Kenali Ciri-Ciri Modus Penipuan Lowongan Kerja yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi pencarian lowongan kerja. (foto: tribune.com)
Ilustrasi pencarian lowongan kerja. (foto: tribune.com)

PANTAUBALI.COM –  Penipuan lowongan kerja dengan berbagai modus menggiurkan kini semakin marak terjadi dan kerap menjadi ancaman bagi para pencari kerja.

Para pelaku sering memanfaatkan kebutuhan pekerjaan sebagai peluang untuk melakukan aksi penipuan.

Untuk itu, para pelamar kerja diimbau untuk lebih waspada terhadap lowongan pekerjaan palsu yang kerap dipasang di media sosial maupun platform lainnya.

Ada baiknya, sebelum mengirimkan syarat melamar pekerjaan agar memverifikasi setiap informasi secara teliti serta tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas.

Selain itu, para pencari kerja juga wajib mengetahui berbagai ciri-ciri lowongan pekerjaan yang mengandung unsur penipuan dan patut untuk diwaspadai.

Baca Juga:  UMP 2025 Naik 6,5 Persen, KSPI Tabanan Sebut Tidak Berdampak Signifikan Terhadap UMK

Dilansir dari laman Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), ada beberapa modus penipuan lowongan kerja yang harus diwaspadai.

  1. Penulisan Bahasa yang Buruk

Tata bahasa yang tidak profesional dan berantakan dalam iklan kerja perlu diwaspadai oleh pelamar kerja. Iklan lowongan pekerjaan dari perusahaan resmi akan menjaga kredibilitas, khususnya dengan komunikasi yang formal.

2. Meminta Sejumlah Uang

Kemnaker menekankan proses rekrutmen resmi tidak akan memungut biaya apapun. Jika ada pembuka lowongan pekerjaan yang meminta biaya transportasi maupun administrasi sebelum proses rekrutmen berlangsung maka dipastikan itu penipuan.

Baca Juga:  UMP 2025 Naik 6,5 Persen, KSPI Tabanan Sebut Tidak Berdampak Signifikan Terhadap UMK

3. Penawaran Gaji Menggiurkan dan Tidak Masuk Akal

Gaji fantastis yang ditawarkan untuk pekerjaan sederhana sangat tidak masuk akal. Penawaran gaji yang menggiurkan sering dijadikan umpan untuk menarik para pekerja.

Hal ini tentu menjadi pengingat bahwa penawaran gaji yang tinggi untuk posisi yang relatif sederhana menjadi peringatan bagi calon pekerja.

4. Meminta Data Pribadi

Perusahaan pemberi lowongan pekerjaan sebaiknya tidak meminta data sensitif seperti KTP, NPWP hingga rekening bank.  Pelaku biasanya memanfaatkan data-data pribadi tersebut untuk kejahatan lebih lanjut.

Baca Juga:  UMP 2025 Naik 6,5 Persen, KSPI Tabanan Sebut Tidak Berdampak Signifikan Terhadap UMK

5. Email Yang Digunakan Tidak Profesional

Perusahaan resmi pemberi lowongan biasanya menggunakan domain resmi, bukan bentuk layanan email gratis. Maka dari itu, pelamar kerja perlu memperhatikan alamat email yang tertera dalam iklan lowongan kerja.

Itulah beberapa modus penipuan lowongan pekerjaan yang perlu diketahui oleh para pelamar kerja. Namun jika menjadi korban penipuan maka segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat jika penipu tersebut meminta sejumlah uang. (ana)