- Advertisement -
Beranda blog Halaman 987

Ini Perkembangan Penanganan Covid – 19 Di Kabupaten Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Tabanan perJumat,(8/5) mulai dari terjangkit, sedang di rawat, di isolasi
berdasarkan aturan revisi 4 pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-
19. Jika dilihat berdasarkan data menurut, Ketua Harian Gugus Tugas, DR. I Gede Susila,Jumat,(8/5) di Tabanan mulai dari pemantauan surveilas untuk PMI yang masih melaksanakan isolasi mandiri atau isolasi di Rumah Sakit ada sebanyak 162 orang, OTG 4 orang, ODP 2 orang, PDP sebanyak 3 orang.

“Sampai saat ini ada sebanyak 3 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah sedangkan untuk Comfirm Positif sebanyak 3 orang,1 orang di isolasi di RS PTN Udayana,1 orang di isolasi di RSUD Mangusada 1 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah,” jelasnya.

Laporan Pemantauan PMI ada sebanyak 152 orang PMI yang sudah selesai di karantina di luar dan dalam wilayah Tabanan. Sedangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang melaksanakan karantina di uar dan dalam wilayah Tabanan adalah sebanyak 107 orang.

“Total sampai saat ini ada sebanyak PMI sebanyak 107 yang terdiri dari Laki-laki sebanyak 53 orang dan perempuan 54 orang. Jumlah PMI yang Rapid Tes tahap ke 2, sebanyak 152 orang dengan hasil Rapid Tes adalah reaktif 3 orang non reaktif 149 orang,” Tutupnya.

Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

DENPASAR – Pantaubali.com – Selang tiga pekan sejak dirilisnya single Kulminasi II, Dialog Dini Hari kembali merilis sebuah single baru yang diberi judul lantang, Garis Depan.Group Band indie yang digawangi Pohon Tua (gitar, vokal),Brozio Orah (bas, synthesizer) dan Deny Surya (drums).Lagu ini merupakan penghormatan untuk mereka-mereka yang ada di garis paling depan dalam cerita menghadapi pandemi Covid-19 itu disampaikan, Pohon Tua, Jumat,(8/5) di Denpasar.

“Ada beberapa temanku dokter dan paramedis yang sudah terlalu lama nggak pulang ke rumah,” ujarnya

Perjalanan dunia hari ini, punya banyak sisi. Perkembangan persoalannya, ternyata juga membuat Dialog Dini Hari, secara kolektif, terus bergumul dengan isu-isu yang sama; tentang bagaimana persoalan umat manusia ini ditanggulangi, sekaligus melihat ke depan dan terus menghidupi harapan untuk dunia yang lebih baik dari hari ini.

“Dalam kasus kami, aku ingat dulu ketika sibuk tur, main di sana, di sini, itu butuh waktu lama untuk bengong di rumah biar dapat ide untuk karya baru. Dan itu benar kok, ketika band nggak ada kesibukan lain, ya waktunya dipakai untuk ngobrol dan diskusi. Akhirnya bikin sesuatu,” paparnya

Garis Depan (dan juga Kulminasi II) juga akan menjadi bagian dari Setara, EP baru yang sedang digarap oleh Dialog Dini Hari. Serangkaian lagu di EP ini dikerjakan dengan metode yang mengharuskan mereka merespon situasi yang ada; bekerja mandiri dari studio rumah masing-masing, meminimalisir komunikasi fisik dan mengubahnya jadi serangkaian obrolan virtual serta menahan rindu untuk bercengkerama dengan orang-orang yang banyak membantu Dialog Dini Hari bertahun-tahun.

“Karena ngobrol dan diskusi itu tadi, dari satu lagu jadi dua lagu, jadi tiga lagu dan seterusnya. Prosesnya terus berlangsung,” ucapnya.

Itu menjelaskan kenapa Kulminasi II yang tadinya diniatkan sebagai sebuah single lepas, ternyata berkembang menjadi single berikutnya, Garis Depan, dan akan menjadi EP Setara di kemudian hari.

“Kayaknya juga, kami masih punya banyak api yang tertahan paska Parahidup rilis tahun lalu,” repetnya lagi. “Itu yang juga membuat kami terus menulis.” katanya.

Parahidup adalah album penuh ketiga Dialog Dini Hari yang dirilis tahun 2019 yang lalu. Periode yang ada di depan mata kita semua ini, bisa jadi merupakan periode paling produktif untuk urusan karya dalam kisah panjang Dialog Dini Hari.
“Akan dirilis bulan Juni 2020. Bisa mundur, bisa juga tepat waktu. Namanya juga kesenian, yang selalu berjalan paralel dengan ketidakpastia.

Wagub Menerima Bantuan Untuk Pekerja Pariwisata Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima bantuan dari PT. Urban Company, MS Glow yang diserahkan langsung, Dewa Gede Adiputra selaku pimpinan didampingi istri, Maharani Kemala, di ruang tamu wagub, Denpasar, Jumat (8/5) kemarin.Jika dilihat sektor pariwisata merupakan penyumbah PAD terbesar untuk pembangunan Bali. Masyarakat Bali sebagian besar bergantung dari sektor ini untuk hidup dan pemajuan ekonominya,itu disampaikan Cok Ace.

“Penggerak ekonomi terbesar di Bali adalah sektor pariwisata. Dalam hal ini hotel dan restauran yang membayar pajak tertinggi di Bali, untuk pembangunan Bali,”ujarnya.

Maka di saat sektor pariwisata Bali terpuruk seperti sekarang ini dampaknya sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

“Pariwisata juga memberikan imbas positif selama ini untuk segenap masyarakat Bali. Para petani dan pedagang kita juga terbantu karema produk mereka dibeli oleh masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata,” jelasnya.

Di saat seperti ini, ketika para pekerja hotel dan restoran banyak yang di rumahkan atau kena PHK, maka sektor lain akan kena imbasnya juga.Tentu Bantuan-bantuan seperti ini juga menurutnya telah meringankan PHRI, asosiasi yang menaungi hotel dan restoran di Bali.

“PHRI sampai saat ini terus bekerja membantu para pekerja pariwisata yang kena dampak. Sehingga bantuan yang disalirkan seperti ini telah membantu PHRI sehingga bantuan tersebut bisa segera tersebar merata.Saya harap semakin banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk ikut menyisihkan tabungannya membantu saudara-saudara kita yang kena dampak ini. Kita tunjukkan semangat gotong royong kita dalam menghadapi bencana ini,” paparnya.

Selanjutnya Dewa Gede Adi Putra menyatakan bahwa pihaknya memang tergerak untuk membantu para pekerja pariwisata, setelah terjun langsung dan melihat betapa dahsyatnya dampak virus Corona ini bagi mereka.Dirinya mengaku pihaknya menargetkan menyumbang 11 ton beras dan sembako lainnya yang disalurkan tidak hanya untuk para pekerja pariwisata, namun juga untuk mereka yang membutuhkan seperti petani maupun pedagang.

“Sekitar 5 ton beras sudah disalurkan di seluruh Bali, dan kita menargetkan akan rampung secepatnya,” tutupnya.

Gubernur Koster Ajukan Dua Perda ke Kementerian Lembaga RI

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster,Jumat (8/5) di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, melaksanakan video conference dengan Plh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Hari Nur Cahya Murni serta 16 Kementerian Lembaga RI terkait Pembahasan Ranperda RTRW Provinsi Bali Di hari yang sama, juga dibahas Ranperda mengenai Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (ZWP3K).

Ada Dua Perda yang diajukan Pemerintah Provinsi Bali dalam kesempatan tersebut mulai dari,Perda mengenai Tata Ruang dan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (ZWP3K).

“Yang perlu saya sampaikan, bagaimana urgensi dan kepentingan Perda yang mengatur dua hal tersebut. Bali membutuhkan Perda ini karena pesisir Bali memiliki fungsi yang sangat penting untuk Bali dan masyarkatnya secara umum. Apalagi jika menyangkut kepentingan upacara dan upakara, ritual keagamaan dan budaya, yang dilaksanakan di pantai dan di laut,”paparnya.

Ada proses-proses upacara umat Hindu di Bali yang sangat penting bersentuhan dengan pantai dan alut. Yang mana, dinamika saat ini, sudah terjadi ketidakberaturan, dalam pengelolaan dan pemanfaatan daerah pesisir tersebut. Antara lain dengan banyaknya hotel atau villa yang menggunakan kawasan pantai dan laut sebagai bagian dari pemandangannya.

“Kondisi ini seringkali menimbulkan praktek-praktek yang tidak sehat yang mengganggu kepentingan masyarakat Bali di dalam menyelenggarakan ritual keagamaan hingga kebudayaan,” ujarnya.

Selanjutnya bagaimana memberdayakan kawasan pantai dan pesisir laut dalam konteks perekonomian dan perlindungan kekayaan di wilayah tersebut. Saat ini kawasan pesisir dan laut belum bisa diberdayakan secara optimal dikarenakan belum ada pengaturan. Kalaupun ada upaya pemanfaatan bisa dikatakan belum terkelola dengan baik. Bahkan cenderung ilegal, sehingga menurut saya merugikan pemerintah dan masyarkat.

“Bali ini lautnya merupakan sumber kekayaan dengan nilai-nilai social ekonomi, pertama sebagai pesisir dengan kekayaan hayati, mangrove, terumbu karang dan sebagainya. Ada pula penyu yang kini sudah terancam punah, hiu, paus dan berbagai jenis hewan laut lain yang harus kita jaga. Terlebih sebelumnya ada polemic tentang reklamasi yang sekarang syukur sudah selesai dengan ditetapkannya wilayah tersebut sebagai wilayah konservasi,”paparnya.

Beberapa koreksi dan evaluasi terkait Ranperda RTRW Provinsi Bali, disampaikan secara teknis Plh Dirjen Bangda Kemendagri Hari Nur Cahya Murni. Koreksi tersebut selanjutnya akan dibahas kembali secara internal.Pembahasan dimaksudkan guna memastikan ranperda tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi di atasnya dan juga tidak bertentangan dengan kepentingan publik.
Sembari Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas respon cepat dari Dirjen Bangda Kemendagri untuk membahas pengajuan Ranperda tersebut.

“Pemerintah Provinsi Bali sudah sejak lama membahas ini, dan kami bersama legislatif sudah mendalami, dan memandang substansi dalam Ranperda ini secara materi sesuai konsep kebutuhan pembangunan Bali ke depan. Rencana pembangunan jangka panjang sudah mengakomodir rencana pembangunan sarana infrastuktur transportasi darat, laut dan udara secara integrasi di Bali, kami bersama legislatif sudah sepakat.”tutupnya.

Ditengah Covid-19, Bupati Tabanan Gulirkan Program Gotong Royong Ringankan Beban Petani & Peternak Di Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangkan meringankan beban para pembudidaya Lele di Kabupaten Tabanan khususnya dalam memasarkan produksi ditengah pademi Covid-19, maka Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan terobosan dengan menyerahkan paket penjualan ikan Lele kepada OPD,Bantuan paket Family Farming kepada masyarakat yang terdampak terkena PHK serta bantuan ikan Lele kepada masyarakat prasejahtera.

“Banyak hal yang kita lakukan sebagai bentuk perhatian kita khususnya kepada masyarakat Tabanan.Kegiatan ini dilakukan dalam upaya meringankan beban mereka (Masyarakat) meningkatkan ketahanan pangan dan kembali untuk menjaga kembali keseimbangan alam tetap terjaga. Misal, seandainya kita berhenti menanam padi atau sayur-sayuran tentunya tidak ada keseimbangan dan keselarasan lagi, tentunya kita butuh itu,” jelas Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti,Jumat,(8/5) siang di Banjar Riang, Delod Sema,Desa Riang Gede,Kecamatan Penebel, Tabanan.

Saat ini juga telah mengajurkan dan mewajibkan OPD untuk mengambil 2 Kuintal per OPD. Sisanya nanti akan diambil dari tunjangan ASN atau pegawai ASN sebesar 5persen yang akan dibelikan untuk hasil panen tidak hanya Lele nantinya bisa juga sayur, buah-buahan ataupun yang lainnya.

“Bisa dikatakan tidak boleh tidak ada yang terbeli, terutama dalam hal ini yang terdampak yang kita utamakan. Setelah ini akan kita pantau,” ujarnya.

Semua agar stabil hasil bumi dan pertanian Kabupaten Tabanan. Kedepan tentu akan di dorong dengan bibit, pupuk serta penyuluh yang baik. Agar terus dapat kelapangan dan akan mampu menjaga produksi pertanian ini tentu penting.

Dirinya mengucapkan, banyak terimaksih atas komitmen bersama karena kita melawan dalam kondisi saat ini.

“Mari kita gelorakan ini. Walaupun ada Corona bukan berati kita berhenti bergerak maupun berhenti berbuat serta berhenti peduli kepada sesama manusia umat kita khususnya yang ada di Kabupaten Tabanan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya menyumbang 3 kuintal kepada 106 KK terutama yang terdampak dari adanya Covid-19.Pada panen kedepan dirinya akan melakukan hal yang sama dan akan mendatangi bersama Muspida.

Pemkab Klungkung Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Kanada

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Sebagai upaya untuk mendorong inovasi pengembangan ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Klungkung melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Kanada terkait peluncuran Program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) Tahap Ketiga. Penandatanganan MoU dilakukan secara mandiri melalui sistem online dengan Video Conference oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Jumat (8/5/2020).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasubid Kawasan Pedesaan Direktorat Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Khairul Rizal,  Perwakilan Pemerintah Canada melalui Global Affairs Canada (GAC), Ny. Melisa, Perwakilan Pengelola Proyek NSLIC/NSELRED, Ny. Natalie, Kepala Baperlitbang, Camat Nusa Penida, dan perwakilan OPD terkait di Lingkungan Pemkab Klungkung serta undangan Iainnya.

Program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) Tahap Ketiga merupakan Proyek National Support for Local Investment Climates/Nationa/ Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), merupakan Kerjasama kemitraan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC).

Program RIF dirancang sebagai dukungan teknis pembangunan bagi 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui seleksi dari 60 KPPN yang merupakan hinterland dari 39 Pusat Pertumbuhan Peningkatan Keterkaitan Kota-Desa sebagai salah satu sasaran pembangunan wilayah pada RPJMN 2015-2019 dan Koridor Pertumbuhan serta Koridor Pengembangan pada RPJMN 2020-2024.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dalam Sambutannya, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksanananya kerjasama kemitraan Proyek NSLIC/NSELRED melalui program RIF dalam mendukung pengembangan Inovasi Rumah Keong yang akan bersinergi dengan percepatan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida. Inovasi Rumah Keong (Rumput Laut, Poh Nuse (Mangga), Kelapa dan Singkong) ini akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian berkelanjutan yang berkualitas yang layak dipasarkan secara luas guna memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan menjadi rantai pasokan dalam industri pariwisata.

Bupati Suwirta berharap produk-produk olahan Inovasi Rumah Keong dapat menjadi produk khas Kawasan Perdesaan Kepulauan Nusa Penida yang turut menjadi ciri khas kawasan destinasi pariwisata pada Kawasan Perdesaan Nusa Penida. “Kawasan Predesaan Prioritas Nasional Kepulauan Nusa Penida yang memiliki potensi dan keunggulan kompetitif pariwisata di pasar global sangat strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan menjadi titik ungkit pembangunan di Kabupaten Klungkung,” Ujar Bupati Asal Nusa Ceningan ini

Lebih Ianjut, terkait pelaksanaan program ini, Pihaknya juga menilai perlu dilakukan beberapa pengkajian dan pendampingan khususnya pengembangan potensi kawasa dengan keunikan dan keindahan alam Kepulauan Nusa Penida yang luar biasa  dengan kekayaan budaya yang religius serta kearifan lokal yang khas. “Tak henti-hentinya Pemerintah Kabupaten Klungkung Bersama dengan Pemerintah Pusat dan Kementerian selalu bekerjasama dalam upaya mempercepat  sebagai salah satu bentuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sedangkan, perwakilan Pemerintah Canada melalui Global Affairs Canada (GAC), Ny. Melisa, mengatakan tentunya program ini bisa meningkatkan iklim investasi yang ada di Nusa Penida. “Diharapkan dengan kerjasama ini kedepannya bisa mensuport semua kegiatan demi kesejahterahan masyarakat klungkung khusunya Nusa Penida,” Ujar Melisap

Melisa juga menjelaskan Program ini sangat relepan untuk masyarakat. Dengan program yang singkat ini diharapkan bisa menghasilkan hasil yang maksimal dari hasil training maupun makerting produk olahan inovasi untuk dikembangkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Perwakilan Pengelola Proyek NSLIC/NSELRED, Ny. Natalie mengatakan, proyek NSLIC/NSELRED yang dikelola oleh Cowater International, program RIF dengan total biaya senilai Rp 18 miliar dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni mulai tahun 2018 hingga 2020 dengan memilih enam usulan inovasi dari enam kabupaten setiap tahunnya.

“Untuk program RIF Tahap Ketiga yang dilaksanakan Mei 2020 hingga April 2021, telah terpilih enam kabupaten yaitu, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Buleleng, Bali, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kabupaten Pandeglang, Banten, serta Kabupaten Belitung Bangka Belitung,” Ujar Natalie (Humask/yande).

Edi Wirawan Kembali Sambangi Masyarakat Tabanan Lakukan Aksi Sosial Ditengah Wabah Covid-19

 

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali salah satu kader PDIP Kabupaten Tabanan,I Made Edi Wirawan untuk kesekian kalinya turun langsung ketengah-tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Tabanan guna melakukan aksi sosial ditengah adanya wabah Covid-19. Aksi sosial kali ini dilakukan dirinya menyasar Desa Beraban,Kabupaten Tabanan pada Jumat,(8/5) lalu. Adapun Tim turun langsung dalam aksi tersebut yaitu, tim SEMEDI (Semeton Made Edi), Satgas Gotong Royong Desa Beraban, Perbekel Beraban, Jro Bendesa Adat Beraban dan Camat Kediri.

Dalam aksi tersebut I Made Edi Wirawan menyampaikan, memberikan bantuan sebanyak 1 Ton Beras yang dibagikan ke 15 Banjar Adat.Dengan diserahkan langsung kepada Desa Adat untuk selanjutnya didistribusikan, dengan jumlah warga Desa Adat Beraban sebanyak 1.807 KK. Tentu dengan pengecualian bagi warga yang sudah menerima bantuan pangan non tunai, bantuan langsung tunai, Pra KS dan PKH dikarenakan, telah mendapat bantuan dari semesta berencana termasuk dari pemerintah pusat dan desa.

” 1 ton beras telah kami berikan kepada warga, untuk menghindari tumpang tindih maka, ada pengecualian terutama bagi warga yang telah menerima bantuan dari semesta berencana termasuk dari pemerintah pusat dan desa.Sedangkan untuk 1.200 L disinfektan dibagikan di 10 Banjar Dinas dengan jadwal rutin penyemprotan setiap Jumat.

Bantuan yang diberikan belum bisa menjangkau keseluruhan, akan tetapi setidaknya sedikit tidaknya dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi situsi melawan virus covid-19.

“Selalu bergotong royong, saling membantu dan bersinergi dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat yang membutuhkan. Sekecil apapun bantuan yang diberikan, sangat berarti untuk mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Sembari Dirinya menghimbau,tetap mematuhi himbauan dari pemerintah. Menjaga kebersihan, cuci tangan serta wajib menggunakan masker.

Dalam waktu dan kesempatan yang sama,Jero Bendesa Adat Beraban, I Made Sumawa menyampaikan,bantuan beras dan disinfektan tentu sangat diharapkan bagi warga ditengah-tengab dampak covid-19 ini.

“Apa yang telah dilakukan Bapak Edi sebagai salah satu anggota DPRD tentu sangat diharapkan ditengah dapak adanya wabah ini(Covid-19),” ucapnya.

Kemudian, Ketua Satgas Gotong Rorong Desa Beraban, I Nyoman Sukeradana menyampaikan, sumbangan beliau nantinya akan disalurkan ke masyarakat untuk disinfektan salah satunya akan dibagikan ke masing-masing Banjar untuk selanjutnya disemprotakan ke masing-masing Banjar.

“Ya nanti disinfektan yang beliau sumbangkan ini, akan kita bagikan untuk selanjutnya bisa disemorotkan kemasing-masing Banjar nantinya,” tutupnya.

Pasutri Hidup Bersama Puluhan Ajing Dalam Satu Rumah di Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Atas kecintaanya dengan hewan khususnya Ajing salah seorang warga asal Jakarta yang telah 2 tahunan menetap dan mengotrak disalah satu komplek perumahan di wilayah Kediri,Kabupaten Tabanan memelihara kurang lebih 52 ekor ajing. Yang menurut, Wini Aliningrum, Kamis,(7/5) di Desa tersebut menyampaikan, bukan karena hoby memelihara ajing-anjing yang tidak terurus dan dipungut di jalanan tersebut. Akan tetapi karena, rasa kasian melihat ajing-ajing tersebut di jalan ada yang sakit kulit dan ada juga yang memang sakit.

“Dari 2017 mulai memelihara ajing-anjing yang dipungut di jalanan. Ada dari kecil saya dapatkan, awal saya pindah kost ada ajing yang mengikuti saya dari belakang. Dari sana awalnya, saya mulai kasian dan mencintai ajing,” jelasnya.

Memelihara ajing-anjing yang dipungut di jalanan ini bukan karena hoby, melainkan karena rasa kasian saja terhadap ajing-anjing yang terlantar di jalanan.

“Ya sebagian besar ajing-ajing ini ajing liar yang terlantar di jalanan akhirnya saya pungut. ujarnya.

Dalam sebulan dirinya mengaku menghabiskan biaya sebesar kurang lebih 3 juta untuk perawatan dan pembelian pakan untuk ajing-ajing tersebut.

“Kurang lebih Rp 3 jutaan lebih biaya yang saya keluarkan dalam sebulan, dana tersebut dari donasi saya dapatakan juga,” terangnya.

Selama bersama ajing-anjing tersebut belum pernah terserang sakit selain gatal-gatal saja. Selain itu terkait dengan komplin memang ada merasa tergangu.

“Ya beberapa minggu kedepan kemungkinan akan mencari tempat atau kontrakan lain agar bisa tetap merawat ajing-ajing ini,” tutupnya.

Dalam waktu yang sama dengan tempat berbeda Kepala Kewilayahan di desa setempat I Gede made sukayadnya menyampaikan, memang terkait aturan memelihara ajing atau binanatang tidak ada aturanya. Akan tetapi komplin disampaikan warga disekitar tempat tinggal pemilik ajing rersebut yang merasa tergangu dengan kondisi tersebut.

“Ya sempat memang ada laporan terkait dengan adanya yang memelihara ajing dalam jumlah banyak di komplek perumahan tersebut,” tutupnya.

Bupati Suwirta meninjau Kondisi Terminal Umum Galiran.

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Pasca Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta turun ke lapangan untuk menertibkan pedagang bermobil di Terminal Umum Galiran pada Minggu (3/5) kemarin. Dan pada Kamis (7/5), Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan  Ardiasa, Kepala UPT. Pasar Semarapura, I Komang Sugianta kembali turun ke lapangan untuk meninjau kondisi di terminal umum Galiran.  

Dalam hasil peninjauannya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta merasa senang dengan kondisi terminal yang sudah tertib dan sudah kembali menjadi tempat parkir dan drop barang ataupun penumpang yang ingin ke pasar Galiran.

“Saya berharap Agar Situasi tertib seperti ini dapat terus dipertahankan,” harap Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta menugaskan Dinas Terkait agar menjaga ketertiban terminal dan menata terminal agar menjadi tempat parkir yang rapi antara kendaraan milik pedagang pasar dan kendaraan angkutan umum.

Terkait keluhan Pedagang Bermobil diluar Kabupaten yang tidak mendapatkan tempat berjualan, Bupati Suwirta menyatakan Pemkab Klungkung berbaik hati masih tetap menerima pedagang dari luar Kabupaten yang ingin berjualan di Pasar Umum Galiran, beliau berharap kepada para pedagang bermobil untuk mengerti dengan kondisi di pasar galiran terkait kuota pedagang yang dapat berjualan di pasar umum Galiran, mengingat beberapa pedagang Klungkung dilarang berjualan di luar Kabupaten Klungkung sehingga jumlah pedagang semakin banyak, untuk itu pihaknya minta jangan sampai terjadi keributan apabila tidak mendapatkan tempat untuk berjualan.

“Para pedagang dari luar Kabupaten dapat berjualan di Pasar Umum Galiran, tetapi perlu diingat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan masing-masing dan tetap menjalankan himbauan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten terkait pemutusan Penyebaran COVID-19”, pesan Bupati Suwirta.

Selain Meninjau Terminal, Bupati Suwirta juga meninjau sistem retribusi yang diterapkan di pasar umum Galiran dan tetap menghimbau para pedagang di Pasar Galiran untuk merapikan barang dagangan dan menjalankan himbauan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dalam rangka pemutusan penyebaran COVID-19.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung, I Nyoman Sucitra, Kepala Satuan Pamong Praja dan pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung I Putu Suarta, dan kepala pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Klungkung Putu Widiada. (Humasklk/Cok).

WNA Amerika Meregang Nyawa di Villa di Seminyak

 

BADUNG – Pantaubali.com – Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat ditemukan meninggal di dalam kamar salah satu villa yang berlokasi di Seminyak, Kuta, Kamis (7/5) Korban atas nama Darrell (50) ditemukan dalam kondisi kaku, kulit sudah terlihat menghitam. Pihak dari Inafis Kepolisian usai melakukan identifikasi memperkirakan korban meninggal 3 hari lalu.

Keterangan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, kemarin menyebutkan, bahwa lokasi kamarnya berada di lantai 2 dan tidak pernah keluar kamar sejak 3 hari lalu.

“Kami terima laporan dari anggota BPBD Badung pukul 15.45 Wita, selanjutnya langsung mengerahkan 6 orang rescue,” jelasnya.

Proses evakuasi dipersulit karena bobot tubuh korban cukup besar. Setibanya di lokasi tim SAR gabungan melakukan observasi terlebih dahulu.

“Membutuhkan banyak personil, hingga harus menambah personil dan terpaksa tim membobol jendela kamar untuk mengeluarkan korban” ujarnya.

Seluruh tim yang lakukan evakuasi menggunakan pakaian dan peralatan pelindung diri lengkap. Akhirnya diputuskan jenasah diikatkan di kasur dan diturunkan melalui jendela sampai ke lantai dasar.

Akhirnya pukul 18.35 Wita proses evakuasi selesai dan selanjutnya jenasah dibawa menuju RS sanglah menggunakan kendaraan bak terbuka dan diikuti ambulance BPBD Badung. Selama evakuasi berlangsung melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, Polsek Kuta, BPBD Badung, Pecalang Desa Kuta, kerabat korban serta masyarakat setempat.