis menyasar Warga Negara Asing,kamis (19/09) lalu

Penangkapan pelaku penjambretan yang sempat memberikan perlawanan kepada petugas tersebut di lakukan di Kos Kosan pelaku di jalan mataram Kuta Badung.

Pelaku I Komang Punduh (26) asal Tianyar Karangasem ini tertatih tatih pada saat Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H.W.D Nainggolan,S.I.K merilis hasil pengungkapan kasus penjambretan yang menyasar WNA di Mapolsek Kuta Utara,Minggu (09/09).

AKP Johannes mengungkapkan “ pelaku melakukan penjambretan di wilayah Kuta Utara menyasar Warga Asing yang sedang mencari alamat dengan memegang handPhonnya dan pelaku langsung merampas dan melarikannya, terakhir pelaku melakukan kejahatanya itu di jalan Raya Batu Bolong korban GEORGIA LOUISE PITKIN asal Inggris, 16 Agustus 2018 lalu” Ungkapnya

Ditambahkannya, “ pelaku pada saat dilakukan penangkapan melawan petugas untuk berusaha melarikan diri, tembakan peringatan tidak diindahkan dan terpaksa ditembak mengenai kaki kirinya” Imbuhnya

Pelaku mengakui sering melakukan penjambretan kepada Warga Negara Asing, dari pengakuan pelaku ia telah melakukan lebih dari tiga kali di TKP sekitar Seminyak Kuta dan Wilayah Kuta Utara.

Kini ia harus mendekam di jeruji besi Mapolsek Kuta Utara guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ribuan Layangan Hiasi Pantai Nyanyi

Pantaubali.com – Tabanan -Suasana Pantai Nyanyi, Beraban, kediri tabanan dipenuhi warnai warni berbgai bentuk layana tradisional maupun kreasi. Ribuan layanan tersebut berebut menjadi yang terbaik dlam kegiatan Pelangi Tabanan Kite Festival II yang digelar dua hari, Sabtu dan Minggu (8-9/9) di areal Pantai Nyanyi, Kediri.

Para peserta yang datang dari seluruh Bali berupaya menampilkan layangan mereka untuk menjadi terbaik. Berbagai ukurna dna warga layangan jensi Bebean diterbangkan berbgai sekehe rare angon atau pelayang yang ada di Tabanan dan seluruh bali. Begitupun jenis janggan yang menjadi trade mark layangan di Bali. Selain juga diterbangkan layana jenis pecukana ataua di tabana lebih dikenal dengan sebutan layanan bucu dua. Bahkan tabanan memiliki gegulak (ciri khusus) yang berbreda dengan layangan pecukan di Bali pada umum. Yang tidak kalah menarik layangan kreasi dengan berbgaia bentuk seperti barong bangkung, palu, rangda, helicopter pis bolong dan bentuk lainnya yang menarik untuk dilihat .

Dengan areal yang cukup luas dan panjang, membuat para pelayang yang kebanyakan dari kalangan anak muda ini dengan leluasa untuk menarik tali dan menaikkan layangan. Meskipun dalam sekali seri dinaikkan puluhan layangan. Jenis layangan beban, pecukan dan kreasi dengan mudah naik karena angin di tepi pantai cukup kencang. Hanya layangan janggan sedikit kesulitan karena panjanganya ekor. Namun demikian, hampir seluruh layangan bisa naik dan terbang meliuk seperti ular naga warna warni terbang di angkasa .

 

Ketua Panitia I Made Edi Wirawan mengatakan, festival layang-layang kedua tahun 2018 ini diikuti 1350 sekehe layangan yang datang dari seluruh Bali. “Awalnya peserta sangat minim, namun seminggu terakhir waktu pendaftaran peserta membludak, ini sungguh membahagiakan,” katanya di sela-sela acara, Minggu (9/9).

Dikatakan, dalam lomba ini, pihaknya menyiapkan 33 juri independen berkompeten yang menilai peserta dari bentuk layangan, ukuran, kekompakan tim serta keindahan gerakan layangan di udara. “Bukan sekedar bisa naik, tapi bagaimana gerakannya termasuk kekompakan pelayang saat menarik tali layangan termasuk saat menurunkan layangan sesuai waktu yang telah ditetapkan,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Putu Eka Putra Nurcahyadi. Menurut dia, membludaknya peserta lomba menunjukan gairah para pelayang di Bali khususnya di Tabanan sangat tinggi. Menurut dia melayangan bukan sekedar hobi tetapi sudah menjadi tradisi dan hiburan bagi masyarakat di Tabanan yang agraris.

Terkiat perubahan lokasi baik Edi Wirawan maupun Eka Putra Nurcahyadi menyebutkan kalau lokasi sebelumnya di barat DTW Tanah Lot saat ini musim tanama dan seluruh sawah sedang ditanami padi. Sementara lokasi sekarang memang areal terbuka dan lokasi lebih bagus serta lebih luas, selain tidak menyebabkan kemacetan menuju obyek wisata Tanah Lot.

Pemborong Baja Ringan Gadungan Di Tangkap

Pantaubali.com – Badung – Ida Bagus Pradnyana (36) yang menjadi pelaku penipuan dengan modus berpura-pura menjadi pemborong baja ringan ditangkap petugas Reskrim Polsek Kuta Utara. Setelah aksinya terungkap, ada 12 orang yang melapor pernah diperdayainya.

Dalam melakukan aksinya, pelaku memasang iklan di situs OLX. Salah seorang korban I Nyoman Prima Meha Jose (27) beralamat di Jalan Pantai Berawa, Banjar Pelambing, Kuta Utara, Badung memesan kap baja ke pelaku dengan harga yang disepakati Rp 43 juta. “Setelah sepakat, korban membayar uang muka Rp 20 juta,”ujar Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes Nainggolan, Jumat (9/7).

Hanya, selama 18 hari kap baja yang dipesan tidak kunjung datang dan korban mulai curiga. Ia menghubungi pelaku dan menyuruh datang ke rumahnya dengan alasan mau melunasi sisa pembayaran. “Pelaku justru menyuruh dua orang untuk datang. Dari sini korban semakin yakin pelaku melakukan penipuan,”ungkapnya.

Korban membuat siasat dengan memanfaatkan kedua orang suruhan pelaku. Mereka diminta menghubungi pelaku dan mengatakan uang sudah diterima. Pelaku beralamat di Jalan Tukad Badung, IB /3 Denpasar itu meminta bertemu di belakang Tiara Gatzu tapi ternyata hanya untuk mengelabui. “Dia justru menunggu depan rumah korban dan apesnya dilihat oleh korban kemudian diamankan. Korban kemudian melaporkan kasus ini,”ujarnya.

Atap Plafon Dua Rangan SD Negeri 2 Bongan Bocor

Pantaubali.com – Tabanan – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 2 Bongan tampak normal, Kamis (6/9). Namun, dua ruangan belajar yang saat ini difungsikan sebagai ruang untuk kegiatan extrakurikuler (bukan ruang belajar) kondisinya memprihatinkan. Atap plafon dua ruangan yang terletak di pojok sekolah tampak rusak hingga mengelupas. Bahkan saat hujan, kerab bocor sehingga ruangan tak bisa digunakan.

“Iya memang kondisinya seperti itu (rusak) sudah dari tahun lalu, namun itu bukan ruangan belajar. Melainkan ruangan penunjang yakni untuk pelaksanaan ekstra kurikuler,” ujar Kepala SDN 2 Bongan, I Gusti Ketut Putra Astina saat dijumpai, Kamis (6/9) seraya menyatakan bahwa sekolah ini dulunya diregrouping pada tahun 2003 silam.

Dia menyebutkan, ada dua ruangan yang kondisinya mengalami erusakan sehingga butuh perbaikan. Dua ruangan tersebut dijadikan satu dan difungsikan sebagai tempat untuk pelaksanaan kegiatan dua ekstrakurikuler yakni Pencak Silat dan Menari.

Karena memang dikawatirkan, jika atap tersebut jatuh akan membahayakan penghuni sekolah.

“Sudah kami laporkan kok ke Dinas Pendidikan untuk kondisi ini,” katanya.

Meskipun begitu, kata dia, kondisi salah satu bangunan yang sudah ada sejak 1 Agustus 1957 tersebut tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa selama ini. karena bangunan tersebut tidak digunakan sebagai ruang belajar siswa. Namun, jika dilihat dari segi keamanan memang terganggu.

“Karena kami sudah laporkan, kami harapkan agar segera mendapat bantuan untuk perbaikan sarana yang rusak tersebut. Saat musim hujanj, ada sebagian atap yang bocor,” harapnya sembari menyatakan bahwa sejumlah bangunan sudah dua kali mendapat perawatan gedung sekitar tahun 2007 dan sekitar tahun 2010.

Astina melanjutkan, sembari menunggu adanya bantuan untuk perbaikan, pihak guru setempat bersama siswa kerap melaksanakan pemeliharaan gedung namun untuk kerusakan yang ringan.

“Tapi setiap Sabtu, kami biasanya melakukan perbaikan atap dengan guru olahraga. Kita biasanya lakukan pemeliharaan gedung sebatas yang ringan -ringan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Tabanan, Made Sukanitra menyatakan belu menerima laporan terkait adanya kerusakan salah satu ruangan di SDN 2 Bongan tersebut mengalami kerusakan.

“Belum.. belum ada laporan masuk,” ujar Sukanitra saat dijumpai.

Dia menjelaskan, laporan semacam itu (kerusakan) biasanya langsung dilaporkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Dia mengungkapkan, pihak sekolah biasanya takut untuk melapor bahwa sekolahnya mengalami kerusakan. Tapi kami sudah sosialisasika hal tersebut ke setiap kecamatan yang ada di Tabanan. karena Dapodik tersebut bisa digunakan untuk segala hal baik itu laporan, data, dan sebagainya yang menyangkut tentang sekolah.

“Biasanya di dapodik dilaporkan, nah teknik itu yang belum diketahui oleh pihak sekolah. Nah sekarang kami gencarkan hal itu, agar semua kepala sekolah mengetahui fungsi dapodik, salah satunya adalah untuk melaporkan kondisi sekolah yang rusak,” jelasnya.

Dia mengharapkan, agar semua sekolah mengetahui bagaimana fungsi dan cara penggunaan Dapodik. Sehingga masalah seperti ini, agar nantinya segera dilaporkan melalui Dapodik yang sudah terintegrasi.