Desa Pejaten Kediri Kembangkan Wisata Naik Perahu Susuri Sungai

Wisata air naik perahu menyusuri sungai di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Wisata air naik perahu menyusuri sungai di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan, kini tengah mengembangka wisata air naik perahu menyusuri sungai.

Wisata air yang diberi nama Beji Taman Tirta Giri Buana ini berlokasi di aliran Sungai Dati yang merupakan perbatasan antara dua desa yakni desa Pejaten dengan Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan.

Wisatawan akan dibawa menyusuri aliran sungai dengan perahu mesin berukuran sedang dengan kapasitas maksimal 9 orang selama beberapa menit.

Baca Juga:  Kondisi Kian Kritis, Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Ambruk Akibat Longsor

Pengelola Taman Tirta Giri Buana Ketut Nada mengatakan, wisata air ini sudah mulai dikembangkan sejak enam bulan lalu oleh masyarakat sekitar dan turut disupport oleh pemerintah Kabupaten Tabanan. Sekaligus menjadi pengembangan wisata religi dengan Menhir Pura Dalem Bajangan.

“Kami kembangankan untuk wisata hiburannya sehingga ada wisata air. Yakni menaiki perahu dengan menyusuri Sungai Dati sepanjang 200 meter,” ujarnya, Minggu (21/4/2024).

Baca Juga:  Gagah di Arena, SMKN 2 Tabanan Rebut Tahta Juara Umum Silat Bupati Cup 2026

Ia menyebut, sejak awal dioprasikan, animo masyarakat untuk mencoba wisata air ini cukup tinggi khususnya saat momen hari libur.

Untuk masyarakat yang ingin menikmati wisata air ini cukup hanya dengan merogoh kocek Rp5 ribu untuk anak-anak dan Rp10 ribu untuk dewasa.

“Kunjungan tidak menentu, tetapi momen hari libur biasanya ramai. Di Desa Pejaten maupun Nyitdah belum ada wisata air serupa,” ucapnya.

Nada mengaku, pengenalan wisata air ini memang belum dipromosikan kepada masyarakat luas sebab saat ini masih dalam tahap penataan dan masih ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Baca Juga:  Pura Dalem Buahan Jadi Sasaran, Pintu Gedong Dicongkel Pelaku Misterius

“Untuk keamanannya, kami berjaga di pinggir sungai karena sungai saat ini masih dangkal. Disamping itu juga belum menyedikan rompi kepada pengunjung sebagai pengaman. Kami upayakan segera menuntaskan penataan,” imbuhnya. (ana)