Pohon Tumbang di Tabanan Timpa Pelinggih, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Pembersihan pohon tumbang di Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.
Pembersihan pohon tumbang di Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tepat pada perayaan Hari Raya Tumpek Landep, Sabtu (20/9/2025), hujan deras yang sempat mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan menyebabkan pohon tumbang di Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri mengatakan, pohon yang tumbah adalah jenis waru dan kelapa hingga menutupi saluran irigasi serta menimpa dua pelinggih milik warga.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta,” ujarnya.

Baca Juga:  Mega Carry Hantam Truk di Jalan Mahendradatta, Diduga Karena Ambil Haluan Terlalu Kanan

Tim Pusdalops dan TRC Regu 2 BPBD Tabanan bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material pohon tumbang.

Ia pun menyampaikan, apresiasi atas respons cepat tim dan dukungan masyarakat dalam penanganan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa BPBD Tabanan berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, dan tanggap.

Baca Juga:  Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, karena kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu. Mohon agar warga juga rutin memantau prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh BMKG sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, masyarakat yang membutuhkan layanan BPBD Tabanan dapat segera menghubungi PUSDALOPS BPBD Tabanan melalui Call Center/WhatsApp di ‪+62 838-4856-8111‬ atau Emergency Call di 0361 811171.

Baca Juga:  Soroti Kondisi Lapangan Penebel, Ketua DPRD Tabanan Minta Pemda Serius Rawat Aset Publik

BPBD Tabanan menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan laporan kejadian akan sangat membantu mempercepat proses penanganan darurat sekaligus meminimalisir dampak bencana.  (ana)