- Advertisement -
Beranda blog Halaman 825

Ini Kata Bupati, Terkait Mutasi Dilakukan di Pemkab Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Terkait pelaksanaan proses mutasi beberapa pejabat dilakukan di lingkungan Pemkab Tabanan belum lama ini, Bupati Tabanan,I Komang Gede Sanjaya,Rabu,(28/7) di Tabanan menyampaikan, telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.Jika ada jabatan kosong atau pensiun di Pemkab Tabanan maka, jabatan tersebut akan langsung diisi.

“Rumus Saya beda, Saya tidak mau mengelompokan terlebih dahulu baru melakukan mutasi,” jelasnya.

Misal,ada jabatan kosong maka, akan langsung diurus ke Jakarta.Karena saat ini, dalam kondisi Covid-19, satu atau dua jabatan kosong maka, akan langsung dilakukan mutasi.

“Ya,jadi tidak perlu lagi menunggu,” cetusnya.

Sembari Sanjaya menambahkan, sekarang beda satu ada mutasi maka, satu minggunya akan langsung diurus atau dikerjakan.Karena,Provinsi sangat mendukung program tersebut.

Kapolsek Selbar Bagikan 2000 Masker Gratis

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam Upaya pencegahan terhadap penyebaran covid19, Polri telah melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat dalam massa pandemi covid19 ini, Dari melaksanakan tentang himbauan Protokol Kesehatan, sampai dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat secara gratis. Terlebih lagi lagi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) Darurat di tahun 2021 ini.

Kapolsek Selemadeg Barat Polres Tabanan Seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar, kali membagikan 2000 Masker kepada masyarakat di Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan. Pembagian Masker gratis ini tiada lain dimaksudkan untuk masyarakat semakin taat dengan protokol kesehatan, dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Kapolsek Selbar AKP I Gusti Lanang Jelantik,,Rabu,(28/7) 2021 pagi di Mapolsek Selbar didampingi para Kanit dan Bhabinkamtibmas menjelaskan,nantinya akan didistribusikan masker kesehatan ini secara gratis kepada masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan. Para Bhabinkamtibmas dan seluruh anggota akan turun langsung dalam pembagian Masker ini dengan sasaran masyarakat yang tidak patuh Prokes yang ditemukan saat pelaksanaan Yustisi PPKM level 4.

“Kami akan selalu bekerja sama dengan stakeholder yang ada di kecamatan Selbar termasuk Sinergitas dengan TNI Koramil Selemadeg, ungkap Kapolsek Selbar,” jelasnya.

Sebelumnya juga telah menyalurkan khusus masker Kepada masyarakat sebanyak 1500 buah. Himbauan Prokes pun setiap saat kami terus lakukan agar benar-benar masyarakat dapat terhindar dari covid19.

“Mari kita semua peduli dengan diri kita masing-masing untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, Jaga diri Jaga keluarga Jaga Negara, semoga apa yang kita perbuat bisa menjadi ladang amal bagi kita semua, dan berharap kondisi bisa segera pulih serta masyarakat akan bisa beraktivitas seperti biasa kembali,” pungkasnya.

Pandemi, Relawan Mebraya Bagikan 105 Paket Sembako

TABANAN – Pantaubali.com – Di tengah Pandemi tidak menyurutkan semangat relawan Mebraya melakukan aksi sosial dengan membagikan 105 paket sembako berupa,Sayur,Minyak dan Telor.Aksi tersebut merupakan kali ke tiga dilakukan menyasar, Banjar Jaka Tebel, Desa Tanggun Titi,Kecamatan Seltim,Tabanan,Selasa,(27/7).Adapun penerima paket Sembako dari, Kepada keluarga terisolasi mandiri serta Pemangku,Serati,Prejuru dan masyarakat setempat.

Pembagian Paket Sembako ini langsung di lakukan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Gede Purnawan dari Partai PDI P Tabanan yang juga menjadi bagian dari relawan mebraya.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Kelian Adat Jakatebel,Made Sandiarta sangat mengapresiasi aksi relawan Mebraya.Serta sangat berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan kedepan dan mampu memberi dampak postif bagi relawan lainnya.

“Dengan gerakan relawan ini dengan memberikan donasi dan perhatian kepada masyarakat kami di Jaka Tebel ini,” jelasnya.

Dirinya berharap, semoga kegiatan positif ini dapat secara berkesinambungan dilakukan di wilayah lain serta mampu menjadi penggerak munculnya relawan lain di masa Pandemi.

Ini, Pandangan Umum Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2020

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang dalam kesempatan tersebut mewakili Gubernur Bali, menyampaikan jawaban dan penjelasan atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi yang disampaikan pada tanggal 6 Juli 2021 terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020, pada Rapat Paripurna ke-17 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2021, bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, pada Senin (26/7).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan rangkuman penjelasan dan jawaban atas pandangan umum seluruh fraksi, diantaranya terkait SiLPA sebesar 192,85 Milyar rupiah. Dapat dijelaskan bahwa dalam SiLPA tersebut masih terkandung dana yang terikat penggunaannya yakni Sisa DAK fisik 444,57 juta rupiah, sisa DAK Non fisik 69,24 Milyar rupiah, Dana BLUD 78,95 Milyar rupiah lebih dan Kewajiban Jangka Pendek 160,01 Milyar rupiah, sehingga totalnya 308,66 Milyar rupiah. Jika dibandingkan dengan SiLPA 192,85 milyar rupiah, maka sesunguhnya kita minus 115,80 milyar rupiah.

Perbedaan besaran SiLPA pada Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dengan LKPJ Kepala Daerah, disebabkan karena LKPJ menggunakan data Laporan Keuangan Unaudited sedangkan pada Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD merupakan data Audited.

Selanjutnya, mengenai saran perlunya terobosan peningkatan pendapatan daerah sebenarnya telah dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Namun demikian perlu dipahami kondisi perekonomian saat ini dan juga kewenangan Pemerintah Daerah sesuai regulasi yang ada. Mengenai rekomendasi BPK terhadap temuan yang tidak dapat ditindaklanjuti, saat ini telah diproses bersama BPK.

Berkenaan dengan koreksi kesalahan pembukuan Tahun sebelumnya sebesar 48,07 juta rupiah, sudah dijelaskan pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK).

Terkait, penurunan alokasi hibah yang difasilitasi anggota dewan didasari atas pencermatan bersama terhadap kapasitas fiskal di tengah pandemi Covid-19 yang dihadapkan pada kebutuhan pendanaan pandemi, keberlanjutan program-program prioritas, dan pelaksanaan urusan wajib.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan terkait pandangan adanya penurunan aset, dijelaskan bahwa yang mengalami penurunan adalah aset lancar, sedangkan aset tetap justru mengalami peningkatan.

Berkenaan dengan rekomendasi mengenai pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Saat ini sedang dilaksanakan integrasi antara Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali dengan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K), dan 2) Pemerintah juga sedang menyusun desain transformasi ekonomi Bali untuk menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali antara pertanian, kelautan dan perikanan, industri dan pariwisata.

Berkenaan dengan penanganan pandemi Covid-19, dapat dinformasikan bahwa,Pengendalian penyebaran Covid-19 terus dilakukan melalui pengetatan persyaratan di pintu-pintu masuk Bali, pelaksanaan isolasi/karantina bagi yang terpapar Covid-19, dan pembatasan aktivitas masyarakat,Perlindungan kesehatan masyarakat melalui vaksinasi yang masif dengan menggerakan semua elemen masyarakat, Pemerintah, TNI dan POLRI serta dunia usaha, Peningkatan kapasitas perawatan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 melalui peningkatan ketersediaan ruang perawatan, ketersediaan peralatan medis, menjamin ketersediaan obat-obatan, dan perlindungan kepada tenaga medis.

Sedangkan terhadap aspirasi untuk membuka pariwisata Bali, telah dijelaskan dalam berbagai kesempatan bahwa,Pemprov Bali sependapat tentang pentingnya pariwisata dalam perekonomian Bali sehingga harus menjadi perhatian kita bersama untuk membangkitkan kembali aktivitas kepariwisataan,saat ini Pemprov Bali, khususnya Gubernur Bali terus bekerja keras menyiapkan semua pra kondisi untuk memungkinkan bangkitnya kembali pariwisata melalui regulasi penerapan protokol kesehatan dan CHSE, vaksinasi untuk semua pekerja pariwisata, vaksinasi untuk semua pekerja di pintu-pintu masuk Bali, vaksinasi masif seluruh masyarakat, pemberlakuan tindakan tegas terhadap para pelanggar prokes termasuk WNA, menyiapkan skema penanganan protokol kesehatan bagi wistawan dan lain-lain.

Pemprov Bali juga telah berkomunikasi intensif dengan Pemerintah Pusat untuk menawarkan dan membahas skema-skema membangkitan pariwisata Bali seperti travel free covid corridor, work from Bali, travel corridor arrangement, dan travel buble. Komunikasi ini Saya lakukan dengan Menko Marinvest, Menteri Pariwisata, Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM, dan bahkan langsung dengan Bapak Presiden.

“Pada prinsipnya Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali sangat sepakat untuk bisa membangkitkan kembali pariwisata Bali, namun kebijakan ini tentu harus mempertimbangkan kondisi pandemi covid-19 di Negara-negara lain dan kondisi pandemi di Indonesia dan Bali khususnya. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Bali untuk terus menguatkan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, dan terus menguatkan kapasitas kita dalam penanganan covid-19, astungkara pariwisata kita bisa bangkit kembali dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama,” tutupnya.

Sanjaya, Tepis Kabar Anggotanya Terjaring Sidak Satgas Di Warung Remang-remang

TABANAN -Pantaubali.com- Ketua DPC PDIP Tabanan, DR. I Komang Gede Sanjaya bantah adanya kabar Anggota DPRD Tabanan fraksi PDIP terjaring Satgas Covid-19 disalah satu warung remang-remang.Menurut Sanjaya, sebab kehadiran anggotanya disana melakukan sidak sekaligus menanyakan pelayan warung tersebut apakah sudah divaksinisasi, hanya saja sidaknya dilakukan sendiri.

“Saya sudah peringatkan kepada anggota saya tersebut, selalu berkoordinasi untuk menghindari miss komunikasi. Dan dia disana melakukan Sidak selaku Wakil Rakyat,” ujarnya Sanjaya usai memberikan bantuan beras di halaman Kantor Bupati Tabanan Senin (26/7).

Sanjaya mengatakan, mis komunikasi ini belum bisa dikatagorikan sebagai kesalahan, jadi pihaknya hanya bisa menegur.

“Saya melihat belum ada kesalahan dan saya sudah menegurnya,” ucapnya.

Sementara ketika ditemui ditempat terpisah Anggota DPRD Kabupaten Tabanan menjelaskan, kedatangan dirinya ke warung remang-remang melakukan sidak secara sendiri.

Di era pandemi dan PPKM pihaknya melihat warung tersebut ada keramaian pas Jam 08 Malam, sehingga pihaknya mempertanyakan apakah pelayan warung tersebut sudah di vaksin, hal ini dilakukan sebagai upaya menekan terjadi penyebaran virus di lingkungan banjar.

“Warung tersebut dekat rumah saya di Banjar, pas saya kebetulan pulang dari bertemu relasi sekitar Pukul 08 Malam, saya lihat masih ada keramaian banyak motor yang di parkir. Untuk bertemu dengan pemilik agar mematuhi aturan PPKM yang ada, dan mempertanyakan apakah pelayan tersebut sudah di vaksin,” kata Anggota Dewan dari Fraksi PDIP yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dirinya melanjutkan, dirinya sedang mempertanyakan vaksin kepada pelayannya, dirinya langsung disodorkan bir dan dirinya pun menolak, sejalan hal tersebut datanglah Anggota Polsek setempat.

“Jadi kronologisnya saya datang terlebih dahulu baru kemudian datang kawan-kawan dari Polsek, tujuan saya kesana untuk menciptakan situasi yang kondusif di tengah PPKM,” jelasnya.

Dirinya mengakui hal tersebut dilakukan secara sendiri tanpa ada komunikasi dengan pihak lain, sebab tindakan yang dilakukan dirinya secara spontan.

“Atas kejadian tersebut tiyang mohon di maafkan tujuan saya hanya satu untuk mengedukasi masyarakat agar mematuhi aturan PPKM yang ditetapkan demi menekan penyebaran virus covid-19,” tutupnya.

Terima Bantuan 5 Ton Beras dari Provinsi, Bupati Suwirta Langsung Salurkan Sesuai Sasaran

 

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Kabupaten Klungkung mendapat bantuan sebanyak 5 ton beras dari Pemerintah Provinsi Bali. Bantuan tersebut diterima Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dari Gubernur Bali, Wayan Koster di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar, Senin (26/7).

“Terima kasih ASN Pemprov Bali yang sudah membantu masyarakat Klungkung 5 ton beras. Saya hari ini langsung membagikan sesuai dengan sasaran yang sudah ditentukan,” ujar Bupati Suwirta usai menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung.

Menurut Bupati Suwirta, sebanyak 1000 sak bantuan beras dari Pemprov Bali ini disalurkan untuk warga yang terdampak Covid-19, tetapi tidak pernah mendapatkan bantuan dan tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pemkab sebelumnya sudah mengumpulkan data-data sesuai dengan nama dan alamat atau by name by address. Bupati berharap bantuan ini bisa meringankan warga ditengah situasi seperti sekarang. “Saya berharap kepada desa agar bisa mendata warganya dengan baik dan detail,” harap Bupati Suwirta didampingi Kadis Sosial P3A Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Kalak BPBD, Putu Widiada.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, apa yang dilakukan Pemprov Bali mungkin juga akan dilakukan di Kabupaten Klungkung. Donasi sukarela yang nantinya terkumpul akan digunakan untuk membeli beras atau bantuan lainnya bagi warga yang terdampak.

Sementara itu, Gusti Lanang Ardana (48) salah satu penerima bantuan 5 kilogram beras tersebut mengaku bersyukur mendapat bantuan ditengah situasi seperti sekarang. Mantan pegawai hotel asal Desa Selat, Kecamatan Klungkung ini mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan apapun. Ardana yang tinggal bersama ibu, istri dan dua orang anaknya kini hanya bekerja sebagai pembuat nasi tumpeng sesajen (penek) keperluan upacara.

“Kemungkinan karena data saya tidak masuk. Jadi hari ini saya bersyukur mendapat bantuan meski hanya cukup untuk tiga hari kedepan,” ucapnya. (hmsklk/nom)

Gubernur Bali Serahkan Bantuan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid 19 Kepada Bupati dan Walikota Sebali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan beras untuk masyarakat Bali yang terdampak pandemi Covid-19 kepada Bupati/Walikota se-Bali, yang ditandai dengan pemecahan kendi dan pelepasan kendaraan truk pengangkut beras ke 9 Kab/Kota di Kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (26/7).

Ditengah – tengah acara penyerahan, Gubernur meminta kepada Bupati/Walikota se Bali agar bantuan beras ini segera didistribusikan kepada masyarakat Bali dengan mengutamakan asas ketepatan. Dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang benar – benar terdampak Covid – 19, serta belum pernah tersentuh bantuan – bantuan lainnya.

“Sesampainya di Kab/Kota masing – masing, segera disampaikan kepada masyarakat Bali yang membutuhkan. Dipastikan penyaluran tepat sasaran, untuk itu para Kepala Daerah perlu koordinasi bersama Perbekel/Lurah dan Bendesa Adat di masing – masing wilayahnya” ujarnya kepada Bupati/Walikota se-Bali.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada ASN Pemprov Bali yang menunjukkan empati kepada masyarakat melalui pengumpulan dana untuk membeli beras yang merupakan kebutuhan pokok makanan sehari-hari.

Diakhir sambutannya, Gubernur kembali mengajak krama Bali untuk terus mematuhi dengan tertib segala kebijakan yang diambil oleh Pemerintah dalam menghindari penularan Covid – 19.

“Saya sangat memahami, pembatasan – pembatasan yang diterapkan sangat memberatkan dan menyulitkan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari – hari. Kebijakan yang sulit, namun harus dilakukan agar seluruh krama Bali terhindar dari penularan pandemic,” pungkasnya.

Bantuan beras untuk meringankan beban masyarakat ini berasal dari punia Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang diinisiasi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

“Dilandasi semangat gotong royong dan tulus ikhlas untuk membantu masyarakat yang mengalami kesusahan di tengah pandemi Covid-19. Dan sesuai arahan Bapak Gubernur, dana yang terkumpul dibagikan dalam bentuk beras,” kata Sekda Dewa Indra.

Seluruh ASN Pemprov Bali mulai dari pejabat eselon I, II, III, IV, staf serta semua pejabat fungsional dalam waktu singkat secara sukarela ikut bergotong royong mapunia sebagai bentuk kepedulian.

“Hari ini, tahap pertama Bapak Gubernur menyerahkan sebanyak 45 ton beras kepada para Bupati dan Walikota, sehingga setiap Kabupaten mendapatkan masing-masing lima ton. Nanti akan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya,” ujarnya sembari menjelaskan teknis pendistribusian beras bantuan dilakukan oleh Bupati/Walikota, karena para Kepala Daerah dinilai yang paling mengetahui skema kebutuhan masyarakatnya sehingga bisa langsung menyesuaikan mana masyarakat yang berhak menerima.

Bupati Tabanan Salurkan Bantuan Beras PPKM Dari Gubernur Bali Untuk Masyarakat  

 

TABANAN – Pantaubali.com –  Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM didampingi Wakil Bupati, Sekda dan OPD terkait, menyerahkan bantuan beras dari Gubernur Bali untuk masyarakat terdampak Covid-19 diseluruh Kabupaten Tabanan. Bantuan beras tersebut, diserahkan secara simbolis kepada para Camat se-Kabupaten Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin, (26/7). 

Seperti yang diketahui bersama, dampak dari pandemi Covid-19 ini hampir dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di penjuru Dunia, bukan hanya di Tabanan saja. Sektor ekonomi sangat terdampak termasuk lainnya, apalagi hal ini paling dirasakan oleh masyarakat kecil.

“Oleh sebab itu, bantuan ini harus cepat didistribusikan, jangan sampai salah sasaran dan harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak Covid-19 di 133 Desa yang tersebar diseluruh Kabupaten Tabanan,” tegas Bupati Tabanan yang akrab dipanggil Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengatakan, Pemkab Tabanan mendapatkan bantuan kurang lebih 5 Ton beras. Sesuai yang dikatakan Gubernur Bali, bantuan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melihat situasi yang ditimbulkan oleh pandemi global ini.

“Kita juga di Tabanan tidak hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah, tetapi kita juga di Tabanan selalu berinovasi, salah satunya melalui ASN gotong-royong atau sumbangan sukarela dari ASN. Meskipun sedikit, kita harus selalu berbagi,” imbuh orang nomor satu di Tabanan itu.

Disamping itu, Ia juga menegaskan kepada seluruh jajaran agar melaporkan secara rinci, transparan dan bertanggung-jawab terkait dengan bantuan ke masyarakat. Ditegaskannya bantuan ke masyarakat harus secara menyeluruh dan diterima oleh benar-benar masyarakat yang terdampak Covid – 19.

Terkait dengan sumbangan sukarela ASN, Bupati Sanjaya mengaku telah berkoordinasi dengan jajarannya untuk nanti realisasi dan teknisnya sudah dirancang oleh Sekda. Dan ini dijelaskannya bahwa kerelaan dari ASN, tidak potong gaji atau pengurangan hak-hak ASN dan murni sukarela.

“Kita juga di Tabanan kekurangan oksigen dan itu sudah secara intens dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Kalau ada kelebihan dana dari sumbangan sukarela ASN, nantinya kita juga bisa ikut berikan oksigen untuk rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan,” bebernya.

Di akhir kegiatan Bupati Sanjaya kembali menegaskan jangan sampai seluruh jajaran dan pihak terkait menyalahgunakan bantuan kepada masyarakat. “Jangan sampai bantuan ASN ini nanti disalah gunakan, harus jujur, arahan saya tegas,” pungkas Sanjaya. @humastabanan

Gubernur Bali,Kembali Keluarkan SE Nombor 12 Tahun 2021

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali.

Surat Edaran Gubernur Bali yang baru ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali.Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 24 Tahun 2021 ditentukan bahwa Wilayah Bali dan Kabupaten/Kota se- Bali dengan kriteria:

Level 3 di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Karangasem.Level 4 di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar.Gubernur dan Bupati/Walikota se-Bali sepakat untuk bersama-sama menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Provinsi Bali, sebagai satu kesatuan wilayah; satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Dalam Surat Edaran Gubernur Bali yang baru ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk memberikan ruang bagi aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat, mulai dari,Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan jam operasional sampai pukul 16.00 Wita,Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 Wita,Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall dapat dibuka dengan maksimal pengunjung makan ditempat 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit, dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 Wita.

“Saya sangat memahami bahwa berlakunya kebijakan PPKM Level 4 ini sangat memberatkan dan menyulitkan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan terganggunya perekonomian masyarakat. Kebijakan ini merupakan pilihan yang sangat sulit, namun harus diputuskan dan diberlakukan agar masyarakat terhindar dari penularan varian Delta Covid-19 yang menular sangat cepat melalui kluster keluarga dan perkantoran,” paparnya.

Dalam kondisi seberat apapun, pada akhirnya kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama kebijakan Pemerintah, mengingat keselamatan jiwa merupakan hukum tertinggi.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar menerima dan mematuhi kebijakan dalam Surat Edaran ini dengan melaksanakan secara tertib, disiplin dan bertanggung jawab.

“Dalam menghadapi Pandemi Covid-19, Saya meminta seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama mengembangkan kesabaran dan kesadaran kolektif, bahwa ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dengan semangat gotong royong agar Pandemi Covid -19 dapat ditangani dengan sebaik-baiknya,” bebernya.

“Dengan spirit kehidupan sesuai nilai-nilai kearifan lokal Bali, Saya mengajak Sameton Krama Bali sareng sami agar tetap kompak, guyub, bersatu, gilik-saguluk, salunglung sabayantaka, parasparo, sarpana ya, se-ia sekata, seiring sejalan, bersama-sama, bahu membahu, bergotong-royong dengan tidak saling menyalahkan, tidak saling tuduh, tidak saling menyerang, dan tidak melakukan tindakan kontra produktif serta terus berdoa dengan keyakinan masing-masing agar Gumi Bali tetap kondusif, nyaman, aman, dan damai; Astungkara, Rahayu sareng sami,” pungkasnya.

102,95 Persen,Vaksinasi Tahap I Mampu Dicapai di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dilihat berdasarkan data terbaru vaksinasi masyarakat Tabanan tahap I telah mencapai 102,95 persen dari target vaksinasi sejumlah 321.609. Namun untuk vaksinasi tahap II masih rendah, hanya diangka 14,11 persen.

Selanjutnya data dari Dinas Kesehatan Tabanan jumlah penduduk Tabanan sebanyak 459.441, jumlah telah divaksin sasaran 70 persen sebanyak 321.609. Dan dari jumlah tersebut capaian vaksinasi tahap I diangka 102.95 persen atau sejumlah 331.102, sementara capaian vaksinasi tahap II diangka 14,11 persen atau sejumlah 45.364.

Jumlah sasaran 102,95 persen tersebut terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, lansia, masyarakat umum dan remaja.

Capaian vaksinasi di Tabanan untuk tahap I sudah mencapai 102,95 persen. Angka tersebut dikejar berkat vaksinasi yang gencar dilakukan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Apalagi selama ini vaksinasi juga dibantu oleh tim Polri dan TNI, itu disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika kemarin(Minggu (25/7).

“Angka terbaru vaksinasi kita sudah mencapai 102,95 persen untuk yang tahap I,” jelasnya.

Capaian diangka 102,95 sudah cukup tinggi dari jumlah target sasaran 321.609 orang. Meski demikian, proses vaksinasi terus dilakukan setiap hari, hanya sekarang sedang menyasar proses vaksinasi untuk anak usia 12 tahun sampai 17 tahun.

“Proses vaksinasi ini dihendle setiap puskesmas termasuk pula telah disediakan gerai vaksinasi di sejumlah rumah sakit di Tabanan, seperti di BRSU Tabanan dan Rumah Sakit Bhakti Rahayu,” ucapnya.

Terkait dengan proses vaksinasi tahap II sasaran masih sedikit, proses vaksinasi tahap II masih menunggu jadwal pasca dilakukan vaksinasi tahap I.
“Sasaran vaksinasi yang tahap II sedikit karena masih menunggu jadwal,” Pungkasnya.