- Advertisement -
Beranda blog Halaman 702

Komunitas Sepeda Ontel Bersepeda Keliling Bali Semarakkan HUT ke-529 Kota Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Bersepeda menjadi salah satu alternatif untuk berolahraga demi menjaga kesehatan jasmani sehari-hari. Tak hanya bermanfaat dalam menjaga kebugaran, bersepeda juga bisa menjadi pilihan untuk menonjolkan jiwa nasionalis dan sikap mencintai tanah kelahiran Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Ontel Tabanan mulai hari ini Kamis, (10/11), yang memilih bersepeda keliling Bali untuk menyemarakkan HUT Ke-529 Kota Tabanan “Jayaning Singasana”.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2022, juga menjadi momen yang tepat untuk melangsungkan kegiatan yang dimotivasi dengan semangat tinggi dan spirit nasionalisme. Oleh sebab itu, mewakili Pemkab Tabanan, I Wayan Kotio selaku Asisten II menunjukkan dukungan dengan melakukan pelepasan di garis start kepada 10 peserta yang tergabung dalam komunitas ini, dengan didampingi oleh Asisten 3 dan para OPD terkait, di Halaman Kantor Bupati Tabanan.

Ditargetkan selesai dalam waktu 3 hari, mulai dari Kamis (10/11) hingga Minggu (13/11), Safari dengan slogan “Sing Ngontel Sing Seger”, diikuti oleh 10 Ontelis yang tergabung dalam beragam jenis usia. Mulai yang termuda di umur 15 tahun hingga usia 45 tahun direncanakan menuju ke Jembrana pada hari pertama, yang diperkirakan jam 12.00 Wita sampai Jembrana. Sore hari sekitar jam 18.00 Wita, dilanjutkan menuju ke Singaraja, seperti yang diterangkan oleh Marthinus Parera selaku Koordinator Panitia.

Ia juga menambahkan, pada tanggal 11 Nopember 2022, perjalanan dilanjutkan ke Karangasem, dilanjutkan ke Bangli, kemudian ke Klungkung dan di hari ketiga, yakni 12 Nopember 2022, safari sepeda ontel menuju ke Denpasar. Dari Denpasar kemudian ke Badung dan Finish di Tabanan pada tanggal 13 Nopember 2022. Dijelaskan kembali, bahwa yang ikut safari 10 Orang dan komunitas sepeda ontel lainnya ikut mengantar di start dan nantinya menjemput saat finish nanti.

“Temen-temen yang ikut Safari adalah temen-temen ontelis yang memang setiap minggu selalu melakukan aktivitas perajalanan, baik keliling Kota Tabanan maupun ke obyek-obyek wisata yang ada di Tabanan dan mereka sudah terjaga fisiknya. Bahkan, ada yang sudah terbiasa sampai di Jember, Blitar dan seterusnya. Kita ingin ikut memeriahkan Ulang Tahun Kota Tabanan yang ke-529 dengan cara yang berbeda,” imbuh Marthinus.

Disamping itu, juga ditujukan untuk memperkenalkan ataupun menggaungkan asyiknya bersepeda menggunakan Sepeda Ontel. Apalagi Sepeda Ontel ini memiliki penampilan yang unik, tradisional dan masih bisa dipergunakan dengan baik. Tentunya juga, untuk memberikan motivasi kepada penggemar ataupun penghobi Sepeda Ontel agar mengeluarkan sepedanya dan bersama-sama melakukan aktivitas bersepeda, terlebih membawa aksi yang positif.

Mewakili Pemkab Tabanan, Asisten II Setda Kab. Tabanan, I Wayan Kotio, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semangat yang ditunjukkan para Ontelis dalam menyambut perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan. Pihaknya berharap, para Ontelis yang melakukan Safari Keliling Bali nantinya, agar selalu menjaga kesehatan, selalu berhati-hati dan tertib berlalu lintas di jalan, sehingga selamat dan sehat sampai tujuan. (Rilis)

Dewa Palguna : Presidensi G20 Menempatkan Indonesia dalam Posisi Penting Hubungan Internasional

DENPASAR – Pantaubali.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M. Hum menilai perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) sangat penting bagi Indonesia dalam hubungan internasional.

Alasannya, pertama bisa mengenalkan Indonesia sebagai negara besar yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya dalam hal pengertian pluralisme.

“Ini luar biasa, sukunya, bahasanya budayanya, kuliner dan alamnya”, jelasnya.

Jadi salah satu efeknya adalah sisi promosi. Walau sering dikatakan orang disebut Presidensi Indonesia di G20 tidak lebih dari sekedar koordinator mempertemukan dan sebagainya.Akan tetapi hal tersebut sangat penting karena, bagaimanapun kemudian akan terlihat kepemimpinan Presiden Jokowi di G20, apakah akan teruji.

“Ini adalah dunia multipolar, atau kepemimpinan yang sulit, tetapi inilah kesempatan untuk membuktikan bahwa Presiden Jokowi bisa memimpin dalam situasi yang sulit”, ujarnya.

Kedua dalam konteks hubungan internasional yang kaitannya dengan hukum internasional, andaikata berhasil dilakukan dengan baik oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi, akan memposisikan dalam hubungan internasional dalam posisi sangat terhormat.

“Bayangkan dalam keadaan negara yang saling bermusuhan seperti saat ini, masih mampu menyelenggarakan kegiatan, apalagi nanti ini berlangsung lancar dan aman. Begitu kaya dengan agenda dan diskusi”, sebutnya.

Apapun nanti hasilnya, dalam dunia yang “saling intip” dan lomba unjuk kekuatan dan sebagainya.Akan tetapi Indonesia mampu melaksanakannya dengan damai.

“Itu akan luar biasa. Dari aspek leadership itu akan membuat Indonesia dalam hubungan internasional menjadi sangat signifikan”, katanya.

Secara ekonomi, tidak saja dilihat dalam jangka pendek, kalau itu sekarang hanya dapat dihitung dari keterisian hotel dan sebagainya.Kata mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) harus juga dilihat dampak jangka panjangnya, bila dilihat sekian negara hadir, termasuk kepala negara yang sudah memastikan hadir.

“Nantinya bukan sekedar akan hadir di acara resmi, tetapi juga akan mengabarkan apa yang dialaminya selama berlangsungnya konferensi ini dan apa yang dialaminya pada masyarakat di negaranya”, paparnya.

Para delegasi dan pimpinan negara lainnya, akan bercerita tentang Indonesia, akan bercerita tentang Bali.

“Ini dampak ekonominya akan luar biasa kedepannya, walaupun orang mengatakan Bali sudah dikenal, tapi pertanyaannya di segmen mana keterkenalan Bali itu”, katanya.

Hal hal seperti itu patut digarisbawahi. Kata pria yang juga aktivis kesenian ini, masyarakat Bali harus bersyukur acara G20 ini berlangsung di Bali dan bersyukur pula Presiden Republik Indonesia dipercayai sebagai presiden yang akan membawa dampak sangat besar bagi Indonesia kedepannya dalam konteks hubungan internasional.

Hal tersebut juga kesempatan bagi Bali bila ingin bergeser dari mass tourism ke quality tourism. Nah nanti kan ada culture forum, dimana delegasi diajak berkunjung ke desa-desa dan melihat alam Bali.

“ini kan dalam tanda petik adalah promosi Bali, disini kalau Bali mau bergeser ke quality tourism, harus ada skenario agar para delegasi lebih banyak tahu apa sesungguhnya Bali itu. Sehingga membuat mereka datang dan datang lagi ke Bali sebagai turis berkualitas”, bebernya.

Ditanya tentang gaya kepemimpinan Presiden Jokowi, Dewa Palguna menjawab mungkin gaya seperti itu yang dibutuhkan dunia sekarang, yang sudah dalam dan tanda petik lelah dengan kepemimpinan yang konfrontatif, dengan kepemimpinan yang model konservatif dan terjebak dalam pembelahan.

“Ternyata gaya kepemimpinan yang slengekan diterima oleh pemimpin dunia lainnya. Kita saja yang sering tidak bisa terima.Ini bisa dilihat dari penerimaan pemimpin negara negara lainnya di G20, bahkan oleh negara-negara yang sering menekan agar Jokowi tidak mengundang Rusia. Belum pernah ada komentar negatif tentang Jokowi”, ujarnya.

Kata Palguna hal tersebut adalah capaian yang tidak mudah diraih, oleh siapapun yang menjadi presidensi G20.

“Saya melihat dari Presiden Jokowi tidak ada rasa minder, dia tenang saja. Ada semacam spirit Bung Karno dalam diri Jokowi. Saya ini Presiden dari negara besar lho. Dia tidak merunduk-runduk dihadapan negara besar, yang selama ini disebut negara super power”, katanya.

Dewa Palguna bisa melihat dari bahasa tubuh Jokowi bila ada diantara pemimpin G20 lainnya, ada kata.

“Anda negara negara maju tidak boleh sombong,karena anda membutuhkan Indonesia dan saya adalah Presiden dari Republik Indonesia”, tutupnya. (Rilis)

Lestarikan Tradisi, Yayasan Dalem Gedong Ratih Gelar Pelatihan Sanging

BADUNG – Pantaubali.com – Menyambut hari jadi kedua Yayasan Dalem Gedong Ratih, Mambal Badung menggelar pelatihan Sanging untuk metatah diikuti oleh 17 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, (7/11).

Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih Guru I Ketut Dharma Kresna Wijaya menyebutkan, puncak acara hari jadi Yayasan Dalem Gedong Ratih diperingati pada 26 November 2022. Sebelum itu, juga akan dilaksanakan kegiatan bakti sosial pada 15 November seperti pemberian pakan pada kera-kera di Alas Kedaton.

“Nanti acara puncak akan diisi hiburan serta pemotongan tumpeng,” ujarnya.

Guru Ketut sapaan akrabnya menyebutkan, peringatan hari jadi yayasannya ini bertujuan agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Karena selama ini Yayasan Dalem Gedong Ratih rutin menggelar Ngewacak Pawetonan, Matebasan Gering, Mebayuh Oton sampai Ngewacak Keris.

“Matebasan gering rutin digelar setiap 15 hari sekali atau pada Kajeng Kliwon dan pesertanya dari seluruh pulau Bali. Ngewacak Keris bahkan sampai berkunjung ke daerah pelosok, terakhir kami paling sering di daerah Selemadeg Barat, Tabanan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan di yayasanya bisa membantu masyarakat terutama yang masih mengalami masalah sekala-niskala.

“Pinsip kami di yayasan, mekarya lan meyadnya”, cetusnya.

Pemateri dalam pelatihan Sanging ini menghadirkan Ida Bhagawan Wiweka Dharma Tarukan dan Jero Mangku Losin.

Selain itu, pengurus Yayasan Dalem Gedong Ratih I Nyoman Ardika alias Sengap mengatakan, pelatihan Sanging ini bertujuan untuk melestarikan tradisi. Minimal memberikan bekal bagi yang akan menjadi Sanging.

“Diberikan pemahaman mendasar. Jika ada penyesuaian, dikembalikan ke dresta setempat”, katanya.

Pelawak Bondres asal Selemadeg Timur, Tabanan ini berharap, peran anak muda pada pelestarian tradisi. Seperti pelatihan Sangih di Yayasan Dalem Gedong Ratih sebagian peserta berusia. dibawah 35 tahun.

“Agar anak muda makin paham dengan tradisinya sesuai dengan pakem, aturan dan esensi sehingga tidak terjebak pada euforia pelaksanaannya”, pungkasnya. (Rilis)

Seorang Wanita, Jatuh Ke Sumur Sedalam 15 Meter di Batannyuh

TABANAN – Pantaubali.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi korban jatuh ke sumur di Banjar Umadiwang Kawan, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (10/11) pagi. Korban berinisial NND (40). Kedalaman sumur kurang lebih 15 meter dan ketinggian air kisaran 5 meter.

Sebanyak 6 personil bergerak dari Kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbaran.

“Tadi informasi kejadian kami terima pukul 04.45 Wita, dan dari laporan BPBD Tabanan, Bapak Putu Krisna kemungkinan waktu kejadian sekitar pukul 02.30 Wita”, jelas, Kepala Kantor Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar).

Sebelum menurunkan 1 orang personil, tim SAR gabungan dibantu warga mengurangi ketinggian air di dalam sumur. Satu orang diturunkan, kemudian mengikat korban, selanjutnya ditarik ke atas.

“Kami melaksanakan tekni evakuasi dengan menggunakan peralatan mountenering dan pada pukul 07.15 korban atas nama Nyoman Darmini telah berhasil kami evakuasi bersama tim gabungan,” jelas I Nyoman Darmayasa, selalu koordinator tim.

Dirinya menambahkan, selanjutnya jenasah korban diserahkan ke pihak keluarga.

Pelanggan Perumda TAB, Per Oktober Mencapai 60.797 SR

TABANAN – Pantaubali com – Saat ini layanan Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) semakin luas.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah Sambungan Rumah (SR) setiap bulannya.

“Per Oktober 2022 pelanggan Perumda TAB telah mencapai 60.797 SR. Dengan target SR di tahun 2022 sebanyak 1.300 SR”, jelas, Kasubag Humas Perumda TAB, Agus Suanjaya, Rabu,(9/11) di Tabanan.

Hingga saat ini curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Tabanan dan sekitarnya.Gangguan terjadi akibat permasalahan jaringan hingga tersumbatnya intake di sejumlah IPA milik Perumda TAB Kabupaten Tabanan menjadi persoalan rawan diihadapi Perumda TAB.

Kendatipun demikian Perumda TAB senantiasa meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dengan memastikan jaringan pipa transmisi dan distribusi yang ada dalam kondisi baik.

“Kontrol terhadap gangguan pun terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga, dapat langsung ditangani ketika gangguan dialami”, ujarnya.

Suanjaya tetap menghimbau, agar para pelanggan dapat selalu menampung air saat air mengalir guna mengantisipasi terjadinya gangguan yang bisa dialami sewaktu-waktunya.

Presidensi G20 Indonesia Dorong Kesepakatan Ketersediaan Pangan

DENPASAR – Pantaubali com – Keberlangsungan Presidensi G20 Indonesia akan mampu terus mendorong terciptanya kesepakatan ketersediaan pangan untuk bisa mengatasi ancaman krisis pangan global.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Ronnie S Natawidjaja menyebut bahwa pertemuan KTT G20 yang dilaksanakan di Bali pada 15 hingga 16 November 2022 mendatang akan menjadi kuncinya.

Dirinya berharap, kesepakatan antarnegara memang harus segera dibuat dalam rangka mencarikan solusi atau bahkan mampu mengantisipasi ancaman krisis pangan.

“Kesepakatan antarnegara harus dibuat untuk mengantisipasi krisis pangan ke depan. Fungsi kerja sama bilateral harus ditingkatkan lagi,” kata Ronnie

Menurut Dosen tersebut kerja sama bilateral antarnegara itu salah satunya bisa dilakukan dengan sistem barter.

Yakni ketika masing-masing negara mampu memberikan apa yang terbaik yang mereka miliki untuk negara lain.

Dengan sistem barter tersebut, setidaknya menurutnya kebutuhan pangan antar negara akan bisa tertutupi.

“Misal, Indonesia banyak produksi buah, lalu Australia banyak memproduksi gandum. Ini bisa saling tukar, barter. Jadi, stok (pangan) aman, dan harga pun bisa dikontrol,” ungkap Ronnie.

Baginya, suatu negara tidak perlu memaksakan untuk bisa menghasilkan produk komoditas tertentu apabila memang mereka tidak bisa memproduksinya.

Justru, suatu negara harus terus meningkatkan dan mengembangkan potensi jika mereka memiliki produk komoditas unggulan sehingga cukup terfokus saja.

Senada, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo juga menyatakan bahwa memang harus segera ada kolaborasi dari berbagai negara.

Karena dengan kolaborasi tersebut, setidaknya akan memungkinkan untuk bisa melancarkan berbagai cara seperti mitigasi dan juga mampu mengatasi banyak krisis, mulai dari pangan, energi hingga keuangan.

Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa KTT G20 memiliki komitmen sangat besar untuk bisa mendukung sektor pertanian, khususnya dalam hal penyediaan pangan dan juga gizi bagi semua orang.

Hal tersebut dikarenakan negara-negara anggota G20 sendiri juga merupakan bagian dari komunitas global.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa kunci utama ketika hendak mengatasi masalah krisis pangan global adalah memang seluruh negara harus melewatinya secara bersama-sama.

“Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang,” ujar Syahrul. (Rilis)

Program Pemasangan Pompa Hidram Kodim 1619/Tabanan Hampir 80 Persen

TABANAN – Pantaubali.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1619/Tabanan tengah menyelesaikan program Pompa Hidram air minum (air bersih) yang dilakukan di Banjar Pekandelan Desa Sangketan Kecamatan Penebel, Selasa,(08/11) Pengerjaan program Pompa Hidram tersebut kini sampai 75 persen.

Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan Letkol Inf Riza Taufiq Hasan mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pekerjaan program Pompa Hidram air minum di Desa Sangketan. Dalam melaksanakan pengerjaan Bak Transit dengan ukuran panjang 2 x 2 x tinggi 1 meter baru sampai 95 persen. Sedangkan pengerjaan Bak Penampungan dengan ukuran 5 x 5 x tinggi 2 meter baru sampai 98 persen.

“Kami tengah melakukan pengerjaan program Pompa Hidram air minum di Desa Sangketan. Seperti pemasangan bantalan pipa, melanjutkan merapikan pipa, pengecatan rumah pompa dan merapikan bak reservoir,” kata Letkol Inf Riza Taufiq.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengerjaan pembuatan rumah pompa Hidram ukuran 2 x 2 x kedalaman 40 cm dan pemasangan Pompa Hidram baru sampai 90 persen. Pemasangan Pipa Galpanis dan Bantalan jarak 24 meter baru sampai 75 persen, kemudian pemasangan Pipa HDPE dari sumber Air ke Bak Transit jarak 15 meter baru sampai 60 persen. Dan pemasangan Pipa HDPE dari Pompa Hidram menuju Bak penampungan jarak kurang lebih 300 meter baru sampai 60 persen pengerjaan.

“Hadirnya pompa Hidram ini dengan debit air 10 liter/detik, diharapkan dapat memberikan air minum bersih kepada 530 jiwa di Desa Sangketan,” pungkasnya.

Bupati Sanjaya beserta Jajaran Sembahyang Purnama di Pura Luhur Batukau

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengajak Sekda, para Asisten dan seluruh jajaran OPD, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan, melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, yang bertepatan dengan rahina Purnama Kalima, Selasa, (8/11) pagi. Sekaligus, dalam rangka perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan, Bupati Sanjaya menyerahkan Paket Sembako kepada masyarakat terdampak bencana.

Tiba sekitar pukul 10.30 Wita, Bupati Sanjaya beserta rombongan dalam persembahyangan rutin setiap rahina Purnama ini disambut oleh Mangku Gede beserta jajaran pengurus Pura Luhur Batukau. Tepatnya di wantilan Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya memulai kegiatan dengan menyerahkan bantuan Paket Sembako secara simbolis kepada masyarakat terdampak bencana yang diterima oleh para Camat se-Kabupaten Tabanan.

Adapun paket Sembako itu terdiri dari Beras, Gula, Mie Instan dan Minyak, serta bantuan Kasur lipat khusus untuk masyarakat di Kecamatan Marga dan Baturiti, yang nantinya akan diserahkan langsung oleh para Camat kepada masyarakat terdampak bencana di masing-masing wilayah. Kemudian kegiatan dilanjutkan melaksanakan persembahyangan di Pura Beji, selanjutnya melaksanakan persembahyangan di Luhur Batukau yang dipuput oleh Mangku Gede Pura setempat.

Hal ini sangat penting dilakukan, apalagi kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan sangat penting untuk selalu dijaga serta ditingkatkan oleh seluruh jajaran Pemkab Tabanan. Dimana Pemkab Tabanan, memiliki visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang menyeluruh di Kabupaten Tabanan”, paparnya.

Disamping itu, Negeri ini masih dalam proses pemulihan setelah mengalami pandemi. Semua sektor terdampak, terlebih saat ini Bali begitupun juga Tabanan mengalami Inflasi akibat pandemi tersebut. Untuk itu, Bupati Sanjaya meminta kepada seluruh jajaran agar berdoa dengan sungguh-sungguh bukan saja untuk Pemerintah, namun juga untuk keselamatan dan kerahayuan Jagat serta masyarakat Indonesia, Bali dan khususnya masyarakat Tabanan.

Menyongsong HUT ke-529 Kota Tabanan, pihaknya juga berharap, agar semua masyarakat bersabar dan selalu bersatu dengan penuh semangat gotong-royong membangun kembali perekonomian di Daerah dan bersinergi bersama-sama dengan pemerintah. Sanjaya juga sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang ditunjukan masyarakat sampai saat ini, sehingga sektor perekonomian khususnya di Kabupaten Tabanan cepat bangkit menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (Rilis)

Masyarakat Bali Mendukung Sepenuhnya KTT G20

DENPASAR – Pantaubali.com – Sepanjang Bagi Kepentingan Nasional masyarakat Bali pasti mendukung sepenuhnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara negara Group of Twenty (G20) , Demikian disampaikan praktisi hukum Dr. I Made Pria Dharsana, SH, M. Hum, di Denpasar,Senin, 7 November 2022.

Kata dosen Fakultas Hukum Universitas Warmadewa ini, Masyarakat Bali tidak pernah punya pretensi negatif, terhadap apakah kegiatan itu sepenuhnya memberi nilai yang begitu besar bagi masyarakat Bali atau tidak.

“Sepanjang itu mempertaruhkan nama Indonesia di dunia internasional, masyarakat Bali akan mendukung sepenuhnya”, ujarnya.

Bila belajar dari sejarah, masyarakat Bali sudah lama menerima tokoh-tokoh dari luar negeri, bahkan waktu jaman kolonial banyak tokoh warga negara asing ada di Bali, seperti Adrien-Jean Le Mayeur, Rudolf Bonnet, Walter Spies, bahkan mereka sampai menetap di Bali, “Waktu itu Bali lebih dikenal dari Indonesia

Kata Pria Dharsana , Bali sudah terbiasa jadi tuan rumah atau host.Apapun kegiatan yang dilakukan di Bali, termasuk kegiatan bertaraf International, Bali selalu siap menyelenggarakan dan menyukseskannya

Walau sesungguhnya tidak semua bisa ditangani masyarakat Bali sepenuhnya, namun masyarakat Bali sudah terbiasa bekerjasama dengan berbagai pihak, jelas Doktor lulusan Universitas Indonesia ini.

Terkait perhelatan KTT G20, seharusnya menjadi kesempatan yang luar biasa bagi civitas akademik.

“Karena KTT G20 tidak serta merta akan ada lagi tahun depan, 20 tahun lagi baru akan kita dapatkan kesempatan sebagai Presidensi”, katanya.

Ini proses bergilir, bahwa sebagai tuan rumah itu akan diberikan pada negara negara keanggotaan G20. Indonesia pada pemerintahan Jokowi – K.H. Ma’ruf Amin ini menjadi presidensi dan tuan rumah dari tahun 2021 hingga pertengahan bulan ini.

“Dan kepercayaan itu tidak mudah kita terima. Seluruhnya ada kegiatan yang harus dilakukan sepanjang tahun. Dalam Presidensi G20 ini, ada ekonomi, ekonomi kreatif, kenegaraan, pariwisata, kemudian energii yang terbarukan”, katanya.

Sebagai akademisi kata Pria, sepertinya tidak hanya masyarakat umum, tapi juga akademisi bisa mengambil manfaat perhelatan KTT G20 dengan melibatkan diri, memberi masukan dan memberi pandangan-pandangan, terhadap bagaimana sumber daya alam kita, bagaimana investasi yang dimasukan ke Bali dan ke Indoneaia.

“Agar kegiatan ini tidak sepenuhnya menguntungkan investor, tapi juga penambah bagi peningkatan ekonomi masyarat kita, tidak saja hari ini, juga untuk 30 atau 50 tahun ke depan”, cetusnya.

Harus diakui, jelas Pria Dharsana yang seorang notaris ini, banyak sekali negara-negara yang tidak bisa bangkit sstelah pandemi COVID-19, maka terjadilah ancaman krisis dunia. Sedangkan di Indonesia, dengan kebijakan Presiden Jokowi yang tidak menutup semua akses dan seluruh kegiatan ekonomi. Dengan tehnik buka tutup ini, memberi kesempatan sepenuhnya masyarakat turut ambil bagian dab bukan tanggung jawab negara semata.

Presiden Jokowi sudah menunjukan perannya di dunia Internasional dengan berani hadir di tengah perang Rusia dengan Ukraina, karena perang ini tidak saja mempengaruhi kawasan di sekitarnya, tapi juga ancaman resesi dunia.Dunia juga sedang perang energi, juga berkurangnya pasokan pangan.

“Oleh karena itu, apa yang dilakukan Jokowi adalah persiapan yang sudah diperhitungkan kedepan dengan membuat ladang pangan.

Dalam peran yang dilakukan Presiden Jokowi adalah menunjukan netralitas saat adanya konflik.

“Sehingga sebagai pemegang mandat Presidensi G20 ini, Presiden Jokowi telah menjalankan perannya dengan baik”, pungkasnya. (Rilis)

Warga Meninggal Diduga Malpraktik, Perwakilan Desa Padangan Mengadu ke Polres Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Belum mendapat penjelasan secara gamblang terkait kejadian dugaan malpraktik dilakukan salah satu oknum dokter praktik swasta.

Mengakibatkan salah seorang warga berinisial NKM (48) meninggal dunia saat melakukan operasi bedah minor diagnosa Lipoma di Desa Pasangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Akhirnya perwakilan masyarakat beserta tokoh Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, mendatangi Polres Tabanan kemarin, (Senin (7/11) pagi.

“Mencari alternatif guna mencarikan informasi lebih jelas terhadap masalah kematian warga kami tersebut.Sampai saat ini kami belum mendapat jawaban-jawaban yang memuaskan bagi kita”, jelas, Perbekel Padangan, Wayan Warditha dalam kesempatan tersebut.

Dari dua pertemuan sempat dilakukan di kantor Camat Pupuan.Pertemuan tersebut menurut Dirinya belum memberikan jawaban memuaskan bagi warga Padangan hingga saat ini.

“Kenapa dapat meninggal tiba-tiba warga kami padahal siangnya masih biasa-biasa saja,” ujarnya.

Menurut keterangan suami korban surat persetujuan dilakukan tindakan operasi hanya dicap jempol saja.

“Dari keterangan suami korban istrinya bisa sebenarnya tanda tangan”, cetusnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan, nantinya akan menurunkan tim guna melakukan penyelidikan awal.

“Ya, kami akan mengumpulkan informasi serta data-data yerkait adanya dugaan malpraktik tersebut”, tutupnya.