- Advertisement -
Beranda blog Halaman 749

Seorang Pelajar Terseret Arus Ditemukan Meninggal Dunia di Kuta

BADUNG – Pantaubali.com – Setelah sempat dikabarkan hilang karena terseret arus Pantai Kuta, seorang pelajar akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal, Kamis (19/5) malam. Jenazahnya terdampar di pinggir pantai dengan kondisi masih mengenakan celana pendek.

“Jenasah ditemukan kemarin malam sekitar pukul 21. 00 Wita.Selanjutnya Kadek Yuda Yudyandika dibawa ke rumah duka”, Kepala Kantor Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Gede Darmada,

Hari ke dua operasi SAR, tim gabungan melakukan penyisiran di laut dan sepanjang bibir pantai. Area pencarian oleh SRU laut mencapai kisaran 20Nm, sementara itu SRU Darat menyusuri sepanjang bibir pantai Kuta kearah utara dan selatan LKM berjarak kisaran 4,4 Nm.

Ketika korban ditemukan, tim SAR gabungan telah selesai melaksanakan pencarian hari kedua. Dalam keterangannya, dijelaskan bahwa lokasi pertama kali terlihat berada di koordinat 08°43’18.85″S – 115°10’8.16″T, berkisar 0.42 NM arah selatan titik korban terseret arus. Sembari Dirinya menambahkan, selama upaya pencarian berlangsung, juga melibatkan unsur SAR dari Basarnas, Polsek Kuta, BPBD, Balawista, Potensi SAR115, Potensi Bhuana Bali Rescue, keluarga korban dan masyarakat. Sebanyak 2 unit ruber baot telah digunakan oleh SRU laut.

Perkuat Sinergitas Dengan Media Tabanan, Bawaslu Tabanan Laksanakan Rapat Pengelolaan Kehumasan  

TABANAN – Pantaubali.com – Bawaslu Bawaslu Bali-Dalam menyongsong Pemilihan serentak Tahun 2024 dan menunjang tugas-tugas kehumasan, Bawaslu Tabanan melaksanakan Rapat Pengelolaan Kehumasan, Peliputan, dan Dokumentasi serta Informasi Tahun 2022, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Tabanan. Kamis, (19/5).

Hadir dalam rapat tersebut, Anggota ini Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, Plh Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, Anggota Bawaslu Tabanan, I Gede Putu Suarnata, Koordinator Sekretariat Bawaslu Tabanan, I Ketut Winasa, serta Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta).

Narta dalam sambutannya mengatakan, Pengelolaan Kehumasan, Peliputan serta Dokumentasi adalah hal yang sangat krusial dalam Lembaga khususnya Bawaslu Tabanan, dibutuhkan peran Bawaslu Provinsi Bali dan Wartawan untuk ikut serta memberikan masukan kepada Bawaslu Tabanan agar pengelolaan tersebut berjalan maksimal.

“Dengan hadirnya Bawaslu Provinsi Bali, serta seluruh anggota Pewarta Tabanan, bisa memberikan masukan kepada kami untuk bisa memperbaiki kekurangan dalam menyongsong Pemilu 2024 mendatang,” ungkap Pria asal Selemadeg tersebut.

Senada dengan Narta, Rudia yang juga pengampu divisi Hukum, Humas, dan Datin Bawaslu Bali menuturkan, Kehumasan Bawaslu sangat membutuhkan masukan rekan media, terlebih lagi memasuki pemilihan serentak mendatang.

“Peran serta media sangat kuat, maka dari itu kami baik di Bawaslu Bali maupun Kabupaten/Kota semua memiliki grup dengan teman media untuk sekedar bertukar informasi. Terkait hal tersebut kami harap Bawaslu Kabupaten Tabanan tetap menjalin komunikasi yang baik, khususnya dengan teman-teman media di Kabupaten Tabanan,” harap Rudia.

Terakhir, Ketua Pewarta Tabanan, Doni Darmawan berharap pola komunikasi seperti rapat kali ini bisa mengeratkan silaturahmi jajaran Bawaslu dengan media, terkhusus kali ini dengan Pewarta.

“Dapat saya sampaikan selama ini komunikasi kami dengan Bawaslu sudah berjalan dengan baik, selain itu kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami, dengan bertemu langsung sperti saat ini dalam rapat, kami akan dapat lebih memahami dengan baik bagaimana mekanisme Bawaslu. Ketika kami memerlukan informasi paling tidak kami bisa mendapat konfirmasi dari Bawaslu,” tutup CEO Balitopnews.com tersebut. (Rilis)

Kementerian Pertahanan RI Selenggarakan Sosialisasi dan Diseminasi PKBN Lingkup Pendidikan di Provinsi Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigadir Jenderal TNI Dr. Jubei Levianto bahwa dengan diselenggarakan Sosialisasi dan Diseminasi pembinaan kesadaran bela negara ini, diharapkan dapat terbangun karakter bangsa dan mampu berkontribusi dengan baik demi kemajuan bangsa. Penyampain tersebut, pada saat pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara lingkup Pendidikan TA. 2022 di Aston Denpasar Hotel Bali.

Pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara lingkup pendidikan dikuti oleh peserta dari Dosen, Guru, Mahasiswa dan pelajar SMA/sederajat Kota Denpasar Provinsi Bali. Hadir dalam acara pembukaan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara tersebut dihadiri pejabat Forkopimda Provinsi Bali, pejabat Pemerintah Daerah, FKPT Provinsi Bali dan Pejabat dari LLDIKTI wilayah 8 Bali.

Pada kesempatan ini, Gubernur Provinsi Bali dalam sambutannya diwakili Staf Ahli Gubernur bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dr. I Wayan Serinah, S.Sos, M.Si, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian pertahanan RI khususnya Direktorat Jenderal Potensi pertahanan atas diselenggarakannya kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara lingkup Pendidikan di Provinsi Bali.

Lebih lanjut Dadang dalam sambutannya mengatakan, dengan melalui kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadran Bela Negara ini, Kementerian Pertahanan berharap dapat terbangun karakter warga negara di lingkup pendidikan dan mampu berkontribusi dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia sesuai kapasitas dan kompetensinya masing-masing.

“Saya juga berharap para peserta adalah generasi muda Kota Bali ini, dapat menjadi role model dan garda terdepan dalam mengaktualisasikan dan menyebarluaskan virus-virus Kesadaran Bela Negara kepada lingkungan perguruan tinggi maupun sekolah masing-masing, hingga ke masyarakat”, jelasnya.

Disisi lain, I Wayan Serinah juga mengatakan, bahwa pembinaan kesadaran bela negara ini diarahkan untuk pengembangan karakter bangsa yang berakar pada konsesnsus bangsa yaitu empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal ika, memperkuat persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan gotong royong, Kreatif dan inovatif framenya adalah empat pilar kebangsaan dan berperan aktif dalam pembangunan untuk kemajuan bangsa.

Narasumber pada kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di lingkup Pendidikan TA. 2022 kali ini, dari Kementerian Pertahanan adalah Direktur Bela Negara Brigjen TNI Dr. Jubei Levianto dengan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela negara, Drs. I Wayan Suwira, M.Si, M.Pd Pengawas Ahli Utama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Provinsi Bali tentang Implementasi Bela Negara dalam sistem pendidikan di Provinsi Bali dan Gede Pramana S.T., M.T, Kadiskominfotik Provinsi Bali tentang Bijak Bermedia sosial bagian dari Bela Negara serta Dr. I Gusti Ayu Putri Kartika, Kabid Perempuan dan anak FKPT Provinsi Bali Pencegahan Terorisme dan Radikalisme Bagian dari Bela Negara .

Penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara lingkup Pendidikan TA. 2022 kali ini dilaksanakan oleh Ditjen Pothan Kemhan di Aston Denpasar Hotel Bali dan diikuti oleh peserta sebanyak 200 orang. Demikian pintanya.(Rilis)

Bersih-bersih Warga Loloan Timur Terjebak di Sumur 15 Meter

JEMBRANA – Pantaubali.com – Seorang warga Ketugtug Banjar Kemenuh, Kelurahan Loloan Timur terjebak di sumur sedalam kisaran 10-15 meter, Kamis (19/5) . Dari laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), diketahui identitas korban atas nama Muhammad Fariz (21).

“Informasi kami terima tadi dari lurah Loloan Timur pada pukul 09.43 Wita untuk meminta bantuan evakuasi, ” terang Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada.

Tinggi bibir sumur berkisar 30 cm dan berada di dalam rumah. Kronologis kejadian berawal saat korban bersih-bersih dengan turun kebawah menggunakan tangga, namun tak lama berselang ia meminta pertolongan. Ayah korban berusaha menolong akan tetapi tidak bisa menjangkau.

Sebanyak 9 personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dengan menggunakan peralatan mountainnering. Satu orang rescuer diturunkan ke bawah sumur dengan bantuan larkin rescue frame dan sudah memakai perlengkapan SCBA. Pada pukul 11.30 Wita korban terlah terevakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan dari pihak Inafis Polres Jembrana kematian korban diduga karena sesak nafas. Selanjutnya jenasah Fariz langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Selama proses evakuasi turut melibatkan Basarnas Bali, Polres Jembrana, Polsek Jembrana, BPBD Jembrana, Babinsa Loloan Timur, Babinkamtibmas Loloan Timur, SAR 115, Puskesmas Jembrana.

Wagub Cok Ace Sampaikan, 2022 – 2023 Semua RS Di Bali Harus Sudah Terakreditasi

BADUNG – Pantaubali.com – Bali memiliki visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang salah satu program prioritasnya adalah kesehatan yaitu utamanya meningkatkan akses dam kualitas pelayanan kesehatan. Dalam hal kualitas atau mutu pelayanan kesehatan, program unggulan yang ditargetkan yaitu rumah sakit yang terakreditasi standar internasional. Demikian penegasan yang disampaikan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menghadiri dan membuka secara resmi acara Kick Off dan Launching “Standar Akreditasi Rumah Sakit”, di The Stones Hotel Legian, Kuta, Nadung Selasa (Anggara Pon, Warigadean) 17 Mei 2022.

Akreditasi rumah sakit adalah sebuah proses penilaian dan penetapan kelaikan pelayanan di rumah sakit yang dilakukan oleh lembaga independen akreditasi berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Dengan kata lain juga merupakan pengakuan bahwa setelah dinilai rumah sakit telah memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan,” ungkap Wagub dengan sapaan akrab Cok Ace ini.

Selaku Pemimpim, Wagub Bali pu menyadari bahwa saat ini dan kedepan tantangan pelayanan kesehatan semakin meningkat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas. Apalagi Bali yang merupakan tujuan wisata dunia maka sangat dibutuhkan pelayanan kesehatan berstandar internasional.

“Untuk itu sebagai upaya mewujudkannya adalah mewajibkan semua pelayanan kesehatan harus terstandar dan diakui secara internasional. Hal ini tentunya tidak mudah karena perlu dukungan sarana, prasarana, alat kesehatan dan juga sumber daya manusia yang mumpuni. semua itu harus mulai dipersiapkan dan sesegera mungkin dipenuhi agar kualitas pelayanan kita semakin baik,” Ujar Wagub.

Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2020 lalu pun memiliki target bahwa seluruh RS yang ada harus terstandar atau terakreditasi seluruhnya atau 100 persen, namun karena terkendala pandemi Covid-19 sehingga seluruh proses akreditasi dari pertengahan 2020 sampai saat ini ditunda oleh Kementerian Kesehatan sebagai upaya bidang kesehatan fokus dalam penanganan pandemi.

“Oleh karena itu kami targetkan setelah proses akreditasi ini bisa berjalan lagi maka di tahun 2022 sampai 2023, semua rumah sakit di Bali baik milik pemerintah maupun swasta harus semuanya terakreditasi dan saya harap sebagian besar lulus paripurna atau bintang lima,” pungkas Wagub yang juga seniman Topeng ini.

Bali saat ini memiliki 72 rumah sakit yang 65 (90,3%) diantaranya sudah terakreditasi, dengan 20 (27,8%) diantaranya sudah terakreditasi paripurna/bintang lima, dan terdapat 7 rumah sakit yang belum terakreditasi dimana rumah sakit ini merupakan rumah sakit baru yang terhalang pelaksanaan akreditasinya akibat pandemi Covid-19.

Ketua Panitia dr. Made Koen Virawan menyampaikan Pedoman Standar Akreditasi RS secara komprehensif kepada penyelenggara perumahsakitan sesuai UU. No.44/2009 Tentang Rumah Sakit dan Amanah PP.No.47/2021 Tentang Penyelenggaraan Rumah Sakit, dalam rangka mewujudkan peningkatan mutu pelayanan RS dan keselamatan pasien sehingga tercapai Tata Kelola RS dan Tata Kelola Klinis yang baik, serta pelaksanaan program pembangunan kesehatan nasional, perlu dilakukan akreditasi sesuai dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit dan upaya menciptakan organisasi rumah sakit yang aman, efektif dan dikelola dengan baik (good corporate governance).

Standar akreditasi RS menurutnya terbagi 16 Bab dan dikelompokkan menjadi 4 bagian, yakni : Kelompok Manajemen RS; Kelompok Pelayanan Berfokus Pada pasien; Kelompok Sasaran Keselamatan Pasien; dan Kelompok Program Nasional (PROGNAS). (Rilis)

Satu Orang Hilang Terseret Arus di Pantai Kuta

BADUNG – Pantaubali.com – Satu orang terseret arus dan tenggelam saat berenang dj Pantai Kuta, Badung, Rabu (18/5) sekitar pukul 18.30 Wita.

Anggota Polsek Kuta yang melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Bali belum mengetahui identitas korban.

“Laporan kami terima pukul 19.05 Wita dari bapak Sutayana, adanya 1 orang terseret arus di Pantai Kuta, di depan salah satu mall,” jelas Kepala Kantor Basarnaa Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar), Gede Darmada, Menanggapi informasi tersebut, digerakkan 4 orang personil menuju lokasi untuk melakukan koordinasi.

Pencarian dengan penyisiran di laut tidak memungkinkan, mengingat jarak pandang sangat terbatas.

“Tim yang ada di Pantai Kuta melakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya dan juga menyisir sepanjang bibir pantai, ” ungkapnya.

Apabila malam ini upaya pencarian tidak memberikan hasil maka operasi SAR akan dilanjutkan besok pagi.

Polisi Ringkus Tujuh Orang Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Selama Dua minggu Polres Tabanan meringkus tujuh orang pelaku pengedar narkotika jenis shabu, satu diantaranya oknum anggota TNI aktif Kodam IX/Udayana saat ini kasusnya ditangani Detasemen Polisi Militer (Denpom), sedangkan satu orang lainnya merupakan residivis kasus serupa baru keluar masa tahanan pada 2020.

Adapun penangkapan dimulai dari, INS (44) oknum anggota TNI aktif dan rekannya IWS(54) di Jalan Darmawangsa, Banjar Taman Sari, Desa Kelod Peken, atau dekat dengan kantor pusat Pemerintahan Tabanan ini tidak sengaja.

Pengembangan pendalaman pada salah satu tersangka yakni, WWP (37) dengan menyisir TKP.

Kebetulan petugas melihat dua tersangka pelaku berhenti di pinggir jalan sembari mencari sesuatu dengan penerangan handphone. Ketika didekati oleh petugas, mereka kabur dan sempat membuang sesuatu yang setelah dicek ternyata paket shabu berisi sabu-sabu seberat 0,28 gram bruto atau 0,20 gram netto, itu disampaikan, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra,Rabu,(18/5).

Setelah diamankan di Mapolres bersangkutan diserahkan kepada pihak Kodam IX/Udayana guna di proses hukum secara militer melalui Denpom IX/Udayana, sedangkan rekannya IWS diproses lebih lanjut di Polres Tabanan.

Pelaku lainnya, sebagai pengguna merupakan pengedar juga. Bahkan saat diamankan mengaku usai menyebar (tempel) paket sabu di sejumlah TKP. Misal, IMADAP (33), residivis asal Penebel tinggal di Desa Banjar Anyar Kediri diamankan di depan Mesjid Agung Tabanan, desa Dauh Peken Tabanan pada (7/5).

Selain menemukan satu paket shabu, pelaku mengaku menaruh shabu di empat lokasi dipinggir jalan Melati, banjar Gerogak Tengah, Delod Peken, pinggir jalan Teratai desa Dauh Peken, termasuk ditemukan lagi barang bukti di rumah kontrakan tersangka yang difungsikan sebagai laundry di Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan dan rumah kost diitinggali pelaku di desa Banjar Anyar, Kediri.

“Dari Cik ini barang bukti yang ditemukan 40 paket shabu dengan berat keseluruhan 13,16 gram netto,” bebernya.

Pelaku berinisial WWP (37) asal Desa Delod Peken, Tabanan diamankan pada (12/5) di pinggir jalan Wagimin, Desa Kediri. Dari pengakuan, pelaku sebelumnya sudah menyebarkan barang haram tersebut di beberapa titik, di 8 TKP.

“Jadi paket shabu ditaruh oleh tersangka di sejumlah TKP sesuai kesepakatan transaksi dan menandai dengan patok dari kayu yang ujungnya diruncingi terlilit plaster warna bening, dan semua barang bukti sudah diamankan total ada 25 paket dengan berat seluruhnya 14,91 gram neto,” katanya.

Kemudian IPMA (31) dan IMAP (29) sama- sama berasal dari desa Payangan, Marga Tabanan. Untuk kedua tersangka ini diamankan (6/5) di pinggir jalan banjar Tunjuk Selatan, desa Tunjuk, Tabanan.

“Dengan barang bukti lima paket shabu dengan total berat 1 gram netto disimpan dalam pembungkus rokok,” pungkasnya.

Kisruh Kasus Dugaan Korupsi LPD Serangan, Mantan Kepala LPD Angkat Bicara

DENPASAR – Pantaubali.com – Terkait kasus dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan pada 2015 sebesar lebih dari, Rp 6 miliar terus berproses.

Diketahui sebelumnya sempat perwakilan warga dari, lima Banjar di Desa Adat Serangan, Denpasar telah menempuh jalur niskala serta penuhi undang Kejari Denpasar untuk berdialog sekaligus menyerahkan surat pernyataan warga, pada Rabu,(11/5) lalu.

Kali ini giliran mantan Kepala LPD Serangan Periode 2015-2020, I Wayan Jendra, angkat bicara terkait kisruh LPD Serangan tersebut.

Dirinya menyampaikan, jangan sampai dalam dugaan kasus korupsi orang tidak melakukan korupsi malah menjadi tersangka.

“Dari sisi lain ketakuatan saya jika orang tidak melakukan korupsi akan menjadi tersangka.Kejarlah tersangka itu sesuai dengan fakta”, ujarnya,Rabu,(18/5) di Kejari Denpasar.

Dalam hal ini, hasil audit dipercayakan karena, hasil audit tersebut menentukan.

Fakta apapun hasil audit tentu akan menjadi acuan nantinya

Dirinya juga sedikit memaparkan, Fakta lain terbukti saat LPD meminjam uang karena, kekurangan likuiditas di koperasi Bulit Sedana sebesar Rp 50 juta dimasukkan ke rekening pribadi, dilakukan oleh saudari Sunita Yanti jabatan tata usaha. Selanjutnya, Made Sedana ada pinjaman sebesar Rp 1,4 milyar. Dibayar namun dimasukkan ke rekening pribadi, itu bukti konkrit mereka telah melakukan kecurangan.

Bentuk kecurangan ditemukan adalah adanya dana dibayarkan oleh Made Sedana dimasukkan ke rekening pribadi dan di rekening suaminya sehingga, hasil audit dilakukan Pak Ramanta tersebut benar bahwa, nasabah bukan nasabah.

“Ini menyebabkan kebingungan, sebenarnya saya awam masalah LPD sehingga, profesional menurut saya memakai orang profesional dibidangnya hanya tata usaha, jadi apapun namanya kegiatan administrasi LPD”, terangnya

Disini tata usaha mengetahui semua dan sebagai Ketua karena, ketidak cakapan, hanya dapat menanyakan bagaimana keuangan dan proses keuangannya.

“Selama ini terus balance dan tidak ada rasa curiga dan bangga punya tata usaha yang cerdas. Dalam pengelolaannya juga karena, keterbatasan saya dan menjamin tidak ada seperti LPD Serangan membuka ruang publik untuk saya di audit dan di cek setiap 3 bulan paling lambat 4 bulan pada masa kepemimpinan saya setelah itu saya di PLT”, bebernya.

Untuk kinerja LPD kedepan tidak mengetahui seperti apa sistemnya mudah-mudahan tidak seperti sekarang. Kecurangan setelah ada hasil audit menurut Dirinya disana baru diketehui bahwa ada kecurangan.

“Dari hasil audit dan koprintasi di Kejaksaan Sunita Yanti otak dari semua kejahatan itu”, cetusnya.

Dalam kaitan kasus tersebut, Kejari meminta dokumen LPD pada tahun 2016.Artinya dari Kejaksaan masih mengerjakan apa menjadi tuntutan masyarakat agar LPD segera diangkat prosesnya.

Sembari Jendra sangat berharap, agar segera mungkin ditetapkan tersangkanya karena, sesuai fakta perbuatan telah dilakukan sudah jelas sehingga, LPD mengalami kerugian.

Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Kinerja Pemkab Tabanan WTP Delapan Kali

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi pada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas prestasi delapan kali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Made Dirga ikut menghadiri undangan rapat paripurna penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi, Kabupaten/ Kota se-Bali 2021 bertempat di ruang sidang utama gedung DPRD Provinsi Bali.

Pada acara itu, hadir langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota VI BPK, Dr Pius Lustrilanang, S.IP, M.Si, CSFA, CFrA , Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, Bupati/ Walikota se Bali serta Ketua DPRD Kab/ Kota se Bali.

“Ini menjadi bukti dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pengelolaan keuangan,” ujar Dirga seusai acara Selasa, (17/5).

Made Dirga juga berpesan, agar Pemkab Tabanan lebih fokus untuk program yang pro-rakyat terutama pemulihan ekonomi pasca pandemi. Ia juga menyatakan, inovasi menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat diperlukan.

“Kami di legislatif yang memiliki fungsi penganggaran, berharap Pemkab Tabanan bisa meningkatan PAD,” ujarnya.

Politisi asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini berharap komunikasi intens harus selalu dibangun antar pihak eksekusif dan legislatif. Sehingga program dan inovasi yang dirancang bersama bisa terwujud dan dirasakan masyarakat. (Rilis)

Ketua DPRD Tabanan Harapkan Peran Generasi Milenial Pada Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubon Tubuh – Kuthawaringin

TABANAN – Pantaubali.com – Anak muda atau generasi milenial sangat diperlukan untuk menjadi jembatan sehingga sebuah kebudayaan akan tetap ajeg. Hal tersebut dilontarkan oleh Ketua DPRD Tabanan, Made Dirga seusai menghadiri undangan pelantikan Pengurus Generasi Milenial Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubon Tubuh – Kuthawaringin masa bakti 2022 – 2027 pada Senin, (16/5).

Acara pelantikan ini berlangsung di Balai Banjar Taman Sekar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Hadir juga dalam acara tersebut, Assisten 1 Setda Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan Ibu Sagung Ani, Muspika Kec Kediri, Ketua Umum Pasemetonan, Perbekel Desa Banjar Anyar hingga tokoh masyarakat setempat.

“Regenerasi dan peran serta anak muda atau generasi milenial sangat dibutuhkan untuk pembangunan bangsa. Bisa dimulai dari berbagai sektor, salah satunya kebudayaan,” kata Made Dirga.

Ia juga mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus Generasi Milenial Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubon Tubuh – Kuthawaringin masa bakti 2022 – 2027. Dirga berpesan, agar generasi milenial ini yang memberikan penyegaran serta membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Anak muda harus bisa adaptif terhadap perubahan sosial, perkembangan teknologi sehingga bisa memajukan sebuah kebudayaan,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini juga mengingatkan, generasi milenial Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubon Tubuh – Kuthawaringin yang nantinya akan melanjutkan eksistensi pasemetonan sehingga bisa berperan dalam pembangunan Tabanan, hingga Bali.

“Jadi harus mau belajar juga, jangan terjebak pada ego sehingga tidak mau menerima saran dari senior atau para tokoh. Sehingga apa yang dicita-citakan bersama bisa terwujud,” katanya.(RILIS)