- Advertisement -
Beranda blog Halaman 736

Ketua TP PKK Bali Sebut, Tahun Ini Stand Pameran Anggrek Warnai PKB ke-44

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali tampil sebagai narasumber pada dialog Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 di Studio Mini RRI Denpasar yang berada di Areal Taman Budaya pada Budha Umanis Wuku Medangsia (Rabu,29/6).

Mengawali paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan, bahwa hampir setiap hari ia meluangkan waktu untuk mengunjungi PKB. Selain menyaksikan beragam pagelaran seni, kehadirannya juga bertujuan meninjau stand pameran PKB.

Disebutkan olehnya, PKB tahun ini tak hanya dimeriahkan pameran beragam kerajinan tapi juga menambah satu stand yang khusus memamerkan beragam anggrek.

“Tahun ini, ada tambahan pameran anggrek di Ratna Kanda. Ini dimaksudkan untuk mengangkat kembali potensi anggrek lokal Bali,” ujar Putri Koster yang baru-baru ini dilantik sebagai Ketua DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Provinsi Bali.Ia berharap, pameran anggrek bisa menyemarakkan Taman Budaya tak hanya saat pelaksanaan PKB tapi juga setelahnya. Ny. Putri Koster menambahkan, pameran anggrek di ajang PKB ke-44 bisa menjadi alternatif bagi pengunjung.

Pada bagian lain, perempuan yang dikenal memiliki segudang talenta ini bersyukur karena PKB secara offline dapat kembali digelar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.Membludaknya pengunjung ke PKB tahun ini diibaratkannya seperti air yang lama terbendung lalu mengalir deras ketika dibuka.

“Masyarakat telah lama menahan kerinduan menikmati langsung karya para seniman. Setiap pementasan tak pernah sepi dari pengunjung,” sebutnya.

Membludaknya pengunjung di arena PKB berimbas positif pada omzet penjualan pelaku IKM di arena pameran. Pihaknya mencatat, hingga hari ke-18 perhelatan PKB, omzet penjualan telah menyentuh angka Rp. 4,8 miliar.

“Itu catatan tadi siang, malam ini saya kira bisa menyentuh angka Rp. 5 miliar,” cetusnya.

Terkait dengan konsep pameran di PKB, Ny. Putri Koster menyebutkan bahwa orientasinya bukan semata menyediakan tempat untuk berjualan. Dekranasda Bali menjadikan pameran PKB sebagai media edukasi untuk penguatan IKM.

“Jadi yang berpameran di sini bukan pedagang, tapi betul-betul pelaku IKM yang memproduksi kerajinan lokal. Tempatnya juga diberikan gratis,” imbuhnya.

Selain menekankan pada penjualan produk lokal, Dekranasda Bali juga memberi edukasi tentang penentuan harga. Dengan tagline ‘produk berkualitas dengan harga pantas’, ia ingin memberi jalan tengah yang sama-sama menguntungkan bagi perajin, penjual dan konsumen.

“Jangan sampai harga ditekan serendah-rendahnya di perajin, lalu diangkat setinggi-tingginya di tingkat konsumen,” tambahnya.

Ia menyarankan agar produsen melepas barangnya dengan margin keuntungan antara 20 hingga 25 persen dari total biaya produksi. Terkait dengan edukasi harga ini, perempuan yang juga dikenal sebagai penyair ini mengemas pameran dengan label harga pas layaknya di supermaket.

“Sudah ada label harganya, jadi pembeli jangan menawar lagi,” cetusnya.

Masih dalam paparannya, ia juga menyinggung tumpukan sampah yang sempat terjadi di ajang PKB tepatnya pada malam Hari Raya Kuningan. Menyikapi hal itu, ia langsung memberi arahan agar petugas kebersihan jangan hanya bekerja di akhir, tapi harus dilakukan secara kontinu.

“Sebab yang dihadapi kan bukan situasi biasa, jadi bersih-bersih tak bisa hanya dilakukan di akhir ketika pengunjung telah berkurang. Harus dilakukan secara terus menerus,” ungkapnya sembari mengingatkan pengunjung agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan arena PKB dengan membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, panitia juga telah memasang larangan membawa makanan ke arena pameran.

“Saya harap ini dipatuhi demi kenyamanan kita bersama,” harapnya.

Mengakhiri paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Bali yang menunjukkan antusiasme luar biasa dalam menikmati karya para seniman. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat menjadi modal bagi pemerintah untuk meneruskan upaya pelestarian dan penguatan seni budaya melalui PKB yang digagas oleh Gubernur Bali Periode 1978-1988 Ida Bagus Mantra.

“Pemerintah menjaga dan mewadahi, masyarakat ikut menjaga, menikmati dan mencintai seni budaya Bali,” pungkasnya.(Rilis)

Gubernur Bali Bersama Walikota Jaya Negara Mendem Pedagingan di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek

BULELENG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan Upacara Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng bersama Pengrajeg Karya yang sekaligus menjabat sebagai Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, dan Bupati Jembrana, Nengah Tamba pada Rahina Tilem Sadha, Selasa (Anggara Kliwon, Medangsia) 28 Juni 2022.

Upacara Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek, astungkara terlaksana berkat dukungan penuh Gubernur Bali, Wayan Koster dengan memberikan program Pemugaran Beji dan Pura Payogan Agung Segara Rupek dengan nilai kontrak Rp 5.9 Miliar lebih.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menceritakan saat bertugas di DPR RI Fraksi PDI Perjuangan selama 3 periode telah menyempatkan waktu melakukan persembahyangan di Pura Segara Rupek seraya mendengarkan sejarah Pura ini dari sang istri (Ny. Putri Suastini Koster, red) yang menceritakan Ida Bhatara Mpu Siddimantera sedang beryoga semedi di tempat suci ini kehadapan Hyang Siwa hingga beliau dengan kesaktiannya menorehkan tongkatnya sebanyak tiga kali ke tanah dengan mampu memisahkan Jawa dan Bali.

“Kemudian Astungkara, titiang menjadi Gubernur Bali dan dilantik pada 5 September 2018. Begitu dilantik menjadi Gubernur Bali, Menteri PUPR Republik Indonesia kemudian menelpon Saya dengan memiliki keinginan untuk meneruskan rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Bali dan Jawa.

Secara spontan, Saya langsung menjawab ke Bapak Menteri dengan menyatakan tidak boleh Pak meneruskan rencana pembangunan jembatan ini dengan memperhatikan aspek sejarah yang sangat spiritual dan sifatnya sangat sakral serta tidak bisa Saya langgar.

Saat itu juga Saya memohon maaf kepada Bapak Menteri untuk tidak meneruskan pembangunan jembatan ini,” ceritanya yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemprov ini menceritakan di masa pandemi Covid-19 kembali melakukan persembahyangan keliling Pulau Bali, termasuk di Pura Segara Rupek. Namun sebelum sembahyang ke tempat suci yang berada di tengah kawasan hutan lindung Taman Nasional Bali Barat (TNBB) seluas 19.002,89 Ha tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini terlebih dahulu disarankan agar melakukan persembahyangan di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek.

Begitu masuk Pura Payogan Agung Segara Rupek, Wayan Koster terenyuh melihat pelinggihnya dalam kondisi tidak terawat dan tidak memadai.

“Karena Saya meyakini di Pura ini sangat penting dan memiliki nilai sejarah, maka usai bersembahyang Saya dengan yakin menyatakan Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek harus dibangun termasuk jalannya,” ujarnya dan menceritakan pada saat sembahyang ada suara merdu burung titiran yang begitu lama Saya dengar, atas hal inilah Saya meyakini niat baik tersebut direstui oleh Hyang Widhi Wasa, saat itu juga Saya sempat menelpon Bapak Jaya Negara yang masih menjabat sebagai Wakil Walikota Denpasar dengan menyatakan pembangunan Pura ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Bali sebagai wujud nyata untuk memuliakan keluhuran Ida Bhatara Mpu Siddimantera.

Atas program Pemugaran Beji dan Pura Payogan Agung Segara Rupek yang diprakarsai oleh Gubernur Wayan Koster ini berlangsung, kemudian Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut menceritakan selalu mendapatkan kemudahan jalan untuk membangun Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih dengan menugaskan Arsitek Bali, Popo Danes untuk mendesain program tersebut dengan hasil dilancarkan, bahkan desainnya juga digratiskan dengan jiwa ngayah.

“Astungkara Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek sekarang sudah terbangun, Saya memaknai Pura ini dengan posisinya yang sangat strategis sebagai Tempat Suci yang memiliki spirit niskala untuk menjaga Pulau Dewata. Untuk itulah kedepan, jangan sampai ada Gubernur Bali yang terjebak oleh rayuan untuk membuat jembatan Jawa – Bali, jadi Kita harus jaga betul spirit beliau. Kemudian untuk menjaga kelestarian tempat suci ini, Saya sedang menyiapkan Peraturan Gubernur Bali untuk melestarikan Pura Sad Kahyangan seluruh Bali, sehingga peran Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir memberikan upaya – upaya pelestarian,” jelasnya yang disambut tepuk tangan.

Mengkahiri sambutannya yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak Pasemetonan Catur Warga (Arya Wang Bang Pinatih, Arya Wang Bang Sidemen, Arya Wang Bang Wayabya dan Sira Agra Manikan, red) untuk guyub dengan sama – sama dapat ngrastiti bhakti membangun Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pengrajeg Karya yang sekaligus Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengucapkan terimakasihnya kepada Gubernur Bali, Wayan Koster atas bantuan yang telah diberikannya.

“Ini wujud bhakti Kita semua kepada Ida Bhatara, semoga Bapak Gubernur Bali senantiasa diberikan kesuksesan dan kesehatan dalam menjalankan swadharma-nya di Jagad Bali, dan Krama Bali selalu diberikan kedamaian dan kerahayuan,” tutupnya.(Rilis)

Rapat Paripurna ke 5, Bupati Tabanan Sampaikan Tanggapan Atas Pemandangan Umum Fraksi

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah disampaikan tiga buah Ranperda ke hadapan sidang Paripurna DPRD pada tanggal 24 Juni lalu, yang telah mendapat pemandangan umum dari Fraksi-fraksi DPRD, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M, selanjutnya memberikan jawaban / tanggapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan pada Rapat Paripuna ke 5 (lima) Masa Persidangan II Tahun 2022 DPRD, Selasa (28/6).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Tabanan tersebut juga diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati, Jajaran Forkopimda, Sekda dan Para Asisten Sekda, dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Beberapa hal disampaikan oleh Bupati Sanjaya, terkait pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang telah disampaikan tempo hari, dimulai dengan ungkapan terima kasih yang setingginya atas apresiasi terhadap pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kedelapan kalinya secara berturut-turut terhadap LKPD Kabupaten Tabanan.

Pencapaian itu sependapat dengan pandangan fraksi dewan bahwa hal tersebut tidak sampai membuat kita merasa puas dan terlena namun harus menjadi motivasi untuk terus dipertahankan dengan berbagai upaya pembenahan dan penyempurnaan, terutama dengan memperhatikan dan menindaklanjuti semua catatan temuan dan rekomendasi BPK dengan kesungguhan.

Selanjutnya, terkait dengan realisasi beberapa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami penurunan, Hal tersebut dikarenakan dampak masih merebaknya pandemi covid-19 pada tahun 2021 yang dirasakan hingga saat ini.

“Tentu kami sependapat, bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus terus ditingkatkan melalui pemungutan yang lebih efektif dengan terobosan-terobosan baru yang inovatif pada perangkat daerah penghasil, salah satu upaya guna mengoptimalkan semua potensi objek pajak maupun retribusi adalah melalui percepatan penerapan digitalisasi dalam operasional penatausahaan maupun pemungutan PAD” disampaikan Sanjaya.

Dari sisi belanja, transfer dan pembiayaan, pihaknya menyampaikan sependapat, agar tetap mempertimbangkan output dan outcome untuk kemanfaatan perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, terkait permasalahan pemanfaatan asset tanah kebun kopi, Sanjaya menyampaikan bahwa telah mengambil langkah-langkah untuk mengkondisikan asset-aset daerah agar dapat memberikan kontribusi terhadap PAD, dengan cara mengevaluasi kembali perjanjian-perjanjian pemanfaatan aset daerah.

“Dalam hal menyelesaikan permasalahan pelayanan maupun pelaksanaan program pembangunan, seperti BPJS PBI, sarana prasarana puskesmas, kondisi gedung sekolah, sarana persampahan, pemeliharaan prasarana umum akan lebih mendapat perhatian kami dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas anggaran” Sanjaya melanjutkan.

Sementara untuk kondisi Gedung I Ketut Maria dan Taman Bung Karno telah disikapi dengan membentuk UPT Taman Budaya I Ketut Maria yang bertujuan untuk menjaga, memelihara dan mengoptimalkan kawasan tersebut.

Dan guna mengoptimalkan kinerja UPT tersebut, maka di tahun 2022 telah dialokasikan pendanan untuk merangkul peran serta masyarakat dalam pemanfaatan, pelestarian dan pemeliharaan Kawasan tersebut, yang nantinya juga akan dilengkapi dengan patung Bung Karno yang saat ini berada di perempatan kediri.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang telah memberikan apresiasi dan masukan terhadap 3 (Tiga) Ranperda yang telah kami ajukan dalam rangka memberikan payung hukum terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan, dalam hal ini sebagai bentuk komitmen eksekutif dan legislative sebagai lembga pembentuk peraturan perundang-undangan yang ada di Kabupaten Tabanan” Papar Sanjaya.

Selanjutnya pihaknya berharap agar Ranperda yang telah disampaikan dapat dibahas lebih lanjut melalui prosedur dan mekanisme yang ada di DPRD.(Rilis)

Bawaslu Tabanan, Menjadi Kunjungan Pertama Anggota Bawaslu RI

TABANAN – Pantaubali.com – Bawaslu Tabanan dikunjungi Anggota Bawaslu RI, Herwyn Jefler Hielsa Malonda, Selasa,(28/6) sore, di Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut Dirinya, memberi motivasi kepada jajaran Bawaslu Tabanan.

“Hari ini saya turun ke Tabanan melihat kesiapan kawan kawan selaligus motivasi berkerja menghadapi pemilu 2024″, jelasnya.

Selain itu, melalukan verifikasi pergantian antar waktu dari Pak Rumada. Yang akan dilakukan besok.

Proses verikasi PAW bukan hanya terjadi di Tabanan, ada 8 daerah di seluruh Indonesia. Yang diverifikasi.

Mudah-mudahan selesai Paling lambat bulan depan sudah dilantik semua. Sama seperti melantik PAW Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten.

Menyusul yang sudah kami sudah lantik sekitar 6.Maka dari itu, untuk persiapan pemilu ini rasa solidaritas ditingkatkan,” pintanya.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Plh Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta menyapaikan, apapun arahan terkait pengawasan verifikasi Parpol dan lainnya akan dilakukan dengan baik.

“Kita akan jalankan arahan dari pimpinan kami,” pungkasnya.

Pengacara Tergugat Kasus Pura Muncak Sari, IWK Bantah Putusan Hakim NO

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait kasus sengketa Lahan Deruwen Desa Adat Sarinbuana, yang diduga disertifikatkan oleh Pihak Panitia Puncak Sari,Pengacara dalam hal ini Tergugat, I Wayan Karta (IWK) membantah jika keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tabanan bersifat NO (Putusan Niet Ontvankelijke Verklaard).

“Kenapa saya bantah pernyataan Pengacara Penggugat yang menyebutkan Keputusan hakim terhadap perkara No. 358/Pdt.G/PN.Tab, karena dalam amar putusan disebutkan Majelis Hakim menolak eksepsi yang diajukan oleh Penggugat, jadi keputusan hakim atas perkara ini, tidak memilik cacat formil,” ujar IWK, Selasa (25/6).

Penggugat tidak puas dan meminta banding. Tapi dalam proses, memang sebenarnya pembuktian telah benar-benar tidak terbukti. Dasar untuk menggugat adalah, STPT tahun 1977.Sementara penerbitan sertifikat berdasarkan STPT tahun 1983. Memang salinan, akan tetapi sama, atau dalam hal ini dapat dikatakan menerbitkan sertifikat.

“Dengan menerbitkan 2 hektar kalau dia menerbitkan sertifikat berdasarkan STPT terbit, 2 hektar pasti di BPN ada penanda tanganan persetujuan penerbitan dan menerima. Kalau menerima hasil pengukuran dan terbit sertifikat itu sudah cukup biasanya di BPN ada surat pernyataan”, papar IWK.

Dalam pembuktian tim penggugat telah di tolak seluruhnya. Antara penggugat dan tergugat seharusnya, tidak ada menang kalah.

“Tergugat tidak menguasai dan memiliki karena, yang diterbitkan adalah serifikat atas nama duwe pura luhur muncak sari karena, STPTnya terbit duwe pura luhur muncak sari”, katanya.

Hasil putusan dari PN Kabupaten Tabanan belum memutuskan pemilik yang sah karena, belum inkrah dan tim penggugat memilih banding.Sembari IWK menambahkan, namun tidak menutup kemungkinan jika penggugat meminta perdamaian mungkin akan terjadi perdamaian dan mencabut bandingnya.

“Mudah-mudahan dapat terjadi proses perdamaiannya”, pungkasnya.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Pengacara penggugat kasus sengketa lahan Budi Hartawan, SH, seusai persidangan menyatakan jika keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tabanan atas pekara sengketa lahan ini bersifat NO.

“Keputusan saat ini, masih bersifat NO dan belum ditetapkan siapa pemilik lahannya, maka kami putuskan untuk banding,” cetusnya.

Dari lawan berdasarkan dari sertifikat karena, merupakan putusan NO jadi tidak dapat di selesaikan.Tentu harus mengambil langkah hukum yang lebih lanjut sehingga kekuatan hukumnya inkrah untuk mencari pemilik yang sah.

Memang ini putus dalam arti NO jadi tidak memiliki kekuatan hukum tetap jadi belum ditentukan pemilik sebenarnya karena masih mengambil langkah berikutnya dan klayen kami tidak mengklaim pura.

Sembari Dirinya menambahkan, pengadilan disini tidak dapat memutuskan keberadaan dari pada sertifikat tersebut.Yang dapat memutuskan sertifikat tersebut berlaku atau tidak hanya TUN oleh karenanya, akan proses lagi ke tata usaha negara.

Persiapan Pemilu 2024, KPU Tabanan Audensi ke Ketua DPRD

TABANAN – Pantaubali.com -Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menerima rombongan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait audensi persiapan Pemilu 2024. Selain berbincang terkait persiapan, Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa juga menyerahkan PKPU Nomor 3 Tahun 2022, tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu.

“Tadi berbincang sekitar satu jam,” kata Ketua DPRD Tabanan Made Dirga sesuai acara, Senin (27/6).

Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini meberikan dukungan moril pada komisioner KPU Tabanan agar bisa konsisten menjalankan tahapan Pemilu.

“Apalagi akan ada dua kali hajatan Pemilu, Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah,” ujarnya.

Dirga menyampaikan akan berupaya membantu KPU Tabanan sehingga tugas dan tahapan pelaksanaan Pemilu berjalan dengan lancar.

“Setelah ada komunikasi, kan kami bisa ikut membantu, jika nanti ada kendala,” jelasnya.

Ketua KPU Tabanan I Putu Gede Weda Subawa menyebutkan, PKPU Nomor 3 Tahun 2022, tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu merupakan gambaran umum terkait pelaksanaan Pemilu.

“Teknis dan lebih detail nanti akan ada lagi berupa Peraturan KPU. Misalkan pembentukan tim adhoc,” ujarnya.

Selain ke DPRD, KPU Tabanan juga akan mengagendakan audensi ke Kejaksaan, Kodim 1619 Tabanan dan terakhir ke Bupati Tabanan.

“Ini dalam rangka melakukan koordinasi dan sosialisasi pada Porkompinda,” pungkasnya. (Rilis)

Berikan Kuliah Umum, Bupati Tabanan Paparkan Visi Misi Pemkab Tabanan Kepada Peserta KKN Nusantara Terbatas Angkatan II UHN IGB Sugriwa Denpasar

TABANAN – Pantaubali.com – Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen moderasi beragama dengan mensosialisasikannya di kalangan masyarakat agar tercipta kehidupan yang harmonis, damai dan rukun. Hal itu disampaikan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, saat menghadiri pembukaan secara simbolis KKN Nusantara Terbatas Angkatan II UHN IGB Sugriwa Denpasar Tahun 2022, Senin, (27/6) di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan.

 

Bupati Tabanan yang juga berkesempatan memberikan kuliah umum kepada para peserta KKN mengatakan, moderasi beragama dapat terlihat melalui beberapa indikator, diantaranya, adanya komitmen kebangsaan yang kuat, sikap toleran terhadap sesama. memiliki prinsip menolak tindak kekerasan baik secara fisik maupun verbal serta menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia yang beragam. Dimana, kegiatan KKN Nusantara ini merupakan kolaborasi antara UHN IGB Sugriwa dan UIN (Universitas Islam Negeri).

 

“Saya selaku Bupati Tabanan merasa berbahagia dan terhormat karena membuka KKN Nusantara yang pertama kali digelar kolaborasi antara mahasiswa Hindu dan Islam. Saya lihat ini sangat luar biasa sekali apalagi di seantero Nusantara. Tepuk tangan dulu, ini pertama kalinya dan merupakan sejarah,” imbuh Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu disambut tepuk tangan yang meriah oleh peserta yang hadir.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu berpesan, mahasiswa sebagai kaum intelektual harus memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan dan meningkatkan kualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi suksesnya pelaksnaan pembangunan di Kabupaten Tabanan. Hal ini dikatakannya juga sangat sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yakni, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

 

“Saya berpesan kepada saudara mahasiswa, kembangkan ilmu saudara agar semakin kreatif dan inovatif. Sehingga, dapat memberikan kontribusi positif bagi percepatan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia pedesaan untuk kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Sanjaya dan hal ini diharapkan semakin meningkatkan toleransi dan harmonisasi antar umat juga menjadi momentum dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

 

KKN Nusantara Terbatas Angkatan II Tahun 2022 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan Tema “Memperkuat Semangat Kenusantaraan Melalui Moderasi Beragama” dengan sebaran sebanyak 45 lokasi. Dengan rincian 40 lokasi di seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Bali dan 5 Lokasi di Luar Bali. Pelaksanaan KKN dimulai tanggal 27 Juni 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022.

 

Prof. Dr. Drs. IGusti Ngurah Sudiana., M. Si, selaku Rektor UHN IGB Sugriwa, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tabanan beserta jajaran karena telah mendukung kegiatan ini.

“Kita berbangga sekali dengan diadakan pembukaan KKN di Gedung Maria. Ini adalah gedung yang bersejarah. pembukaan KKN ini tidak hanya sekedar pembukaan tapi ada menorehkan sejarah baru, bahwa KKN Kolaborasi beragama adalah yang melibatkan perguruan tinggi UIN dan UHN IGB Sugriwa,” ungkapnya.(Rilis)

Ketua TP PKK Prov Bali Berharap, Generasi Muda Siap Menjadi Pemimpin di Masa Depan

DENPASAR – Pantaubali.com – Rasa bangga terus diucapkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster atas Raihan prestasi para finalis Duta Generasi Berencana (GenRe). Karena apapun hasilnya, terbukti adik-adik tersebut telah berhasil menorehkan semangat yang mewakili generasi muda dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan berencana selanjutnya.

Hal tersebut disampaikannya, saat memberikan sambutan dalam acara Grand Final Pemilihan Duta GenRe Provinsi Bali Tahun 2022 bertempat di Riverside Convention Hall, Denpasar, pada Senin, Soma Wage Medangsia (27/6/2022).

Karena bagaimanapun Bali telah berhasil memilih generasi-generasi muda penerus, generasi berencana yang akan menjaga kejayaan Bali dan Indonesia.

“Belajarlah mulai sekarang, isi diri terus seperti buah yang matang pada waktunya. Saya harap adik-adik bisa menjadi generasi yang siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya kepada para finalis Duta GenRe serta puluhan anak muda yang hadir pada kesempatan tersebut.

Apalagi dikatakannya, adik-adik adalah Duta GenRe yang tentu saja sudah berencana untuk masa depan, minimal berencana untuk diri sendiri serta bisa menularkan konsep berencana terhadap orang lain.

Lebih jauh, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun berpesan agar para Duta GenRe siap berkolaborasi dengan institusi maupun pemerintah dalam mencerdaskan saudara-saudara seusia agar cerdas dan memiliki rencana yang matang dalam kehidupan berkeluarga ke depan.

“Mari kita berkolaborasi, TP PKK juga mempunyai visi mewujudkan keluarga yang cerdas, berdaya guna, berakhlak mulia serta berbudi pekerti yang luhur, sehingga kita bisa berkolaborasi. Tentu dengan Pemprov Bali juga dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita wujudkan masyarakat dan keluarga yang cerdas dan berdaya guna,” bebernya.

Mengenai kecerdasan anak bangsa sendiri, Ny. Putri Koster pun menekankan, bahwa kecerdasan tanpa dilandasi akhlak mulia dan budi pekerti tidak akan bisa dimanfaatkan seluas-luasnya. Untuk itu kecerdasan harus dibungkus dengan akhlak dan budi pakerti.

“Sehingga kehadiran kita yang lebih tua tetap diperlukan untuk menuntun para anak muda ini dalam menyebarkan paham tentang keluarga berencana”, katanya.

Untuk itu sekali lagi, Wanita yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini pun mengajak semua pihak terutama Duta GenRe untuk bergandengan tangan.

“Mari kita Bersama membangun Bali. Bersama-sama kita wujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, visi yang akan membawa kita ke Bali era baru tanpa meninggalkan adat-istiadatnya,” tandasnya.

Sementara Ketua BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih mengatakan bahwa Duta GenRe adalah Duta Generasi Berencana dibawah naungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). BKKBN sebagai salah satu lembaga pemerintah non kementerian yang memiliki tugas tentang kependudukan dan menyiapkan keluarga berkualitas mengadakan pemilihan Duta GenRe ini untuk remaja.

Tujuan dari pemilihan Duta GenRe salah satunya adalah untuk menurunkan angka stunting yang menjadi salah satu program nasional. Karena bagaimanapun juga, stunting pada anak sudah dipengaruhi sejak kedua calon orang tua masih remaja.

“Sehingga melalui Duta GenRe ini diharapkan mereka bisa menyebarkan edukasi tentang gaya hidup sehat serta keluarga berencana demi mencetak generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ke depan menurutnya, BKKBN dan Duta GenRe akan berbagi peran dalam menyebarluaskan tentang kesehatan serta keluarga berencana.

“Karena Duta GenRe itu digawangi anak muda, maka mereka akan mengedukasi ke sekolah-sekolah serta kampus-kampus,” tandasnya.

Adapun pada kesempatan pagi itu, Duta GenRe 2022 yang terpilih untuk kategori Putra adalah I Kadek Jayanta Duta dari Kabupaten Buleleng serta Putu Puspa Sadnya Sewi Duta dari Kabupaten Badung.

Selain Duta GenRe 2022 terpilih juga Duta Intelegensia yaitu kategori Putra Arnoldus David Candin dari Kabupaten Badung dan Komang Dilla Firgie Saraswati dari Kabupaten Klungkung. Sementara Duta Favorit dimenangkan oleh Made Yoga Arta Permana dari Kabupaten Klungkung dan Ni Ketut Desvitha Sari dari Kabupaten Karangasem.(Rilis)

Wagub Cok Ace, Hadiri FGD Uji Sahih RUU Serikat Pekerja

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Uji Sahih RUU Tentang Perubahan UU Nomor 21 tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang digelar Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Ruang Pertemuan Kantor Bappeda Provinsi Bali pada Soma Wage Wuku Medangsia (Senin, 27 Juni 2022).

Mengawali sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan terima kasih karena Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan FGD Uji Sahih RUU ini. Ia berharap, keindahan alam, kedamaian dan nuansa religius kehidupan sosial masyarakat Bali dapat memberikan kekuatan dan inspirasi yang positif sehingga dapat menghasilkan rumusan-rumusan terbaik yang mengakomodir kepentingan pengusaha, pekerja dan organisasi pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.

Lebih jauh ia menerangkan, serikat pekerja/serikat buruh merupakan salah satu sarana hubungan industrial, organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan. Serikat pekerja/serikat buruh bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab untuk memperjuangkan, melindungi, membela kepentingan dan kesejahteraan pekerja/buruh beserta keluarganya. Mengacu ketentuan UU, pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh harus ikut bertanggung jawab membangun hubungan industrial yang aman dan efektif di perusahaan, serta menjamin kelangsungan dan keberhasilan perusahaan. Sebaliknya, pengusaha harus memperlakukan pekerja/buruh sebagai mitra sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

Masih dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa mengacu data yang dihimpun OPD yang membidangi Ketenagakerjaan di Kabupaten/Kota tahun 2019, di Bali terdapat 147 Serikat Pekerja. Hasil verifikasi per Juni 2022, Serikat Pekerja di empat wilayah yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Buleleng, Tabanan berjumlah 52 dengan anggota sebanyak 3.577 orang. Selain itu, terdapat pula satu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Wagub Cok Ace mengingatkan, tantangan Serikat Pekerja ke depan akan semakin kompleks dalam menghadapi dinamika pembangunan ketenagakerjaan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di era industri 4.0.

“Tanggung jawab juga menjadi lebih besar, bukan saja terhadap anggota akan tetapi juga kepada kelangsungan dan keberhasilan perusahaan,” imbuhnya.

Pada bagian lain, ia juga menginformasikan bahwa saat ini di Bali sedang berlangsung Kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-44 di Taman Budaya Art Centre Denpasar, yang menampilkan berbagai pagelaran seni dan budaya serta pameran yang menjual berbagai macam produk khas Bali berupa kerajinan tangan, perhiasan, makanan, kain tenun khas Bali. Ia mengundang jajaran Komite III DPD RI untuk berkunjung serta membeli oleh-oleh khas Bali yang akan dapat memberikan kontribusi penghasilan bagi pekerja dan kelangsungan usaha serta pertumbuhan UMKM di Bali.

Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI Prof.Dr.Hj. Sylviana Murni, SH.M.Si menyampaikan sejumlah hal krusial dalam perubahan UU Nomor 21 Tahun 2000. Salah satu pembahasan dalam perubahan adalah belum terakomodirnya pekerja berplatform digital dalam wadah Serikat Pekerja. Melalui kegiatan FGD ini, Komite III DPD RI ingin menyerap berbagai masukan terkait dengan RUU ini. Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata.

Akibat Curah Hujan Tinggi, Pohon Beringin TubangTimpa Tembok Pura Puseh di Pagi

TABANAN – Pantaubali.com – Telah terjadi bencana Alam Pohon Tumbang di Pura Puseh Desa Adat Pagi , Desa Senganan , Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Senin,(27/6) kurang lebih pukul 08.30 wita.Hal tersebut disebabkan karena, curah hujan cukup tinggi dan angin kencang terjadi di beberapa wilayah belakangan ini.

Dalam keterangan laporan tertulisnya, Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana menyampaikan, Kejadian pohon tumbang merupakan dampak dari cuaca cukup ekstrim, curah hujan tinggi, serta diikuti angin kencang. Selain itu, penyebab tumbangnya pohon Beringin berdiameter kurang lebih 3 Meter tersebut, tinggi 30 meter disebabkan juga usia pohon sudah tua.

“Diperkirakan umurnya, 200 tahun”, jelasnya, Sabtu,(27/6) di Tabanan.

Di tempat tersebut ada dua pohon beringin, berawal dari tumbangnya pohon berada di posisi sebelah timur, kemudian menimpa cabang pohon beringin di sebelah barat.Kemudian menimpa tembok penyengker Pura Puseh Desa Adat Pagi di bagian utara Pura Puseh sepanjang 5 meter.

Kejadian tersebut dilaporkan, oleh I Wayan Yastra (58) Petani yang juga selaku Bendesa Adat Pagi.Selanjutnya, hal tersebut disampaikan kepada prajuru Desa dan Bhabinkamtibmas untuk selanjutnya diteruskan ke Polsek Penebel.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian atas kejadian tersebut diperkirakan mencapai, Rp 50.000.000 , – .