PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat literasi keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Financial Clinic #3 bertema “ASN Anti Boncos: Memahami Investasi Legal dan Bahaya Investasi Bodong” yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) ini bertujuan membekali ASN dengan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap maraknya investasi ilegal dan kejahatan keuangan berbasis digital.
Acara dibuka Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, dan diikuti 30 staf Kantor Camat beserta perwakilan staf kelurahan dan desa se-Kecamatan Kuta Selatan.
Dalam sambutannya, Camat menekankan pentingnya literasi investasi bagi ASN sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
“Selain menjalankan tugas pelayanan publik, ASN diharapkan memiliki pemahaman yang baik terkait investasi. Jangan sampai informasi keuangan hanya diperoleh dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Kita ingin membangun SDM yang profesional dan cerdas secara finansial,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada lima komponen utama literasi keuangan, yakni regulasi, narasi, aksi, dampak, dan keberlanjutan. Kelima aspek ini diharapkan dapat dipahami secara menyeluruh agar ASN mampu melindungi diri dari risiko keuangan sekaligus menjadi rujukan informasi yang benar bagi masyarakat.
Financial Clinic #3 menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali dan Bank BPD Bali Cabang Badung.
Perwakilan Bank BPD Bali Cabang Badung, Putu Eli Desi Arisandi, menegaskan bahwa rendahnya literasi keuangan dapat membuka celah bagi masyarakat untuk terjerat penawaran ilegal, seperti pinjaman online tidak berizin, investasi bodong, hingga modus kejahatan siber yang mengatasnamakan lembaga resmi.
“Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan mudah terpengaruh berbagai penawaran menyesatkan yang berpotensi merugikan secara pribadi maupun institusi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN semakin bijak dalam mengelola keuangan secara terencana dan sederhana, sehingga tercipta kondisi yang lebih aman dan sejahtera.
Dengan terselenggaranya Financial Clinic #3, Pemkab Badung menegaskan komitmennya menjadikan ASN sebagai garda terdepan dalam penguatan literasi keuangan, sekaligus agen edukasi bagi masyarakat dalam mengenali investasi legal dan menghindari praktik investasi ilegal. (rls)
































