Festival Gong Kebyar Jadi Magnet Wisata di Ulun Danu Beratan

Festival Gong Kebyar di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.
Festival Gong Kebyar di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival Budaya Gong Kebyar yang digelar di DTW Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, sukses menarik minat wisatawan. Hal ini terlihat dari tren peningkatan jumlah kunjungan ke daya tarik wisata yang dikenal dengan keindahan pura di tengah danau tersebut.

Beragam pertunjukan seni budaya khas Bali ditampilkan sebagai daya tarik bagi wisatawan, seperti tari tradisional, tari kreasi, gong kebyar, Tari Kecak, hingga Tari Barong.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, pada Rabu (24/12/2025), mengatakan, kunjungan wisatawan menunjukkan tren peningkatan sejak empat hari terakhir sejak festival seni budaya tersebut digelar.

Baca Juga:  Peringati HPSN 2026, Bupati Sanjaya Pimpin Aksi Bersih Pantai Yeh Gangga

Sebelumnya, rata-rata kunjungan berada di angka 1.100 orang per hari, sementara dalam empat hari terakhir meningkat hingga mencapai 1.900 pengunjung per hari.

“Wisatawan terbanyak berasal dari mancanegara, khususnya India dan Eropa. Sedangkan wisatawan domestik didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, festival budaya ini rutin digelar setiap tahun. Pertunjukan seni budaya berupa tarian dibawakan oleh masing-masing Gebog Pesatakan Ulun Danu Beratan yang melibatkan 20 desa adat. Setiap perwakilan desa menampilkan tarian maskot hasil ciptaan desa adat masing-masing.

“Sebagai bentuk dukungan, kami memberikan dana pembinaan kepada 20 desa adat tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Lindungi Puluhan Ribu Anak, Pemkab Tabanan Laksanakan Bulan Vitamin A Terpadu POPM Cacingan

Adapun pergelaran festival seni budaya ini telah berlangsung sejak 20 Desember 2025 dan akan digelar hingga 4 Februari 2026. Selain di Ulun Danu Beratan, festival juga dilaksanakan di The Blooms Garden.

Menurutnya, tren peningkatan kunjungan di DTW Ulun Danu Beratan diperkirakan akan berlangsung hingga pekan ini atau sampai 3 Januari 2026.

Disisi lain, untuk mempertahankan tren peningkatan kunjungan, Sukarata berharap pemerintah dapat memperbaiki fasilitas di jalur penyeberangan untuk mendukung aktivitas pariwisata di Bali.

Baca Juga:  NAHAS! Motor Tabrak Truk Parkir di Bypass Soekarno Tabanan, Satu Orang Tewas

Sebab, kata Sukarata, selama ini banyak travel agent yang mengeluhkan kondisi fasilitas penyeberangan antar pulau yang dinilai kurang memadai dari sisi keselamatan.

“Kendala yang sering disampaikan travel agent adalah kondisi penyeberangan, khususnya situasi kapal agar kembali seperti dulu sehingga wisatawan yang menyeberang ke Bali merasa nyaman,” jelasnya.

Menyambut pergantian tahun 2025, manajemen DTW Ulun Danu Beratan juga menggelar kegiatan open house bagi para travel agent yang mengantar wisatawan ke kawasan tersebut. (ana)