- Advertisement -
Beranda blog Halaman 726

Respon Keluhan Wisatawan Asing, Wagub Cok Ace Cek Langsung Terminal Kedatangan Internasional

DENPASAR – Pantaubali.com – Merespon beredarnya kabar terkait Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali yang dipadati oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sehingga mengakibatkan panjangnya antrian yang berlangsung hingga 5 jam, Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengecek langsung situasi terkini imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (31/7).

Wagub Cok Ace didampingi langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Sugito, S.T., Airport Screening Security Angkasa Pura 1, Kiki Aprinia, bersama Airport Operation Center Head, Nyoman Dharmajaya, serta dari Otoritas Bandara, yaitu Flight Operation Inspector, Yohanes Aris Nalendro dan Pemroses Data Angkutan Udara, Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Julian Sulistyo.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Wagub Cok Ace, mengatakan konter imigrasi yg sempat dikeluhkan kemarin, pada hari ini telah dibuka sebanyak 16 konter termasuk 3 konter yg akan disiapkan untuk delegasi G-20. Selain itu masih terdapat 3 konter yg masih dalam perbaikan. Selanjutnya Wagub menyarankan proses perbaikan agar bisa dipercepat penyelesaiannya, mengingat jumlah kunjungan wisman setiap hari menunjukan trend peningkatan.

“Memang barang-barang penumpang kelihatannya masih cukup lama prosesnya, antara 30 menit sampai 1 jam. Tapi saya sudah minta dan berharap agar proses menunggu barang penumpang bisa dipercepat. Ini bukan salah siapa-siapa, tapi mekanismenya seperti itu,” ujar Cok Ace.

Meskipun demikian, Cok Ace meminta pihak Imigrasi Bandara untuk menambah kursi khusus untuk difabel dan orang tua pada area antri pengambilan bagasi. Hal ini penting dilakukan untuk memberikan pelayanan yang memadai kepada pengguna jasa Bandara.

Pada kesempatan itu Wagub Cok Ace sempat berbincang dengan wisatawan yang baru tiba dari Perancis. Wisatawan tersebut menyampaikan bahwa tidak ada keluhan selama proses kedatangan sampai dengan pengambilan bagasi.

Colong Stick Billiard, KR Seorang Residivis Kembali Dibui Polisi

TABANAN – Pantaubali.com – Seorang Laki – Laki berusia 22 tahun berinisial KR seorang residivis akhirnya kembali diringkus setelah nekat mencuri satu buah stick billiard. KR di ringkus setelah menjual hasil curiannya berupa satu buah stick billiard di salah satu warung billiard di sebelah utara pasar OB Tabanan oleh ajaran Polsek Marga, Kabupaten Tabanan.

“Saat itu, team kami memperoleh informasi bahwa ada seorang pemuda bernama Cecep menjual satu buah stick billiyard seharga Rp 100 ribu kepada pemilik warung billiyard di utara pasar OB Tabanan,” ujarnya.

Kapolsek Marga, AKP I Gede Budiarta, beberapa hari lalu menjelaskan kronologi kejadian, pelaku melakukan aksi pencurian pada Kamis (14/7) di warung biliyard milik Putu Agus, yang berlokasi di Banjar Dinas Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan.

Pelaku masuk ke warung billiayard lanjut mencongkel grendel gembok menggunakan kunci sepeda motor hingga terlepas dari kusen pintu.

Selanjutnya berhasil menjebol pintu, pelaku akhirnya mengambil stick billiayard tergantung di tembok sebelah barat dan sebuah speaker aktif di meja warung.

Kemudian, pelaku meninggalkan TKP dengan menggunakan sepeda motor berwarna hitam dan beberapa hari setelah kejadian tersebut pelaku dibekuk petugas karena mendapatkan informasi terkait penjualan stick billiyard.

Atas perbuatanya pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan acaman hukuman penjara selama 7 tahun. Pelaku juga pernah ditahan dalam kasus yang sama di wilayah Hukum Polsek Marga dan Polsek Abiansemal.

“Uang hasil penjualan stick billiyard sebesar Rp 100 ribu digunakan pelaku untuk.membeli pulsa dan speaker aktif-nya digunakan sendiri oleh pelaku”, sebutnya.

Sembari Dirinya menambahkan, adapun kerugian korban dari aksi dilakukan pelaku mencapai, Rp 1,8 juta.

Per Juli 2022, Disabilitas Tembus 2090 orang di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Per Juli 2022, jumlah penyandang disabilitas di 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan tercatat 2090 orang.

Jika dilihat realisasi dari Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas menjadi Perda sangatlah mendesak, Penyusunan Ranperda sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, itu disampaikan, Ketua Pansus III, DPRD Kabupaten Tabanan, I Gusti Komang Wastana, belum lama ini di Tabanan.

“Yang kami tekankan dalam ranperda ini adalah Ranperda ini mampu memberikan perlindungan kepada anak-anak disabilitas di Kabupaten Tabanan, jangan sampai nanti Ranperda menjadi macan ompong dalam implementasinya,” ucapnya.

Selain itu, Wastana juga berharap ketika nantinya Ranperda ini disahkan menjadi Perda, hak penyandang disabilitas di Kabupaten Tabanan bisa diakomodasi. Salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja disabilitas di Tabanan dapat dilakukan sesuai amanat UU no 8 tahun 2018, yakni sebanyak 2 persen dari totl tenaga kerja di satu perusahaan ataupun instansi pemerintah.

Wastana mengakui penyerapan tenaga kerja disabilitas di Kabupaten Tabanan sudah terealisasi.Alakah semua instansi atau perusahaan di Kabupaten Tabanan sudah mengakomodasi tenaga kerja fisabilitas ini sesuai kemampuannya.Jika diamati, untuk di Dinas Sosial, telah terihat ada tenaga kerja disabilitas diserap, namun apakah perusahaan swasta di Tabanan telah melakukannya.

“Dengan adanya Ranperda ini kami harap nanti hak-hak meraka untuk bekerja sesuai dengan kemampuannya bisa terakomodasi dengan baik, jika perlu nanti di Ranperda ini harus diatur sanksi jika instansi atau perusahaan di Tabanan tidak menyerp tenaga kerja ini,” pungkasnya.

Jasad Wanita Paruh Baya Ditemukan di Bawah Jembatan Cau Belayu Marga Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menerima laporan satu orang warga jatuh dari jembatan di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Jumat siang,(29/7) sekira pukul 12.00 Wita. Peristiwa itu dilaporkan Bapak Oka merupakan perangkat Desa Cau Belayu. Korban diketahui bernama Gusti Ayu Puspa (54) merupakan warga Desa Carang Sari, Kecamatan Abian Semal, Kabupaten Badung.

Dalam keterangannya menjelaskan bahwa, dari informasi diperoleh Basarnas Bali, korban mulanya meninggalkan rumah sekitar pukul 04.00 Wita namun sekitar pukul 11.30 Wita korban ditemukan mengambang di sungai yang tepat berada di bawah jembatan Cau Belayu, itu disampaikan, Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada.

“Usai terima laporan, kami bergegas menerjunkan 10 orang tim rescue dengan peralatan mountenering”, ucapnya.

Dirinya mengungkapkan saat pertama kali ditemukan korban dalam posisi tengkurap dan sudah meninggal.

“Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban, karena adanya larangan yang tidak membolehkan membawa jasad korban melalui area tertentu. Tim SAR Gabungan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi korban dengan Lifting System atau Pengangkatan,” paparnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit ini turut melibatkan unsur SAR Gabungan dari Dit Samapta Polda Bali, Polres Badung, Polsek Marga, BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kabupaten Badung, PMI Kabupaten Badung, Babinsa Desa Carangsari, Keluarga Korban serta masyarakat setempat. Korban selanjutnya dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulance PMI Kabupaten Badung.

Bupati Tabanan Nyaksi Empat Ngaben Bersama di Tiga Kecamatan

TABANAN – Pantaubali.com – Kontribusi masyarakat dalam membangun dengan mengedepankan semangat persatuan, senantiasa mendapat dukungan dan apresiasi luar biasa dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. Hal itu dibuktikannya dengan menempuh perjalananan dari ujung Barat sampai ujung Utara Tabanan, menyaksikan 4 (empat) kegiatan Pitra Yadnya Ngaben Bersama yang sarat dengan nuansa tradisi gotong-royong yang dilaksanakan oleh masyarakat di tiga Kecamatan, Rabu, (27/7).

 

Kunjungan pertama dilakukan Bupati Sanjaya di Desa Adat Pujungan, Kecamatan Pupuan, menghadiri kegiatan Ngaben Bersama yang dirangkaikan dengan upacara Metatah Bersama. Kemudian Sanjaya melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Selemadeg, menghadiri dan menyaksikan 2 (dua) Ngaben Bersama, yakni di Desa Adat Cekik, Desa Berembeng, dan di Banjar Adat Delod Sema – Cemagi, Desa Adat Baleagung, Desa Serampingan. Kunjungan terakhir dilakukan Sanjaya di ujung Utara Tabanan yakni menghadiri kegiatan serupa di Desa Adat Baturiti, Kecamatan Baturiti.

 

Acara ngaben Bersama ini menjadi salah satu contoh nyata gotong-royong masih sangat kental di masyarakat Tabanan dalam melaksanakan pembangunan. Terbukti, Ngaben Bersama di masing-masing daerah tersebut diikuti oleh puluhan hingga ratusan peserta dengan penuh kekompakan. Seperti halnya di Pujungan, kegiatan Ngaben tersebut diikuti oleh 102 sawa dan 25 Ngelungah serta 123 metatah masal. Di Desa Adat Cekik, kegiatan diikuti oleh 20 sawa, nyambutin 9 orang dan 30 orang metatah. di Banjar Adat Delod Sema – Cemagi, Desa Adat Baleagung, diikuti 15 sawa, begitupun dengan Ngaben Bersama di Desa Adat Baturiti, diikuti oleh puluhan sawa.

 

Dalam road show Ngaben Bersama tersebut, orang nomor satu di Tabanan didampingi oleh beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Muspika Kecamatan setempat yang menunjukan kekompakan jajaran Pemkab dalam memberikan dukungan kepada masyarakat. Nampak juga saat itu kedatangan Bupati Sanjaya beserta jajaran disambut baik dengan semangat antusias yang tinggi oleh Perbekel, Bendesa Adat, tokoh adat serta masyarakat setempat.

 

Gotong royong ini, dikatakan Sanjaya menjadi landasan penting dalam bersama-sama mewujudkan pembangunan di Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Hal ini sangat patut disyukuri, dimana pada jaman dulu kegiatan seperti ini sangat sulit dilakukan karena berbagai macam persepsi dan beruntungnya saat ini persepsi itu perlahan mulai hilang.

“Inilah peranan Desa Adat sekarang, baik majelis di Kabupaten, majelis adat, parisadha, jawatan agama serta semua pihak terkait, termasuk para sulinggih harus menyamakan persepsi tentang ritual upakara upacara ini, sehingga kita kedepannya tidak susah lagi dalam melaksanakan yadnya,” ujar Sanjaya dalam dharma wacananya di Desa Adat Pujungan.

 

Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh jajaran Pemkab Tabanan, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kekompakan masyarakat dalam membangun karya. Apalagi antusiasme masyarakat sangat tinggi, tulus ikhlas dan dipuput oleh sang Sulinggih, ini dikatakan pihaknya adalah Karya yang Satwika dan semoga berjalan sesuai dengan harapan bersama.

 

“Apa yang telah dibangun oleh semeton titiang semua membangun upacara upakara ini, doa titiang semoga karya yang telah dikonsepkan dengan baik ini memargi antar labda karya sidaning don,” imbuh Sanjaya sebagai ucapan yang tulus dari seluruh jajaran.

 

Sanjaya juga menegaskan, apa yang sudah dibangun di masyarakat melalui kekompakan dan persatuan harus dilanjutkan dalam mewujudkan pembangunan. Ini ditegaskannya sangat patut disyukuri, karena salah satu kunci sukses pembangunan adalah masyarakat yang bersatu.

“Tetap jaga kebersamaan dan kekompakan ini dalam membangun Tabanan yang kita cintai ini. Kalau bukan kita yang membangun Tabanan ini, lalu siapa lagi. Harus kita bangga menjadi masyarakat Tabanan. Jele melah gumi gelah, jele melah nyama gelah. Tidak usah lagi menjelek-jelekan saudara sendiri atau daerah sendiri,” ajak Sanjaya.

 

Ketua Panitia Karya dari empat Desa Adat tersebut, mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati beserta jajaran dan merupakan kehormatan bagi pihaknya atas dukungan yang diberikan pemerintah. Senada dengan Bupati, setiap Ngaben Bersama yang diselenggarakan ini ditujukan bukan hanya untuk menunjukan bhakti terhadap leluhur namun juga dilakukan agar meringankan beban masayarkat dari segi materiil dan non materiil. Dimana, dengan dibangun melalui persatuan dan gotong-royong, hal itu dapat diwujudkan.

 

Sperti halnya yang dikatakan oleh Ketua Panitia Ngaben Desa Adat Pujungan I Wayan Warjaya, pihaknya melakukan Ngaben ini dengan tujuan meringankan beban masyarakat apalagi masyarakat kurang mampu.

“Kami lakukan hal ini biar tidak terlalu banyak yang kami upacarai. Hal-hal terkait kelangsungan upacara ini, barang tentu meringankan beban masyarakat. Makannya, kita lakukan secara gotong-royong, banyak yang melakukan dana punia untuk membantu teman-teman yang kurang mampu dan Pelebonan kami laksanakan nanti pada 29 Juli 2022, untuk metatah di tanggal 30 Juli 2022, sebanyak 123 peserta,” ujarnya.

Komit Tuntaskan Pembangunan Berbasis Desa, Bupati Sanjaya Kembali Ngantor di Desa

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai tindak lanjut penyampaian Ranperda ke hadapan sidang Paripurna DPRD di (24/7) lalu yang telah diberikan pemandangan umum dan tanggapan dari fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M kemudian memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pimpinan dan para anggota DPRD Tabanan, pada Persetujuan Bersama Terhadap 3 buah Ranperda Kabupaten Tabanan, yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke 6 (enam), Masa Persidangan II, Tahun 2022 DPRD, Selasa (26/7).

Berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan berserta anggota, Wakil Bupati Tabanan, Jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten Sekda dan Seluruh OPD lingkungan Pemkab Tabanan.

Rapat Paripurna ke-6 membahas terkait persetujuan bersama terhadap Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Pertanggung jawaban Pelaksanaan Anggatan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021, Ranperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Ke-tiga buah Ranperda tersebut telah mendapat persetujuan bersama dan dituangkan dalam keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 13 Tahun 2022. “Dengan telah disetujuinya Tiga Ranperda tersebut, maka kami selaku Kepala Daerah sebagai pemrakarsa Ranperda sesuai dengan peraturan Undang-undang, memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, karena Ranperda yang kami ajukan kepada DPRD melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah sebagai tambahan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tetang Pemerintah Daerah telah berjalan sebagaimana mestinya” tanggapnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan Ranperda yang telah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku sesuai dengan amanat perundang-undangan tersebut, maka tahapan berikutnya akan dilakukan verifikasi oleh Gubernur Bali. “Untuk itu, tugas dari DPRD dan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah agar senantiasa terus dilibatkan, melalui rapat paripurna ini kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik selama ini dan terus kita tingkatkan dalam pengabdian kita untuk menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” Lanjutnya.

Terkait Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, Bupati Sanjaya tekankan pentingnya perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas di Tabanan, hal tersebut dibuktikan langsung melalui dukungannya dengan Gerakan pembangunan digeliatkan kawan-kawan penyandang disabilitas di Tabanan. “Kami dari Pemkab, Dinsos Tabanan selalu memperhatikan Gerakan apapun yang terjadi di Tabanan, khususnya disabilitas. Banyak kegiatan-kegiatan dalam rangka mewujudkan Tabanan Era Baru yang melibatkan disabilitas seperti kegiatan olah-raga dan lomba-lomba” Ujarnya Sanjaya.

Pihaknya juga beranggapan pentingnya Ranperda ini untuk bersama-sama merangkul saudara disabilitas di Tabanan untuk bersama membangun Tabanan. “Mereka adalah saudara kita, kita tidak melihat fisik dan mental, sepanjang kita bisa bersama membangun Tabanan, kita rangkul. Kami juga selalu berikan ruang khusus untuk kawan disabilitas seperti fasilitas publik, dan sudah kita rancang untuk membangun tempat-tempat yang dikhususkan untuk disabilitas di Tabanan, karena Raperda sudah ketok palu tadi, rancangan ke depan adalah bagaimana untuk semakin memperhatikan lagi penyandang disabilitas” tambahnya.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Sosial dan P3A, I Nyoman Gede Gunawan S.Sos., M.Si, sebanyak jumlah penyandang disabilitas yang perlu mendapat perhatian khusus di Tabanan telah mencapai angka 2090. “Disabilitas itu kan ada 4, ada Disabilitas Sensorik, Fisik, Mental dan Intelektual, jadi mudah-mudahan Ranperda ini yang akan menjadi Perda nantinya bisa mengayomi paling tidak memberikan dasar untuk pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas yang ada di Tabanan” Gunawan menyampaikan. Rapat Paripurna ke-6 dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada Penyandang Disabilitas Tabanan oleh Bupati Sanjaya secara simbolis.

Wagub Bali Hadiri Karya Melaspas Gedong Sineb Pura Dalem Puri Peliatan Ubud

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Prof. Tjok Oka Sukawati (Cok Ace) mewakili Gubernur Bali menghadiri Upacara Mecaru Rsi Gana, Melaspas, Mapedagingan Gedong Sineb, Nyepuh Masupati Pralinggan Ida Bhatari di Pura Dalem Puri Desa Peliatan Ubud, Kamis (Wrespati Kliwon Merakih), 28 Juli 2022. Pamelaspasan Gedong Sineb dilaksanakan setelah pelinggih ini usai direnovasi karena rusak terkena sambaran petir pada 20 Maret 2022 lalu. Rentetan Upacara Mecaru Rsi Gana, Melaspas, Mapedagingan Gedong Sineb, Nyepuh Masupati Pralinggan Ida Bhatari dipuput dua sulinggih yaitu Ida Pedanda Griya Peling Baleran dan Ida Pedanda Griya. Upacara juga diiringi pementasan Tari Topeng, Wayang, Kekriningan, Baris dan Rejang.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace yang didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai pengayah Pura Dalem Puri, bagian dari sameton Puri Ubud dan juga mewakili Gubernur yang tak bisa hadir secara langsung menyaksikan upacara ini. Namun demikian, ia menginformasikan kalau Gubernur menaruh perhatian yang sangat besar terhadap keberadaan Pura Dalem Puri Peliatan Ubud.

Ditambahkan olehnya, Gubernur juga salut dengan semangat yang ditunjukkan pangempon pura sehingga hanya dalam hitungan bulan, renovasi palinggih yang tersambar petir bisa dirampungkan.

“Semangat krama ini sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala,” ungkapnya.

Melanjutkan pesan dari Gubernur, ia berharap semangat nangun yadnya dapat terus dilanjutkan karena merupakan warisan leluhur secara turun temurun. Konsep yadnya ini terkait erat dengan ajaran Hindu yang meyakini hidup tak lepas dari ‘Rna’ (hutang, red).

“Ida Betara sweca, kita juga harus menunjukkan rasa bhakti. Yadnya bukan dihitung berdasarkan kecil besarnya, tapi dari keiklasan kita dalam melaksanakannya,” urainya.

Sebagai wujud dukungan, Pemprov Bali memberikan bantuan sebesar Rp. 100 juta sebagai biaya renovasi pelinggih yang tersambar petir. Menurut Wagub Cok Ace, jumlah tersebut mungkin tak menutup seluruh biaya yang dikeluarkan. Tapi menurutnya ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Pada bagian lain, sebagai bagian dari keluarga besar Puri Ubud, ia menyampaikan terima kasih atas keguyuban yang ditunjukkan oleh krama pengempon sehingga perbaikan bisa dilaksanakan dalam hitungan bulan.

“Walaupun kita tahu sebagian besar krama sangat tergantung dari sektor pariwisata dan lama terpuruk akibat pandemi Covid-19. Tapi rupanya hal itu tak menyurutkan semangat umat dalam menunjukkan rasa bhakti,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Gde Putra Sukawati juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Pemprov Bali, Pemkab Gianyar dan wakil rakyat dalam proses renovasi pelinggih Gedong Sineb yang tersambar petir.

“Perbaikan pelinggih bisa dilaksanakan cepat karena kebulatan tekad krama pengayah, Prajuru Pura Dalem Puri yang didukung sameton Puri Ubud dan Puri Peliatan,” pungkasnya.

Setelah upacara melaspas, selanjutnya pada Soma Wage Tambir 1 Agustus 2022 akan dilaksanakan prosesi melasti. Sementara puncak karya padudusan alit di pura ini akan dilaksanakan pada Anggara Kliwon Tambir dan nyineb pada Sukra Pon Tambir.

Bupati Tabanan Dukung Pelaksanaan Ngaben Massal Krama Desa Adat Gelogor

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai tindak lanjut penyampaian Ranperda ke hadapan sidang Paripurna DPRD di (24/7) lalu yang telah diberikan pemandangan umum dan tanggapan dari fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M kemudian memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pimpinan dan para anggota DPRD Tabanan, pada Persetujuan Bersama Terhadap 3 buah Ranperda Kabupaten Tabanan, yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke 6 (enam), Masa Persidangan II, Tahun 2022 DPRD, Selasa (26/7).

Berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan berserta anggota, Wakil Bupati Tabanan, Jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten Sekda dan Seluruh OPD lingkungan Pemkab Tabanan.

Rapat Paripurna ke-6 membahas terkait persetujuan bersama terhadap Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Pertanggung jawaban Pelaksanaan Anggatan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021, Ranperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Ke-tiga buah Ranperda tersebut telah mendapat persetujuan bersama dan dituangkan dalam keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 13 Tahun 2022. “Dengan telah disetujuinya Tiga Ranperda tersebut, maka kami selaku Kepala Daerah sebagai pemrakarsa Ranperda sesuai dengan peraturan Undang-undang, memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, karena Ranperda yang kami ajukan kepada DPRD melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah sebagai tambahan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tetang Pemerintah Daerah telah berjalan sebagaimana mestinya” tanggapnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan Ranperda yang telah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku sesuai dengan amanat perundang-undangan tersebut, maka tahapan berikutnya akan dilakukan verifikasi oleh Gubernur Bali. “Untuk itu, tugas dari DPRD dan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah agar senantiasa terus dilibatkan, melalui rapat paripurna ini kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik selama ini dan terus kita tingkatkan dalam pengabdian kita untuk menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” Lanjutnya.

Terkait Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, Bupati Sanjaya tekankan pentingnya perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas di Tabanan, hal tersebut dibuktikan langsung melalui dukungannya dengan Gerakan pembangunan digeliatkan kawan-kawan penyandang disabilitas di Tabanan. “Kami dari Pemkab, Dinsos Tabanan selalu memperhatikan Gerakan apapun yang terjadi di Tabanan, khususnya disabilitas. Banyak kegiatan-kegiatan dalam rangka mewujudkan Tabanan Era Baru yang melibatkan disabilitas seperti kegiatan olah-raga dan lomba-lomba” Ujarnya Sanjaya.

Pihaknya juga beranggapan pentingnya Ranperda ini untuk bersama-sama merangkul saudara disabilitas di Tabanan untuk bersama membangun Tabanan. “Mereka adalah saudara kita, kita tidak melihat fisik dan mental, sepanjang kita bisa bersama membangun Tabanan, kita rangkul. Kami juga selalu berikan ruang khusus untuk kawan disabilitas seperti fasilitas publik, dan sudah kita rancang untuk membangun tempat-tempat yang dikhususkan untuk disabilitas di Tabanan, karena Raperda sudah ketok palu tadi, rancangan ke depan adalah bagaimana untuk semakin memperhatikan lagi penyandang disabilitas” tambahnya.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Sosial dan P3A, I Nyoman Gede Gunawan S.Sos., M.Si, sebanyak jumlah penyandang disabilitas yang perlu mendapat perhatian khusus di Tabanan telah mencapai angka 2090. “Disabilitas itu kan ada 4, ada Disabilitas Sensorik, Fisik, Mental dan Intelektual, jadi mudah-mudahan Ranperda ini yang akan menjadi Perda nantinya bisa mengayomi paling tidak memberikan dasar untuk pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas yang ada di Tabanan” Gunawan menyampaikan. Rapat Paripurna ke-6 dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada Penyandang Disabilitas Tabanan oleh Bupati Sanjaya secara simbolis.

Bupati Tabanan Dukung Pelaksanaan Ngaben Massal Krama Desa Adat Gelogor

TABANAN – Pantaubali.com – Komitmen untuk selalu mendukung karya di masyarakat, terlebih inovasi dalam membangun baik secara sekala dan niskala, ditunjukkan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M saat menghadiri Uleman Upacara Pitra Yadnya Ngaben Masal Ring Desa Adat Gelogor, Desa Antapan, dan bertempat di Balai Banjar Gelogor, Desa Antapan Kecamatan Baturiti, Senin (25/7).

Usai padatnya rentetan kegiatan selaku Pemerintah Daerah yang berlangsung di awal minggu ini, Bupati Sanjaya tetap menyapa masyarakat dengan bersemangat dan di kesempatan itu, Sanjaya juga didampingi oleh Anggota DPRD Tabanan, Asisten II, Camat Baturiti, Para OPD Terkait, Perbekel Desa Antapan, Bendesa Adat Gelogor serta Tokoh masyarakat setempat.

Apresiasi dan dukungan tak hentinya diungkapkan oleh orang nomor satu di Tabanan itu, terutama terhadap dedikasi masyarakat untuk terus melestarikan adat dan budaya pengabenan bersama yang berlangsung setiap 5 tahun sekali ini. Hal itu dibuktikannya langsung saat menghadiri karya yang berlangsung di Baturiti siang hari itu,

“Meskipun jauh tempatnya, buktinya saya hadir di tengah-tengah masyarakat, karena saya sangat mencintai masyarakat di sini, ini salah satu bukti, Ketika masyarakat membangun Tabanan kami di pemerintah memberikan dukungan, karena ini pembangunan kita bersama” ungkapnya.

Dalam Pitra Yadnya Sawa Prakerti ini, Sebanyak 4 Sawa, ditambah upacara metatah dengan 8 orang peserta dan 2 orang peserta mepetik, karya yang telah dimulai sejak tanggal 22 Juli lalu rencananya akan berlangsung hingga puncaknya pada tanggal 29 Juli mendatang. Masing-masing sawa menghabiskan biaya pengabenan sebesar 20 juta rupiah per-sawa. Hal ini tentunya sangat lumrah, melihat jumlah KK di Desa Adar Gelogor, Desa Antapan, hanya berjumlah 44 KK.

Meskipun berjumlah tidak banyak, Sanjaya tetap mengapresiasi semangat gotong-royong warga Desa Adat Gelogor PIhaknya berharap, pelaksanaan upacara seperti ini agar terus dilaksanakan, karena sudah barang tentu sangat meringankan beban masyarakat dengan biaya yang relatif terjangkau. Pelestarian adat seperti ini, tentunya dapat membantu terwujudnya Visi Tabanan yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) terlebih dalam poin Agama, Adat dan Budaya.

“3 hal yang krusial dalam upacara yang bisa disebut utamaning utama, upacara yang satwika, yang pertama adalah Ketika krama 44KK ini ngewangun upacara oleh perasaan tulus ikhlas, yang kedua kepuput oleh Sang Sulinggih, baik sane sampun Medwi Jati maupun Sang Sulinggih sampun Eka jati dan kesaksiang oleh Murdaning Jagat. Ini menjadi karya yang Satwika, sesuai Dengan sastra agama” Ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap, agar semeton Desa Adat Gelogor untuk tetap menjaga rasa kebersamaan, terlebih antara pemerintah dan krama di sini, “artinya, walaupun semeton di Gelogor, harus kompak bersatu dengan pemerintah. agar pembangunan tetap satu jalur, sebab pembangunan tidak boleh sepotong-sepotong harus terus berlanjut, baik infrastruktur maupun pembangunan lainnya, mari kita bangun bersama-sama, sebab saya tidak bisa membangun sendiri, ngiring sareng-sareng kita bangun dengan rasa keterbukaan dan rasa kebersamaan” imbuhnya.

Di samping itu, Ngakan Made Suarya selaku Ketua Panitia Pengabenan bersama juga ungkapkan rasa terima kasih karena Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Tabaan menyempatkan untuk menghadiri langsung rangkaian upacara pengabenan Desa Adat Gelogor.

“Upacara sudah dimulai sejak tanggal 22 lalu matur piuning, dilanjutkan ngayah pada tanggal 23, 24,25, di tanggal 27 ngaryanang ulam upakara, di tanggal 28 ini ngaba setra, ngeplugin dan nyiramin dan 29 puncak acara ngelaksanayang pengabenan, tiang sampaikan matur suksema bapak sampun rauh ke Baturiti” Made Suarya menyampaikan.(Rilis)

Wujudkan Generasi Muda Sehat dan Berkualitas, Tumbuh Kembang Anak Penting Mendapat Perhatian

TABANAN – Pantaubali.com – Masa depan bangsa akan ditentukan oleh generasi muda yang memiliki kesehatan dan tumbuh kembang yang optimal. Hal ini menjadi tanggung jawab seluruh pihak baik itu keluarga maupun pemerintah. Karenanya, diperlukan perhatian khusus utamanya pada masa-masa tumbuh kembang.

Hal tersebut diungkapkan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN), Senin, (25/7) pagi mendampingi Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. Sekaligus melihat lebih dekat tumbuh kembang anak yang kedepannya merupakan generasi penting penerus bangsa.

Menurut Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Tabanan dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti Pameran UKM dan kuliner serta lomba-lomba yang diperuntukan bagi Anak-anak. Diantaranya, Lomba video kreatif, lomba mewarnai, lomba fashion show, lomba menyanyi, hingga lomba menggambar tingkat PAUD, TK dan SD se-Kabupaten Tabanan yang telah usai pelaksanaannya sebelum puncak perayaan. “ Berbagai lomba yang digelar serangkaian HAN di Kabupaten Tabanan merupakan bentuk perhatian kita terhadap potensi serta kemampuan yang dimiliki anak-anak kita, karena disini mereka diberi ruang untuk mengeksplor kemampuan,” ungkapnya.

Acara yang dihadiri pula oleh anggota DPRD Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, para Camat, serta perwakilan Lembaga dan Instansi Vertikal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, para Sponsorship, serta undangan terkait lainnya, dipadati oleh ratusan anak-anak yang tampak sangat antusias mengikuti acara.

Ditambahkan, Hari Anak Nasional diharapkan bisa memberikan manfaat bagi anak-anak, sehingga menjadi anak-anak yang memliki sifat-sifat yang baik dengan budi pekerti yang luhur serta berkualitas. “Kalau sudah berkualitas, anak itu akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Tabanan, menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani,” terangnya.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap perayaan HAN di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, sebagai tunas dan generasi penerus bangsa, anak-anak harus dilindungi karena perkembangan bangsa dan negara dimasa depan, bergantung pada potensi dan peran penting anak-anak. Untuk itu, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan ini. Terlebih, euforia masyarakat terutama para orang tua khususnya para Ibu yang dengan setia mendampingi anaknya, juga peran serta Bunda Paud, pihak Disdik dan para sponsorship yang telah bekerja keras dan penuh semangat melaksanakan kegiatan.

“Semua kegiatan pasti bisa kita laksanakan dengan penuh kerja keras dan semangat. Tadi saya melihat beberapa tayangan kegiatan yang dilaksanakan kurang lebih seminggu sangat baik sekali, itu menandakan bahwa kita aktif menuju Tabanan Era Baru. Asal ada niat, kuncinya asal ada kemauan, sepanjang kita ada niat, sepanjang kita ada kemauan, apapun bisa kita lakukan,” ucap Sanjaya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya sangat bersyukur, mengingat kegiatan ini terlaksana dengan baik dan memberikan efek yang luar biasa pada anak, meskipun dengan minim anggaran. Kedepannya, Sanjaya menghimbau kepada seluruh jajaran Pemkab Tabanan agar bersungguh-sungguh, penuh kerja keras memberikan dukungan dalam semua kegiatan yang bertujuan memajukan pembangunan di Tabanan, apalagi menyangkut anak-anak.

“Meskipun diselenggarakan dalam kondisi yang serba terbatas, namun tidak mengurangi makna peringatan HAN ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua maupun pihak keluarga yang sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir,” imbuhnya..

Disamping itu, Sanjaya juga berharap anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik supaya mampu menjadi penerus yang mempunyai karakter dan jati diri yang baik. Untuk itu, dikatakannya perlu dukungan dan kepedulian dari semua pihak untuk mewujudkan anak-anak yang berkualitas yang nantinya sebagai penerus Indonesia yang lebih maju. Bukan hanya pemerintah dan orang tua, bahkan seluruh elemen masyarakat mempunyai peranan penting dalam bersama-sama bersinergi mewujudkan hal tersebut.

“Oleh karena itu, marilah melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, kita semua membimbing anak-anak kita ke jalan yang benar dan mengijinkan mereka untuk menemukan jati diri mereka yang sebenarnya. Para Orang tua perlu memperhatikan anak lebih dalam dan para Guru harus mampu bertanggungjawab sebagai wakil orang tua selama anak-anak berada di lingkungan sekolah. Anak-anak membutuhkan perhatian kita, lebih dari yang kita sadari,” pinta Sanjaya.

Sebelumnya, Kadis Pendidikan Tabanan Ngurah Darma Utama, yang juga selaku Ketua Panitia, mengatakan, Perayaan sebelum puncak dilaksanakan selama 5 hari dari Jumat 21 Juli 2022 sampai dengan 25 Juli 2022. Tujuan diselenggarakan adalah sebagai wadah kreativitas anak-anak Tabanan, sehingga mereka dapat menyalurkan hobi, kreativitasnya dalam bentuk yang baik dan bermanfaat serta diharapkan juga melalui kegiatan ini juga dapat memberikan hiburan, inforamasi serta dukungan orang tua pada anak-anak di Kabupaten Tabanan.

Puncak kegiatan juga diisi dengan berbagai macam hiburan oleh anak-anak berbakat melalui kesenian tari, gerak dan lagu juga senam, juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bagi Anak-anak Yatim Piatu dan kurang mampu, yang diserahkan secara simbolis oleh Bunda PAUD Tabana Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Dimana, sumber pendanaan kegiatan juga didukung oleh sponsorship yang sangat peduli dengan perlindungan dan perkembangan anak di Kabupaten Tabanan.

“Atas nama komunitas anak peduli di Kabupaten Tabanan, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan yang telah menginisiasi, mengeluarkan ide-idenya dalam perayaan HAN ini. Sehingga dalam 5 hari berjalan sudah bisa berjalan dengan baik,” ujar Ngurah Darma, sekaligus menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut memberikan dukungan dan sumbangsih dalam kegiatan ini.