- Advertisement -
Beranda blog Halaman 722

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Uleman Warga di Pura Panti Bendesa Manik Mas, Buahan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai wujud kehadiran dan dukungan kepada masyarakat yang melaksanakan yadnya, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri uleman warga di Pura Panti Bendesa Manik Mas, Desa Buahan, Kecamatan Tabanan pada Jumat, (12/8). Warga setempat melaksankaan kegiatan yadnya berupa pemelaspasan bale gong, metatah dan piodalan.

“Kami sebagai pimpinan daerah selalu memberikan duungandan dorongan agar masyarakat selalu bisa beryadnya apalagi dengan dasar iklas dan dilaksanakan dengan gotong royong,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan asal Bajar Sakeh, Desa Sudimara ini tidak hadir sendiri, juga tampak hadir anggota DPR RI Dapil Bali Made Urip, anggota DPRD Tabanan, Putu Desta Kumara, Camat Tabanan, Perbekel Desa Buahan, Serta Tokoh Masyarakat Setempat.

“Melihat warga semangat seperti ini, kami ikut bergembira. Tapi, tetap patuhi protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 masih ada,” ujarnya.

Pesan kader partai moncong putih militan ini beralasan karena data pasien Covid-19 di kabupaten masih naik turun. Dirga juga berharap, warga dengan antusias mengikuti arahan pemerintah untuk vaksin hingga booster.

“Mari kita bersama ikuti aturan dan anjuran pemerintah terutama vaksin hingga booster,” ujarnya.

Pada akhir acara, Made Dirga memberikan dana punia yang diterima oleh panitia acara di di Pura Panti Bendesa Manik Mas, Desa Buahan. (Rilis)

Lepas Kirab Merah Putih MBPS, Wagub Cok Ace Gelorakan Semangat Persatuan

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof.Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati melepas Kirab Merah Putih yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali, di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (Saniscara Umanis Medangkungan), 13 Agustus 2022.

Dalam sambutannya, Wagub Bali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pada pagi hari ini serangkaian Hari Jadi Pemprov Bali ke 64 dan HUT NKRI ke 77. Wagub Bali menyampaikan selama dua tahun lebih kita bersama melewati pandemi meskipun hingga saat ini masih belum berakhir sepenuhnya. Bali mengalami keterpurukan ekonomi yang luar biasa akibat pandemi, dan untuk bangkit dari situasi ini kita perlu bersatu, bersinergi, bersama-sama untuk mengatasinya.

“Kita mengalami keterpurukan ekonomi yang cukup dalam akibat pandemi, untuk itu kita perlu bersatu ,bersama sama untuk bangkit, pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menambahkan jika pada zaman dahulu sebelum kemerdekaan, musuh kita adalah penjajahan, maka di era kemerdekaan ini kita melawan kemiskinan. Untuk itu kita harus bangun kesadaran bersama yang dimulai dari diri kita sendiri untuk disiplin, bekerja keras dan menyadari kalau kita harus bersatu padu untuk bangkit.

Kirab Merah Putih MBPS yang diikuti sekitar 6000 siswa SMP, SMA dan SMK di Kota Denpasar dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkan rasa persatuan kesatuan dan kekeluargaan sekolah swasta di Bali yang tergabung dalam BMPS, menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan karakter bangsa serta meningkatkan kesadaran dan mengenang jasa para pahlawan.

Kegiatan pada pagi hari ini turut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Wakil Walikota Denpasar serta perwakilan dari Yayasan Pendukung Kirab diantaranya Perdiknas Denpasar, Yayasan Saraswati Denpasar, Yayasan Dwijendra Denpasar, Yayasan Insan Mandiri, Yayasan Al Ma’ruf Denpasar, Yayasan Widya Dharma Shanti, Yayasan TP 45, Yayasan Muhammadiyah serta Harapan.

Nungkalik, Fragmentasi Kelahiran dari Tubuh yang Terluka

DENPASAR – Pantaubali.com – Berawal gelap, di sunyi seluruh ruang, cahaya menyala dari sebuah pintu. Di pintu putih cahaya yang bisa dibayangkan sebagai pintu kelahiran itu, nampak kepompong tubuh lelaki. Ia menggeliat dalam kondisi terbalik serupa kelelawar, menggantung; nungkalik. Suara-suara terdengar dari kejauhan menjelma bisik, atau barangkali pula begitu dekat serupa mantra. Lelaki itu membuka kain-kain yang membungkus seluruh tubuhnya, mencari jalan kepulangan sekaligus keberangkatan.

Begitulah dramatic dance performance berjudul Nungkalik dari Kitapoleng Deaf bermula. Nungkalik adalah sebuah kisah yang ditata Jasmine Okubo berdasarkan pengalaman pribadi Wahyu, lelaki itu, yang seluruh penampilnya melibatkan teman tuli. Di panggung itu, Wahyu menatap sekeliling. Pandangannya teduh, tatapannya tulus. Sesekali, ia meremas jari. Di jari-jari itulah ia menyimpan suaranya. Dengan jari-jari itulah ia mulai berkisah.

Wahyu lahir dengan kondisi fisik normal. Ia tumbuh dengan normal, tak ada bedanya. Ia memiliki hidung yang sama untuk bernafas, bibir yang sama untuk berbicara, telinga yang sama untuk mendengar. Itu yang disangka banyak orang, dan Wahyu berharap itu benar. Tapi setelah ulang tahun pertama, orang tuanya mengabarkan bahwa ia ada kelainan: tidak bisa bicara, juga mendengar.

Dalam karya berdasarkan naskah yang ditulis Wendra Wijaya, Wahyu mengajak penonton berbincang. Tapi tentu saja, suaranya tak terdengar. Ia memang tak bisa mengeluarkan suara, tapi bukan berarti ia malas dan lemah. Ia pernah bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan, namun ia tak terluka. Di akhir fragmen, sebuah teks muncul dari layar visual: Saya Wahyu dan saya kuat, walau kadang tak berdaya. Bisakah kita berteman, walau tanpa suara?

Wahyu terguncang, jatuh sedalam-dalamnya. Pasca percobaan bunuh diri, Wahyu menjumpai Kanda Pat, empat saudara berwujud halus yang selalu mengiringi roh (sukma) manusia dari dilahirkan hingga meninggal. Ia berkeluh tentang hidup yang tak adil, mengeluhkan intimidasi, diskriminasi, sekaligus krisis kepercayaan yang dialami.

Adegan ini diterjemahkan secara apik oleh Dibal Ranuh sebagai artistic director, dengan memainkan visual art bersama Aditya dari Apik Creative. Dalam visualisasi itu, nampak benar upaya menerjemahkan perasaan-perasaan terdalam seorang Wahyu; ada nganga luka dalam keriangan. Seperti Wahyu yang menutup luka-luka dalam tubuhnya dalam tawa dan penerimaan yang utuh. Adakah sepi yang lebih sepi selain kematian berkali-kali? Perasaan ini selalu lekat dalam tubuhnya yang terluka. Dalam tubuhnya yang menyimpan percik, namun selalu siap berkobar dalam nyala yang cemerlang.

Kelahiran,Pintu selalu terbuka bagi segala keresahan. Dalam tubuhnya yang terluka, tangan-tangan gaib meraih Wahyu menuju arah cahaya. Salsa, Yogi, dan Ayu, para penari bisu-tuli itu, menjadi bayang-bayang dari pengalaman hidupnya. Mereka menari, melepas keresahan hati dalam imaji musik yang diciptakan Yogi Sukawiadnyana. Di sekelilingnya, di tengah diskriminasi dan intimidasi yang dialaminya, Wahyu tidaklah sendiri. Di luar sana, masih banyak yang mengalami nasib serupa. Dan di luar sana, masih banyak pula orang yang peduli terhadap penyandang disabilitas seperti Wahyu, Salsa, Yogi, juga Ayu. Tak banyak memang, tapi mereka ada. Mereka selalu ada, walau kadang tak terlihat.

Pimpinan produksi Pranita Dewi menjelaskan, Nungkalik yang telah di pentaskan pada Sabtu (6/8) di Museum Nasional Jogjakarta dalam program Artjog 2022 itu membuka ruang kesadaran bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Mereka merasakan suara-suara terbenam yang memanggil-manggil, dan mampu disuarakan Wahyu di atas panggung pertunjukan. Salah seorang penonton, Fai, yang juga disabilitas asal Boyolali mengatakan kisah dan perasaan-perasaan yang dialami Wahyu sama persis dengan apa yang dirasakannya selama ini.

“Teman-teman tuli berusaha menunjukkan kemampuan yang awalnya diremehkan oleh orang-orang dengar yang menganggap kita berbeda, gak bisa setara, diskriminasi. Banyak banget cacian dan makian, juga kekecewaan. Tapi kita berusaha menampilkan kemampuan kita. Sangat-sangat berusaha. Dan di panggung ini, kalian menunjukkan bakat kalian sebagai penari, sangat-sangat membuat merinding. Sangat terasa,” katanya melalui bahasa isyarat seraya berharap isu-isu ini bisa dibawa kemana-mana.

Anif dari Komunitas Bawayang Jogjakarta mengatakan pertunjukan yang diawali dengan kesunyian di dunia yang ramai ini membuatnya merinding. Juga tentang upaya mereka menunjukkan keberanian, untuk menghadapi orang-yang yang menganggap teman tuli berbeda karena memiliki kemampuan. Ia berharap, Kitapoleng bisa membawa isu-isu ini sampai ke internasional dan membawa kesadaran luas untuk memutus stigma bagi teman tuli.

Sementara Koreografer Jasmine Okubo menjelaskan kehadiran dirinya dalam panggung Nungkalik bisa dikatakan hampir 90 persen tidak ada gunanya. Metode yang ia terapkan bagi teman-teman tuli ini adalah dengan cara melepas apa yang mereka rasakan.

“Ada beberapa metode yang sifatnya conducting benar-benar bermanfaat. Tapi saya itu lebih ke bagian-bagian tertentu yang harus ada klik-nya antara koreografi dan musik. Jadi hampir 90 persen saya di sana itu gak ngapa-ngapain. Cuma, saya kadang menjadi Ibu mereka. Jadi kalau saya gak ada mereka panik,” jelasnya.

Jasmine menambahkan, terkadang ia melepas teman-teman tuli dalam pertunjukan. Mereka pun sesungguhnya bisa membawakan tarian selayaknya orang normal.

“Kelebihan teman tuli, mereka bisa menari secara konsisten sebab mampu menjaga dan mempertahankan tempo musik yang sama dalam diri mereka masing-masing,” pungkasnya.

Pertunjukan Nungkalik malam itu ditutup dengan adegan sarat makna. Di sebuah kendi berisi air, ia membenamkan dirinya. Ia memurnikan dirinya, mengurai segala kemelekatan dalam diri sebab air dipercaya sebagai media penyucian. Fragmen ini disempurnakan oleh kidung dari Peni Candra Rini.

Suaranya yang menyayat adalah nyanyian keresahan dalam tubuh yang terluka. Suaranya yang nyaring-tajam serupa keinginan untuk melepas kelemahan menjadi kekuatan. Di kendi itu pula Wahyu memotong rambutnya, membebaskan diri dari kemelekatan sebelumnya untuk memulai kehidupan dalam kemurnian, kemuliaan dan keyakinan akan penerimaan hidup yang lebih sempurna.

Pertunjukan Nungkalik di panggung itu berakhir sudah. Namun pertunjukan Wahyu, Salsa, Yogi, Ayu, dan teman tuli juga disabilitas lainnya masih akan terus berlanjut, entah sampai kapan.

Barangkali, hingga diskriminasi dan intimidasi tak ada lagi dan suara-suara mereka bermekaran di setiap hati.(Rilis)

Ketua TP PKK Prov Bali, Hadiri Acara Pasar Rakyat PKK 2022 Bertema “Berbelanja dan Berbagi”

DENPASAR – Pantaubali.com – Setelah sukses dalam perhelatan sebelumnya di Kabupaten Jembrana, Bangli Klungkung, Gianyar dan Tabanan kini TP PKK Provinsi Bali yang dimotori oleh Ketua TP PKK Prov Bali Ny. Putri Koster kembali menggelar Pasar Rakyat PKK Tahun 2022 dengan tema “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten/Kota se-Bali bertempat di RTH Taman Bung Karno Kabupaten Buleleng, Rabu, Buda Pon Medangkungan (10/8).

Dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Bupati Buleleng, Wakil Bupati Buleleng, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, serta undangan terkait lainnya, Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan bergotong royong dalam melaksanakan berbagai program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Sinergi itu antara lain diaktualisasikan dalam kegiatan pasar rakyat yang dilaksanakan secara bergilir di Kabupaten/Kota.

Konsep ini cukup unik karena barang-barang produksi UMKM/IKM serta kelompok tani dibeli oleh pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selanjutnya barang-barang itu dibagikan kepada 100 warga kurang mampu yang didatangkan dari Kecamatan yang ada di Buleleng. Selain menerima hasil belanjaan dari TP PKK Bali dan Kabupaten/Kota, 100 warga yang hadir juga menerima bingkisan yang khusus disiapkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Tiba di lokasi, Ny. Putri Koster langsung membeli barang dagangan yang dijajakan seperti sayur mayur, buah dan kebutuhan pokok lainnya sampai dengan barang-barang kerajinan UMKM. Hal itu diikuti oleh ketua dan pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali. Barang belanjaan itu kemudian dikumpulkan dan dibagi rata dalam tas-tas belanjaan lalu dibagi kepada 100 warga kurang mampu.

Secara umum, di tahun 2022 Putri Koster membagi kegiatan TP PKK menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah kegiatan sosialisasi yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan teknologi di bidang informasi.

“Kalau dulu, sosialisasi dilakukan dengan langsung turun ke desa. Tapi saat ini teknologi sudah semakin canggih, kita bisa memanfaatkan media seperti TV, Radio dan media lainnya untuk mensosialisasikan program PKK,” urainya.

Selain 10 program pokok PKK, program pemerintah seperti upaya pencegahan angka stunting, bidang lingkungan hidup dan kesehatan juga bisa diangkat dalam kegiatan sosialisasi.

Berikutnya kegiatan yang masuk kelompok besar ke-2 adalah aksi sosial seperti pasar rakyat.

“Kita ingin mengurangi kegiatan normatif atau seremonial dan lebih intens melakukan kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” cetusnya.

Wanita yang juga aktif berkesenian ini menyebut kegiatan pasar rakyat memiliki dua keuntungan. Di satu sisi, melalui kegiatan ini pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa bertemu secara periodik dan saling berkunjung ke daerah yang menjadi tuan rumah.

“Saat bertemu, kita bisa sharing dan berbagi pengalaman untuk kemajuan organisasi,” ucapnya.

Manfaat yang paling penting adalah, melalui kegiatan ini TP PKK dapat berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan dan juga membantu UMKM/IKM dalam memasarkan produk mereka.

“Pasar rakyat ini ibarat seperti sentuhan kecil, namun manfaatnya luar biasa, sangat dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya seraya menyampaikan bahwa pasar rakyat TP PKK mengusung konsep ‘terima kasih’.

Selain kegiatan pasar rakyat, TP PKK Provinsi berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten/Kota juga melaksanakan kegiatan berbakti dan berbagi yang juga digelar secara bergilir.

“Dalam kegiatan berbakti dan berbagi, kita menyasar lansia, balita balita gizi buruk/ kurang gizi, ibu hamil kekurangan energi khusus (KEK) dan kelompok difabel,” tuturnya.

Selain itu, ia mendorong TP PKK Kabupaten/Kota dalam mensosialisasikan terkait pencegahan stunting pada anak, sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali sangat konsen terhadap pencegahan stunting di Bali, dimana stunting berkaitan dengan generasi penerus bangsa. Jika generasi penerus bangsa tidak dijaga dengan baik maka bagaimana masa depan bangsa jika tidak ada regenerasi pemimpin bangsa. Untuk itu, pencegahan stunting harus dilakukan secara masif tidak hanya dari Pemerintah, namun juga dari masyarakat dan yang terpenting dari remaja putri yang akan menjadi seorang Ibu.

Lebih lanjut, Putri Koster mengatakan bahwa stunting merupakan program nasional yang harus kita jalani, jika tidak maka kita akan ketinggalan. Untuk itu dalam pencegahan stunting, Putri Koster meminta masyarakat tidak lalai dalam menjaga 1000 hari pertama masa pertumbuhan anak dari dalam kandungan sampai pada umur dua tahun.

Ny. Putri Koster juga menyampaikan bahwa banyak yang salah pengertian bahwa stunting hanya menyasar masyarakat yang kurang mampu, namun sebaliknya stunting tidak menyasar pada kondisi ekonomi, namun stunting disebabkan karena kelalaian pada pemberian makanan yang sehat dan bergizi. Makanan sehat tidak harus mahal, yang penting makanan tersebut harus bergizi yang mengandung vitamin-vitamin alami dari alam.

Bukan makanan yang siap saji dan mengandung banyak pengawet atau MSG, makanan tersebut justru tidak sehat dan tidak bergizi. Jadi para wanita hamil dan para orang tua harus memperhatikan asupan gizi makanan, sehingga makanan yang diberikan akan membuat pertumbuhan yang sehat.

“Jadi para calon ibu harus memperhatikan kondisi kesehatannya, baik dari pola istirahat, pola makan, asupan vitamin, pemeriksaaan kandungan sehingga tidak terjadi anemia pada ibu hamil atau KEK. Dan ketika anak lahir juga jangan lalai dalam memberikan asupan makanan, harus diperhatikan benar makananya, tidak perlu mahal yang terpenting memiliki nilai gizi,” tutur Putri Koster.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Ida Ayu Wardhany Sutjidra menyampaikan selamat datang kepada ketua serta jajaran pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten atau Kota se-Bali pada acara pasar rakyat yang digelar di RTH Bung Karno Buleleng. Ia menyampaikan, terima kasih atas terlaksananya kegiatan yang digagas oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny.Putri Koster. Dalam kegiatan pasar rakyat ini, pihaknya mendatangkan 100 warga dengan yang masuk kriteria kurang mampu dari 9 Kecamatan di Kabupaten Buleleng. Sementara 47 pedagang yang berjualan terdiri dari unsur kelompok tani, UMKM/IKM dan UP2K (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK. Ia sangat mendukung kegiatan ini karena mampu meningkatkan rasa kepedulian dan semangat gotong royong.

Pada kesempatan pagi itu, TP PKK Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota membagi 400 tas kepada 100 orang penerima, yang masing-masing penerima mendapatkan 3 tas dari TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten/Kota dan PAKIS Provinsi Bali berisi kebutuhan pokok, hasil pertanian serta olahan makanan.

Wagub Cok Ace Hadiri Ramah Tamah Meriahkan Hari Jadi Provinsi Bali ke-64

DENPASAR – Pantaubali.com – Setelah dua tahun nyaris tanpa perayaan karena situasi pandemi Covid-19, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-64 Tahun 2022 kembali semarak dengan beragam kegiatan. Pada Rabu (Buda Pon Medangkungan), 10 Agustus 2022, jajaran pimpinan dan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Bali mengikuti kegiatan jalan sehat yang dirangkai dengan ramah tamah di Halaman Kantor Gubernur Bali. Sayangnya, akibat hujan cukup deras mengguyur seputaran Niti Mandala, jalan sehat terpaksa urung dilaksanakan.

Para peserta langsung diarahkan untuk mengikuti acara ramah tamah yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Bali. Selain itu, acara ramah tamah juga dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan siswa dari sejumlah SMA/SMK Negeri di Kota Denpasar.

Kegiatan ramah tamah dikemas dengan nuansa guyub, dimana setiap OPD membawa beragam makanan sederhana seperti jagung, kacang dan kedelai rebus, nasi bungkus, teh dan kopi. Seluruh makanan itu ditata dan diletakkan di meja saji yang telah disiapkan panitia. Seluruh pegawai bebas mencicipi kuliner yang disiapkan tanpa terpatok harus mengambil di stand OPD masing-masing.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace menyampaikan rasa syukur karena pada tahun ini peringatan Hari Jadi Provinsi Bali bisa kembali semarak dengan berbagai acara. Kendati digelar pada keadaan cuaca yang kurang menguntungkan, ia berharap acara ramah tamah ini tetap mampu membangun semangat kekompakan dan persahabatan antar pegawai di lingkungan Pemprov Bali.

“Dengan jalinan persahabatan yang makin erat serta kekompakan, maka semua beban tugas yang dibebankan kepada saudara akan dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya. Ia juga berharap, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali menumbuhkan semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Acara ramah tamah juga dirangkai dengan gerakan 10 juta bendera untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Gerakan pembagian 10 juta bendera untuk masyarakat ini dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI ke-77. Sebagai bentuk partisipasi, Pemprov Bali mendukung program nasional ini dengan penyerahan bendera secara simbolis dari Wagub Cok Ace dan jajaran Forkopimda kepada 7 orang perwakilan masyarakat.

Pembagian bendera juga dilaksanakan jajaran Kesbangpol Provinsi Bali di sejumlah titik. Bendera merah putih yang dibagikan kepada masyarakat merupakan sumbangan dari seluruh pegawai Pemprov Bali.

Masih dalam rangkaian Hari Jadi Provinsi Bali ke-64, sebelumnya juga telah digelar Turnamen Olah Raga KORPRI. Sementara puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-64 akan dilaksanakan pada, Minggu (14/8) dengan agenda apel di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala dan Rapat Paripurna Istimewa di DPRD.

Wagub Bali, Berharap QRIS Dapat Dipakai Alat Transaksi Resmi di Berbagai Tempat

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok Oka Sukawati berkesempatan hadir dan memberikan sambutan pada acara Digitalisasi Pembayaran 4 Mall S.I.A.P Qris dan Digitalisasi Layanan Informasi Website Kupva BB di Plaza Renon, Denpasar, Selasa, Anggara Paing Medangkungan (9/8/22).

Acara ini turut dihadiri Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Manager Mall Plaza Renon, Mall Level 21, Mall Trans Studio Bali, Mall Duta Plaza, Direktur Bisnis Non Kredit BPD Bali, Kepala Cabang PT. Bank Negara Indonesia Wilayah Bali NTB NTT, Pimpinan Bank Mega, Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali, serta Merchant di pusat perbelanjaan.

Wagub Cok Ace dalam kesempatan tersebut, mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada Bank Indonesia dan Bank lainnya yang turut membantu membangkitkan perekonomian Bali yang sempat terpuruk di posisi ke-34 yang kini naik ke posisi 31 pasca pandemi Covid-19.

Dalam mengupayakan digitalisasi pembayaran melalui QRIS, orang nomor dua di Bali bersama dengan kepala perwakilan BI Bali telah melakukan berbagai sosialisasi di beberapa daerah.

“QRIS diharaplan dapat digunakan sebagai transaksi resmi, yang dapat digunakan diberbagai tempat seperti pasar, mall dan berbagai UMKM lainnya. Hal ini dilakukan karena dirasa penggunaanya lebih aman dan efisien”, harapnya.

Selain itu, Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan merchant-merchant harus siap dengan pembayaran digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran digital. I

“Tentu langkah ini dapat diikuti oleh seluruh mall di Bali”, katanya.

Selain melakukan peresmian digitalisasi sistem pembayaran melalui qris, acara ini juga melakukan peluncuran layanan digitalisasi informasi website Kegiatan Upaya Penukaran Valuta Asing Bukan Bank atau yang lebih disingkat dengan KUPVA BB. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi scam yang dilakukan oleh money changer yang tidak terdaftar di Bank Indonesia dan memudahkan wisatawan asing dalam bertransaksi.

Meriahkan Momen HUT Kemerdekaan RI ke-77, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Libatkan Puluhan IKM/UMKM Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 sekaligus menggelorakan semangat kebangkitan di Tabanan, Ketua Dekranasda Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M gandeng puluhan IKM/UMKM Tabanan untuk turut berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tabanan dan melibatkan seluruh ASN dan pegawai di lingkungan pemerintahan, Rabu (10/8).

Pembukaan rangkaian kegiatan dibuka pada hari ini, (10/8) dengan dihadiri oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, Ketua DPRD dan Ketua Komisi Fraksi PDIP, Wakil Bupati Tabanan beserta Nyonya selaku Ketua GOW Tabanan, Sekda Tabanan beserta Nyonya selaku Ketua DWP Tabanan, Para Asisten Sekda, Kepala OPD terkait dan para CSR.

Pagelaran pameran UKM dan IMKM ini berpusat di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan dengan penempatan puluhan stan di area perlombaan. Dekranasda dalam kesempatan ini setidaknya mengundang 20 pelaku usaha kuliner dan 4 pelaku usaha pertanian yang secara aktif menjajakan dagangan di area tersebut. Tak membutuhkan waktu lama, dagangan yang dijual ludes terjual diserbu ribuan ASN yang berpartisipasi dalam lomba sejak hari pertama.

Dimulai sejak 8 Agustus 2022 lalu hingga 11 Agustus mendatang, kegiatan ini diakui memberikan berkah tersendiri bagi para pelaku usaha. Berbagai macam makanan khas Tabanan dihadirkan mulai dari Entil Sanda, Lawar Yudha Tunjuk, Lawar Kuwir, Laklak Men Bayu, Warung Serasi, Nilaku Nyatnyat, Warung Binggo, Komunitas Bareng Ngopi, Nasi Khas Be Lindung, jajanan daerah, Betutu Biang Kauripan, Dapur Mamu, Cau Coklat dan masih banyak yang lainnya, hingga produk-produk pertanian sampai tanaman hias juga turut ditampilkan.

Yang nampak menarik, pihak disabilitas dari Mahatmiya Tabanan turut serta berkontribusi menjual nasi kuning, jajanan daerah dan olahan keripik yang ludes terjual. Semarak HUT Kemerdekaan RI Ke-77 nampaknya mampu memberikan beragam manfaat serta membangkitkan geliat kuliner di Tabanan. Berkunjung dan berbelanja siang itu Bupati Tabanan dan Ketua Dekranasda Tabanan nampak hangat menyapa setiap pelaku usaha IKM dan UMKM yang ada saat itu.

“Pada kesempatan ini, kami dari Dekranasda kembali menggandeng para Pengrajin UMKM kita, Kuliner, Kerajinan, Hasil-hasil pertanian, untuk ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dekranasda akan terus menggandeng IKM dan UMKM kita untuk ikut terus mempromosikan produk-produk kita, untuk terus berjualan, tidak hanya event 17 Agustus ini saja, tapi di event-event mendatang kita di Kabupaten Tabanan bahkan di Provinsi nantinya” Ujar Ny. Rai Wahyuni saat menyapa para pelaku usaha siang itu. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pelaku IKM dan UMKM untuk terus promosi dan berjualan.

Adanya pameran ini, diharapkan juga dapat memberikan manfaat dan membantu membangkitkan perekonomian masyarakat Tabanan sejak terdampak pandemi selama 2,5 tahun belakangan. Kegiatan seperti ini, tentunya sangat dinantikan oleh para pelaku usaha, seperti kata I Wayan Yudha Kumara, salah satu peserta pameran IKM dan UMKM saat ditemui di lokasi.

“Saya secara pribadi dan selaku pedangang, mengucapkan suksema kepada Bapak Bupati Sareng Ibu, sampun memfasilitasi kita selaku IKM dan UMKM untuk bergerak lebih leluasa, ini merupakan terobosan yang sangat brilliant, artinya pedangan bisa berpartisipasi dan difasilitasi dengan konsep yang luar biasa,” ujarnya.

Penuh Semangat, Pemkab Tabanan Sukses Sambut Gempita HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia

TABANAN – Pantaubali.com – Semarak rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadi yang paling meriah dan paling luar biasa. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, saat membuka secara resmi penyambutan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, di Taman Bung Karno Kabupaten Tabanan, Rabu (10/8).

Pembukaan yang telah dimulai sejak pagi hari tersebut, nampak telah dipenuhi oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang kompak mengenakan busana berwarna merah. Turut menghadiri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M selaku Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Tabanan, Ketua DPRD dan Ketua Komisi Fraksi PDIP, Wakil Bupati Tabanan beserta Nyonya selaku Ketua GOW Tabanan, Sekda Tabanan beserta Nyonya selaku Ketua DWP Tabanan, Para Asisten Sekda, Kepala OPD terkait dan para CSR.

Meskipun penyambutan perayaan dibuka pada hari ini (10/8) namun sederetan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2022 lalu, yang juga melibatkan partisipasi dari ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Mulai dari kegiatan gotong-royong pembersihan jalan, pembersihan area kantor, pemasangan bendera hingga mengecat trotoar jalan. Dilanjutkan dengan ragam perlombaan yang telah digelar mulai tanggal 8 Agustus hingga 17 Agustus 2022 mendatang dan sebagian besar dipusatkan di Taman Bung Karno dan Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan.

Rentetan kegiatan yang berlangsung, disambut dengan antusiasme tinggi dari para ASN dan kepala perangkat daerah. Terbukti, kedua lokasi pelaksanaan kegiatan, tak pernah sepi oleh kehadiran para peserta dan supporter lomba. Dan tak hanya ramai dengan perlombaan, para ASN baik yang sebagai peserta ataupun para pendukung, sangat semangat untuk saling pamer yel-yel antar OPD dan menunjukan kebersamaan dalam memberikan dukungan. Dibuktikan juga pada hari ini, Ribuan ASN turun untuk bersama-sama menggerakkan Senam Sicita secara massive dan dilanjutkan dengan senam Zumba.

Bupati Tabanan, Sanjaya, sangat mengapresiasi kebersamaan yang tercipta dalam menyambut kemerdekaan ini, terutama hampir keseluruhan acara telah berlangsung dengan kemeriahan dan sukacita.

“Ini sangat membanggakan buat kita semua di Kabupaten Tabanan, Saya lihat baik di media sosial maupun berita manapun, tahun ini Astungkara Tabanan dalam memperingati Hari Kemerdekaan yang ke 77 Saya lihat yang paling meriah dan paling luar biasa, baik dari semangatnya, kekompakannya dan gotong-royongnya, ini sangat membanggakan buat kita” Ujarnya.

Pihaknya menekankan, segala hal yang dilandaskan dengan kemauan dan tujuan yang baik, penuh dengan tulus ikhlas, rasa kekompakan, gotong-royong dan semangat, dapat bisa mewujudkan apapun di Tabanan.

“ini merupakan kebangkitan untuk menyongsong Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” sambungnya. Baginya sangat sesuai dengan tema HUT ke-77 RI, yakni Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat juga sebagai pencapaian bagi Tabanan yang menurut laporan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19, menjadi salah satu Kabupaten di Bali yang terbaik dan tercepat dalam melaksanakan vaksinasi.

“Ini semua bukti, dengan gotong-royong dari semua pihak, semua bisa kita lakukan, membangkitkan UMKM dan juga membangkitkan Ekonomi Kerakyatan” Sanjaya menyampaikan.

Hal tersebut tentunya juga merujuk pada 20 Pelaku Usaha Kuliner dan 4 Pelaku Usaha Pertanian dari IKM dan UMKM di Tabanan yang digandeng oleh Pemkab Tabanan untuk memasarkan produk mereka mulai tanggal 8 hingga 11 Agustus mendatang, guna meramaikan semarak kemerdekaan ini di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. Semarak kegiatan ini, diakuinya, tidak hanya di Kota Tabanan saja, tapi hampir di seluruh 133 Desa di Kabupaten Tabanan sangat bersemangat dalam menyukseskan HUT Kemerdekaan RI yang ke 77 ini.

“Perlu saya sampaikan, di Kabupaten Tabanan ini juga mengambil tema “Dari Kita, Oleh Kita dan Untuk Kita” jadi apapun yang kita lakukan ini, seluruh semangat yang luar biasa, kekompakan, keceriaan dan riang gembiranya, membuktikan semangat kita dalam membangun Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani, saya memiliki sebuah optimisme untuk bagaimana kita bangkit setelah 2,5 tahun terdampak dari pandemi” papar Sanjaya. Pihaknya juga tak lupa mengucap terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran rangkaian kegiatan.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Sanjaya dengan pelepasan balon dan dilanjutkan dengan senam sicita dan Senam Zumba serempak yang diikuti oleh ribuan ASN yang hadir pada pagi itu, diteruskan dengan Lomba Karaoke Berpasangan antar OPD. Salah satu peserta mengaku sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

“Selain seru, kegiatan-kegiatan ini juga sebagai ajang berkumpul sekaligus refreshing, kita bisa ikut lomba, senam dan juga belanja kuliner macam-macam” katanya.

Di Kesempatan itu pula, Bupati Sanjaya beserta Ny Rai Wahyuni menyaksikan lomba karaoke antar OPD yang memasuki babak final dan yang tak kalah meriahnya, Ketua Dekranasda Tabanan bersama dengan Ketua GOW dan Ketua DWP juga ikut menyumbangkan suara emasnya di panggung Gedung I Ketut Maria yang membuat suasana menjadi semakin meriah. Setelah itu, Bupati dan Nyonya tak lupa juga menyempatkan untuk berbelanja kuliner dan sekaligus berbincang dengan para pelaku usaha IKM dan UMKM yang berpameran di lokasi berlangsungnya acara.

Gubernur Sampaikan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di Side Event G20 Indonesia

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mengucapkan apresiasi dan terimakasih, karena Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan pertemuan Side Event G20 Indonesia, 3rd Development Working Group Meeting dengan tema“’Transforming the Economy Towards a Resilience and Sustainable Growth” diselenggarakan Kementrian PPN/Bappenas RI di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Senin (8/8).

Pertemuan sangat penting dan bagian acara pendahuluan dari rangkaian pertemuan Presidensi G20, dan berkontribusi langsung pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali, dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa, Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Taufik Hanafi, hingga narasumber dari mantan Menteri Perencanaan Venezuele (1992-1993), Racardo Hausmann, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2009-2014), Armida Alisjahbana, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (1998-1999), Wakil Presiden RI (2009-2014), Bapak Budiono dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2016-2019) serta mantan Menteri Riset dan Inovasi RI (2019-2021), Bambang Brodjonegoro.

Gubernur Bali menyampaikan upaya melakukan transformasi ekonomi Bali akibat pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari 2 tahun sangat berdampak seluruh sendi kehidupan, terutama sektor perekonomian. Dari 34 provinsi di Indonesia, Provinsi Bali mengalami kontraksi ekonomi terdalam dan terlama akibat pandemi. Hal ini lebih dari 54% perekonomian Bali bergantung pada sektor pariwisata.

Gubernur Koster mengungkapkan, sektor pariwisata sangat rentan terhadap perubahan faktor eksternal, yaitu gangguan keamanan, bencana alam, dan bencana non alam seperti munculnya pandemi Covid-19 melanda hampir semua negara di dunia.

”Kejadian menimpa sektor pariwisata berdampak langsung mengakibatkan perekonomian Bali terpuruk, mengalami kontraksi pertumbuhan sangat dalam, sebesar -9,31%,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Bertitik tolak dari pengalaman tersebut, kata Gubernur Koster, sudah saatnya Bali menata ulang perekonomian untuk menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali. Kembali kepada keorisinilan dan keunggulan sumber daya lokal meliputi alam, manusia, dan kebudayaan Bali terutama di sektor pertanian, kelautan dan perikanan, dan industri kerajinan rakyat berbasis budaya branding Bali.

Gubernur Koster menerangkan, pariwisata diposisikan sebagai sumber tambahan (bonus/benefit) dalam perekonomian Bali harus dikelola agar berpihak terhadap sumber daya lokal Bali. Selain itu, pengembangan perekonomian Bali mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) termasuk teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif dan digital.

”Perkembangan Iptek dapat dimanfaatkan meningkatkan perekonomian agar berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan,’’ sebuy Gubernur Koster.

Ketidakseimbangan struktur dan fundamental perekonomian Bali, kata Gubernur Koster, mengakibatkan perekonomian Bali sangat bergantung dan rentan terhadap perubahan faktor eksternal. Di pihak lain, pertumbuhan kapasitas ekonomi Bali kurang berkembang secara optimal. Guna memperkuat dan menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali diperlukan suatu konsep ekonomi komprehensif, yaitu Ekonomi Kerthi Bali.

Gubernur Koster menjelskan, ekonomi Kerthi Bali merupakan implementasi visi Pembangunan Bali ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Visi tersebut untuk mewujudkan keseimbangan/keharmonisan alam Bali, manusia Bali, dan kebudayaan Bali sesuai nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan/kebahagiaan kehidupan manusia. Keenam tersebut meliputi, Atma Kerthi (penyucian dan pemuliaan Atman/jiwa), Segara Kerthi (penyucian dan pemuliaan pantai dan laut), Danu Kerthi (penyucian dan pemuliaan sumber air), Wana Kerthi (penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan), Jana Kerthi (penyucian dan pemuliaan manusia) dan Jagat Kerthi (penyucian dan pemuliaan alam semesta).

Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi mewujudkan Bali berdikari dalam bidang ekonomi, dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan menerapkan 11 prinsip, yaitu ekonomi yang dikembangkan dari sikap mensyukuri/memuliakan kekayaan, keunikan, dan keunggulan sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya sebagai anugerah dari Hyang Pencipta. Ekonomi dikembangkan sesuai potensi sumber daya lokal alam Bali beserta isinya, dikembangkan krama Bali secara inklusif, kreatif, dan inovatif, berbasis nilai-nilai adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali, menjaga ekosistem alam dan budaya secara berkelanjutan, meningkatkan kapasitas perekonomian lokal Bali, berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing, mengakomodasi penerapan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta teknologi digital, memberi manfaat nyata guna meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara niskala-sakala, dibangun dengan asas gotong-royong, meningkatkan ketangguhan menghadapi dinamika perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global; dan menumbuhkan spirit jengah dan cinta/bangga sebagai Krama Bali.

Ekonomi Kerthi Bali, kata Gubermur Koster, memiliki enam sektor unggulan, yakni sektor Pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan dengan sistem pertanian organic, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri manufaktur dan industri berbasis budaya branding Bali, Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi, ekonomi kreatif dan digital dan sektor pariwisata, yaitu pariwisata berbasis budaya, berorientasi kualitas, dan bermartabat.

Ekonomi Kerthi Bali merupakan konsep ekonomi yang harmonis terhadap alam, hijau/ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, Ekonomi Kerthi Bali merupakan konsep dengan paradigma baru untuk mewujudkan tatanan kehidupan perekonomian sebagai penanda Bali Era Baru, diharapkan menjadi arus utama dalam perubahan tatanan ke dunia global.

Dengan pola pembangunan perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali akan terjadi keterhubungan langsung antar sektor unggulan, menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru, meningkatkan kapasitas perekonomian Bali, menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali, sehingga secara nyata memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali secara sakala-niskala.

”Penerapan konsep Ekonomi Kerthi Bali akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap upaya penurunan emisi karbon,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Konsep pembangunan Ekonomi Kerthi Bali digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS dalam menyusun program Transformasi Ekonomi Bali melalui peta jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru, hijau, tangguh, dan sejahtera. Pelaksanaan transformasi ini akan terwujud perekonomian Bali yang hijau, yaitu ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tangguh yaitu memiliki daya tahan terhadap krisis dan guncangan eksternal, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing. Sejahtera, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, baik sebagai pelaku usaha maupun penerima manfaat dari proses pembangunan tersebut, dengan kondisi yang adil dan merata.

Peta jalan transformasi Ekonomi Bali telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo tanggal 3 Desember 2021.

”Peta jalan ini menjabarkan strategi dan rencana aksi pemulihan ekonomi jangka pendek dan strategi transformasi perekonomian Bali dalam jangka menengah-panjang. Disamping juga menata kembali perekonomian Bali dengan prinsip memanfaatkan berbagai sumber daya lokal Bali baik alam, manusia dan budayanya, secara optimal dan berkelanjutan,” tambah Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Langkah pemulihan ekonomi jangka pendek, kata dia, dilakukan untuk mengembalikan kegiatan ekonomi, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat Bali. Sementara itu, transformasi ekonomi Bali proses pembangunan ekonomi memiliki dampak jangka oanjang mencakup enam strategi besar dan dijalankan dengan berbagai program pembangunan, yaitu Bali pintar dan sehat, produktif, hijau, terintegrasi, Smart Island; dan Bali kondusif.

Gubernur Koster menyatakan, pihaknya mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS dalam implementasi Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: hijau, tangguh dan sejahtera, dalam kerangka terwujudnya cita-cita Indonesia Maju tahun 2045.

”Saya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Menteri serta seluruh jajaran atas segala komitmen dan dukungan kuat yang telah diberikan untuk kemajuan Bali,”tutupnya. (Rilis)

Wagub Bali, Sampaikan Perda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan di Depan Anggota Dewan

DENPASAR – Pantaubali.com – Sesuai ketentuan Pasal 24 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi disebutkan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah provinsi yaitu dengan peraturan daerah provinsi.

Berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sampai akhir tahun 2021 terdapat empat (4) provinsi yang belum memiliki Peraturan Daerah Ketahanan Pangan, yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara dan termasuk juga Provinsi Bali, sedangkan 30 provinsi lainnya sudah memiliki Peraturan Daerah cadangan pangan pemerintah provinsi. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Sukawati saat penyampaian penjelasan Kepala Daerah dalam Rapat Paripurna ke-21 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun 2022, Soma Umanis Wuku Medangkungan (8/8).

Ditambahkannya pengembangan penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah provinsi yang sudah dilaksanakan untuk program pokok (beras) adalah sebagai langkah strategis untuk mendukung penyediaan cadangan pangan dalam menghadapi kekurangan pangan akibat gejolak harga, bencana alam, bencana sosial atau keadaan darurat.

Ketentuan ini sejalan sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Untuk mewujudkan visi ini, pemerintah daerah dengan misi pertama yakni memastikan terpenuhinya pangan dalam jumlah dan kualitas yang memadai untuk masyarakat.

Penyelenggaraan cadangan ketahanan pangan bertujuan untuk memberikan pedoman terhadap Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat dalam mengatur penyelenggaraan cadangan pangan di wilayahnya. Untuk mempermudah dan meningkatkan akses pangan bagi masyarakat yang mengalami darurat dan krisis pangan baik akibat bencana alam maupun bencana sosial, maka penyediaan bantuan pangan bagi masyarakat wajib disalurkan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial dan keadaan darurat.

Penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah provinsi dilakukan melalui pengadaan, penyaluran dan pengelolaan yang baik. Hal ini diperoleh melalui pembelian produksi dari dalam daerah dengan mengutamakan mutu, kualitas dan aman dengan harga pembelian yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam hal penyelenggaraan cadangan pangan Pemerintah Provinsi, Perangkat Daerah dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah dan lembaga masyarakat atau koperasi yang diatur dalam bentuk perjanjian kerjasama.

Selain itu dalam upaya mendukung era digitalisasi Pemerintah Daerah terus membangun, mengelola dan mengembangkan sistem informasi cadangan pangan yang terintegrasi. Sistem informasi digunakan untuk perencanaan pemantauan evaluasi dan stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengembangan sistem perimbangan terhadap masalah pangan.

Penyaluran cadangan pangan Pemerintah Daerah, juga dapat dimanfaatkan untuk bantuan pangan kepada masyarakat miskin atau yang mengalami rawan pangan dan rawan gizi, dan juga dapat diberikan kepada daerah lain yang membutuhkan.

Dalam hal ini masyarakat juga memiliki peran dalam mewujudkan cadangan pangan Pemerintah Provinsi melalui pelaksanaan produksi, pengadaan, pengelolaan dan penyaluran pangan, pencegahan serta penanggulangan masalah pangan, pemberian data dan informasi yang benar dan akurat mengenai rawan dan krisis pangan. Untuk mencegah terjadinya rawan dan krisis pangan maka penyaluran bantuan pangan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan cadangan pangan daerah dapat dilakukan bersama.