- Advertisement -
Beranda blog Halaman 721

Lahirkan Generasi Sehat, Kuat, Cerdas dan Bebas Stunting Melalui Pola Asuh yang Tepat

DENPASAR – Pantaubali.com – Gerakan mensosialisasikan “cegah stunting itu penting” terus digelorakan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang diketuai Ny. Putri Suastini Koster, yang bersinergi dengan instansi terkait yang membidangi. Bali yang saat ini mencatat angka stunting berada di angka 10,9% masih termasuk terendah jika dibandingkan Provinsi se-Indonesia. Namun tetap saja angka stunting ini harus diperkecil jumlahnya, yakni dengan segala upaya yang melibatkan kader PKK se-Bali, instansi pemerintah terkait sehingga kasus stunting tidak menjadi momok menakutkan bagi kemajuan bangsa Indonesia kedepannya.

Pasalnya, sebuah negara akan maju dan berkembang apabila memiliki generasi yang sehat, kuat dan cerdas untuk memimpin. Pola pikir kecerdasan manusia terletak pada kesehatan fisik yang baik, yang nantinya akan mempengaruhi daya nalarnya dalam mengambil keputusan. Untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas dan bebas stunting tentu saja menjadi tanggung jawab orang tua secara internal untuk memberikan pengetahuan sejak dini kepada anak-anaknya (khususnya anak perempuan yang nantinya sebagai calon ibu) untuk menjaga pola makan, pola tidur, pola pikir positif, penggunaan gadget yang tidak berlebihan dan wajib mengkonsumsi tablet penambah darah semasa remaja. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat mengisi dialog “Perempuan Bali Bicara”, di Studio Bali TV, Sukra Paing, Wuku Matal (19/8).

Setelah tumbuh menjadi remaja, anak perempuan atau calon ibu jangan sampai lepas dari informasi pentingnya menjaga kesehatan. Karena selepas dilahirkan, bayi juga harus tetap mendapatkan perhatian lebih terkait asupan gizi yang lengkap, ASI eksklusif minimal 6 bulan, pengetahuan makanan tambahan bagi bayi agar tidak mengganggu pencernaan. Dengan kata lain bayi wajib mendapatkan perhatian dan asupan gizi yang lengkap bagi pertumbuhan dan perkembangan di 1000 hari pertama kehidupannya termasuk masih berada di dalam kandungan ibunya.

“Anak-anak jangan dibiarkan tumbuh sendiri tanpa perhatian sehingga menyebabkan mereka kehilangan arah, bahkan mereka bisa tumbuh dengan perasaan kesepian. Maka sesibuk-sibuknya orangtua, marilah kita tetap pandai mengatur waktu untuk bekerja mencari nafkah hidup dan membagi waktu dengan anak-anak dan keluarga. Karena keharmonisan keluarga berawal dari perhatian yang melekat pada orang tua untuk anak-anaknya,” imbuh Ny. Putri Koster.

Dengan mengangkat tema “Cegah Stunting Melalui Pola Asuh”, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster yang menggandeng Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih tidak lelah meminta kepada masyarakat Bali untuk tidak lalai dalam menjaga tumbuh kembang anak, menjaga perhatian mereka terhadap anak-anak khususnya pola makan dan pola tidur agar tidak mengganggu perkembangan organ tubuh anak-anak kita. Apabila perkembangan fisik terganggu akibat adanya gangguan perkembangan organ tubuh, nanti serta merta juga akan membuat gangguan otak yang berdampak pada kecerdasan anak, sehingga lambat menerima dan mencerna informasi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih menambahkan bahwa pentingnya pola asuh melalui perhatian sangat mempengaruhi kecerdasan anak.

“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam tekanan sehingga mempengaruhi nafsu makan yang nantinya juga bisa menyebabkan mereka mengalami kondisi susah tidur karena anemia akut, yang menjadikan salah satu faktor penyebab stunting itu terjadi, karena secara medis stunting atau kondisi gangguan pada tumbuh kembang anak itu bukan genetik, melainkan terjadinya karena kurangnya perhatian pola asuh anak yang baik dan tepat,” ungkapnya.

Selain itu, kehidupan berdampingan dengan lingkungan selain keluarga yang penuh toleransi, penuh kasih sayang dan perhatian perlulah disadari bahwa konsep hidup saling asah, saling asih dan saling asuh itu penting bagi kenyamanan batin yang secara naluriah akan membawa manusia untuk dapat menumbuhkan rasa bahagia, berpikir positif dan memberikan kasih sayang terhadap sesamanya.

 

Buka Sanur Village Festival, Wagub Cok Ace Tegaskan Bali Aman Untuk Dikunjungi

DENPASAR – Pantaubali.com – Selama dua tahun kita bersama melewati masa-masa gelap akibat Pandemi Covid-19 dan saat ini sudah kembali melihat cahaya untuk bangkitnya kehidupan pariwisata dan ekonomi masyarakat Bali. Hal ini tentu saja akan menjadi penyemangat untuk penyelenggaraan event-event budaya lainnya di Bali.

Salah satu event tahunan yang selama dua tahun terakhir tidak diadakan, saat ini dibuka kembali. Sanur Village Festival tahun 2022 ini menjadi bukti kepada dunia bahwa Bali masih ada, Bali masih terus berkarya dan berprestasi serta masih mampu menampilkan kualitasnya kepada dunia. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Sukawati saat memberikan sambutan serangkaian pembukaan Sanur Village Festival yang diselenggarakan di Pantai Matahari Terbit, Kamis, Wraspati Umanis, Wuku Matal (18/8).

“Dengan mengangkat tema ‘Surya Sewana’ yang menandakan mulai bangkitnya pariwisata Bali, ibarat kita menyambut terbitnya matahari di pagi yang akan memberikan sinar kehidupan untuk kita semua. Pariwisata Bali sebagai lokomotif ekonomi Bali harus segera kita bangkitkan. Berbagai usaha promosi untuk menarik wisatawan datang ke Bali harus terus dilakukan. Event budaya, event MICE, event olahraga dan event-event lainnya harus terus dilaksanakan. Dalam kondisi seperti sekarang ini, event pariwisata akan menjadi daya tarik yang sangat ampuh sebagai ajang promosi untuk menarik banyak wisatawan agar datang ke Bali. Telah terbukti bahwa pelaksanaan event di Bali, mampu meningkatkan jumah penumpang pesawat dan occupancy hotel di Bali, hal ini sudah tentu akan memberikan multiplier effect yang positif baik kepada penyelenggara event maupun masyarakat sekitar serta masyarakat Bali pada umumnya,” imbuh Wagub Cok Ace.

Sanur Village Festival ini akan menjadi titik awal bangkitnya destinasi wisata Sanur dari keterpurukan selama dua tahun ini. Selain itu, penyelenggaraan event Sanur Village Festival diharapkan mampu menjadi energi baru bagi para pelaku pariwisata di Bali khususnya di Sanur.

Multiplier effect dari penyelenggaraan event ini diharapkan mampu sebagai pemicu bangkitnya perekonomian masyarakat karena terserapnya tenaga kerja serta bergeraknya UMKM.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno mengatakan pihaknya sangat senang dengan dilaksanakannya beberapa event secara berturut-turut di Bali. Ini membuktikan bahwa Bali dengan masyarakatnya yang majemuk dan kreatif mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Bali tetap berkarya dan mampu menjadikan kesehatan sebagai hal terpenting dalam menunjang perekonomian Bali, khususnya disektor pariwisata.

“Saya harapkan Sanur, dan Bali pada umumnya menjadi titik bangkitnya perekonomian melalui pariwisata. Ke depan perlu dibingkai tata kelola pariwisata baru yang memiliki strategi pengembangan agar tidak terkikis oleh budaya asing dan bencana non alam (seperti COVID-19 dan virus lainnya, red),” kata Sandiaga Uno

Meskipun demikian, kondisi Bali saat ini sudah sangat mendukung untuk pelaksanaan berbagai event baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional. Angka kasus covid-19 di bali saat ini sudah sangat landai dan sudah tidak menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan karena kasus yang terjadi tidak sampai menambah beban rumah sakit dan tidak menimbulkan kematian.

Semua ini dibantu oleh berbagai usaha pencegahan penyebaran Covid – 19 yang dilakukan oleh masyarakat Bali selama ini sudah membuahkan hasil. Penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh masyarakat di semua sektor kehidupan, pelaksanaan vaksinasi serta ketaatan dan kedisiplinan masyarakat dalam mentaati segala peraturan yang dikeluarkan pemerintah akhirnya mampu menekan timbulnya kasus-kasus baru.

Angka positif harian di Bali saat ini masih tetap landai meskipun sedikit ada peningkatan dibandingkan di awal tahun 2022 tetapi kasus meninggal sangat kecil dengan Bed Occupancy Rate ( BOR ) juga sangat kecil. Hal ini yang memberikan rasa optimis bahwa kasus Covid – 19 di Bali sudah tidak perlu dikhawatirkan asalkan masyarakat tetap menjaga protokol Kesehatan dengan disiplin. Antusiasme masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi di Bali juga sangat tinggi, yang juga menjadi faktor yang mampu menekan penyebaran Covid – 19. Jumlah angka vaksinasi di Bali sampai tanggal 16 Agustus 2022 sudah mencapai vaksin I sudah mencapai 105,58 %, untuk vaksin II sudah mencapai 96,83 % sedangkan untuk vaksin tahap tiga sudah mencapai 72,87% bahkan khusus untuk tenaga kesehatan di Bali sudah mendapat vaksin tahap empat.

Ketua panitia pelaksana Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan bahwa berbagai kebijakan pemerintah telah membuat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali menjadi sangat mudah. Saat ini di Bali sudah sebanyak 72 negara yang diberikan layanan Visa On Arrival, bahkan untuk negara-negara anggota ASEAN mereka mendapat keistimewaan ‘Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata’ jika mereka ingin tinggal hanya maksimal 30 hari.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan Sanur Village Festival saya harapkan mampu memberi peluang dan ruang bagi masyarakat Sanur serta pelaku UMKM untuk berkreasi, berkreatifitas dan memanfaatkan kesempatan untuk turut memutar perekonomiannya di tempat ini (Sanur Village Festival, di Pantai Matahari Terbit).

Untuk diketahui, bahwa wisatawan mancanegara tidak lagi dipersyaratkan tes PCR baik sebelum keberangkatan maupun setibanya di Bali. Mereka hanya cukup menunjukkan dokumen vaksin lengkap dan bahkan wisatawan dengan dibawah 18 tahun tidak diwajibkan menunjukkan dokumen vaksin.

Cok Ace Minta Ada Atensi Serius dari Sektor Keuangan untuk Pengusaha Pariwisata Lokal Bali

DENPASAR – Pantaubali.com- Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Sukawati menghadiri stakeholder gathering BPR Kanti, Senin (Soma Pon Matal), 15 Agustus 2022. Pada kesempatan itu Ia menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran penting dalam mengelola keuangan.

“Selama dua tahun lebih pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Bali memberikan pelajaran yang sangat penting bagaimana kita mengelola keuangan. Ini juga memberikan pelajaran yang penting kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mengelola wilayahnya,” kata Wagub yang juga Guru Besar ISI Denpasar.

Lebih lanjut Wakil Gubernur Bali yang lebih sering disapa Cok Ace ini menyampaikan bahwa sebelum pandemi pertumbuhan perekonomian Bali sangat baik bahkan jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, begitu juga dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya berkisar 1,25% saja, namun Covid-19 mendorong perekonomian Bali terpuruk paling dalam di Indonesia khususnya di sektor pariwisata.

“Saat Covid melanda Bali pada Maret 2020, kita berpikir akan selesai dalam waktu 3 bulan maka pengusaha berusaha mempertahankan aset serta karyawan agar tidak terjadi PHK. Sehingga modal habis untuk mengelola tenaga kerja. Apa dengan demikian pariwisata Bali akan bangkrut? Tidak. WTO menyatakan bahwa perekonomian dunia baru akan pulih pada 2025 tapi saat ini di tahun 2022 Bali sudah mulai pulih”, ungkap Cok Ace.

Disamping itu, Cok Ace juga menyampaikan bahwa yang perlu menjadi atensi dan perhatian lembaga keuangan adalah industri pariwisata lokal Bali yang perlu dibantu untuk membangkitkan kembali usahanya.

“Yang kami khawatirkan 20% industri pariwisata yang dimiliki oleh orang Bali agar diselamatkan. Jika ini habis maka pola pembangunan pariwisata Bali yang berbasis budaya akan bergeser. Ini yang kami khawatirkan”, ujarnya.

Menurut Wakil Gubernur Bali ini perlu mendapatkan atensi yang serius dari sektor keuangan khususnya yang menggantungkan pinjaman dari BPR agar tidak hanya terintegrasi namun juga harus didukung dengan soft loan.

“Bagaimanapun teman-teman kita yang 20% ini agar survive, beri mereka kesempatan dalam 3 tahun kedepan untuk mengembalikan usahanya,” pungkasnya.

Pointer Ketua TP PKK Prov Bali Menerima Audiensi Dengan Badan Narkotika Nasional Prov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menerima audiensi dari Kepala Badan Narkotika Nasional Prov Bali Brigjen. Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra,S.H., M.Si. beserta rombongan bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar pada Selasa, Anggara Wage Matal (16/7).

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi atas ajakan kolaborasi BNNP Bali untuk turut mensukseskan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara terpadu, sinergi, dan berkesinambungan serta berkomitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Menurutnya, TP PKK Prov Bali di bawah kepemimpinannya mempunyai 2 pokok program yaitu Sosialisasi dan Aksi Sosial.

“Biasanya dalam acara sosialisasi kita turun ke desa-desa atau bisa melalui webinar, TV maupun radio mensosialisasikan berbagai program pemerintah, program PKK yang termasuk pencegahan stunting dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kita biasanya menggandeng ahlinya saat program sosialisasi tersebut,” jelasnya dalam kesempatan tersebut turut juga didampingi oleh pengurus TP PKK Prov Bali.

Maka, Wanita akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak BNNP Bali untuk berkolaborasi dalam sosialisasi yang diadakan oleh TP PKK.

“Nanti kita juga bisa gerakkan kader-kader PKK hingga tingkat desa dalam mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama di lingkungan remaja”, katanya.

Selain itu, pendamping orang nomor satu di Bali itu juga mengajak BNNP untuk terjun ke Desa Adat dalam mensosialisasikan program tersebut. Karena seperti yang diketahui, Ny. Putri Koster saat ini juga menjabat sebagai Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Bali yang bergerak dalam pelestarian adat dan budaya hingga ke desa-desa.

“Jadi kita bisa gerakkan Krama Istri, para Yowana (anak muda) hingga pecalang dalam aksi sosialisasi tersebut. Serta, mendorong Yowana untuk membuat kader pencegahan penyalahgunaan narkoba,” bebernya.

Ia beranggapan dengan terjun ke Desa Adat maka sosialisasi akan lebih cepat, karena masyarakat Bali masih sangat taat kepada Desa Adat.

“Saya harap melalui kolaborasi ini bisa membebaskan masyarakat terutama generasi penerus kita dari bahaya narkoba, karena sudah tanggung jawab kita Bersama untuk menyelamatkan penerus bangsa. Maka untuk itu saya tidak pernah lelah dan bosan mengingatkan tentang hal tersebut,” tandasnya.

Sementara Kepala BNNP Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan kerja sama ini sebagai landasan kerja sama dalam upaya menumbuhkan daya tangkal keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba secara signifikan melalui kader-kader PKK di Provinsi Bali.

Ruang lingkup sinergi antara BNNP Bali dengan TP PKK Prov Bali ini antara lain, penguatan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika; penguatan sumber daya Tim Penggerak PKK dalam program atau kegiatan pencegahan, menumbuhkan kesadaran rehabilitasi bagi korban penyalahguna narkotika, pengawasan dalam lingkungan keluarga terhadap penyalahgunaan narkotika; deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika dan lainnya.

Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Pewarta Lepas Puluhan Tukik

TABANAN – Pantaubali.com – Berbagai kegiatan dapat dilakukan dalam memperingiati hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Seperti peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77 di pantai Yeh Gangga, Tabanan Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta), menggelorakan semangat Merah Putih dengan melakukan pelepasan tukik (anak penyu). Pelepasan tukik berlangsung pada Selasa,(16/8) dipimpin Ketua Pewarta I Made Doni Darmawan, S.S bersama anggota.

Acara pelepasan tukik dihadiri oleh Kabag Humas Pemda Tabanan, Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, S.Sos., Humas Kodim 1619 Tabanan dan Humas PDAM Tabanan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, dilanjutkan dengan ritual atau doa untuk keselamatan Bangsa dan Negara dan pelepasan tukik.Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 77.

“Hal ini kami wujudkan dengan pelestarian habitat anak penyu atau tukik.Kegiatan ini bermakna untuk kelestarian lingkungan hidup, terutama habitat penyu yang merupakan binatang laut saat ini telah langka”, jelas Ketua Pewarta, I Made Doni Darmawan.

Penting melestarikan habitat penyu untuk kelangsungan hidupnya.Sehingga, anak cucu kelak dapat mengetahui nama dan masih dapat menemukan n”penyu”, jelas Ketua Pewarta.

Dalam waktu dan kesempatan yang sama, Kasi Humas Polres Tabanan Seijin Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan dilaksanakan oleh Pewarta dengan melakukan keiatan melepas puluhan Tukik ke laut.

Hal ini tentu perlu menjadi tauladan bagi semua untuk kelestarian habitat penyu, sehingga penyu tetap lestari.

Dengan momen perayaan menyambut HUT Kemerdekaan RI diharapkan akan mampu menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dan patriotisme di hati sanubari kita masing-masing.

“Dirgahayu Republik Indonesia Ke 77”, pungkas, Kasi Humas Polres Tabanan.

Aparat Pemprov Geruduk Galian Pura Pasek Punduk Dawa

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Menyikapi terkait laporan adanya galian di sisi timur Pura Parahyangan Pasek Punduk Dawa, Desa Pikat, Dawan, Klungkung, aparat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeruduk lokasi galian tersebut, Senin (15/8).

Sejumlah pejabat eselon II pun tampak dalam sidak itu. Diantaranya Kasatpol PP Provinsi Bali, Kadis PUPR Provinsi Bali, Kelompok Ahli Gubernur, Kasat Pol PP Klungkung, serta aparat lainnya.

Sidak ini juga tampak disaksikan oleh pemilik lahan, Perbekel Pikat, dan juga Bendesa Adat Pangi

Hasil sidak itu, lokasi galian tersebut sudah dihentikan oleh Tim dari Pemda Kabupaten Klungkung pada hari Jumat, tanggal 5 Agustus 2022. Dan tidak ditemukan aktivitas penggalian di lokasi.

Kendati demikian, aparat Pemprov Bali meminta agar lubang bekas galian itu ditata, diratakan, dirapikan kembali. Selain itu, aparat juga tidak mengizinkan lagi material keluar dari areal tersebut.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengungkapkan, galian itu berada di bawah pura, sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, penataan lahan tidak dibarengi dengan persetujuan dari penyanding, sehingga pengalian itu tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, dan berpotensi terjadi dampak lain.

Dia menambahkan, untuk penataan meminta agar dilakukan sesegera mungkin. Namun dengan catatan tidak boleh keluar dari tempat itu.

“Menyangkut penataan kita minta untuk benar-benar dilaksanakan agar tidak menimbulkan dampak buruk dan membahayakan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dewa Dharmadi juga meminta agar Satpol Kabupaten/Kota lainnya melakukan pengawasan terhadap penataan lahan. Kendati pun itu lahan pribadi, namun pengawasan dilakukan untuk menghindari dampak negatif dari aktivitas itu.

“Ini dilakukan agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar yang ada di tempat penataan itu,” pungkasnya.

Tampilkan 1600 Penari, Bupati Tabanan Membuka Festival Parade Budaya Pantai Kelecung

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya mendukung peningkatan inovasi dan kreatifitas masyarakat di Tabanan guna membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M menghadiri sekaligus membuka kegiatan Parade Budaya Festival Pantai Kelecung yang berlangsung di Banjar Dinas Kelecung Kelod, Desa Tegalmengkeb Selemadeg Timur, Sabtu (13/8).

Dengan dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Para Asisten Sekda, Para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Forkopincam Selemadeg Timur, Perbekel Desa dan Bendesa adat Tegalmengkeb, kegiatan tahunan yang telah terlaksana selama 5 kali ini dimeriahkan dengan riuh sukacita oleh masyarakat setempat.

Mengambil tema “Meliang-liang di Pantai Kelecung”, Parade Budaya ini memiliki tujuan untuk mempromosikan Desa Tegalmengkeb khususnya pantai Kelecung yang menjadi ikon destinasi pariwisata khas Tabanan. Festival ini dimeriahkan dengan parade gong yang diikuti oleh 10 sekaa Gong Istri dari masing-masing banjar dan dari desa lainnya di Selemadeg Timur dan sebagai puncaknya yakni pementasan Tari Puspanjali masal dengan 1600 peserta yang akan menari di pantai Kelecung. Hal tersebut menjadi suatu keunikan yang patut menambah nilai plus, dalam upaya pelestarian adat dan budaya yang ditunjukkan oleh Desa Tegalmengkeb Selemadeg Timur.

Upaya pelestarian budaya ini tentunya mendapat apresiasi yang luar biasa dari Bupati Tabanan, Sanjaya. Selain menonjolkan potensi wisata di Desa, dan penampilan tarian yang memukau, juga sudah sangat sesuai dengan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman ,Unggul dan Madani (AUM) dalam point pelestarian agama, adat dan seni budaya. Meskipun di tengah pandemic Covid-19, baginya, masyarakat Tegalmengkeb sudah mampu memberikan suguhan berupa festival budaya yang berlangsung dengan sangat baik ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang sangat positif kita laksanakan” Ujarnya. Kabupaten Tabanan dengan beragam potensi yang dimiliki termasuk panorama yang sangat indah bedasarkan letak geografisnya serta SDM yang unggul dan hebat, menjadi sebuah anugerah yang patut disyukuri. “Salah satu gagasan membuat festival Kelecung ini perlu mendapat apresiasi karena, bisa membuktikan diri, bahwa pantai Kelecung ini juga akan tentu bisa menarik kunjungan wisata, baik dari desa sendiri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali bahkan di seluruh dunia” Imbuhnya bangga.

 

Pihaknya juga menyarankan agar festival ini mendapat publikasi yang baik, terlebih melalui media sosial. Baginya, kekuatan media sosial menjadi sarana promosi wisata yang sangat ampuh untuk memperkenalkan keindahan pantai Kelecung Tabanan hingga mampu diakui oleh Dunia. Lebih lanjut, Sanjaya juga berharap agar festival ini bisa terus dilestarikan dan disemarakkan di tahun-tahun mendatang, bahkan dengan melibatkan kolaborasi dari seluruh desa di Selemadeg Timur.

 

“Harapannya dengan ini kita bisa berbenah, kita lihat dan perhatikan sarana pendukungnya ke depan, mudah-mudahan festival Kelecung berikutnya lebih baik dan lebih bagus, buktinya hari ini, masyarakat tumbuh dari bawah, bukan dari atas, ada tarian dari yang tua dan yang muda, ini yang membahagiakan buat kita masyarakat Tabanan khususnya Desa Tegalmengkeb” Ujar Sanjaya.

 

Kehadiran Bupati dan jajaran Pemkab sore hari itu menambah motivasi tersendiri bagi masyarakat. Terutama setelah festival ini sempat tertunda pelaksanaannya selama 2 tahun berturut-turut dikarenakan oleh pandemi. Dewa Made Widarma selaku ketua panitia, sampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan tiada henti yang diberikan oleh Bupati Sanjaya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang selalu menssupport kegiatan kami, khususnya pembangunan kami di desa Tegalmengkeb. Astungkara kedepannya, Pak Bupati bisa melanjutkan program-program Pemerintah Kabupaten yang memang ditujukan ke masyarakat dan rakyat Kabupaten Tabanan” Kata Widarma. Pembukaan Festival ditandai dengan pelepasan merpati oleh Bupati Tabanan.

HUT Ke-64 Provinsi Bali, Bupati Tabanan Pimpin Upacara Peringatan di Kantor Bupati

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka memperingati Hari jadi ke-64 Provinsi Bali, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M pimpin seluruh ASN di lingkungan Setda Tabanan untuk melaksanakan upacara peringatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Tabanan, Minggu pagi (14/8).

Turut mengikuti upacara, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda beserta Para Asisten Sekda, para kepala OPD di lingkungan Setda dan upacara juga diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Setda Tabanan.

Dalam upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut, Bupati Tabanan, Sanjaya, membacakan sambutan dari Gubernur Bali, Wayan Koster, di mana pihaknya menyampaikan beberapa poin penting terkait kebangkitan Bali setelah melalui masa pandemi Covid-19 hingga hari jadinya ke-64 ini. Termasuk penanganan kasus Covid yang dikelola dengan sangat baik dan cepat, hingga saat ini telah tercapai peningkatan kesehatan pada masyarakat melalui vaksinasi dan membuat Bali masuk dalam kategori terbaik penanganan pandemi Covid-19. (Vaksin 1 mencapai 105%, vaksin 2 mencapai 97% dan booster vaksin 3 mencapai 78%).

Peningkatan tersebut tentunya berimbas pada pertumbuhan pariwisata yang mulai bangkit, baik melalui kunjungan wisatawan mancanegara yang saat ini bisa mencapai 9000 orang kedatangan setiap hari dan wisatawan nusantara yang mencapai 10.000 orang kedatangan setiap hari. Hal itu tentunya membawa nafas segar bagi perekonomian di Bali.

“Momentum yang sangat baik ini dapat kita pertahankan sekaligus tingkatkan seiring dengan semakin banyaknya event nasional dan internasional di Bali, terutama rangkaian pertemuan Presidensi G20, yang puncaknya berlangsung pada tanggal 15-16 November 2022” Sanjaya menyampaikan.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan, pencapaian Pembangunan Bali dalam perwujudan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Bali Era Baru, telah terwujud di berbagai sektor baik penguatan dan pemajuan Desa adat, Tradisi, Seni dan Budaya serta kearifan lokal Bali, dan juga mencakup perbaikan kualitas ekosistem alam serta pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegrasi hingga kebangkitan pariwisata.

“Kita patut bersyukur dalam situasi yang sangat sulit, keterbatasan anggaran akibat pandemi Covid 19, seluruh pembangunan infrastruktur yang strategis, bersejarah, fundamental dan monumental tetap dapat dilaksanakan akan selesai tepat waktu sesuai rencana” Ujar Sanjaya.

Oleh sebab terpuruknya sektor-sektor krusial akibat Covid-19, menjadikan penataan ulang perekonomian Bali melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali sebagai sebuah transformasi dalam menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali, serta mewujudkan Bali berdikari dalam bidang ekonomi telah dijadikan acuan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasonal dalam Menyusun Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: “Hijau, Tangguh, Sejahtera” yang diluncurkan secara resmi oleh Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo pada Jumat, 3 Desember 2021.

“Titiang mengajak Semeton Krama Bali sareng sami, agar tetap kompak, guyub, bersatu, gilik saguluk, parasparo, salunglung sabayantaka, sarpana ya, se-la sekata, seiring sejalan, bekerja sama dengan sama-sama bekerja, gotong-royong ,pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binatu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua, sebagaimana wejangan Yang Mulia Bapak Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia” Sanjaya menyampaikan.

Pihaknya juga turut mengajak agar seluruh masyarakat tetap tertib, disiplin dan penuh rasa tanggung jawab melaksanakan dan menyukseskan semua kebijakan dan program Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan diwariskan dan didedikasikan untuk generasi Bali di masa yang akan datang.

“Dirgayahu Hari Jadi ke-64 Provinsi Bali! Bali Dwipa Jaya” seru Sanjaya.

Di akhir kesempatan, orang nomor satu di Tabanan tersebut, melakukan penyematan atribut kepada para paskibraka pengibar bendera yang bertugas saat itu dan akan bertugas kemudian pada Upacara 17 Agustus 2022 mendatang.

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Kontes Motor Sekaa Teruna Rama Wijaya: Ini Baru Kreatifitas Bikers

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga memberikan apresiasi pada kegiatan HUT ST. Rama Wijaya ke-50 dengan mengadakan kontes motor dirangkaikan dengan pameran kuliner yang diselenggarakan di Balai Serbaguna Banjar Adat Kukuh, Desa Kukuh, kerambitan pada Sabtu, (13/8).

“Acara seperti ini bagus, anak muda sudah bisa menangkap fenomena sosial. Saat ini bikers sedang tumbuh dan perlu ruang kreatifitas,” katanya seusai acara.

Sekitar 104 peserta lokal Tabanan ikut memeriahkan kontes tersebut. Selain itu, acara ini juga berisi kegiatan sosial seperti, pemberian sembako kepada masyarakat kurang mampu, parade Senam Sicita, parade Band dan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Saya menilai potensi Tabanan luar biasa. Terutama dari segi sumber daya manusia. Tinggal sekarang membangun komunikasi sehingga apa yang direncanakan bisa terwujud,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya kontes modifikasi motor bisa menurunkan niat untuk melakukan balap liar di jalanan atau pantai. Dirga juga melihat saat ini sedang berkembang di banyak tempat pecinta kedaraan jenis dua Tak.

“Para pencita atau penghobi kendaraan roda dua bisa menyalurkan hobi pada ajang seperti ini. Sangat positif serta bisa menambah relasi pertemanan,” katanya.

Masuk Bursa Dirjen Hindu, Yoga Segara Siapkan 13 Strategi Program Unggulan

DENPASAR – Pantaubali.com – Kementerian Agama secara resmi mengumumkan 3 calon Dirjen Bimas Hindu pada, Kamis (11/8) Calon-calon tersebut memiliki latarbelakang akademisi diantaranya I Nengah Duija, I Nyoman Suweca dan I Nyoman Yoga Segara. Ketiga calon ini diharapkan, mampu membawa perubahan signifikan pada Ditjen Hindu saat terpilih kelak.

Dikonfirmasi secara terpisah, Minggu (15/8) di Denpasar I Nyoman Yoga Segara yang masuk sebagai bursa Calon Dirjen Hindu tersebut mengungkapkan komitmennya jika terpilih dan memimpin Direktorat Jenderal Bimas Hindu. Menurutnya Hindu menghadapi tantangan luar biasa saat ini di tengah perubahan paradigma dan perkembangan teknologi informasi. Sehingga dibutuhkan strategi khusus dalam menjalankan gerak dan langkah organisasi kelembagaandengan semangat kolaborasi.

“Saya ingin fokus pada semangat dan spirit kebangkitkan Hindu Nusantara saat ini. Ini momentum penting dalam mengkonsolidasikan program yang realistis dan lebih kongkret. Harapan dari berbagai tokoh dan elemen umat sangat besar akan kondisi Hindu di Nusantara saat ini,”kata Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa tersebut.

Yoga Segara selama 5 tahun terakhir konsen dengan isu dan riset-risetnya seputar Hindu lokal di Indonesia. Diantaranya Hindu Alukta di Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan Pemeluk Hindu Suku Nuanulu di Pulau Seram, Maluku Tengah. Dalam temuan penelitiannya, banyak persoalan yang diuraikan dan problem keumatan yang belum tersentuh pada Hindu lokal di Nusantara baik secara administrasi, pelayanan, akses pendidikan hingga ekonomi. Menurutnya, berkontribusi untuk solusi keumatan di Indonesia tidak cukup di lembaga pendidikan, namun hal lainnya yang lebih strategis.

“Menjadi Dijen Hindu bukan untuk gagah-gagahan. Tapi bersedia menawarkan gagasan dan strategi efektif untuk kemajuan umat Hindu di masa depan. Harus siap dengan segala kemungkinan. Berhadapan dengan berbagai jenis masalah keumatan dan konsolidasi semua sumberdaya adalah pekerjaan besar yang harus dikolaborasikan,”ucap pria kelahiran Serangan, Denpasar tersebut.

Jika terpilih mengemban amanah dan tanggungjawab sebagai Dirjen Bimas Hindu, setidaknya ia menyiapkan 13 program strategis. Pertama, optimalisasi tata kelola manajemen lembaga Ditjen bimas Hindu sehingga menjadi regulator, fasilitator dan pelayan umat yang prima. Kedua, memperkuat dan mempercepat program prioritas Kementerian agama seperti tahun toleransi, moderasi beragama, transformasi digital, religiosity indeks, hingga cyber university.

Ketiga, meningkatkan kerukunan baik eksternal dan internal melalui harmonisasi kehidupan keagamaan, dengan bersinergi secara intensif bersama lembaga keagamaan dan majelis agama (PHDI baik pusat maupun daerah).

Keempat, meningkatkan literasi budaya dan agama melalui publikasi massif baik publikasi ilmiah maupun populer, majalah dan situs online serta berbagai platform media sosial. Kelima, Mewujudkan gerakan Filantropi Hindu untuk membangun kesadaran dan pemberdayaan keumatan.

Keenam, kolaborasi dengan pihak swasta dan instansi pemerintah terkait untuk akselerasi ekonomi keumatan. Ketujuh, membuka dan memberikan akses pendidikan kepada umat Hindu khususnya yang ada di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) dan umat Hindu yang berangkat dari kepercayaan lokal seperti Hindu Tolotang dan Hindu Alukta ( Sulawesi Selatan), Suku Nuaulu, Suku Kei, Pulau Buru (Maluku), Suku Karo ( Medan) dan Tengger – Bromo. (Jawa Timur).

Kedelapan, segera menegerikan STHD Klaten dan memperkuat PTKH negeri dan swasta dengan peningkatan anggaran yang signifikan. Kesembilan, membuat pilot project Pasraman Formal mulai dari tingkatan TK, SD, SM, SMA di tiap provinsi dimulai dari Bali sebarai role model

Kesepuluh, Internasionalisasi lembaga PTKH. Kesebelas, menyusun kebijakan dan kebutuhan umat berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan di PTKH, Keduabelas, memperkuat hubungan umat Hindu dengan pemerintah daerah setempat dan Ketiga Belas, memperkuat model dan metode pembinaan Sad Dharma dengan mengikuti tantangan jaman, khususnya melalui literasi digital dan TIK.

“Tiga belas program strategis tersebut akan dilakukan secara terukur dan dapat direalisasikan dalam jangka pendek dan menengah,”kata penulis buku Kautilya Arthasastra : Jejak Pemikiran Politik Hindu tersebut.(Rilis)