- Advertisement -
Beranda blog Halaman 933

Ini, Update Penanggulangan Covid-19 Hari Ini di Bali

DENPASAR, Pantaubali.com -Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 63 orang melalui Transmisi Lokal, yang mana untuk data jumlah sembuh sebanyak 92 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 6 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut,Terkonfirmasi Positif 7.492 orang,Sembuh 5.979 orang (79,81%), dan Meninggal Dunia 194 orang (2,59%).
Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.319 orang (17,59%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Selain itu, ada juga dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Bupati, Keluarkan Surat Edaran Tutup Fasilitas Umum di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dilihat berdasarkan data jumlah kasus penyebaran Covid-19 di daerah Kabupaten Tabanan yang terus mengalami lonjakan beberapa hari ini. Melihat kondisi tersebut membuat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh fasilitas umum dan fasilitas soial sampai ke tingkat desa.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan bupati di Manis Galungan, Kamis (17/9) hari ini.Surat edaran nomor 517/120/BPBD tersebut ditujukan kepada camat se kabupaten Tabanan, perbekel, bendesa adat maupu pengelola gedung atau tempat olahraga. Surat edaran ini mengacu pada Perbup nomot 44 tahun 2020 tentang disiplin dengan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Tabanan.

Dalam surat edaran ditandatangani langsung Dirinya tersebut ada empat point penting.Mulai dari, Point pertama, segala kegiatan atau aktivitas di lapangan umum kabupaten, kecamatan dan desa dihentikan atau ditutup, Kedua kegiatan atau aktivitas di gedubg kesenian I Ketut Mario dan taman garuda wisnu serasi dihentikan atau ditutup,Ketiga, kegiaran atau aktivitas di gedung-gedung atau tempat olahraga dihentikan atau ditutup dan point kempat, seluruh kegiatan atau aktivitas di wantilan atau balai banjar dihentikan sementara atau ditutup. Edaran ini berlaku sampai batas waktu yabg tidak ditentukan.

Selanjutnya terkait hal tersebut Kepala Pelaksana BPBD Tabana I Gusti Ngurah Made Sucita ketika dikonfirmasi membenarkan terkait edaran tersebut.

“Benar,tadi saya buat suratnya dan langsung menemui ibu bupati untuk ditandatangani,” cetusnya.

Surat edaran tersebut, untuk mencegah penyebaran covid-19 di Tabanan yang sudah masuk zona merah.

“Ini upaya mencegah penyebaran covid lebih luas lagi di Tabanan,” katanya.

Kemudian Kepala Dinas Pariwisata I Gede Sukanada menyampaikan,Pihaknya belum mengeluarkan instruksi atau edaran penutupan obyek wisata, namun meminta pengelola menerapkan protokol kesehatan lebih lagi. Pihaknya juga koordinasi dengan pihak dibawah untuk mengambil langkah yang diperlukan.

“Memang ada beberapa tempat yang ditutup , tapi itu kebijakan di bawah,” ucapnya.

Jukung Tertabrak Perahu,Satu Orang Nelayan Lenyap

JEMBRANA – Pantaubali.com -Nasib nahas dialami oleh 2 orang nelayan yang jukungnya terbalik karena tertabrak Perahu Porsesain pada Selasa (15/9/2020) pagi. Kecelakaan tersebut terjadi di Perairan Pantai Perancak, Kabupaten Jembrana. Satu orang berhasil selamat atas nama I Made Lugra Mahardika (25) sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

“Laporan yang kami terima satu orang yang hilang bernama I Kadek Sukarada, usia 18 tahun,” terang,Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali) Gede Darmada.

Informasi diterima sekitar pukul 07.15 Wita dari Putu Prana Jaya dan segera ditindaklanjuti dengan menggerakkan personil Pos SAR Jembrana menuju lokasi. Estimasi kejadian diperkirakan kurang lebih pukul 06.00 Wita.

Setibanya di Pantai Perancak, 11 personil langsung bergabung dengan unsur SAR lainnya. SRU laut menurunkan rubber boat menuju area penyisiran, dan 2 orang lainnya berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Hingga saat ini pencarian masih berlangsung, namun belum bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Sukarada.

Turut terlibat dalam operasi SAR sekitar 30 orang, diantaranya Basarnas Bali, BPBD Jembrana, Babinsa Perancak, Brimob Gilimanuk, dan masyarakat setempat.

Ini, Data Update Penanggulangan Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Jika dilihat dari data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini tercatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 68 orang melalui Transmisi Lokal, sembuh sebanyak 55 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 5 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 7.380 orang,Sembuh 5.837 orang (79,09%), dan Meninggal Dunia 184 orang (2,49%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.359 orang (18,48%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Bupati Eka Menjadi Pembicara Sekolah Daring Partai PDI Perjuangan

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mendapat kehormatan menjadi salah satu pembicara dalam gelombang III, Sesi II Sekolah Daring Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan Pilkada Serentak Tahun 2020, bersama dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharani, Senin (14/9).

Dengan materi “Meningkatkan Ketahanan Pangan Bernafaskan Trisakti Bung Karno dalam Menghadapi Covid-19”, Bupati Eka mengatakan, dalam menghadapi situasi pandemi ini sangatlah penting mengedepankan konsep Trisakti Bung Karno.

“Karena saat pandemi ini, rasa gotong-royong, rasa memiliki, rasa empati kita terhadap rakyat, meemperjuangkan kepentingan mereka itu yang lebih penting. Karena menurut Saya, itu adalah modal kita untuk mencapai kemenangan,,” ujar Srikandi asal Tegeh, Angsri, Baturiti tersebut dihadapan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 yang ikut dalam sekolah daring tersebut.

Lebih lanjut Ia mengugkapkan, di era saat ini rasa gotong-royong, rasa memiliki, rasa empati terhadap sesama sudah mulai terkikis dikarenakan ego sektoral lebih tinggi  dan juga lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

“Kita lupa bahwa dengan bergotong royong kita mampu memenangkan segala bentuk situasi dan kondisi termasuk ujian disaat pandemi ini. Dan Saya rasa ketahanan pangan adalah hala yang paling urgent saat ini. Dan tentunya hal-hal lainnya mungkin sudah kita pahami, bahwa kita adalah Negara yang kaya dengan alam. Oleh Karena itu, tentunya pertanian kita diharapkan bisa menjadi tuan rumah di Negerinya sendiri,” imbuh Bupati Eka.

Ia menambahkan, apabila petani sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri tentunya semangat pertanian menuju ketahanan pangan akan bergairah. Karena menurutnya, petani merupakan partner Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat, sehingga petani harus diberi dukungan penuh melalui program-program yang berpihak kepada para petani. Seperti halnya di Tabanan, ada berbagai program untuk mendukung pertanian masyarakat, diantaranya, Gerbang Pangan Serasi, program partisipatif, dan lainnya.

“Oleh karena itu, program kami di Tabanan, yaitu Gerbang Pangan Serasi terintegrad dengan farmer tourism. Karena menurut Saya, bahwa pertanian itu sangat penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga program-program kami dari hulu ke hilir kami kawal. Mulai dari produksi, pelatihan untuk membuat produk yang bagus, dan lain-lain,” ujar Bupati Eka.

Disamping itu, salah satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah kepercayaan rakyat terhadap Pemerintah. “Maka dari itu, cipatakanlah regulasi-regulasi yang betul-betul memihak kepada rakyat, sehingga menghasilkan produk-produk unggulan yang akan membuat ketahanan pangan kita terjaga,” tambah Bupati Perempuan pertama di Bali itu.

Sampai saat ini, produk yang dihasilkan dari petani lokal di Tabanan hampir mencapai 400 produk, yang dikawal oleh 133 Bumdes yang ada di seluruh Desa di Tabanan, dan BUMDa, termasuk disituasi pandemi ini ada produk imun yang berasal dari rempah-rempah lokal. “Saya rasa di Indonesia, di Nusantara ini banyak sekali lahan-lahan subur yang kita bisa jadikan sumber-sumber ketahanan pangan kita, apabila kita betul-betul serius melatih petani kita untuk memiliki skill lebih,” tegasnya lagi.

Pada  kesempatan itu, Bupati Eka merupakan pembicara kedua dalam sesi II Gelombang III Sekolah Daring tersebut, setelah Walikota Surabaya Tri Rismaharani. Dalam sesi I sebelumnya juga ada nama-nama tenar lainnya sebagai pembicara, yakni, Djarot Saiful Hidayat, Komarudin Watubun, Ahmad Basarah, Suko Widodo, I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Bambang Wuryanto.

Usai pemaparan materi dari masing-masing pembicara, selanjutnya diadakan sesi Tanya jawab antara pembicara dan para peserta Sekolah Daring. Nampak saat itu Bupati Eka dengan lugas menjawab satu-persatu pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Layaknya membangun pertanian di Tabanan, dengan memahami secara riil inti masalah, lalu dengan langkah pasti mengambil sikap tegas dan terukur untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Tabanan.

Seperti yang ditanyakan oleh salah satu peserta, yakni Bapak Rizal yang menanyakan tentang bagaimana mengkonsolidasi masyarakat baik di Tabanan dan di Surabaya, sehingga semua program-program itu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. “Luar biasa penghargaan Saya kepada kedua pemimpin dari Partai PDI Perjuangan ini. Luar biasa,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Eka mengatakan bahwa untuk mengkonsolidasi program tersebut, pemimpin dan rakyat harus mempunyai nafas yang sama. Baik dari legislative, tim dari OPD dan rakyat sebagai objek nantinya, mesti satu nafas. Untuk mewujudkan hal tersebut dikatakannya tidaklah gampang. Perlu dilakukan komunikasi dan komitmen yang baik.

“Artinya apapun itu, tidak ada yang tidak dapat kita sentuh, asalkan kita mau berkomunikasi. Satu berkomunikasi dan dua komitmen. Artinya jangan kita ngomong-ngomong saja tanpa implementasi,” ujarnya.

Kasus Sembuh Covid-19, Tercatat 91 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Dilihat berdasarkan data, perkembangan jumlah kasus pandemi Covid-19 di Provinsi Bali mulai terkonfirmasi positif tercatat sebanyak 86 orang melalui Transmisi Lokal,sembuh tercatat sebanyak 91 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 5 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat mulai dari terkonfirmasi Positif 7.312 orang,Sembuh 5.782 orang (79,08%), dan Meninggal Dunia 179 orang (2,45%).
Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.351 orang (18,48%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Jika dilihat sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

Besaran denda yang diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Jelang Galungan,”TEMPUR” Bertempur Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid-19 di Pupuan

TABANAN – Pantaubali.com – Jelang Galungan dan Kuningan di tengah Pandemi Covid-19 serta dalam kondisi ekonomi belum setabil.Tentu kondisi ini, dirasa berat beberapa masyarakat, terutama yang terdampak Covid -19 atau kurang mampu.

Melihat kondisi tersebut membuat Teman Purnawan (TEMPUR) di pimpin langsung I Gede Purnawan yang juga seorang anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDIP Dapil Pupuan.Terketuk hatinya untuk lakukan aksi sosial, dalam bentuk bagi- bagi Sembako kepada masyarakat terdampak Covid 19 di Kecamatan Pupuan,Tabanan.Seraya mengucapkan secara langsung, selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan ketengah masyarakat,Senin,(14/9) di Pupuan,Tabanan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sosial dari TEMPUR, yang juga sebagai Loyalis Prananda Putra dari Ketua Umum PDI P Megawati Suekarno Putri”, jelas I Gede Purnawan dalam kesempatan tersebut.

Menurut Dirinya, kegiatan pembagian Sembako dilakukan memang sangat ditungu-tungu oleh masyarakat.Yang mana, kegiatan aksi sosial tersebut juga disuport langsung Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai bentuk solideritas terhadap TEMPUR.

“Aksi Sosial TEMPUR dalam Kondisi saat ini tentu sangatlah dibutuhkan,apa lagi masyarakat Tabanan khususnya di Kecamatan Pupuan,tinggal menghitung hari saja, akan melaksanakan hari Raya Galungan Dan Kuningan”, katanya.

Purnawan menambahkan,acara pembagian sembako ini difokuskan di markas TEMPUR, yang mana dalam aksi tersebut ada juga sejumlah Sembako di bawakan langsung kepada penerimanya, terutama kepada para Lansia.

“Semua fokus di posko TEMPUR,akan tetapi untuk warga usia lanjut dibawakan ke rumahnya masing-masing”, tutupnya.

TP PKK Bali,Mitra Kerja Pemerintah Daerah

DENPASAR- Pantaubali.com -Ketua TP PKK Provinsi Bali,Ny Putri Suastini Koster belum lama ini di Denpasar menyampaikan,TP PKK sebagai mitra kerja pemerintah daerah memiliki peran yaitu,gerakan dalam rangka mendorong dan mensosialisasi kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung program pemerintah dengan sasaran para keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Sejalan dengan itu, di Provinsi Bali gerakan PKK dalam mengaktualisasikan 10 (sepuluh) Program Pokok PKK diarahkan untuk mendukung visi, misi Gubernur Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia sekala niskala”, jelasnya.

Setelah dimulainya tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali, maka masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar sesuai apa yang menjadi imbauan dari pemerintah.

“Tahap awal tatanan kehidupan era baru ini diberlakukan sejak 9 Juli 2020 lalu, di mana telah dibuka seperti akses pasar tradisional, tempat wisata, toko-toko ataupun fasilitas publik lainnya dalam skala lokal, yang semuanya kembali secara ketat menerapkan prosedur protokol kesehatan”, ujarnya.

Di lapangan, dalam pelaksanaannya perlu pengawasan dalam penerapannya yang diwujudkan dengan kegiatan pendisiplinan warga masyarakat dalam beraktivitas. Karena harus dimaklumi, belum sepenuhnya masyarakat bisa menerapkan secara sadar sebagai bagian penting dalam keselamatan dan kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda atau menurun kasusnya.

Dalam pengawasan dan monitoring telah dilakukan sinergi dengan aparat kepolisian, instansi pemerintah, Satpol PP, desa dinas, desa adat termasuk Pecalang sebagai unsur pengamanan tradisional terlibat semua dalam tugas mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.Sembari Dirinya menambahkan, Tim Gugus Tugas Provinsi Bali bekerja sama dengan Satgas internal menyasar pusat perbelanjaan termasuk pasar tradisional dan juga swalayan,serta lapangan publik. Terus melakukan penerapan protokol kesehatan yang berdasar pada Pergub 46 Tahun 2020, baik berupa teguran, edukasi, sosialisasi hingga sanksi.

Pelaku Gojek, Terima 30 ribu Masker di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Bali menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Bali. Jumlah kasus aktif hingga Minggu 13 September kemarin mencapai hingga 1.361 orang (18,83%). Untuk meminimalisir penambahan Covid-19 dari berbagai aspek, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra di dampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin menyerahkan 30 ribu masker kain kepada 10 ribu pelaku gojek yang ada di seluruh Bali.

“Pelaku gojek dipilih sebagai penerima bantuan logistik masker dari BPBD karena mereka aktif berada dilingkungan terbuka, takutnya mereka malah menjadi carrier (pembawa) virus kepada pelanggannya. Sehingga kita jaga jaga untuk penggunaan masker lebih disiplin, dan satu orang minimal memiliki delapan (8) masker untuk ganti,” ungkap Dewa Made Indra.

Dewa Indra memastikan agar masker masker ini sampai langsung ditangan pelaku gojek, agar tidak ada satupun dari mereka yang mengendarai sepeda motor dan membawa penumpang dan makanan yang tidak menggunakan masker dan menjadi penyebar virus.

Bertambahnya kasus dan kurang pedulinya oknum warga menimbulkan kekhawatiran meluas dan semakin banyaknya kluster baru, sehingga sebagai instansi yang bertanggung jawab atas hal ini, Sekda Dewa Made Indra dan Kalaksa BPBD I Made Rentin terus melakukan pembagian masker gratis kepada masyarakat.
Untuk ke depan seluruh pimpinan masyarakat menjadi contoh bagi warganya untuk menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

KPU Sebut, Kedua Bakal Pasangan Cabub dan Wabub Tabanan Lolos Syarat Kesehatan

TABANAN – Pantaubali.com – KPU Kabupaten Tabanan, gelar rapat pleno penyerahan berita acara hasil penelitian keabsahan dokumen persyaratan calon dan penyerahan hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan dalam pemilihan serentak 2020, Senin,(14/9) di ruang rapat Kantor KPU Tabanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, LO dari pasangan Bakal Pasangan Calon Bupati Kabupaten Tabanan I Komang Gede Sanjaya, dan I Made Edi Wirawan,(Jaya-Wira), serta hadir langsung paket bakal pasangan Calon Bupati Tabanan Anak Agung Ngurah Panji Astika, dan I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi).

Dalam kesempatan tersebut,Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa menyampaikan, jika dilihat pada 12 September 2020 KPU Kabupaten Tabanan telah selesai melakukan verifikasi,terkait administrasi selanjutnya pada tanggal yang sama(12 September 2020) KPU telah diberikan hasil tes kesehatan dari RS Sanglah, yang juga telah KPU terima dengan hasil tes telah memenuhi persayaratan.

“Dari hasil tes, pasangan calon telah KPU terima yang telah dibuka secara bersama-sama. Dan memang kedua bakal pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tabanan tersebut telah memenuhi syarat dari segi kesehatan. Demikian pula terkait syarat-syarat administrasi dari masing-masing pasangan calon tersebut”, ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, jika seandainya dalam perjalanan kedepan ada salah satu pasangan calon terkonfirmasi positif Covid-19.Maka, tidak akan mengugurkan pasangan calon tersebut akan tetapi, tahapanya akan KPU tunda.

“Jadi tidak akan mengugurkan pasangan calon nantinya, jika seandainya ada salah satu pasangan calon yang terconvirmasi positif Covid-19”, tutup Subawa.