- Advertisement -
Beranda blog Halaman 655

Baliho Bacaleg Ramai di Jalan Protokol, Begini Tanggapan Bawaslu

APK berupa Baliho dan spanduk yang terpasang di pinggir Jalan Tukad Yeh Empas, Desa Sanggulan, Tabanan.
APK berupa Baliho dan spanduk yang terpasang di pinggir Jalan Tukad Yeh Empas, Desa Sanggulan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabanan telah mendata ratusan baliho pengenalan diri bakal calon legislatif (Bacaleg).

Meskipun belum memasuki masa kampanye Pemilu 2024, tetapi baliho sudah menghiasi sepanjang jalan protokol sampai pedesaan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan I Ketut Narta mengatakan, pemasangan baliho merata di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.

“Untuk jumlahnya ada sekitar ratusan dan terbanyak ada di kawasan Kota Tabanan. Kebanyakn baliho dengan ucapan selamat hari raya,” ujar I Ketut Narta seusai konsolidasi kelembagaan Bawaslu ke awak media, Jumat (24/3/2023).

Menurutjya, pemasangan baliho ini tidak termasuk pelanggaran kampanye sepanjang hanya berisi foto dan ucapan selamat hari raya.

“Terkait pemasangan baliho ucapan selamat hari raya,  kami melihat sebagai bentuk sosialisasi diri bagi bakal caleg tersebut. Apakah mereka nantinya menjadi caleg atau tidak kan belum ada kepastiannya,” ungkapnya.

Pihaknya telah melakukan pendataan dan pengawasan bersama pengawas desa dan kecamatan untuk menghindari konflik.

Bahkan, Bawaslu sudah berkoordinasi dengan petugas Satpol PP Tabanan terkait lokasi pemasangan baliho.

“Baliho ucapan selamat hari raya oleh Bacaleg ini sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk juga tidak melanggar jalur hijau” tandasnya. (ana)

Rayakan Ngembak Geni, Ribuan Warga Padati Pantai Yeh Gangga

Warga merayakan Ngembak Geni di area Pantai Yeh Gangga.
Warga merayakan Ngembak Geni di area Pantai Yeh Gangga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ribuan warga memadati area Pantai Yeh Gangga di Desa Sudimara, Tabanan, Bali, Kamis (23/3/2023). Mereka berdatangan untuk merayakan Ngembak Geni sehari setelah Nyepi.

Pantauan di lokasi, sebagian besar warga datang bersama sanak keluarga dan teman. Beberapa dari mereka ada pula yang membawa hewan peliharaan serta memancing ikan di pinggir pantai.

Salah satu pengunjung, Dewi Lestari (20) mengatakan, Pantai Yeh Gangga selalu menjadi pilihan untuk merayakan Ngembak Geni.

“Setiap tahun (saat Ngembak Geni) saya datang kesini bersama teman karena dekat dari rumah, biaya masuknya murah dan sunset-nya juga bagus,” ujarnya nya.

Hal serupa juga diungkapkan warga setempat, Made Purwadi, kunjungan selalu meningkat selama rangkaian hari raya Nyepi. Bahkan ada yang datang dari luar daerah Tabanan.

“Setiap hari raya pasti ramai. Pas melasti (sebelum Nyepi) juga ramai karena sebagian besar masyarakat Tabanan melasti kesini,” kata pria berusia 40 tahun ini.

Kedatangan ribuan pengunjung ini tentunya membuat para pedagang di Pantai Yeh Gangga kebanjiran rezeki.

Salah satu pedagang, Wayan Sulastri (48) mengaku sudah membuka warungnya dari pukul 08.00 WITA.

“Dari pagi sudah ada yang datang (pengunjung),” jelasnya.

Menurut Sulastri, kunjungan saat Ngembak Geni bisa sampai malam hari sekitar pukul 20.00 WITA. (ana)

Dukung Merdeka Belajar, Diskominfos Bali Sabet Digital Innovation Leader Award  

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali raih penghargaan Digital Innovation Leader Award dari Kemendikbud Ristek.
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali raih penghargaan Digital Innovation Leader Award dari Kemendikbud Ristek.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali meraih penghargaan Digital Innovation Leader Award dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek),  Senin (20/3/2023).

 

Penghargaan tersebut serangkaian gelaran ‘Indonesiaku Awesome Demo Days di aula gedung 4 Kemendikbud Ristek, Senayan, Jakarta.

 

Penghargaan diberikan terkait kebijakan dan program Pemprov dan  Diskominfos Bali dalam inovasi digital mendukung program Kampus Merdeka Indonesiaku Awesome serta kampus digital yang dicanangkan Kemendikbud Ristek RI. Kepala Dinas Diskominfos Provinsi Bali Gede Pramana, menerima langsung penghargaan tersebut.

 

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menyebut dalam perkembangannya kampus merdeka sudah berhasil ‘menghancurkan’ barrier yang menghalangi transformasi digital dan inovasi digital di pemerintahan.

 

“Banyaknya mahasiswa kita yang turut dalam program ini dan ini adalah pencapaian luar biasa dalam dunia pendidikan kita,” tandas Nadiem.

 

Hasilnya, Nadiem menyebut lebih dari 64 jenis solusi esensial berhasil ditemukan mahasiswa program merdeka belajar yang mampu memberi dampak nyata pada institusi terkait.

 

“Ini adalah Kolaborasi pentahelix. Antara masyarakat, dan pemerintah mempercepat transformasi digital pemerintah,” katanya sembari mengapresiasi Pemerintah Daerah yang telah berinovasi, membuka pintu selebarnya untuk mendukung program Merdeka Belajar.

 

Pada kesempatan itu,  Plt. Sekretaris Ditjen Dikti Ristek Prof. Cici Sri Cahyandari menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah seperti Bali sebagai  mitra strategis yang telah mendukung program prioritas Kemendikbud menuju generasi emas 2045.

 

“Kita harus gotong-royong membangun dan mencerdaskan bangsa, untuk mengembangkan dan memajukan anak bangsa di masa produktif menuju Indonesia emas 2045,” ujar Prof. Cici.

 

Sementara itu, Mohammad Ghozie Indra Dalel, Country Manager Worldwide Public AWS Sector Indonesia menyampaikan Provinsi Bali menjadi pionir dalam mendukung Program Indonesiaku Awesome dan Merdeka Belajar.

 

“Saya ingat, saat beraudiensi dengan bapak Gubernur Wayan Koster dimana beliau sangat mendukung program ini dan percaya adik-adik mahasiswa bisa membantu menyelesaikan problem daerah. Gubernur Bali dan jajaran Diskominfos Bali dengan kolaborasi dengan mahasiswa bisa membantu sehingga ekosistem pentahelix berjalan. Kita butuh pemerintah yang ingin maju dan ekosistem seperti ini akan mempercepat transformasi digital di daerah, ” puji Ghozie. (agn)

Malam Pengerupukan Berdarah, Tu Pekak Dikeroyok dan Ditusuk hingga Tewas

Terduga pelaku penusukan diamankan Polresta Denpasar.
Terduga pelaku penusukan diamankan Polresta Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan diwarnai pengeroyokan disertai penusukan hingga menewaskan I Putu Eka Astina alias Tu Pekak (41).

 

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Veteran, Denpasar, sekitar pukul 21.00 WITA. I Putu Eka Astina mengalami luka tusuk pada dada kanan dan kiri, serta perut. Korban sempat dibawa ke RSUD Wangaya kemudian dirujuk ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Sanglah hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Rabu (23/3/2023) dini hari.

 

Informasi yang dihimpun, I Putu Eka Astina (40) meregang nyawa seusai dikeroyok dan ditusuk.  Mirisnya, peristiwa memilukan itu terjadi di depan istri, Ni Nengah Wikarsini (37) dan anaknya yang masih kecil.

 

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polresta Denpasar meringkus dua orang pelaku berinisial  I GSP (30) dan I DGRS (23). Mereka sama-sama asa Banjar Karang Sari, Dangin Puri Kaja.

 

Menerima laporan, Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi dua orang terduga pelaku.

 

Mereka akhirnya diamankan di seputaran  Jalan Kenyeri, Denpasar.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi mengatakan dua pelaku sudah diamankan. “Pemeriksaan masih didalami termasuk motif penusukan ini,”ujarnya singkat.

 

Sementara itu, di rumah duka di Jalan Nangka, Gang Kenari VII Nomor 20, Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara, Kamis (23/3/2023) siang,  Ni Nengah Wikarsini menceritakan, ia bersama suami dan anak perempuannya  berusia dua tahun sudah berada di TKP menonton pawai ogoh-ogoh.

 

Kemudian, melintas ogoh-ogoh Desperado hasil kreativitas para pelaku. Tanpa sebab yang jelas, I GSP (30) dan I DGRS (23) memandang korban dengan tatapan tajam dengan melotot.

Korban yang sudah mengenal keduanya awalnya tidak mempedulikan. Namun, pelaku terus memprovokasi korban dengan tatapan tajam.

 

Tak tahan terus ditatap, Tu Pekak menghampiri dan seketika itu juga korban diserang. Melihat sang suami terjatuh, Wikarsini berteriak dan berlari sambil menggendong anaknya ke tengah kerumunan untuk menolong.

 

Setelah berdiri, korban memegang uluh hati yang sudah berlumuran darah kemudian dibawa warga ke rumah sakit.

 

Wikarsini mengaku mengenal kedua pelaku yang sama-sama asal Karangasem. Bahkan,  IGSP  pernah bekerja sebagai sopir pribadi Tu Pekak saat bisnis di bidang properti.

 

Wikarsini berharap polisi  mengusut kasus ini sampai tuntas dan menangkap pelaku lain yang terlibat dan diganjar hukuman setimpal.

 

“Dimana hati dan pikiran mereka, suami saya bukan binatang. Apalagi pelaku sudah bawa pisau dari awal, apa mungkin ada unsur perencanaan, untuk apa nonton ogoh-ogoh bawa pisau, kami ingin polisi mengusut tuntas semua pelaku yang ada, termasuk siapa yang menyuruh,” ucapnya. (kom)

RSUD Tabanan Siapkan Tenaga On Call dan 6 Ambulans untuk Layanan Gawat Darurat Saat Nyepi

RSUD Tabanan.
RSUD Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan menutup layanan poliklinik rawat jalan selama perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1945.

 

Penutupan layanan poliklinik dilakukan mulai Pengerupukan, Selasa (21/2/2023) hingga Ngembak Geni atau sehari setelah Nyepi, Kamis (23/3/2023).

 

Namun, dua layanan kegawatdaruratan, yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Bedah Sentral Emergency selama 24 jam tetap dibuka.

 

“Ini sudah kami umumkan di media sosial termasuk dari dokter atau perawat kepada pasien,” kata Direktur RSUD Tabanan dr. I Gede Sudiarta, Senin (20/3/2023).

 

Ia menjelaskan, pola layanan selama Nyepi ini rutin diterapkan setiap tahunnya.

 

Selain itu, pihaknya juga mengatur jam tugas dokter, perawat, maupun tenaga penunjang layanan medis lainnya dengan membagi menjadi 2 sesi.

 

Satu sesi kurang lebih terdiri dari 125 orang dari dokter, perawat, tenaga administrasi, hingga petugas kebersihan.

Pihak RSUD Tabanan tetap menyiapkan tenaga on call apabila terjadi peristiwa gawat darurat.

 

“Layanan kegawatdaruratan ini ditunjang dengan enam unit ambulans yang operasionalnya akan dikoordinasikan dengan pecalang,” ucapnya.

Ketua Dprd Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1945

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua  Dprd Tabanan I Made Dirga S.Sos  mengucapakan selamat Hari Raya Nyepi Tahun baru Saka 1945 tanggal  22 Maret  2023.

Ucapan  Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1945 disampaikan Ketua DPRD I Made Dirga,   Senin (20 Maret 2023).
“Saya mengucapakan selamat Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1945,” jelas Dirga.  Politisi PDIP asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan ini menyajak seluruh masyarakat Tabanan  menjaga kondusifitas agar perayaan Nyepi berjalan aman dan lancar.

Serangkaian Nyepi, Pengalihan Jalan di Pusat Kota Tabanan Mulai Diberlakukan

Upacara Mapepada di Pusat Kota Tabanan.
Upacara Mapepada di Pusat Kota Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945, pengalihan arus lalu lintas di pusat Kota Tabanan diberlakukan mulai, Senin (20/3/2023).

Pengalihan arus lalu lintas dilakukan sehubungan Upacara Tawur Kesanga yang diawali Mapepada.

Bendesa Adat Kota Tabanan I Gusti Ngurah Gede Siwa Genta mengatakan, akses lalu lintas di Jalan Gunung Agung yang menjadi jalur utama menuju kawasan catus pata (perempatan agung) telah dialihkan pada pukul 08.00 WITA.

 

Jalan Gunung Agung juga menjadi jalur utama menuju Pura Puseh Desa Adat Kota Tabanan, taman Bung Karno, dan Gedung Kesenian I Ketut Maria.

 

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Tabanan maupun Dinas Perhubungan terkait pelaksanaan rangkaian upacara menjelang Nyepi tahun ini.

 

“Pengalihan ini berlanjut sampai besok (21/3/2023). Ini seiring dengan jadwal pelaksanaan Tawur Kesanga yang berlanjut dengan parade ogoh-ogoh,” ujar Ngurah Siwa Genta.

 

Rute pengalihan arus di Jalan Gunung Agung yaitu jalur lalu lintas dari arah Kecamatan Penebel menuju pusat kota melalui Jalan Gunung Agung akan dialihkan ke kanan atau ke Jalan Merak.

 

Dari Jalan Merak, Jalan Kaswari, Jalan Parkit yang tembus di simpang patung Sagung Wah menuju Jalan Gunung Semeru.

 

Siwa Genta menjelaskan, pelaksanaan Tawur Kesanga saat Pengerupukan dimulai pukul 09.30 WITA dan puncaknya pada pukul 12.00 WITA.

 

Proses persembahyangan Tawur Kesanga akan dihadiri Bupati Sanjaya dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Tabanan.

 

“Nanti, upacaranya akan dipuput (dipimpin) 4 sulinggih antara lain Ida Pedanda Griya Jadi, Ida Pedanda Griya Tarik, Ida Pedanda Griya Taman Sari, dan Ida Pedanda Pangkung Prabu,” imbuh Siwa. (ana)

Larangan Baju Impor Bekas hingga Pasar Kodok Tutup, Ini Kata Sekda Tabanan 

Pasar OB alias Pasar Kodok di Tabanan tutup setelah adanya larangan baju impor bekas.
Pasar OB alias Pasar Kodok di Tabanan tutup setelah adanya larangan baju impor bekas.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasar Obral Bekas (OB) atau dikenal dengan Pasar Kodok di Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, tutup beberapa hari terakhir.

 

Penutupan ini karena adanya larangan pemerintah pusat penjualan pakaian bekas (thrifting) impor di Indonesia.

 

Bahkan, Polda Bali  juga menyita ratusan bal pakaian bekas impor ilegal dari dua gudang di Kampung Kodok, Kamis (16/3/2023) sekitar pukul 21.30 WITA.

 

Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapat surat edaran resmi dari Kementerian Perdagangan terkait larangan tersebut.

 

Sejauh ini, pihaknya hanya melakukan pendataan dan pengawasan.

 

“Kami mengikuti keputusan Menteri dan masih melakukan pendataan pasar pakaian bekas di Tabanan (selain pasar Kodok),” ujarnya, Senin (20/3/2023).

 

Ia mengungkapkan, penutupan pasar merupakan inisiatif para pedagang karena Pemerintah Kabupaten Tabanan belum pernah menginstruksikan menutup lapaknya.

 

“Terkait penutupan permanen, kami akan tetap menunggu dan melihat kajian dari pusat terlebih dahulu. Kalau untuk penyitaan kami tidak lakukan,” tegas Susila.

 

Sekadar diketahui,  Pasar Kodok tidak termasuk dalam 15 pasar rakyat (umum) yang dikelola Disperindag Tabanan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Wayan Jarta mengaku resah dengan peredaran gelap barang impor ilegal ini.

 

Menurutnya, peredaran pakaian bekas impor ini sangat memengaruhi upaya mengembangkan industri sandang lokal di Bali karena dijual dengan harga sangat murah sehingga dinilai menjadi persaingan yang tak sehat dengan industri pangan di Bali.

 

“Kita juga tidak tahu, barang bekas ini apa isinya. Jangan sampai ada penyakit. Ini sangat merugikan konsumen kita. Barang ilegal ini menjadi kompetitor yang meresahkan UMKM di Bali. Persaingannya luar biasa. Kami lihat di beberapa tempat beredar begitu marak pakaian bekas. Paling tidak 30 sampai 40 persen peluang pasar produk lokal diambil produk impor,” ujar Wayan Jarta saat mendampingi Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra terkait penyitaan ratusan bal pakaian bekas impor, Senin (20/3/2023). (ana,kom)

Polda Bali Sita Ratusan Bal Pakaian Impor Bekas dari Kampung Kodok Tabanan

Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra beberkan penyitaan ratusan bal pakaian impor bekas ilegal.
Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra beberkan penyitaan ratusan bal pakaian impor bekas ilegal.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Subdit I Direktorat Reskrimsus Polda Bali menyita 117 bal pakaian bekas impor dari sebuah gudang di Kampung Kodok, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (16/3/2023).

 

Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra mengungkapkan, penyitaan ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Di kampung Kodok, terdapat dua gudang lokasinya berdekatan milik Junaidi. Ia mengaku membeli pakaian bekas 117 bal di Pasar Gede Bage Bandung dan sudah terjual 10 bal ke Bairi di Surabaya, Jawa Timur.

 

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 21.30 WITA. Pada gudang pertama ditemukan 43 bal dan gudang kedua 64 bal. Sementara 10 bal lainnya diamankan dari Bairi.

 

“Barang ini dipasok dari Malaysia menggunakan kapal laut masuk melalui jalur tikus di Pelabuhan Tanjung Balai Medan dan Kuala Tungkal, Jambi.  Setelah itu, barang bergeser ke Pasar Gede Bage di Bandung, Jawa Barat dan barulah menyebar ke pengepulnya di Tabanan hingga tingkat pedagang pengecer,”ujar Irjen Putu Jayan Danu Putra didampingi Direktur Reskrimsus Kombes Roy Hutton Marulamrata Sihombing,”Senin (20/3/2023).

 

Terdapat 500 pakaian dalam satu bal sehingga dalam 117 ball berisi 58500 pcs pakaian.

 

” Coba dibayangkan, dari 117 bal ini kerugian negara sudah lebih dari Rp1,17 miliar. Bapak presiden dan Kapolri menginstruksikan untuk melakukan penindakan terhadap penyelundupan barang bekas ini,” tegasnya.

 

 

Perbuatan kedua tersangka merugikan negara Rp 1,1 miliar lebih. Selain itu, juga membuat persaingan di pasar menjadi tidak sehat dan membuat produk lokal kalah saing. Sebab, barang bekas ilegal ini dijual sangat murah.

 

Kapolda menjelaskan, satu bal pakaian bekas ini seharga Rp 2 juta. Hal itu sesuai dengan hasil penjualan 10 bal pakaian ilegal tersebut seharga Rp 20 juta. Bisnis ilegal ini dilakuka oleh kedua tersangka sudah berjalan dia tahun. Dalam setahun keduanya bisa menerima barang impor ilegal itu berkali-kali.

 

“Kedua tersangka melanggar Pasal 62 ayat 1 dan Pasal 8 ayat 2 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 dan atau Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Saya berharap dengan penerapan pasal ini  ada efek jera dan bisa menekan peredaran gelap barang ilegal,” tandasnya. (kom)

Bupati Sanjaya Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi Caka 1945 pada  22 Maret 2023 bagi seluruh umat sedharma yang merayakan.

 

Bupati Sanjata mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memaknai hari Raya Nyepi dengan sederhana dan tanpa adanya euforia berlebihan. Terlebih dalam perayaan Hari Pengrupukan agar dilaksanakan dengan harmonis, sehingga tidak menimbulkan perselisihan antar warga.

 

“Selamat Hari Raya Nyepi, mari kita laksanakan rangkaian Catur Brata Penyepian dengan khidmat. Dengan demikian, Catur Brata Penyepian bisa kita jalani dengan tenang, aman serta damai dalam hati dan jiwa kita masing-masing,” ucap Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga berharap agar momen pergantian tahun caka ini dijadikan sebagai ajang instrospeksi diri (mulat sarira). Disamping itu, suasana yang hening dan damai ini juga diharapkan sebagai ajang untuk meningkatkan spiritualitas diri sebagai umat beragama.

 

“Mari kita manfaatkan momen ini sebagai ajang introspeksi diri juga untuk meningkatkan spiritualitas diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga kita diberikan pikiran dan hati yang jernih guna bersama-sama mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” harap Sanjaya. (agn)