- Advertisement -
Beranda blog Halaman 652

Libatkan Seribuan Pelaku Seni, Ini Kesiapan Tabanan di PKB ke- 45

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seribuan orang pelaku seni di Kabupaten Tabanan dari sekaa/sanggar dilibatkan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke – 45.

Para pelaku seni itu sudah melakukan latihan untuk mematangkan penampilan pada pementasan PKB yang dijadwalkan Juni 2023.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan Ni Luh Nyoman Sri Suryati menyebut kesiapan saat ini sudah 50 persen.

“Mereka (pelaku seni) sudah berlatih sejak Januari. Untuk kesiapan di Tabanan itu sudah 50 persen, tinggal mematangkan penampilan,” ujar Ni Luh Nyoman Sri Suryati, Selasa (28/3/2023).

Di PKB 2023, Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp950 juta karena pandemi Covid-19.

Kabupaten Tabanan akan mengikuti 11 materi kesenian yang akan ditampilkan di tingkat provinsi meliputi Peed Aya (Pawai) berupa Tari Kebesaran Kabupaten Tabanan Jayaning Singasana Aum yang dibawakan Sanggar Tari Taksu Kumara, Kediri dan juga garapan kolosal Sekaa Gong Yowana Ananta Winangun, Desa Penarukan, Kerambitan.

Kemudian, Utsawa (parade) gong kebyar dari Sekaa Gong Giri Kusuma (dewasa), Banjar Dinas Senganan Kanginan, Desa Senganan, Penebel, Sekaa Gong Manik Kencana Putri (wanita), Banjar Adat Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Marga dan Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja (anak-anak) dari Banjar Dinas Saraswati, Desa Bajera, Selemadeg. Selain itu, tampil juga Arja Klasik Sanggar Canging Mas.

Sementara, wimbakara (lomba) yang akan diikuti seperti gender wayang anak-anak dari Sanggar Seni Kembang Bali, Banjar Tunjuk Kelod, Desa Tunjuk, baleganjur remaja dari Baleganjur Karang Taruna Yowana Priyahita, Desa Tunjuk, Taman Penasar dari Sanggar Seni Naya Genggong, Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara. Lomba peragaan busana dan design serta parade busana khas kabupaten/kota.

“Khusus pementasan gong kebyar akan tampil bersama di masing-masing kabupaten dan persiapan sudah 70 persen. Yang kurang hanya garapan kolaborasi ke tiga sekaa gong kebyar sebagai garapan grand final,” ungkap Sri Suryati.

Ia menyebut, ada materi tidak bisa diikuti karena terbatasnya anggaran dan untuk materi drama gong pesertanya masih terbatas.

Suryati mengatakan kendala yang dihadapi selama persiapan adalah mematangkan garapan grandfinal kolaborasi antara tiga sekaa gong kebyar.

“Mengemas garapan dengan menyatukan ide konsep serta mempertemukan penari penabuh dari ketiga sekaa ini untuk latihan di satu tempat, itu yang agak sulit karena waktu dan juga jarak yang lumayan berjauhan, gong wanita ada di Kecamatan Marga, anak-anak di Kecamatan Selemadeg, dan Dewasanya di Kecamatan Penebel,”ucapnya. (ana)

Wagub Cok Ace Terima Kunjungan Wali Kota Dujiangyan City

Wagub Bali Cok Ace berbincang dengan Wali Kota Dujiangyan City, Zhang Yadan.
Wagub Bali Cok Ace berbincang dengan Wali Kota Dujiangyan City, Zhang Yadan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Sukawati menerima kunjungan Wali Kota Dujiangyan City, Chengdu, Sichuan, RRC beserta jajaran, Senin (27/3/2023) di Ruang tamu Wakil Gubernur Bali.

Wagub Cok Ace didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra, I Ketut Sukra Negara dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini.

Dalam kunjungannya Wali Kota Dujiangyan City, Zhang Yadan sangat terkesan dengan keindahan alam dan budaya Bali. Ia menyampaikan bahwa Bali merupakan salah satu tempat favorit yang selalu ingin dikunjungi oleh masyarakat Chengdu. Bahkan menurutnya  Chengdu sangat mirip dengan Bali dimana memiliki pesona daya tarik tersendiri khususnya dalam keindahan alam dan lingkungan.

“Ada yang bilang kalau sudah ke Chengdu mereka tidak ingin pulang,” ungkapnya.

 

Sementara itu Cok Ace menyampaikan bahwa hubungan antara Bali dan Tiongkok sudah terjalin sejak lama.

“Hubungan Bali dengan Tiongkok secara historis sangat dekat khususnya di bidang kebudayaan bahkan saat ini warisan budaya Tiongkok masih kita gunakan dan lestarikan,” ungkapnya. Menurut Cok Ace, Tiongkok memberikan pengaruh yang kuat dalam kebudayaan Bali hingga menimbulkan akulturasi dalam kebudayaan Bali.

 

Disamping itu Tiongkok merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak ke Bali sebelum pandemi Covid-19.

“Dulu sebelum Covid, Tiongkok dan Australia bersaing menjadi wisman terbanyak bahkan wisman Tiongkok mencapai 1,2 juta wisman per tahun,” ungkap Cok Ace.

Sementara saat ini jumlah kunjungan wisman Tiongkok pasca pandemi mulai meningkat walaupun jumlahnya jauh di bawah ketika sebelum pandemi Covid-19 namun penerbangan internasional Bali dan Tiongkok telah dibuka melalui Xiamen Airlines yang telah memiliki jadwal penerbangan regular sejak Maret 2023.

 

Wisata unggulan wisatawan asal Tiongkok mayoritas adalah wisata pantai dan budaya.

“Wisata budaya karena banyak kaitannya dengan budaya Tiongkok sehingga menjadi daya tarik sendiri untuk wisman Tiongkok,” imbuh Cok Ace.

Sementara itu terkait wisata alam daerah yang sering dikunjungi adalah Ubud dengan destinasi utama antara lain Monkey Forest, Ubud Art Market dan Puri Saren Ubud. Sementara itu, Cok Ace tidak lupa menawarkan untuk bertandang ke Puri Ubud seraya berjanji akan menghubungi penglingsir puri untuk dapat menerima kunjungan Walikota Dujiangyan City dan jajarannya. (agn)

Gubernur Wayan Koster Paparkan RUU Provinsi Bali Dihadapan Komisi II DPR RI   

Gubernur Wayan Koster menyerahkan usulan RUU kepada Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Gubernur Wayan Koster menyerahkan usulan RUU kepada Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Rapat DPR RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022 – 2023 dengan Panja RUU tentang Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Maluku, dan Provinsi Bali pada, Senin (27/3/2023) di Ruang Rapat Komisi II Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Rapat dengan Panja RUU tentang Provinsi Bali ini dipimpin oleh Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustofa, Anggota Komisi II DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, IGN Kesuma Kelakan, Nyoman Parta, I Ketut Kariyasa Adnyana, dan dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI lainnya secara daring dan luring.

 

Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan, Rancangan Undang -Undang tentang Provinsi Bali yang diajukan kepada Komisi II DPR RI tahun 2020  kemudian disempurnakan serta disusun kembali oleh Komisi II DPR RI.

 

“Kami sangat memerlukan agar alas hukum Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1958 yang berdasarkan UUDS 1950 dan bentuk negara RIS itu segera bisa diganti sesuai dengan sistem ketatanegaraan yang berlaku saat ini, yaitu Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ujar Koster.

“Kami sudah mencermati baik draft naskah akademik dan juga batang tubuh Rancangan Undang – Undang tentang Provinsi Bali yang disusun oleh Komisi II DPR RI, sudah mengakomodasi usulan yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, bahkan materi yang diatur sudah sangat komprehensif dan memadai,”imbuhnya.

Secara normatif semua ketentuan yang diatur dalam materi Rancangan Undang – Undang tentang Provinsi Bali sesungguhnya sangat moderat, semuanya wajar, tidak menuntut kekhususan, netral serta tidak membebani Pemerintah Pusat, sehingga tidak perlu ada sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi II DPR RI untuk membahas bersama Pemerintah guna mencapai kesepakatan.

“Kami akan menerima hasil terbaik yang disepakati antara Komisi II DPR RI bersama Pemerintah untuk kemajuan Bali ke depan.  Oleh karena itu, kami menyerahkan kepada Komisi II DPR RI untuk membahas kembali, serta kami mohon agar Rancangan Undang – Undang tentang Provinsi Bali ini segera dapat disahkan untuk mengisi kekosongan hukum mengingat Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1958 sudah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” jelasnya seraya menyerahkan usulan Rancangan Undang – Undang Provinsi Bali kepada Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang disambut apresiasi ‘applause’ tepuk tangan.

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan,  Komisi II DPR RI sedang membahas 8 Rancangan Undang – Undang Provinsi, dimana 5 Provinsi diantaranya hadir langsung dilokasi, serta 3 Provinsi lainnya yakni Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Jawa Barat mengikuti secara daring. Kedelapan Rancangan Undang – Undang tersebut merupakan bagian dari 20 Undang – Undang dan 271 Kabupaten/Kota yang memang sedang dirapikan.

“Jadi kami membuat kira-kira 2 tahun yang lalu dan mendiskusikan, kemudian menemukan ternyata kita di Indonesia ini tercatat ada 20 Provinsi dan 271 Kabupaten/Kota itu memang perlu dirapikan.

“Apa yang dirapikan, sebagian besar dari 20 Provinsi dan 271 Kabupaten/Kota tersebut alas hukum pembentukannya belum berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, namun masih menggunakan Undang-Undang Republik Indonesia  Serikat (RIS). Sehingga saat kami berkonsultasi dan berdiskusi dengan beberapa ahli hukum tata negara, bahwa dunia semakin lama semakin mengglobal yang tentu dimungkinkan adanya hubungan kerja sama secara langsung antara Provinsi dengan Provinsi lain di Luar Negeri atau negara lain. Nah supaya standing posisinya jelas, kalau terjadi macam-macam, maka kita harus selesaikan dan semua berdirinya harus berdasarkan Undang – Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Aminurokhman memberikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bali di Komisi II DPR RI.

“Apa yang disampaikan dari Gubernur akan kami bahas lebih detail terkait Rancangan Undang – Undang tersebut,”ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus menyatakan apa yang dipaparkan terkait Rancangan Undang – Undang tentang Provinsi Bali salah satunya kepada kami sudah jelas, dan menambah kemudahan bagi kami dalam menyelesaikan, menuntaskan, dan menetapkan Rancangan Undang – Undang yang akan ditetapkan menjadi Undang – Undang.

“Dari apa yang disampaikan, sudah sangat santun dan luar biasa masukan hingga sarannya,” kata Guspardi Gaus.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rifqinizamy Karsayuda memberikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bali di Komisi II DPR RI dengan suatu kesepahaman yang sama.

“Secara prinsip dasar kita melakukan perubahan terhadap Rancangan Undang – Undang Provinsi di seluruh Indonesia yang dulu dasar hukumnya adalah Undang – Undang Dasar RIS menjadi Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, maka kita tentu melakukan mitigasi secara Yuridis. Atas hal itulah, kami berterimakasih atas masukan yang disampaikan,” tutupnya. (agn)

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pemkab Tabanan Jadwalkan 3 Kali Pasar Murah

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadwalkan menggelar pasar murah sebagai upaya menekan inflasi menjelang Idul Fitri 2023.

Upaya tersebut dilakukan mengingat harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Nyepi dan awal Ramadhan.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan Nyoman Srinadha Giri mengatakan, ada tiga kali pasar murah yang akan dilaksanakan di tiga tempat selama Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri.

“Pasar murah yang sudah dijadwalkan oleh provinsi pada 10 April mendatang di Gedung Kesenian I Ketut Maria,” ujar Nyoman Srinadha Giri, Senin (27/3/2023).

Sedangkan untuk dua agenda pasar murah masih menunggu jadwal pasti. Rencananya, dilaksanakan di Kecamatan Baturiti dan Kediri.

“Beras, minyak, gula, dan beberapa kebutuhan harian lainnya akan disediakan saat operasi pasar nanti. Bumbu-bumbuan itu ada subsidinya nanti tetapi pembeliannya dibatasi,” ungkapnya.

Srinada Giri menyebut kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok sudah mulai mengalami kenaikan sejak pekan lalu.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan mencatat pekan lalu harga cabai rawit merah Rp80 ribu per kilogram. Namun, per Senin (27/3/2023) turun di kisaran Rp76 ribu per kilogram.

Sementara harga beras bertahan di kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. Bawang merah Rp32.500 per kilogram dan bawang putih Rp 31.250 per kilogram. (ana)

Pemprov Bali Buka Ruang Luas untuk Digital, Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Jangan Jadi Penonton Saja

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengajak masyarakat Bali untuk ikut berpartisipasi di dunia digital karena Bali memang sudah disiapkan untuk menjadi Pulau Digital.

 

Hal tersebut ditegaskannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tema “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, Bali Pulau Digital” bersama narasumber Kelompok Ahli Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi I Made Artana, S.Kom., M.M, di Denpasar, Senin (27/3/2022).

 

Wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu mengatakan, SDM Bali harus disiapkan juga untuk menyambut Bali sebagai pulau digital. “Pemprov Bali atas arahan Bapak Gubernur Wayan Koster dan Bapak Wagub Cok Ace sudah buka ruang seluas-luasnya untuk perkembangan digitalisasi di Bali, jangan sampai itu digunakan oleh pihak lain dan ‘nak Bali cuma jadi penonton saja. Itu tantangan kita ke depan,” jelas Bunda Putri dalam acara yang dipandu oleh Trya Wahyuda.

 

TP PKK sebagai mitra Pemerintah menurutnya berkepentingan mengajak unit terkecil dalam masyarakat yaitu rumah tangga, dalam mendidik generasi penerus terutama untuk melek digital. Apalagi hal itu sesuai dengan 10 Program Pokok PKK yang salah satunya bertujuan untuk mencerdaskan generasi bangsa.

 

Berbagai infrastruktur, sarana prasarana hingga even digital sudah disiapkan dan dijalankan oleh Pemprov Bali, bahkan sudah dilindungi oleh payung hukum. Fasilitas digital tersebut menurutnya tidak hanya menyasar anak muda, namun juga bagi pelaku-pelaku sektor lain seperti pariwisata, pertanian hingga ekonomi kreatif. “Ini PR kita bersama kasi edukasi ke masyarakat untuk turut berpartisipasi ke dunia digital,” imbuhnya.

 

Keseriusan pemerintah dalam bidang digital juga direalisasikan dengan perhelatan Bali Digital Festival (Digifest) 2022 yang diselenggarakan dari tanggal 8-10 April 2022. Bali Digital Festival ini diselenggarakan, bukan hanya untuk menjadi ajang penyampaian gagasan dan ide, namun yang lebih penting daripada itu, harus dilihat sebagai bagian dari langkah-langkah taktis Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya membangun ekosistem Digital Kerthi Bali, untuk mewujudkan Transformasi Digital yang bersifat integratif dan kolaboratif.

 

Digitalisasi, ditambahkannya bisa digabungkan dengan seni dan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Bali. Menjadi “Nak” Bali Bunda Putri mengatakan harus tetap mempertahankan jiwa seninya, jangan sampai hilang.

 

“Nah dengan perkembangan teknologi digital di Bali bisa dipadukan kedua unsur itu. Misalnya seniman tidak hanya melukis di kanvas, tapi juga bisa di (perangkat, red) Tab, atau membuat pola tenun dengan bantuan teknologi sehingga membuat pengrajin lebih gampang menenun. Itulah Namanya keselarasan,” tuturnya.

 

Ke depan, wanita yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini berharap, semua komponen tak terkecuali keluarga untuk berperan aktif mendukung program-program pemerintah, salah satunya digitalisasi, sehingga semua program tersebut bisa tercapai.

 

“Untuk itu marilah kita semua bergerak menjadi pelaku, jangan penonton,” tutupnya.

 

Sementara Pokli Bidang Teknologi Informasi, dan Komunikasi I Made Artana, S.Kom., M.M mengatakan, Pemprov Bali sangat optimis sektor kreatif dan digital bisa dikembangkan di Bali. Hal itu menurutnya karena bisa memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Bali terutama di masa pandemic. “Banyak digital nomad (masyarakat yang bekerja dengan teknologi dari mana saja-red). Hal itu banyak dijumpai di Canggu dan sekitarnya, saya kira iklim Bali sangat mendukung hal tersebut,” jelasnya seraya mengatakan bahwa anak muda Bali harus bisa ambil kesempatan untuk itu.

 

Apalagi menurutnya Bali sudah didukung dengan infrastruktur digital yang sangat bagus. Terbukti Bali menjadi peringkat ke-4 dalam modal digital serta peringkat ke-2 di Indonesia dalam hal infrastruktur digital.

 

“Sedikit sekali blank spot di Bali, apalagi Bapak Gubernur Wayan Koster memutuskan untuk memasang 1.800 jaringan wifi di seluruh Desa Adat di Bali. Jadi harusnya masyarakat terutama pemuda bisa melek digital,” imbuhnya.

 

Mengenai Bali Digifest, ia juga mengatakan itu sebagai gong Pemprov Bali atas keseriusannya mengembangkan sistem digital, yang bertepatan juga dalam perayaan Tumpek landep sebagai simbol penajaman pikiran. Ke depan, ia mengatakan Bali tidak boleh hanya tergantung pada satu sektor saja yaitu pariwisata. Untuk itu Gubernur Wayan Koster menggagas Ekonomi Kerthi Bali yang diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo yang mencakup pertanian, sandang, pangan, perikanan hingga digitalisasi.

 

“Bapak Gubernur Bali telah ciptakan begitu banyak ruang, hingga pembangunan Bali bisa diakselerasi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton, mari ikut berpartisipasi aktif terutama dalam mengembangkan SDM kita,” tandasnya. (agn)

Kick Off SERAMBI 2023, Wagub Tjok Ace Ajak Masyarakat Tukarkan Uang di Layanan Resmi Perbankan

Wakil Gubernur Bali Cok Ace di Semarak Berkah Ramadhan dan Idul Fitri (Kick Off SERAMBI) 2023.
Wakil Gubernur Bali Cok Ace di Semarak Berkah Ramadhan dan Idul Fitri (Kick Off SERAMBI) 2023.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho memulai pelaksanaan Semarak  Berkah Ramadhan dan Idul Fitri  (Kick Off SERAMBI)  2023  ditandai dengan penekanan layar digital, di Kantor Perwakilan Bank  Indonesia Provinsi Bali, Senin (27/3/2023).

 

Dalam arahannya, Wagub Tjok Ace menyampaikan apresiasi atas kegiatan Kick Off SERAMBI 2023  yang diharapkan  dapat mengedukasi masyarakat Bali dalam penukaran uang layak edar  menjelang hari raya Idul Fitri.

 

Wagub Bali menambahkan pada tahun ini Bank Indonesia  menyiapkan penukaran uang layak edar menghadapi lebaran tahun 2023 meningkat dibanding lebaran tahun sebelumnya.

 

Peningkatan tersebut terkait dengan pertumbuhan perekonomian yang semakin membaik dan tidak ada lagi penetapan status PPKM oleh pemerintah serta tradisi mudik yang dilakukan oleh masyarakat pada saat Idul Fitri.

 

Untuk itu, Bank Indonesia akan melayani penukaran uang melalui perbankan di seluruh Provinsi se-Indonesia, termasuk di Provinsi Bali.

 

“Untuk  masyarakat Bali yang akan menukarkan uang untuk perayaan Idul Fitri atau lebaran tahun 2023, saya minta agar menukarkan uang di Perbankan/tempat  yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. Masyarakat tidak perlu khawatir karena Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan menyediakan kebutuhan uang layak edar dalam jumlah dan pecahan yang cukup,” ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan Trisno Nugroho dalam sambutannya dimana aktivitas ekonomi yang semakin membaik di Pulau Bali  berdampak pada meningkatnya kebutuhan uang tunai.

 

Untuk itu kami proyeksikan kebutuhan uang tunai selama Ramadhan 2023 adalah sebesar Rp. 2.985 miliar atau meningkat 5% dibandingkan tahun 2022. Disamping itu untuk kegiatan penukaran uang kami membuka layanan penukaran di 206 jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh wilayah Bali serta  layanan penukaran di fasilitas publik seperti Layanan di pusat keramaian, kas keliling bersama, serta Layanan Kas Peduli Mudik di Terminal Mengwi dan Padangbai.

 

“Kami berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Bali pada periode bulan Ramadhan tahun 2023 ini, dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, just in time dan dalam kondisi layak edar,” tuturnya.

 

Trisno Nugroho juga berharap dengan kegiatan SERAMBI 2023 ini masyarakat akan teredukasi untuk Cinta Bangga Paham Rupiah khususnya mengenai cara pengelolaan uang. Hal ini seiring dengan permintaan uang yang semakin meningkat selama Ramadhan sehingga kami  menghimbau masyarakat untuk “Belanja Bijak Menggunakan Rupiah” sebagai upaya kita bersama  untuk menekan kenaikan harga barang/inflasi.

 

Kick Off SERAMBI 2023 diisi dengan pelepasan mobil kas keliling yang akan berkeliling Bali melayani penukaran uang jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. (agn)

Ketua Umum BKOW Bali Buka Sosialisasi Pencegahan KDRT Berimplikasi pada Stunting

Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati di acara sosialisasi pencegahan KDRT berimplikasi pada Stunting, di Balai Budaya Lapangan Puputan Klungkung, Senin (27/3/2023).
Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati di acara sosialisasi pencegahan KDRT berimplikasi pada Stunting, di Balai Budaya Lapangan Puputan Klungkung, Senin (27/3/2023).

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati membuka sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berimplikasi pada Stunting, di Balai Budaya Lapangan Puputan Klungkung, Senin (27/3/2023).

 

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan BKOW Provinsi Bali dalam rangka menyambut HUT ke-60 BKOW sekaligus peringatan hari Kartini.

 

Ny. Tjok. Putri Sukawati menyampaikan, wanita memiliki peran yang sangat penting dalam upaya penurunan stunting mengingat dari merekalah akan lahir anak-anak generasi penerus bangsa sehingga  sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental bahkan kesehatan reproduksi para Wanita mulai dari masa remaja, sebagai calon pengantin, saat kehamilan, menyusui hingga membesarkan anak.

 

Khusus dalam perawatan anak, Ny. Tjok Putri menekankan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung sejak janin dalam kandungan. Seribu hari pertama ini merupakan masa-masa emas yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan kecerdasan anak jangka panjang.

 

Pola asuh yang tidak sesuai serta pemenuhan gizi yang kurang tepat pada masa-masa ini akan mengakibatkan anak berisiko stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang berimplikasi pada terhambatnya perkembangan otak anak.

 

Ia juga menyampaikan, di samping pola pengasuhan anak yang berkualitas, kesetaraan gender di lingkungan sosial masyarakat juga turut berpengaruh pada perkembangan tumbuh kembang anak.

 

“Peran antara ayah dan ibu harus seimbang, jangan hanya didominasi oleh satu pihak saja,” tegas Ny. Tjok Putri.

 

Menurutnya, walaupun masyarakat khususnya masyarakat Bali menganut sistem patriarki namun harus ada kesetaraan hak dan kewajiban dalam rumah tangga antara pria dan wanita. Ini akan membantu pola asuh anak menjadi lebih seimbang dan berkualitas.

 

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan penyerahan 50 paket sembako kepada kelompok rentan yang terdiri dari perempuan kepala keluarga, ibu hamil, lansia, balita kurang gizi serta disabilitas.

 

Disamping itu turut juga dilakukan sosialisasi mengenai dampak kekerasan rumah tangga terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, dalam hal ini ditekankan bahwa peran perempuan dan pengasuhan setara dalam penurunan stunting oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali, Putu Sukarini.

 

Selain itu, hadir juga didaulat sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yakni Wahyuni Dewi Hariyani seorang Administrator Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Pada kesempatan itu disampaikan pentingnya ibu hamil mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, karena selama mengandung, ibu hamil membutuhkan asam folat, tablet tambah darah sebanyak 120 tablet selama hamil, zat yodium, protein untuk membentuk tumbuh dan tinggi tubuh si bayi. Dan setiap perempuan harus membekali diri dengan banyak hal yang berkaitan dengan pengetahuan tumbuh kembang janin, bayi dan anak agar tidak mengalami stunting.

 

Selain itu, faktor sosial ekonomi di keluarga atau organisasi internal dan kekerasan rumah tangga juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kab. Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Klungkung, Dinas Sosial P3A Provinsi Bali serta FKPD Kab. Klungkung dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Klungkung, Sri Handayani. (agn)

 

Diduga Mengantuk, Pemotor Terjun dari Jembatan Singin

Polisi mendatangi TKP kecelakaan di bawah jembatan Singin.
Polisi mendatangi TKP kecelakaan di bawah jembatan Singin.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengendara sepeda motor  Nyoman Soma Adi (32) jatuh dari jembatan di Banjar Singin, Desa Selemadeg, Tabanan, Senin (27/3/2023).

 

Kasi Humas Polres Tabanan AKP I Nyoman Subagia mengungkapkan, kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Korban mengendarai Vario DK 4211 KBI datang dari timur.

 

“Diduga korban berkendara dalam kondisi mengantuk hingga hilang kendali dan jatuh bersama sepeda motornya di bebatuan dekat sungai Jembatan Singin,”ujar AKP I Nyoman Subagia.

 

Korban asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar itu mengalami luka di sekujur tubuh dan tak sadarkan diri. Polisi yang menerima laporan langsung ke TKP kemudian Nyoman Soma Adi dievakuasi ke RSUD Tabanan. (ana)

Kapal MT Kristin Terbakar, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tetap Normal

Aktivitas di salah satu SPBU.
Aktivitas di salah satu SPBU.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga memastikan supply BBM tidak mengalami gangguan berarti setelah insiden terbakarnya Kapal MT Kristin yang membawa 5.900 kilo liter Pertalite.

 

Pjs Area Manager Comm, Rel & CSR Patra Niaga Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara), Taufiq Kurniawan mengatakan, sehari-hari Terminal BBM Ampenan total melayani BBM hingga 1200 kilo liter Pertalite per hari ke 64 SPBU di Pulau Lombok.

 

“Sampai dengan pukul 12.00 WITA penyaluran telah terlaksana di atas 60% dari jumlah tersebut dan akan terus bertambah sampai siang nanti menjadi 100%. Sejauh ini tidak terdapat kendala pasokan,”kata  Taufiq Kurniawan di Denpasar, Minggu (26/3/2023).

 

Ia mengungkapkan,  pasokan LPG karena bersumber dari Terminal LPG yang ada di Sekotong, Lombok, tidak ada kendala sama sekali.

 

“Penyaluran LPG normal, tidak terpengaruh dan pelayanan di SPBE.  Agen dan pangkalan berjalan normal. Begitu juga dengan layanan Avtur untuk penerbangan tidak terganggu sama sekali di Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Internasional Lombok,”ungkapnya.

 

Saat ini posisi stok di Terminal BBM Ampenan untuk Pertalite sebesar 2200 kl ditambah floating storage sebesar 3.450 kl yang terdiri dari Kapal MT Marlin yang sedang melakukan loading produk Pertalite 959 kl, Pertamax 545 kl dan Biosolar 2574 kl yang akan dilanjutkan Kapal MT Olivia dengan membawa muatan 2500 kl Pertalite dan 1700 kl Biosolar.

 

“Walaupun penyaluran normal penebalan stok terus kami lakukan baik di Terminal BBM Ampenan maupun di supply point BBM disekitarnya. Begitu juga dengan di SPBU sehingga masyarakat kami himbau untuk tidak panik”, pungkasnya. (agn)

 Tingkatkan PAD, Pemkab Tabanan Optimalisasi Aset Rumdis Wanasara

Paripurna penyampaian rekomendasi DPRD terkait LKPJ Bupati di Gedung DPRD Tabanan, Senin (27/3/2023).
Paripurna penyampaian rekomendasi DPRD terkait LKPJ Bupati di Gedung DPRD Tabanan, Senin (27/3/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan akan mengooptimalisasi pengelolaan aset rumah dinas (rumdis) Wanasara di Banjar Wanasara Kelod, Desa Bongan.

 

Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan.

 

“Untuk rencana pengelolaan di rumah wanasara sangat ada karena jika optimalisasi saja nantinya akan menjadi beban APBD,” kata Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya seusai rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRD terkait LKPJ Bupati di Gedung DPRD Tabanan, Senin (27/3/2023).

 

Optimalisasi dimaksud mencakup keberadaan dan administrasi aset serta prosedur kerja sama dengan pihak ketiga (investor) terkait pemanfaatan aset.

 

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPKP dan BPK untuk meminta saran terkait proses optimalisasi pengelolaan aset ini. Terkait pengelolaan aset ini apakah boleh disewa kepada pihak ketiga (investor) dan bagaimana prosedurnya nanti,” ujar Sanjaya.

 

Ia menargetkan segera menyelesaikan optimalisasi aset tersebut dalam beberapa bulan ini. Meskipun demikian, Bupati Sanjaya belum bisa memberikan gambaran rinci terkait rencana pengelolaan rumah dinas tersebut.

 

“Bisa saja arah optimalisasi untuk meningkatkan ekonomi seperti dimanfaatkan sebagai gudang atau unit usaha. Yang jelas, aset di wanasara akan dioptimalisasi dengan melihat skema yang cocok, apakah dari pemerintah daerah atau pihak ketiga. Jangan sampai aset itu mangkrak,” tandasnya. (ana)