MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung memanfaatkan kegiatan Safari Pendidikan sebagai sarana mempererat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi para guru secara langsung. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026), menjadi ruang dialog terbuka bagi tenaga pendidik untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekolah.
Safari Pendidikan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Disdikpora Badung dan PGRI Kecamatan Abiansemal. Kegiatan dihadiri Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana, pengurus PGRI, kepala sekolah, serta para guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam sesi dialog interaktif, para guru menyampaikan beragam masukan terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah, dinamika kerja di lingkungan pendidikan, hingga tantangan membangun sinergi dengan masyarakat sekitar sekolah. Berbagai aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan Safari Pendidikan menjadi momentum penting untuk mendengar secara langsung kondisi riil yang dihadapi tenaga pendidik di lapangan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan guru sangat diperlukan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui secara langsung berbagai kendala yang dihadapi guru, baik terkait sarana prasarana maupun persoalan lainnya di sekolah. Dengan begitu, pemerintah dapat memahami kebutuhan yang ada dan mencari solusi yang tepat,” ujarnya.
Dwipayana juga menekankan pentingnya membangun kerja sama yang solid di lingkungan sekolah. Kepala sekolah dan guru diharapkan mampu membentuk tim yang kuat sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan sekolah yang berada di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat sekaligus menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Disdikpora Badung berkomitmen terus meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya guru sebagai upaya mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
“Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu menghasilkan generasi Badung yang unggul dan siap bersaing di masa depan,” katanya.
Selain dialog pendidikan, rangkaian Safari Pendidikan juga diisi dengan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan di wilayah Desa Gerih, penyerahan bibit tanaman, serta pemberian penghargaan kepada guru-guru berprestasi yang telah mengikuti berbagai lomba di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional.
Melalui Safari Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang berkualitas tidak hanya melalui pengembangan kurikulum dan fasilitas sekolah, tetapi juga dengan membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan para pendidik. (rls/kmf)






























