SINGASANA, PANTAUBALI.COM – Kinerja perekonomian Kabupaten Tabanan menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan mencatat laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,45 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp29,98 triliun.
Berdasarkan rilis BPS pada Februari 2026, PDRB Kabupaten Tabanan atas dasar harga berlaku mencapai Rp29.983,84 miliar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tercatat Rp17.121,56 miliar. Capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak dan mampu bertahan di tengah dinamika perekonomian nasional.
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur ekonomi Tabanan dengan kontribusi 21,83 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 20,87 persen, disusul sektor Konstruksi yang menyumbang 9,07 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi daerah, sementara sektor pariwisata, jasa, dan pembangunan infrastruktur terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama perekonomian dengan kontribusi mencapai 60,60 persen terhadap PDRB. Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 18,34 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi dan pembangunan di berbagai sektor.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendorong produktivitas daerah.
Menurutnya, sektor pertanian tetap mampu mempertahankan perannya sebagai penopang utama ekonomi, diikuti perkembangan sektor pariwisata, jasa, dan pembangunan infrastruktur yang berjalan secara berkelanjutan.
“Kami bersyukur pertumbuhan ekonomi Tabanan mencapai 5,45 persen. Ini menunjukkan berbagai sektor ekonomi terus bergerak positif. Namun, capaian ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Sanjaya menegaskan, pemerintah daerah akan terus memprioritaskan pengendalian harga kebutuhan pokok, perlindungan lahan pertanian, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hilirisasi produk pertanian, serta penciptaan lapangan kerja sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkualitas dan inklusif.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk mempertahankan semangat kolaborasi dalam meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kinerja sektor pertanian yang tetap kuat membantu menjaga pendapatan petani dan ketahanan pangan, sedangkan berkembangnya sektor akomodasi, makan minum, serta konstruksi membuka peluang kerja baru dan mendorong perputaran ekonomi hingga ke tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Tabanan optimistis fondasi ekonomi yang semakin kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (kmftbn)

































