- Advertisement -
Beranda blog Halaman 719

Dukung Presidensi G-20 Polsek Penebel Amankan Kawasan Wisata

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung di kawasan wilayah kecamatan Penebel – Kabupaten Tabanan. Personil Polsek Penebel dipimpin Kapolsek melakukan pengamanan di kawasan wisata DTW Jatiluwih, Monumen Unesco Jatiluwih, Penebel dan Kawasan Wisata Soka , Senganan, Penebel, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan pengamanan berlangsung pada hari Minggu tanggal 28 Agustus 2022 mulai pukul 12.00 wita sampai dengan sore.

“Pengamanan ini dilakukan dengan menugaskan personil unit Patroli Samapta Polsek Penebel, Reskrim, Intelkam, Binmas dan Bhabinkamtibmas. Hal ini adalah untuk memastikan tempat wisata yang ada di kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, terutama pada Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih benar benar aman dan nyaman layak untuk dikunjungi. Tiada lain pula dimaksudkan untuk mendukung Presidensi G 20 yang akan berlangsung di Nusa dua”, Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana S.H., M.H.

Kegiatan personil Polsek Penebel juga melakukan yustisi dan himbauan untuk masyarakat dan wisatawan yang berkunjung agar tetap mentaati protokol kesehatan. Dengan disiplin prokes bagi kita semua semoga tidak ada lagi penyebaran Covid-19.

“Dari hasil pemantauan kami tidak ditemukan adanya pelanggaran prokes, sarana prokes di area publik juga masih tersedia seperti tempat mencuci tangan dan penggunaan hand sanitizer. Situasi sampai saat ini masih kondusif”, katanya.

Personil Polsek Penebel juga melakukan Sosialisasi atau Edukasi dan Himbauan kepada Pengunjung Kawasan Wisata untuk melaksanakan Vaksinasi Lanjutan (Booster) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI nomor : 440/3917/SJ tanggal 11Juli 2022 tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster).

Tetap Perjuangkan Tanahnya, Ipung Menduga Ada Sindikat Mafia Tanah Bermain

Denpasar, Akhirnya Siti Sapura yang akrab disapa Ipung bertemu langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan PT. BTID (Bali Turtle Island Development). Pertemuan tersebut terkait, sengketa tanah yang sebagian digunakan sebagai Jalan Lingkar Serangan, kemarin (Jumat (26/8) di Kelurahan Serangan, Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Prajuru Desa Adat Serangan, I Nyoman Kemuk Antara menyampaikan, jalan yang menjadi sengketa sekitar 2005. Sebelumnya di sepanjang jalan kawasan tersebut belum terbangun jalan.

Lebar jalan dibentuk saat itu selebar jalan yang saat ini telah diaspal.

“Saat itu memohon lokasi disini kepada ibu Haji Pema.Sedangkan di seberang kanal telah terbentuk jalan setapak,” katanya.

Dari sepengetahuannya, pada 2016 mengajukan permohonan pengaspalan kepada pemerintah Kota Denpasar. Permohonan tersebut dikabulkan Pemkot Denpasar.Akan tetapi, kenapa PT BTID memegang Hak Guna Bangunan (HGB) tanah di jalan menjadi masalah.

“Apa dasar dari HGB dipegang PT BTID ini,” cetusnya.

Selanjutnya Ipung menyampaikan, dari wacana Desa Adat telah mengetahui tanah tersebut milik saya. Intinya saya masih beritikat baik karena, tidak mau membuat masyarakat susah.

Akan tetapi, dalam kaitan dengan pengambilan tanah tersebut nantinya lebih ke proses atau secara hukum dan secara sah.

“Saya, menduga ini ada sindikat mafia tanah yang bermain disini.Karena, bagaiman mungkin tanah saya bisa di HGB 30 tahun tanpa konfirmasi dengan keluarga saya, ada ahli warisnya sebelum saya juga Bahkan saya yang memegang sertifikat dari dulu tidak tau sampai sekarang. Berarti mereka yang menerima kompensasi selama 30 tahun ini yang akan saya kejar nanti di pengadilan”, paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan, HGB tidak sama dengan hak milik. HGB tidak bisa seseorang mengklaim tanah tersebut selamanya serta bagaimana tanah ini ada HGB oleh PT BTID.

Ratusan Penari Beradu Aksi di GWS Tabanan

TABANAN – Pantaubali com – Suasana meriah tampak di panggung terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan. 134 penari unjuk aksi dalam lomba yang digelar oleh komunitas Petak Sikep asal Banjar Dinas Mertasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan Jumat, (26/8).

Lomba tari akan digelar selama dua hari antara Jumat, (26/8) hingga Sabtu, (27/8). Dewan Penasehat komunitas seni Petak Sikep I Gede Purnawan memyambut baik anak asuhnya bisa menyelenggarakan lomba di GWS Tabanan.

“Meski berasal dari kawasan paling Barat Tabanan, kami bangga bisa membuat lomba tari di sini,” katanya.

Anggota DPRD Tabanan Fraksi PDI Perjuangan asal Desa Padangan ini menyampaikan obsesinya ingin membuat Tabanan menjadi salah satu barometer seni Bali. Ia menilai, seni adalah Taksu Pulau Dewata.

“Dari Tabanan banyak seniman, kita sebut saja Cenk Blonk, Celekontong Mas hingga seniman tari Ketut Maria,” ujarnya.

Adanya lomba tari tersebut, Purnawan berharap akan menggairahkan seni di Tabanan untuk anak muda. Sehingga dikemudian hari generasi seni tercipta dan mewarnai Bali.

“Saya siap mendukung penuh kegiatan komunitas Petak Sikep,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan yang mewakili Bupati Tananan, Wayan Sugatra menyambut baik kegiatan ini. Ia secara pribadi berharap, kegiatan tersebut bisa berjalan konsisten.

“Saya berharap semoga bisa terus dilaksanakan,” ujarnya.

Lomba tari yang dilaksanakan oleh komunitas seni yang diasuh oleh seniman I Nyoman Ardika alias Sengap seperti lomba tari puspanjali, tari baris, tari condong, dan lomba tari jauk keras. (Rilis)

Gubernur Bali, Serahkan Piala Gubernur Bali Ke Pemenang Grand Champions Festival Layangan Bali

DENPASAR – Pantau Bal -Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan Piala Gubernur Bali kepada I Ketut Widia dari Drangdang Team, Tanjung Benoa, Badung sebagai pemenang Grand Champions Festival Layangan Bali 2022, di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Kamis (25/8).

Penyerahan Piala Gubernur Bali disaksikan Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha beserta Komunitas Seni Layangan Bali.

Gubernur Bali mengucapkan selamat kepada peraih juara lomba di Festival Layangan Bali 2022 dan yang belum beruntung juara, mudah-mudahan tahun depan dapat juara.

“Atas dilaksanakannya Festival Layangan Bali 2022 bertema ”Kerthining Gesing” atau Menjaga Keseimbangan Bambu dengan suasana semarak dan digeluti anak-anak muda Pulau Dewata melalui hasil karya seni budaya luar biasa”, sebutnya.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengungkapkan, Festival Layangan Bali merupakan bagian dari karya seni budaya Bali sampai saat ini keberadaannya masih dilestarikan berkat kreativitas dan inovasi seni generasi muda.

”Kita patut bersyukur dan bangga, hanya di Bali ada semangat bermain layang-layangan serius. Ini menjadikan Bali sebagai salah satu pulau memiliki kekhasan dan keunikan budaya. Karena budaya melayangan dijadikan gaya hidup masyarakat Bali sangat terpelihara lestari sepanjang zaman,’’ ujarnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mendapatkan apresiasi tepuk tangan dari para juara, karena Gubernur Koster komitmen menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Layangan Bali agar terselenggara berkelanjutan sebagai bagian dari pelestarian seni budaya melalui kreativitas seni anak muda Bali dalam melayangan.

“Saya sudah menyiapkan fasilitas bermain layang-layangan pemuda Bali di kawasan Pusat Kebudayaan Bali lahan seluas 2 hektar. Sehingga event Festival Layangan Bali tampil lebih profesional,” kata Gubernur Koster tercatat berkontribusi dalam memberikan bantuan dana untuk hadiah para juara lomba Festival Layangan Bali Tahun 2022.

Pemenang Grand Champion Festival Layangan Bali 2022 yang meraih Piala Gubernur Bali, I Ketut Widia dari Drangdang Team, Tanjung Benoa, Badung menyatakan dukungannya terhadap Gubernur Bali, karena luar biasa memfasilitasi kreativitas anak muda di Bali untuk melayangan.

”Meskipun dalam kondisi sibuk, Bapak Gubernur Bali menyempatkan diri hadir menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba,” sebutnya.

Setidaknya, Lokasi Festival Layangan Bali bisa di kawasan Pusat Kebudayaan Bali. Karena Bapak Gubernur Bali sudah memikirkan kreativitas seni budaya anak muda. Dia berdoa mudah-mudahan ke depan Pemerintah Provinsi Bali bisa mempromosikan Festival Layangan Bali ke mancanegara untuk menarik wisatawan mancanegara dating ke Pulau Dewata.

”Saya berharap Bapak Wayan Koster terus melanjutkan kepemimpinannya di Pemerintah Provinsi Bali sebagai Gubernur Bali.Selain menyerahkan Piala Gubernur Bali kepada pemenang Grand Champions Festival Layangan Bali 2022, Gubernur Koster juga menyerahkan, hadiah kepada juara favorit lomba layangan”, katanya.

Juara layangan Bebean Remaja, juara layangan Pecukan Remaja, juara layangan Janggan Buntut Remaja, juara layangan Janggan Remaja, juara Layangan Kreasi, juara layangan Bebean Dewasa, juara layangan Pecukan Dewasa, juara layangan Janggan Buntut Dewasa, juara layangan Janggan Dewasa, juara layangan Bebean Big Size, juara layangan Janggan Buntut Big Size. Di samping menyerahkan hadiah kepada juara lomba foto, lomba video, dan lomba pindekan.

TMMD Ke-144 Tahun 2022 di Penebel Tabanan Resmi di Tutup Danrem 163/Wira Satya

TABANAN – Pantaubali.com – TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 114 tahun 2022 secara resmi di tutup oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Choirul Anam,S.E,M.M.,dengan ditandai pemukulan gong dalam Upacara Penutupan TMMD ke 114 yang digelar di Jaba Pura Luhur Muncak Sari Desa Sangketan Kecamatan Penebel Kab. Tabanan, kemarin, (Rabu (24/8).

Kegiatan Upacara Penutupan TMMD ke 114 tahun 2022 di wilayah Kodim 1619/Tabanan tersebut dihadiri oleh Danrem 163/Wirastya, Komandan Rindam IX/Udayana, Aster Kasdam IX/Udayana, Para Kasi Kasrem 163/Wirasatya, Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos, M.Si, Ketua DPRD Kab. Tabanan I Made Dirga S.Sos, Kapolres Tabanan diwakili Waka polres kompol Dodi Monza S. I. K., Kejari Tabanan diwakili kasi Datum Kejaksaan Negeri Tabanan, Kepala Pengadilan Negeri Tabanan bersama jajaran Forkopimda Kab. Tabanan, Dandim Jajaran Korem 163/Wirasatya, Kepala SKPD Kab. Tabanan, Kepala BUMN dan BUMD Kab. Tabanan, Forkopimcam Penebel dan selemadeg, Perbekel Desa Sangketan, Perbekel Desa Wanagiri beserta para bendesa Adat serta undangan lainnya termasuk Adik-adik Pramuka, pelajar, para tokoh dan Masyarakat serta pejabat terkait lainya.

Upacara Penutupan yang melibatkan peserta upacara yang terdiri dari 1 SSK Satgas TMMD, 1 STT personel TNI, 1 SST Polres Tabanan, 1 SST Satpol PP, 1 SST Dishub, 1 SST BPBD, 1 SST Pecalang, 1 SST Siswa SMA dan 1 SST Satsik Ajendam IX/Udayana tersebut, diawali dengan tarian pembukaan yaitu tarian bungan sandat kemudian untuk acara pokok dilanjutkan laporan Dansatgas TMMD ke 114, penandatanganan serah terima, serta sambutan dari Danrem 163/Wira Satya dan pernyataan penutupan secara resmi TMMD ke 114 dengan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali.

Sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan tni, polri, jajaran pemerintah daerah ,pemerintah desa, prajuru adat yang — terjun langsung membantu masyarakat dalam pembangunan fisik dan non fisik serta ‘”sinergitas yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh dari tanggal 26 juli s/d 24 agustus 2022.selanjutnya evaluasi perlu kita lakukan terhadap kegiatan ini sebagai bahan masukan untuk masa yang akan datang, setelah kita berhasil membangun jalan ini, maka tolong pelihara dengan baik sehingga dapat menjadi kenangan yang selalu melekat dihati seluruh masyarakat dan kita semua yang terlibat dalam tmmd ini.

Amanat Kasad yang dibacakan oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Choirul Anam,S.E,M.M., Kegiatan acara penutupan TMMD Ke 114 TA. 2022 diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong serta kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam mengakselerasi program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selama satu bulan sejak tanggal 26 Juli sampai dengan 24 Agustus 2022, para prajurit, Pemda dan masyarakat telah bahu membahu menyelesaikan program TMMD ke 114 Tahun Anggaran 2022. Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa, khususnya membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah.

“Oleh karena itu sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiel sehingga kegiatan TMMD ke 114 ini dapat terselenggara dengan aman dan lancar”, katanya.

Program TNI Manunggal Membangun Desa ini telah dimulai sejak tahun 1980 an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD).

“Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama 42 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat dibutuhkan”, paparnya.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD ini, terdapat tutur kata, sikap dan tingkah laku para prajurit saya, yang tidak berkenan di hati masyarakat, baik disengaja maupun tidak disengaja,ujarnya.

Pada program TMMD ke-114 Tahun 2022 yang dilaksanakan di wilayah Kodam IX/Udayana, telah dikerjakan sasaran fisik, berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur, diantaranya yaitu, pelebaran jalan dan pengerasan serta betonisasi badan jalan, pembuatan plat beton, pembuatan 3 buah gorong – gorong dan pembuatan senderan tambahan lainnya berupa 4 (empat) sasaran bedah rumah tidak layak huni.

“Dengan ditutupnya TMMD ini membuktikan bahwa di Kabupaten Tabanan telah terbangun sinergisitas antara TNI-Polri dan Pemerintah Daerah untuk mempercepat dalam pelaksanaan pembangunan daerah terlebih tema kemanunggalan kali ini adalah “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI”, katanya.

Danrem 163/Wsa Brigjen TNI Choirul Anam S.E. M.M. Berserta Rombongan Menuju Lokasi TMMD untuk melaksanakan Pemotongan Pita dan Dilanjutkan Peninjauan Sasaran Hasil TMMD berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

TMMD ke 114 Ditutup, Pemkab Tabanan Harapkan Pembangunan Mampu Geliatkan Perekonomian Masyarakat

TABANAN – Pantaubali.com – Kuatnya sinergitas dan kolaborasi yang terjalin antara TNI, Pemerintah Kabupaten Tabanan dan masyarakat, dibuktikan dengan suksesnya pelaksanaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang telah berlangsung selama 1 bulan lamanya. Mewakili Pemkab Tabanan, Sekda Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si menghadiri undangan Penutupan TMMD 114 kodim 1619/Tabanan yang berlangsung di Lapangan Parkir Pura Luhur Muncak Sari, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu Pagi (24/8).

Kegiatan dihadiri oleh Dandim, Kapolres, Jajaran Forkopimda beserta perwakilannya, Para OPD Terkait di Lingkungan Pemkab Tabanan, Unsur Muspika Desa Sangketan, serta diikuti oleh seluruh anggota TNI di Kabupaten Tabanan. Dalam penutupan tersebut juga diisi dengan kontribusi berbagai IKM dan UMKM yang menyajikan jajanan khas Tabanan sebanyak 5 stan dan diertai dengan stand perpustakaan dan stand pelayanan kesehatan.

Mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Sekda Susila sampaikan apresiasi dan terima kasihnnya kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Pemerintah desa, Prajuru adat yang telah terjun langsung dan berkolaborasi dalam membantu masyarakat melalui pembangunan fisik dan non fisik, serta sinergitas kuat yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai tanggal 26 Juli hingga 24 Agustus 2022. Meskipun beberapa kendala pastinya dihadapai, termasuk faktor cuaca dan keterbatasan lain, namun dapat diatasi dengan baik dan tepat waktu.

Adapun pembangunan yang dilakukan yakni pembangunan non-fisik berupa infrastruktur jalan yang emenghubungkan Desa Sangketan Kecamatan Penebel dengan Desa Wanagiri Kecamatan Selemadeg dan serta pelebaran badan jalan, pengerasan dan betonisasi badan jalan, pembuatan plat beton dan pembuatan gorong-gorong serta beragam kegiatan non-fisik seperti sosialisasi di masyarakat sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi TNI dan BNN, KB, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan serta dinas-dinas terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap melalui kegiatan TMMD ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan serta kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan” Ujar Susila.

Dirinya berpesan kepada seluruh pihak yang hadir kala itu, untuk tetap memelihara rasa kebersamaan dan hubungan emosional yang harmonis, semangat gotong royong dan hasil dari TMMD yang telah tercapai.

“Setelah kita berhasil membangun jalan ini, maka tolong pelihara dengan baik sehingga dapat menjadi kenangan yang selalu melekat di hati seluruh masyarakat dan kita semua yang terlibat dalam TMMD ini. Saya juga berharap, setelah terbangunnya jalan ini, masyarakat untuk terus memelihara dan merawat dengan baik karena ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan masyarakat di daerah ini” tambahnya.

Dengan selesainya program TMMD ke 114 ini, Susila juga berharap pembangunan ini mampu menumbuhkan geliat perekonomian masyarakat, dan menjadi tugas Pemkab serta Masyrakatlah untuk menyelesaikan seluruh pembangunan sampai tuntas.

Brigjen TNI Chairul Anam S.E., M.M menyambut baik selesainya program tahunan TMMD di Tabanan ini, Astungkara untuk TMMD yang ke 114 Tahun anggaran 2022 di kabupaten Tabanan, sudah selesai 100%, dan ini adalah program tahunan dari angkataan darat, bisa dilihat sendiri, masyarakat semuanya, dari berbagai unsur terlibar dalam pembangunan ini. Kedepannya, sesuai Dengan amanat Kasat, kami menghimbau untuk masyarakat menjaga dan alangkah lebih baik dilanjutkan lagi apabila ada yang belum selesai agar bisa digunakan dalam jangka Panjang” Chairul mengungkapkan.

Penutupan ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan lapangan.

Manggala Utama PAKIS Bali Sebut, Sistem dan Pola Pengelolaan Sampah Sangat Diperlukan

DENPASAR – Pantaubali.com – Manggala Utama PAKIS Bali Ny. Putri Koster membuka secara daring Webinar Peran Krama Istri Dalam Pengelolaan Sampah Ring Utama Mandala Pura atau Pemerajan (Parahyangan) dari Ruang Podcast, Jayasabha, Denpasar, Rabu (Buda,Paing Uye), 24 Agustus 2022.

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan, bahwasannya pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Wayan Koster memberi perhatian penuh terkait pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Salah satunya dengan terbitnya sejumlah regulasi terkait pengelolaan sampah diantaranya Pergub 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta Keputusan Gubernur 381/03-P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa atau Kelurahan dan Desa Adat .

Manggala PAKIS Bali menambahkan sistem pengelolaan sampah sangat penting dan mendesak mengingat hampir 5 ton/hari.

“Kita menghasilkan sampah baik itu sampah organik maupun non organik , sehingga sistem dan pola pengelolaan sampah yang tepat sangat diperlukan. Seperti yang kita ketahui bersama, sistem yang berjalan selama ini sampah hanya berpindah tempat saja, sampah dari rumah tangga atau sumbernya dikumpulkan lalu dipindahkan ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan ini akan menjadi bom waktu untuk kita semua dan sudah terbukti gunungan sampah menumpuk di TPA Suwung dan hingga saat ini belum tersolusikan”, paparnya.

Maka dari itu, perlu dibangun suatu sistem ataupun pola yang dimulai dari adanya kesadaran bersama untuk mulai mengolah sampah dihasilkan langsung dari sumbernya baik itu rumah tangga, pasar ataupun yang lainnya. Sangat perlu dibangun sistem pengelolaan sampah di masing-masing desa sesuai dengan inovasi, ide serta kondisi dari masing masing desa dibawah komando kepala desa.

“Dengan demikian paling jauh sampah itu dikelola sampai di desa dengan sistem dan pola yang disepakati ataupun diatur dalam awig awig desa”, katanya.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri juga menyampaikan keberadaan PAKIS yang tersebar di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali dapat mengambil peran nyata dalam membangun kesadaran, mengedukasi serta mensosialisasikan masyarakat terkait pengelolaan sampah yang dilakukan di desa.

“PAKIS tidak hanya menjadi contoh tetapi juga mengingatkan dan mendorong masyarakat bahwasannya pengolahan sampah menjadi tanggung jawab bersama, semua harus mengambil peran dalam pengelolaannya sehingga tumbuh kemandirian dari masing-masing untuk mengelola sampah yang dihasilkan. Sampah yang dihasilkan di desa, diselesaikan di desa, dengan demikian desaku bersih tanpa mengotori desa lain. Kita tumbuhkan kemandirian kita dalam pengelolaan sampah”, paparnya.

Dalam Webinar mengangkat tema “Peran Krama Istri Dalam Pengelolaan Sampah Ring Utama Mandala Pura / Pemerajan (Parahyangan)” Bunda Putri juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian pura atau tempat suci lainnya yang salah satunya dengan tidak mengotori pura dengan sampah yang kita hasilkan dari banten ataupun upakara yang kita lakukan baik itu berupa sampian, canang maupun bunga.

Masyarakat diminta tidak membuang sampah di areal utama mandala pura ataupun parahyangan melainkan sampah yang dihasilkan dibawa kembali ke rumah kemudian dikelola sesuai dengan sistem dan pola pengelolaan yang ada di masing-masing desa.

“Hal ini dapat dimulai dengan meniadakan tong sampah di areal utama mandala pura ataupun parahyangan sehingga tidak ada sampah yang mengotori kawasan suci tersebut”, cetusnya.

Di akhir arahannya, pendamping orang nomor satu di Bali ini mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran dan merubah pola pikir terkait sampah, sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya.

“Sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya akan berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan tetapi juga bisa bernilai ekonomis jika kita mampu mengelolanya dengan benar”, katanya.

“Maka dari itu, PAKIS diharapkan terus memberi edukasi serta bersinergi dengan perangkat desa dalam upaya kita bersama menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya masing masing sehingga dengan kerja keras dan sinergitas kita bersama permasalahan sampah bisa kita tangani bersama sehingga lingkungan kita akan bersih dan terjaga kelestariannya”, sebutnya.

Webinarbdiikuti lebih dari 600 peserta ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya yaitu Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja serta Bendesa Desa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha.

Wakil Gubernur Bali Buka International Conference ”Business Law and Local Wisdom in Tourism”

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Sukawati membuka International Conference ”Business Law and Local Wisdom in Tourism” di Wiswa Sabha Utama, Universitas Warmadewa, Rabu (24/8).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Bali menyampaikan, International Conference diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik terhadap hukum bisnis dan kearifan lokal sektor pariwisata serta dapat membantu pemulihan ekonomi dan pariwisata di Indonesia khususnya Bali.

”Bali bertumpu pada sektor pariwisata. Dampak Covid-19 dirasakan masyarakat Bali hampir 3 tahun sangat berat. Pemerintah Provinsi Bali melalui visi pembangunan ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” tetap berkomitmen mencari jalan terbaik sehingga Bali dapat bangkit kembali,” ujar Wagub Cok Ace yang juga guru besar ISI Denpasar ini.

Wagub Cok Ace mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali agar tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali melakukan upaya pemulihan perekonomian Bali, salah satunya menggali potensi sektor lain seperti penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan produk lokal Bali.

Wagub Cok Ace menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah giat melakukan upaya pelestarian tradisi dan budaya lokal Bali. Salah satunya memperkuat regulasi-regulasi berkaitan pelestarian adat dan budaya untuk melindungi tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam sambutan virtualnya juga menyampaikan berkaca dari pandemi Covid-19, pemerintah saat ini telah mengembangkan medical tourism dengan pembangunan internasional hospital di Sanur Bali. Menurutnya, pengembangan pariwisata agar terfokus pada pariwisata berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat lokal.

Sementara Prof. Dr. Dewa Putu Widiana, Rektor Universitas Warmadewa menyatakan seminar internasional ini bekerja sama dengan Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) dengan tema upaya mempertahankan lokal wisdom dengan memperhatikan aspek hukum. Hal ini dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami aspek hukum dalam rangka meningkatkan eksistensi budaya lokal untuk menunjang pariwisata.

Bupati, Hadiri Ngaben Bersama di Tiga Desa Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam tradisi masyarakat Hindu khususnya di Bali, upacara Pitra Yadnya (Ngaben) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap masyarakat untuk menyucikan roh orang atau kerabat ataupun keluarga yang meninggal. Salah satu inovasi untuk lebih menghemat biaya, Ngaben Bersama saat ini kian marak dilakukan khususnya di Kabupaten Tabanan dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat.

 

Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan selalu mendukung kegiatan Ngaben Bersama yang dilakukan oleh masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Pupuan dan Desa Adat Pempatan, Kecamatan Pupuan, serta Desa Adat Tegaljadi, Kecamatan Marga, mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sekaligus menghadiri langsung kegiatan di Tiga Desa yang terletak di Dua Kecamatan tersebut, Senin, (22/8).

 

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi salah satu anggota DPR RI, beberapa anggota DPRD Tabanan, Asisten III, OPD terkait, Pokli, Camat dan unsur Muspika Kecamatan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat, mengaku sangat bahagia bisa hadir menyaksikan kegiatan yang dilakukan masyarakat.

 

“Terimakasih atas sambutannya dan saya bisa bertatap langsung dengan masyarakat disini dalam pelaksanaan kegiatan Pitra Yadnya Ngaben Bersama yang sudah kian marak sekali di lakukan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

 

Hal ini dipandang Sanjaya bukan hanya mampu meringankan beban masyarakat, tetapi mampu menumbuhkan bahkan memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong-royong. Sehingga, sangat sejalan dengan visi Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya dan Wabup Edi, yakni “Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)”.

 

Tidak surut-surut, selaku Kepala Daerah, Sanjaya memberikan apresiasi, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah membangun karya dengan konsep yang baik serta mempunyai tujuan mulia meringankan beban masyarakat.

 

“Saya sangat salut dan memberikan apresiasi karena masyarakat bisa mengorganisir upacara, upakara ini, duduk bersama satu maksud dan tujuan. Walaupun kita berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika. Ini sangat luar biasa sekali,” puji Sanjaya.

 

Bahkan, selama memimpin Tabanan mulai dari menjadi Wakil Bupati hingga sekarang menjadi Bupati, Sanjaya telah menghadiri ratusan bahkan ribuan pelaksanaan Ngaben bersama yang diselenggarakan oleh masyarakat di seluruh Tabanan. Dimana di setiap tempat, masyarakat memiliki perarem Adat juga tradisi yang berbeda-beda namun tetap mengedepankan kekompakan. Untuk itu, Sanjaya meminta agar persatuan dan kesatuan itu tetap dipertahankan karena hal itu merupakan salah satu kunci sukses dalam pembangunan.

 

Sesuai data di lapangan, Ngaben Bersama di Desa Adat Pupuan mencakup 5 Banjar Adat yang menyertakan 146 Sawa dengan biaya Rp. 4 Juta masing-masing Sawa, kemudian Ngelungah 21 dan Ngerapuh 51 dengan biaya Rp. 300 Ribu dan Rp. 250 Ribu. Di Desa Adat Pempatan, kegitan dirangkaikan dengan Upacara Manusa Yadnya Metatah, dimana diikuti oleh 42 Sawa dengan biaya Rp. 1,7 Juta per sawa, Ngelungah 10, Ngerapuh 15 dan Metatah diikuti oleh 81 orang. Begitupun dengan Ngaben Bersama di Desa Adat Tegaljadi, kegiatan dirangkaikan dengan upacara Metatah Bersama, dimana kegiatan diikuti oleh 24 Sawa, Nyekah 3, Ngelungah 3, Ngelangkir 10 dan Metatah 23 orang.

 

Selebihnya, Bupati Sanjaya juga berharap, agar masyarakat selalu melaksanakan kegiatan dengan kebersamaan karena sejatinya pembangunan yang utama adalah pembangunan yang dilaksanakan atas persatuan dengan semangat gotong-royong serta rasa tulus ikhlas dari masyarakat. “Kalau masyarakat sudah saling asah, asih, asuh, saling gotong-royong seperti ini dengan Pemerintah, saya yakin visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, tetintegrasi dari hulu sampai hilir,” imbuh Sanjaya.

 

Di kesempatan itu, seluruh masyarakat melalui Bendesa Adat masing-masing, mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan dukungan Bupati beserta jajaran. Menariknya, di Desa Adat Tegaljadi menurut Bendesa Adat Gede Rai Santika, mempunyai peraturan bersama terkait Pengabenan. “Di Desa Tegaljadi sudah memiliki perarem, yang pertama, Ngaben Bersama ini tidak boleh dilaksanakan di Krematorium karena sudah memiliki Setra (Kuburan Adat). Masyarakat yang melakukan Pengabenan secara pribadi tetap diperbolehkan, namun kena sanksi batu-batu seharga 1 Kwintal Babi,” ujarnya.

 

Dimana, uang hasil batu-batu tersebut, jelas Rai, kemudian dikumpulkan dan dimasukan dalam kas Desa Adat yang nantinya dipakai untuk kegiatan Adat, seperti Ngaben Bersama saat ini. Dengan demikian, masyarakat yang melaksanakan Ngaben secara pribadi tersebut turut berdonasi dalam Ngaben Bersama tersebut. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih atas kedatangan Bupati beserta jajaran sebagai wujud bakti kepada masyarakat dan berharap Bupati dan jajaran selalu memperhatikan masyarakat dalam membangun.

Bupati Tabanan Support Atlet Otomotif Kabupaten Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Event Grasstrack dan Motocross IMI Bali Road Show Bupati Cup Tabanan 2022 yang diselenggarakan di sirkuit Bali Mx Park Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan, disambut positif oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, yang langsung hadir dalam kegiatan tersebut belum lama ini (Minggu, (21/8).

 

Nampak pada kesempatan itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, jajaran Forkopimda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Turut hadir, Ketua IMI Bali yang diwakili oleh Alit Anom, Ketua IMI Tabanan beserta jajaran, KONI Tabanan, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Penebel, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat.

 

“Saya memberikan apresiasi kepada IMI Tabanan maupun IMI Bali juga Koni Tabanan, dimana tempat ini dijadikan event yang sangat luar biasa. Sudah barang tentu, kami di Kabupaten Tabanan sangat memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Dimana, kegiatan ini bukan hanya mampu memberikan prestasi kepada para atlit di bidang otomotif, tapi juga sangat membantu perekonomian di Kabupaten Tabanan pasca pandemi Covid-19,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

 

Kegiatan yang dilakukan secara road show di seluruh Kabupaten di Bali ini, pada kesempatan itu memperlombakan 22 kelas yang diikuti oleh 122 Tim peserta dari Kabupaten/Kota se-Bali. Dimana, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan para Atlit di bidang otomotif menuju Porprov Tahun ini, juga guna menjaring bibit-bibit baru yang kedepannya bisa membanggakan nama Tabanan di ajang tingkat Daerah maupun tingkat Nasional.

 

Orang nomer satu di Tabanan itu, juga sangat meyakini, bahwa sirkuit Bali Mx Park Desa Tengkudak, bisa dikembangkan lebih baik lagi dari sekarang, sehingga sangat layak dijadikan tempat mengadakan event-event serupa yang lebih besar bahkan tingkat nasional. Dimana tempat ini mempunyai beberapa keunggulan, seperti letak yang sangat strategis dan cuaca serta alam yang sangat mendukung, Sanjaya sangat meyakini tempat ini akan sangat diminati oleh para Crosser.

 

“Kalau ditata dengan sebaik-baiknya, pasti akan menjadi tempat yang representative yang akan mengharumkan nama Bali juga Tabanan. Sudah barang tentu, ketika tempat ini menjadi tempat yang sangat baik dan bagus, dampak ekonominya buat Kabupaten tabanan juga pasti akan bagus bagi masyarakat di lingkungan sekitar di Kecamatan Penebel,” imbuh Sanjaya.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Sanjaya meminta kepada seluruh jajaran agar selalu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak IMI Bali, IMI Tabanan juga Koni Tabanan, agar semaksimal mungkin bisa menata sirkuit tersebut. Ia juga menghimbau agar kegiatan seperti ini terus dilanjutkan bukan berhenti sampai disini saja, tetapi dilakukan secara reguler setiap minggu ataupun setiap bulan, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Selebihnya, politisi asal Dauh Pala Tabanan itu mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang sudah menyelenggarakan event positif seperti ini dan berharap para atlit bersaing secara sportif. Sehingga, kedepannya menjadi atlit yang mampu mengharumkan nama Bali, khususnya Tabanan baik di ajang Kejuaraan Daerah ataupun Kejuaraan Nasional.

 

Senada dengan Bupati, Alit Anom selaku Perwakilan Ketua IMI Bali, berharap IMI Bali dan Kabupaten Tabanan bisa terus bersinergi memajukan olah raga di bidang otomotif di Bali, khususnya Tabanan. Pihaknya juga sangat sepakat kegiatan seperti ini mampu mengembangkan perekonomian masyarakat dan mencermikan pergerakan ekonomi yang sangat baik.