- Advertisement -
Beranda blog Halaman 106

Pemkab Tabanan Lakukan Pembinaan Persiapan Lomba Desa 2026

Pembinaan lomba desa di Kabupaten Tabanan.
Pembinaan lomba desa di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar kegiatan Pembinaan Persiapan Lomba Desa Kabupaten Tabanan Tahun 2026 sepanjang September ini.

Agenda tahunan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menegaskan, lomba desa bukan semata ajang mencari juara, melainkan momentum evaluasi untuk melihat perkembangan pembangunan desa.

“Kegiatan ini adalah ajang evaluasi, bukan sekadar mencari juara. Harapannya, semua desa yang mewakili kecamatan dapat tampil optimal dalam mengikuti kegiatan ini,” ujar Sanjaya saat dikonfirmasi, Jumat (5/9/2025).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Desa Penebel yang berhasil meraih Juara III dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa desa-desa di Tabanan mampu bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Dari pantauan di lapangan, pembinaan persiapan lomba desa telah dimulai sejak Selasa (2/9/2025) di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Desa Payangan, Kecamatan Marga, dan hingga berita ini dirilis, pembinaan telah sampai di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tabanan, I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi, menjelaskan, pembinaan ini akan berlangsung sampai akhir September 2025 yang bertujuan mempersiapkan desa-desa yang akan mewakili masing-masing kecamatan dalam lomba evaluasi perkembangan desa.

“Fokus pembinaan diarahkan pada aspek administrasi desa sesuai dengan Permendagri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa. Setelah pembinaan selesai, akan dilanjutkan ke tahapan penilaian untuk menentukan juara. Seperti biasa, juara pertama nantinya akan mewakili Kabupaten Tabanan ke ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali,” terang Supartiwi.

Lomba desa sendiri merupakan ajang penilaian perkembangan pembangunan, kualitas tata kelola pemerintahan desa, serta pemberdayaan masyarakat. Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan ini juga bertujuan mendorong inovasi, meningkatkan kualitas hidup warga desa, sekaligus mengapresiasi prestasi desa di Kabupaten Tabanan. (rls)

Siswa SMP Ulah Pati di Bali, Polisi Pastikan Bukan Karena Bullying

Polisi meminta keterangan ke pihak sekolah.
Polisi meminta keterangan ke pihak sekolah.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kasus dugaan ulah pati seorang siswa SMP Negeri 2 Kuta Utara, Badung, menyita perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (1/9), dan sempat dikaitkan dengan isu perundungan atau bullying yang beredar di jagat maya.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan korban adalah remaja laki-laki berinisial IMWAS (24). Ia ditemukan gantung diri di pintu kamar rumahnya sekitar pukul 18.00 WITA.

“Yang pertama mengetahui adalah ibu korban saat pulang dari bekerja,” jelas Inastuti, Jumat (5/9).

Menurut keterangan keluarga, IMWAS tidak pernah menceritakan masalah serius sebelumnya. Namun, belakangan korban terlihat lebih murung, sering menyendiri, dan beberapa kali melamun sambil berbicara sendiri.

Polisi bersama pihak sekolah menelusuri informasi yang menyebut korban mengalami perundungan. Kepala SMPN 2 Kuta Utara, Ida Bagus Nyoman Segarayoga, menegaskan isu tersebut tidak benar.

Ia mengaku baru mendapat kabar dari keluarga korban sekitar pukul 23.00 WITA, lalu segera menuju RS Mangusada.

“Memang ada sidak soal larangan siswa menggunakan motor, tapi korban tidak terlibat pelanggaran. Bahkan dia masih terlihat bercanda dengan teman-temannya,” jelas Segarayoga.

Hasil pemeriksaan ponsel korban juga tidak menemukan bukti pesan yang mengarah pada tindakan perundungan. Hal senada disampaikan keluarga melalui kakak korban, yang telah menanyakan langsung ke teman-teman sekolahnya. Semuanya menyatakan tidak ada kasus bullying yang menimpa IMWAS.

Polisi Pastikan Ulah Pati, Bukan Akibat Perundungan

Dengan berbagai keterangan yang dikumpulkan, polisi memastikan kematian IMWAS murni akibat ulah pati dan bukan dipicu perundungan di sekolah.

Pihak keluarga telah menerima kepergian korban dan memilih tidak menempuh jalur hukum. Jenazah IMWAS telah dimakamkan pada Rabu (3/9) di Buleleng. (*)

Polisi Beberkan Detik-Detik Penemuan Jasad Pria Membusuk di Kuta Selatan

Proses evakuasi jasad membusuk di Kuta Selatan.
Proses evakuasi jasad membusuk di Kuta Selatan.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Suasana tenang di kawasan Benoa, Kuta Selatan, mendadak geger setelah warga menemukan mayat seorang pria yang sudah membusuk di dalam mobil, Kamis (4/9) siang. Pria tersebut diketahui bernama CLRP (31), asal Surabaya, Jawa Timur.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan temuan ini. Kasus tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 12.38 Wita setelah warga mencium bau menyengat dari sebuah mobil yang terparkir di area Pura Penataran Wisma Nusa Permai. Mobil tersebut diketahui sudah berada di lokasi selama kurang lebih dua minggu tanpa berpindah.

Seorang saksi, HM (64), mengaku sempat melihat seseorang merokok di dalam mobil itu sekitar dua pekan lalu pada malam hari. Namun ia tidak menaruh curiga karena biasanya kendaraan yang parkir di depan pura sudah melapor kepada kepala lingkungan.

Hingga akhirnya, Kaling Wisma Nusa Permai, I Wayan Nalo (56), menerima laporan warga terkait mobil mencurigakan yang dipenuhi lalat dan mengeluarkan bau busuk.

“Setelah dicek memang benar, lalu saksi bersama warga lain segera menghubungi pihak kepolisian,” jelas AKP Sukadi, Jumat (5/9).

Saat pintu mobil dibuka, polisi mendapati korban dalam posisi duduk di kursi pengemudi. Tubuhnya sudah membusuk, masih mengenakan kaos oranye, celana pendek hitam, sandal merah, dan gelang manik di tangan kirinya.

Pada leher bagian kanan korban ditemukan sobekan, namun diduga bisa saja akibat proses pembusukan. Kondisi mobil saat itu dalam keadaan kontak on, mesin mati, dan seluruh kaca tertutup rapat.

Polisi segera melakukan evakuasi dan mengevakuasi jenazah ke RS Sanglah untuk dilakukan visum. Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan keluarga korban dan melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap penyebab pasti kematian.

“Untuk memastikan ada tidaknya tanda-tanda kekerasan, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Karena jenazah sudah membusuk, analisis lebih lanjut sangat diperlukan,” ujar Sukadi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait misteri kematian pria asal Surabaya tersebut. RA

Geger Penemuan Janin Membusuk di Setra Bantas, Diduga Berusia 3 Bulan

Penemuan janin di Setra Banjar Bantas Tengah Kaja dan Kelod, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan.
Penemuan janin di Setra Banjar Bantas Tengah Kaja dan Kelod, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, digegerkan dengan penemuan janin dalam kondisi membusuk di areal Setra Banjar Bantas Tengah Kaja dan Kelod. Janin itu diperkirakan berusia kurang lebih 3 bulan.

“Dari pemeriksaan diduga janin itu berusia sekitar 13 – 14 minggu saat ditemukan,” kata Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata pada Jumat (5/9/2025).

Ia menjelaskan penemuan janin pertama kali diketahui pada Selasa, 2 September 2025 sekitar pukul 07.30 WITA oleh seorang warga bernama Ni Ketut Sulasih (55) saat hendak mengambil rumput di kebun.

Ia melihat sebuah tas plastik mencurigakan di sekitar setra. Ketika dibuka, tampak kain putih dengan bercak darah. Saksi kemudian menutup kembali tas tersebut karena takut.

Pada sore harinya, sekitar pukul 16.00 WITA, warga lainnya, I Nyoman Sukanata (53), kembali menemukan bungkusan kain putih di kebunnya. Namun, ia tidak berani membuka dan memindahkan bungkusan tersebut ke areal setra.

Kemudian pada Jumat sekitar pukul 07.00 WITA, warga bernama I Made Warsa (55) lantas melaporkan penemuan itu ke Polsek Selemadeg. Anggota kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Janin itu dibawa ke Puskesmas Selemadeg Timur I untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dari Puskesmas Selemadeg Timur I diketahui usia janin diperkirakan 13–14 minggu atau sekitar tiga bulan, Janin ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan kenis kelamin belum dapat dipastikan karena kondisi tubuh yang rusak,” jelas Berata.

Hingga kini, anggota kepolisian Polres Tabanan bersama Polsek Selemadeg Timur melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan janin serta motif pelaku. (ana)

Berkunjung ke Tabanan, Fadli Zon Kagumi Tari Kebyar Duduk hingga Puisi Samar Gantang ‘Leak Tanah

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, berkunjung ke Kabupaten Tabanan pada Jumat (5/9/2025). Dalam kunjungannya, ia menyaksikan pertunjukan seni gamelan, tari, dan sastra yang dibawakan oleh seniman Tabanan di Jero Tengah, Jalan Kenanga 7, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

Pertunjukan tari yang ditampilkan antara lain tari maskot Tabanan, yakni Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, serta Tari Kebyar Duduk ciptaan maestro I Ketut Maria.

Selain itu, juga ada pembacaan puisi oleh I Gusti Ayu Putu Mahindu Dewi dan sastrawan terkanal Tabanan, I Gusti Putu Bawa Samar Gantang. Tiga puisi yang dibawakan berjudul Leak Tanah, Dewa Nini, dan Serenada Dewi Sri.

Ketiga puisi tersebut sarat kritik sosial mengenai kondisi lingkungan, khususnya maraknya penguasaan lahan oleh mafia tanah serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam.

Fadli Zon mengatakan kunjungannya ke Tabanan merupakan rangkaian Culture, Heritage, Arts, Narratives, Diplomacy and Innovations (CHANDI) Summit 2025 yang digelar di Denpasar. Forum budaya internasional ini membahas isu-isu budaya, warisan, diplomasi, seni, dan inovasi untuk memperkuat peradaban global melalui pendekatan budaya.

Dipilihnya Tabanan, kata Fadli, karena dirinya belum pernah berkunjung sebelumnya. Ia juga menilai Tabanan kaya akan budaya serta memiliki banyak seniman hebat.

“Biasanya kunjungan ke Ubud dan Denpasar, tapi Tabanan juga kaya akan budaya dan seniman budaya yang hebat,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi pertunjukan tari kreasi Jayaning Singasana AUM dan tari klasik sudah lahir 100 tahun lalu yakni Tari Kebyar Duduk oleh Maestro I Ketut Maria.

“Pertunjukan yang luar biasa dan menyangkan yang dibawakan oleh generasi muda Tabanan. Ini adalah bukti bahwa budaya kita lestari dan mendapat dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah daerah, Kementerian hingga pihak swasta,” katanya.

Fadli juga menegaskan komitmen dukungan dari Kementerian Kebudayaan bagi sanggar dan komunitas seni.

Usai menyaksikan pertunjukan, Fadli Zon menerima karya sastra dari I Gusti Putu Bawa Samar Gantang. Selanjutnya, ia bersama Bupati dan Wakil Bupati Tabanan serta rombongan menuju Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan untuk menghadiri pameran seni rupa bertajuk “Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi”. (ana)

Bayi Usia 2–4 Bulan di Tabanan Segera Dapat Imunisasi Heksavalen

Kegiatan imunisasi di salah satu puskesmas di Kabupaten Tabanan.
Kegiatan imunisasi di salah satu puskesmas di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan memastikan pelaksanaan imunisasi heksavalen bagi bayi usia 2 hingga 4 bulan akan segera dimulai pada September 2025.

Sasaran imunisasi heksavalen tersebut adalah bayi usia 2 hingga 4 bulan dengan menghitung eligibilitas per 1 Juli 2025. Khusus di Kabupaten Tabanan, program ini akan segera dilaksanakan setelah vaksin didistribusikan.

Vaksin heksavalen merupakan inovasi imunisasi dengan mengombinasikan enam antigen sekaligus dalam satu suntikan, yakni difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan polio.

Penggunaan vaksin ini bertujuan mengurangi jumlah suntikan ganda, meningkatkan cakupan imunisasi, sekaligus menekan risiko penyakit berbahaya pada anak.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik program ini yang sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan, di mana Bali, termasuk Kabupaten Tabanan menjadi daerah perluasan cakupan vaksin heksavalen.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Tabanan, khususnya yang memiliki bayi usia 2 sampai 4 bulan, agar bersiap memanfaatkan layanan kesehatan ini. Sinergi program imunisasi heksavalen merupakan langkah nyata dalam menjaga generasi penerus sekaligus mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi menjelaskan, program imunisasi heksavalen memberikan dampak signifikan dalam pelayanan.

“Dengan satu kali suntik saja, enam antigen sekaligus sudah terkombinasikan. Hal ini tentu efektif bagi Bayi karena satu kali suntik saja dan tentunya mengurangi beban logistik, waktu pelayanan, serta meningkatkan cakupan imunisasi di Tabanan,” ujar dr. Surya Wira Andi.

Sebagai langkah persiapan, seluruh puskesmas di Kabupaten Tabanan kini tengah menyiapkan sasaran vaksin, kebutuhan logistik, serta sumber daya manusia (SDM) pelaksana imunisasi.

Puskesmas juga telah menyusun jadwal pelaksanaan yang akan segera dijalankan setelah vaksin tersedia, sekaligus melakukan sosialisasi kepada petugas kesehatan dan kader di wilayah kerja masing-masing.

Dengan adanya imunisasi heksavalen, diharapkan angka cakupan imunisasi semakin meningkat, beban pelayanan lebih efektif, serta perlindungan kesehatan anak Tabanan semakin optimal. (ana)

Bali Dapat Kucuran Rp1,5 Triliun untuk Sejumlah Proyek Strategis

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu langsung dengan Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa (2/9/2025) di Jakarta.
Gubernur Bali Wayan Koster bertemu langsung dengan Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa (2/9/2025) di Jakarta.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Bali mendapat angin segar dari pemerintah pusat setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyetujui usulan Gubernur Bali Wayan Koster terkait pembangunan sejumlah infrastruktur strategis senilai Rp1,5 triliun.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster usai bertemu langsung dengan Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa (2/9/2025) di Jakarta.

“Menteri PU menyetujui usulan anggaran pembangunan infrastruktur strategis di Bali dengan total Rp 1,549 triliun,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster, dalam keterangan tertulis pada Jumat (5/9/2025).

Koster mengatakan, rincian dari total anggaran yang disetujui tersebut yakni
pertama, akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani dengan anggaran sebesar Rp 773 milyar, dalam 2 tahun terdiri dari 2025 sebesar Rp 500 miliar dan 2026 sebesar Rp 273 miliar.

Kemudian yang kedua kata Koster, usulan anggaran baru total sebesar Rp 776 miliar untuk pembangunan, gedung parkir kawasan Pura Batur dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar tahun 2026.

Gedung parkir ini ujar Koster, untuk memarkir kendaraan dari arah Buleleng, Denpasar, Badung, Klungkung,dan Gianyar guna mengatasi kemacetan saat acara NGUSABA Purnama Kedasa setiap bulan April.

“Kemudian, pembangunan jalan baru underpass Jimbaran Badung dengan anggaran sebesar Rp 354 miliar tahun 2026 untuk mengatasi kemacetan jalur wisata ke wilayah Badung Selatan,” kata Koster.

Gubernur asal Sembiran ini mengatakan, dari usulan dana baru sebesar Rp Rp 776 yang disetujui, akan digunakan untuk pembangunan jembatan baru di Nusa Ceningan-Nusa Lembongan Klungkung dengan anggaran Rp 112 miliar tahun 2026. Infrastruktur ini untuk mengatasi kemacetan jalur wisata Nusa Penida,Nusa Ceningan,dan Nusa Lembongan.

“Kemudian akan dilanjutkan pembangunan Embung Tukad Unda Klungkung dengan anggaran sebesar Rp 60 miliar tahun 2026. Embung ini untuk memenuhi kebutuhan air di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dan sekitarnya,” kata DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2019 ini.

Gubernur Koster berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Menteri PU Dody Hanggodo yang telah menyetujui sejumlah usulan infrastruktur strategis dari kementerian PU yang akan dibangun di Bali.

Hal ini guna meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas wisatawan, meningkatkan Daya Saing Bali sebagai wisata terkenal dunia serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.

“Astungkara berkat restu alam, Bapak Menteri menyetujui semua usulan yang diajukan Pemprov Bali sebagai program prioritas Kementerian PU tahun 2026,” kata Koster. (rls)

Menperin dan Gubernur Bali Luncurkan Program Kredit Padat Karya

Peluncuran Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK), di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, (4/9/2025).
Peluncuran Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK), di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, (4/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita meluncurkan Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK), di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, (4/9/2025).

Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Pemerintah hadir melalui KIPK untuk memperkuat struktur industri nasional dan daerah.

“Program ini menjadi tonggak penting karena memberikan akses pembiayaan dengan subsidi bunga sehingga pelaku industri padat karya bisa meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional,” ujar Menperin.

Lebih jauh, Menperin menjelaskan Program KIPK menyediakan fasilitas pinjaman mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar, dimana pemerintah memberikan subsidi bunga atau marjin sebesar 5 persen.

Jangka waktu pinjaman fleksibel hingga delapan tahun, sehingga memberi ruang bagi pelaku industri untuk melakukan ekspansi maupun modernisasi peralatan produksi dan modal kerja.

Sementara itu, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya Program KIPK oleh Kementerian Perindustrian yang tentunya akan angat membantu pemerintah daerah Bali dan masyarakat Bali. Khususnya pelaku usaha yang bergerak di sektor IKM dan UMKM.

Wayan Koster menjelaskan Bali sangat tergantung dari sektor pariwisata, namun ketika terjadinya pandemi Covid – 19 membuka kesadaran semua pihak bahwa Bali tidak boleh hanya tergantung dari satu sektor.

Peran IKM dan UMKM di Bali begitu menonjol khususnya saat terjadi pandemi Covid -19, dimana banyak masyarakat yang beralih ke usaha tersebut. Sampai ke desa-desa, ekonomi berbasis IKM dan UMKM terus menggeliat seperti kerajinan perak, tenun, makanan, minuman, warung, yang sangat kental dengan konsep ekonomi kerakyatan.

Oleh karena itu, Gubernur Wayan Koster pun menggagas restrukturisasi perekonomian melalui transformasi ekonomi yang mendorong pertumbuhan enam sektor lainnya, dimana sektor IKM dan UMKM masuk didalamnya, yakni Pertanian, khususnya pertanian organik; Kelautan dan Perikanan; Industri manufaktur berbasis budaya branding Bali; IKM, UMKM, dan Koperasi; Ekonomi Kreatif dan Digital, serta Pariwisata

Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan fiskal daerah. Penerimaan daerah masih sangat tergantung pada transfer pusat, sehingga kemampuan Bali untuk mengembangkan daya dukung pariwisata secara mandiri masih terbatas. Termasuk pengembangan IKM dan UMKM.

“Salah satu kendala yang kami hadapi dalam mendorong pertumbuhan IKM dan UMKM adalah; Permodalan, yang kami teliti dari hulu ke hilir. Dimana bank -bank nasional maupun swasta sebagai penyalur kredit masih mengenakan bunga yang relatif tinggi. Sehingga belum terjangkau oleh para pelaku IKM/ UMKM, ” ujar Gubernur Bali.

Melalui Program KIPK dirasa akan sangat membantu pemerintah daerah Bali dan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang bergerak di sektor UMKM dan IKM.

Gubernur Wayan Koster lebih jauh menyoroti sisi persyaratan untuk bisa mengikuti program ini yakni IKM dan UMKM yang memiliki pekerja diatas 50 orang. Sedangkan Di Bali, mayoritas IKM dan UMKM mempekerjakan orang dibawah 50 orang.

Jumlahnya memang banyak, tetapi sebagian besar skalanya masih kecil. Kalau secara umum di Indonesia, mungkin ada IKM besar dengan jumlah pekerja yang banyak. Sementara di Bali, kebanyakan IKM pekerjanya di bawah 50 orang.

“Kalau tetap diterapkan akan susah menemukannya, kalau bisa regulasinya sedikit dirubah menyesuaikan kondisi di Bali agar bisa menjangkau semuanya. Kalau yang dijangkau yang pekerjanya dibawah 50, saya pastikan di Bali ini akan banyak yang ikut. Dan Bapak Menteri juga beramal untuk masyarakat Bali. Pahala terbesar adalah menolong orang kecil, orang susah, Pak Menteri,” pungkas Gubernur Bali, disambut riuh dukungan dari peserta.

Sosialisasi KIPK di Bali turut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian Perindustrian dengan PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) sebagai bank penyalur. Secara simbolis, juga diberikan penyaluran perdana KIPK dari BPD Bali.

Tiga pelaku industri yakni CV Pelangi (makanan), Dian’s Rumah Songket dan Endek (tekstil), serta CV Bali Tedung Nusa Island (furnitur) telah menerima penyaluran perdana KIPK dari BPD Bali. Momentum ini diharapkan memicu semakin banyak industri untuk segera memanfaatkan fasilitas kredit tersebut. (rls)

LNG Sidakarya Segera Dibangun, Koster: Dibangun 3,5 Km dari Pantai

Gubernut Bali Wayan Koster.
Gubernut Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernut Bali Wayan Koster memastikan rencana pembangunan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Sidakarya, Denpasar Selatan.

Ia menyebut, persetujuan lingkungan atau Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (Amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup ditargetkan akan terbit akhir September 2025.

Gubernur Koster, mengatakan rencana Terminal LNG akan dibangun di titik berjarak 3,5 kilometer (km) dari pesisir pantai Sidakarya. Gubernur Koster telah bertemu Menteri LH Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Setelah pertemuan itu, Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan kabar gembira tersebut, Kamis 4 September 2025 saat penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara Pemprov, Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Gianyar dan Tabanan terkait penyelenggaraan angkutan umum Trans Metro Dewata Sarbagita.

Walikota IGN Jaya Negara, Bupati Adi Arnawa, Bupati Made Agus Mahayastra dan Bupati Komang Sanjaya hadir dalam pertemuan kesepakatan bersama itu.  Dihadapan empat kepala daerah, Sekda Gianyar  I Gusti Bagus Adi Widhya Utama dan sejumlah kepala SKPD, Gubernur Koster menyampaikan beberapa hal penting usai bertemu sejumlah menteri di Jakarta termasuk kepastian pembangunan Terminal LNG Sidakarya.

“Termasuk juga saya bertemu Menteri LH (Hanif Faisol Nurofiq,red) yakni persetujuan amdal ditargetkan akhir September untuk pembangunan terminal LNG di  jarak 3,5 km dari pantai,” kata Gubernur Koster.

Koster menyebut alasan mengapa dibangun di radius 3,5 km area lepas pantai. hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kehidupan ekosistem laut.  “Jadi, tidak lagi di bibir pantai Sidakarya, jadi di dalam, supaya ramah lingkungan dan tidak ribut lagi,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran.

Sebelumnya, Sekda Bali Dewa Indra menegaskan pembangunan terminal LNG Sidakarya akan dilanjutkan. Ia mengakui titiknya akan bergeser ke area lepas pantai dari titik semula.

“Akan dilanjutkan. Cuma titiknya dipindahkan ke offshore ya (area lepas pantai,red), jadi ada jarak yang coba ditentukan, titik yang awal dipindahkan,” kata Dewa Indra.

Ia menyebut program ini akan dilanjutkan karena sesuai strategi Gubernur Bali untuk terus mensubsidi energi  bersih energi yang ramah lingkungan.

“Ini pilihan yang tidak mungkin kita mundur, point of no return,” tegas Dewa Indra.
Program pembangunan terminal LNG di pantai Sidakarya sudah tiga tahun berproses namun hingga saat ini belum ada action.

Amdal menjadi tahapan terakhir yang dinantikan dan kini masih berproses di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq sebelumnya menyatakan akan segera memproses persetujuan lingkungan terminal LNG Sidakarya, ketika meninjau lokasi 27 Mei 2025 lalu.

Menteri Hanif memberi sinyal hijau pembangunan LNG tersebut guna menghindarkan Bali dari dampak listrik seperti blackout (pemadaman listrik total) dan mendukung program Gubernur Bali Wayan Koster, Bali Mandiri Energi. (rls)

Pemprov Bali dan 4 Kabupaten Kota Anggarkan 56,3 Miliar untuk Trans Metro Dewata 2026

Penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Pemprov Bali dan Pemkab Badung tentang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan Trans Metro Dewata di kawasan Sarbagita tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (4/9/2025).
Penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Pemprov Bali dan Pemkab Badung tentang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan Trans Metro Dewata di kawasan Sarbagita tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (4/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster menandatangani perjanjian kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten Gianyar serta Pemerintah Kabupaten Tabanan tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Perkotaan Trans Metro Dewata di Kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) Tahun 2026 di Jaya Sabha Denpasar, Kamis (4/6/2025).

“Penandatanganan kerjasama ini dilakukan supaya dalam menyusun APBD 2026 ada payung hukumnya. Pada tahun 2025 ini sudah berjalan tapi hanya 9 bulan dari bulan April hingga Desember. Sedangkan untuk tahun 2026 full alokasinya,” kata Koster saat menandatangani perjanjian kerjasama.

Diketahui untuk tahun anggaran 2026, pembiayaan transportasi umum Trans Metro Dewata dianggarkan sebesar Rp 56,3 Milyar. Dengan rincian 30 persennya atau Rp 16,9 milyar dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sementara 70 persennya atau Rp 39,4 Milyar dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Kabupaten Badung Rp 16,6 Milyar, Denpasar 15,8 Milyar, Gianyar 5,3 Milyar dan Tabanan 1,6 Milyar,” jelas Koster. Pembagian persentase kabupaten/Kota disesuaikan dengan panjang lintasan dan proporsional layanan Trans Metro Dewata berdasarkan Kabupaten/Kota.

Gubernur Koster menyampaikan, penandatangan tersebut baru merupakan pagu anggaran saja. Untuk realisasinya akan menunggu hasil evaluasi dari tim sehingga penganggaran dapat dijalankan dengan lebih efektif dan efisien.

“Kalau kita lihat maksimum keteriisian Trans Metro Dewata hanya 37 persen padahal menurut kriteria bank dunia rata-rata harus 50-60 persen. Jadi masih rendah sekali. Kita akan evaluasi faktor dan penyebabnya,” imbuh Koster.

Terlepas dari hal itu, Wayan Koster menyampaikan, akan terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan transportasi publik di Provinsi Bali secara berkelanjutan. Ia menjelaskan memang tidak mudah untuk mengedukasi dan mengubah kebiasaan masyarakat untuk beralih ke Transportasi Publik.

“Kita tidak bisa cepat-cepat menyadarkan masyarakat. Tidak mudah apalagi di Bali jalur jalannya pendek dan sempit. Masyarakat banyak yang lebih suka menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Koster menyampaikan bahwa pemerintah harus dapat menyeimbangkan antara kepentingan masyarakat/publik dengan alokasi anggaran yang diperlukan sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien. (rls)