- Advertisement -
Beranda blog Halaman 727

Wagub Cok Ace Gelar Rakor Sikapi Penipuan Money Changer

DENPASAR- Pantaubali.com – Kasus penipuan money changer yang menimpa Turis Australia baru-baru ini mendapat perhatian serius Wakil Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Menyikapi persoalan yang mencoreng citra pariwisata Bali itu, Wagub Cok Ace menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama stakeholder pariwisata, Selasa (Anggara Pasah Wuku Merakih) 26 Juli 2022. Rakor yang digelar di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali itu diikuti unsur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Polda Bali, Pol.PP Bali dan Kabupaten Badung, Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Badung dan Gianyar, Asosiasi Pedagang Valuta Asing dan stakeholder pariwisata lainnya.

Wagub Cok Ace dalam arahannya menyampaikan bahwa aksi penipuan yang menimpa wisatawan asing oleh money changer tak berizin itu sangat penting untuk disikapi. Selain merusak citra pariwisata Bali, tindakan semacam ini bisa menjadi bumerang bagi Bali yang saat ini tengah berjuang memulihkan sektor pariwisata.

“Seluruh komponen telah berjuang keras dan bahu membahu untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Sekarang pun Covid-19 sejatinya belum teratasi secara tuntas, tapi syukurnya sektor pariwisata berangsur pulih,” ucapnya. Oleh sebab itu, ia tak ingin aksi-aksi penipuan seperti yang terjadi di money changer menjadi hambatan dalam pemulihan Bali. Melalui pelaksanan rakor ini, ia ingin memperoleh masukan dari berbagai komponen untuk mengatasi persoalan ini. Selain kasus penipuan money changer, Wagub Cok Ace juga menyinggung isu lain dalam dunia kepariwisataan yaitu ketentuan SIM Internasional bagi wisatawan dan persoalan lingkungan yang rentan dijadikan alat untuk menjatuhkan citra pariwisata Bali.

Terkait dengan keberadaan money changer, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan bahwa kegiatan usaha ini diatur dalam Peraturan BI Nomor 18/20/PBI/2016 Tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB). Dalam operasionalnya, KUPVA BB memiliki kantor pusat dan kantor cabang. Merujuk data bulan Juni 2022, di Bali terdapat 103 kantor pusat dan 388 kantor cabang KUPVA BB yang tersebar di seluruh Bali.

“Sebarannya terbanyak ada di Kabupaten Badung yaitu 347 kantor cabang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Trisno Nugroho menjelaskan ciri-ciri KUPVA BB berizin yaitu memasang logo serta sertifikat izin usaha yang dikeluarkan oleh BI. Menurutnya, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam penertiban money changer bodong. Tantangan antara lain, tak semua wisatawan asing paham bahwa mereka harus bertransaksi valuta asing di KUPVA BB berizin dan banyak pelaku usaha tidak paham peraturan dalam mendirikan usaha penukaran valuta asing.

Selain itu, edukasi dan sosialisasi terkait penukaran valuta asing masih minim serta belum ada tindakan penertiban untuk memberikan efek jera bagi pelaku usaha KUPVA BB tidak berizin. Menyikapi hal ini, Trisno mengusulkan pelibatan desa adat dalam penertiban KUPVA BB tak berizin dengan memasukkannya dalam pararem. Menurutnya hal ini bisa memberi efek jera bagi pelaku KUPVA BB tak berizin yang beroperasi di wewengkon desa adat.

Rencana penertiban KUPVA BB tak berizin didukung sepenuhnya oleh Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali Ayu Astuti Dhama. Menurutnya, penertiban bisa dilaksanakan dengan memeriksa kelengkapan yang resmi dikeluarkan BI berupa logo dan sertifikat izin usaha. Sementara itu, Wadir Krimum Polda Bali AKBP Suratno menegaskan bahwa jajarannya mendukung penuh upaya pemulihan ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Disebutkan olehnya, aksi penipuan money changer bukanlah satu-satunya hal yang mencoreng citra pariwisata Bali.

“Ada pula aksi penjambretan, copet hingga ulah oknum sopir taksi yang menaikkan tarif untuk wisatawan,” bebernya.

Khusus terkait aksi penipuan money changer, pihak kepolisian mengalami kendala dalam menindaklanjuti karena tak terpenuhinya unsur formil dan materiil. Karena kerapkali wisatawan hanya berorientasi barang atau uang mereka kembali dan tak melanjutkan proses hukum sebagaimana yang berlaku di Indonesia.

“Kalau ada laporan resmi, ini bisa kami tindaklanjuti sebagai tindakan penipuan dan penggelapan,” ujarnya.

Kendati demikian, jajaran kepolisian tetap berupaya untuk menertibkan keberadaan money changer dengan melakukan pengecakan ke lapangan.

“Dari 155 money changer yang sudah kami cek, hanya 10 yang ada izinnya. Tapi kami tak punya kewenangan untuk nutup,” tandasnya.

Pol PP Bali dan Badung juga mengutarakan bahwa mereka tak punya kewenangan untuk memberi sanksi atau menutup karena regulasinya ada di Bank Indonesia. Manambahkan penyampaian jajaran Pol PP, Ketua LPM Legian I Wayan Puspa Negara menyinggung pentingnya keterlibatan Bank Indonesia dalam menertibkan money changer tak berizin. Ia yakin, dengan dukungan semua pihak, persoalan ini dapat segera teratasi.

Sedangkan Koordinator kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata IGAN Rai Surya Wijaya menyarankan agar pemerintah tegas dan tak mentolerir keberadaan money changer bodong yang dapat menurunkan citra pariwisata Bali. Sejalan dengan usulan BI, ia juga mengusulkan pelibatan desa adat dalam penertiban money changer bodong.

Berikutnya ada Kepala Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali Nyoman Nuarta yang menyarankan pembentukan satgas dan rapat lanjutan dalam menyikapi persoalan ini.Setelah mendengar berbagai masukan, Wagub Cok Ace menyimpulkan bahwa rakor menyepakati pembentukan tim task force yang bisa langsung bekerja dan turun ke lapangan untuk memberi efek jera.Selanjutnya akan dibentuk tim dengan jangkauan lebih luas yang bertugas mencari persoalan sosial yang menjadi pemicu maraknya aksi penipuan berkedok money changer di objek wisata.

Sejalan dengan itu, Ketua Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana akan memperkuat upaya pencegahan dengan mengedukasi wisatawan agar lebih banyak menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi.

“Kita akan buatkan arahan dalam berbagai bahasa untuk mengedukasi wisatawan agar mereka tidak mudah kena tipu,” pungkasnya.(Rili).

Bupati Tabanan Buka Secara Resmi TMMD ke 114 Ditandai Pemukulan Gong

TABANAN – Pantaubali.com – TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 114 tahun 2022 secara resmi dibuka oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M dengan ditandai pemukulan gong sebanyak 3 kali dalam Upacara Pembukaan TMMD ke 114 yang digelar di halaman parkir Pura Luhur Muncak Sari Desa Sangketan Kecamatan Penebel Kab. Tabanan,Selasa, (26/7).

Kegiatan Upacara Pembukaan TMMD ke 114 tahun 2022 di wilayah Kodim 1619/Tabanan tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos, M.Si, Danrem 163/Wirastya diwakili Kasiter Kasrem 163/Wirasatya Letkol Inf Hari Sandi, Aster Kasdam IX/Udayana diwakili Pabandya Komsos Mayor Inf I Wayan Suwitantra , Ketua DPRD Kab. Tabanan I Made Dirga S.Sos, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra S.I.K, M.H, Kejari Tabanan, Kepala Pengadilan Negeri Tabanan bersama jajaran Forkopimda Kab. Tabanan, Danrindam IX/Udayana diwakili Kabagum Letkol Inf Rahmat, Dandim Jajaran Korem 163/Wirasatya, Kepala SKPD Kab. Tabanan, Kepala BUMN dan BUMD Kab. Tabanan, Forkopimcam Penebel dan selemadeg, Perbekel Desa Sangketan, Perbekel Desa Wanagiri beserta para bendesa Adat serta undangan lainnya termasuk Adik-adik Pramuka, pelajar serta para tokoh dan Masyarakat.

Upacara Pembukaan yang melibatkan peserta upacara yang terdiri dari 1 SSK Satgas TMMD, 1 STT personel TNI, 1 SST Polres Tabanan, 1 SST Satpol PP, 1 SST Dishub, 1 SST BPBD, 1 SST Pecalang, 1 SST Siswa SMA dan 1 SST Satsik Ajendam IX/Udayana tersebut, diawali dengan tarian pembukaan yaitu tarian bungan sandat kemudian untuk acara pokok dilanjutkan laporan Dansatgas TMMD ke 114, penandatanganan serah terima, penyerahan toolkit dan material secara simbolis serta sambutan dari Bupati Tabanan dan pernyataan pembukaan secara resmi TMMD ke 114 dengan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali.

Dalam Sambutannya Bupati Tabanan menyampaikan rasa gembira atas dibukanya TMMD ke 114 di Desa Sangketan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Danrem 163/Wirasatya, TNI Polri dan Jajaran Pemerintah Desa dan Prajuru Adat yang terjun langsung membantu masyarakat dalam membangun fisik dan non fisik dalam program TMMD ke 114 tahun 2022.

Dengan dibukanya TMMD membuktikan bahwa di Kabupaten Tabanan telah terbangun sinergisitas antara TNI-Polri dan Pemerintah Daerah untuk mempercepat dalam pelaksanaan pembangunan daerah terlebih tema kemanunggalan kali ini adalah “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI”.

“Hal ini mengandung makna bahwa TMMD adalah cermin bahu membahunya seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan bentuk persatuan ini akan menjadi pondasi yang kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI ditengah berbagai problem yang menghampiri dan saya berharap melalui TMMD ini Soliditas dan sinergitas antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dapat terjalin erat baik selama pelaksanaan TMMD maupun sesudahnya”, paparnya.

Di tengah sambutannya Bupati Tabanan juga menambahkan terkait tarian bungan sandat yang menjadi tarian pembuka dalam acara tersebut yang merupakan ikon tarian Kabupaten Tabanan.

“Kabupaten Tabanan merupakan Kabupaten memiliki jalan yang terpanjang di provinsi Bali sepanjang 893 Km dan program TMMD kali ini adalah untuk membantu masyarakat membangun jalan yang menghubungkan desa sangketan kecamatan penebel dengan desa wanagiri kecamatan selemadeg, Infrastruktur jalan ini sangat strategis karena menghubungkan dua desa di dua kecamatan serta memperlancar akses perekonomian desa khususnya hasil pertanian, dengan dibangunnya jalan ini diharapkan produk pertanian dapat tiba dipasar dalam kondisi baik, untuk itu saya berharap masyarakat desa sangketan dan desa wanagiri senantiasa memberikan dukungan demi kelancaran pelaksanaan program TMMD semua masyarakat harus bersedia bekerjasama dan bergotongroyong demi suksesnya kegiatan fisik dan non fisik yang akan dilaksanakan selama sebulan dari tanggal 26 Juli sampai dengan 24 Agustus 2022”, Lanjut Bupati dalam sambutannya.

Dan Bupati juga berharap, setelah dibangunnya jalan ini masyarakat dapat memeliharanya dengan baik hidupkan lagi budaya tedun, ngayah, gotongroyong ditelajakan masing-masing untuk menjaga saluran airnya, merawat jalannya dan dilandasi semangat swadaya gotongroyong dan jadikan momentum juga TMMD ini sebagai sarana untuk mempererat Kembali rasa kebersamaan dan rasa persatuan

“Sagilik saguluk salunglung sabayantaka sarpanaya, Kepada pemerintah desa sangketan dan wanagiri diharapkan mendukung secara penuh mudah-mudahan kegiatan ini dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat”, kata Bupati.

Kegiatan Upacara Pembukaan TMMD ke 114 tahun 2022 diakhiri dengan persembahan tari – tarian yang di bawakan oleh anak – anak siswa desa sangketan kecamatan penebel dan di lanjutkan dengan meninjau pameran UMKM dan sesi photo bersama.(Rilis)

Aktivis Anak, Menduga Ada Tindakan Pencabulan Dilakukan Pelaku Ke NY

DENPASAR – Pantaubali.com – Terkait kasus anak, korban penganiayaan dan penelantaran di Denpasar dengan korban berinisial NY (5).

Kembali Pemerhati Anak, Siti Sapurah angkat bicara menyampaikan, adanya dugaan tindakan pencabulan dilakukan oleh pelaku.

Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya bekas gigitan pada payudara sebelah kanan korban diduga kuat oleh Advokat sekaligus Pemerhati Anak, Siti Sapurah, alias Ipung, menjadi bukti bahwa, NY merupakan korban pencabulan.

Terkait dugaan tersebut, akhirnya pihak RS Wangaya melakukan pemeriksaan visum VeR dalam mengungkap kasus korban NY.

“Jadi visum VeR atas desakan saya kepada pihak RS Wangaya. Ini karena saya tahu selama ini korban dibawa ke RS Wangaya, dimana Humas Wangaya mengubungi saya sampai empat kali dari Sabtu, 23 Juli 2022.Untuk mengecek luka hingga adanya patahan di paha kanan korban.”, Katanya beberapa hari lalu di Denpasar.

Kota Denpasar memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dimana tercantum MoU antara Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik Kesehatan apapun jika ada anak di bawah umur 0-18 Tahun diajak ke rumah sakit, diduga ada kekerasan fisik atau seksual dari orang lain maka wajib hukumnya pihak rumah sakit memperdalam pemeriksaan tersebut dan melakukan laporan ke polisi.

Dirinya menilai tidak tepat apabila ‘nafsu’ digunakan sebagai salah satu acuan dalam pemeriksaan. Pasal 81 dan Pasal 82 UU 23 Tahun 2002 perubahan UU 35 Tahun 2014 dan Perubahan Kedua UU 17 Tahun 2016 tentang Kejahatan Seksual, yang mana isinya ‘barang siapa mengajak melakukan, membiarkan melakukan anak dibawah umur baik dengan tipu muslihat, paksaan ancaman perbuatan cabul dan persetubuhan diancam dengan ancamanya sampai 20 Tahun Penjara, bahkan seumur hidup’.

“Kita tidak tahu seseorang memiliki nafsu, jadi yang tahu dia sendiri (tersangka). UU tidak mengatur nafsu. Saya juga tidak mengacu pada visum VeR, ini karena dalam kasus pencabulan tidak akan pernah ada robekan dalam bagian intim”, katanya.

Dalam persetubuhan anak, ada robekan goresan, memar merah atau apapun. Dirinya juga minta lakukan visum Psikiatri untuk memeriksa psikologis si anak, apakah peristiwa ini ada rentetan dengan pencabulan atau kejahatan seksual yang lain.

Sembari Dirimya menambahkan, Apa alasan anak dari jam 12 ke atas sampai jam 5 pagi, dengan alasan anak tidak mau tidur? Kenapa pangkal kanan paha patah bukan karena pukulan, tetapi karena ada tekanan.

DPRD Tabanan Dorong Eksekutif Miliki Produk Air Kemasan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mendorong, eksekutif dapat terus mencari terobosan.

Salah satu potensi besar dimiliki Tabanan berupa sumber mata air dapata dikelola dengan baik, salah satunya dengan membuat air kemasan produk asli Tabanan.

“Beberapa waktu lalu kami kungker ke Lombok, disana hampir semua toko modern menjual air kemasan produk asli air Lombok namanya air Narmada,” katanya, Senin,( 25/7).

Tabanan mencontohkan pola seperti, di Lombok dengan membuat air kemasan produksi sendiri.

“Rencana ini akan kita dorong dan teruskan ke eksekutif. Untuk tahap awal kita akan sharing dengan OPD terkait rencana membuat air kemasan sendiri,” ucapnya.

Pola dan regulasi nantinya dapat mencontoh apa dilakukan oleh Lombok dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di Tabanan.

“Tahap awal kita akan godok dulu secara internal kemudian ditindaklajuti secara kontinyu karena, Tabanan memiliki potensi besar untuk mengelola air menjadi air kemasan,” tandasnya.

Sementara itu upaya lain telah dilakukan DPRD Tabanan dalam rangka meningkatkan PAD yakni menyusun Ranperda Parkir telah melalui sejumlah tahapan. Dan sudah disepaktai dalam rapat pleno internal kemarin,(Senin,(25/7).

Jaga Kamtibmas, Polisi Sambangi Pasar Senggol, Terminal, Pertokoan dan Angkringan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tabanan, serta mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 varians baru Polsek Tabanan menurunkan Unit Kecil Lengkap (UKL), Minggu,(24/7) mulai pukul 20.00 sampai dengan 22.00 Wita personil Polsek Tabanan melaksanakan Patroli malam, dengan menyasar tempat-tempat keramaian.

“Kegiatan patroli pada malam hari ini dilakukan adalah, untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas pada tempat tempat keramaian. Demikian juga halnya dengan Covid-19 varians baru, kami himbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker”, jelas Kapolsek Tabanan Kompol I Made Pramasetia, kemarin malam (Minggu,(24/7) di Tabanan.

Dia menyampaikan, adapun tempat menjadi sasaran patroli UKL, Pasar Senggol Tabanan , Terminal Pesiapan , Parkiran Gaja Mada , jalan By Pass Ir Soekarno , pertokoan, warung angkringan ataupun tempat lain yang berpotensi terjadinya kerumunan. Tim UKL terdiri dari Unit Patroli, Reskrim, Intelkam, Binmas dan lalulintas.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa Jawa – Bali masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Mari kita bersama sama tetap waspada. Kewaspadaan ini kita wujudkan dengan tetap disiplin Prokes”, paparnya.

Sembari Dia berpesan, tetap jaga diri, jaga keluarga, Jaga Negara dengan tetap disiplin menerapkan prokes sehingga bisa terhindar dari Covid-19.

Seorang Pelajar, Diduga Gantung Diri di Temukan Warga di Peguyangan Kaja

DENPASAR – Pantau Bali seorang pelajar berinisial IPPY ditemukan telah meregang nyawa di Samping sungai kecil di Banjar Paangtebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara di pohon menggunakan seutas tali, Minggu,(24/7) pukul 16.00 wita.

Adapun kronologis kejadian menurut, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulisnya, Senin,(25/7) di Denpasar menyampaikan, salah satu saksi menerangkan bahwa, Minggu,(24/7) sekira jam 16.00 wita saksi tersebut di atas sedang melaksanakan olah raga sore dengan berjalan kaki dari rumahnya, setelah melintasi TKP, selanjutnya dari jarak kurang lebih 6 meter saksi melihat ada tali terikat dipohon, melihat tali tersebut selanjutnya saksi mendekati dan memperhatikan tali yang terikat di pohon, pada saat saksi mendekati tali tersebut kemudian saksi kaget melihat ada orang tidak dikenal dengan posisi duduk dengan leher terjerat tali dan menggantung di pohon.

Melihat hal tersebut selanjutnya saksi menghubungi pak pasek untuk memberitahukan hal tersebut.

“Posisi korban saat ditemukan, duduk dan lehernya terjerat tali nilon warna, warni dan tergantung di pohon dengan panjang tali dari pohon ke posisi korban kurang lebih 4 meter dan matanya terbuka dan lidah menjulur keluar”, jelasnya.

Selain itu, saat ditemukan korban menggunakan pakaian jaket bertuliskan NASA warna abu-abu dan menggunakan celana jeans Pendek warna biru, Disaku celana korban ditemukan kunci sepeda motor dompet yang didalamnya berisi STNK sepda Motor SCOOPY no.Pol 6129 ER, KTP, Kartu pelajar, kartu ATM BRI dan ATM BNI serta kartu Vaksin.

Dekat korban gantung diri ditemukan juga sepasang sandal warna hitam dan satu buah helm warna hitam serta disamping jalan yang jaraknya kurang lebih 10 meter dari posisi korban gantung diri di temukan sepeda Motor Honda Scoopy warna abu abu No.Pol : DK 6129 ER

“Sekira jam 17.30 wita anggota Identifikasi Polresta Denpasar berjumlah 2 oran datang, guna melakukan olah TKP dengan cara, memeriksa tubuh korban dan tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan, memotong tali menggunakan pisau sabit yang dipinjam dari warga pada pohon ditemukan ikatan bersimpul”, ujarnya.

Dalam Dompet korban di temukan KTP namun namanya tidak terbaca hanya terlihat alamat korban tinggal di Jalan Kebo Iwa Utara banjar Robokan Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, kota Denpasar juga Kartu Pelajar berinisial IPPY.

Sembari Dirinya menambahkan, sekitar jam 18.00 wita petugas dari BPBD Denpasar berjumlah 5 orang datang dan selanjutnya mengevakuasi korban dengan cara memasukannya kedalam kantung jenasah, kemudian selanjutnya di bawa menggunakan mobil ambulan ke rumah sakit sanglah.

Screening Film Pada HUT KNPI di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Mungkin menjadi hal yang baru bagi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk merayakan hari jadinya dengan screening film. Screening film atau penayangan film sengaja dipilih untuk mengajak generasi muda menonton tayangan sekaligus berdiskusi dari apa yang mereka amati.

“Kami ingin menumbuhkan sikap kritis serta empati khususnya bagi anak muda di Tabanan,” kata Ketua DPD KNPI Tabanan I Made Dwi Agung Sastrawan Minggu, (24/7).

Acara Screening film digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria pada Sabtu, (23/7) malam. Acara ini menampilkan enam film dokumenter yang dibuat oleh sineas asal Bali. Film yang ditampilkan yakni, Air Untuk Wasa dan Pengen HP yang disutradari oleh I Made Suarbawa, Pekak Kukuruyuk dan Sudah Tahu Kenapa Korupsi disutradari oleh Agung Yudha, Sama-sama Bersama oleh Gusti Aryadi, dan Besok Saya Tidak Masuk Sekolah oleh Oka Sudarsana.

“Di Tabanan, nonton film dan berdiskusi menjadi hal yang baru. KNPI ingin memberikan perspektif yang berbeda,” ujar Agung Sastrawan.

Salah satu pembicara pada sesi diskusi film HUT KNPI, Anak Agung Ngurah Bagus Kusuma Yudha atau Agung Yudha memberikan apresiasi kegiatan nonton bareng dari KNPI Tabanan. Ia juga berharap, iklim menonton film dan berdiskusi semakin terbentuk di Tabanan.

“Semoga nantinya makin sering ada kegiatan seperti ini,”ujarnya.

Ia juga berharap, dengan adanya dukungan dari berbaga pihak minta masyarakat untuk melihat film documenter yang dibuat oleh sineas lokal semakin bertambah. Selain itu, pria berkacamata yang juga seorang dosen ini menyampikan film bisa menjadi sarana untuk pengenala kebudayaan.

“Lewat film orang di Aceh bisa lihat budaya Papua misalkan. Selain itu, jaringan film documenter juga luas dan saling membantu,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tabanan I Wayan Sarba yang mewakili bupati Tabanan berharap, kegiatan kreatif pemuda di Tabanan bisa terus ditumbuhkan sehingga bisa berkembang dan memberikan dampak pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Dengan kegiatan positif, anak muda bisa terhindar dari hal yang aneh-aneh lah” tutupnya.(Rilis)

Buka Pumek Cup IV, Bupati Tabanan Optimis Sepak Bola di Tabanan Kembali Menggeliat

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah cukup lama vakum, akhirnya ajang kompetisi bergengsi khususnya dunia sepak bola di Kecamatan Pupuan kembali digelar. Hal ini mendapat atensi penuh dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, saat membuka secara langsung kegiatan tersebut di lapangan umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Minggu, (24/7). Pihaknya berharap ini bisa menjadi momen kebangkitan dunia persepakbolaan di Kabupaten Tabanan.

 

Bupati Sanjaya dalam sambutannya mengatakan, seluruh generasi muda yang tergabung dalam 13 Tim yang menjadi peserta kompetisi Sepak Putra Mekar (Pumek) Cup IV, diharapkan berlaga dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Turut hadir saat itu, salah satu anggota DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Tabanan, beberapa anggota DPRD asal Pupuan, Asisten II, Ketua Koni dan OPD terkait, Camat, unsur Muspika Kecamatan Pupuan, Inisiator kegiatan, Perbekel, Bendesa Adat serta panitia setempat.

 

Disamping itu, hal ini membuktikan bahwa ajang kompetisi sepak bola di Kecamatan Pupuan sangat diminati, walaupun telah lama vakum yang disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah pandemi. “Pandemi hampir 3 tahun kita rasakan bukan hanya di Tabanan, tapi diseluruh dunia yang mengakibatkan mandegnya segala kegiatan, baik kegiatan ekonomi maupun kegiatan-kegiatan olah raga dan kegiatan lainnya,” ujar Sanjaya.

 

Namun meredanya pandemi sangat disyukuri oleh Bupati Sanjaya, dimana menggeliatkan kembali semua sektor terutama olahraga yang ditandai dengan dibukanya berbagai kegiatan olah raga di Tabanan. “Astungkara, sekarang di tahun 2022 di bulan Juli ini, pandemi sudah mulai mereda, buktinya hari ini dan beberapa bulan yang lalu dunia olahraga di Kabupaten Tabanan sudah bergeliat kembali,” pungkas Sanjaya.

 

Meskipun begitu, Sanjaya berharap masyarakat tidak terlena dengan situasi ini dan menekankan agar terus waspada serta selalu menerapkan prokes dengan baik. Sekaligus mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama kembali menata dunia olahraga di Tabanan. “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak terkait dalam kegiatan ini. Astungkara, semoga kegiatan ini berhasil dan mampu mencetak generasi muda yang kompeten khususnya di bidang Sepak Bola,” harap politisi asal Dauh Pala tersebut.

 

Kalau dimakanai secara bersama-sama, hal ini termasuk dalam asta program visi misi Pemkab. Dimana salah satunya adalah mengembangkan dunia olah raga. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mendukung kegiatan ini apalagi memiliki tujuan yang mulia, yakni menghidupkan kembali dunia olahraga di Pupuan, dan di Tabanan umumnya. Juga diharapkan menjadi awal kebangkitan olahraga, khususnya sepak bola di Kabupaten Tabanan.

 

Sebelumnya, Inisiator kegiatan I Gede Purnawan, mengatakan, Pumek Cup IV ini diikuti oleh 13 Klub Sepak Bola di 3 Kabupaten, yakni Buleleng, Jembrana dan khususnya Tabanan. Dimana kompetisi ini dimulai pada tanggal 24 Juli 2022 sampai 17 Agustus 2022 mendatang. “Kita ingin membangkitkan kembali sepak bola khususnya di Tabanan dan khususnya lagi di Pupuan. Apalagi Pumek Cup ini sudah jeda hampir puluhan tahun terlebih adanya pandemi,” pungkas Purnawan.

 

Senada dengan Bupati Sanjaya, pihaknya sangat bersemangat untuk membangkitkan kembali event-event olahraga di Tabanan, terutama di Pupuan. Dimana, Pumek Cup ini kedepannya akan dijadwalkan setiap dua tahun sekali. Dengan harapan agar mampu mencetak bibit unggul di bidang sepak bola serta mempersempit ruang kegiatan negatif pada generasi muda, sehingga memberikan efek yang baik bagi perkembangan generasi muda Tabanan.

 

Bupati Tabanan, Generasi Muda Diharapkan Mampu Hadapi Tantangan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka mewujudkan Visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani dibutuhkan peran serta dari semua lini, di dalamnya termasuk peran serta Pramuka. Melalui gerakan Pramuka, diharapkan generasi muda yang terlibat di dalamnya mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah maraknya perkembangan teknologi informasi. Hal tersebut diungkapkan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M yang juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Tabanan saat Melantik Majelis Pembimbing Ranting, Pengurus Kwartir Ranting dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Se-Kwartir Cabang Tabanan Masa Bakti 2022-2025 dan serta Pelantikan Satgas Pramuka Peduli, Pusdiklatcab, Saka-saka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tabanan Masa Bakti 2020-2025, Minggu (24/7).

 

Berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, dalam pelantikan para pengurus yang dilantik pagi itu, nampak juga menghadiri, Sekda selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Tabanan, Jajaran Forkopimda, OPD selaku Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Tabanan, Pimpinan Satuan Karya Gerakan Pramuka Kwarcab Tabanan, Para camat di Kabupaten Tabanan selaku Kamabiran Gerakan Pramuka Se-Kabupaten Tabanan, serta Kapusdiklatcab dan Satgas Pramuka Peduli.

 

Sebanyak 40 kandidat terlantik dalam Lembaga-lembaga Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tabanan Tahun 2022 pagi itu, dengan disaksikan sebanyak 300 anggota dari perwakilan tiap ranting dan Satuan Karya Pramuka Tabanan. Bupati Sanjaya sampaikan selamat dan berpesan agar para terlantik dapat bekerja dengan tulus ikhlas, bertanggung jawab dan mengemban tugas dengan baik kedepannya, tentunya pihaknya juga sampaikan ungkapan terima kasih kepada para pengurus yang telah melewati masa tugas.

 

Melalui kepengurusan yang baru, besar harapan agar dapat membawa Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan untuk dapat berkontribusi dalam mempercepat pencapaian Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, terlebih dalam mengantisipasi tantangan dan permasalahan generasi muda yang semakin luas dan kompleks, termasuk kemajuan teknologi informasi yang cepat di era globalisasi.

 

“Saya berharap Gerakan Pramuka bisa tampil menyingkapi hal ini, pergunakan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka guna membentuk karakter Anak Tabanan yang Tangguh, Unggul, Terampil dan Melek Teknologi, dan kegiatan pramuka dapat memaksimalkan potensi itu, salah satunya adalah dengan menggaungkan terus moto Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Baktikan” Papar Ketua Mabicab, Sanjaya.

 

Moto tersebut dimaksudkan untuk menegaskan kembali, tujuan hadirnya pramuka adalah selaras dengan harapan pemerintah dan masyarakat yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan manusia yang unggul, berkarakter, beradab dan berprestasi.

 

Di kesempatan itu, orang nomor satu di Tabanan itu juga berpesan terkait beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam Gerakan pramuka. Di antaranya untuk mensegerakan konsolidasi organisasi baik di tingkat cabang, kecamatan sampai di gugus depan, hal ini dimaksudkan untuk pembenahan organisasi, karena hanya dengan orgaisasi yang sehat maka kegiatan kepramukaan akan berhasil. Selanjutnya untuk memperbanyak kegiatan pramuka yang bersifat rekreasi edukatif dan sarana pembinaan yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian.

 

“Kepada Para Pembina dan Pembimbing saya harapkan untuk senantiasa mengajak peserta didiknya untuk tampil segar, berbahagia, sehat dan bersahabat melalui kegiatan menyenangkan, ceria, terampil dan berbudaya, karena hanya melalui pendekatan yang edukatif dan mengedepankan seni budaya, maka pengaruh negative globalisasi dapat kita tangkal” Pihaknya menerangkan.

Lebih lanjut, Sanjaya juga berharap pramuka Tabanan ke depan akan mampu melaksanakan tugas dengan inovatif, kreatif sesuai dengan masa kekinian di era milenial.

“Adik-adik Pramuka sebagai generasi penerus bangsa dan harus memiliki karakter yang kuat untuk membangun Tabanan yang kita cintai” imbuhnya.

 

Menanggapi harapan Bupati Sanjaya, Made Miasa selaku Ketua Panitia sampaikan ungkapan terima kasih dan harapannya kepada para pengurus yang baru terlantik.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati selaku Majelis Pembimbing Kabupaten Tabanan Gerakan Pramuka, dengan harapan, ke depan dengan dilantiknya dan dilengkapinya seluruh perangkat kepengurusan di lingkungan Kwarcab Pramuka di Tabanan ini, maka kita harapkan Gerakan Pramuka di Tabanan Semakin eksis dalam mengabdikan dirinya pada masyarakat sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dengan moto berbakti tiada henti” Ungkapnya.

Pelantikan diresmikan dengan penandatanganan ikrar oleh perwakilan peserta yang dilantik dan penandatanganan naskah oleh Ketua Mabicab, penyematan tanda jabatan dan pemakaian rompi satgas Pramuka peduli secara simbolis.(Rilis)

Kedepankan Konsep Menyama Braya Dalam Pembangunan,Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Warga Kabayan Nyambu

TABANAN – Pantaubali.com – Bersatunya warga Banjar Kabayan, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri dalam melaksanakan Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan Wraspati Kalpa, Pedudusan Alit Caru Manca Sata Medurga, mendapat apresiasi dan dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta jajaran, Sabtu, (23/7).

Hal ini merupakan komitmen jajaran Pemkab Tabanan dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang sekala dan niskala. Dimana, dalam visi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) sesuai vis Pemkab Tabanan, Sanjaya sangat serius dan berkelanjutan mempercepat proses terwujudnya pembangunan dari Desa.

Dalam kegaiatan yang dilangsungkan di Balai Banjar Kabayan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi oleh Ketua DPRD Tabanan beserta beberapa anggotanya, Sekda, Asisten 1, Asisten III, Inspektur dan OPD terkait, Camat dan Unsur Muspika Kecamatan Kediri. Nampak juga saat itu, Perbekel, Bendesa Adat, Panitia Karya dan tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

Tidak hanya persatuan warga, orang nomer satu di Tabanan juga sangat mengapresiasi konsep membangun dari warga Banjar Kabayan. Dimana, pembangunan di wilayahnya sangat direncanakan dengan sungguh-sungguh dengan berpatokan pada konsep Tri Hita Karana.

“Warga Banjar Kabayan memiliki bangunan Balai Banjar yang megah dan saat ini bisa Ngenteg Linggih adalah sebuah kewajaran karena masyarakatnya bersatu,” ujar Sanjaya saat itu.

Dengan persatuan dan konsep yang jelas ini dalam membangun pasti akan selalu mendapat dukungan dari Pemerintah. Untuk itu, Bupati Sanjaya sangat meyakinkan kedepannya agar masyarakat Desa Nyambu selalu memupuk persatuan antar masyarakat serta selalu bersinergi dengan pemerintah, sehingga mampu mewujudkan pembangunan yang telah direncanakan. Selaku Pemerintah, pihaknya memgatakan akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Jika hal ini terus diterapkan di masyarakat, maka proses percepatan pembangunan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani pasti terwujud. Pihaknya juga mohon doa restu kepada masyarakat agar mampu mewujudkan hal tersebut. “Mari kompak bersatu mewujudkan pembangunan Tabanan Era Baru ini. Untuk kita, dari kita dan kembali untuk masyarakat,” tegas Sanjaya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Karya I Made Sutika, mengatakan, bahwa dalam membangun khususnya Balai Banjar ini dilakukan secara bertahap. Meskipun dari awal, karena persatuan warga sangat kuat dan dengan dukungan pemerintah, pihaknya mampu mewujudkan pembangunan. Untuk itu, mewakili seluruh masyarakat, Ia mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Bupati beserta jajaran. Pihaknya berharap, kedepannya pemerintah selalu hadir karena masih banyak pembangunan diwilayahnya yang belum terealisasikan.(Rilis)