- Advertisement -
Beranda blog Halaman 937

6 Orang Tersesat di Gunung Adeng Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com-Tim SAR mengevakuasi 6 orang tersesat di Puncak Adeng, Kabupaten Tabanan, Senin (7/9). Target ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita pada posisi 90 meter arah timur koordinat awal dilaporkan.

“Proses pencarian dipermudah karena target masih bisa untuk share lokasi dan dengan adanya teknologi Ripiter Digilog yang dimiliki Basarnas maka dapat memantau pergerakan SRU untuk diarahkan menuju titik target berada.Sangat mendukung, karena biasanya tim SAR yang ada di lokasi sering menemui kendala sinyal HP yang tidak stabil,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali),Gede Darmada, Senin,(7/9) di Denpasar.

Menurutnya,para pendaki tersesat ketika turun dan menemukan persimpangan, akhirnya mereka terpisah dari rombongan dan tersesat. Awalnya target bergabung dengan rombongan berjumlah 25 orang dan memulai pendakian sejak hari Minggu (6/9/2020), selanjutnya turun kembali kurang lebih pukul 23.28 Wita. Posisi ketika mereka melaporkan kejadian yakni berada di ketinggian ± 900 MDPL.

“Basarnas Bali terima laporan dini hari tadi pada pukul 01.50 Wita,”katanya.

Identitas 6 orang pendaki atas nama Fauzi (19), Anjas (21), De Ardi (20), Dewa (20), Novita (20) dan Adi (20). Darmada mengatakan, bahwa seluruhnya dalam kondisi baik dan tidak ada yang alami cidera.

Personil dari Basarnas Bali yang terlibat sebanyak 8 orang beserta Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Operasi SAR, Anak Agung Alit Supartana,Ketika dimintai keterangan mengungkapkan, bahwa 1 orang alami keram tapi masih bisa jalan perlahan.

“Estimasi tim SAR gabungan beserta target menuruni jalur pendakian dan tiba di Posko Desa Angsri kira-kira 2 jam lamanya. Akhirnya pada pukul 09.40 Wita mereka sudah berada di titik kumpul dalam keadaan selamat”,bebernya.

Dirinya menambahkan, selama proses operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR lain, diantaranya dari BPBD Tabanan, Polsek Baturiti, Pemandu lokal, masyarakat setempat dan pihak kerabat dari target.

Gubernur Bali Himbau Desa Adat, Jangan Kemasukan Nilai Berpotensi Merusak Pundamental Masyarakat Bali

TABANAN – Pantaubali.com -Tersohornya Bali dengan adat istiadat di seantero mancanegara, tentu harus dijaga di tengah masyarakat.Jangan sampai malah muncul nilai-nilai luar adat istiadat Bali,terutama yang berpotensi mengancam tatanan adat istiadat Bali.

Mengantisipasi hal tersebut Gubenur Bali, Wayan Koster,Senin,(7/9) di Gedung Maria, Tabanan menekankan dan meminta agar seleuruh majelis Agung, Madia, Alit sampai ke Desa adat di Tabanan khususnya dan Bali umumnya.Harus mampu menjaga masing-masing wilayah desa adatnya dengan sebaik-baiknya.

Jalankan yang menjadi warisan leluhur kita (Bali),jangan ada yang aneh-aneh lagi.Menurut Dirinya,jika dilihat saat ini telah ada beberapa kelompok masyarakat ikut ini lah, ikut itu.Tentu hal tersebut bisa dikatakan akan memiliki potensi merusak pundalmental kehidupan masyarakat di Bali.

“Ngujang ben ngae kene-keto ben, yen usak nyen nyanan tanggung jawab.Jadi, adat dan budaya Bali sudah sangat bagus, jadi jangan dirusak lagi”,cetusnya.

Sembari Dirinya menambahkan, di Bali telah ada dasar-dasar serta warisan hal-hal yang bagus.Tingal memelihara dan menerukannya saja.

“Jika tidak mampu, memelihara dan meneruskan tidak bisa.Itu sangat kebangetan sekali namanya”, tutupnya.

Menumbuhkan Kecintaan Produk Lokal Bali,Wagub Bali Apresiasi Kegiatan Kebon Sunday Market

DENPASAR – Pantaubali.com -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemilik Kebon Vintage Cars yang telah melaksanakan kegiatan Kebon Sunday Market.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain di Bali untuk mengadakan acara yang serupa, sehingga mampu memberikan dampak yang positif bagi para petani dan UMKM ditengah pandemi dalam memasarkan produknya.Hal itu disampaikan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, saat menghadiri kegiatan Kebon Sunday Market, bertempat di Kebon Vintage Cars Biaung-Denpasar, Minggu (6/9/20).

Menurutnya, dengan kegiatan ini, masyarakat akan tahu keberadaan ragam pangan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal di Bali.

“Dari segi bisnis, pelaksaaan kegiatan Kebon Sunday Market ini akan semakin mendekatkan antara produsen dengan konsumen, sehingga dapat memotong jalur distribusi, sehingga pangan bisa didapat dengan harga lebih murah dengan kualitas lebih terjamin,”ucap cok Ace.
Sedangkan Jos Dharmawan Pemilik Kebon Vintage Cars sekaligus penggagas kegiatan Kebon Sunday Market ini menuturkan, kegiatan ini sebagai wujud kepeduliannya dalam meringankan beban masyarakat dimasa pandemi Covid-19, mengingat saat ini perekonomian di Bali terpuruk, penghasilan masyarakat terperosot karena bebagai alasan, disamping sebagai salah satu upayanya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

Ditambahkan dirinya,kegiatan ini rencananya dilaksanakan sampai akhir tahun setiap hari minggu, dimana pada hari ini, kegiatan Kebon Sunday Market dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai pukul 12.00 wita, khusus menjual segala kebutuhan pokok dan berbagai jenis kuliner, sedangkan untuk siangnya mulai pukul 13.00 sampai pukul 17.00 wita khusus menjual hasil kerajinan tangan dan assesoris lainnya. Kegiatan Kebon Sunday Market, pada saat ini ada 25 tempat yang disediakan, dengan menjual hasil pertanian, berbagai jenis kuliner khas Bali serta minuman ramual herbal, seperti Arak kelor bali mula, Buah Purnajiwa, madu kele-kele, gula batu, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Erni selaku Manajer Operasional menjelaskan, kegiatan Kebon Sunday Market ini sangat memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, baik dari penjualnya maupun cara penyajiannya. Untuk mempermudah penjualan, setiap transaksi semua pengunjung wajib menggunakan kupon belanja yang sudah disediakan oleh pengelola, dimana nilai nominal kuponnya sangat bervariasi, mulai dari seribu rupiah sampai dengan lima ribu rupiah.

“Dengan kegiatan ini yang rutin dilaksanakan setiap hari minggu, aktivitas ekonomi Bali dan juga UMKM dapat terus berjalan sehingga perekonomian di Bali bisa bangkit kembali termasuk menghidupkan pertanian di Bali,”harapnya.

Ketua TP PKK Bali, Ajak Warga Kembali ke Alam

BULELENG – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster meminta masyarakat dan instansi terkait di masa pandemi ini untuk bersemangat kembali pada alam.

“Kita harus kembali melihat alam, kembali kita olah dan cintai semesta tanpa harus menelantarkannya. Kita dengan alam harus kembali bersahabat dan saling menjaga secara skala dan niskala,” ujarnya.

Secara fakta masih banyak terdapat lahan tidur yang membutuhkan sentuhan tangan manusia. Karenanya, masyatakat kini dituntut untuk mampu mengolah sehingga dapat memberikan penghidupan yang baru bagi lingkungan, kata Ny Putri Koster sesaat setelah melakukan penanaman jahe merah di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Buleleng, Minggu (6/9).

“Gagasan Gusti Ngurah Anom yang biasa dikenal dengan Ajik Krisna pemilik Krisna Oleh-oleh untuk kembali mengolah dan menggemburkan tanah atau lahan tidur seluas 25 hektar di Desa Pengulon Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng”,jelasnya.

Setelah lama tidak memiliki fungsi dan tidak menghasilkan, akhirnya lahan tersebut kini mulai dihidupkan dan dibenahi dengan menanam sekitar 2.000 pohon mangrove, 200 cemara dan 100 pohon kelapa. Selain itu ditanam juga 35 bibit jahe merah dan kacang tanah, sementara di areal yang berair dilakukan penebaran bibit ikan lele, katanya.

Seluruh pihak untuk kembali bersama menjaga lingkungan agar menjadikan semesta ini bersih dari polusi dan tangan-tangan jahil manusia.

“Mari kita jaga lingkungan dan alam semesta tempat kita memijakkan kaki sebagai jati diri tanah Bali dan manusia Bali yang bertaksu,” pendamping orang nomor satu di Bali itu.
Selanjutnya dalam kesempatan tersebut, Nyoman Dolphin selaku Ketua Tim ‘Ajik Bertani’ mengatakan, lahan kosong sebanyak 25 hektar merupakan lahan tidur yang digarap tidak maksimal. Namun saat pandemi Covid-19, Tim ‘Ajik Bertani’ bersama kita bisa, terjun menghidupkan lahan ini mulai dari menanam 2.000 mangrove, 200 cemara dan 100 pohon kelapa.

“Selain itu juga dilakukan penebaran bibit ikan lele dan menanam 35 bibit jahe merah,” katanya.

Kegiatan menanam jahe merah sekaligus memanen kacang tanah dirangkaikan dengan kegiatan peninjauan pasar minggu yang diselenggarakan Krisna Oleh-Oleh dengan melibatkan petani secara langsung agar transaksi langsung antara penjual dan pembeli. Pasar minggu ini sudah dilaksanakan untuk yang keempat kalinya, kegiatan ini merupakan salah satu gagasan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster dalam rangka kembali memutar perekonomian rakyat yang sebelumnya mengalami stagnan akibat Covid-19.

Kegiatan kali ini adalah kegiatan yang dihadiri paling banyak pengunjung hingga mencapai seribu tujuh ratus orang, namun penerapan protokol kesehatan wajib diikuti oleh pengunjung, karena jika ditemukan ada yang tidak menggunakan masker akan diminta untuk tidak masuk areal pasar minggu. Hal ini sebagai dukungan atas ditetapkannya Pergub No.46 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan yang disertai sanksi denda bagi pelanggarnya.

“Maka dari itu, setiap pengunjung yang masuk dan ingin melakukan transaksi di pasar minggu yang diselenggarakan oleh Krisna Oleh-Oleh Buleleng, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan cek suhu tubuh,” ungkap Ajik Krisna, menambahkan.

Untuk kegiatan hari minggu ini, Ny Putri Koster menyerahkan sebanyak 260 paket sembako yang disalurkan dan disiapkan oleh pihak Krisna Oleh-Oleh yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mampu membangkitkan semangat gotong royong bagi pihak pihak lain yang memiliki kemampuan lebih.

Dalam kesempayan tersebut,Ny Putri Koster juga menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 40 juta untuk bedah rumah Ketut Sumadana yang memiliki dua putra tuna daksa, dan uang sebesar 6 juta untuk Putu Sudiasa, yang juga memiliki putra tuna daksa. Dana sebesar itu merupakan bantuan dari Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Krisna Oleh-Oleh serta seorang dermawan.

Kegiatan menanam mangrove, jahe merah, pohon cemara serta menebar bibit ikan lele itu, dilakukan langsung oleh Ny Putri Koster didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny Wardhany Sutjidra dan Ajik Krisna, dengan harapan mampu memberi penghidupan yang layak dan seimbang bagi lingkungannya, karena pohon mangrove sesuai fungsinya dapat menjaga alam dari tsunami.

Gubernur Bali,Membuka Konferwil VII PWNU Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali Wayan Koster Membuka Konferwil VII Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali di Hotel Harris, Denpasar, Minggu (6/9) pagi.Dengan mengusung Tema Konferwil VII PWNU Bali adalah “Meningkatkan Penyamebrayaan Potensi Generasi Milenial Menyingsing Satu Abad Nahdlatul Ulama”.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, organisasi NU memiliki peran yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. NU telah menunjukkan kontribusi dan komitmen terhadap ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu Gubernur senang seluruh peserta Konferwil VII memakai kopiah sebagai ciri warga Nahdliyin yang juga diperkenalkan oleh pendiri bangsa Bung Karno.

“Saya berharap tradisi NU ini terus dipelihara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengedepankan nilai-nilai budaya di Indonesia ini sebagai bagian daripada bangsa Indonesia,” ujarnya.

Gubernur mengatakan pemerintah daerah saat ini fokus melakukan pengendalian penyebaran virus Covid-19 di provinsi Bali.Provinsi Bali sesungguhnya sudah sempat mendapatkan apresiasi dari Presiden karena penanganan yang sudah baik.Namun masih adanya oknum yang tidak tertib menjalankan protokol kesehatan membuat tren kasus Covid-19 di Bali kembali meningkat.

Oleh karena itu Gubernur meminta kepada warga NU di Bali untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga kepatuhan warga melaksanakan protokol kesehatan.

“Saya mohon sekali agar kita sama-sama tertib dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan termasuk saya mohon kepada PWNU dan PCNU untuk bersama-sama menjalankan ketentuan ini dengan baik karena mulai besok akan ada operasi gabungan TNI dan polri serta pihak lain dalam rangka penegakan peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati sesuai arahan Presiden,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan Konferwil VII PWNU Provinsi Bali, Gubernur mengatakan menyambut gembira pelaksanaan agenda organisasi yang penting ini. Gubernur mengapresiasi semangat PWNU Bali untuk tetap melaksanakan kegiatan di masa pandemi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Ia berharap dalam pelaksanaan Konferwil khususnya dalam memilih pemimpin mengedepankan semangat musyawarah dan berdemokrasi secara kondusif.

“Supaya siapapun nanti yang menjadi pengurus dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali Abdul Aziz dalam sambutannya mengatakan konferensi ini adalah forum tertinggi di tingkat wilayah di seluruh Indonesia. Ini adalah momentum di mana setelah pengurus 5 tahun berbakti untuk dievaluasi untuk menyampaikan laporannya sejauh mana kinerja yang sudah dilakukan.

Abdul Aziz menambahkan diantaranya untuk merumuskan program-program 5 tahun ke depan apa yang menjadi harapan-harapan daripada segenap warga Nahdlatul Ulama untuk NU di provinsi Bali ini dan yang terakhir tentunya di dalamnya akan memilih seorang pemimpin.

“Harapan saya siapapun yang akan menjadi pemimpin nantinya bisa melanjutkan program-program yang telah kami tanamkan,” ujarnya.

Hadir Wakil Sekjen PBNU H. Sulthonul Huda, M.Si, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H, Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dan beberapa perwakilan Forkopimda lainnya.

Organisasi Profesional, Diperlukan Bangun Pariwisata Bali

GIANYAR – Pantaubali.com- Dalam membangun pariwisata, pemerintah tidak akan mampu mengerjakan sendiri, maka dari itu diperlukan keterlibatan komponen di dalamnya seperti organisasi-organisasi profesional yang ada di Bali.

“Chef adalah salah satu profesi yang memiliki peranan penting dalam ikut mewarnai indahnya dunia pariwisara tersebut karena kuliner sudah menjadi bagian penting yang menjadi daya tarik wisata,” demikian disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Indonesian Chef Association (ICA) bertempat di Hotel Royal Pitamaha, Ubud, Gianyar, Minggu (6/9).

Apalagi menurutnya saat pariwisata Balu ditempa ujian yang sangat berat karena pandemi Covid-19 ini telah menimbulkan dampak luas dan serius dalam berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, sosial, dan ekonomi termasuk pariwisata.

“Sehingga saya mengajak semua kalangan pariwisata termasuk ICA mengambil momentum ini untuk bergerak bersama, bersatu melawan pandemi ini sehingga pariwisata Bali bisa segera pulih,” imbuhnya di hadapan puluhan chef profesional dari berbagai hotel dan restoran di Bali.

Menurutnya data terakhir kasus Covid di Bali hingga saat ini tercatat 6.071 kasus dengan angka kesembuhan sekitar 81,16% dan angka kematian terus meningkat hingga 1,38%.

“Meskipun angka ini relatif kecil dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, akan tetapi beberapa hari terakhir terjadi lonjakan yang cukup tajam dan kita harus waspada,” gugahnya.

Selain masyarakat, seluruh pelaku pariwisata diharapkan bisa melaksanakan protokol kesehatan dan fasilitas-fasilitas pariwisata yang dikelola.

“Sebagai orang yang bergerak di dunia pariwisata, kita harus menjadi pelopor dalam menunjukkan disiplin penerapan protokol kesehatan. Dan saya apresiasi asosiasi pariwisata yang berinisiatif untuk melakukan standardisasi protokol kesehatan pada tempat wisata berdasarkan tatanan kehidupan era baru,” imbuh Guru Besar ISI Denpasar tersebut.
Apalagi saat ini pemerintah telah menerbitkan Pergub no 46 tahun 2020 tentang protokol kesehatan. Diharapkan dengan ini maka masyarakat semakin peduli untuk menjalankannya.

Ia juga mengaku awalnya pemprov Bali berencana untuk membuka pariwisata pada tanggal 11 September ini untuk dunia internasional. Namun sekali lagi, kewenangan itu ada di pemerintan pusat.

“Selama permenhumkam RI nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk ke Wilayah Negara RI masih berlaku, maka Bali pun harus taat akan aturan itu,” jelasnya.

Selain itu ia mengaku Indonesia masih termasuk zona merah, sehingga pemerintah negara sahabat juga masih melatang warganya untuk bepergian ke Indonesia.

“Belum ada satupun negara di dunia yang memberlakukan kebijakan untuk mengijinkan warganya berwisata ke luar negeri. Untuk itu, saat ini mari tugas kita bersama untuk membangun citra masyarakay Bali dengan patuhi protokol kesehatan. Kita tunjukkan ke dunia bahwa Bali sangat peduli dan mampu mengendalikan Covid-19 ini,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Gianyar AA Gede Putrawan mengaku sangat mengapresiasi dilantiknya pengurus ICA untuk periode tiga tahun ke depan. Ia berharap, ICA bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, apalagi saat ini pariwisata Gianyar tepatnya di Ubud tengah berjuang untuk menjadi pariwisata gastronomi yang akan menjual berbagai khas makanan tradisional Bali.

“Ini tugas berat para Chef untuk menarik minat wisatawan nanti di bidang kuliner,” jelasnya sambil mengatakan saat ini penilaian menuju pariwisata gastronomi telah melalui tahapan ketiga.

Dari Data,Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah di Tabanan

TABANAN – Jika dilihat berdasarkan data laporan harian ketua harian gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tabanan per,Sabtu,5 September 2020 sebanyak 12 orang terpapar Covid-19 dan sudah di isolasi di RSAD Udayana sebanyak 1 orang, Hotel P sebanyak 1 orang, BRSUD Tabanan sebanyak 3 orang, dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 7 orang.

Adapun asal dari masing-masing pasien terpapar Covid-19 tersebut berasal dari,Desa Denbantas,Desa Kaba-Kaba,Desa Sembung Gede,Desa Delod Peken sebanyak 3 orang,Desa Banjar Anyar sebanyak 2 orang,Desa Tista,Desa Abiantuwung,Desa Kediri dan di Desa Bajera.

Kemudian untuk perkembangan masyarakat terjangkit, sedang di rawat atau di isolasi berdasarkan aturan revisi 4 pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Comfirm positif sebanyak 72 orang terdiri dari,1 orang di isolasi di RSAD Udayana,2 orang di isolasi di Hotel P,5 orang di isolasi di Bapelkesmas,4 orang di isolasi di RSUP Sanglah,10 orang di isolasi di BRSUD Tabanan, 36 orang melakukan isolasi mandiri dan 14 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah, Tabanan.

Selanjutnya untuk data akumulasi terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 72 orang dalam perawatan, 241 orang sembuh 7 orang meninggal dan 320 orang positif Covid-19.
Suspek tercatat sebanyak 16 orang, terdiri dari 9 orang di isolasi di BRSUD Tabanan dan 7 orang di isolasi di UPTD RS Nyitdah kemudian untuk kontak erat tercatat ada sebanyak 409 orang.

Kemudian masih berdasar tabel rekapitulasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tabanan dari kegiatan satgas perhari ini mencatat, untuk berita baik hari ini, sebanyak 6 orang pasien terpapar Covid-19 di nyatakan sembuh, Pasien tersebut selama ini di isolasi di UPTD RS Nyitdah sebanyak 3 orang, BRSUD Tabanan sebanyak 1 orang, dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 2 orang, pasien tersebut berasal dari,Desa Pandak Gede,Desa Gubug,Desa Samsam sebanyak 2 orang,Desa Banjar Anyar,Desa Tista.

Kedepan, Health Tourism Potensial Dikembangkan di Bali

Denpasar- Pantaubali.com -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjadi salah satu pembicara utama dalam Webinar Health Tourism dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali dan Fakultas Teknik Universitas Udayana, di Ruang Tamu Wagub Bali, Jumat (4/9) (Kemarin).

Menyampaikan,bahwa pandemik COVID-19 telah membawa dampak signifikan pada segala lini kehidupan kita semua. Mulai dari ekonomi, sosial, maupun budaya. Bali sebagai destinasi pariwisata dunia menjadi daerah yang paling merasakan dampak negatif karena jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali menurun hingga hampir 100%. Penurunan sektor pariwisata sangat berimbas pada ekonomi Bali.

Membangun pariwisata Bali pasca pandemi di masa kenormalan baru bukanlah hal yang mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana membangun rasa percaya wisatawan pada pariwisata Bali, apalagi jika berkenaan dengan aspek kesehatan.

“Pemerintah Provinsi Bali telah berkomitmen penuh untuk menanggulangi pandemi COVID-19 melalui berbagai upaya pencegahan penularan virus dan meningkatkan rasio kesembuhan pasien. Namun, tentu saja upaya penanggulangan pandemik juga harus melibatkan peran aktif masyarakat dan pihak swasta”, paparnya.

Hendaknya kita dapat memandang tantangan ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang bagi Bali untuk mengembangkan pariwisata agar dapat kembali bangkit dan bahkan menjadi lebih baik lagi di masa depan. Jika kita ambil sisi positifnya, pandemik ini justru mendorong kita untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, dan strategis dalam mengembangkan pariwisata Bali, misalnya dalam memasarkan potensi destinasi yang dimiliki.

“Salah satu ide pengembangan pariwisata Bali yaitu pariwisata Kesehatan atau Health Tourism”,ujarnya.

Potensi pariwisata kesehatan ini cukup besar.Pariwisata kesehatan sebenarnya merupakan bentuk tren pariwisata yang menggabungkan aspek kesehatan dan hiburan/leisure.

“Wisatawan pariwisata kesehatan melakukan perjalanan wisata karena didorong motivasi untuk meningkatkan kesehatan mereka (recover) dan memulihkan kebugaran (rejuvenate)”, ucapnya.

Dirinya menegaskan bahwa, Bali memang memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi pariwisata kesehatan global, terutama dari segi wellness ( kebugaran).Terdapat sekitar 3.200 wellness centre di Bali seperti pusat pengobatan herbal tradisional dan spa. Namun, baru segelintir saja yang memenuhi standar fasilitas kesehatan. Untuk itu, ini merupakan catatan penting yang harus kita pikirkan ke depan jika ingin membangun pariwisata kesehatan di Bali.

“Potensi utama Bali sebagai destinasi wisata kesehatan terletak pada keindahan alam Bali dan posisinya yang strategis sebagai destinasi wisata eksotis dengan budaya yang unik. Selain itu, biaya pengobatan di pusat kesehatan Bali terbilang lebih terjangkau daripada negara lain, terutama negara maju. Wisatawan yang berobat di Bali dapat mengalihkan pikiran mereka dari penyakit yang dideritanya dan menikmati keindahan alam dan budaya Bali. Ini penting untuk mengendalikan tingkat stres yang berdampak pada proses pemulihan yang lebih efektif”, sampainya.

Dirinya berharap wisata kesehatan Bali terus berbenah untuk meningkatkan kualitas menuju wisata kesehatan berkelas dunia. Sebagai contoh, Bali harus mengembangkan SDM dan tenaga profesional di bidang medis yang tak hanya ahli di bidangnya tetapi juga memperoleh pengakuan dari komunitas internasional. Ini bisa dicapai melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi kualitas penanganan medis. Disamping itu fasilitas kesehatan juga harus ditingkatkan agar sesuai standar.

“Kedepannya Bali harus memiliki sebuah wadah yang berfungsi mengkolaborasikan berbagai ide dan progam positif untuk mengembangkan wisata kesehatan Bali menjadi lebih baik”, tutupnya.

Per 5 September,Kasus Sembuh Tercatat 94 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Dari data perkembangan Pandemi Covid 19 di Provinsi Bali per Sabtu,(5/9) (hari ini) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 165 orang melalui Transmisi Lokal, kasus sembuh sebanyak 94 orang, dan 10 pasien terkonfirmasi Meninggal Dunia.

Secara KUMULATIF, kasus Terkonfirmasi Positif menjadi 6.071 orang, Sembuh 4.927 orang (81,16%) dan pasien Meninggal Dunia menjadi 98 orang (1,61%).

Sedangkan Kasus Aktif menjadi 1.046 orang (17,23%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Kasus WNI Terkonfirmasi melalui Transmisi Lokal terus meningkat tajam, dengan total per hari ini sebanyak 5.669 kasus (93,38%).

Gubernur Bali telah mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini tentunya bukan hanya tugas Pemerintah semata, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk itu, marilah kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Ini Laporan Laporan Kinerja Dua Tahun, Gubernur dan Wagub Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Sabtu (5/9) tepat dua tahun kepemimpinan pasangan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) menahkodai pemerintah Pemprov Bali.

Dalam dua tahun kepemimpian pasangan gubernur dan wakil gubenur Bali yang dilantik Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 5 September 2018 ini telah menghasilkan berbagai kemajuan berarti bagi Pulau Dewata. Hal ini terungkap saat Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace menyampaikan laporan pencapaian kinerja yang telah dilakukan kepada seluruh masyartakat Bali yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar dan disiarkan secara daring/online pada Sabtu (5/9).

Dalam laporannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, visi Pembangunan Daerah Bali yaitu “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU, berisi arah kebijakan dan program lima bidang prioritas.

“Meliputi, pertama adalah bidang pangan, sandang, dan papan. Kedua, bidang kesehatan dan pendidikan. Ketiga, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Keempat, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Dan kelima adalah bidang pariwisata. Kelima bidang prioritas itu didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi”,paparnya.

Gubernur Koster juga melaporkan bahwa dalam dua tahun ini telah berhasil menyelesaikan 40 regulasi terdiri dari 15 peraturan daerah (Perda) dan 25 peraturan gubernur (Pergub). Keseluruhan peraturan tersebut merupakan landasan hukum untuk meletakkan dasar-dasar dalam rangka menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali. Norma yang diatur dalam peraturan-peraturan itu bersifat progresif, transformatif, dan inovatif yang memberi kepastian untuk menyelenggarakan kebijakan lima bidang prioritas agar berjalan dengan tatanan yang baik secara permanen dan berkelanjutan.

“Jadi tahapan selanjutnya harus dilakukan sosialisasi, edukasi, dan implementasi agar visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana benar-benar terwujud dalam memasuki Bali Era Baru,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu pula, Gubernur Bali asal Sembiran Buleng ini juga menyatakan bahwa selama dua tahun kepemimpinanya telah berhasil dicapai kinerja yang menjadi target pelaksanaan program lima bidang prioritas. Sejumlah pencapaian kinerja itu di antaranya adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,78% dengan menempati peringkat satu dalam kelompok provinsi dengan angka kemiskinan terendah secara nasional. Ini merupakan prestasi pertama kali melampaui Provinsi DKI Jakarta.

Capain kenerja berikutnya ialah menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 1,21% dengan menempati peringkat satu terendah dalam kelompok provinsi dengan angka kemiskinan terendah secara nasional. Selanjutnya, mempertahankan Bali sebagai pulau dengan predikat destinasi pariwisata terbaik di dunia versi Trip-Advisor untuk tahun 2020. Kemudian capain dengan memperoleh peringkat terbaik dua secara nasional dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Disusul, peringkat satu dari lima provinsi terbaik nasional dalam pelaksanaan program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS PK) dari KPK RI.

Sedangkan khusus bidang adat telah diwujudkan secara nyata program menyeluruh untuk penguatan kedudukan, fungsi, tugas, dan kewenangan desa adat. Di antaranya, pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa Adat beserta peraturan pelaksanaannya. Kemudian mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD Provinsi Bali untuk tiap desa adat sebesar Rp300 juta dengan total alokasi mencapai Rp447,9 miliar untuk 1.493 desa adat.

Tak hanya itu, dibentuk pula Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang secara khusus mengurus desa adat. Sejalan dengan hal itu, juga telah dibangun dan diresmikan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Juga sedang dibangun Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Gianyar, serta Kota Denpasar.

“Pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali dengan dana yang dihimpun dari CSR. Kecuali Kabupaten Gianyar menggunakan dana APBD. Pembangunan ini akan selesai pada bulan Desember 2020. Untuk Kabupaten Badung dan Klungkung akan dibangun tahun 2021,” sebut Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Provinsi Bali.
Selain itu, ia menyatakan juga telah dicapai kemajuan dalam berbagai bidang. Antara lain, meningkatnya produksi dan omset penjualan produk busana adat Bali yang merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali. Disusul capaian berkurangnya sampah plastik sekali pakai mencapai 90% pada pasar modern, hotel, serta restaurant, dan 35% pada pasar tradisional.

Ini merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Yang tak kalah penting adalah keberpihakan nyata pada kearifan lokal, yaitu mulai menggeliat usaha destilasi arak Bali sebagai buah penerapan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Hal tersebut, ia sebut sebagai kado istimewa kepada kaum Marhaen petani arak Bali.

Selanjutnya, disampaikan pula pencapaian baru untuk memenuhi impian dan harapan krama Bali dalam program pembangunan infrastruktur. Pertama, telah selesai pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja – Mengwitani titik 3, 4, 5, dan 6, yang akan dilanjutkan pada titik 7, 8, 9, dan 10. Pembebasan lahan bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp. 193,5 miliar.

Sedangkan pembangunan konstruksi jalan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp968 miliar. Kedua, telah dimulai pembangunan pelabuhan segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan yang akan selesai pada tahun 2021. Pembangunan menggunakan dana dari APBN Kementerian Perhubungan dengan Pagu Anggaran Rp450 miliar. Ketiga, telah dimulai tahapan pelaksanakan Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih, yang meliputi pembangunan gedung parkir dan penataan kawasan Bencingah.

Pembangunan dengan total anggaran Rp900 miliar ini bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp400 miliar dan APBN Kementerian PUPR Rp500 miliar. Keempat, telah mulai tahapan pelaksanaan pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.

“Tahun 2020 ini dimulai program normalisasi Tukad Unda, pembebasan lahan, dan penyusunan desain. Sumber pendanaan dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, dan APBN Kementerian PUPR. Dan Kelima Telah mulai pelaksanaan pengembangan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021. Sumber pendanaan dari APBN Kementerian PUPR”, paparnya.

Melihat dari capian tersebut, menurutnya patut disyukuri bahwa di tengah- tengah masa pandemi COVID-19, pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana besar dari APBN dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana. Hal ini terwujud berkat perhatian dan dukungan kuat Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Hal penting yang perlu titiang sampaikan terkait penanganan pandemi COVID-19, Bali memperoleh penilaian baik dari Pemerintah Pusat. Mencakup, pengendalian jumlah kasus baru positif, peningkatan angka kesembuhan, dan pengendalian angka kematian. Keseluruhan program penanganan COVID-19 dialokasikan anggaran Rp756 miliar pada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak terhadap ekonomi, dan masyarakat. Yang sangat membanggakan kita semua, bahwa Bali menjadi percontohan dalam penanganan COVID-19 dengan memberdayakan desa adat melalui pembentukan SATGAS Gotong-Royong yang bersinergi dengan relawan desa/ kelurahan, aparat TNI, dan Polri,” katanya.

Sedangkan dalam rangka meningkatkan penanganan COVID-19 Pemerintah Provinsi telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 yang ditindak lanjuti dengan keluarnya Peraturan Walikota dan Peraturan Bupati se-Bali sesuai Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4 Tahun 2020. Dengan berlakunya peraturan tersebut, Gubernur Koster menghimbau agar masyarakat tertib dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan mentaati peraturan tersebut. Hal tersebut sangat penting mengingat munculnya kasus baru positif COVID-19 terus meningkat beberapa waktu belakangan ini.

Selanjutnya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa dari semua pencapaian itu, baik dari sisi penguatan desa adat, pelindungan Kawasan Suci Besakih, Pusat Kebudayaan Bali, pembangunan infrastruktur short cut Singaraja – Mengwitani, serta pembangunan pelabuhan segitiga Sanur – Nusa Penida – Nusa Ceningan pada abad ke-21 ini, didedikasikan untuk kebangkitan kembali dan kesinambungan kejayaan peradaban Bali sebagai Padma Bhuwana, dari era Kerajaan Bali Kuno dengan Raja Udayana abad ke-11, dan era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Waturenggong abad ke- 15. Gubernur Koster menyadari sepenuhnya bahwa seluruh keberhasilan dan pencapaian tersebut adalah berkat doa restu, dukungan, dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.

Untuk itu pada momen yang penting tersebut, ia menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju, DPRD Provinsi Bali, aparatur Pemerintahan Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah dan Bandesa Adat se-Bali, serta seluruh komponen masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung pemerintah dalam mewujudkan pencapaian tersebut.

“Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada para pihak yang telah memberi saran konstruktif maupun kritik sebagai tambahan energi. Kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial, Titiang pandang sebagai kepedulian dan tanggung jawab para pihak dalam pembangunan Bali yang titiang pimpin. Titiang Wayan Koster bersama Tjok Oka Sukawati ngayah wawu dua tahun, siap ngayah secara total, lascarya niskala-sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus. Selanjutnya, titiang tetap mengajak semeton krama Bali sareng sami untuk berpartisipasi aktif, solid bergerak, demi menyukseskan vis Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk memasuki Bali Era Baru,” pungkasnya.

Acara yang juga dihadiri oleh Bupati/Wali Kota se-Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bali, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Bali, dilakukan penyerahan piagam pengharagaan kepada para atlet Bali yang meraih penghargaan dalam ajang Sea Games 2019 lalu. Penyerahan tersebut juga turut disaksikan oleh Ny. Putri Suastini Koster dan Ny. Putri Hariyani Ardhana Sukawati.