- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1066

Hebat ” Pemkab Tabanan Mendapat Predikat Sebagai kabupaten yang Memiliki 100% Puskesmas Terakreditas “

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika, Terima Sertifikat Penghargaan

TABANAN – Pantaubali.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam upayanya meningkatkan Pelayanan, termasuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat, khususnya Masyarakat  di pelosok dan pedesaan di Tabanan, mendapat apresiasi dari Kementrian Kesehatan . Dengan dinobatkannya Kabupaten Tabanan sebagai Kabupaten/Kota yang 100 % memiliki Puskesmas Terakreditasi.

Hal itu diketahui saat Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Bambang Wibowo, menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Bupati Tabanan, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika, dan diserahkan kepada Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti di Kediamannya, Rabu (27/2).

Sepintas tentang hal itu, Akreditasi  adalah pengakuan terhadap Puskesmas, klinik pertama, praktik dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah dinilai bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama, yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan

Kepala Dinas kesehatan, I Nyoman Suratmika menjelaskan, tujuan Akreditasi yaitu sebagai wahana pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan Pelayanan klinis, serta penerapan manajemen resiko di Kabupaten Tabanan. Dan Akreditasi Puskesmas ini adalah salah satu persyaratan untuk bisa kerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Kalau tidak melakukan akreditasi terhadap Puskesmas-puskesmas yang ada di Tabanan, maka tujuan untuk melakukan perbaikan yang berkesinambungan tidak akan terwujud sesuai dengan apa yang diharapkan,” jelas pihaknya.

Dijelaskan juga bahwa Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Tabanan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2016, diantaranya Puskesmas Baturiti I, Puskesmas Kediri I, Puskesmas Penebel I. Di Tahun 2017, diantaranya Puskesmas Selemadeg Barat, Puskesmas Tabanan II, Puskesmas Kediri II, Puskesmas Selemadeg, Puskesmas Kerambitan I, Puskesmas Pupuan I, Puskesmas Selemadeg Timur II, Puskesmas Marga II, Puskesmas Pupuan II, dan Puskesmas Tabanan III. Tahun 2018, diantaranya Puskesmas Tabanan I, Puskesmas Selemadeg Timur II, Puskesmas Kediri III, Puskesmas Marga II, Puskesmas Penebel II, dan Puskesmas Baturiti II.

“Sehingga tahun 2018, semua Puskesmas di Kabupaten Tabanan sudah terakreditasi. Agar mutu pelayanan di Puskesmas berkesinambungan maka akan dilaksanakan survey kembali (reakriditasi) setiap tiga tahun sekali, dan nilai dari Akreditasi ini tidak boleh turun. Kalau turun maka konsekuensinya adalah anggaran dana kesehatan di Pusat untuk Tabanan akan dikurangi. Jadi kita harus berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu pelayanan,” pungkasnya.

Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal terhadap masyarakat sudah tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit dan masih ada  cukup kendala pada SDM yang dimiliki masih timpang dan tidak merata di setiap Puskesmas. Ditambahkannya bahwa pendanaan Akreditasi Puskesmas ini disokong penuh dari APBD dan Dana Alokasi Non Fisik (DAK NF). Hal itupun tidak sia-sia dan berbanding lurus dengan penghargaan yang telah diberikan. “Kini Puskesmas di Kabupaten Tabanan selaku Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) milik Pemerintah Daerah sudah mampu dan semua sudah siap memberi pelayanan kesehatan dalam era Jaminan Kesehatan nasional (JKN), tutup pihaknya.

Bupati Eka menegaskan bahwa dengan dinobatkannya Pemkab Tabanan sebagai Kabupaten/Kota yang memiliki 100 % Puskesmas Terakreditasi merupakan suatu bukti bahwa komitmen Pemerintah Daerah khususnya di Dinas Kesehatan ingin menunjukan bahwa dengan adanya akreditasi ini kita bisa melayani dengan maksimal walaupun masih ada kendala-kendala dan kekurangan tapi ini sistemnya masih berproses.

“Yang penting niat kita untuk bisa melayani dengan cara yang terbaik kan itu yang utama. Kita harus menata kembali tentang akreditasi ini dan untuk masalah kendala SDM kita harus memenuhi kompetensi yang telah disyaratkan sesuai dengan bidangnya. Tanpa SDM yang baik tentunya pelayanan itu juga tidak maksimal, dan semua ini juga akan diproses secepatnya,” tegas Bupati Eka.

Bupati Eka berharap dengan akreditasi ini nantinya masyarakat yang di Desa tidak berbondong-bong ke kota untuk melakukan pemeriksaan karena biaya akomodasi mahal, maka Puskesmas juga dilengkapi dengan pelayanan rawat inap sesuai dengan standar Rumah Sakit. “Kalau bisa diputus perwatannya hanya cukup di Puskesmas, karena pelayanan sudah memadai layaknya Rumah sakit kenapa tidak. Jadi harapan kita untuk melayani masyarakat yang di pelosok pun bisa lebih terjangkau dan lebih bisa melayani lebih banyak lagi dan makin baik lagi,” ungkapnya.

Bupati Eka juga menjelaskan bahwa Akreditasi Puskesmas ini akan dipadukan juga dengan program Mobil Sehat, sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat Tabanan baik di Kota maupun di Desa, juga di pelosok-pelosok makin optimal. “Mobil sehat itu program jemput bola. dan setaiap bulan masih tetep ke Desa-desa dan mobil sehat ini pelayanannya kompleks, tidak hanya masalah kesehatam secara umum. Khususnya kita juga ada program pemberantasan kanker serviks, mata, gigi, penyuluhan preventif jadi lengkaplah pelayanan yang disediakan Mobil Sehat tersebut.

Kedepannya juga diharapkan bagi semua masyarakat di Tabanan sadar bahwa sehat itu mahal dan penting, sehingg penyuluhan preventif itu sangat penting dilakukan guna mengajarkan masyarakat pola-pola hidup sehat. Sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan dan pola hidup. “Kalau sudah semua komponen masyarakat Tabanan mempunyai kemampuan sepertu itu, maka sosialisasi preventif ini sangat meringankan beban Pemerintah, sehingga masyarakat kuat, masyarakat sehat dan cerdas, bisa tercapai,” harap Bupati Eka. @humastabanan.

Kesibukan Acara Adat Jadi Alasan ” Penolakan Cawapres Sandiaga Uno Ke Banjar Pagi Tabanan “

Proses Klarifikasi Bawaslu Dan Pihak Penerbit Surat Penolakan Cawapres Sandiaga Uno, Ke Banjar Pagi Desa Senganan Penebel

TABANAN – Pantaubali.com – Bawaslu Kabupaten Tabanan pagi ini memanggil tiga pihak yang menandatangani surat penolakan kedatangan Cawapres Sandiaga Uno untuk mengunjungi Subak yang ada di Banjar Pagi ,Desa Senganan Kecamatan Penebel.

Dalam klarifikasi yang di laksanakan di Kantor Camat Penebel pada tanggal 26/02/2018, Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi yang sempat dimintai keterangan oleh pihak Bawaslu Tabanan, secara tegas menjelaskan panjang lebar alasan Penolakan kunjungan Cawapres Sandi saat itu. Faktor penolakan ini memang merupakan hasil kesepakatan Krama atau warga di banjar Pagi, selain itu Kesibukan adat saat itu juga menjadi alasan utama yang di lontarkan Bendesa adat Pagi I Wayan Yastera.

“ Munculnya surat penolakan ini murni hasil dari kesepakatan adat, selain itu karena kesibukan adat inilah yang menjadi alasan kami,sehingga siapapun tokoh penting yang mau datang pasti tidak kami ijinkan karena kondisi adat kami sedang sibuk “ tegasnya.

Selain itu Bendesa adat pagi juga menilai kurangnya kordinasi dari tim Pemenangan Cawapres Sandi juga menjadi alasan utama, sehingga pihak adat menjadi merasa sedikit kurang jelas dengan rencana kunjungan Cawapres Sandi ke banjar pagi saat itu.

“ Saya menilai keinginan sandi mengunjungi banjar pagi utuk mengenal subak sangatlah tidak tepat, karena di wilayah penebel subak di banjar kami tidak sebagus subak di Jatiluwih “ imbuhnya.

Sementara itu pemanggilan Tiga pihak yang menandatangani Surat penolakan Cawapres dari Prabowo ini, merupakan salah satu upaya pencegahan dan sekaligus untuk menklarifikasi tentang penerbitan surat penolakan yang di tanda tangani oleh Bendesa adat,Desa Pakraman Pagi I Wayan Yastera, Kelian Adat Pagi I Nyoman Subagan Dan Kelian Dinas Pagi I Wayan Suka Wijaya.

Setelah di lakukanya proses klarifikasi oleh pihak Bawaslu Kabupaten Tabanan yang berlangsung selama dua jam, akhirnya Permasalahan ini sudah sedikit menemukan titik terang, meski pihak bawaslu masih akan melakukan klarifikasi yang lebih mendalam ke masyarakat pagi,karena adanya pengakuan Tiga pihak pemberi tandantangan, mengaku bahwa surat penolakan terbit atas dasar kesepakatan dari warganya.

“ Kami sudah mengklarifikasi ke semua pihak yang di panggil, sehingga sampai akhirnya surat penolakan tersebut terbit,dan langsung menghebohkan isu politik di Tabanan dan bahkan menjadi isu nasional “ jelas I Made Rumada Ketua Bawaslu Tabanan.

I Made Rumada juga menambahkan bahwa hasil klarifikasi inilah yang nantinya akan menjadi dasar pembahasan kami di bawaslu, untuk mengetahui ada atau tidaknya pelanggaran dalam kejadian tersebut dan pastinya ini butuh proses ungkapnya.

Pemanggilan ini berawal dari Rencana kedatangan cawapres nomer urut 02, Sandiaga Salahhudin Uno, yang di jadwalkan ke sejumlah kabupaten di Bali, dan sempat di warnai sambutan penolakan di sejumlah kabupaten terlebih sejak kedatangan Sandi dari Bandara ngurah rai, Tuban Badung hingga klungkung.
Selain itu penolakan juga terjadi di Kabupaten Tabanan yang akan mengunjungin Banjar Dinas Pagi, Desa Senganan Penebel juga batal karena adanya penolakan oleh warga yang lengkap dengan surat secara tertulis.

Dalam surat pernyataan bernomor : 10 / DPP / II / 2019 Tertanggal 18 Februari 2019 Bertanda tangan langsung atas nama krama Desa Pakraman Pagi, Kelian Adat Banjar Dinas Pagi I I Nyoman Subagan dan mengetahui kelian Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya, Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastera. Dengan tembusan kepada perbekel Senganan Dan Kapolsek Penebel.

Terjatuh Dari Tebing, Made Udiana Ditemukan Meninggal Dunia

Lokasi penemuan I Made Udiana, Pelajar 16 Tahun Yang Sempat Hilang

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Setelah 4 hari melakukan pencarian, akhirnya tim SAR gabungan berhasil menemukan I Made Candra Udiana, Selasa (26/2) siang. Keluarga korban yang melakukan pencarian dengan menggunakan jukung melihat sosok yang dicurigai merupakan jenasah pelajar 16 tahun tersebut. Segera setelah mendapatkan informasi, tim SAR gabungan bergerak menuju titik penemuan dengan menggunakan RIB.

Posisi korban berada di tebing bagian bawah, Kondisi ombak tidak memungkinkan RIB untuk merapat ke pinggir tebing, maka diputuskan agar jukung yang mengevakuasi korban, Beberapa orang berenang hingga pantai bebatuan untuk menjangkau jenasah korban,Proses evakuasi berlangsung sekitar 2 jam lamanya dan pukul 13.20 Wita korban telah dinaikkan ke jukung,Personil yang berada di RIB terus memantau proses evakuasi dan mengawal pergerakan jukung.

Sementara tim darat berkoordinasi dengan Rumah Sakit Pratama, Nusa Penida untuk mempersiapkan ambulance dari Puskesmas Nusa Penida 3. Penjemputan korban dilakukan di Pelabuhan Banjar Nyuh.

Diberitakan sebelumnya I Made Chandra Udiana terjatuh dari tebing setinggi 200 meter di Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Sabtu (23/2) malam. Ketika itu ia bersama dengan teman sekelasnya kemah di sekitar tebing Perairan Saren Cliff Point. Malam harinya mereka mencari kayu bakar, namun nahas, karena kondisi gelap korban tak melihat pinggiran tebing dan terperosok jatuh.

Tim SAR gabungan sempat menemukan baju milik korban dan bercak darah. Dari penemuan itu ditindaklanjuti dengan penyisiran di perairan sekitar tebing dimana posisi korban terjatuh menggunakan jukung dan RIB.

Pernyataan PLT Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Junetra, S.H. melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR, IB Surya Wirawan mengungkapkan bahwa posisi penemuan jenasah sekitar 8 hingga 10 meter ke selatan titik jatuhnya. “Yang pertama kali melihat korban adalah pihak keluarga, saat mereka melakukan penyisiran menggunakan jukung, kira-kira jam 11.30 wita,” tuturnya. Pada pukul 14.20 Wita jukung telah sandar di Pelabuhan Banjar Nyuh, selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Pratama. (ay/ hms dps)

Bupati Tabanan Apresiasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Polres Tabanan

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Polres Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menghadiri sekaligus mengapresiasi acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang digelar Polres Tabanan di halaman depan kantor setempat, Selasa (26/02), yang ditandai dengan penandatanganan Spanduk Zona Integritas dan Pelepasan Burung Merpati juga Balon Udara.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Ombusdman Perwakilan Bali, Oemar Ibnu Alkhatab, Forkompinda Kabupaten Tabanan, diantaranya Kapolres Tabanan, AKBP Made Sinar Subawa, selaku Tuan Rumah, Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati, Ketua PN, Made Sukereni, Perwakilan Dandim 1619 Tabanan, Perwakilan Lapas Tabanan, Ketua FKUB Tabanan, I Wayan Tontra, Sekda Tabanan, I Gede Susila, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta undangan lainnya.

Terwujudnya pelayanan prima Kepolisian di dalam melayani masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan adalah cita-cita Kepolisian Resor Tabanan. Sebagaimana diamanatkan Undang-undang Kepolisian yaitu sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Hal ini dapat terwujud ketika ada komitmen yang baik dari seluruh komponen, baik yang dimiliki Polres ataupun masyarakat Tabanan, jelas AKBP Made Sinar Subawa saat memberikan sambutan pembuka di acara tersebut.

Dirinya menjelaskan Kepolisian Resor Tabanan juga telah membangun dan membuat ruang-ruang publik, ruang-ruang pelayanan menjadi sebuah ruang yang bisa dinikmati masyarakat Tabanan, yang membutuhkan pelayanan. Terutama pada tiga sisi, yaitu; aspek keamanan khususnya kriminalitas, pelayanan SKCK, Pelayanan SIM, Samsat dan BPKB. Diakuinya juga Polres Tabanan juga membangun ruang pelayanan masyarakat saat hari libur.

“Selain jam kerja, kami juga memberikan pelayanan di hari libur melalui program kami, yakni Bale Bengong Corner Weekend. Mereka bisa mendapatkan pelayanan pada tiga sisi tersebut. Inilah suatu terobosan kami, meskipun bermalam minggu, masyarakat masih bisa mengurus kelengkapan surat-surat dari Kepolisian,” bebernya.

Dirinya menyadari, tanpa kerjasama semua pihak, baik dari Kepolisian Resor Tabanan dan Masyarakat tidak akan bisa mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, Dirinya mengajak seluruh personil Polres Tabanan agar melayani masyarakat dengan jujur dan transparan, juga masyarakat secara sadar mengikuti setiap tahapan dalam sistem yang sudah dibuat, disiapkan serta berkomitmen untuk tidak memberikan kontribusi pada penyimpangan yang dilakukan oleh personil Kepolisian, mencari calo dan lain sebagainya.

“Terwujudnya pembangunan Zona Integritas ini tidak hanya berhenti pada satu titik, namun berproses ketika kita berbuat dan melakukan pekerjaan walaupun tidak sempurna tetapi kami tetap berusaha berdiri diatas kejujuran untuk menjadi baik. Salam jujur tetap berdiri, tumbang karena korupsi, jangan biarkan korupsi menghancurkan Negeri ini. Say No to Korupsi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Eka sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diupayakan Kepolisian Resor Tabanan dalam mewujudkan WBK dan WBBM. Bupati Eka menjelaskan bahwa tentunya dalam pencegahan dan pemberantasan  korupsi merupakan tanggung-jawab kita bersama untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih. “Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi ke seluruh lini mulai dari aparat Pemerintahan sampai masyarakat, mengacu pada Intruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi,” jelasnya.

Terkait hal itu, untuk pemantauan pencegahan dan pemberantasan korupsi tersebut, Bupati Eka menerangkan Pemkab Tabanan telah membentuk tim koordinasi dan supervisi pencegahan dan pemberantasan korupsi secara berkala, melalui aplikasi MCP. Bahkan tahun 2018, yakni untuk pemantauan rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi terintegrasi Triwulan IV Tahun 2018, Pemkab Tabanan telah mencapai nilai 74,28%, yang merupakan peringkat ke II dari 9 Kabupaten Kota se-Bali dibawah Provinsi Bali. selain itu juga telah dilakukan pencanangan Zona Integritas menuju WBD dan WBBM. “Terkait hal itu, kami mengapresiasi upaya dan kerjasama yang telah dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Sekarang nomor 2, mudah-mudahan kedepan bisa nomer 1,” ucapnya.

Sementara itu, Oemar Ibnu alkhatab mengapresiasi undangan yang telah ditujukan kepadanya dalam kegiatan ini, dan Dirinya berpesan agar langkah ini bisa membuat semua aparatur Pemerintah di seluruh instansi di Daerah bekerja dengan baik dan acara ini bukan hanya dimaknai sebagai ceremonial semata. “Dan paling penting adalah setelah pencanangan ini, para aparatur Pemerintah mampu menjadi pribadi yang integritas dan pribadi yang otentik. Kami berharap semua instansi di Tabanan menjadi pribadi yang otentik, pribadi yang integritas untuk mencapai masyarakat yang sejahtera,” tukasnya.

Dirinya mengajak seluruh instansi Pemerintah di Tabanan agar bisa membantu Rakyat, Masyarakat dan Negara dengan satu cara, yakni melayani masyarakat dengan baik. “Marilah kita bantu Rakyat, Kita bantu Masyarakat, Kita bantu Negara ini hanya dengan satu cara, yakni melayani dengan baik. Karena dia telah membayar kita semua. Yang kita pakai ini dibayar oleh rakyat, sehingga pencanangan ini harus menjadi institusi menuju pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat,” tegasnya.

Desa Kukuh Marga Diusulkan Sebagai Penerima Kalpataru

DLH Provinsi verifikasi lapangan ke Daya Tarik Wisata Alas Kedaton

TABANAN – Pantaubali.com –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali melakukan verifikasi lapangan ke Daya Tarik Wisata Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (25/2). Tahun ini, Desa Pakraman Kukuh selaku pengelola Alas Kedaton diusulkan sebagai penerima penghargaan Kalpataru 2019 kategori penyelamat lingkungan. Rombongan DLH Provinsi Bali dan DLH Kabupaten Tabanan diterima Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto dan Ketua Badan Pengelola DTW Alas Kedaton Wayan Semadi.

Sugianto berharap tahun 2019 ini Desa Pakraman Kukuh sebagai pengelola hutan adat Alas Kedaton bisa meraih Kalpataru. Pada penilaian tahun 2014 dan 2015, Desa Pakraman Kukuh hanya meraih piagam penghargaan karena masuk nominasi Kalpataru kategori penyelamat lingkungan. “Semoga tahun ini bisa meraih tropi Kalpataru,” harap Sugianto. Ia menceritakan, Desa Pakraman Kukuh telah berbuat makimal. Dari luas hutan adat 8 hektare kini seluas 12,5 Hektare. Upaya reboisasi juga sudah dilaksanakan, namun hanya pohon sengon di utara hutan yang bisa tumbuh subur. “Perlu pengawasan ekstra untuk reboisasi agar tanaman tidak diganggu kawanan kera,” imbuhnya.

Upaya lainnya yakni dalam pelestarian habitat bukal atau kelelawar ukuran besar. Populasi bukal hampir punah. Beruntung dua warga Kukuh berhasil mengembangbiakkan bukal sehingga terhindar dari kepunahan. Demikian pula warga lainnya secara sadar membawa buah-buahan dan makanan untuk pakan kera. Bukal dan kawanan kera bahkan bisa diajak berswa foto sehingga menjadi nilai lebih berkunjung ke DTW Alas Kedaton. “Kami juga sering melibatkan mahasiswa, siswa, dan kelompok masyarakat untuk memungut sampah plastik di DTW Alas Kedaton,” ungkap Sugianto.

Dijelaskan, Alas Kedaton yang lestari telah memberikan dampak positif untuk ekologi, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Kukuh dan sekitarnya. Positif ekologi dibuktikan dengan sumber mata air yang terjaga hingga jarak 10 kilometer dari kawasan hutan. Di ujung utara Alas Kedaton ada Ulun Danu (embung) yang airnya tetap terjaga untuk mengairi persawahan di dua subak. Bahkan sumber airnya dimanfaatkan untuk konsumsi lembaga pemerintah. Demikian pula di sekitar hutan banyak mata air yang debitnya konstan meski musim kemarau. Secara budaya, ada tradisi mapeed gebogan saat Tumpek Uye untuk persembahan kepada sarwa sato atau binatang yang hidup di Alas Kedaton.

Bahkan tradisi ini berdampak pada ekonomi yakni meningkatkan jumlah kunjungan ke DTW Alas Kedaton dan buah-buahan local terserap untuk bahan gebobagan (gunungan buah). “Lestarinya hutan dengan populasi kera dan kelelawar serta keunikan pura menjadikan hutan adat ini sebagai objek wisata. Banyak tenaga kerja terserap sebagai pemandu lokal,” terang Sugianto. Terbaru, Perbekel dan Bendesa Adat Kukuh I Gede Subawa telah mendaftarkan Alas Kedaton untuk mendapatkan pengakuan sertifikat hutan adat dari Kementerian Kehutanan. “Kami punya sugesti dan keyakinan tidak berani merusak hutan dan habitatnya. Terbukti pohon tumbang kami biarkan membusuk jadi humus di tengah hutan,” imbuh Sugianto.

Sementara Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas DLH Bali, I Putu Goantika Binastra, mengaku bangga karena kelompok masyarakat adat tetap melestarikan hutan bahkan menambah luasan kawasan hutan. Ia menyarankan agar dokumen dilengkapi dengan foto-foto kegiatan tentang upaya pelestarian hutan. Dinarasikan dari awal dan perkembangan yang terjadi di Alas Kedaton. Ia pun berharap Desa Pakraman Kukuh sebagai pengelola Alas Kedaton bisa meraih Kalpataru untuk kategori penyelamat lingkungan. Sementara Kepala DLH Tabanan Made Subagia didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan Lingkungan I Gede Ketut Santika juga bertekad agar Desa Pakraman Kukuh bisa meraih Kalpataru tahun 2019. “Syarat administrasi segera kami lengkapi,” tandas Subagia yang belum sebulan menjabat Kadis LH Tabanan ini.

Fun Bike Cross Country 1 Nyanyi Di Ikuti 1500 Peserta

Fun Bike Cross Country Di Banjar Nyanyi Beraban

TABANAN – Pantaubali.com – Nyanyi Fun Bike Country Cross 1 mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat, Terbukti jumlah pendaftar event bersepeda santai ini berhasil menyentuh angka 1.500 peserta, baik dari kalangan umum, komunitas pesepeda lokal Tabanan bahkan juga datang dari komunitas pesepeda kabupaten Klungkung yang juga ikut meramaikan kegiatan sepeda santai Fun Bike Cross Country yang diadakan oleh Banjar Nyanyi, pada Hari Minggu pagi 24/02/2018.

Fun bike tersebut mengambil lokasi start dan finish di depan Bale Banjar Nyanyi, dengan rute melintasi Desa Beraban dan kembali lagi ke titik Start Di Banjar Nyanyi Desa Beraban Kecamatan Kediri Tabanan.

Pelaksaan Fun Bike ini di lepas oleh sejumlah tokoh masyarakat Tabanan yang di antaranya seorang Anggota DPRD Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E. yang juga merupakan Caleg DPRD Tabanan nomor urut 2 dari PDIP yang sekaligus menjadi penggagas acara Fun Bike tersebut.

Selain Edi wirawan ada juga Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos.,M.Si dan Anggota DPR RI Drs. I Made Urip M.Si. yang saat itu di berikan kesempatan terhormat untuk melepas ratusan peserta Fun Bike Cross Country di banjar nyanyi.

Di sisi lain ada hal menarik, yang sekaligus menjadi tujuan utama dari acara tersebut adalah sebagai ajang penggalian dana, dan sekaligus mengenalkan Desa Beraban sebagai tujuan wisata serta mengajak masyarakat untuk rutin melaksanakan olah raga bersepeda,serta mengajak masyarakat untuk masyarakat lebih mengenali potensi yang ada di banjar nyanyi Desa beraban sebagai salah satu wilayah wisata penopang dari obyek wisata Tanah Lot yang sudah terkenal di kalangan mancanegara. ungkap I Wayan Sukarja selaku Ketua Panitia.

Untuk lebih memeriahkan acara tersebut, panitia juga mempersiapkan doorprize menarik, di antaranya sepeda motor, televisi Lcd , kipas angin, kompor gas, sepeda gunung, kupon makan gratis, serta hadiah menarik lainnya dari sponsor. Serta tidak ketinggalan acara hiburan dari penyanyi Bali, tari joged Bumbung sampai dengan penari ular.

Perayaan 100 Tahun I Gusti Ngurah Rai Cidicharya Puri Anom Tabanan

Perayaan 100 Tahun I Gusti Ngurah Rai Cidicharya

TABANAN – Pantaubali.com – I Gusti Ngurah Rai Cidicharya lahir pada tanggal 22 February 2018, beliau adalah putra seorang Punggawa Kerajaan Tabanan yang saat itu dijabat oleh Ratu Puri Anom Tabanan. Sebagai putra seorang bangsawan beliau mendapatkan perlakuan dan Pendidikan istimewa.

Pada Tahun 1938 beliau bersikeras untuk melanjutkan Pendidikan di Jawa, walaupun sesungguhnya Ayahnda beliau tidak mengijinkannya, namun dengan segala usaha akhirnya beliau berhasil berangkat dengan beberapa orang dari Tabanan.

Pada Tahun 1946 beliau bergabung dengan Akademi Militer Tanggerang yang dipimpin oleh Kapten Daan Mogot. Kemudian sampai terjadi insiden bersenjata di hutan lengkong, dimana saat ditugaskan Bersama batalyon yang saat itu langsung dipimpin oleh daan mogot, terjadi kontak senjata dengan pasukan Jepang, sehingga hamper semua pasukan tewas termasuk Daan Mogot.

Dari beberapa orang yang selamat, I G N Rai adalah salah satu orang yang menjadi saksi kekejaman jkepang saat itu. Setelah di penjara dan bebas dari Tahanan Jepang beliau kemudian ditugaskan untuk bergabung dengan Tentara Divisi siliwangi, dimana saat melakukan longmarch dari jawa barat menuju jawa tengah, pasukan beliau berhasil diperdaya dan nyaris beliau nyaris tewas dipenggal oleh pemberontak DI/TII pimpinan Kartosuwiryo, beruntung beliau lagi2 berhasil selamat. Setelah mealui perang gerilya agresi militer belanda 1 dan ke 2, beliau kemudian ditugaskan di rumah sakit angkatan darat Bandung, sampai kemudian pension pada tahun 1964 dengan pangkat Mayor.

Tidak hanya beliau, kakak sepupu dan saudara2 di puri anom Tabanan juga turut aktif berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Kakak sepupu belia I Gusti Ngurah Putu Puri Anom Saren kauh, gugur dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Tabanan. Kakak sepupu lainnya I Gusti Ngurah Putra disaren tengah Puri Anom Tabanan juga sempat ditahan dan disiksa belanda di Tabanan. Juga I Gusti Ngurah Rai, adik sepupu beliau di Puri Anom Saren kangin yang aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Beberapa penghargaan yang diperoleh oleh beliau salah satunya adalah
1. Surat Tanda Djasa Pahlawan, dari Presiden Republik Indonesia, Panglima Tertinggi angkatan Perang, Ir.Soekarno pada tanggal 5 Oktober 1949
2. Medali sewindu angkatan Perang Republik Indonesia, 5 Oktober 1954, atas nama presiden Rep Indonesia, Mentri Pertahanan Mr. Ali Sastro Amijoyo
3. Satya Lentjana Kesetiaan, oleh mentri Pertahanan rep Indonesia Djuanda, tanggal 5 Okt 1958,
4. Satya lentjana Aksi Militer Ke Satu
5. Medali Satya Lentjana aksi Militer Ke Dua
6. Medali Gerakan Operasi Militer V dan sebagainya

Pada hari Minggu tanggal 24 February 2019, seleuruh pratisentana Puri Anom Tabanan dan Puri 2 se jebag Tabanan berkumpul untuk merayakan hari jadi beliau yang ke 100. Dalam kesempatan itu Pangdam IX Udayana yang berhalangan hadir diwakili oleh kolonel I Made Sukarwa, staff ahli Panglima Kodam Udayana. Diramaiakan dengan pementasan tarian, serta bondres dari anak anak Forum Pelestari Budaya Tabanan. Semoga sikap dan tindakan kepahlawanan beliau bisa diteladani oleh seluruh generasi muda Tabanan.

Merantau Ke Tanah Leluhur, Warga Bali Kelahiran Lampung Bentuk Paguyuban Bali Lampung 

Anggota Paguyuban Bali Lampung

TABANAN – Pantaubali.com – Warga Bali kelahiran Lampung yang sudah puluhan tahun  merantau di tanah leluhurnya Bali membentuk Paguyuban Bali Lampung. Paguyuban yang  beranggotakan puluhan warga tersebut dibentuk di Wantilan Pura Lumintang, Denpasar, Minggu ( 24 Pebruari 2019).

Pada kesempatan itu juga langsung dipilih pengurus inti Paguyuban Bali Lampung dengan cara musyawarah mufakat.

Donny Darmawan yang dipecaya sebagai Ketua Paguyuban Bali Lampung mengatakan tujuan membentuk Paguyuban Bali Lampung adalah sebagai ajang untuk bersilahturahi warga Bali asal Lampung. “Paguyuban ini dibentuk juga sebagai wadah suka duka antara anggota,”jelasnya.

Sejatinya kata Donny warga kelahiran Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah,  rencana untuk membentuk sebuah perkumpulan atau paguyuban sudah ada sejak enam bulan lalu.   “Kami awali dengan mengumpulkan nama nama teman teman yang ada di Bali memalui group WA,” jelasnya. Gayung pun bersambut dari teman teman yang memang sudah dari awal “pulang’ ke Bali.

Akhirnya terbentuk Paguyuban Bali Lampung. Anggota Paguyuban Bali Lampung tersebar di seluruh Bali, sebagian besar berasal dari Kabupaten Tabanan, Badung, dan Gianyar. “Kami mengajak teman teman yang  belum sempat kami kontak  karena keterbatasan, kami harap ikut bergabung,” tandasnya.  Kedepan ia mengagendakan pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali.

Ia pun berharap Paguyuban Bali Lampung mampu memberikan kontribusi positif untuk pemerintah daerah  provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali I Wayan Koster. “Dimana bumi dipijak disitu langit dijinjing,” pungkasnya. 

Sanjaya Apresiasi Kegiatan Positif Dan Seka Teruna Bisa Lebih Berperan Aktif dalam Kegiatan Kemasyarakatan

Wabup Sanjaya Hadiri Lomba Mancing

TABANAN – Pantaubali.com –  Wakil Bupati Tabanan, DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, apresiasi kegiatan Sekaa Teruna (ST) di Tabanan, karena telah mampu memanage sesuatu kegiatan positif di dalam menunjang program-program. Hal itu diutarakannya saat menghadiri kegiatan Lomba Mancing ST. Duta Dharma Sala, Samsam Kerambitan, ST. Dharma Krya, Bolangan, Babahan, Penebel dan Lomba Ceki, ST. Bayu Nirmala, Pasekan, Tabanan, Minggu, (24/2), di wilayah masing-masing, didampingi para undangan yang hadir saat itu.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Sekaa Teruna di Tabanan. Dalam rangka mensukseskan program-program kepemudaannya, Seka Teruna telah mampu memanage suatu kegiatan menjadi kegiatan yang sangat positif dan turut berperan aktif  dalam pembangunan di Masyarakat. Titiang atas nama Pemerintah sangat mengapreasi kegiatan dari semua Sekaa Teruna di Tabanan, yang telah mampu melaksanakan kegiatan positif seperti ini. Sehingga mampu meningkatkan persatuan antar anggota Sekaa Teruna maupun masyarakat sekitar,” ucapnya.

Wabup Sanjaya menjelaskan, bahwa Pemkab juga mempunyai program Gemar Makan Ikan air Tawar, yang mana Pemerintah menganjurkan agar Masyarakat Tabanan gemar mengkonsumsi ikan air tawar, seperti; Lele, Kaper, Nila, Gurami dan lainnya. “Sehingga dengan potensi yang kita miliki di Tabanan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan Rakyat dalam mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi,” jelasnya saat menghadiri sekaligus menutup lomba mancing ST. Dharma Krya, Bolangan, Babahan, Penebel.

Dirinya berharap kepada masyarakat Tabanan, khususnya Sekaa Teruna, kedepannya selalu bisa berperan aktif di dalam pembangunan di Masyarakat maupun membangun Tabanan. Dengan potensi air yang dimiliki Tabanan, sangat memungkinkan untuk mengkonsepkan Pertanian dengan Wisata Mancing. Sebagai Contoh di Desa Bolangan, jelasnya. “Seka Teruna, Bolangan sangat aktif dalam melestarikan perairan dengan memelihara atau budidaya Ikan Kaper, potensi ini sangat bagus untuk kita kembangkan nantinya. Sehingga warga dari manapun bisa berkunjung, memancing dan menikmati hari libur disini. Nanti tinggal diatur, dikonsepkan, dan Saya selaku Wakil Pemerintah akan selalu mendukung, sehingga masyarakat disini bisa lebih maju,” bebernya.

Sebelumnya Ketua Panitia lomba mancing ST. Dharma Krya, I Made Dwipa Adi Putra, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Wagub Sanjaya beserta undangan yang hadir. Dirinya melaporkan bahwa lomba ini digelar dalam rangka menyambut hari raya Nyepi dan untuk ajang penggalian dana sebagai penunjang kegiatan kepemudaan kedepannya. Dijelaskannya juga bahwa ikan yang dipakai dalam lomba ini merupakan Ikan Kaper yang merupakan ikan budidaya dari ST. sekitar.

Atas kehadiran Wabup Sanjaya dan Undangan yang hadir saat itu, pihaknya berharap dapat memberikan manfaat dan menjadikan Sekaa Teruna lebih bersemangat melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya. “Terimakasih atas kedatangan Wabup Sanjaya beserta seluruh undangan yang sempat hadir. Semoga ini menjadi awal dan semangat bagi kami dalam melaksakan kegiatan kepemudaan kedepannya,” ucapnya.

Saat menghadiri lomba mancing di Bolangan, Wabup Sanjaya menyempatkan diri meninjau lokasi mancing sekaligus menyapa para pemancing yang ikut serta. Dan menariknya, Wabup Sanjaya pun tertarik untuk memancing saat melihat salah satu pemancing mendapatkan ikan, Beliaupun memancing berbaur dengan peserta. Pun beliau, memberikan punia kepada masing-masing Sekaa Teruna yang diterima oleh Panitia Kegiatan, sebagai bentuk dukungan atas program positif yang telah dilakukkan oleh Sekaa Teruna. Wabup Sanjaya juga menghimbau agar peserta mancing agar tidak membuang sampah sembarangan, sehingga tidak merusak ekosistem air dan pertanian di sekitar.

Pleno KPU Tabanan  Coret Caleg Partai Golkar dari DCT

DCT Partai Golkar Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – KPU Tabanan memutuskan mencoret nama calon legislative Partai Golkar I Putu Joni Winadi dari Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Kabupaten Tabanan.  Dicoretnya I Putu Joni Winadi dari DCT sudah berdasarkan pleno yang digelar KPU Tabanan.

Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa, Sabtu ( 23 Pebruari 2019) mengatakan pihaknya telah menggelar rapat pleno Jumat ( 22 Pebruari 2019). Rapat pleno tersebut digelar menindaklanjuti surat dari DPD Partai Golkar Tabanan nomor B-03/Golkarda/Tbn/II/2019 tanggal 16 Pebruari 2019 tentang

pemberitahuan caleg Partai Golkar di Dapil 3 nomor urut 2 atas nama I Putu Joni Winadi telah meninggal dunia. “Berdasarkan surat itulah maka kami gelar rapat pleno dan memutuskan untuk mencoret nama I Putu Joni Winadi dari Daftar Calon Tetap DPRD Kabupaten Tabanan di daerah pemilihan 3 yakni Kecamatan Penebel-Baturiti,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Komisioner KPU Tabanan Luh Made Sunadi. Dijelaskanya pencoretan itu juga berdasarkan UU nomor 7/2017 dan SK KPU nomor 961/PL.91.4-Kpt/06/KPU/VII/2018 dan surat KPU nomor 31/PL.01.4-SD/06/KPU/I/2019 tentang calon tidak memenuhi syarat pasca penandatangan DCT maka KPU mencoret I Putu Joni Winadi dari DCT Partai Golkar untuk Dapil 3 Kecamatan Penebel dan Baturiti.

Dalam DCT Partai Golkar DPRD Kabupaten, I Putu Joni Winadi menempati nomor urut 2 di Daerah Pemilihan 3 Kecamatan Penebel Baturiti.  Ia meninggal dunia karena sakit.