Sehari Denpasar Kirim 144 Truk Sampah ke TPA Mandung Selama WWF ke-10

Truk pengangkut sampah dari Kota Denpasar berjejer di sepanjang jalan menuju ke TPA Mandung, Minggu (19/5/2024).
Truk pengangkut sampah dari Kota Denpasar berjejer di sepanjang jalan menuju ke TPA Mandung, Minggu (19/5/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, menerima kiriman sampah dari Kota Denpasar selama perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang digelar pada 18 – 25 Mei 2024.

Pengiriman sampah ini sudah mulai dilakukan sehari sebelum pergelaran WFF dimulai atau tepatnya pada Jumat (17/5/2024).

Dari pantauan pada Minggu (19/5/2024), puluhan truk pengangkut sampah dari Kota Denpasar berjejer dipinggir jalan untuk menunggu giliran membuang sampah ke TPA.

Baca Juga:  Rumah Warga di Tabanan Dibobol Maling Saat Pengarakan Ogoh-Ogoh, iPad dan Uang Tunai Raib

Namun, kepulan asap tebal masih membimbing tinggi di sekitar tumpukan sampah dan menyelimuti seluruh area TPA Mandung.

Asap ini muncul di sisi Utara TPA yang memang menjadi lokasi kemunculan titik api saat kebakaran sebelumnya.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja TPA Mandung I Wayan Atmaja mengatakan, pengirimanan sampah dari Kota Denpasar memang sudah dilakukan sejak tanggal 17 Mei lalu.

“Pengiriman rencana dilakukan sampai tanggal 25 Mei nanti,” ujarnya.

Baca Juga:  Ogoh-Ogoh ‘Sekar Layu’ Karya ST Pushada, Angkat Kisah Nyata Cinta Tanpa Restu di Desa Pandak Bandung

Ia menyebut, rata-rata pengiriman sampah dari Kota Denpasar sekitar 144 truk perhari. Satu truk bisa mengangkut hingga 8 meter kubik sampah.

Sedangkan khusus untuk wilayah Tabanan, dalam sehari menerima dari pihak swasta mencapai 20 truk dan dari DLH 40 truk dengan ukuran yang sama yakni 8 kubik.

“Sampah-sampah yang dikirim kesini (TPA Mandung) dibuang di sebelah Timur TPA,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lansia di Marga Tabanan Hilang Sejak 4 Hari Belum Ditemukan

Atmaja memperkirakan, TPA Mandung masih bisa menampung semua kiriman sampah dari Kota Denpasar sampai tanggal 25 Mei nanti.

Sementara itu, sebagai upaya antisipasi timbulnya kebakaran yang makin parah akibat pengiriman sampah dari Denpasar, Atmaja mengaku tetap melakukan penyemprotan sebanyak dua kali sehari. Khususnya pada pagi dan sore hari.

“Kami siagakan tandon air dengan kapasitas 5.000 liter. Penyemprotan dilakukan oleh BPBD Tabanan dan petugas kami di UPTD,” ungkapnya. (ana)