- Advertisement -
Beranda blog Halaman 734

Wagub Bali : Bali Flora Festival sebagai Salah Satu Media Promosi Pariwisata Bali

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi dilaksanakannya Bali Flora Festival sebagai salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata Bali. Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan dan membuka acara Bali Flora Festival bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar pada Jumat, Sukra Pon Medangsia (1/7).

Meskipun ini kali pertamanya, namun Ia sangat yakin bisa memberikan dampak bagi pemulihan pariwisata Bali. “Karena Festival seperti ini bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Bali sangat siap menerima kunjungan wisatawan teritama wisatawan mancanegara. Karena kondisi kita di Bali sudah sangat terkendali,” bebernya yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada.

Selain itu, acara ini menurutnya juga sejalan dengan visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru. “Apa yang adik-adik lakukan hari ini mencerminkan beberapa bagian Sat Kerthi yaitu Atma Kerthi yang berarti menjaga keseimbangan manusia dengan ciptaan Tuhan serta Jana Kerthi menyayangi tumbuh-tumbuhan,” imbuhnya pada acara yang bertemakan ‘Lets Inhale the Divine Air of Ethereal Greeneries’.

Tokoh Puri Ubud itu pun menjelaskan ke depan bahwa Pemprov Bali sedang menyusun skema perekonomian Bali yang selama ini sangat bertumpu pada sektor pariwisata. Beberapa sektor yang akan didorong yaitu pertanian dan UMKM. “Nah event ini juga bisa menjadi salah satu langkah kita mendorong kedua sektor tersebut. Sehingga semua sektor bisa menopang perekonomian kita,” tandasnya.

Senada dengan Wagub Cok Ace, Perwakilan dari Balai Karantina Kelas 1 Denpasar Agus Taufik pun menyatakan dukungannya untuk acara ini. Ia pun berharap kedepan tanaman-tanaman seperti aroid maupun kaktus bisa dikenal lebih luas, tak hanya di tingkat nasional namun di tingkat manca negara. “Sehingga wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya bisa menikmati keindahan alam dan budaya, namun juga keindahan flora yang unik ini,” jelasnya.

Sementara Ketua Panitia Adi Pande mengatakan latar belakang dari terselenggaranya event ini mengingat Bali yang kaya akan tanaman hias khususnya aroid. Dengan keindahan dan kekayaan tanaman aroid, juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kami berharap acara ini bisa memberikan efek domino bagi pariwisata Bali. Karena selain berwisata mereka juga bisa menikmati dan mempelajari tanaman Aroid di Bali,” tandasnya.(Rilis)

Ini Penjelasan Wagub Bali, Dalam Kebangkitan Pariwisata Bali di Masa Pandemi

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan bahwa kebangkitan pariwisata Bali di masa Pandemi Covid-19 sejak dibukanya bulan Maret yang lalu terus bergerak di angka yang memuaskan. Hal tersebut dijelaskannya saat wawancara secara live dengan CNBC Indonesia secara virtual bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar pada Jumat, Sukra Pon Medangsia (1/7).

Berbagai indikator menurutnya yang menandakan perkembangan positif tersebut antara lain jumlah kunjungan wisatawan yang di awal dibukanya dengan berbagai relaksasi pada bulan Maret masih di angka ratusan kini sudah menginjak angka 7.000 wisatawan per hari. Selain itu jumlah maskapai penerbangan yang terus bertambah juga membawa angin segar bagi para pelaku pariwisata.

“Saat ada 21 penerbangan ke Bali dan minggu depan bertambah menjadi 23 penerbangan. Tentu saja penambahan ini berdampak pada penambahan penumpang juga,” bebernya.

Mengenai penambahan kasus Covid-19 yang meningkat beberapa hari ini, Wagub yang juga merupakan Ketua PHRI Bali ini mengatakan bahwa kondisi di Bali sangat terkendali. Menurutnya meskipun penambahan kasus harian sempat meningkat, namun rata-rata orang yang terjangkit Covid-19 adalah OTG.

“Jadi perkembangan kasus masih fluktuatif, di samping itu tingkat BOR juga masih sangat rendah. Sehingga keadaan kita sangat terkendali,” bebernya.

Akan tetapi, ia juga menambahkan Pemprov Bali tidak lengah dan tetap waspada menentukan langkah-langkah preventif agar kasus tidak semakin meningkat. Beberapa langkah menurutnya seperti menggenjot vaksin booster di Bali serta terus mengadakan rapat-rapat terkait pencegahan dan pengaplikasian CHSE dengan Bupati/Walikota se-Bali.

Wagub Cok Ace, berharap bahwa varian baru Covid-19 ini tidak mengganggu kebangkitan pariwisata Bali. Karena saat ini pertumbuhan perekonomian Bali sudah di angka positif 1,48. Tentu saja dikatakannya ini angka yang menggembirakan dibandingkan dengan awal pandemi yang kontraksi hingga 9,31%.

“Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menarik wisatawan seperti even-even internasional,” imbuhnya seraya mengatakan optimisnya akan bangkitnya pariwisata Bali, mengingat Bali masih menjadi primadona wisatawan mancanegara.

Tak hanya pariwisata, Wagub Cok Ace juga mengatakan untuk keseimbangan pembangunan dan perekonomian Bali, maka Pemprov Bali akan menggenjot sektor lainnya, seperti pertanian, perikanan hingga UMKM. Diharapkan dengan memajukan sektor tersebut bisa menopang sektor pariwisata jika mengalami keterpurukan lagi.(Rilis)

Bupati Tabanan Apresiasi, Lomba Barong Bangkung di Desa Dajan Peken

TABANAN – Pantaubali.com -Kiat pelestarian tradisi, seni, adat dan budaya, oleh generasi muda semakin marak dan semakin inovatif di masyarakat. Barong Bangkung bukan hanya digunakan sebagai sarana “Ngelawang” di hari raya suci Galungan dan Kuningan, tetapi juga dikembangkan dan kerap kali dikemas sebagai ajang lomba dikalangan Pemuda.

Seperti halnya yang dilakukan oleh ST. Eka Adnyana Banjar Pande, Tabanan, yang menggelar lomba Barong Bangkung dengan tujuan mulia. Hal ini mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sekaligus membuka secara langsung lomba Barong Bangkung yang dilaksanakan di Wantilan Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Tabanan, Jumat, (1/7) siang.

 

Lomba yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar sekaa Barong Bangkung ini, juga digelar serangkaian menyambut HUT ST. Eka Adnyana ke-42 dan berhasil menjaring puluhan sekaa Barong Bangkung untuk berpartisipasi. Sekitar 13 Sekaa Barong Bangkung terbaik, khususnya di Kabupaten Tabanan yang berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.

 

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh anggota DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggotanya, Sekda dan OPD terkait, mengungkapkan dukungannya atas kreativitas ST. Eka Adnyana. “Kalau bicara soal barong bangkung, saya mempunyai pengalaman tersendiri terhadap dunia Barong Bangkung di Tabanan. Tahun 2002 Barong Bangkong langka keberadaannya di Tabanan, dan berkat diskusi dengan berbagai pihak, saat ini Barong Bangkung semakin marak,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

 

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya sangat bangga memiliki pemuda peduli akan tradisi, seni, adat dan budaya. “Ini membuktikan, Sekaa Teruna sebagai tulang punggung pembangunan di daerah Kabupaten Tabanan sudah tidak diragukan lagi kreativitasnya. Sekali lagi, tepuk tangan buat Sekaa Teruna Banjar Pande, Kota Tabanan ini,” pungkas Sanjaya disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin.

 

Terlebih dari itu, Sanjaya juga mengaku sebelumnya telah melakukan diskusi dengan seniman Tabanan sehingga pasca pandemi ini kegiatan yang berkaitan dengan tradisi, seni, adat dan budaya kembali digelorakan. Kegiatan yang positif ini diharapkan pihaknya agar terus dilanjutkan dan dikembangakan dengan ruang lingkup yang lebih besar serta buatkan agenda tahunan, sehingga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai disini saja.

 

Untuk itu, selaku Kepala Daerah, Sanjaya menyatakan kesiapannya untuk selalu mendukung kreativitas positif dari pemuda. “Saya siap mensupport kreativitas pemuda apalagi berkaitan dengan tradisi, seni, adat dan budaya adiluhung kita. Sehingga, nantinya Pemkab gampang melakukan pemilihan nantinya untuk pentas di event-event besar, seperti HUT Kota dan lainnya,” imbuh Sanjaya.

 

Selebihnya, Bupati Sanjaya berharap agar pemuda tetap menjaga kreativitas dan inovasinya. Jadikanlah ini sebagai sebuah kebiasaan yang positif guna menghindarkan pemuda dari hal-hal yang bersifat negatif. Tidak kalah pentingnya, Sanjaya menekankan, Pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus terus belajar menuntut ilmu setinggi-tingginya sehingga mampu berpikir cerdas, mempunyai karakter dan jati diri yang kuat, serta jujur dalam berprilaku untuk membangun Tabanan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.(Rilis)

Diklat Revolusi Mental Ketiga, Bupati Tabanan Rangkul Tenaga Medis

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam hal ini para tenaga medis di bidang kesehatan, untuk terus berkomitmen mewujudkan Tabanan yang unggul sebagai tujuan dalam proses pembangunan di Tabanan. Hal tersebut menjadi komitmen yang disampaikan langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M saat membuka acara Diklat Revolusi Mental “Peningkatan Kualitas Layanan Rumah Sakit Menuju Pelayanan yang Akurat, Cepat dan Humanis” melalui Metode Trayanekatrah Hypnotic (Blur Hypnotic), Jumat (1/7).

Dengan dihadiri oleh Sekda, Plt. Dirut BRSUD Tabanan, Direktur RSUD Nyitdah, Para Asisten Sekda, Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, Kepala Dinkes dan Kepala Bappedalitbang Tabanan, kegiatan yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria ini, dipenuhi oleh kehadiran para tenaga medis RSUD Tabanan dan RSUD Nyitdah selaku peserta.

Diklat Revolusi Mental ketiga yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan kali ini ditujukkan bagi para Tenaga Medis selaku garda terdepan dalam pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Diikuti oleh 180 Tenaga Kesehatan yang terdiri dari 130 orang Tenaga Kesehatan RS Tabanan dan 50 Tenaga Kesehatan RS Nyitdah. Workshop dilaksanakan agar dapat meningkatkan kualitas daya manusia yang ada di masing-masing rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang akurat, cepat dan humanis melalui metode Trayanekatrah Hypnotic oleh Dr. Ketut Gede Suatma Yasa, SH, M. Ag, CHt, MNNLP.

Metode yang digunakan berbeda dari yang biasanya. Penggunaan metode Komunikasi Intrapersonal ini berfokus pada diri sendiri dan Interpersonal yang menghendaki adanya proses pertukaran informasi antara dua orang atau lebih. Diyakini sebagai metode yang menjadi perpaduan sangat egektif untuk menumbuhkan semangat para tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan metode RSUD Tabanan, yaitu memberikan pelayanan yang cemerlang (Cepat, Efektif, Mudah, Efisien, Ramah, Lancar, Aman, Nyaman dan Gairah) dan sesuai juga dengan motto RSUD Nyitdah, yaitu Melayani Dengan Hati.

“Sengaja saya tugaskan Tenaga Kesehatan untuk mengundang seorang motivator dan pakar metafisika sekaligus anggota kelompok ahli Pemkab Tabanan, Guru Mangku Hipno, untuk hadir guna bersama-sama me-refresh dan me-repair cara berpikir dan berkomunikasi” Papar Bupati Sanjaya dalam sambutannya. Pihaknya beranggapan, dengan tumbuhnya motivasi dalam melayani, tentunya akan berimplikasi pada semakin mudahnya menemukan problem solving (solusi) atas permasalahan yang dihadapi.

Para tenaga kesehatan, disampaikan oleh Sanjaya, sebagai ujung tombak pada fasilitas pelayanan kesehatan, tidak perlu khawatir atas berbagai permasalahan yang dihadapi. Sebab, pemerintah kabupaten bersama seluruh lapisan masyarakat Tabanan telah berkomitmen mewujudkan Tabanan yang unggul sebagai tujuan dalam proses pembangunan Tabanan. Hal tersebut bermakna, bahwa bidang kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Tabanan yang sejalan dengan skala prioritas Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat.

“Pelayanan kesehatan wajib dibangun dengan semangat gotong-royong agar beban yang dipikul para tenaga kesehatan menjadi ringan” Ujar Sanjaya.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta yang hadir saat itu untuk bersama-sama meningkatkan kualitas SDM dan mutu pelayanan di bidang kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan, bersama satukan tekad dalam membangun Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.“Bangga Menjadi Orang Tabanan” menjadi Tagline yang tidak luput digaungkan, agar senantiasa tertanam semangat untuk membangun Tabanan Era Baru.

Dr. I Gede Sudiarta selaku Plt. Dirut BRSUD Tabanan, memberikan tanggapan positif terhadap kehadiran Bupati Tabanan dan atas terselenggaranya Diklat Revolusi Mental ini.

“Kepada narasumber workshop pada pagi hari ini, guru mangku hipne, kami ucapkan terima kasih dan kami mohon untuk memberikan bimbingan pada para tenaga kesehatan kami” Ungkapnya. Adapun keseluruhan peserta terdiri dari Management, Dokter, Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi, Dokter Gigi Spesialis, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang bertugas di pos terdepan seperti UGD dan Tenaga Ambulans. (Rilis)

Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024, KPU Tabanan Audiensi dengan Dandim 1619/Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Menjelang perhelatan pesta demokrasi pemilihan umum serentak 14 Februari 2024 yang akan memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPRRI serta DPD RI, KPU Tabanan sosialisasikan tahapan pemilu 2024 dan melaksanakan audiensi dengan Forkopimda Kabupaten Tabanan.

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P menerima Audiensi dari Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa S.E., M.M beserta Sekretaris dan para Komisioner KPU di Makodim 1619/Tabanan, pada,Kemarin, Rabu (29/6).

Dandim 1619/Tabanan saat menerima Ketua dan Komisioner KPU Tabanan tersebut menyambut baik langkah-langkah KPU selama ini yang telah memberikan Informasi, Publikasi dan Sosilisasi yang dapat mengedukasi seluruh lapisan masyarakat bahwa pemilu itu adalah perhelatan pesta demokrasi yang sangat penting untuk menentukan arah kebijakan eksekutif maupun legislatif untuk mengawal dan mengantarkan NKRI menjadi semakin lebih baik dan semakin maju untuk kesejahteraan seluruh rakyat dengan menggunakan hak pilihnya, ungkap Dandim.

“KPU Tabanan adalah merupakan salah satu garda terdepan didalam mewujudkan pemilu yang aman dan lancar, sebagai lembaga pemerintah penyelenggara pemilu di tingkat Kabupaten Tabanan Dandim berharap semoga KPU semakin profesional semakin maju dan adaktif untuk mengikuti perkembangan di era digital sehingga terus menumbuhkan kepercayaan masyarakat didalam mengemban tugas yang semakin berat sebagai penyelenggara pemilu di wilayah Kabupaten Tabanan”, ujarnya

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa “Kodim 1619/Tabanan sebagai bagian dari Masyarakat Tabanan yang memiliki fungsi dan peran serta tugas menjaga NKRI yang berdasarkan UUD 45 dan Pancasila tentu akan selalu mendukung dan mengawal pelaksanaan pemilu agar berjalan dengan aman dan lancar sehingga kehidupan demokrasi semakin baik dan demokratis sebagai salah satu syarat yang diamanatkan oleh UUD 45 dan Pancasila dalam menjaga tetap tegaknya NKRI”, tegasnya.

Pihaknya secara operasional telah menerjunkan personel dilapangan para babinsa untuk memonitor dan membantu sejak mulai dari perencanaan sampai nanti pelaksanaan pemilu serentak ini, pungkas Dandim

Sementara itu Ketua KPU Tabanan dalam audiensi yang penuh dengan suasana keakraban tersebut menyampaikan terima kasih kepada Dandim 1619/Tabanan beserta jajaran yang selama ini telah aktif bersinergi dengan seluruh komponen bangsa termasuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dalam pelaksanan tugas dengan jajaran KPU Tabanan didalam meningkatkan antusiasisme dan peran serta pemilih di Kabupaten Tabanan dan berharap sinergitas ini harus terus dipupuk untuk menjadikan Tabanan yang lebih baik dimasa-masa mendatang.

Dan Ketua KPU Tabanan sekaligus menyampaikan dan menyerahkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) no 3 Tahun 2022 yang ditetapkan pada 9 Juni 2022 tentang tahapan dan jadwal penyelenggaraan pemilu tahun 2024 mendatang kepada Dandim 1619/Tabanan sebagai referensi, pedoman dan acuan didalam mengawal pelaksanaan Pemilu di wilayah Kabupaten Tabanan.(Rilis)

Bupati Tabanan Nyaksi, Jayanegara Nyangging Pesemetonan Dadia Arya Wang Bang Pinatih

TABANAN – Pantaubali.com – Ada yang menarik saat berlangsungnya Karya Ngenteg Linggih Lan Mupuk Pedagingan dan Metatah Ring Cepik, di Banjar Dinas Cepik Kelod, Desa Tajen, Penebel, Tabanan. Pasalnya, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M nyaksi Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara Nyangging Pesemetonan Dadia Arya Wang Bang Pinatih, Rabu (29/6).

Hal tersebut, ditujukan oleh Bupati Sanjaya untuk memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya dan adat serta mengajegkan Bali melalui kegiatan masyarakat secara sekala dan niskala. Bersama dengan para OPD terkait, Bupati Sanjaya mengikuti persembahyangan yang dilaksanakan pada pagi hari itu. Kehadiran jajaran Pemkab Tabanan, disambut hangat oleh pihak Pesemetonan.

Bupati Sanjaya mengapresiasi peran Jaya Negara nyangging dalam Karya tersebut. “Menjadi sangging, dalam hal ini ialah wujud pengabdian, tentunya dengan didasari ketulusan dan kemauan untuk berbuat kepada umat, serta merupakan tradisi umat Hindu yang harus diangkat dan dilestarikan karena mengandung beragam nilai budaya” Ujarnya.

Lebih lanjut, bagi orang nomor satu di Tabanan, Sanjaya, kehadiran Tri Upa Saksi dalam upacara adalah hal yang penting dan krusial. Demi terwujudnya karya yang Satwika Yadnya. “Ada tiga poin penting yang melandasi tercapainya Tri Upa saksi, selain rasa tulus dan ikhlas, kekompakan namun juga karya yang sampun kepuput oleh sang sulinggih dan hadirnya Tri Upa Saksi, yakni tokoh masyarakat yang datang dan menyaksikan upacara” Ungkapnya.

Tercatat jumlah peserta Metatah sebanyak 18 orang dan terdiri dari 12 orang laki-laki dan 6 orang perempuan dari pesemetonan Dadia Arya Wang Bang Pinatih. Kehadiran Bupati dan Walikota saat itu, terutama perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, juga mendapat tanggapan baik dari pihak keluarga dan warga Cepik Kelod.

“Saya mewakili keluarga besar Arya Wang Bang Pinatih, pertama-tama mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran beliau, dan kami keluarga besar sangat bangga dengan kepemimpinan Bupati Tabanan, Khususnya di mana wilayah kami masih termasuk wilayah Tabanan dan beliau sangat memperhatikan warganya, yang kedua, perhatian tersebut sangat kami rasakan juga pada saat putra putri kami melaksanakan potong gigi. Pak Walikota Denpasar dan Pak Bupati Tabanan ikut juga berpartisipasi, kesannya sangat baik sekali. Termasuk juga masyarakat ring Cepik juga berkesan sangat baik sekali menerima kedatangan Pak Bupati sampai bisa ke Cepik” Ujar Gusti Made Darmasudira, mewakili pihak keluarga. (Rilis)

Bupati Tabanan,Berikan Bantuan kepada Anak Yatim Piatu di Desa Bongan

TABANAN – Pantaubali.com – Berbagi kasih kepada sesama merupakan kewajiban sebagai umat manusia, terlebih kepada anak yatim. Sebagai bentuk perhatian, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bekerjasama dengan pihak terkait, memastikan pemerintah hadir di tengah anak-anak tersebut untuk memberikan perlindungan dan bantuan.

Hal itu ditunjukan orang nomor satu di Tabanan itu saat memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada 30 anak Yatim Piatu di Kabupaten Tabanan, bertempat di Kampung Investasi Hati, Banjar Wanasara, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Rabu, (29/6) sore.

Dalam kegiatan sosial yang bertajuk Bakti Sosial Baguna Pemberian Sembako kepada Anak Yatim dalam serangkaian peringatan Bulan Bung Karno ini sekaligus dirangkaikan dengan pemberian tali kasih kepada 10 relawan Kampung Investasi Hati.

Turut hadir saat itu, Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Founder Yayasan SOS (scholars of sustenance), Penasehat beserta pengurus DPC Baguna Kab. Tabanan, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Tabanan, Kelompok Ahli, serta Perbekel dan Bendesa Adat setempat.

Dalam sambutannya saat itu, Bupati Sanjaya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat terutama Yayasan SOS (scholars of sustenance) dan DPC Baguna Kab. Tabanan .

“Namanya juga investasi hati, dimana -mana selalu melakukan gerakan sosial, karma yang sangat baik, sehingga apa yang dilakukan saudara-saudara saya yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan ini mendapatkan pahala yang baik dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya yang juga selaku Ketua DPC PDI Perjuangan, mengatakan bahwa, Baguna dibentuk sebagai sayap partai yang bergerak di bidang kemanusiaan. Baguna merupakan Garda terdepan dalam gerakan kemanusiaan.

“Partai membentuk Baguna ini tujuannya adalah bersama-sama pemerintah bergerak dibidang sosial kemanusian baik secara langsung maupun tidak langsung,” imbuh politisi asal Dauh Pala Tabanan itu.

Sanjaya juga menambahkan bahwa, Pemerintah Kabupaten Tabanan selalu terbuka bagi semua pihak yang ingin turut mengulurkan bantuan dan bersama-sama melakukan gerakan sosial kemanusiaan. Karena menurutnya, bukan hanya pemerintah saja yang harus menunjukan kepedulian, namun seluruh elemen masyarakat wajib peduli dengan sesama.

Untuk itu, Bupati Sanjaya berharap kepada seluruh elemen masyarakat, baik itu pribadi, yayasan, LSM, atupun organisasi lainnya yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan khususnya di Tabanan, bersama-dengan pemerintah melakukan aksi berbagi dan peduli terhadap sesama yang membutuhkan.

“Jangan sampai saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan dan merupakan komitmen kita dari awal untuk membantu, menjadi tidak terbantu,” tambah Sanjaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Baguna Tabanan I Gusti Ngurah Agung Niriawan menambahkan, bahwa tema dari kegiatan ini adalah Peduli, Menyapa, dan Berbagi.

“Harapan kami kedepan, semoga bisa menjalin kerjasama yang lebih baik lagi dengan organisasi kemanusiaan lainnya, sehingga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.(Rilis)

Wagub Berharap, FORKI Mampu Dorong Sinergitas Pengembangan Olahraga Karate di Bali

DEPASAR – Pantaubali.com – Ditandai dengan pemukulan gong, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi Rakerprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali Tahun 2022, di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar, Kamis (Wraspati,Paing Medangsia) 30 Juni 2022.

Mengawali sambutannya, Wagub Bali menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rakerprov yang juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus FORKI Provinsi Bali Periode 2022-2026. Wagub Cok Ace berharap agar pengurus yang baru saja dilantik dan kemudian menggelar Rakerprov dapat melanjutkan program dan langkah-langkah membangun dunia olahraga karate di Bali. Ia juga meminta agar keberhasilan kepengurusan sebelumnya dijadikan tantangan untuk dapat berbuat yang lebih baik.

“Saya berkeyakinan bahwa siapapun yang duduk pada kepengurusan yang baru, bilamana sudah mempunyai perencanaan program yang baik dengan mengacu pada evaluasi program sebelumnya dan dibarengi dengan komitmen, semangat, kerja keras, motivasi tinggi, kerjasama yang baik, serta diiringi dengan doa niscaya keberhasilan akan dapat diraih,” imbuhnya.

Wagub Cok Ace menambahkan nantinya dalam menjalankan program kerja sangat diperlukan sinergitas dan kerjasama yang baik antara Pengurus FORKI Provinsi Bali dan Pengurus FORKI Kabupaten/Kota se-Bali. Selain itu juga diperlukan dukungan seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha, terutama para pecinta olahraga karate, untuk ikut berpartisipasi aktif mendukung program pengembangan olahraga karate di Bali, antara lain melalui pembangunan atau pemeliharaan prasarana dan sarananya, serta pengembangan industri olahraga, Ia menambahkan. Menurutnya, untuk kemajuan olahraga karate di Bali diperlukan pembinaan prestasi yang berdasarkan pada pola yang jelas dan terarah sehingga di masa yang akan datang akan lahir atlet karate baru yang akan mengharumkan nama Bali di kancah nasional maupun internasional.

“Untuk itu Pengurus FORKI Provinsi Bali dan Pengurus FORKI Kabupaten/Kota se-Bali harus bersinergi, bahu membahu meningkatkan kualitas atlet yang ada, serta mendorong lahirnya atlet muda potensial lainnya yang nantinya bisa sebagai regenerasi dari Cok Istri Agung Sanistyarani, I Kadek Krisna Dwi Antara dan atlet senior lainnya, ” tuturnya.(Rilis)

Gubernur Bali, Genjot Capaian Vaksinasi Booster Dari 70,06 Menuju 80 Persen

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali, Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi Booster dengan Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Danrem 163/ Wirasatya, BIN Daerah Bali, Kepala OPD Terkait di Pemprov Bali, Bupati/Walikota se-Bali, Kepala Dinas Kesehatan se-Bali di Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar dan diikuti secara live streaming oleh Perbekel, Lurah, Bendesa Adat se-Bali pada, Rabu (Buda Umanis, Medangsia) 29 Juni 2022 pagi.

Dalam Rakor tersebut, Gubernur Bali yan mig juga selaku Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan, ucapan terimakasihnya kepada seluruh komponen (Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Danrem 163/Wirasatya, BIN Daerah Bali, Bupati/Walikota se-Bali, Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat se-Bali, hingga Masyarakat Bali, red), karena berkat kerja keras Kita bersama Pandemi Covid-19 di Pulau Bali sudah bisa dikelola baik dengan kasus yang sudah stabil dan melandai, kemudian yang sembuh juga terus meningkat.

Dengan status yang baik ini dan sudah berjalan sejak bulan Maret sampai Juni atau 4 bulan di Tahun 2022 ini, maka Kita sekarang sedang memulai membangkitkan pariwisata dan perekonomian Bali, hal itu dimulai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan setelah orang nomor satu di Pemprov Bali ini memberlakukan kebijakan Tanpa Karantina dan menerapkan Visa on Arrival (VoA) kepada Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali sejak Maret 2022, kemudian diiringi oleh penerbangan yang terus mengalami peningkatan.

“Kabar terbaru, nanti akan ada lagi penerbangan baru di bulan Juli 2022 ini tiba ke Pulau Dewata, yaitu dari Korea, sehingga respon luar negeri kepada Bali sudah meningkat sebagai destinasi wisata dunia terpopuler,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini yang mendapat apresiasi dari peserta Rakor seraya menjelaskan kalau dicatat sekarang jumlah Wisdom melalui jalur udara sudah diatas 11.000 orang perhari, jalur darat juga sudah diatas 10.000 orang perhari dan ada 7 ribu Wisma yang datang ke Bali, sehingga sekarang Hotelnya sudah ada yang terisi 70 persen sampai 90 persen, Restaurant dan Travelnya juga mulai ramai, jalan – jalan juga mulai macet terutama di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Atas kondisi tersebut, Wayan Koster menyatakan momentum ini harus Kita syukuri dengan wajib menjaga situasi pandemi yang melandai dan stabil ini agar terus berlanjut. Karena selain membangkitkan pariwisata dan perekonomian Bali, Kita semua yang ada di Pulau Bali ini juga berkepentingan untuk mensukseskan Presidensi KTT G20 yang dipimpin oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, sehingga Kita harus terus mengelola Pandemi Covid – 19 dengan baik.

“Pertemuan Presidensi KTT G20 harus sukses berlangsung dengan aman, nyaman, dan damai,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sebelum Presidensi KTT G20 berlangsung, Bali di era Pemerintahan Gubernur Bali, Wayan Koster juga telah sukses menyelenggarakan pertemuan internasional ditengah stabilnya pandemi Covid-19, seperti,Konvensi Minamata, Pertemuan Parlemen Dunia ke-144, dan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR).

“Jadi kepercayaan dunia terhadap Bali kembali mendapatkan respon positif, meskipun banyak aktivitas lokal, nasional, dan internasional namun tidak berdampak terhadap Covid-19. Sehingga di dalam menangani pandemi ini tidaklah gampang serta mudah, dan Saya sebagai Gubernur sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali melakukan upaya pemulihan ini dengan Niskala – Skala (Niskala-nya dilakukan dengan ngrastiti bhakti keliling Pura di Bali untuk memohon Pandemi Covid -19 terkelola dengan baik, dan Skala-nya terus bekerja dengan seluruh Instansi Vertikal Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali dan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat, red),” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemprov Bali ini dalam arahannya menyatakan karena telah terbangunnya kepercayaan publik secara nasional dan internasional terhadap Bali berkat kerja keras kita bersama dengan konsep gotong royongnya di dalam mempercepat vaksinasi di Bali hingga vaksinasi boosternya tertinggi di Indonesia yakni sudah mencapai 70 persen, maka dalam kesempatan ini Saya mengadakan Rakor dalam rangka untuk mengajak Kita semua kembali bekerja keras di dalam meningkatkan vaksinasi booster dengan target 80 persen guna meningkatnya imunitas, khususnya kepada kelompok Lanjut Usia (Lansia).

Target 80 persen vaksinasi booster yang harus dicapai Bali, kata Wayan Koster mulai sekarang mesti dikelola teknisnya oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali yang bekerjasama dengan TNI/POLRI, Camat, Perbekel, Lurah, dan Bendesa Adat se-Bali. Kemudian mulai melakukan percepatan capaian booster sebanyak 80 persen atau lebih yang berlangsung dari tanggal 1 – 31 Juli 2022 dengan menerapkan konsep vaksinasi berbasis, Kecamatan, Desa Adat, Banjar, 4 Pasar, Mall dan Tempat kerumunan lainnya.

“Kalau vaksinasi Kita sudah diatas 80 persen atau mencapai 90 persen, itu akan menjadi promosi untuk luar negeri, karena Bali dilihat serius menangani pandemi Covid-19. Jadi Saya tegaskan, mengapa orang begitu ramai ke Bali, karena Kita telah menunjukan keseriusan menangani pandemi dengan hasil yang baik dan mereka yang datang ke Bali juga sangat percaya diri, bahkan penerbangannya penuh terus ke Bali. Kemudian sumber pendapatan dari PHR di Kabupaten Badung, Kota Denpasar termasuk Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Klungkung sudah menunjukan hasil,” ungkap Gubernur Wayan Koster.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak Bupati/Walikota lebih semangat bekerja dengan keras dan Saya akan berjuang ke Menteri Kesehatan Republik Indonesia Pusat untuk mendapatkan vaksin lagi ratusan ribu.

“Ayo serius mengurusi ini agar semua pulih. Supaya dunia percaya dengan Bali. Kalau mau ekonomi Bali tumbuh bangkit, harus tangani Pandemi dengan baik dan serius, ini rumusnya untuk memulihkan perekonomian Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster seraya bertanya ke Perbekel dan Bendesa Adat se-Bali, sanggup apa tidak? Lalu Perbekel dan Bendesa Adat menyatakan sanggup, siap Pak Gubernur, Kami dukung.

Mendengar penjelasan Gubernur Bali, membuat Bupati/Walikota se-Bali juga menyatakan nada dukungannya terhadap semangat Gubernur Wayan Koster untuk mewujudkan vaksinasi di Bali tercapai sebanyak 80 persen, seperti Bupati Badung yang diwakili Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Badung menyatakan siap menggelar vaksinasi booster dengan target 5 ribu orang perhari, Walikota Denpasar yang diwakili Wakil Walikota Denpasar siap menyasar 3 ribu orang perhari, Bupati Buleleng yang diwakili Wakil Bupati Buleleng mentargetkan 2 ribu orang perhari, sementara Bupati Gianyar yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Gianyar, Bupati Karangasem yang diwikili oleh Wakil Bupati Karangasem, Bupati Tabanan yang diwakili Sekda Tabanan, dan Bupati Klungkung yang diwakili Sekda Klungkung dengan kompak menyatakan target vaksinasi booster akan menyasar seribu orang perhar. Sedangkan Bupati Bangli yang diwakili Asisten III Bangli dan Bupati Jembrana yang diwakili Kadis Kesehatan Jembrana akan menggelar vaksinasi booster dengan target 800 sampai seribu orang perhari.

Sebelumnya capaian vaksinasi booster di Provinsi Bali sampai tanggal 28 Juni 2022 berada di persentase 70,06 persen yang bersumber dari : 1) Kabupaten Buleleng 63,03 persen; 2) Kabupaten Karangasem 68,28 persen; 3) Kota Denpasar 67,40 persen; 4) Kabupaten Badung 65,79 persen; 5) Kabupaten Jembrana 72,15 persen; 6) Kabupaten Tabanan 78,79 persen; 7) Kabupaten Gianyar 79,13 persen; 8) Kabupaten Bangli 71,87 persen; dan 9) Kabupaten Klungkung 75,77 persen.(Rilis)

Ketua TP PKK Bali Sebut, Tahun Ini Stand Pameran Anggrek Warnai PKB ke-44

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali tampil sebagai narasumber pada dialog Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 di Studio Mini RRI Denpasar yang berada di Areal Taman Budaya pada Budha Umanis Wuku Medangsia (Rabu,29/6).

Mengawali paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan, bahwa hampir setiap hari ia meluangkan waktu untuk mengunjungi PKB. Selain menyaksikan beragam pagelaran seni, kehadirannya juga bertujuan meninjau stand pameran PKB.

Disebutkan olehnya, PKB tahun ini tak hanya dimeriahkan pameran beragam kerajinan tapi juga menambah satu stand yang khusus memamerkan beragam anggrek.

“Tahun ini, ada tambahan pameran anggrek di Ratna Kanda. Ini dimaksudkan untuk mengangkat kembali potensi anggrek lokal Bali,” ujar Putri Koster yang baru-baru ini dilantik sebagai Ketua DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Provinsi Bali.Ia berharap, pameran anggrek bisa menyemarakkan Taman Budaya tak hanya saat pelaksanaan PKB tapi juga setelahnya. Ny. Putri Koster menambahkan, pameran anggrek di ajang PKB ke-44 bisa menjadi alternatif bagi pengunjung.

Pada bagian lain, perempuan yang dikenal memiliki segudang talenta ini bersyukur karena PKB secara offline dapat kembali digelar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.Membludaknya pengunjung ke PKB tahun ini diibaratkannya seperti air yang lama terbendung lalu mengalir deras ketika dibuka.

“Masyarakat telah lama menahan kerinduan menikmati langsung karya para seniman. Setiap pementasan tak pernah sepi dari pengunjung,” sebutnya.

Membludaknya pengunjung di arena PKB berimbas positif pada omzet penjualan pelaku IKM di arena pameran. Pihaknya mencatat, hingga hari ke-18 perhelatan PKB, omzet penjualan telah menyentuh angka Rp. 4,8 miliar.

“Itu catatan tadi siang, malam ini saya kira bisa menyentuh angka Rp. 5 miliar,” cetusnya.

Terkait dengan konsep pameran di PKB, Ny. Putri Koster menyebutkan bahwa orientasinya bukan semata menyediakan tempat untuk berjualan. Dekranasda Bali menjadikan pameran PKB sebagai media edukasi untuk penguatan IKM.

“Jadi yang berpameran di sini bukan pedagang, tapi betul-betul pelaku IKM yang memproduksi kerajinan lokal. Tempatnya juga diberikan gratis,” imbuhnya.

Selain menekankan pada penjualan produk lokal, Dekranasda Bali juga memberi edukasi tentang penentuan harga. Dengan tagline ‘produk berkualitas dengan harga pantas’, ia ingin memberi jalan tengah yang sama-sama menguntungkan bagi perajin, penjual dan konsumen.

“Jangan sampai harga ditekan serendah-rendahnya di perajin, lalu diangkat setinggi-tingginya di tingkat konsumen,” tambahnya.

Ia menyarankan agar produsen melepas barangnya dengan margin keuntungan antara 20 hingga 25 persen dari total biaya produksi. Terkait dengan edukasi harga ini, perempuan yang juga dikenal sebagai penyair ini mengemas pameran dengan label harga pas layaknya di supermaket.

“Sudah ada label harganya, jadi pembeli jangan menawar lagi,” cetusnya.

Masih dalam paparannya, ia juga menyinggung tumpukan sampah yang sempat terjadi di ajang PKB tepatnya pada malam Hari Raya Kuningan. Menyikapi hal itu, ia langsung memberi arahan agar petugas kebersihan jangan hanya bekerja di akhir, tapi harus dilakukan secara kontinu.

“Sebab yang dihadapi kan bukan situasi biasa, jadi bersih-bersih tak bisa hanya dilakukan di akhir ketika pengunjung telah berkurang. Harus dilakukan secara terus menerus,” ungkapnya sembari mengingatkan pengunjung agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan arena PKB dengan membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, panitia juga telah memasang larangan membawa makanan ke arena pameran.

“Saya harap ini dipatuhi demi kenyamanan kita bersama,” harapnya.

Mengakhiri paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Bali yang menunjukkan antusiasme luar biasa dalam menikmati karya para seniman. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat menjadi modal bagi pemerintah untuk meneruskan upaya pelestarian dan penguatan seni budaya melalui PKB yang digagas oleh Gubernur Bali Periode 1978-1988 Ida Bagus Mantra.

“Pemerintah menjaga dan mewadahi, masyarakat ikut menjaga, menikmati dan mencintai seni budaya Bali,” pungkasnya.(Rilis)