- Advertisement -
Beranda blog Halaman 557

Jaga Ketahanan Pangan, Sekda Badung Buka Bimtek Petugas Pertanian

Sekda I Wayan Adi Arnawa membuka secara resmi acara Bimtek bagi petugas pertanian, sekaligus penyerahan Benih Padi Unggul Ciherang kepada Subak Aban, bertempat di Kantor BPP Abiansemal, Kamis (26/10/2023).
Sekda I Wayan Adi Arnawa membuka secara resmi acara Bimtek bagi petugas pertanian, sekaligus penyerahan Benih Padi Unggul Ciherang kepada Subak Aban, bertempat di Kantor BPP Abiansemal, Kamis (26/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa membuka secara resmi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petugas pertanian, sekaligus penyerahan Benih Padi Unggul Ciherang sebanyak 1,6 ton kepada Subak Aban, bertempat di Kantor BPP Abiansemal, Kamis (26/10/2023).

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan, berbicara mengenai ketahanan pangan perlu adanya dukungan terhadap para petani di Badung, apalagi Pemerintah Kabupaten Badung tetap mendukung, mensupport terhadap apa yang dilakukan oleh Subak dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan alih fungsi lahan.

Pihaknya juga mengajak kepada penyuluh pertanian, agar bisa menghasilkan produktivitas hasil pertanian menjadi bagus, diimbangi dengan SDM yang dimiliki.

”Maka dari itu mari kita bersama-sama bergerak di dari hulu, untuk bagaimana caranya kita agar SDM yang kita miliki bisa tetap menjaga kedaulatan pangan dan ketahanan pangan di sektor pertanian. Ini bukti keberpihakan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap sektor pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan, maupun mensejahterakan para petani kita,” jelasnya.

Adi Arnawa juga berharap subak memiliki satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dalam rangka menentukan capaian kinerjanya. “Contoh bagaimana cara agar menjaga alih fungsi lahan, menjaga hasil produktivitas pertanian, bagaimana agar hasil produksi menjadi meningkat, tanpa adanya dukungan dari kearifan lokal Subak tersebut,“ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana mengatakan, tahun ini Dinas Pertanian sudah melaksanakan Bimtek kepada para pekaseh dan kelian Subak berjalan dengan lancar, dan banyak manfaat yang diterima oleh para Pekaseh.

Sesuai dengan harapan para Pekaseh, maka para Petugas Pertanian perlu juga mendapatkan perhatian berupa Bimbingan Teknis (Bimtek), dimana tugas PPL yang berhadapan langsung dengan para petani.

“Jadi mereka tidak mengenal waktu, untuk hadir di tengah-tengah para pekaseh, mereka juga mendampingi para petani. Berkat komitmen Bupati dan Sekda Badung, kita bisa melaksanakan Bimtek, kemudian mereka bisa berkesempatan belajar tentang pengembangan bawang merah,“ terangnya. (rls)

Badung Launching Gerakan Pemantauan Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa launching gerakan pemantauan pemilahan sampah dan pengolahan limbah rumah tangga kolaborasi TNI, Polri dan PKK Desa di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (26/10/2023).
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa launching gerakan pemantauan pemilahan sampah dan pengolahan limbah rumah tangga kolaborasi TNI, Polri dan PKK Desa di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (26/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) secara resmi launching Gerakan pemantauan pemilahan sampah dan pengolahan limbah rumah tangga kolaborasi TNI, Polri dan PKK Desa.

Launching dilakukan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Badung yang diwakili Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (26/10/2023). Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga atau di sumbernya.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan, komitmen Pemkab Badung terhadap pengelolaan sampah sudah ditetapkan dengan kebijakan, dengan terbitnya Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Namun, realitanya menunjukkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah secara langsung ke media lingkungan seperti drainase, saluran irigasi, sungai, jurang dan lainnya. Kondisi ini berpengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan yaitu menurunnya kualitas air, pencemaran tanah dan udara.

Selain itu, sampah yang masih tercampur sangat sulit dalam melakukan pengelolaan berikutnya. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menyiapkan infrastruktur pengelolaan sampah di masing-masing wilayah desa dalam bentuk TPS3R dan membangun TPST di tingkat kabupaten, namun belum mampu menyelesaikan pengolahan sampah yang volumenya mencapai 534,8 ton per hari hingga menjadi zero waste.

Kegiatan pemantauan pemilahan sampah berbasis sumber merupakan kunci keberhasilan bagi upaya pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi ‘sampah menjadi berkah’ dan mewujudkan pengelolaan sampah zero waste.

Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena bermanfaat untuk mengurangi polusi udara, air dan tanah, menurunkan pencemaran lingkungan, mengurangi pemanasan global, menambah cadangan air tanah, yang nantinya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, kami yakin kolaborasi TNI, Polri dan PKK mampu melakukan pembinaan dan penyadaran masyarakat untuk memilah sampah nya sehingga optimis masalah sampah tertangani,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Badung I Wayan Puja melaporkan, launching gerakan pemantauan pemilahan sampah ini didasarkan pada pertimbangan bahwa timbunan sampah masih tercampur yang sangat sulit untuk dikelola. Kesulitan pengelolaan sampah yang tercampur diperburuk oleh metode penanganan ‘kumpul-angkut-buang’ dan persepsi masyarakat bahwa sampah yang dihasilkan sudah ada yang akan bertanggung jawab.

“Untuk mengubah mindset dan perilaku penghasil sampah agar mau bertanggung jawab, dibutuhkan kegiatan pemantauan secara langsung pengelolaan sampah ke rumah penduduk,” jelasnya.

Dijelaskan untuk tahap awal, kegiatan ini menyasar tiga Kecamatan yaitu Mengwi, Abiansemal dan Petang dengan penghasil sampah 335,3 ton per hari. Komposisi sampah berdasarkan hasil kajian adalah 65 persen organik, 15 persen anorganik.

Bila sampah organik mampu ditangani di rumah tangga, maka akan terjadi pengurangan sampah yang masuk ke ruang publik di tiga wilayah tersebut sebesar 217,94 ton per hari, sehingga yang perlu ditangani hanya 117,36 ton per hari. Dari 117,36 ton tersebut yang merupakan residu sebanyak 30 persen atau 35,2 ton per hari, jadi sisanya sebesar 82,16 ton per hari memiliki nilai ekonomis.

Untuk mendukung efektifitas kegiatan pemilahan sampah, pihaknya mengundang beberapa offtaker diantaranya PT Waste for Change Alam Indonesia (Eco Bali Recycling), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), PT Coca Cola Distribution Indonesia, Surabaya dan Yayasan Bali Wastu Lestari.

“Kegiatan pemantauan ini akan dilaksanakan selama 60 hari dan berakhir akhir Desember 2023,” sambungnya. (rls)

Wujudkan Pelestarian Seni Budaya, Bupati Tabanan Dukung Pagelaran Biaung Art Festival 2023

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Biaung Art Festival 2023 dengan penuh antusias, di Wantilan Desa Biaung, Rabu (25/10/2023). 
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Biaung Art Festival 2023 dengan penuh antusias, di Wantilan Desa Biaung, Rabu (25/10/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud semangat masyarakat dalam mendukung program Pemerintah, terutama dalam pelestarian Tradisi, Adat, Agama, Seni dan Budaya melalui Parade Budaya, selalu mendapat apresiasi dan perhatian dari Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Hal tersebut ditunjukkannya saat menghadiri serta membuka Biaung Art Festival 2023 dengan penuh antusias, di Wantilan Desa Biaung, Rabu (25/10/2023).

Diselenggarakannya parade budaya tersebut membuktikan sinergitas masyarakat yang solid, berjalan beriringan dengan Pemerintah, dalam membangun Tabanan serta mensukseskan Visi dan Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru, yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), melalui komponen pelestarian tradisi, adat, agama dan budaya.

Parade Budaya bertemakan ‘Sagilig Saguluk Salunglung Sabayantaka’ yang bermakna hidup berdampingan secara damai, saling menghormati dan saling mengingatkan kekeliruan di antara kita ini, merupakan gagasan yang berasal dari Kepala Desa Biaung dan diteruskan oleh golongan milenial Karang Taruna Desa Biaung.

Dengan masa persiapan selama satu bulan penuh, dan pelaksanaan yang berjalan  hingga 28 Oktober mendatang, dengan melibatkan beragam lomba seperti tari-tarian, barong bangkung, baleganjur yang diikuti oleh seniman-seniman lokal.

Yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah seluruh pendanaan didapatkan dari dana gotong royong. Baik melalui pendaftaran peserta maupun sponsor serta relawan. Dengan penuh kesederhanaan, Desa Biaung berhasil mengimplementasikan gagasan, menjadi sebuah momentum yang menitikberatkan budaya dan mendapat perhatian tinggi dari Pemerintah dan masyarakat Tabanan.

“Walaupun waktu sangat pendek dan tidak ada dana, bermodal nekat, acara tetap berjalan dengan semangat luar biasa, bisa mewujudkan Biaung Art Festival yang luar biasa ini,” sebut Bupati Sanjaya.

Selaku Pimpinan Daerah, Sanjaya berikan apresiasi dan penghargaan kepada Perbekel, panitia dan seluruh komponen masyarakat yang telah bahu membahu membuat event budaya yang sangat membanggakan ini.

“Saya buka ruang dan waktu setiap Desa dan Kecamatan boleh membuat event apapun,” ujarnya.

Walaupun biaya kecil awalnya digali dengan semangat gotong royong menciptakan sebuah event, dibuat dengan sederhana tapi dengan kekompakan semangat gotong-royong luar biasa, sehingga terwujud festival ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan penghargaan luar biasa terhadap Desa Biaung.

“Karena memulai sesuatu tidak mudah, dari kecil dulu, seperti sekarang ini, tidak serta kita mengandalkan biaya tapi keterlibatan Desa Adat semuanya. Sederhana tapi suatu saat akan menjadi festival yang lebih berkualitas dan berkelas dan bisa dijadikan sebuah agenda taunan untuk festival yang ada di Biaung ini,” paparnya lebih lanjut.

Sementara itu, panitia acara I Putu Heri Eka Prasetya menyebut, meskipun dana yang terkumpul tidak banyak, tetapi acara diharapkan dapat berlangsung dengan lancar.

“Persiapan acara ini melibatkan seluruh Masyarakat Desa Biaung, bekerja sama dengan Jero Bendesa Adat se-Biaung, dan seluruh komponen masyarakat. Dalam kesederhanaan kami tetap ingin melaksanakan acara ini sebagai bentuk dukungan program Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Menuju Tabanan Era Baru yang berlandaskan kebudayaan,” jelasnya. (rls)

TP PKK dan Dinas Perikanan Badung Study Tiru ke Sukabumi Jawa Barat

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta didampingi Kadis Perikanan Kab. Badung Nyoman Suardana dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Sukabumi Jawa Barat, Rabu (25/10/2023)
Ketua TP. PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta didampingi Kadis Perikanan Kab. Badung Nyoman Suardana dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Sukabumi Jawa Barat, Rabu (25/10/2023)

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – TP. PKK Kabupaten Badung bersama Dinas Perikanan Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan study tiru dan bimbingan teknis (Bimtek) pengolahan ikan ke Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kab. Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta didampingi Kadis Perikanan Kab. Badung Nyoman Suardana dan mengajak peserta study tiru sebanyak 40 orang terdiri dari, pelaku usaha perikanan/kelompok pengolah, pemasar, jajaran TP PKK Kabupaten Badung, serta pendamping dari Dinas Perikanan serta Dinas terkait.

Kehadiran rombongan Kabupaten Badung disambut langsung Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi Hj. Yani Marwan, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi Tika Iyos Somantri, Ketua DWP Kabupaten Sukabumi Erni Ade Suryaman dan Kadis Perikanan Sukabumi Nunung Nurhayati beserta jajaran, Rabu (25/10/2023) bertempat di Pendopo Kabupaten Sukabumi

Dalam kesempatan itu Nyonya Seniasih Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi dan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi beserta jajarannya masing-masing, karena telah memberikan kesempatan kepada kelompok pengolah dan pemasar, serta pelaku usaha perikanan yang ada di Kabupaten Badung untuk belajar bagaimana cara pengolahan dan pemasaran produk perikanan yang baik.

Dengan melaksanakan kunjungan secara langsung di kelompok pengolah Ikan UKM Rizky Food, Desa Wangunreja, Kec. Nyalindung dan ke Duo Mitra Raya yang beralamat di Jl. Cibolang Raya Cisaat, Sukabumi

“Dilaksanakannya study tiru ini untuk belajar bagaimana cara pengolahan dan pemasaran produk perikanan yang baik, dengan harapan melalui study tiru ini   kelompok pengolah dan pemasar, serta pelaku usaha perikanan yang ada di Kabupaten Badung bisa mendapatkan manfaat  yang besar sehingga dapat meningkatkan daya saing produk, memperluas pangsa pasar serta meningkatkan pemasaran bagi pelaku usaha,” ujar Seniasih Giri Prasta

Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi Hj Yani Marwan menjelaskan Bupati Sukabumi berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan melalui bidang perikanan, sekaligus untuk menurunkan angka stunting di Sukabumi.

Sehingga dirasa perlu ada support dari OPD terutama Dinas Perikanan untuk memberikan protein hewani, dimana protein hewani yang murah adalah ikan, sehingga dalam setiap kesempatan maupun kegiatan disebutkan bahwa dinas perikanan Sukabumi selalu memberikan support berupa pasokan ikan dan olahan ikan kepada masyarakat terutama anak-anak.

“Kabupaten Sukabumi juga terkenal dengan ikan sidatnya, jadi mudah-mudahan dengan sharing bersama dalam kunjungan ini, bisa bermanfaat, apa yang ada disini bisa di kembangkan di Kabupaten Badun,.” ucapnya

Sementara itu, Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana menyampaikan adapun maksud dan tujuan study tiru ke Kabupaten Sukabumi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan bimtek pengolahan ikan yang dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 oktober 2023 di Puspem Badung, yang diikuti oleh kelompok pengolah dan pemasar, pelaku usaha perikanan, TP. PKK Kab. Badung, staf pada Dinas Perikanan Kabupaten Badung.

“Peserta terdiri dari Kelompok pengolah dan Pemasar Wana Lestari, Kelompok pengolah dan Pemasar Tunjung Putih, Kelompok pengolah dan Pemasar Merta Nadi, Kelompok pengolah dan Pemasar Merta Segara Canggu, Kelompok pengolah dan Pemasar Merta Abiansemal, Kelompok pengolah dan Pemasar Mina Guna Asih, Kelompok pengolah dan Pemasar Mina Segara Sekeh, Pelaku Usaha Kerupuk Dion,” ungkapnya. (rls)

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah, BKK dan Aset Kepada Kota Denpasar

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Adi Arnawa menyerahkan Hibah, BKK dan Aset kepada Kota Denpasar di Jaba Pura Agung Jagatnata, Denpasar, Rabu (25/10/2023).
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Adi Arnawa menyerahkan Hibah, BKK dan Aset kepada Kota Denpasar di Jaba Pura Agung Jagatnata, Denpasar, Rabu (25/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Dengan konsep gotong-royong untuk meringankan beban masyarakat, program ‘Badung Angelus Buana’ yang bermakna ‘Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali’ terus berlanjut. Kali ini giliran Kota Denpasar yang digelontor Hibah dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) termasuk Aset/Hibah Barang Milik Daerah (BMD) dari Kabupaten Badung.

Bantuan hibah, BKK dan BMD diserahkan langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang diterima Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan perwakilan kelompok masyarakat penerima hibah di Jaba Pura Agung Jagatnata, Denpasar, Rabu (25/10/2023).

Pada kesempatan tersebut Badung juga menerima aset dari Pemkot Denpasar berupa tanah untuk Bangunan Instalasi Air Bersih yang berlokasi di Peguyangan Kaja.

Bupati Giri Prasta menekankan, penyerahan hibah dan BKK yang bersumber dari penyisihan PHR ini merupakan bentuk komitmen dari program ‘Badung Angelus Buana, Badung Berbagi dari Badung Untuk Bali’, dalam membantu pembangunan fisik untuk mensejahterakan masyarakat. Juga dalam rangka HUT Ke-14 Ibukota Badung, Mangupura yang puncaknya jatuh pada 16 November nanti.

“Kita harus melaksanakan konsep gotong-royong. Hal-hal yang menjadi sebuah kebutuhan masyarakat yang bisa kita realisasikan melalui hibah maupun BKK itu sangat bagus sekali untuk meringankan beban masyarakat, ” jelasnya.

Kepada penerima hibah, Bupati mengharapkan, dengan adanya sistem informasi pemerintah daerah secara online, masyarakat harus melaksanakan prosedur yang telah ditentukan.

Dibagian lain, Giri Prasta menyebutkan, terkait penanganan sampah khususnya di TPA Suwung, memang dibutuhkan sebuah komitmen bersama. Untuk itu pihaknya siap dan berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah di TPA Suwung seperti penanganan sampah di negara Jepang yang tuntas di tempat.

“Kami contohkan, pengolahan sampah di Jepang berada di pusat kota. Sampah masuk di alat pengolahan, keluar sudah jadi abu dan bisa dijadikan paving. Kami berkomitmen, berapa membutuhkan dana, 2024 kami siap, demi menyelesaikan sampah berbasis sumber, ” jelasnya.

Walikota Denpasar Jaya Negara menyampaikan, terima kasih atas bantuan hibah, BKK dan aset kepada masyarakat dan pemerintah kota Denpasar. Dijelaskan, membangun kota Denpasar dalam mewujudkan visi menjadikan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju, makmur, aman, jujur dan unggul, itu digerakkan oleh Weda Wakya ‘Basudewa Kutumbakam’ dengan spirit menyama braya dan gotong-royong.

Untuk itu dalam pembangunan, tidak bisa pemerintah sendiri dan dibutuhkan dukungan semua pihak. Bantuan dari Badung akan meringankan beban pemerintah dalam urusan bansos dan dana tersebut dapat diarahkan untuk urusan lainnya. Pihaknya juga menyambut positif ajakan Bupati Badung berkenaan penanganan sampah secara profesional.

“Ide ini sudah dari dulu digaungkan, namun masalahnya di anggaran. Kami sangat berterima kasih, karena kehadiran dan dukungan Bupati Badung untuk memberikan solusi sehingga permasalahan ini dapat ditangani dengan baik, ” imbuhnya.

Jumlah hibah yang diserahkan sebanyak 41 penerima dengan total nilai Rp. 18.834.659.316. Hibah terbagi, untuk Kecamatan Denpasar Utara 23 penerima, senilai Rp. 7.515.275.000, Kecamatan Denpasar Barat 14 penerima, senilai Rp. 5.452.695.733, Kecamatan Denpasar Timur 3 penerima, senilai Rp. 2.533.050.000 dan Kecamatan Denpasar Selatan, 1 penerima senilai Rp. 3.333.638.583. Untuk BKK yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Denpasar berupa 1 unit Excavator senilai Rp. 1,8 M, 1 unit Wheel Loader senilai Rp. 1,35 M, dengan total BKK Rp. 3,15 M.

Sementara aset yang diserahkan berupa tanah dan bangunan yang berlokasi di Lumintang dan beberapa tanah yang berlokasi di Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Mulawarman. Kabupaten Badung juga menerima aset dari Kota Denpasar yaitu tanah untuk bangunan instalasi air bersih/air baku yang berlokasi di Desa Peguyangan Kaja. Aset ini akan dimanfaatkan untuk gedung sarana prasarana Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. (rls)

Jero Dasaran Alit Jalani Sidang Perdana Gugatan Praperadilan

Sidang perdana praperadilan Jero Dasaran Alit alias Kadek Dwi Arnata di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Rabu (25/10/2023).
Sidang perdana praperadilan Jero Dasaran Alit alias Kadek Dwi Arnata di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Rabu (25/10/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jero Dasaran Alit alias Kadek Dwi Arnata menjalani sidang gugatan Prapradilan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Rabu (25/10/2023).

Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan gugatan, Dasaran Alit tidak hadir dan diiwakili oleh tim kuasa hukumnya.

Kuasa hukum Jero Dasaran Alit, Kadek Agus Mulyawan mengatakan, pihaknya sebagai Pemohon mengajukan 11 tuntutan kepada Termohon, yakni tim penyidik Polres Tabanan.

“Inti dari gugatan tersebut adalah menyatakan proses penetapan tersangka klien kami tidak sah. Selain itu ada juga proses rehabilitasi dan ganti rugi. Kami juga memohon untuk menghentikan proses penyidikan,” jelas usai sidang.

Sementara itu, Benny Hariyono menambahkan, gugatan Praperadilan ini diajukan untuk menguji proses penetapan kliennya sebagai tersangka sudah sesuai dengan proses.

Menurutnya proses penyelidikan hingga penetapan tersangka sangat prematur atau hanya dalam hitungan hari saja.

“Kami menganggap prosesnya terlalu prematur, sehingga tidak dilakukan secara maksimal. Kami merasa semua prosesnya dilanggar oleh pihak termohon yang dalam hal ini adalah pihak Polres Tabanan, seharusnya aturan-aturan yang diterapkan dalam proses ini, harus sesuai SOP,” ucapnya.

Setelah agenda pembacaan gugatan ini, Benny menyebut sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian pada Kamis (26/10/2023).

Pihaknya sudah mempersiapkan beberapa bukti yang diperlukan seperti salinan percakapan dalam bentuk chat, surat-surat penetapan tersangka yang dikeluarkan oleh Polres Tabanan.

“Selain itu, kami juga akan menghadirkan saksi ahli hukum pidana untuk dimintai keterangan dan menjelaskan proses hukum yang sesuai dengan KUHAP,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Polres Tabanan dari Polda Bali I Wayan Kota menegaskan proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik sudah sesuai prosedur dan berdasarkan hukum.

Selain itu kelengkapan bukti sudah cukup dengan minimal dua alat bukti sesuai yang diamanatkan undang-undang.

“Kami sudah punya alat bukti dan barang bukti. Alat bukti berupa saksi, surat dan keterangan ahli. Dan untuk barang bukti nanti di persidangan akan menjadi bukti petunjuk,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Tabanan menetapkan Jero Dasaran Alit sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berinisial NCK (22) dari Buleleng.

Jero Dasaran Alit disangka melakukan perbuatan pelecehan sesuai ketentuan pidana Pasal 6 huruf a dalam UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). (ana)

DTW Tanah Lot Akan Dilengkapi Pojok UMKM

Kunjungan DTW Tanah Lot.
Kunjungan DTW Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot akan dilengkapi dengan pojok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pengusaha lokal.

Pembuatan Pojok UMKM ini juga dibuat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan ke objek wisata yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri Tabanan ini.

“Kami sangat bersemangat melihat pertumbuhan kunjungan ke Tanah Lot. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan pengalaman pengunjung, sambil menjaga keberlanjutan lingkungan alam sekitar,” ujar Manajer Operasional DTW Tanah Lot Wayan Sudiana, Rabu (25/10/2023).

Selain pojok UMKM, program penghijauan juga akan diisi dengan penanaman Pohon Tabebuya yang akan mempercantik penampilan Tanah Lot saat musim berbunga nanti.

“Program-program kami, seperti pembangunan pojok UMKM dan penghijauan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan manfaat maksimal bagi komunitas lokal dan para wisatawan,” jelasnya.

Sementara itu, Sudiana menyebut, jumlah kunjungan di DTW Tanah Lot pada bulan September 2023 mencapai 155.355 orang dan total kunjungan tahun ini sudah tembus 1,6 juta wisatawan.

Kunjungan tersebut didominasi oleh siswa sekolah yang telah menyelesaikan ujian tengah semester, yang memilih Tanah Lot sebagai tujuan liburan mereka.

“Tren kunjungan yang semakin positif menjadi indikator bahwa kunjungan ke DTW tanah Lot mendekati angka normal. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan dan keamanan guna meningkatkan pengalaman berkunjung dengan sejumlah inisiatif,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Pesemetonan Jro Gede Tajen

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai salah satu wujud perhatian Pemerintah kepada krama/masyarakat dalam melestarikan Adat,Tradisi, Agama, Seni dan Budaya setempat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, menghadiri Uleman Ngupasaksi Pitra Yadnya Massal Pasemetonan Jero Gede Tajen, Banjar Dinas Tajen Jeroan, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Selasa (23/10/2023).

Dengan mengajak jajaran pemerintah, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi atas kekompakan dan semangat krama dalam membangun.

Dalam rangka mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, termuat di dalamnya visi-misi bagaimana pemerintah melestarikan adat, agama dan seni budaya. Hal ini dikatakan Sanjaya telah dilaksanakan dengan baik oleh krama, dan tugas pemerintah selanjutnya adalah mengayomi masyarakat dengan hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

Konsep upakara-upacara Pitra Yadnya atau pengabenan bersama yang dibangun pesemetonan Jro Gede Tajen dikatakan juga saat ini sangat luar biasa oleh Sanjaya. Apalagi yang daridulu sampai sekarang sudah merupakan warisan dan bagian dari sebuah tradisi setiap 5 tahun sekali.

“Nah baik sekali niki dan titiang di Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan menyambut baik akan terlaksananya upakara-upacara pengabenan, baik dilaksanakan oleh Desa Adat, baik yang dilaksanakan oleh pasemetonan, baik yang dilaksanakan oleh Desa Dinas maupun yang lainnya,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan akan selalu mendukung kegiatan krama, apalagi berdasarkan kekompakan dan semangat gotong-royong. Pihaknya juga sangat menyambut baik kegiatan ini, dimana pemerintah tidak akan berhenti mensupport baik dari segi moril maupun materiil.

“Karena apa yang disampaikan tadi oleh semeton, tokoh titiang, dan seringkali juga titiang sudah sampaikan, bahwa ketika titiang turun apalagi titiang turun di Desa Tajen kalai ini, bagaimana titiang ikut berkontribusi memberikan support juga memajukan Desa Tajen. Desa Tajen ini sudah up, sudah top sekarang ini, punya objek wisata, macem-macem, sudah luar biasa,” imbuh Sanjaya.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga berharap ke depan agar Desa Tajen ini tetap terjaga infrastrukturnya, pembangunannya maupun dengan yang lain-lainya tentunya yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Titiang membantu disini, masyarakat Tajen secara menyeluruh. Tahun ini sudah cukup banyak bantuan darinpemerintah. Jadi, di tahun 2023 itu dana yang turun di Desa Tajen terdiri dari berbagai macam dan di hari baik ini, krama juga sangat mendukung kita di Pemerintahan. Luar biasa atas persatuan dan kekompakan krama Tajen,” pujinya.

Krama masyarakat yang saat itu diwakili oleh Prawartaka Karya Gusti Ngurah Gede Suarnatha yang juga selaku Bendesa Adat, menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap dukungan yang diberikan oleh Bupati dan jajaran.

Untuk mewujudkan visi misi Pemkab Tabanan, pihaknya menyatakan akan selalu siap bersinergi serta berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Tabanan, terutama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, masyarakat yang unggul serta masyarakat yang madani, khususnya di Desa Tajen. (rls)

Entaskan Masalah Stunting di Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Galakkan Gerakan Makan Ikan

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, saat sosialisasi penurunan angka Stunting melalui media radio dan media sosial podcast yang disiarkan di Radio Global.
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, saat sosialisasi penurunan angka Stunting melalui media radio dan media sosial podcast yang disiarkan di Radio Global.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Beragam cara dan inovasi diupayakan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, untuk terus mensosialisasikan penurunan angka Stunting di Kabupaten Tabanan. Salah satu langkah yang ditempuh, yakni Gerakan Gemar Makan Ikan bagi seluruh masyarakat, khususnya Tabanan. Sosialisasi ini dilakukan secara daring, melalui media radio dan media sosial podcast yang disiarkan di Radio Global, Selasa (24/10/2023).

Sebagaimana diketahui, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau biasa disebut dengan Gemarikan, telah digagas oleh Pemerintah sebagai salah satu upaya peningkatan gizi sejak dini dengan meningkatkan konsumsi makan ikan di masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui sinerginya dengan Dinas Perikanan, Bunda Rai inisiasikan Gerakan Makan Ikan di Kabupaten Tabanan, untuk dapat membantu pencegahan stunting.

Di kesempatan sosialisasi pagi itu, Bunda Rai didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan jajaran Pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan untuk menggalakkan program melalui media daring serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diresponnya secara aktual. Disamping itu, hal ini juga merupakan salah satu komitmen dari TP PKK Kabupaten Tabanan mensukseskan 10 Program PKK, terutama berkaitan dengan tumbuh kembang generasi muda.

Ikan merupakan salah satu sumber protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan asam lemak omega 3,6,9, serta memiliki kandungan asam amino dan omega 3 yang terbukti jauh lebih baik dibandingkan bahan pangan sumber protein lainnya, kaya akan nilai gizi dan sangat mudah di dapatkan di Indonesia.

Oleh sebab itu, dengan mengonsumsi ikan secara teratur dan dengan jumlah yang diisyaratkan bagi kesehatan, dapat memberikan manfaat untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas serta terbebas dari stunting.

Ketua TP PKK beserta seluruh kader dan sinerginya dengan seluruh stakeholder terkait, terus bersemangat dan berinovasi agar angka stunting semakin menurun. Terbukti lewat kegigihan tersebut, angka stunting sebesar 9,2 persen di Tabanan bisa turun sampai 8,2 persen, dan Bunda Rai sendiri optimis, di tahun 2023 presentase bisa semakin menurun.

“Pada tahun berikutnya, kita bertekad untuk terus menurunkan angka stunting dengan segala upaya dan dengan sinergi yang lebih baik lagi. Pada kesempatan ini, saya bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, juga merupakan salah satu upaya agar angka stunting menurun lewat program Gerakan Makan Ikan. Terus bersosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan juga terus kita lakukan,” sebut Bunda Rai,

Bercerita mengenai Visi dan Misi penanganan stunting ke depan, Srikandi Tabanan tersebut jelaskan langkah yang ditempuh sudah diakomodir oleh Bapak Bupati Tabanan melalui Keputusan Bupati yang mana mengkondisikan Bapak Bunda asuh anak stunting di Kabupaten Tabanan.

“Isinya adalah bahwa sebagai upaya penurunan stuting dengan menetapkan seluruh kepala OPD di Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menjadi Bapak/Bunda Asuh Stunting dan yang kedua setiap Kepala OPD menjadi Bapak/Bunda Asuh dari 2 anak stunting dengan bantuan paket senilai 150 Ribu ke depan,” jelasnya, dimana PKK sebagai mitra pemerintah, pihaknya terus berkomitmen untuk mensosialisasikan dan menyukseskan program tersebut.

Gerakan Makan Ikan ini juga akan terus digalakkan dalam setiap kegiatan, seperti disampaikan Bunda Rai, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak masyarakat ikuti Gerakan Makan Ikan sebagai bagian dari rangkaian Hut Kota Tabanan pada 21 November mendatang.

Jenis ikan yang bisa dikonsumsi pun juga beragam, sebab setiap jenis ikan memiliki kandungan nilai gizi masing-masing. Namun untuk meningkatkan minat makan ikan di masyarakat Indonesia khususnya Tabanan, Bunda Rai menyarankan konsumsi ikan lokal yang mudah ditemui di daerah masing-masing dengan harga yang relatif terjangkau. Teknik pengolahannya juga sangat mempengaruhi nilai gizi. Gunakan bumbu dan bahan yang juga tinggi nilai gizi, dengan sayuran pendamping yang kaya akan nutrisi.

Sementara itu di Kabupaten Tabanan, produksi ikan yang mendominasi yakni ikan jenis lele, nila dan kaper. Sebagaimana dijelaskan oleh Kadis Perikanan, I Gusti Ngurah Agung Suryana yang saat itu juga hadir, bahwa produksi ikan di Tabanan sangat banyak, apalagi melihat kondisi alam Tabanan yang tidak kurang air. Antusias masyarakat dan kelompok-kelompok ikan di Tabanan, hasil binaan Dinas perikanan juga semakin bergeliat.

“Kami sudah sampai 12 kali membuat kegiatan nyata di masyarakat, bersinergi dengan pemerintah dan PKK, kita datangkan anak-anak didik, anak SD, ibu-ibu lansia untuk kita sosialisasikan makan ikan ini, karena begitu pentingnya makan ikan untuk menjawab kasus stunting yang ada di Tabanan,” jelasnya. (rls)

Badung Berikan Dana Hibah Rp2,2 Miliar Untuk Kabupaten Gianyar

Bupati Giri Prasta menyerahkan dana hibah pembangunan Perantenan serta Senderan Pura Puseh dan Pura Desa kepada Desa Adat Majangan, Kecamatan Payangan di Wantilan Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Majangan, Gianyar, Selasa (24/10/2023).
Bupati Giri Prasta menyerahkan dana hibah pembangunan Perantenan serta Senderan Pura Puseh dan Pura Desa kepada Desa Adat Majangan, Kecamatan Payangan di Wantilan Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Majangan, Gianyar, Selasa (24/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Dalam mewujudkan komitmennya yaitu ‘Badung Angelus Buana’ Badung Berbagi dari Badung Untuk Bali, Bupati I Nyoman Giri Prasta kembali menyerahkan dana hibah ke Kabupaten Gianyar untuk pembangunan Perantenan serta Senderan Pura Puseh dan Pura Desa kepada Desa Adat Majangan, Kecamatan Payangan sebesar Rp2.258.245.418, di Wantilan Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Majangan, Gianyar, Selasa (24/10/2023).

Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta juga menyerahkan dana motivasi secara pribadi kepada Sekaa Gong dan Sekaa Baleganjur Desa Adat Majangan masing-masing sebesar Rp5 juta.

Bupati Giri Prasta mengatakan, wujud nyata program Kabupaten Badung yakni Badung Angelus Buana dan kehadirannya di tengah masyarakat Desa Adat Majangan Gianyar adalah murni meringankan beban krama, salah satu contoh pembangunan Perantenan serta Senderan Pura Puseh dan Pura Desa kepada Desa Adat Majangan, Kecamatan Payangan.

“Ini merupakan Konsep warisan yang didapat sejak lahir yakni aspek yuridis, aspek filosofis, aspek sosiologis. Kita adalah pasemetonan, menyama braya, semeton Bali. Inilah wujud konkret yang kami lakukan sebagai implementasi dari Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Mudah-mudahan bantuan dana hibah ini dapat dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan perantenan dan senderan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Majangan Kecamatan Payangan sesuai yang kita harapkan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Majangan I Wayan Wirawan mewakili seluruh Krama Desa Adat Majangan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung yang sudah memberikan bantuan untuk biaya pembangunan Perantenan dan Senderan Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Majangan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat dan sangat meringankan beban bagi warga kami dalam melaksanakan perbaikan dan pembangunan di wilayah desa adat majangan. Mudah-mudahan Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan kesehatan dan kerahayuan kepada Bapak Bupati Badung agar senantiasa dapat hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat,” harapnya. (rls)