- Advertisement -
Beranda blog Halaman 573

Sekda Dewa Indra Apresiasi Bawaslu Provinsi Bali Gelar Apel Siaga Pengawasan Kampanye Pemilu 2024

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra secara langsung mengikuti dan mengapresiasi acara Apel Siaga Tingkat Provinsi Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu Tahun 2023 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar pada Senin (20/11).

Ditemui usai mengikuti apel, Sekda Dewa Indra menyampaikan kepada awak media bahwa apel yang diikuti oleh seluruh Bawaslu di Provinsi Bali sampai tingkat Kecamatan yang dengan sigap menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan pemilu beserta tahapannya dengan penuh integritas, patut mendapatkan apresiasi dan mendapat dukungan dari masyarakat luas. Menurut Dewa Indra bahwa integritas dalam pengawasan pemilu akan memberikan kontribusi yang besar untuk terwujudnya pemilu yang berintegritas.

“Jika diibaratkan dengan pertandingan sepakbola, maka Bawaslu merupakan wasit, dimana wasit itu harus mempunyai dua kemampuan. Pertama, kemampuan melihat seluruh pemain apakah ada pelanggaran atau tidak, jangan sampai penonton yang melihat ada pelanggaran. Kedua, Bawaslu harus punya kemampuan memberikan punishment atau sanksi yang adil dan sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga harapan kita mewujudkan pemilu yang berintegritas di bali bisa menjadi satu harapan dan mencerahkan kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Suguna menyampaikan kepada awak media bahwa apel siaga kali ini merupakan komitmen Bawaslu Provinsi Bali baik tingkat Kabupaten sampai dengan tingan Kecamatan untuk melakukan pengawasan dengan baik dan berintegritas. Karena memang secara UU Bawaslu diamanatkan untuk melakukan pengawasan pada tahapan pemilu. Untuk itu, Agus Tirta Suguna berharap pemilu tahun 2024 dapat berjalan dengan baik tanpa ada kendala satu apapun.

Taman Dinosaurus Jadi Daya Tarik Baru Wisatawan di DTW Ulun Danu Beratan

Taman Dinosaurus di DTW Ulun Danu Beratan.
Taman Dinosaurus di DTW Ulun Danu Beratan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Taman Dinosaurus menjadi daya tarik baru untuk mengunjung Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Humas Manajemen DTW Ulundanu Beratan Made Sukarata mengatakan, taman ini berisi ratusan jenis tanaman kaktus di dalam perut patung dinosaurus tersebut. Selain itu, keberadaan patung dinosaurus juga cocok dijadikan latar belakang berswafoto bagi pengunjung.

“Ya untuk akhir tahun ini ada Taman dinosaurus. Yang sudah dikunjungi sejak sebulan lalu,” ujarnya, Senin (20/11/2023).

Sukarata menjelaskan, konsep taman ini merupakan sebuah tempat swafoto yang di dalamnya terdapat taman kaktus. Saat keluar dari taman kaktus, pengunjung masih disuguhkan dengan keindahan kolam koi dan taman dengan aneka rupa tanaman lain.

“Kami berupaya wisatawan tidak bosan berkunjung ke Ulundanu,” jelasnya.

Menurutnya, Taman Dinosaurus ini juga dirancang dari adanya rencana kenaikan tarif tiket masuk pada awal 2024 mendatang, khususnya harga tiket untuk wisatawan domestik (wisdom). Harga tiket itu akan naik sekitar Rp10 ribu, untuk hari biasa. Sedangkan untuk akhir pekan akan naik menjadi Rp20 ribu.

Wisdom yang berkunjung ke DTW andalan Kabupaten Tabanan itu, biasa dikenakan harga tiket masuk sekitar Rp30 ribu per orang untuk hari biasa naik menjadi Rp40 ribu. Sedangkan di akhir pekan yang awalnya Rp30 ribu per orang menjadi Rp50 ribu per orang.

Sedangkan untuk harga tiket masuk warga lokal bali tidak ada kenaikan, begitujuga wisatawan mancanegara (wisman). Harga tiket wisatawan lokal Bali tetap Rp30 ribu dan harga tiket asing per orang Rp75 ribu dan wisman anak Rp50 ribu per orang.

Rencana harga kenaikan tiket ini telah melalui pertimbangan hasil dari studi banding ke luar Bali. Dari studi banding itu memang rata-rata mekanisme harga tiket wisatawan domestik berbeda saat hari biasa dan weekend. (ana)

Jadi Tradisi Tahunan, Ribuan Peziarah Padati TPB Margarana

Keluarga pahlawan perjuangan saat berziarah ke tugu pahlawan Taman Pujaan Bangsa Margarana.
Keluarga pahlawan perjuangan saat berziarah ke tugu pahlawan Taman Pujaan Bangsa Margarana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peringatan hari Puputan Margarana yang jatuh setiap tanggal 20 November, selalu diwarnai dengan ramainya kunjungan peziarah dari keluarga pahlawan.

Areal monumen hingga tugu pahlawan dipenuhi oleh ribuan keluarga para pahlawan yang bersembahyang untuk mendoakan keluarga mereka yang telah gugur dalam peperangan pada tahun 1946 lalu.

Cucu mendiang I Gusti Ngurah Rai, AA Nanik Suryani mengatakan, kegiatan ziarah di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana memang rutin dilakukan setiap tahun.

“Ziarah sudah ramai dari kemarin malam. Ini akan berlagsung hingga satu minggu,” ujarnya, Senin (20/11/2023).

Dia menjelaskan, jumlah tugu pahlawan di TPB ini mencapai 1.372 buah. Namun, dari jumlah tersebut sebanyak 96 pahlawan gugur di medan pertempuran Margarana dan sisanya gugur di daerah seluruh Bali.

“Jadi peziarah yang datang ini datang dari seluruh Bali. Mulai dari anak, cucu hingga saudara-saudara para pejuang yang gugur,” ucapnya.

Peringatan hari Puputan Margarana, lanjut Nanik, juga dirangkaikan dengan kegiatan Napak Tilas yang telah dimulai pada 10 November atau bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Napak Tilas ini dilakukan dengan menyusuri rute perjalanan perjuangan I Gusti Ngurah Rai bersama prajuritnya dalam melawan penjajah.

Dengan membawa pataka keliling bali dan diserahterimakan antar Kabupaten mulai dari Kabupaten Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar, Badung, dan terakhir di Tabanan.

Tujuan napak tilas sendiri adalah untuk mengenang dan mensosialisasikan nilai perjuangan dan nilai kebangsaan.

Selain napak tilas ada juga kegiatan sosial lainnya yang dilakukan oleh Yayasan Kebaktian Proklamasi yang mendirikan sekaligus mengelola TPB.

“Disisi lain, karena napak tilas menyusuri tempat-tempat bersejarah yang ada di Bali maka dengan sendirinya tempat-tempat yang dikunjungi pastinya akan dipelihara oleh masyarakat,” ucapnya. (ana)

Memasuki Musim Hujan, BPBD Tabanan Siagakan 35 Tim Reaksi Cepat Bencana Alam

Petugas BPBD melakukan penanganan pohon tumbang di Tabanan.
Petugas BPBD melakukan penanganan pohon tumbang di Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menyiagakan sebanyak 35 Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga sarana dan prasarana untuk menghadapi bencana alam saat musim hujan.

Berkaca dari bencana pada 2022 dan pada pertengahan tahun 2023 lalu, bencana alam berupa longsor, banjir, jembatan putus, pohon tumbang dan rusaknya irigasi, terjadi pada musim penghujan.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Nyoman Srinadha Giri mengatakan, setiap tim akan berkolaborasi untuk penanganan bencana alam. Misalnya ketika bencana itu ringan maka akan dapat bekerja dengan masyarakat. Ketika bencana besar dan masif maka dengan instansi lainnya.

“Kekuatan tim kita delapan sampai sepuluh di setiap tim. Kita ada 35 tim TRC,” ujarnya, Senin (20/11/2023).

Giri menjelaskan, saat ini memang belum ada tim gabungan, yang biasanya diisi oleh pemerintah Basarnas, Polri dan TNI. Tim gabungan ini akan ada ketika ada bencana masif atau ada penetapan status kebencanaan oleh Bupati.

“Ketika bencana itu besar maka butuh orang banyak. Kalau untuk longsor atau bencana kecil-kecil atau ringan? masih bisa dilakukan dengan kita bekerja sama dengan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Giri mengaku, untuk penataan 26 sungai saat ini masih berjalan. Sembari pihaknya terus merawat sarana prasarana milik BPBD Tabanan. Misalnya mesin sensor yang saat ini siaga ada tujuh buah, yang bisa difungsikan untuk pemotongan pohon dan bencana lainnya.

Selanjutnya, mesin air untuk ketika ada longsor ada dua. Yang difungsikan ketika bencana alam longsor dikerjakan manual, maka akan menggunakan mesin pendorong air itu untuk menarik tanah.

“Kalau kewaspadaan tentunya kita mewaspadai terutama di jalur Denpasar-Singaraja. Karena di sepanjang jalur itu masih memiliki banyak pohon perindang ukuran besar dengan usia tua,” imbuhnya. (ana)

Peringatan Hari Puputan Margarana Diharapkan Mampu Bangkitkan Semangat Mengisi Kemerdekaan

 

PANTAUBALI.COM,TABANAN – Perjuangan dan pengorbanan dari para pahlawan dalam peristiwa heroik Puputan Margarana 77 Tahun silam patut dijadikan contoh dan teladan oleh semua komponen masyarakat. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa “Puputan Margarana” merupakan suatu peristiwa heroik, perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan Belanda. Dalam peristiwa heroik 77 tahun tersebut, tepatnya 20 November 1946, I Gusti Ngurah Rai dan 69 anggota pasukannya gugur akibat serangan tentara Belanda. Sedangkan di kubu lawan, sekitar 400 orang tewas dalam peperangan itu.

“Sehingga sebagai penghargaan atas hal itu, kita memperingati Puputan Margarana setiap tahunnya, kita mengenang dan berterima kasih atas perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, sekaligus mengingatkan kita bagaimana besarnya harapan dari para pejuang kepada kita semua untuk mengisi kemerdekaan ini,” kata Penjabat Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya saat didaulat sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana ke-77 Tahun 2023, di Taman Pujaan Bangsa Candi Margarana Tabanan, Soma Kliwon-Wayang, Senin (20/11).

Dijabarkan olehnya lagi, saat Puputan Margarana terjadi pasukan Ciung Wanara yang dipimpin oleh Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai bersama rakyat tanpa mengenal rasa takut dan dengan gigih mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dari penjajah Belanda yang ingin menguasai kembali tanah tumpah darah Kita. Puputan memiliki makna berperang sampai titik darah penghabisan, tidak mengenal kata menyerah. Puputan juga bisa diartikan sebagai pengorbanan dalam peperangan untuk membela kebenaran, keadilan, mempertahankan harkat, martabat, dan kedaulatan bangsa, serta merupakan perjuangan secara ikhlas dan terhormat.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam mengisi kemerdekaan sekarang ini tantangannya untuk di Bali adalah perkembangan situasi persaingan global dan regional dampak dari kemajuan teknologi yang demikian pesat. “Dari situasi tersebutlah kita harus paham tentang bagaimana agar pembangunan dan perekonomian di Bali dapat terus tumbuh dengan tidak meninggalkan kearifan lokal yang adi luhung. Sehingga sejalan dengan hal tersebut, maka sangatlah tepat tema yang diangkat dalam peringatan saat ini adalah ‘Menggelorakan Nilai-Nilai Puputan Margarana Menuju Bali Yang Bermartabat’,” tegas Pj. Gubernur Mahendra Jaya.

Oleh sebab itu, momentum peringatan Hari Puputan Margarana ke-77 Tahun 2023 ini, penting dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap tanah air, rasa solidaritas sosial, bertanggung jawab, rela berkorban dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada, agar dapat mengisi pembangunan Bali yang berkualitas dan bermartabat. Untuk itu, harapannya semua komponen masyarakat harus menyatu, bersinergi, dan ngrombo.

Pada kesempatan ini, Penjabat Gubernur Mahendra Jaya mengingatkan, bahwa saat ini (tahun ini) sudah mulai memasuki tahapan pelaksanaan Pemilu. “Pelaksanaan Pemilu merupakan wujud dari demokrasi yang harus kita sambut dengan suka cita, suasana gembira, dan shanti. Semua elemen bangsa harus memiliki komitmen dan sikap yang sama, perbedaan pandangan, partai politik dan pilihan merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Untuk itu Saya sangat berharap semua elemen masyarakat dapat berperan menjadi cooling system untuk menjaga suasana pemilu tetap damai, sehingga pembangunan dan perekonomian semakin baik untuk kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” ungkapnya lagi.

Sesaat setelah memimpin apel peringatan Hari Puputan Margarana ke 77 tahun 2023, Penjabat Gubernur Bali menyerahkan bantuan ngrombo berupa uang sekolah, paket sembako dan sekolah kepada kakak beradik yatim piatu asal desa Gobleg-Buleleng, yakni Kadek Devi Ulantari dan Komang Novi Cahyani. Pj. Gubernur Mahendra Jaya juga menyerahkan bantuan ngrombo berupa kursi roda dan paket sembako kepada Komang Kartana yang bekerja sebagai pembersih kandang ternak milik tetangga.

Penerima bantuan ngrombo berupa paket sembako dari Badan Kesbangpol dan para Ormas ini juga diterima oleh Ni Wayan Erni Puspitasari sebagai pekerja serabutan. Sebelum melaksanakan tabur bunga di monumen perjuangan, Penjabat Gubernur Bali berkesempatan menyerahkan hadiah lomba napak tilas I Gusti Ngurah Rai kepada Kabupaten Buleleng sebagai juara I, Kabupaten Gianyar juara II dan Kabupaten Bangli Juara III.

Sekda Adi Arnawa buka Turnamen Futsal Yowana Arya Wang Bang Pinatih Cup V

Sekda Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Futsal Yowana Arya Wang Bang Pinatih Cup V serangkaian HUT Yowana Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali Ke-11, Minggu (19/11/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Futsal Yowana Arya Wang Bang Pinatih Cup V serangkaian HUT Yowana Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali Ke-11, Minggu (19/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekretaris Daerah (Sekda) I Wayan Adi Arnawa dalam kesempatan ini mewakili Bupati Badung hadir sekaligus membuka Turnamen Futsal Yowana Arya Wang Bang Pinatih Cup V serangkaian HUT Yowana Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali Ke-11 yang ditandai dengan menendang bola ke gawang, Minggu (19/11/2023).

Turnamen berlangsung di Simpang Futsal Abianbase, Dalung, Kuta Utara, Badung dan dihadiri Penglingsir Puri Sulang I Gst. Ngr. Ketut Agung, Penglingsir Puri Penatih I Gst. Ngr. Gede Pujia Negara, perwakilan Camat Kuta Utara, perwakilan Perbekel Desa Dalung, peserta turnamen dan pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih.

Pemerintah dalam kesempatan ini membantu dana Kreatifitas sebesar Rp30 juta yang diserahkan secara simbolis oleh Sekda Adi Arnawa.

Sekda Wayan Adi Arnawa menyambut baik turnamen futsal yang dilaksanakan oleh keluarga besar Paiketan Pasemetonan Yowana Arya Wang Bang Pinatih.

Disamping dalam rangka mencari bibit-bibit pemain juga yang paling penting adalah sebagai suatu wahana dalam rangka untuk menumbuhkan tali persaudaraan terutama antara pasemetonan Paiketan Arya Wang Bang Pinatih.

“Kita sebagai daerah pariwisata sangat dibutuhkan hal keamanan dan kenyamanan, ini mutlak harus ditumbuhkan di Badung. Sekali lagi saya atas nama pemerintah sangat mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini yang penting positif serta dalam Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih ini tidak ada perpecahan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana I Gst. Ngr. Agung Perdana, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Sekda Badung di turnamen Futsal Yowana Arya Wang Bang Pinatih Cup V serangkaian HUT Yowana Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali Ke-11.

Turnamen futsal dengan tema ‘Mempererat Tali Persaudaraan Dalam Berolahraga’ ini diikuti oleh 30 tim dari Bali dan juga 2 tim dari NTB menggunakan sistem gugur dan berlangsung hanya 1 hari.

“Selain turnamen futsal kami juga menyelenggarakan lomba mewarnai dan lomba peragaan busana adat ke pura yang di ikuti oleh anak-anak TK yang berjumlah 50 orang serta kami juga menyelenggarakan acara safari kesehatan untuk para lansia bekerja sama dengan tim bantuan medis Janar Duta Fakultas Kedokteran Udayana dan UPDT Puskesmas Kuta Utara,” lapornya. (rls)

Pj. Gubernur Bali Ajak Masyarakat Miliki Kepedulian Sosial dan Berkontribusi Atasi Stunting

 

PANTAUBALI.COM,JEMBRANA – Terjadinya stunting terkait dengan ketidakadilan bagi anak. Tidak ada anak yang bisa memilih dari rahim siapa dia dilahirkan, siapa Bapak dan Ibu nya. Tidak adil karena pola asuh dan asupan gizi yang kurang sehingga anak tersebut tumbuh kembangnya (fisik dan perkembangan mental) terganggu atau stunting. Keberadaan Bapak dan Bunda Asuh untuk mengatasi masalah stunting merupakan implementasi dari kearifan lokal masyarakat Bali, yakni gotong royong (Ngrombo).

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya saat meluncurkan Gerakan Bapak dan Bunda Asuh Stunting di Kabupaten Jembrana yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana pada Minggu (19/11) siang.

“Ada persoalan atau beban di tengah masyarakat karena berbagai hal mewajibkan negara untuk hadir sebagai amanah UUD NRI 45, seperti mengatasi persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang menjadi salah satu faktor terjadinya stunting. Masyarakat yang peduli dengan persoalan tersebut walaupun bisa saja lepas tangan karena berpandangan itu adalah kewajiban pemerintah, dengan suka rela merasa terhormat hadir membantu untuk menjadi Bapak dan Bunda Asuh,” jelasnya.

Dikatakan Mahendra Jaya, persoalan penanganan stunting, demikian halnya dengan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem adalah adanya data yang valid (by name by address) dan penyebabnya. Ini menjadi kunci untuk bisa dilakukan intervensi secara tepat.

“Saya mendengar, mudah-mudahan tidak terjadi di Jembrana karena persoalan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan stunting saat sekarang menjadi salah satu tolak ukur utama untuk penilaian keberhasilan pemerintah termasuk di desa menjadikan ada yang merasa tidak nyaman ketika warganya terdata sebagai miskin, miskin ekstrem dan stunting,” terangnya.

Lebih lanjut, dari adanya data yang valid, kita bisa melakukan intervensi yang diperlukan. Persoalan lainnya adalah keberlanjutan intervensi yang dilakukan, ini perlu komitmen yang kuat, pengawasan, dan pengendalian. Salah satu wujud untuk melihat itu adalah ada atau tidak alokasi anggaran yang cukup. Keberadaan Bapak dan Bunda Asuh ini dimaksudkan untuk mempercepat mengatasi persoalan dari keterbatasan yang ada di pemerintah.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik program Bapak dan Bunda Asuh Stunting di Kabupaten Jembrana. Saya berharap tidak boleh ada satu pun anak stunting yang tidak tertangani (No One Left Behind), karenanya keberadaan Bapak dan Bunda Asuh menjadi sangat strategis. Semoga banyak masyarakat kita yang memiliki kepedulian sosial dan berkontribusi dalam program Bapak dan Bunda Asuh Stunting sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali,” tambahnya.

Untuk itu, Mahendra Jaya berharap program Bapak dan Bunda Asuh ini dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan sehingga manfaat yang diberikan sampai ke sasaran dengan baik. Selain itu, kontrol yang baik sangat diperlukan agar stunting tidak terus berkepanjangan.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam sambutannya menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan untuk percepatan penurunan stunting di Jembrana yakni membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan. Tim ini, dikatakan Bupati Tamba bertugas mengkoordinasikan, menyinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Bupati Tamba mengajak seluruh pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Jembrana serta para pimpinan BUMN dan BUMD di kabupaten Jembrana untuk bersama mengatasi permasalah stunting tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Tamba, seluruh jajaran Pemkab Jembrana mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda hingga pimpinan OPD, serta pimpinan BUMN dan BUMD berkomitmen untuk bersama-sama menjadi Bapak/Bunda Asuh bagi anak stunting. Para pimpinan OPD ini juga sekaligus motor penggerak dalam upaya penurunan angka kasus dalam pola Bapak/Bunda Asuh anak stunting.

Hadir pada kesempatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Sarles Brabar, Kadis Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun, Kadis Kominfos Provinsi Bali Gede Pramana, Kadis Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Bali Wayan Budiasa serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

Bupati Giri Prasta Hadiri Padiksan di Griya Simpangan Manuaba

Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara pediksan di Griya Simpangan Manuaba Sandakan Sulangai Petang, Sabtu (18/11/2023).
Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara pediksan di Griya Simpangan Manuaba Sandakan Sulangai Petang, Sabtu (18/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyatakan sulinggih memegang peranan penting dalam peningkatan sradha dan bhakti umat Hindu, yaitu sebagai pemimpin pembimbing dan pendidik umat sesuai dengan dharmanya.

“Tugas Sulinggih adalah ngeloka palasraya yaitu memberikan pengayoman, menjadi panutan, memberikan bimbingan dan mendidik umat agar senantiasa berada dalam ajaran dharma,” demikian diungkapkan Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara pediksan IB. Rai Swaarnawa dan Ida Ayu Ketut Wedariyanti di Griya Simpangan Manuaba Sandakan Sulangai Petang, Sabtu (18/11/2023).

Sebagai wujud dukungan Pemerintah terhadap pelaksanaan upacara dwijati tersebut pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta menghaturkan punia Pemkab Badung sebesar Rp100 juta dan punia pribadi sebesar Rp 25 juta yang diterima langsung oleh ketua panitia upacara IB. Ketut Purba Negara

Bupati Giri prasta juga mengingatkan calon Sulinggih agar dalam kesehariannya selalu memegang teguh nilai-nilai Catur Bandana Darma. Yakni Amari Aran seorang sulinggih tidak lagi menggunakan nama kelahiran baik secara adat maupun secara kewarganegaraan. Namanya berganti sesuai dengan abhiseka yang diberikan oleh Nabe atau guru spiritual.

Amari Sesana yaitu perubahan perilaku, karena seorang sulinggih tidak lagi berlaku seperti umat pada umumnya, termasuk dalam urusan berbusana, Amari Wesa yakni seorang sulinggih memiliki standar penataan rambut. Penataan rambut sendiri dibedakan sesuai dengan aliran yang diambil oleh sulinggih tersebut yang dibedakan menjadi tiga aliran yakni Kasogatan, Kabodan dan Kasiwan.

Amulahaken Guru Susrusa, yakni seorang sulinggih harus taat dan bakti kepada guru spiritualnya atau Nabe yang dalam kehidupan seorang sulinggih juga merupakan Siwa Sekala.

Penerapan nilai-nilai tersebut menurut Bupati Giri Prasta sangat tepat untuk diterapkan sehingga nantinya sulinggih yang ada di Griya Simpangan Sandakan Petang khususnya dan yang ada di seluruh Bali pada umumnya, konsisten mengambil peran dalam menyebarkan ajaran kerohanian kepada umat agar kehidupan menjadi damai dan tentram sebagaimana makna yang terkandung dalam Loka Pala Sraya.

“Keluarga saya, mulai dari almarhum Bapak/Ibu saya memiliki kedekatan historis yang sangat erat dengan Pengelingsir yang ada di Griya Simpangan Manuaba. Nama saya Giri Prasta juga merupakan pemberian dari almarhum Ida Pedanda yang ada di Griya Simpangan Manuaba,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia upacara mediksa IB. Ketut Purba Negara melaporkan, upacara dwijati di Griya Simpangan Manuaba Sandakan Sulangai Petang diawali dengan acara diksa pariksa pada tanggal 6 November dilanjutkan dengan upacara puncak pediksan tanggal 18 November 2023.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati Badung atas perhatian nyata yang diberikan kepada pelaksanaan upacara dwijati. Kami merasakan langsung bagaimana dukungan Pemerintah dan Bapak Bupati Badung untuk mensukseskan pelaksanaan upacara dwijati yang kami laksanakan di Griya Simpangan Manuaba Sandakan Sulangai Petang,” katanya.

Turut hadir Ida Pedanda Guru Nabe, Guru Waktra dan Guru Saksi, jajaran Sulinggih Dharma Pedesa Pusat Nusantara cabang Badung, PHDI Badung, Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha beserta jajaran dan undangan lainnya. (rls)

PJ. Gubernur Bali Semangati Peserta Pertikawan Regional Bali Nusra 2023

 

PANTAUBALI.COM,JEMBRANA-PJ. Gubernur Bali SM. Mahendra Jaya selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (MABIDA) Gerakan Pramuka Bali secara langsung datang dan menyemangati para peserta Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (PERTIKAWAN) Regional Bali Nusra Tahun 2023 bertempat di Perkemahan Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Bali Barat pada Minggu (19/11).

Dalam kesempatan tersebut, PJ. Gubernur yang didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Kepala Kwarda Bali Made Rentin, secara langsung berdialog dengan para peserta PERTIKAWAN yang tengah melaksanakan perkemahan dari tanggal 18-23 November 2023.

Mahendra Jaya secara langsung meminta para peserta yang merupakan generasi muda untuk turut menjaga alam, baik dengan cara membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah dengan baik maupun dengan melaksanakan penanaman pohon di lingkungan rumah ataupun di tempat-tempat umum. Sehingga alam terjaga dengan baik dan lestari.

Selepas berdialog santai dengan para peserta, Pj. Gubernur Bali bersama Bupati Jembrana, Ka Kwarda Bali melakukan penanaman pohon serta pelepasan burung curik Bali ke habitat alam.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Tenaga Ahli Menteri Bid. Pemuda dan Kepramukaan, Ka. Balai Taman Nasional Bali Barat, Ka. BPDAS Unda Anyar, Ka Balai BPKH, Ka. Balai BPP, Kepala Dinas LHK Prov. Bali serta undangan terkait lainnya.

Wakil Bupati Badung membuka 2nd Mangupura Koi Show

Wabup Ketut Suiasa membuka acara 2nd Mangupura Koi Show di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu (18/11/2023).
Wabup Ketut Suiasa membuka acara 2nd Mangupura Koi Show di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu (18/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa membuka acara 2nd Mangupura Koi Show di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu (18/11/2023).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyerahkan dana hibah dari Bupati Badung kepada kelompok Ternak Ikan Koi Graha melalui Dinas Perikanan sebesar Rp327 juta kepada Ketua Panitia Putu Eka Purwita untuk pelaksanaan kontes ikan koi Kabupaten Badung disaksikan langsung oleh para peserta.

Ditemui seusai acara, Suiasa menerangkan bahwa dengan dilaksanakannya 2nd Mangupura Koi Show 2023, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memiliki nilai positif yang sangat luar biasa.

“Ini adalah momentum untuk masyarakat, komunitas, dan pecinta koi untuk dapat sharing ilmu, informasi dan pengalaman guna meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam memelihara ikan koi kedepannya,” jelasnya

Ia menambahkan, dari sisi ekonomi, kegiatan ini sangat berdampak luar biasa dan dapat dijadikan pangsa pasar yang menjanjikan di masyarakat dan dapat dijadikan sumber pendapatan.

“Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendorong kegiatan seperti ini dan berharap bisa dilaksanakan seterusnya, tidak hanya sebatas lokal, regional, dan nasional saja tetapi  dapat  mencangkup ke skala internasional,” harap Suiasa.

Ketua panitia 2nd Mangupura Koi Show Putu Eka Purwita dalam laporan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menaikan industri ikan hias. Ikan hias jenis koi ini akan dapat menjalankan perekonomian dan kedepannya dapat menjadi usaha yang meyakinkan.

“Kami selaku komunitas memohon bimbingan dan arahan selalu agar kegiatan Mangupura Koi Show ini dapat terus berlanjut dan tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah mendukung penuh kegiatan ini,” lapornya.