Diskominfo Badung Bekali Paskibra Literasi Psikologi Media, Dorong Bijak Bermedia Sosial

Diskominfo Badung Bekali Paskibra Literasi Psikologi Media, Dorong Bijak Bermedia Sosial

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung membekali anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Badung Tahun 2026 dengan literasi psikologi media. Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah membangun ketahanan mental sekaligus meningkatkan kecakapan generasi muda dalam menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Gita Gosana, Kantor Diskominfo Badung, Kamis (13/8/2026), merupakan kolaborasi Diskominfo dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung. Pembekalan diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai dinamika ruang digital yang semakin memengaruhi pola komunikasi dan kehidupan sosial.

Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Badung, I Gusti Agung Mayun Trisna Permana, mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana yang memberikan nilai positif, bukan justru menjadi sumber persoalan bagi penggunanya.

“Di tengah derasnya arus digitalisasi, kita harus mampu menggunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai media sosial justru mengendalikan diri kita. Gunakan untuk belajar, berkarya, membangun relasi yang positif, dan menyebarkan informasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Dalam pembekalan tersebut, peserta memperoleh materi dari dua narasumber dengan fokus berbeda namun saling berkaitan. Materi pertama mengenai penguatan resiliensi psikologis disampaikan Ida Bagus Jendra Wijaya melalui tema “Resiliensi dan Tumbuh: Mengatasi Tantangan Masa Depan”.

Baca Juga:  Jatanras Polda Bali Bubarkan Kerumunan Remaja di Tengah Malam, Antisipasi Aksi Kejahatan

Ia menjelaskan, resiliensi merupakan kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan terus berkembang ketika menghadapi tekanan maupun kesulitan. Menurutnya, seseorang yang memiliki resiliensi bukan berarti terbebas dari masalah, melainkan mampu mengelola emosi dan menghadapi persoalan secara lebih sehat.

Peserta juga diajak melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Dalam penggunaan media sosial, mereka diingatkan terhadap risiko perbandingan sosial, ketergantungan pada pengakuan orang lain, hingga paparan gaya hidup ideal yang belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Baca Juga:  Jatanras Polda Bali Bubarkan Kerumunan Remaja di Tengah Malam, Antisipasi Aksi Kejahatan

Sementara itu, konten kreator Pande Made Permana Dwipayana memberikan materi mengenai penggunaan media sosial secara sehat dan produktif. Ia mendorong generasi muda memanfaatkan ruang digital bukan sekadar untuk mengikuti aktivitas orang lain, tetapi juga sebagai sarana belajar, berkreasi, mengembangkan potensi hingga menghasilkan karya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan memilah konten, mengatur waktu penggunaan media sosial, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan aktivitas digital. Komunikasi terbuka dengan orang tua maupun pendidik serta membangun lingkungan pergaulan yang positif juga dinilai penting dalam menjaga kesehatan psikologis.

“Media sosial jangan hanya digunakan untuk melihat kehidupan orang lain. Jadikan media sosial sebagai ruang untuk belajar, berkarya, berwirausaha, mengembangkan potensi diri, dan menyebarkan hal-hal yang positif,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan arahan Kepala Kesbangpol Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa. Ia mengingatkan para anggota Paskibra agar tidak tertinggal perkembangan teknologi, tetapi tetap mampu mengendalikan penggunaannya.

Baca Juga:  Temuan Bupati Saat CFD, Tiga Bangunan Liar di Kerobokan Kelod Ditertibkan

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri dan membuka ruang kreativitas. Sebaliknya, penggunaan tanpa kendali justru berpotensi menghambat masa depan generasi muda.

“Silakan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tetapi kita harus tetap mampu mengendalikan diri. Jangan sampai teknologi dan media sosial justru mengendalikan kehidupan kita dan berdampak buruk terhadap masa depan,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Paskibra Badung diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan fisik dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kecakapan digital.

Lebih jauh, mereka diharapkan mampu menjadi generasi muda yang cerdas dalam mengonsumsi informasi sekaligus produktif dalam menciptakan konten positif, sehingga turut mendorong terciptanya ekosistem media sosial yang sehat dan bertanggung jawab. (kjs/bdg)