- Advertisement -
Beranda blog Halaman 935

Gubernur Koster Dalam Sehari Tuntas Proses Pembangunan Kantor MDA di Bangli dan Buleleng

BANGLI – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menuntaskan agenda pembangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) di 6 Kabupaten dan 1 Kota di Pulau Dewata tepat pada Wraspati, Wage, Sungsang, Kamis (10/9) atau tepat pada hari Sugian Jawa sesuai janji politiknya di Tahun 2020.

Setelah di hari yang sama, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini melakukan prosesi peletakan batu pertama ‘Nasarin’ di Kantor MDA Kabupaten Bangli yang berlokasi di Jalan Brigjen Ngurah Rai No.10, Kawan, Kecamatan Bangli, dan Kantor MDA Kabupaten Buleleng di Jalan Ratna No.11, Singaraja, Buleleng dengan menggunakan dana CSR masing-masing senilai Rp. 3 milyar lebih.

Sehingga lengkap sudah 7 Kantor MDA di Kabupaten/Kota terproses pembangunannya, mulai dari Kantor MDA Kabupaten Gianyar pada, Selasa (18/8) dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Gianyar senilai Rp. 3,4 miliar; di Kabupaten Jembrana pada, Kamis (20/8); di Kabupaten Karangasem pada, Minggu (23/8); di Ibu Kota Provinsi Bali (Kota Denpasar, red) pada, Sabtu (29/8); di Kabupaten Tabanan pada, Senin (7/9); dan yang terbaru di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng pada, Kamis (10/9).

“Ketujuh pembangunan Kantor MDA ini menggunakan lahan milik Pemprov Bali, dan hanya di Kabupaten Gianyar yang mandiri menggunakan dana APBD, sisanya menggunakan dana CSR yang masing-masing senilai Rp. 3 milyar lebih,” ujar Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini seraya menegaskan untuk Kabupaten Badung dan Kabupaten Klungkung rencana pembangunannya dimulai tahun 2021, namun dengan komunikasi intensif yang saya lakukan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bali, semoga tahun ini Kantor MDA di Badung dan Klungkung secara berbarengan terproses pembangunannya di tahun 2020, sehingga di tahun 2021 semua MDA di Bali sudah memiliki fasilitas yang layak untuk menata organisasi adat yang kita banggakan ini.

Lebih lanjut Gubernur Bali jebolan ITB ini mengungkapkan untuk Kantor MDA Provinsi Bali pembangunannya sudah selesai dibangun di lahan Pemprov Bali dan telah berdiri gagah dengan desain arsitektur Bali bertingkat 3. Sedangkan di Kantor MDA Kabupaten/Kota se-Bali, di desain bergaya arsitektur Bali, dan kompak berlantai 2.

“Saya harapkan pembangunannya tepat waktu dan berkualitas, karena ini adalah wujud keseriusan kami di Pemerintah Provinsi Bali untuk mengimplementasikan lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

Selain bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, hingga bidang pariwisata,” ujarnya dihadapan Bupati Bangli, I Made Gianyar, Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli, I Wayan Diar, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dan Bendesa Madya MDA Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana di Wantilan Banjar Adat Kawan.

Alasan kuat mantan aktivis Pemuda Hindu (PERADAH, Red) ini menguatkan keberadaan Desa Adat, karena Wayan Koster sangat mempercayai dan telah terbukti bahwa Desa Adat telah berperan penting dalam membentengi kebudayaan Bali yang tersohor, unik, dan menjadi kekuatan terhadap Bali di dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam lingkungannya, dan manusia dengan manusia. Sehingga timbul nilai kebhinekaan yang luar biasa di bidang seni tradisi budaya dan kearifan lokal hingga menyatu menjadi daya tarik pariwisata dunia, dan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa terhadap Bali serta Bangsa Indonesia.

“Desa Adat di Bali inilah yang menjadi ciri khas Pulau Dewata di mata dunia. Sehingga merujuk dari hal itu, saya berpesan kepada krama Desa Adat di Bali untuk bersama melestarikan hasil kenudayaan Bali ini, dan saya mengajak jangan setengah-setengah membangun Desa Adat, hingga yang terpenting jangan sampai kita ikut-ikutan terpengaruh oleh ajaran maupun kebudayaan luar yang tidak jelas asal usul dan maknanya,” tegasnya dengan nada yang sama dalam kunjungannya ke Kabupaten Bangli dan Buleleng seraya menyatakan di dalam membangun tata kehidupan Desa Adat, ia juga telah membangun pondasi yang kuat untuk Desa Adat, dimulai dari regulasi dengan menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, dan melahirkan Pergub 34/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat Bali, kemudian dalam sejarah Pemerintahan di Provinsi Bali Gubernur Koster juga berhasil membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bernama Dinas Pemajuan Masyarakat Adat.

Sementara itu, Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Gubernur Wayan Koster yang telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang menguatkan keberadaan Desa Adat.

“Terimakasih sudah membantu bangunan ini Bapak Gubernur, lengkap dengan arsitektur Bali dan bangunannya bertingkat dua. Sehingga sekarang kami di MDA Bangli tidak lagi pinjem tempat sampai 5 kali pindah-pindah, dan sempat juga numpang di Kantor PHDI Bangli,” ujar Ketut Kayana.

Sebagai penutup, Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana memohon kepada Bupati Bangli yang akan datang agar serius memperhatikan Desa Adat di Bangli, seperti apa yang dilakukan Gubernur Koster.

“Saya mohon Pemerintah dan Desa Adat berjalan harmonis, karena Desa Adat merupakan benteng terakhir jagat Bali,” tutupnya.

Update Penanggulangan Covid-19, KAMIS, 10 September 2020.

DENPASAR – Pantaubali.com – Perkembangan Pandemi Covid 19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus TERKONFIRMASI sebanyak 111 orang melalui Transmisi Lokal, kasus SEMBUH sebanyak 115 orang, dan 9 pasien terkonfirmasi Meninggal Dunia.

Secara KUMULATIF, kasus Terkonfirmasi Positif menjadi 6.834 orang, Sembuh 5.437 orang (79,56%), dan pasien Meninggal Dunia menjadi 151 orang (2,21%).
Sedangkan Kasus Aktif menjadi 1.246 orang (18,23%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Kasus WNI Terkonfirmasi melalui Transmisi Lokal terus meningkat tajam, per hari ini sebanyak 6.429 kasus (94,07%).

Gubernur Bali telah mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini tentunya bukan hanya tugas Pemerintah semata, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk itu, marilah kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Siang Tadi,Pasien Covid-19 Mengamuk di RS Nyitdah Berhasil Ditenangkan

TABANAN – Pantaubali.com -Terkait adanya salah satu pasien positif Covid-19 sempat mengamuk di Rumah Sakit (RS) Nyitdah malam hari tadi (Rabu,(9/9)berinsial DS. Yang sempat juga melakukan penyerangan ke beberapa tenaga medis dan Sapam di RS tersebut.

Akhirnya pada siang hari tadi (Kamis,(10/9) pasien tersebut berhasil ditenangkan pihak RS,Sapol PP serta pihak keluarga si pasien.

“Pasien yang mengamuk sampai siang hari ini telah berhasil ditenangkan dan telah dibawa ke lantai I RS.Hal tersebut dilakukan, agar tidak menggangu pasien lain sedang melakukan perawatan”,jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika,saat dikonfirmasi via WA siang tadi di Tabanan.

Pihak keluarga pasien juga telah datang dan ikut menenangkan pasien yang mengamuk tersebut.

“Tentu itu yang sangat kami harapkan, sekaligus nantinya bisa menemani pasien setelah kita melakukan penanganan di dalam ruangan”, ujarnya.

Jika dilihat pasien tersebut mengalami depresi, tentu bisa saja timbul kepada siapa saja dalam kondisi seperti saat ini.

“Jadi yang menerima panyakit ini(Covid-19)bisa saja dia stres.Kita akan konsuktasikan ke dokter ahli Jiwa nantinya.Sehinga, pengobatan pasien dilakukan antara Covid-19 dan dengan ahli Jiwa saling menunjang”, bebernya.

Kejadian tersebut merupakan hal luar biasa, apa saja bisa terjadi.Dalam hal ini tentu sangat diharapkan, agar kejadian serupa tidak sampai terulang kembali.

“Agar tidak terulang kembali,terpenting dalam hal ini kita jangan sampai terpapar virus Covid-19.Kuncinya,tetap melaksanakan protokol kesehatan secara terus-menerus dan disiplin”, katanya.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan Dirinya mengharapkan, agar tetap semangat.Kita telah berjuang untuk pelayanan kesehatan,jangan patah arang, mundur dan jangan hilang semangat.

“Kita harus tetap berjuang untuk kebaikan masyarakat”, tutup Suratmika.

Diduga Stres,Pasien Positif Covid-19 Mengamuk Serang Tenaga Medis di RS Nyitdah

TABANAN – Pantaubali.com – Salah seorang pasien positif Covid-19 menjalani perawatan di Rumah Sakit Nyitdah,Tabanan tadi malam (Rabu,(9/9) (kemarin malam) mengamuk.Selain mengamuk pasien tersebut juga melakukan penyerangan terhadap beberapa tenaga medis yang bertugas saat itu.Menyebabkan tenaga medis yang bertugas ketakutan.

Selain menyerang tenaga medis, pasien mengamuk tersebut juga meyerang salah seorang Sapam yang berusaha akan mengamankan pasien tersebut.

“Tadi malam kejadianya, pasien berinisial DS keluar dari ruang rawat inap.Mungkin karena pasienya mengalami stres sehinga, pasien tersebut mengamuk”, jelas Direktur Rumah Sakit Nyitdah, dr. Nyoman Wisma Brata,M.Kes,Kamis,(10/9) di rumah sakit tersebut,Nyitdah,Tabanan.

Perawat yang bertugas juga sempat diserang pasien yang membuat beberapa perawat yang bertugas saat itu menjadi ketakutan.

“Selain menyerang perawat, Satpam yang bertugas saat itu juga ikut dilawan pasien yang berada di posisi lantai II tersebut”,ujarnya.

Pasien akan kita amankan terlebih dahulu saat ini, tentu dengan melibatkan beberapa pihat terkait.

“Sementara tergangu juga pelayanan yang kami lakukan di sini, jadi pasien akan kita amankan dahulu.Takutnya pasien nanti lagi mengamuk”, ucapnya.

Sembari Dirinya menambahkan, sempat saat kejadian tersebut menghubungi Polsek dan Pol PP Tabanan

Kodim 1619/Tabanan,Karya Bakti Beton Jalan Subak di Penebel

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam rangka membantu petani mempermudah dan melancarkan dalam mengangkut hasil pertanian, Kodim 1619/Tabanan menggelar Karya Bakti Betonisasi Jalan Subak di Subak Cepik, Desa Tajen,Kecamatan Penebel, Tabanan dengan mengambil tema “Karya Bakti TNI Wujud Nyata Pengabdian Untuk Rakyat” pada Selasa (8/9) (kemarin).

Karya Bakti Pembuatan Jalan Tani berupa Betonisasi sepanjang -+ 500 Meter dan lebar 3 Meter tersebut menggunakan anggaran dana Desa 266 juta.Pgs.Pasi Ter Kapten Inf I Wayan Supardi seijin Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto saat memimpin kegiatan mengatakan,kegiatan Karya bakti yang digelar oleh Kodim 1619/Tabanan bertujuan membantu masyarakat dalam rangka pelaksanaan pembetonan jalan tani sebagai bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat.Karena TNI dan Masyarakat tidak bisa dipisahkan.

“Dimasa adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19 ini, tentu kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Mari kita bersama-sama bergotongroyong saling bahu membahu membangun bumi pertiwi menjadi lebih baik terutama di wilayah kita di Kabupaten Tabanan”, paparnya.

Selanjutnya, Pjs. Danramil 1619-08/Penebel Kapten Inf Putu Sumarnia menyampaikan,bahwa kegiatan betonisasi jalan tani ini menggunakan anggaran Dana Desa Tajen untuk kepentingan masyarakat Desa Tajen.

“Agar masyarakat Banjar Cepik dapat segera menikmati jalan,dan dapat menggunakan akses jalan tani ini,untuk mengangkut hasil pertanian dengan lancar sehingga, perekonomian masyarakat dapat tumbuh dengan baik”, jelasnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan gotongroyong karyabakti pembersihan jalan yang akan di betonisasi dan pelaksanaan pengecoran jalan oleh anggota Kodim 1619/Tabanan dengan masyarakat Banjar Cepik Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan.Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Pjs. Danramil 1619-08/Penebel Kapten Inf I Putu Sumarnia, Pjs. Pasi Ter Kodim 1619/Tabanan Kapten Inf I Wayan Supardi, Pjs. Perbekel Desa Tajen I Wayan Sukarsa, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Tajen, Anggota Kodim 1619/Tabanan dan Masyarakat Banjar Cepik Desa Tajen.

Ketua TP PKK Bali, Ajak BKKBN dan Dasa Wisma Agar Optimalkan Pembangunan Keluarga Ditengah Pandemi

DENPASAR – Pantaubali.com – Kelompok Dasa Wisma memiliki tugas utama melakukan penyuluhan, penggerakan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, jumlah balita, anggota keluarga yang sakit, jumlah orang yang buta huruf dan sebagainya. Oleh sebab itu, peran aktif kelompok Dasa Wisma menjadi tonggak bagi suksesnya pembangunan sumber daya manusia yang ada di wilayahnya masing masing.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan “Review Program Bangga Kencana BKKBN Provinsi Bali 2020”, yang diselenggarakan secara virtual, di Jaya Sabha Denpasar, Rabu (9/9).

“Bahwa Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencanaan, pelaksana, pengendali dan penggerak pembinaan teknis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan atas kerja sama dengan dinas atau instansi pemerintah terkait, LSM atau LSOM, serta para ahli terkait, sehingga salah satu strategi Tim Penggerak PKK dalam menjangkau keluarga dilaksanakan melalui kelompok Dasa Wisma, adalah mereka yang terdiri dari 10-20 kepala keluarga yang rumahnya berdekatan, yang dipimpin oleh Ketua Kelompok Dasa Wisma”, paparnya.

Ada beberapa strategi dalam mengoptimalisasi peran Dasa Wisma dalam melaksanakan kegiatan untuk mendukung pembangunan keluarga (8 fungsi keluarga) di masa pandemi Covid-19, seperti,Fungsi Agama yakni mengajak seluruh anggota TP PKK, Dasa Wisma dan keluarga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan tuntunan agama masing-masing, sehingga seluruh anggota keluarga lebih tenang dalam menghadapi pandemi,Fungsi kasih sayang yakni meningkatkan rasa saling memiliki antar sesama, sehingga tumbuh rasa gotong royong melalui peningkatan sosialisasi Program Pola Asuh Anak Remaja (PAAR). Salah satunya, pembagian sembako untuk keluarga miskin dan panti asuhan,Fungsi perlindungan di mana TP PKK Provinsi Bali sudah melaksanakan sosialisasi dan turun ke lapangan langsung untuk melakukan edukasi kepada warga yang tidak menggunakan masker untuk diberikan pengetahuan terkait pentingnya penggunaan masker dan bahaya tanpa masker. Hal ini sebagai dukungan terhadap program PKK GEBRAK (Gerakan Bersama Pakai) Masker yang merupakan gagasan dari Ketua TP PKK Pusat, selain itu disarankan juga untuk rutin melaksanakan fogging untuk mengantisipasi DB, serta harus aktif melakukan sosialisasi penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui berbagai saluran media elektronik, khususnya televisi dan radio yang mudah dijangkau hingga masyarakat pedesaan.

Fungsi sosial dan budaya yakni upaya yang dilakukan kelompok Dasa Wisma serangkaian membangkitkan peningkatan rasa nasionalisme melalui keluarga dengan membuat video lagu perjuangan, dialog interaktif melalui televisi dan radio untuk meningkatkan pengamalan Pancasila dalam keluarga,Fungsi reproduksi di mana selama masa pandemi sering disosialisasikan melalui dialog interaktif melalui televisi dan radio tentang pentingnya menunda kehamilan bagi pasangan usia subur (PUS) dimasa pandemi, karena selain mengakibatkan imun wanita yang sedang mengandung menjadi turun juga harus melakukan kontrol yang lebih ekstra dengan penerapan protokol kesehatan.

Fungsi sosial dan pendidikan,sosialisasi pentingnya pendidikan keluarga melalui televisi dan radio. Sosialisasi pendampingan keluarga dalam pendidikan anak di masa pandemi. Melaksanakan program keaksaraan fungsional,Fungsi pembinaan lingkungan Peningkatan Pemeriksana jentik di masa pandemi. Sosialisasi pengolahan sampah dapur. Kampanye pengurangan penggunaan plastik serta pengolahan sampah plastik.

Fungsi ekonomi Peningkatan program UP2K. Menggencarkan sosialisasi program Hatinys PKK melalui berbagai saluran media. Membuat kebun percontohan Hatinya PKK di Sekretariat TP PKK. Pembagian sembako bagi keluarga miskin. Ikut melaksanakan pasar gotong royong bekerja sama dengan instansi terkait sosialisasi kreativitas ibu-ibu di masa pandemi melalui berbagai saluran media. Meningkatkan pengembangan kehidupan berkoperasi.

“Melalui program Bangga Kencana BKKBN Provinsi Bali 2020 diharapkan semakin bergeliatnya sosialisasi terhadap pencegahan penularan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19”, harapnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Agus Proklamasi pada kesempatan ini juga menegaskan untuk mewujudkan pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) pihaknya mengajak seluruh instansi terkait terutama BKKBN se-Bali untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang meningkatkan kesadaran masyarakat umum dan banyak pihak untuk menjaga standarisasi kebutuhan pokok mulai dari konsumsi makanan yang bergizi dan kebersihan lingkungan yang bertujuan untuk melahirkan anak-anak yang sehat dan tidak stunting.

“Secara umum, kondisi Covid-19 membuat pelaksanaan program mengalami hambatan, namun hal ini diharapkan tidak menjadi kendala bagi pemerintah dan instansi terkait dalam melaksanakan sosialisasi dan edukasi untuk pertumbuhan keluarga yang sehat dan berkualitas”, tutupnya.

Bupati Eka Jadi Narasumber Webinar Meningkatkan Ketahanan dan Distribusi Pangan Melalui Teknologi Digital

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, didapuk menjadi narasumber dalam Webinar dengan tema “Meningkatkan Ketahanan dan Distribusi Pangan Melalui Teknologi Digital”, yang diselenggarakan  oleh Indosat Ooredo melalui aplikasi Zoom Video Conference, Rabu (9/9),

Selain Bupati Eka, dalam webinar yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut juga menghadirkan 3 narasumber lainnya yang kompeten di bidangnya masing-masing, diantaranya : H. Pungkasiadi yang menjabat sebagai Bupati Mojokerto, Wildan Alviyarda dan Henry Threstanto.

Sebelum Bupati Eka menjampaikan paparannya dalam webinar tersebut, Virna Vidosia selaku pemandu acara mengatakan, dari tema “Meningkatkan Ketahanan dan Distribusi Pangan Melalui Teknologi Digital” nantinya akan lebih banyak membahas bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian, mutu ketahanan pangan, memperlancar alur distribusi pangan dan tentunya berujung untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Sebagai narasumber pertama, Bupati Eka mengucapkan terimakasih kepada pihak Indosat. “Dan kepada seluruh peserta webinar kali ini semoga selalu diberi kesehatan dan keselamatan dalam menghadapi pandemic Covid-19 yang saat ini semakin meningkat. Meskipun begitu, semangat kita tidak boleh luntur dan tetap kita harus berbuat, bermanfaat dan melanjutkan hidup ini dengan selalu mengucap syukur,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia memaparkan dalam presentasinya bahwa Tabanan merupakan lumbung pangannya Bali. Selaku Kepala Daerah, Bupati Eka mengambil langkah tegas dan secara terukur dan pasti mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Tabanan. Karena Ia berprinsip, kalau pangan tidak dipenuhi maka malapeta akan terjadi.

Berbagai program pun dirancang yang salah satunya adalah Pangan Serasi untuk menyatukan sektor hulu tengah dan hilir dalam produksi dan pemasaran produksi pangan. “Jadi sebagai lumbung pangannya Bali dan lumbung berasnya Bali, kita menjadikan pertanian sebagai salah satu produk unggulan kami di Tabanan,” ungkapnya saat itu.

Oleh karena itu, meskipun disaat pandemic sekalipun masyarakat Tabanan yang bergerak di bidang pertanian tetap menjalankan aktivitas pertanian. “Di Tabanan tidak hanya menghasilkan beras, ada buah-buahan, sayur-sayuran, termasuk manggis kami sangat dikenal serta sudah diekspor ke luar negeri. Hal ini selalu menjadi andalan dan suatu yang membanggakan bagi kami di Tabanan,” jelasnya,

Disamping itu, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sektor hulu, tengah dan hilir yang selalu berkesinambungan dan berjalan dengan baik. Dari hulu, Bupati Eka menginstruksikan agar petani memproduksi produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi atau yang memiliki pasar. “Dimana kami bekerjasama dengan BUMDes,  Perusda, untuk bisa menciptakan model agribisnis yang terintegrasi,” imbuhnya.

Yang namanya pertanian harus diintegrasi dengan baik, begitupun kalau pertanian berjalan dengan baik, maka alam juga ikut terjaga. Disamping itu pertanian juga bisa diintegrasikan sebagai objek wisata. “Oleh karena itu, Pemerintah Daerah memodali masyarakat dengan program-program yang mendukung pertanian itu bisa berjalan dengan baik. Misal salah satunya di semua Desa, kami memiliki BUMDes, kami juga memiliki BUMDa, yang bekerjasama memberikan pelatihan, penerapan kualitas produk dan penerapan teknologi. Sehingga produk-produk pertanian kami mempunyai nilai jual yang baik,” tambah Bupati Eka.

Termasuk di dalamnya Bupati Eka saat memperhatikan regulasi. Karena menurutnya tanpa regulasi maka pertanian itu akan sulit untuk unjuk gigi. Oleh karena itu, kelanjutan pertanian, kepastian pasar tentunya harus menjadi tolak ukur utama. Sehingga petani tidak jenuh bertani sangat diperlukan pasar yang baik dan betul-betul menjanjikan.

Ia menambahkan, peemanfaatan teknologi digital dalam era pertanian saat ini merupakan hal yang biasa, seperti untuk pemasaran produk. Ia menjelaskan produk pertanian di Tabanan sudah banyak yang diperjual belikan di toko-toko modern dan toko-toko online. “Dan kita di Tabanan sudah hampir memiliki 300 produk yang dihasilkan oleh petani kita. Ada Beras, kopi, jamu-jamuan dan lainnya. Utamanya untuk jamu-jamuan untuk imunitas ini sangat banyak pasarnya sekarang,” tambah Bupati Eka.

Termasuk disaat pandemic ini, Tabanan membuat program paket imunitas yang terdiri dari jamu-jamuan yang merupakan hasil produksi petani Tabanan, ada juga paket smbako yang juga merupakan hasil produksi lokal. “Tentunya dengan begitu bisa memberikan pasar yang baik bagi para petani. Dan tentunya, harganya harus bisa bersaing dan kemasannya sangat baik,” imbuhnya.

Selain itu, dimasa pandemic ini Bupati Eka mengajak seluruh elemen masyarakat, yakni Jajaran Forkopimda, ASN, pihak Swasta serta masyarakat Tabanan yang peduli untuk menyisihkan seikit penghasilan yang dikumpulkan dalam Dompet Peduli Covid, yang bertujuan untuk membeli produksi pertanian dari para petani lokal. Hal tersebut sudah berjalan sampai saat ini, seperti sembako ASN yang terdiri dari produk pertanian petani lokal yang dibeli oleh para ASN di Tabanan.@humastabanan

Update Penanggulangan Covid-19, RABU, 9 September 2020.

TABANAN – Pantaubali.com – Perkembangan Pandemi Covid 19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus TERKONFIRMASI sebanyak 174 orang terdiri dr 171 WNI dan 3 WNA melalui Transmisi Lokal, kasus SEMBUH sebanyak 97 orang, dan 14 pasien terkonfirmasi Meninggal Dunia.

Secara KUMULATIF, kasus Terkonfirmasi Positif menjadi 6.723 orang, Sembuh 5.322 orang (79,16%), dan pasien Meninggal Dunia menjadi 142 orang (2,11%).
Sedangkan Kasus Aktif menjadi 1.259 orang (18,73%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Kasus WNI Terkonfirmasi melalui Transmisi Lokal terus meningkat tajam, per hari ini sebanyak 6.318 kasus (93,98%).

Gubernur Bali telah mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini tentunya bukan hanya tugas Pemerintah semata, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk itu, marilah kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Museum Subak, Gali Keberadaan Permainan Tradisional di Seminar

TABANAN – Pantaubali.com – Guna menggali keberadaan permainan tradisional di Tabanan,Museum Subak melakukan pendataan permainan tradisional agrasis.Agar dapat menggali keberadaan permainan tradisional tersebut maka,Museum Subak melaksanakan seminar dengan mengundang instansi terkait di Gedung I Ketut Maria,Rabu (9/9),Tabanan.

Seminar yang dilakukan merupakan lanjutan kegiatan dari permainan tradisional megandu,yang sebelumnya sempat di gelar di Museum Subak.

“Ini adalah usaha dari museum subak untuk menggali permainan tradisional agraris,” jelas Kepala Museum Subak, Ida Ayu Pawitrani disela kegiatan tersebut.

Pendataan dilakukan untuk dijadikan bagian dari yang bisa dipelajari didalam Museum Subak. Sebab ada banyak sekali permainan tradisional agraris yang banyak belum diketahui.Pendataan ini dilakukan untuk didaftarkan menjadi warisan Budaya Tak Benda mengantisipasi diklaim oleh daerah lain.

“Karena setiap tahun Dinas Kebudayaan harus ada obyek yang diajukan untuk didaftarkan menjadi Warisan Budaya tak Benda,”ujarnya.

Pendataan permainan tradisional ini sekaligus untuk melestarikan agar tidak punah. Sebab sesuai data dari seniman Made Taro ada sekitar 200 permainan tradisional di Bali dan hampir semuanya mengacu permainan tradisi agraris.

“Yang jelas dari jumlah yang ada itu kita data, dan pilah kemudian baru dipilih dan dokumentasikan kemudian didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda,” paparnya.

Seminar yang berlangsung sekitar 3 jam itu turut mengundang dari kalangan seniman, guru, Penyuluh Bahasa Bali di Tabanan, Pokdarwis, dan subak.Dengan menghadirkan 3 narasumber yaitu,sastrawan Made Adnyana Ole, dua dosen Prodi Arkelogi Unud I Gusti Ngurah Tara Wiguna dan Wayan Suardiana.

Lagi, Pendaki Tersesat di Puncak Adeng Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Tim SAR kembali menangani adanya laporan rombongan pendaki yang tersesat di Puncak Adeng, Kabupaten Tabanan, Rabu, (9/9). Informasi yang diperoleh Basarnas Bali pagi tadi, Rabu (9/9), pukul 02.00 Wita menyebutkan bahwa target yang tersesat berjumlah 8 orang di ketinggian ± 1036 MDPL.

“Setelah kami terima laporan segera diberangkatkan 9 orang rescuer menuju lokasi untuk melakukan pencarian.Tim tiba di Gunung Adeng sekitar pukul 04.15 Wita dan langsung bergabung dengan unsur SAR lainnya”, ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, selaku SMC,Gede Darmada.

Identitas target atas nama Gita Dewi (20), Merry (20), William (20), Wayan Oka Semara Jaya (20), Adhe Sugandhi (20), Putu Kostarika Melia (20), Ni Putu Mirah Kardila dewi (20), Maharani (20). Rombongan mulai pendakian di hari Selasa (8/9/2020) dan memutuskan turun pada pukul 02.00 Wita.Akhirnya kurang lebih pukul 05.00 Wita tim SAR telah menemukan 8 orang tersebut dan selanjutnya dibantu untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa Angsri. Satu jam lebih berselang, tim SAR gabungan beserta target tiba dalam kondisi selamat.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR lainnya dari BPBD Tabanan, Dit Samapta Polda Bali, Polsek Baturiti, Babinsa, Perangkat Desa Angsri, pemandu lokal, potensi SAR Radio 115 dan masyarakat setempat.

Darmada menyesalkaan kejadian serupa terus terulang seminggu terakhir ini. Ia menghimbau agar masyarakat yang melakukan pendakian harus mempersiapkan fisik, mental dan kelengkapan peralatan khususnya obat-obatan untuk penanganan awal kondisi darurat.

“Tidak mudah untuk melakukan pendakian jika fisik lemah apalagi belum mengenali medan di jalur pendakian, sebaiknya persiapkan diri yang matang sebelum memutuskan mendaki,” himbaunya.

Perlu diperhatikan dan memperhitungkan waktu pendakian saat naik ataupun turun, karena resikonya lebih besar jika turun dalam kondisi gelap, terlebih tidak ada pengalaman pendakian sebelumnya.