PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga terdampak pembanguan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi kembali melakukan aksi damai di Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Kamis (8/8/2024).
Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan keluhan atas ketidakpastian pemerintah dalam proyek jalan tol, yang menyebabkan warga tidak berani mengelola lahan perkebunan.
Ada juga warga mengaku tidak bisa mengajukan kredit karena lahan terdampak jalan tol tidak bisa dijadikan jaminan.
Warga pun mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan kejelasan terkait proyek jalan tol tersebut.
Ketua Forum Perbekel Terdampak Tol I Nyoman Arnawa menegaskan, masyarakat ingin kepastian proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi apakah jadi atau tidak dilaksanakan.
“Apabila kemungkinan terburuknya tidak jadi, kami harap semua hak-hak warga dikembalikan sehingga lahannya bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya, Kamis (8/8/2024).
Arnawa menjelaskan, Tol Gilimanuk-Mengwi ini masuk program Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan penganggaran uang ganti rugi melalui APBD.
Proyek pembangunan yang sebelumnya bernama Jagat Kerthi Bali Tol Gilimanuk-Mengwi itu tidak jelas hingga sekarang.
“Kami selalu hadir pertemuan yang difasilitasi pemerintah. Terakhir itu pertemuan di Kuta pada November 2023,” ucapnya.
Mewakili suara masyarakat yang terdampak, Arnawa meminta agar Presiden Jokowi bisa menindaklanjuti keluh kesah masyarakat ini.
“Mau dijualbelikan atau dijadikan jaminan tidak bisa. Masyarakat ingin kepastian,” tegasnya. (ana)

































