- Advertisement -
Beranda blog Halaman 653

Dewan Soroti Rumdin Aset Tak Maksimal

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – DPRD Kabupaten Tabanan soroti rumah dinas (rumdin) yang berlokasi di Banjar Wanasara, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan adalah aset tak optimal. Sejauh ini peruntukannya belum maksimal sebab banyak rumdin yang kosong serta kondisi bangunan sebagian besar rusak parah. 

Hal itu terungkap saat digelarnya
Rapat paripurna intern dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2022 melalui kajian kelompok kerja atau pokja, Senin (27/3) di Gedung Dewan Tabanan.

Dan untuk mengoptimalkan rumdin tersebut Pemkab Tabanan bakal mengkonsep rumdin bisa dikontrakkan ke pihak ketiga. Penggunaanya bisa digunakan untuk gudang ataupun membuka usaha agar aset ini bisa bermanfaat dan dapat peningkatan PAD (pendapatan asli daerah).

Sorotan rumdin pemanfaatan belum optimal disampaikan langsung oleh Ketua Pokja III, AA Nyoman Darma Putra. “Sejauh ini banyak aset yang belum optimal salah satu contohnya rumah dinas milik Pemerintah Kabupaten Tabanan,” tegasnya.

Menurut dia daripada keberadaan Rumdin ini tak maksimal atau banyak bangunan yang rusak parah bisa dimanfaatkan kepada pihak ketiga. “Apakah nanti untuk sarana olahraga ataupun perekonomian. Karena tak hanya Rumdin saja yang begitu, masih banyak aset kita yang tidur belum dikelola dengan baik,” terang Politisi PDIP asal Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan ini.

Terkait hal itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya yang hadir dalam rapat tersebut mengatakan pemanfaatan rumdin bakal dikaji. “Masih sekiranya apa yang pas dengan konsep disana (rumdin),” katanya.

Kata dia pengelolaan aset harus dilakukan dengan maksimal. Selain untuk meningkatkan PAD juga sebagai upaya mengantisipasi adanya aset mangkrak sehingga menjadi beban anggaran. “Maka dari itu sejak Januari (awal tahun 2023) kami sudah melakukan rapat terkait optimalisasi aset. Karena ini aset benda tidak bergerak kalau tidur akan jadi masalah,” jelasnya.

Optimalisasi yang dimaksud telah dilakukan pendataan aset yang dimiliki, mengecek administrasinya, memastikan tidak ada aset yang bermasalah atau sedang dikontrak oleh pihak ketiga, dan mengevaluasi kontrak yang sudah ada.

Selain itu tegas Bupati Sanjaya, pemerintah daerah juga telah meminta saran dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar aset tidak menjadi masalah. “Termasuk juga aset-aset yang sudah dimanfaatkan untuk panti dan depo arsip, kedepannya akan direkonstruksi dan didistrukturisasi,” tandasnya.

Seperti diketahui Rumdin di Banjar Wanasara sebagian besar bangunanya rusak parah. Meskipun sejumlah bagian ada yang digunakan sebagai UPTD Wanasara untuk merawat lansia dan ODGJ tanpa keluarga.

DPRD Tabanan Rekomendasikan Pembenahan Infrastruktur dan Pemeliharaan Libatkan Masyarakat

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perbaikan infrastruktur menjadi atensi DPRD Tabanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu Dewan meminta dalam pembenahan maupun pemeliharaan melibatkan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Tabanan Made Dirga. Sesuai dengan
pelaksanaan program prioritas sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2022, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur.

“Ketersediaan infrastruktur yang memadai merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur,” ujarnya saat memimpin sidang Paripurna, Senin (27 Maret 2023)

Untuk mendukung upaya tersebut, DPRD Tabanan merekomendasikan beberapa hal seperti melibatkan partisipasi masyarakat sekitarnya dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Misalnya menjaga kebersihan saluran air agar tak mampet ketika musim hujan.  “Partisipasi masyarakat sangat penting untuk sama sama menjaga infrastruktur, karena ini bukan tugas pemerintah saja,”terangnya.

Selain itu kata Dirga rehabilitasi gedung perkantoran untuk perangkat daerah di Kabupaten Tabanan yang rusak berat juga menjadi rekomendasi DPRD Tabanan. Serta pengembangan kinerja pengelolaan peningkatan air bersih dan sanitasi lingkungan air minum untuk kesehatan masyarakat menjadi hal yang penting.

Dalam upaya memperbaiki infrastruktur jalan, DPRD Tabanan merekomendasikan penggunaan beton atau paving yang di-pres karena tahan air dan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut memelihara jalan agar tetap baik. “Tak kalah pentingnya, penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang tidak mampu juga perlu ditingkatkan,” pesan politisi PDIP asal Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan ini.

Sementara kondisi infratruktur khususnya jalan di Kabupaten Tabanan dari data Dinas PUPRPKP tercatat sudah 90,05 persen dalam kondisi baik sampai dengan akhir tahun 2022, dari total panjang jalan kabupaten 863,218 kilometer. Menurut Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan melalui Bidang Bina Marga, I Gede Partana saat ini hanya tinggal 9,95 persen jalan yang kondisinya tidak mantap, dengan rincian kondisi rusak ringan sepanjang 48,06 kilometer dan rusak berat sepanjang 37,760 km

 Sekda Adi Arnawa Buka Festival Dresta Lango Ogoh-Ogoh

Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka acara Festival Dresta Lango Ogoh-Ogoh GWK.
Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka acara Festival Dresta Lango Ogoh-Ogoh GWK.

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Festival Dresta Lango Ogoh-Ogoh Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam rangka Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1945, Minggu (26/3/2023).

 

Festival Dresta Lango ogoh-ogoh yang diinisiasi GWK bekerjasama dengan Pemkab Badung ini turut dihadiri Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha, Camat se-Badung, Direktur Operasional GWK Cultural Park Stefanus Yonathan Astayasa dan seluruh peserta lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Badung

 

Sekda Wayan Adi Arnawa dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Garuda Wisnu Kencana yang sudah menyediakan tempat untuk Festival Dresta Lango ogoh-ogoh di Kabupaten Badung. Ini membuktikan bahwa ogoh ogoh memiliki prestasi tersendiri di Kabupaten Badung dan seluruh Sekaa Teruna di Badung sangat melestarikan tradisi budaya menjelang Nyepi.

 

“Terima kasih kepada pihak GWK karena sudah memberikan kesempatan kepada adik-adik Sekaa Teruna yang ogoh-ogohnya tampil di GWK ini. GWK sudah membuktikan kepada kita semua bahwa ogoh-ogoh memiliki prestasi dan dibuatkan ajang dalam Festival Dresta Lango 2023. Ini menunjukkan bahwa GWK dan seluruh keluarga besar sangat melestarikan budaya kita. Saya akan terus mendukung dan kedepan Kadis Kebudayaan perlu dipikirkan lagi agar event seperti ini dilaksanakan oleh Pemkab Badung dengan hadiah yang lebih besar lagi,” ujarnya.

 

Sementara, Direktur Operasional GWK Culture Park Stefanus Yonathan Astayasa menjelaskan, awalnya ogoh-ogoh dibuat hanya dengan rangka kayu dan bambu sederhana yang dibungkus kertas. Namun, seiring berkembangnya kreativitas masyarakat saat ini, telah berevolusi menjadi sebuah karya seni yang luar biasa yang menjadi daya tarik masyarakat luas. Selain berwujud bhuta kala, ogoh-ogoh di Bali saat ini juga hadir dalam bentuk kontemporer, belakangan ada yang menjadikan ogoh sebagai ajang menyentil tokoh yang dianggap kontroversial hingga karakter fiktif yang dianggap melambangkan kejahatan.

 

“Festival ini juga menjadi ajang pengembangan kreativitas warga, terutama anak anak muda yang tergabung dalam wadah Sekaa Teruna di Bali. Sebagai wujud apresiasi terhadap 594 Sekaa Teruna di Kabupaten Badung. Semoga acara ini rutin diadakan setiap tahun dan semakin meningkatkan kreativitas masyarakat dan anak anak muda,” ucapnya. (agn)

 

Jero Sutarjana Lakukan Cara Ini untuk Cegah Pencurian Kayu di Hutan Gunung Batukaru 

Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes melakukan pendakian Gunung Batukaru.
Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes melakukan pendakian Gunung Batukaru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes melakukan pendakian Gunung Batukaru, Sabtu (25/3/2023) pagi. Pada kesempatan itu, ia juga bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Desa Pujungan, Jero Wayan Sutarjana.

 

AKBP Leo Dedy Defretes mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Jero Wayan Sutarjana dalam mencegah terjadinya tindak pidana pencurian kayu hutan lindung dengan cara melakukan pengecekan setiap orang yang hendak mendaki.

 

“Kami sampaikan terima kasih kepada Jero Wayan Sutarjana yang telah membantu aparat keamanan maupun pemerintah untuk menjaga kelestarian hutan yang ada di sekitar Desa Pujungan terutama kawasan hutan Gunung Batukaru. Agar tetap dipertahankan kegiatan pengecekan bagi setiap orang yang hendak mendaki,” ungkap mantan Kapolres Badung ini.

 

Pendakian Kapolres Tabanan bersama anggotanya dipandu oleh warga Desa wongayo Gede dan Jero Mangku Pura Malem Pujungan.  (ana)

Bubarkan Remaja Hendak Perang Sarung, Seorang Warga Dipukul

Para remaja yang hendak perang sarung diamankan di Polsek Denpasar Barat.
Para remaja yang hendak perang sarung diamankan di Polsek Denpasar Barat.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Belasan remaja diamankan polisi saat hendak  perang sarung di depan salah satu Yayasan di Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat, Minggu (26/3/2023) malam.

 

Apesnya, seorang warga berinisial GS (40) yang hendak membubarkan para remaja itu menjadi korban pemukulan.

 

Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Gusti Agung Made Ari Herawan membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami awalnya menerima informasi adanya tawuran perang sarung antar remaja,”ujar Kompol I Gusti Agung Made Ari Herawan, Senin (27/3/2023).

 

Polisi mendatangi lokasi dan mengamankan 16 orang berinisial ABSW, KI, MIW, MR, MKP, IB AT, MES, R, APKB, KGJP, AR, DUG, PNS, GK ADS, ED dan CJ.

 

Kejadian diawali dari ABSW sedang nongkrong di lokasi kemudian diajak perang sarung oleh Rafka dan Irfan. “Kedua remaja ini (Rafka dan Irfan) meremehkan ABSW,”ujar I Gusti Agung Made Ari Herawan.

 

ABSW yang tidak terima diremehkan mengontak teman-temannya melalui WhatsApp group ORKAS (Orang Keras).  Tak berselang lama, 10 orang datang ke lokasi bermaksud untuk membantu.

 

Namun, perang sarung akhirnya batal setelah Rafka meminta maaf kepada ABSW hingga berdamai. Di saat bersamaan, datang GS (40) membubarkan belasan remaja itu. Namun, ia justru dipukul oleh KI (16) yang merupakan teman ABSW.

 

Korban terkena pukulan di hidung satu kali. Setelah kejadian, beberapa warga dan polisi mendatangi lokasi. “Korban tidak melaporkan kasus yang menimpanya. Pelaku dan kawan-kawanya akan dibuatkan surat pernyataan,”tandas Kapolsek sembari menyebut barang bukti yang diamankan berupa satu buah sarung yang telah diikat dan dibasahi. (kom)

Residivis Satroni Vila Warga Asing Tertangkap di Jember

Residivis Slamet bersama barang bukti motor hasil kejahatan diamankan Polsek Mengwi.
Residivis Slamet bersama barang bukti motor hasil kejahatan diamankan Polsek Mengwi.

PANTAUBALI.COM, BADUNG –  Mendekam di penjara selama tujuh bulan karena mencuri rupanya tak membuat Slamet (32) kapok.  Pria asal Jember, Jawa Timur ini kembali beraksi menyatroni vila dihuni Ian Frederick Layton (71) di Banjar Pempatan, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung.

 

Kapolsek Mengwi Kompol I Nyoman Darsana mengungkapkan, penangkapan tersangka dilakukan pada Minggu (26/3) sekitar pukul 18.00 WITA.

 

Korban asal Australia melaporkan adanya pencurian di vilanya  pada Selasa  10 Januari 2023 sekitar pukul 15.00 WITA.

 

“Tersangka Slamet menyatroni kamar korban di lantai dua dan mengambil uang 7.000 dolar Australia. Korban dalam laporannya mengalami kerugian Rp 74 juta lebih,”ujar Kompol Darsana, Senin (27/3/2023).

 

Kronologisnya, kata Kompol Darsana, korban datang ke vila sepulang dari Australia pada awal Januari 2023. Ia membawa uang 9.000 dolar. “Uang itu dimasukkan dalam amplop dan ditaruh di bawa kasur,”ungkap mantan Wakasat Reskrim Polresta Denpasar ini.

 

Keesokan harinya, mandor proyek yang bekerja di vila minta uang ke korban untuk membayar tukang.  Ian Frederick Layton pergi ke kamarnya dan kaget setelah membuka amplop ternyata uangnya hanya 7.000 dolar.

 

“Korban mengira uangnya terjatuh, tapi setelah dicari tidak ketemu akhirnya melapor,”beber Darsana.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, kecurigaan pelaku mengarah ke Slamet. Tersangka akhirnya ditangkap pada Sabtu (25/3/2023) sekitar pukul 23.30 WIB di rumahnya di Dusun Krajan, Jember, Jawa Timur.

 

Tersangka mengaku mencuri pada Selasa (10/1/2023) sekitar pukul 06.00 WITA.

 

“Saat itu, dia berada di timur vila dan melihat pelapor pergi. Tersangka langsung beraksi setelah mengetahui vila dalam kondisi sepi,”ungkapnya.

 

Setelah mencuri, ia langsung pulang ke Jember. Uang hasil kejahatan dipakai membeli sepeda motor, perhiasan, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Polisi menyita barang bukti motor Scoopy nopol P 2351 JR, serta sepasang anting emas. Tersangka merupakan residivis kasus pencurian yang ditangkap tahun 2021 di Jawa Timur. (kom)

Polresta Denpasar Tilang 43 WNA, Didominasi Berkendara Tanpa Helm    

Polisi tilang WNA yang berkendara tanpa helm.
Polisi tilang WNA yang berkendara tanpa helm.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Satuan Lantas Polresta Denpasar bersama jajaran Polsek  menindak 365 orang pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Dari jumlah itu, 43 orang merupakan warga negara asing (WNA).

 

Penindakan terhadap 365 pelanggar lalu lintas itu dilakukan selama sepekan mulai 19 Maret sampai 25 Maret 2023.

 

Polisi memberikan sanksi tilang manual terhadap 151 pelanggar, E-tilang 1 orang, dan 213 mendapat teguran.  Sementara, barang bukti yang diamankan berupa 28 sepeda motor, 24 SIM, dan 99 STNK.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengungkapkan, meski penindakan tilang manual diberikan kepada pengguna jalan raya, tapi masih banyak ditemukan adanya pelanggaran.

 

Khusus warga asing pelanggarannya didominasi berkendara tanpa helm 37 orang, tanpa TNKB 4 orang, dan 2 orang tanpa perlengkapan kendaraan.

 

“43 WNA yang terjaring diberikan sanksi tilang manual dan paling banyak adalah warga Rusia yaitu 17 orang,”ujar Sukadi mewakili Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pemungkas, Senin (27/3/2023).

 

 

“Kami akan menindak pelanggar lalu lintas demi kebaikan dan keselamatan bersama saat berkendara serta meminimalisir kecelakaan,” tandas AKP Sukadi. (kom)

Pasar Kodok Kembali Buka, Penjual: Habiskan Stok Dagangan

Pedagang Pasar Kodok kembali menjajakan pakaian bekas.
Pedagang Pasar Kodok kembali menjajakan pakaian bekas.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasar OB atau yang selama ini familiar dengan Pasar Kodok kembali buka sejak Jumat (24/3/2023).

 

Pusat thrifting terbesar di Bali yang berlokasi di Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan itu sempat tutup selama beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan larangan impor baju bekas.

 

 

Pantauan, Minggu (26/3/2023), beberapa penjual pakaian bekas terlihat menjajakan barang dagangan berupa baju dan celana.

 

“Ini (buka lapak) atas inisiatif pedagang,” kata seorang pedagang yang keberatan namanya dipublikasikan ini.

 

Ia menyebut larangan pemerintah terkait impor baju bekas cukup berdampak terhadap pembelian yang menurun drastis.

 

“Pendapatan pedagang menjadi menurun karena beberapa hari tidak bisa berjualan dan sekarang sepi pembeli,” ungkapnya.

 

Pedagang lainnya menuturkan kembali buka lapak untuk menghabiskan stok dagangan.

 

“Sekarang baru mulai jualan lagi tapi sepi,” ujar pedagang yang mengaku sudah setahun berjualan pakaian bekas di Pasar Kodok ini. (ana)

 

Dua Hari Hilang, Suja Ditemukan Meninggal di Pantai Batu Mejan

Petugas mengevakuasi jenazah I Ketut Suja.
Petugas mengevakuasi jenazah I Ketut Suja.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dua hari hilang di kawasan Pantai Nyanyi, Kediri, Tabanan,  I Ketut Suja (58) ditemukan meninggal pada Minggu (26/3/2023).

 

Pria asal Banjar Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan itu ditemukan kali pertama oleh warga di seputaran Pantai Batu Mejan, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

 

“Sekitar pukul 10.00 WITA diperoleh informasi dari seorang warga temuan mayat di seputaran Pantai Batu Mejan, Desa Canggu,”ujar sumber petugas.

 

Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian berkoordinasi dengan BPBD. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi dan sekitar pukul 13.00 WITA jenazah  dievakuasi dari Pantau Batu Bolong, Desa Canggu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nyitdah.

Kapolsek Kediri Kompol I Kadek Ardika yang ikut memimpin pencarian membenarkan mayat yang ditemukan di seputaran Pantai Batu Mejan adalah I Ketut Suja yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

“Saya masih di lapangan,”ujarnya.

Seperti diberitakan, I Ketut Suja (58) asal Banjar Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan,  dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Jumat (24/3/2023) di kawasan Pantai Nyanyi, Kediri.

 

Sebelum dilaporkan hilang, Ketut Suja pamit kepada anaknya untuk menjemput istrinya Ni Wayan Metri yang sedang munuh di area  persawahan Pantai Nyanyi, Kamis (23/3/2023).

 

Namun, sampai malam Suja tidak menjemput istrinya. Menurut keterangan beberapa saksi, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan itu sempat dilihat jalan-jalan di pinggir pantai sekitar pukul 18.00 WITA.

 

Keluarga melakukan pencarian dan menemukan motor Grand DK 3304 GN milik Suja. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Penghijauan di Area Pura Dalem Desa Timpag

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menanam bibit pohon di area Pura Dalem Desa Timpag.
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menanam bibit pohon di area Pura Dalem Desa Timpag.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri penghijauan yang dilakukan warga di area Pura Dalem Desa Timpang, Kecamatan Kerambitan,  Jumat (24/3/2023).

 

“Ikut berbaur dengan warga dan memberikan dukungan atas upaya melakukan penghijauan,” ujar I Made Dirga, Sabtu  (25/3/2023).

 

Sejak pagi, I Made Dirga bersama warga melakukan penanaman sekitar 50 pohon  jenis durian, manggis, klengkeng, jangarulam, dan jambu kristal.

 

“Semoga nanti ketika besar pohon-pohon ini berguna untuk masyakat sekitar,” harap Politisi PDI Perjungan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini.

 

Menurutnya, pepohonan tidak hanya berguna untuk manusia tapi juga bagi mahluk lain dan menjaga ekosistem air di dalam tanah.

 

Rimbunnya sebuah kawasan akan memberikan dampak pada hewan liar seperti burung atau hewan pengerat lain karena tersedianya makanan.

 

“Ketika berbicara konsep Tumpek Uye atau Tumpek Kandang kan simbol upacara untuk hewan, dengan tersedianya ekosistem yang baik, kan juga menjaga keberadaan hewan liar di alam,” ujarnya.

 

Dirga  berpesan agar masyarak ikut menjaga alam lingkungan sekitar dengan tidak sembarangan menebang hutan atau berburu hewan liar seperti burung karena akan mengganggu rantai makanan.

 

“Apalagi soal membuang sampah harus kita mulai memilah sampah juga dari rumahtangga sehingga lingkungan bisa bebas dari sampah plastik,” tandasnya. (agn)