- Advertisement -
Beranda blog Halaman 852

Pertamina Sebut, Konsiten Mendukung Penguatan Adat dan Budaya Bali

TABANAN – Pantaubali.com – Salah satu kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dilakukan Pertamina salah satunya dengan membantu pelestarian kegiatan adat di Bali yaitu, memberikan dukungan pembangunan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan di Provinsi Bali.Pertamina merupakan perusahaan energi yang juga selalu memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa dan masyarakat pada umumnya.

Pembangunan MDA yang multifungsi dengan luasan lahan secara keseluruhan 2.300 meter persegi, dan luas bangunan sebesar 280 meter persegi sejalan dengan tujuan pemanfaatan yang untuk dapat dioptimalkan guna berbagai macam kegiatan adat dan keagamaan yang berada di luar ruang.

“Semoga kedepannya Pertamina selalu dapat memberikan kontribusi dalam berbagai aspek, termasuk kebudayaan, sebagai wujud terima kasih atas dukungan masyarakat sehingga Pertamina dapat terus berkembang melayani masyarakat,” jelas Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Deden Idhani disela peresmian MDA Kabupaten Tabanan, Minggu (11/4).

Sebelumnya pembangunan MDA Kabupaten Jembrana telah diresmikan pada 26 Februari 2021.

“Pertamina berperan dalam pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11, dalam upaya menjaga dan mempromosikan warisan budaya di dunia,” pungkasnya.

Rayakan Galungan, Ketua MDA Tabanan Himbau Krama Tetap Terapkan Prokes Dengan Disiplin

TABANAN – Pantaubali.com – Menyambut perayaan Hari Raya Galungan besok,(Rabu,(14/4) di tengah Pandemi tentu Protokol Kesehatan (Prokes) tetap dilakukan dengan disiplin mulai dari di lingkungan rumah maupun di dalam pelaksanaan prosesi persembahyangan, itu disampaikan, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra,belum lama ini di Sangulan,Tabanan.

“Melihat kondisi pandemi belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir meskipun masuk di hari Raya Galungan di tahun ini, tentu sebagai Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Tabanan sangat mengharapkan agar krama desa adat dalam pelaksanaan persembahyangan di Hari Raya Galungan tetap memperhatikan dan menerapakan prokes dengan baik dan disiplin,” bebernya.

Secara umum terkait penerapan tatacara dan prokes tersebut telah diketahui oleh krama di desa adat mulai dari, mencuci tangan hinga tetap menghidari atau jangan sampai membuat kerumunan (keramaian).

“Misal, mencuci tangan saat akan masuk bersembahyang ke pura, tetap dan selalu memakai masker, jaga jarak dan juga sebisa mungkin hindari berkumpul bagaimanapun caranya,” jelasnya.

Jika dilihat di masing-masing Desa Adat di Kabupaten Tabanan secara umum juga telah memiliki Perarem terkait penerapan Prokes tersebut.

“Dalam hal ini, saya sangat memohon kepada Bendesa Adat masing-masing di wewidangan Desa Adatnya agar dapat mensosialisasikan hal tersebut dengan baik dan benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik oleh krama Desa Adat juga,” katanya.

Sembari Dirinya menambahkan, hal tersebut dilakukan dalam upaya agar krama desa adat atau masyarakat terhindar dari ancaman Virus Covid-19 tersebut.

Pasca Gempa Nelayan di Yeh Gangga Sebut, Arus dan Gelombang Air Laut Normal

TABANAN – Pantaubali.com – Meskipun goncangan gempa dirasa dibeberapa daerah termasuk di Tabanan Sabtu,(10/4) menurut nelayan khususnya di pesisir Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan tidak terlalu berpengaruh pada tekanan arus maupun gelombang air laut.Malah menurut beberapa nelayan setempat mengatakan, tekanan arus air laut deras maupun gelombang tinggi disebut malah terjadi sebelum adanya gempa bumi

Seperti disampaikan salah satu nelayan di desa setempat, I Wayan Bawa, kemarin (minggu,(11/4) menyampaikan, ombak memang sempat besar akan tetapi kondisi tersebut telah terjadi sebelum adanya gempa.

“Ya,sempat ombaknya besar saya rasa akan tetapi, kondisi tersebut disebabkan bukan karena setelah adanya gempa melainkan memang ombaknya dalam kondisi seperti itu (gelombang tinggi),” katanya.

Meskipun kondisi ombak tinggi dari dua hari lalu terjadi akan tetapi Dirinya meyebut tetap melaut hal diserbut dilakukan karena tututan hidup.

“Ya,tetap saya melaut meskipun begitu kondisinya.Karena saat ini tanaman di sawah terkena penyakit(hama) seperti adanya tikus.Jika masih ada kesempatan melaut tentu pergi melaut saja,” jelasnya.

Selanjutnya para nelayan lainnya masih ditempat yang sama I Nengah Mudi mengatakan, saat terjadinya gempa memang ada sedikit harus menyurut khususnya ke arah Barat kemarin.Akan tetapi,kondisi arus ari laut dan gelombang memang begitu sebelumnya.

“Untuk arus memang keras dengan gelombang laut rata-rata sempat pada dua hari lalu 6 sampai 7 kaki di laut,” ucapnya.

Dari ke dua nelayan tersebut kompak menyampaikan, meskipun tetap melaut dalam kondisi arus maupun ombak tidak menentu.Tentu keselamatan diri penting diperhatikan khususnya dengan selalu memakai pelampung diri atau life jacket setiap pergi ketengah.

Bupati Sanjaya Dorong Semua Pihak Percepat Suksesnya Pencanangan Vaksinasi di DTW Jatiluwih

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, menegaskan bahwa keterlibatan semua pihak, termasuk Badan Pengelola bekerjasama dengan Pemerintah Desa juga masyarakat sekitar, mampu mendorong suksesnya pencanangan program vaksinasi di DTW Jatiluwih, Penebel, Tabanan.

“Dorong tenaga dan fikiran untuk mensukseskan program vaksinasi extra ordinary secara fokus, tulus, iklhas dan tuntas,” pinta Bupati Sanjaya saat berkunjung ke Kantor Perbekel Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, dalam rangka meninjau kesiapan pelaksanaan pencanangan Vaksinasi di DTW Jatiluwih dan Desa sekitar, Senin (12/4).

Kedatangan Bupati Sanjaya saat itu , disambut hangat Perbekel Desa Jatiluwih bersama pihak Pengelola DTW Jatiluwih, unsur Dinas Kesehatan dan Tokoh Masyarakat setempat. Tanpa seremonial apapun, Bupati Sanjaya langsung menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk melakukan dialog dalam rangka mensukseskan proses Vaksinasi.

Saat berdialog, Bupati Sanjaya juga menginginkan, proses vaksinasi ini mendapat dukungan dari semua pihak, karena vaksinasi ini dilakukan dalam rangka membentuk imunitas seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, pelaksanaan vaksinasi merupakan salah satu kunci sukses dalam mengatasi Covid-19 di Tabanan, terlebih memberi secercah harapan agar perputaran ekonomi masyarakat kembali normal.

Atas kondisi tersebut, Bupati Sanjaya secara tegas menyatakan bahwa vaksinasi ini harus berjalan sukses dan lancar di DTW Jatiluwih. Sehingga sesegera mungkin menyandang predikat zona hijau dan layak dibuka untuk umum, khususnya para wisatawan. Sehingga kondisi ini akan sangat berdampak positif dan memberikan manfaat yang baik, khususnya bagi masyarakat sekitar dan Pemerintah.

Disamping kesuksesan, Bupati Sanjaya juga menginginkan agar proses vaksinasi ini dipercepat. Yang awalnya akan dilakukan tujuh hari dari sekarang (19 April 2021) memdatang, Bupati Sanjaya mendorong agar dilakukan secepatnya paling lambat tiga hari kedepan, sehingga proses pembentukan imunitas seluruh masyarakat bisa secepatnya terbentuk.

“Apabila memungkinkan, segera lakukan vaksinasi. Saya melihat untuk kesiapan pelaksanaan sudah sesuai rencana, dan begitu juga dengan Vaksin kalau sudah memadai dan siap digunakan serta sudah sesuai regulasi, segera lakukan itu. Jangan tunda-tunda pekerjaan yang positif,” pinta politikus asal Dauh Pala Tabanan itu.@humastabana

Ny Putri Koster Kenang Sosok Umbu Landu Paranggi Sebagai ‘Guru Alam’

DENPASAR – Pantaubali.com – Dari data pertambahan kasus hari ini,(Senin,(12/4) terkonfirmasi sebanyak 169 orang (159 orang melalui Transmisi Lokal, 8 PPDN dan 2 PPLN),sembuh sebanyak 159 orang, dan 7 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 42.055 orang, sembuh 39.142 orang (93,07%), dan Meninggal Dunia 1.215 orang (2,89%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.698 orang (4,04%).

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M,Memakai Masker Standar dengan benar,Menjaga Jarak,Mencuci Tangan,Mengurangi Bepergian,Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ny Putri Koster Kenang Sosok Umbu Landu Paranggi Sebagai ‘Guru Alam’

BADUNG – Pantaubali.com – Kepergian penyair senior Umbu Landu Paranggi menyisakan duka bagi banyak insan, terutama di kalangan pegiat sastra di Pulau Dewata. Tak terkecuali bagi seniman serba bisa yang kini menjadi sosok pendamping orang nomor satu di Bali, Ny Putri Suastini Koster.

“Namun, bukan berarti kami sedih, hanya saja kami merasa secara fisik (kini, red) kami tidak bisa berdekatan. Secara fisik kehilangan namun kami juga bersyukur bahwa Bapak Umbu kini telah pergi untuk meraih kebahagiaan,” ujar Ny putri Koster di sela prosesi penghormatan inkulturasi antara liturgi Kristiani dan ritual Kurukudu dalam tradisi Sumba kepada mendiang Umbu Landu Paranggi, yang dilaksanakan di Taman Makam Kristiani Mumbul, Jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua Badung pada senin (12/4) siang.

Menurut Ny Putri Koster, saat ini jenazah mendiang akan ‘diistirahatkan’ sementara di lokasi tersebut sembari menunggu kondisi sudah memungkinkan untuk membawa mendiang ke tempat peristirahatannya yang terakhir, di tanah kelahirannya, Sumba, NTT. “Tentunya menjadi tanggung jawab kita yang merasa sebagai murid mahaguru, jangan bangga saja mari kita petik apa-apa yang sudah beliau berikan tidak hanya bersastra, namun juga lelaku hidup yang baik. Mari kita petik lelaku hidupnya dan jadikan pedoman.

Karena di balik kepolosan dan konsistensi beliau di dunia sastra, beliau tidak hanya berlaku sebagai guru sastra tetapi ‘guru alam’ bagi kita semua,” ujar Ny Putri Koster.

Ny Putri Koster juga sangat mengagumi jasa-jasa sosok yang sering disebut mahaguru para penyair di Indonesia tersebut bagi perkembangan dunia sastra di Bali, meskipun Pulau Dewata bukan merupakan tanah kelahirannya.

“Bayangkan beliau yang lahir dari darah biru, keluarga bangsawan di tanah Sumba, nyatanya berperan besar dalam tatanan tingkah laku hidup yang baik di Bali, Jawa, Sumatera dan lainnya. Itu yang membuat kita semakin bangga dengan beliau,” tukasnya di hadapan keluarga, kerabat dan insan sastra yang hadir.

Dirinya juga mengibaratkan sang penyair seperti satu sayap yang mengepak menempuh jalan sunyi, sementara sayap lainnya dikepak sang istri, untuk menata kehidupan keluarga. “Keduanya, sama-sama memberikan makna pada orang-orang di sekitarnya, beliau telah menorehkan banyak pelajaran hidup kepada para muridnya yang tersebar di seluruh Tanah Air. terus bergerak di ruang sunyi, tak kenal lelah,” katanya.

Berpulangnya Umbu Landu Paranggi, juga diharapkan Ny Putri Koster seyogyanya jadi momentum untuk kembali mengasah batin dan lelaku lewat sastra dan kata-kata. “Bukan hanya mengagungkan diri sendiri, namun biar kita diagungkan orang lain. Bukankah sudah jalannya, ketika kita lahir, kita menangis namun orang lain berbahagia. Sedangkan saat kita meninggal kita berbahagia dan orang lain yang menangis. Yang terpenting doa kita bersama, bagi beliau yang sudah memberikan tuntunan terbaik bagi kita,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, para murid ULP membacakan sejumlah puisi karya Umbu sebagai tanda kasih dan penghormatan kepada guru mereka. Antara lain Wayan Jengki Sunarta membawakan puisi Kata Kata Kata karya Umbu dan Kuda, karya Jengki yang didedikasikan untuk Umbu dan pembacaan puisi dari Pranita Dewi dengan judul Sajak Kecil karya Umbu.

Upacara Kurukudu sendiri berintikan mengantarkan mendiang ke ‘ruang sunyi’ untuk beristirahat sementara, sebelum pemakaman nanti dilakukan di tanah Sumba.Seluruh rangkaian upacara Kurukudu akan dilakukan oleh pihak keluarga yang berjumlah 15 orang, baik yang datang dari Sumba maupun yang bermukim di Bali. “Ini merupakan tempat peristirahatan sementara, dan berarti Pak Umbu masih ada di sekitar kita, belum mengendarai kuda putih, kuda merah untuk sampai ke surga,” kata menantu mendiang, Umbu Rihimeha Anggung Praing.

“Ucapan terima kasih kami yang besar kepada Pemerintah Bali, juga Kesultanan Jogja di mana Pak Umbu berkreativitas sehingga sampai pada jalan sunyi ini,” ujarnya lagi.

Terhadap jenazahnya juga akan dilakukan liturgi menurut tata cara Kristiani yang diikuti dengan ritual Kurukudu, sebagaimana yang selama ini menjadi tradisi dan adat orang Sumba. Jenazah itu akan ditempatkan di blok khusus sendiri dengan jaminan 20 tahun dan diberikan perawatan oleh pihak yayasan pengelola taman pemakaman.

Penyair yang dijuluki pula dengan sebutan ‘Presiden Malioboro’ tersebut meninggal dunia pada Selasa (6/4) dini hari di RS Bali Mandara, Denpasar, Bali setelah sebelumnya sempat dirawat selama 3 hari. Umbu merupakan penyair besar Indonesia yang juga sosok mahaguru para penyair yang lahir di Kananggar, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 10 Agustus 1943. Dari tangannya telah lahir banyak penyair maupun sastrawan besar, sebut saja Emha Ainun Nadjib, Korrie Layun Rampan, Linus Suryadi AG. Ia meninggal pada Selasa, 6 April 2021 pagi di RS Bali Mandara pada usia 77 tahun.

Gubernur Koster Apresiasi Torehan Medali Perunggu Siswa SD Asal Bali di Ajang IMSO 2021

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster, memberikan apresiasi atas torehan prestasi yang diraih oleh salah satu siswa Sekolah Dasar (SD) asal Bali diajang Olympiade Internasional.

Dia adalah I Gusti Ngurah Gede Angga Panji Kenanta (12) siswa SD Cipta Dharma Denpasar. Angga berhasil meraih Juara Perunggu pada International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-17 yang pada tahun ini dilakukan secara daring karena pandemi Covid-19.

Gubernur Koster pada kesempatan ini mengatakan bahwa prestasi yang berhasil diraih oleh Angga merupakan salah satu aspek positif dari bonus demografi. Ia pun berharap semakin banyak siswa-siswi asal Bali yang berhasil menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Pertama, selamat atas prestasi yang sudah berhasil diraih. Ini merupakan salah satu aspek positif dari bonus demografi, banyak usia produktif yang berhasil meraih prestasi. Tentu saya berharap semakin banyak pelajar asal Bali yang sukses menorehkan prestasi baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini saat menerima I Gusti Ngurah Gede Angga Panji Kenanta didampingi Kepala Sekolah SD Cipta Dharma Denpasar Ni Luh Rinun serta sang ibu, Putu Yuni Riswanty pada Senin (12/4)di Jaya Sabha, Denpasar.

Ditambahkan Gubernur Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Provinsi Bali Dr. KN. Boy Jayawibawa menambahkan, meski situasi saat ini tengah pandemi Covid-19 dan mengharuskan pembelajaran secara daring, namun tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk meraih prestasi.

“Meski saat ini pandemi dan sekolah secara daring, tapi jangan sampai semangat untuk meraih prestasi menjadi kendur,” imbuhnya.

Sementara I Gusti Ngurah Gede Angga Panji Kenanta usai bertemu Gubernur Koster mengucapkan terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Ia juga mengaku bersyukur atas capaian yang telah berhasil diraih untuk mengharumkan nama Indonesia dan Bali.

“Tidak menyangka bisa diundang Pak Gubernur Bali. Saya senang dan bersyukur. Ke depan, saya akan terus belajar dan tetap mengikuti kompetisi atau lomba untuk menambah pengalaman dan wawasan saya,” tuturnya.

Dalam olympiade yang diikuti 16 negara tersebut, Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 8 perak, dan 23 perunggu.

Tanah Lot,Telah Masuk Free Corridor Covid

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali akhirnya setujui DTW Tanah Lot Kabupaten Tabanan sebagai destinasi wisata free corridor covid-19.Dalam upaya mendukung free corridor Covid-19, Pemerintah Tabanan dalam waktu akan menargetkan vaksinasi secara serentak kepada penduduk yang tinggal di desa zona hijau tersebut.

Vaksinasi zona hijau bagi penduduk yang ada di di daerah DTW Tanah Lot memang sudah disetujui oleh pak Gubenur.Vaksinasi nantinya akan dilakukan antara Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Vaksinasi kami target tuntas dalam waktu 3 sampai 5 hari,” jelas Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Masyarakat di kawasan tersebut mendapat prioritas vaksinasi karena berkaitan dengan trust atau kepercayaan dari wisatawan. Kalau sudah Tanah Lot hijau, kan bisa wisatawan berlibur.

Jadinya bukan hanya Legian Kuta, Nusa Dua, Sanur dan Ubud yang dikunjungi. Artinya, dengan membuka objek wisata, PAD bisa meningkat, ujar Bupati Sanjaya.Di kawasan tersebut pihaknya menargetkan ada sekitar 6 ribu penduduk yang tinggal di vaksin Covid-19.

“Sehingga ada sekitar 12.000 ribu dosis vaksin yang harus disiapkan. Karena itu, pihaknya akan melibatkan semua unsur OPD yang ada di Tabanan. Agar vaksinasi lebih gencar dapat dilakukan di tingkat-tingkat banjar di kawasan zona hijau tersebut,” ujarnya.

Nanti pola kerja vaksinasi gotong royong dengan cara membagi. Misalnya siapa di banjar A, siapa di banjar B. Jadi, tetap nakes yang melakukan vaksinasi, akan tetapi dibantu juga oleh OPD. Baik dari pendataan maupun screening.Upaya vaksinasi ini dilakukan untuk menurunkan Tabanan ke zona hijau penularan Covid-19.Karena Tabanan kini berstatus zona orange setelah lama sebelumnya berstatus zona merah.

“Saat ini kita sudah orange, mudah-mudahan segera hijau, pungkas Bupati Sanjaya,” pungkasnya.

Gedung Anyar MDA Tabanan,Diresmikan

TABANAN – Pantaubali.com – Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Tabanan telah diresmikan Minggu,(12/4).Gedung anyar terletak di jalan Gatot Subroto Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan tersebut diresmikan secara langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster didampingi Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya dan udangan terkait lainnya.

“Dalam rangka melakukan fungsi pembinaan kepada Desa Adat, harus punya Majelis Desa Adat yang bekerja secara optimal maka harus punya kantor. Selama ini tidak ada kantornya dan bagaimana mengorganisir sesuatu kalau tidak ada kantornya,” kata I Wayan Koster dalam sambutanya.

Bagaiman caranya melestarikan Adat dan Budaya yang merupakan warisan adiluhung yang sudah ada dari abad ke abad, apabila MDA Provinsi, Kabupaten dan seterusnya tidak mempunyai kantor. Untuk itu, hal ini harus segera diwujudkan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Bali secara bertahap.

“Yang Provinsi sudah pada Tahun 2019 diresmikan, kemudian 2020 mulai bangun yang Kabupaten, tahun 2021 selesai semua kantor MDA Kabupaten/Kota di Bali. Hanya satu Kabupaten yang menggunakan APBD, yakni Gianyar, yang lain semua tidak menggunakan APBD Provinsi, tetapi mohon bantuan dari direksi BUMN untuk mengalokasikan dari CSR-nya,” paparnya.

Dibangunnya Gedung MDA Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali termasuk Tabanan diharapkan MDA betul-betul bekerja untuk melayani urusan Adat yang ada di Bali dan menjaga Adat di Bali dengan sebaik-baiknya, serta penuh tanggungjawab. Agar segala perjuangan yang telah dilakukannya selaku Gubernur dalam hal ini tidak sia-sia.

“Saya sudah menunjukan keseriusan saya, sekarang Majelis Desa Adat se-Bali harus serius dan harus tahu apa yang diseriusi, harus tahu apa yang harus dikerjakan dengan baik, dengan benar, dengan penuh tanggungjawab. Jangan lupakan ini, apa yang kita kerjakan ini adalah dalam dimensi niskala sekala. Kalau didalamnya ada praktek-praktek tidak baik dalam proses menjalankan tugas, maka alam akan memarahi kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MDA Provinsi Bali Putra Sukahet mengatakan, bangunan gedung MDA Kabupaten Tabanan dibangun diatas lahan seluas 23,5 Are dengan menelan biaya sebesar Rp. 3,2 Miliar yang berasa dari dana CSR dari pihak PT. Pertamina Persero.

Tentu sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak, yakni Gubernur dan Bupati Tabanan yang dengan gigih membangun Adat dengan tujuan mengajegan Bali, dan juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak PT. Pertamina Persero yang telah menyokong dana pembangunan.

“Mudah-mudahan dengan kantor yang megah dan keren ini dan dengan lingkungan yang sangat asri dan luas ini, bisa dimanfaatkan oleh 349 Desa Adat di Tabanan, sepuluh Majelis Alit di Tabanan dan seluruh jajaran Majelis Desa Adat Tabanan untuk berfikir, untuk bekerja, mengikuti dan melaksanakan bersama-sama mendukung program Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tutupnya.

Pemprov Bali, Buka Penggalangan Dana Untuk NTT

DENPASAR – Pantaubali.com – Sehubungan dengan terjadinya bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),sebagai bentuk rasa gotong royong dan saling tolong menolong, Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memfasilitasi penggalangan bantuan kemanusiaan untuk para korban berupa sumbangan dana. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam siaran persnya, di Denpasar pada Sabtu (10/4).

Lebih lanjut, Sekda Dewa Indra mengatakan untuk efektif dan efisiennya pengumpulan dan pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut, donasi/sumbangan dapat disampaikan dalam bentuk uang, ditransfer ke rekening BALI PEDULI BENCANA, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan Nomor Rekening : 0100105016791. Donasi/sumbangan uang dimaksud sudah diterima paling lambat hari Selasa tgl 20 April 2021 dan tutup pembukuan pukul 12.00 wita.

“Bagi ASN/Non ASN pada Instansi Vertikal, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, dan Pegawai BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta di Provinsi Bali yang akan memberi bantuan dana, dapat melalui BPBD Provinsi Bali untuk memfasilitasi pengumpulan dan penyampaian donasi tersebut,” imbuhnya.

Sekda Dewa Indra juga meminta agar Bupati/Walikota se-Bali, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali, dan Pimpinan BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta di Provinsi Bali, agar mengkoordinir pengumpulan donasi/sumbangan uang pada instansinya masing-masing dan ditransfer secara kolektif atas nama lembaga/instansi.

“Demikian halnya bagi warga masyarakat yang akan memberi bantuan kemanusiaan juga bisa dengan cara yang sama yaitu melalui transfer dana ke rekening diatas. Mari kita bersama sama bergotong royong membantu saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah, kami akan sangat mengapresiasi bantuan yang bapak/ibu salurkan. Bersama kita bisa menolong sesama, ” tuturnya.

Di akhir siaran persnya, mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini juga mengingatkan para donatur agar menyampaikan konfirmasi kepada BPBD Provinsi Bali, melalui narahubung Ni Luh Made Vissca Anggraeni Nomor HP. 081239759469 atau Ni Wayan Supriyanti Nomor HP. 081999655541 jika sudah melakukan transfer dana donasi.