- Advertisement -
Beranda blog Halaman 918

Kasus Terkonfirmasi Tercatat 65 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini,(Jumat,(30/10) mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi tercatat sebanyak 65 orang melalui Transmisi lokal,sebanyak 108 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 3 orang.

Sedangkan untuk jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif sebanyak 11.712 orang,Sembuh 10.561 orang (90,17%), dan Meninggal Dunia 385 orang (3,29%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 766 orang (6,54%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Selanjutnya sesuai instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Pergi Memancing,Pria Asal Kerambitan Ditemukan Menjadi Mayat

TABANAN – Pantaubali.com -Seorang petani asal Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan,Kabupaten Tabanan berinisial GPS yang sebelumnya,Kamis,(29/10) (Kemarin) pergi memacing akhirnya ditemukan telah meregang nyawa,Jumat,(30/10) di aliran parit atau saluran irigasi subak di Banjar Dinas Kesiut Kangin, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, Jumat,(30/10) di Tabanan menyampaikan, kronologis penemuan mayat tersebut berawal pada Kamis,(29/10) korban (GPS) mengatakan kepada pelapor bahwa akan memancing di Telabah Teba (TKP ditemukan Korban),kemudian korban berangkat menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah miliknya, karena sampai malam korban tak kunjung pulang, pelapor berencana mencari korban namun batal karena,kondisi sudah malam dan akan mencarinya besok pagi (hari Jumat).

Selanjutnya,pada Jumat,(30/10) sekira jam 07.00 Wita Pelapor bersama Saksi dibantu masyarakat melakukan pencarian disekitar saluran irigasi di Banjar Dinas,Kasiut Kangin, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, saat sampai di tempat tersebut, saksi melihat sepeda motor korban terparkir di dekat saluran irigasi tersebut, kemudian saksi bersama pelapor dan masyarakat mencari di sekitar saluran irigasi.

Kemudian sekitar pukul 08.30 Wita korban ditemukan tergeletak dengan kepala menghadap keatas di saluran irigasi tersebut dengan ketinggian sekitar 5 meter dari tempat korban ditemukan.

“Kemungkinan korban memancing, kemudian saksi dan pelapor mengecek keadaan korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa saksi dan pelapor dibantu masyarakat membawanya ke rumah korban,” jelasnya.

Kemungkinan korban terpeleset saat memancing dan jatuh dari tempat memancing dengan ketinggian kurang lebih 5 Meter dari tempat korban ditemukan.Sembari menambahkan, dari hasil pemeriksaan dari Bidan Desa Kesiut GST Ayu Alit Erawadi ditemukan bekas luka atau lecet seperti luka di pinggang kanan dengan panjang 2 cm dan luka di belakang telinga kiri dengan panjang 5 cm.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas kejadian yang dialami korban dan menolak untuk dilakukan otopsi,” tutupnya.

Puluhan Lansia Sumringah Sambut Sanjaya di Desa Candikuning 1

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali Calon Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bertatap muka langsung ketengah masyarakat Tabanan,kali ini hadir di Desa Adat Candi Kuning 1, Tabanan,Jumat,(30/10).

Ada yang menarik dari sekian kunjungan Sanjaya sebelumnya karena, dalam kunjungan ke desa setempat, selain dihadiri beberapa perwakilan masyarakat terlihat dihadiri juga oleh puluhan orang lansia terlihat antusias menyambut kedatangan Sanjaya beserta rombongan.
Dalam kesempatan tersebut salah satu tokoh masyarakat di desa setempat IGN Arta Negara menyampaikan, sebagian besar warga yang hadir saat ini sangat antusias menyambut kedatangan Bapak I Komang Gede Sanjaya.

“Sebenarnya masyarakat kami sangat antusias mengahdiri acara tatap muka ini,akan tetapi dikarenakan dalam kondisi pandemi covid-19 maka terpaksa harus dibatasi kehadirinya,” jelasnya.

Jika dilihat di desa adat Candi Kuning 1 ada sebanyak 3 TPS dengan 1800 orang pemilih dalam Pilkada nantinya.Maka dirinya mengaku, tetap menghimbau krama warga desa agar benar-benar menggunakan hak pilihnya dengan baik dalam Pilkada Tabanan.

“Selalu meminta agar bisa mendatangi dan memberikan hak suara serta pilihannya bahkan mengingatkan jangan sampai golput kepada warga,” sebutnya.

Kemudian salah satu perwakilan lansia dari karang lansia Sattwikacitta, Desa Adat Candikuning,Tabanan,Ketut Arnawa mengharapkan, agar Bapak I Komang Gede Sanjaya jika terpilih nantinya mampu memberikan kesejahteraan masyarakat agar lebih baik lagi serta bisa tetap bersatu dalam membangun Kabupaten Tabanan kedepan.

“Jika sudah menjadi pemimpin nantinya jangan sampai lupa dengan masyarakat serta bisa benar-benar memberikan kesejahteraan bagi kami (masyarakat),” harapnya.

Selanjutnya calon Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, dari sekian tatap muka dilakukan baru saat ini dihadiri sebagian besar orang lansia dan sangat antusias juga.

“Sangat antusias semeton saya lihat, ini menandakan dukungan ke paket Jaya-Wira pasti akan baik dalam Pilkada di Tabanan ini,” ucapnya.

Tidak surut-surut Dirinya memohon ketengah masyarakat agar pada 9 Desember 2020 bisa memberikan dukungan dan suaranya ke paket Jaya-Wira.Dilihat dari 1800 orang jumlah pemilih minimum jika bisa 90persen suara bisa didulang di Desa Adat Candikuning ini.

“Pada 9 Desember 2020 mendatang semuanya bisa kompak untuk secara bersama-sama mencoblos nombor urut 1 (Paket Jaya-Wira),” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut ada beberapa aspirasi para lansia telah diserap Sanjaya dan berjanji akan mengujudkan segera.

Masih dalam waktu dan kesempatan yang sama,Ketua Tim Pemenangan Paket Jaya-Wira, I Made Urip mengatakan, melihat sangat antusiasnya warga dalam kesempatan tatap muka kali ini yakin masyarakat di Desa Adat Candikuning 80persen keatas suaranya akan dijatuhkan ke paket Jaya-Wira.

“Saya sangat yakin nantinya, pasti masyarakat disini akan mendukung paket Jaya-Wira serta di 9 Desember mendatang bisa meraup suara 80persen keatas dan itu pasti bisa dilakukan,” tutupnya.

Liburan Panjang,Bali Ciptakan Liburan Aman, Nyaman Tanpa Kerumunan

DENPASAR – Pantaubali.com -Bali sebagai salah satu destinasi yang masih menjadi tempat pilihan bagi sejumlah wisatawan tentu menyambut baik kunjungan wisatawan domestik ditengah masa pandemi Covid-19 saat liburan panjang seperti saat ini.

Kunjungan wisatawan mulai mengalmi kenaikan sejak tanggal 26 Oktober lalu mencapai 5000 orang, 6300 orang di tanggal 27 Oktober dan kenaikan drastis mencapai 9500 orang di tanggal 28 Oktober kemarin. Kunjungan wisatawan domestik ini berasal dari Lima (5) wilayah yakni Cengkareng, Surabaya, Ujung Pandang, Lombok dan Halim. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa saat video conference di Kantor Diskominfos Bali, Kamis (29/10) petang.

Kunjungan wisatawan merupakan berkah bagi Provinsi Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata dan selama delapan (8) bulan terakhir anjlok total. Liburan panjang dengan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup tinggi selama masa pandemi adalah dua hal yang memang perlu diselaraskan, karena kesehatan tentu sangat penting dan menjadi hal utama yang harus diselamatkan, namun ekonomi juga adalah hal penting bagi kelangsungan hidup banyak pihak.

Sehingga,pemerintah menyelaraskan dan menyeimbangkan kepentingan kesehatan dan ekonomi sebagaimana kita menciptakan liburan yang aman, nyaman tanpa kerumunan.

Delapan (8) bulan adalah waktu yang tidak singkat untuk kita beradaptasi dengan virus corona yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi keberlangsungan perekonomian masyarakat secara umum. Kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker dirasakan sudah meningkat, namun kerumunan yang terjadi belum dapat terurai dengan baik, karena seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab virus corona cepat mengalami penularan dan penyebaran adalah ditengah kerumunan (terutama ngobrol dengan lawan bicara tanpa masker, dan keramaian yang menimbulkan kerumunan tanpa jaga jarak).

“Untuk mengetahui wisatawan yang masuk Bali dalam kondisi aman, sekaligus untuk menjamin tidak terjadinya kluster baru baik bagi wisatawan yang datang dan masyarakat lokal maka secara internal mereka wajib memproteksi dirinya sebelum datang ke Bali, dengan syarat minimal menunjukkan surat kesehatan baik RAPID tes ataupun Swab berbasis PCR,” jelasnya.

Sedangkan saat sudah berada di Bali Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Satgas Desa Adat dan juga pecalang bertugas untuk mengawasi dan memantau wisatawan yang ada di tempat atau destinasi obyek wisata.

“Seperti harus berani menegur apabila terjadi kerumunan dan bagi daerah obyek wisata wajib menyiapkan protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan dan sabun,” ujarnya.

Selanjutnya,juru bicara Satgas Covid-19 Pusat Prof. Wiku Adisasmito mengatakan,bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat sosial dan aktif yang selalu menjaga hubungan antara satu dengan yang lain, apalagi suasana liburan selalu menjadi hal istimewa yang ditunggu untuk melepas penat dari rutinitas sekaligus untuk berkumpul dengan keluarga.

“Bahwa delapan (8) bulan menjadi waktu belajar yang cukup bagi semua pihak untuk mengganti tata cara kehidupan yakni dengan menerapkan 3 M (memakai masker kapan dan dimanapun berada, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap saat serta menjaga jarak dengan orang lain),” katanya.

Sembari menambahkan,Pemprov Bali memiliki aplikasi “Love Bali” yang disiapkan bagi wisatawan yang masuk untuk mengisi cek diri terkait data daerah asal, identitas lengkap, berapa lama akan berada di Bali dan menginap dimana selama berlibur di Bali.

“Hal ini diharapkan menjadi data akurat bagi kunjungan wisatawan di masa pandemi sehingga membantu tim satgas untuk melakukan tracing contacts apabila terjadi kasus Covid-19 saat mereka berada di Bali,” tutupnya.

Putri Koster,Inginkan Bali Sebagai Episentrum Pengembangan Sastra

DENPASAR – Pantaubali.com -Selaku pegiat sastra khususnya puisi, Ny Putri Suastini Koster ingin menjadikan Bali sebagai episentrum pengembangan sastra. Didukung sejumlah penggiat sastra seperti Ketua Dermaga Seni Buleleng Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa dan Wayan Jengki Sunarta, istri Gubernur Bali Wayan Koster itu telah menggagas lomba cipta puisi guru se-Indonesia.

Dirangkaikan dengan acara ‘launching’ virtual buku puisi ‘Suara Hati Guru se-Indonesia 2020’, juga sekaligus dilakukan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba cipta puisi guru se-Indonesia yang digelar secara virtual melalui zoom meeting dari Denpasar, Rabu (28/10).
Ide untuk menggelar lomba bagi guru ini berawal dari bincang-bincang santai dengan sejumlah seniman. Selain itu, menggelar lomba secara nasional juga berawal dari melihat antusias lomba se-Bali yang sebelumnya digelar. Ia pun menyampaikan alasan kenapa lomba ini menyasar para guru.

“Ini langkah kecil tapi kami lakukan dengan kecintaan yang tulus. Kami ingin memberi wadah bagi para guru yang punya bakat menulis puisi untuk menyalurkan hobi,” jelasnya.

Wanita yang getol dalam upaya pemajuan seni sastra ini menilai, puisi merupakan salah satu seni yang mampu mengasah rasa kepekaan dan memberi kebahagiaan bathin bagi mereka yang menekuninya. Dengan menyalurkan hobi menulis puisi, Ny Putri Koster berharap secara psikis berdampak positif bagi para guru yang menjadi ujung tombak dalam pembentukan karakter anak didik di sekolah.

Dirinya melanjutkan, pelaksanaan lomba cipta puisi guru se-Indonesia ini merupakan bagian penting dalam upaya pemajuan seni sastra.
Menurutnya, para penggiat sastra patut berbangga karena Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster tidak hanya telah memberi wadah untuk pengembangan seni tradisional, namun juga seni modern dan kontemporer melalui penyelenggraan program Festival Seni Bali Jani.

Ny Putri Koster menyebutkan, festival tersebut memberi angin segar bagi seni sastra khususnya puisi.

“Saya ingin seni sastra kita makin berkembang hingga mendunia. Kita jangan bangga diundang ke luar negeri, sebaliknya kita bangga kalau semuanya ada di Bali, termasuk pertunjukkan sastra berkelas yang menarik penggiat sastra dunia untuk datang ke Pulau Dewata,” ujarnya, menandaskan.

Oleh sebab itu, kata Ny Putri Koster, setelah sukses menggelar lomba cipta puisi guru se-Bali dan lomba cipta puisi guru se-Indonesia, pihaknya akan menggagas lomba serupa untuk siswa SMA dan mahasiswa pada tahun 2021 mendatang, tepatnya pada Hari Kebangkitan Nasional, dan tentunya dengan tema nasionalis. Dengan demikian, ia berharap gaung seni sastra puisi akan menjadi lebih luas lagi.

Sementara itu, Ketua Dermaga Seni Buleleng Gde Artawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Ny Putri Koster terhadap perkembangan seni sastra, khususnya puisi.

“Awalnya kami mengira semangat beliau akan redup setelah menjadi ibu gubernur. Namun tak disangka beliau menjadi semakin bernas dalam dunia sastra,” ucapnya.

Artawan menyebutkan, lomba cipta puisi mendapat sambutan luar biasa dari para guru. Lomba diikuti 618 guru se-Indonesia yang masuk sebanyak 1.261 puisi. Untuk menjaga objektivitas maka para juri hanya menerima judul dan isi puisi untuk dinilai, sehingga diperoleh 10 pemenang dan 90 nominasi, selanjutnya 100 puisi tersebut dimasukan ke dalam buku puisi ‘Suara Hati Guru’.

Pada kesempatan tersebut selain dilakukan penyerahan hadiah secara simbolis juga dilakukan pembacaan puisi, baik secara langsung maupun virtual oleh para nominator.

Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah 59 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat ada pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 59 orang melalui transmisi lokal,sebanyak 56 orang, dan meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Sedangkan untuk jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi Positif sebanyak 11.647 orang,Sembuh 10.453 orang (89,75%), dan Meninggal Dunia 382 orang (3,28%).

Kasus Aktif per Kamis,(29/10) menjadi 812 orang (6,97%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya. Dalam catatan juga tertulis himbauan,upaya pengendalian dan pencegahan tersebut bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Tak Tangung-tangung, 6 Orang Pelaku Narkoba Terjerat di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Tim Opsnal jajaran Sat Res Narkoba Polres Tabanan berhasil mengungkap kasus penyalahguna Narkoba, akhirnya 6 ( enam ) orang terduga pelaku ditangkap atau mengamankan pelaku pada waktu dan di tempat yang berbeda, menyita sejumlah barang bukti sesuai kasus berhasil diungkap.

Terkait hal tersebut Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar dalam reles yang dilakukan belum lama ini di Tabanan menyampaikan,semua berawal mulai tim Opsnal Sat Narkoba mendapat informasi atau laporan dari Masyarakat yang menyebutkan seseorang dengan ciri-ciri tertentu sering bersentuhan dengan Nakrkoba, selanjutnya info tersebut ditindak lanjuti dengan melakukan serangkaian penyelidikan dan pembuntutan.

Tim Opsnal melakukan penggeledahan badan dan tempat tertutup lainnya terhadap terduga Hendra Susanto alias Ucil dan Andri Hermawan alias Momon, bertempat di Jalan Ir Soekarno depan toko Mebel Jati buana, padanya pada saku celana kiri berhasil ditemukan 5 ( lima ) klip plastik berisi shabu, dan 31 ( tiga puluh satu ) plastik klip didalamnya Shabu-shabu, saat ditanya keduanya mengaku barang tersebut adalah miliknya,
Tidak cukup sampai disitu, dalam interogasi barang haram tersebut ada kaitannya dengan seseorang yang bernama Edi Santoso alias Edi yang disebutnya Kos sementara di daerah Gianyar, Tim langsung bergerak menuju sesuai alamat, pukul 19.00 Wita melakukan pengegeledakan di rumah kos yang ditempati Edi Santoso alias Edi.

“Dalam pengledahan tersebut berhasil menemukan dan menyita sebuah timbangan kecil merk harnic,menyita 30 (tiga puluh) klip pastik benang dan dikamar mandinya ditemukan alat Isap ( bong ),” ujarnya.

Selanjutnya pada Selasa,(13/10) pukul 13.00 Wita, Tim Opsnal sat Narkoba kembali berhasil mengamankan dua orang terduga masing – masing, I Ketut Duana alias Duana alamat Desa Mundeh, Kecamatan Selbar, Tabanan dan I Putu Budiarta aliat Kak alamat Desa Limbung Kauh Kecamayan Selbar, Tabanan.

“Keduanya diamankan di Kebun kopi di Desa Mundeh, Kecamatan Selbar, Tabanan, hasil penggeledahan badan dan tempat tertutup lainnya disita barang bukti 3 (tiga) paket Shabu dan pipa kaca didalamnya berisi kristal bening shabu dan barang tersebut diakui miliknya berdua,” katanya.

Selanjutnya Dirinya menyampaikan, kemudian pada Selasa,(13/10) pukul 19.00 Wita, Tim Opsnal kembali berhasil mengamanan terduga Hasanudin alias Sandin di TKP di pinggir jalan raya jurusan Antosari-Pupuan termasuk Banjar Gulingan, Desa Antosari, Kecamatan Selbar, Tabanan.

“Adapun barang bukti berhasil disita 1 (satu) buah klip plastik terbungkus tissu berisi Shabu, barang tersebut diakui miliknya,”katanya.

Semua terduga pelaku yang berhasil diamankan dan semua Barang bukti yang berhasil disita, diamankan di Polres Tabanan, kasusnya saat ini dalam proses Penyidikan.Sembari Dirinya menambahkan, terduga pelaku dijerat dengan Pasat 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun, dan pidana denda maksimal sedikit 800 Juta dan paling banyak 8 milyar rupiah, tegas Kapolres Tabanan.

“Tentu dalam hal ini,dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas Tabanan aman kondusif, terlebih menjelang Pilkada serentak 2020, jajaran Polres Tabanan tetap melaksanakan penegakan hukum sesuai dengan forsinya dan sesuai ketentuan peraturan per Undang – undangan yang berlaku,” tutupnya.

Jusuf Kalla Lantik Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan salah satu organisasi tertua di Indonesia yang memiliki tugas kemanusiaan yang kuat di dunia yang berkomitmen bergerak dibidang kemanusiaan dan kegiatan sosial. peran PMI sangat penting di bidang kemanusiaan dan sosial, PMI menjadi bagian dari garda terdepan pada penanganan pandemi Covid-19 ini, tanpa dirasa masyarakat di Indonesia termasuk Provinsi Bali telah memasuki tatanan kehidupan era baru.

Pencegahan, penanggulangan dan distribusi bantuan relawan membantu terus dilaksanakan secara konsisten untuk memutus mata rantai melawan pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat membacakan sambutan Gubernur Bali serangkaian Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (28/10).

Ditambahkannya, ditengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah entah sampai kapan, PMI dengan tugas pokoknya terus berupaya melaksanakan fungsinya yakni melakukan donor darah bagi warga yang sukarela membantu sesamanya serta melakukan therapi plasma convalescent yang sangat bermanfaat bagi warga Bali yang sedang membutuhkan.

PMI Provinsi Bali sebagai bagian dari organisasi Palang Merah Indonesia pada Tahun 2020 ini, telah melaksanakan amanah AD dan ART berupa pelaksanaan Musyawarah Provinsi (MUSPROV) XI PMI Provinsi Bali yang merupakan giat 5 (lima) tahunan dengan salah satu agendanya untuk pemilihan Ketua Pengurus masa bhakti 2020-2025.

Pada pelantikan pengurus dan dewan kehormatan PMI, Jusuf Kalla selaku Ketua Umum PMI Melantik Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Bali Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai Perhimpunan Nasional keberadaanya diperkuat dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

Kembali I Gusti Bagus Alit Putra terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali untuk masa bhakti 2020-2025, dengan keluarnya SK Pengurus Pusat PMI Nomor : 051/KEP/PP.PMI/X/2020 Tanggal 8 Otober 2020 tentang Pengurus PMI Provinsi Bali masa bhakti 2020-2025 dan Nomor : 069/KEP/PP.PMI/IX/2020 Tanggal 29 September 2020 tentang Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali masa bhakti 2020-2025 maka diharapkan mampu menjadi motivasi dan semangat bagi kepengurusan baru dalam peningkatan kiprah dan eksistensi PMI.

Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla secara langsung melantik 17 (tujuh belas) orang Pengurus dan 7 (tujuh) orang Dewan Kehormatan PMI PMI Provinsi Bali masa bhakti 2020-2025, yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Anggota DPRD, Pengusaha, Birokrat dan Pejabat Pemerintah, pihaknya juga meminta agar anggota PMI mampu mendedikasikan pengabdiannya untuk masyarakat luas tanpa mengenal pamrih dan membedakan status karena tugas pokok PMI adalah bekerja saat manusia dan alam mengalami kesulitan.

“Dengan salah satu program pokoknya yakni donor darah, PMI adalah solusi bagi kesulitan masyarakat, dimana mereka memiliki peran untuk membantu kesulitan baik yang ditimbulkan karena bencana alam ataupun manusianya itu sendiri, karena kita harus bekerjasama dengan solid baik antar pusat dan juga daerah termasuk hal-hal yang terjadi didalam negeri maupun luar adalah tugas bersama,”tandas Jusuf Kalla.

Pada pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali dilaksanakan dengan penerapan Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui implementasi 3M pada masa pandemi dengan Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak Sehingga mampu memutus mata rantai penularan. “Khusus dalam menghadapi kondisi Covid-19 Jusuf Kalla menegaskan bahwa disiplin diri yakni menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) adalh kunci untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, sehingga kita bisa saling menjaga antara satu sama lain,” imbuh Jusuf Kalla.

Lebih khusus Jusuf Kalla mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini, tugas yang telah dilaksanakan anggota PMI yang bekerjasama dengan Pemerintah dan pihak terkait adalah melaksanakan penyemprotan disinfektan di semua ruang dan wilayah terutama di tempat tempat rawan sebagai kluster, terutama psar, terminal dan tempat umum lainnya.

Kegiatan Pelantikan dihadiri oleh Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Ketua PMI Kabupaten/Kota se-Bali serta jajaran lintas sektoral terkait.

Terkonfirmasi Covid-19, Bertambah 68 Orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 68 orang melalui transmisi lokal,sembuh sebanyak 36 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 2 orang.

Adapun jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif sebanyak 11.588 orang,Sembuh 10.397 orang (89,72%), dan Meninggal Dunia 380 orang (3,28%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 811 orang (7,00%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Gubernur Bali,Ikuti Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pemimpin Satuan Kerja OJK

DENPASAR – Pantaubali.com -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan sejumlah penyegaran pegawai di lingkungan satuan kerjanya agar dapat mengakselerasi kebutuhan penanganan pandemi Covid-19.

Dalam acara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pemimpin Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilaksanakan secara virtual dari Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, belum lama ini (Senin (26/10).

“Seiring dengan penanganan krisis kesehatan yang berdampak kepada kondisi perekonomian, OJK telah bahu membahu dengan pemerintah, BI, dan LPS untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. Sesuai dengan kewenangannya, OJK melanjutkan langkah-langkah yang bersifat extraordinary, namun tetap memperhatikan dan menjaga aspek kehati-hatian secara terukur,” kata Gubernur Koster.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengingatkan kepada seluruh pegawai OJK untuk mengubah pola pikir dan perilaku business as usual menjadi tindakan kreativitas untuk mendapatkan terobosan (out of the box) dari aspek kebijakan dan memonitor pelaksanaan kebijakan dimaksud.

“Hal itu dilakukan agar kontribusi OJK dalam penanganan dalam aspek ekonomi pada era adaptasi kebiasaan baru (the new normal) menjadi lebih efektif, mendukung percepatan pemulihan sektor kesehatan dan keuangan bangsa,” tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya peranan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan yang mutlak harus dilakukan karena OJK tidak bisa bekerja sendiri.

“Khusus kepada Kepala Kantor OJK di daerah saya sangat berharap agar mampu menjadi simbol penting koordinasi antara pusat, pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga kegiatan kita di daerah terkoordinasi dengan baik dan memberikan peran dalam pengembangan perekonomian ditengah pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Dalam Petikan Keputusan Dewan Komisioner OJK RI Nomor 23/KDK/791/2720 tentang Penetapan Mutasi dan Promosi Pegawai dan Jabatan Deputi Komisioner, Kepala Departemen, Kepala Kantor Regional dan Kepala Kantor OJK dan Kepala Satuan Kerja di Lingkungan OJK itu, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra yang sempat mengalami kekosongan karena Kepala OJK Regional 8 sebelumnya Elyanus Pongsoda meninggal secara mendadak pada 29 Agustus 2020 lalu, saat ini sudah terisi kembali yang dijabat oleh J. Tri Broto.