- Advertisement -
Beranda blog Halaman 551

Sekda Adi Arnawa Buka FGD Pendidikan Anti Korupsi

Sekda Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa membuka Focus Group Discussion Pendidikan Anti Korupsi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (7/11/2023).
Sekda Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa membuka Focus Group Discussion Pendidikan Anti Korupsi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (7/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekda Kabupaten I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung membuka Focus Group Discussion (FGD) Pendidikan Anti Korupsi pada satuan pendidikan dasar di Kabupaten Badung, bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (7/11/2023).

Sekda Adi Arnawa menyampaikan atas nama pemerintah Kabupaten Badung, pihaknya menyambut baik kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pendidikan antikorupsi yang diselenggarakan hari ini.

“FGD ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung mengambil peran dalam strategi pemberantasan korupsi, terutama edukasi dan kampanye antikorupsi melalui pendidikan antikorupsi dan langkah-langkah strategis pendidikan antikorupsi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah se-kabupaten Badung,” ujarnya.

Sekda Adi Arnawa mengungkapkan, korupsi menjadi salah satu hambatan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi sejak dini pada satuan pendidikan dasar sangat penting untuk membangun kesadaran dan etika integritas sejak usia dini.

“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat untuk berusaha mengurangi terjadinya praktik korupsi di berbagai sendi masyarakat. Dengan adanya pendidikan sejak dini tentang budaya antikorupsi, nantinya anak-anak akan mengetahui dampak yang akan terjadi dan dapat merugikan negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam rangka mengurangi praktik korupsi, pemerintah membuat suatu lembaga yang dikenal dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu langkah KPK mensosialisasikan kepada masyarakat dengan cara represif, perbaikan sistem, serta edukasi dan kampanye kepada masyarakat.

Sementara itu, Inspektur Badung Luh Suryantini melaporkan, kegiatan FGD pendidikan antikorupsi mengetengahkan materi diantaranya Penerapan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah, Internalisasi Nilai Integritas Pada Pendidikan Dasar, dan Peran Nilai Adat, Budaya, dan Agama Yang Mencerminkan Karakter Antikorupsi.

Adapun peserta FGD terdiri dari kepala satuan pendidikan dasar meliputi Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri dan swasta se-kabupaten Badung sejumlah 274 orang.

“FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang menghambat penerapan pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan dasar di Kabupaten Badung, merumuskan langkah-langkah strategis penerapan pendidikan antikorupsi di Kabupaten Badung, merekomendasikan best practice/praktek baik dalam internalisasi nilai antikorupsi pada satuan pendidikan,” jelasnya. (rls)

Diskes Tabanan Imbau Masyarakat Waspada DBD saat Musim Peralihan

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian saat masa peralihan cuaca dari musim kemarau menuju ke musim hujan, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kesehatan Ida Bagus Surya Wira Andi menerangkan, masyarakat harus mewaspadai penyebaran virus DBD saat musim peralihan ini mempercepat pertumbuhan vektor DBD yakni nyamuk Aedes Aegypti. Meskipun masa peralihan cuaca saat ini secara umum tidak ada peningkatan penyakit.

“Pada masa peralihan cuaca saat ini secara umum tidak ada peningkatan penyakit, untuk kasus DBD sendiri terpantau dari bulan Juli terjadi penurunan kasus,” jelasnya, Selasa (7/11/2023).

Berdasarkan data, kasus DBD sendiri terpantau dari bulan Januari sebanyak 79 kasus dan menurun sampai bulan Maret sejumlah 56 kasus. Pada bulan April peningkatan kasus DBD mulai terjadi hingga 80 kasus dan puncaknya di bulan Mei yaitu 97 kasus.

“Setelah itu pada bulan Juli mulai menurun hingga bulan September menjadi 26 kasus,” terangnya.

Ia juga menegaskan pencegahan peningkatan kasus DBD harus dilakukan bersama-sama oleh masyarakat dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan dan pemusnahan sarang nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi faktor terbesar dari penyakit ini.

“kami dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas selalu melakukan promosi kesehatan untuk pencegahan DBD, juga melakukan foging pada kasus-kasus yang daerahnya memang memerlukan fogGing,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menerangkan bahwa untuk menindaklanjuti penanganan DBD ini pengimbauan tetap dilakukan baik oleh petugas puskesmas dan petugas dinas kesehatan melalui petugas promosi kesehatan di media sosial maupun turun langsung ke lapangan. (jas)

Subak Cau Blayu Keluhkan Masalah Irigasi, Ini Solusi Komisi II DPRD Tabanan

Komisi II DPRD Tabanan saat melakukan kunjungan ke Desa Cau Blayu, Kecamatan Marga Tabanan.
Komisi II DPRD Tabanan saat melakukan kunjungan ke Desa Cau Blayu, Kecamatan Marga Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi II DPRD Tabanan melakukan kunjungan ke Desa Cau Blayu, Kecamatan Marga Tabanan, untuk meninjau permasalahan saluran irigasi di Subak Cau Blayu, Selasa (7/11/2023).

Dalam kunjungan ini hadir Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara bersama anggota Komisi II DPRD Tabanan I Made Oka Winaya serta Dinas PUPRPKP Tabanan dan Dinas Pertanian Tabanan.

Saat pertemuan, Pekaseh serta masyarakat di Subak Luwus I mengeluhkan adanya pendangkalan di terowongan Dam Temacun yang berlokasi di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti sehingga tidak ada aliran air ke Subak Luwus I ini.

Pendangkalan ini diakibatkan sedimentasi yang menumpuk dan tidak pernah dibersihkan sejak tahun 1980-an lalu.

Bahkan, tinggi endapan sudah mencapai 1 meter, sedangkan tinggi terowongan Dam mencapai 1,5 meter dengan panjang mencapai 400 meter. Air Dam Temacun ini menjadi sumber pengairan bagi sawah yang ada di Subak Luwus dan Subak Carangsari, Badung.

Terkait permasalahan tersebut, Ketua Komisi II I Wayan Lara akan mengupayakan beberapa langkah penanganan. Termasuk melakukan audiensi dengan Bupati Tabanan bersama Pekaseh dan perwakilan masyarakat.

“Solusi jangka pendek dalam mengatasi masalah ini adalah mengeruk terowongan sehingga aliran air lancar. Nanti kami koordinasikan terkait penanganannya sebab sementar lagi akan ada musim hujan sehingga harus ditangani dengan cepat,” jelasnya.

Menurut Lara, permasalahan saluran irigasi ini memang sering terjadi di sektor pertanian. Maka dari itu, pihaknya berharap pihak terkait dalam hal ini adalah Dinas PUPRPKP dan Dinas Pertanian bisa mengambil tindakan.

“Masalah irigasi ini menjadi hal yang sangat penting di pertanian karena masalah ini sudah terjadi dari tahun ke tahun. Kami akan kawal ini sampai tuntas,” ungkapnya.

Sementara itu, Pekaseh Subak Luwus I Made Puspa mengatakan, pendangkan di terowongan Dam Temacun ini mengakibatkan areal persawahan di Subak Desa Cau Blayu tidak bisa mendapat air secara maksimal sehingga menyebabkan areal persawahan tidak produktif.

“Untuk di Desa Cau Blayu ini mungkin sekitar 100 haktare tidak bisa tanaman padi bahkan palawija karena sama sekali tidak ada aliran air selama musim kemarau dari bulan Maret 2022 lalu atau kurang lebih susah 1,5 tahun,” jelasnya. (ana)

Mahendra Jaya Ajak Seluruh Elemen Berkolaborasi dan Bersinergi dalam Pencegahan dan Penanganan TPPO

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya menyampaikan bahwa berdasarkan data Bareskrim POLRI sampai dengan periode Oktober 2023, sudah terdapat 872 laporan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Indonesia dan 32 di antaranya terjadi di Bali. Hal tersebut disampaikan olehnya saat menghadiri Regional Conference the Simultaneous Movement for Combating Human Trafficking in ASEAN Countries Region, Selasa (07/11) di Golden Tulip Jineng Resort Bali.

Mahendra Jaya menjelaskan bahwa terjadinya TPPO umumnya terkait dengan masalah ekonomi seperti kemiskinan, gaya hidup hedon, ingin cepat dapat uang serta kurangnya kesadaran karena tidak tahu bahaya bekerja di luar negeri melalui agen yang tidak berbadan hukum termasuk juga bahaya bekerja di tempat hiburan malam dimana korban terbanyaknya adalah kelompok rentan yaitu perempuan dan anak-anak.

“Berdasarkan pengalaman lapangan, modus operandi TPPO diantaranya dengan melakukan ancaman kekerasan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan terhadap posisi rentan, penjeratan hutang dan memberi bayaran atas manfaat sehingga memperoleh persetujuan,” jelas Mahendra. Oleh karena itu, menurutnya untuk mengoptimalkan penanganan TPPO diperlukan keterlibatan seluruh unsur, tidak hanya pemerintah dan penegak hukum namun juga masyarakat, dunia usaha, media hingga pemangku kepentingan lainnya. Ia menyampaikan penanganan kasus TPPO harus dilakukan secara komprehensif dan konsisten dari hulu ke hilir melalui upaya preemptif, preventif, penegakan hukum dan rehabilitasi.

Pj. Gubernur Bali mengajak seluruh elemen untuk saling berkolaborasi dan bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO yang terjadi. “Semoga hasil konferensi ini dapat meningkatkan kinerja dan komitmen kita bersama dalam pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di ASEAN,” jelasnya.

Di sisi lain Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam sambutan virtualnya menyampaikan bahwa Indonesia terus bekerjasama dengan negara ASEAN lainnya dalam upaya penanganan tindak pidana perdagangan orang khususnya dalam kejahatan TPPO transnasional yang memerlukan Kerjasama antar negara. Sementara Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi wanita dan anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan sebagai korban TPPO.

Pemkab Tabanan Terima Kunjungan Delegasi Journalist Association of Korea (JAK)

Sekda Tabanan I Gede Susila saat menerima Delegasi Journalist Association of Korea.
Sekda Tabanan I Gede Susila saat menerima Delegasi Journalist Association of Korea.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Delegasi Journalist Association of Korea yang telah memilih Kabupaten Tabanan sebagai target kunjungan.

Hal ini disampaikannya saat menerima langsung kehadiran para delegasi di De Jukung Resto Tanah Lot, Senin (6/11/2023). Momen ini sekaligus sangat diyakini mampu menjadi ajang promosi pariwisata Kabupaten Tabanan di Korea Selatan.

Sekda Tabanan menjelaskan, Kabupaten Tabanan merupakaan salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota yang terdapat di Provinsi Bali. Terletak di bagian selatan Pulau Bali, Kabupaten Tabanan memiliki luas wilayah 839,33 kilimeter persegi yang terdiri dari daerah pegunungan dan pantai.

Kabupaten Tabanan dikenal sebagai lumbung pangannya Bali dan memiliki potensi pariwisata yang terkenal sampai ke mancanegara, yakni DTW Tanah Lot dan DTW Ulundanu Beratan.

“Seijin Bapak Bupati, saya hadir menerima kunjungan wartawan Korea Selatan. Tentu kita di Tabanan ini dengan destinasi yang kita miliki, semakin hari semakin banyak dikunjungi para wisatawan utamanya dari Korea Selatan. Disamping kita ingin menambah kedatangan wisatawan, tentu kita harus melakukan penataan-penataan dari segi obyek yang kita miliki,” tegas Susila.

Ketua PWI Bali IGMB. Dwikora Putra menambahkan, kunjungan hari ini dari delegasi JAK datang kesini berjumlah sebelas orang. Hal ini dikatakannya istilahnya adalah program pertukaran yang saling mengunjungi antara PWI dan Delegasi Korea Selatan, sekaligus sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Bali.

“Teman-teman dari Korea sangat antusias khususnya datang ke Bali. Dan kenapa Bali, karena mungkin mereka merasa, ada kemiripan antara Koreadan Bali, sama-sama punya pantai dan daerahnya sejuk seperti di Bedugul tadi,” papar Dwikora Putra.

Senada dengan Ketua PWI Bali, pimpinan Delegasi JAK, yakni President of JAK Mr. Kim Dong Hoon mengatakan, setelah menginjakan kaki di Bali mereka sudah merasakan kenyamanan dan keindahan. Yang hanya terpikirkan olehnya hanyalah langsung mempromosikan kebudayaan dan pariwiasata Bali.

“Langsung berfikir serta mendukung dan mempromosikan tentang kebudayaan dan tourism Bali saya pikir,” ungkapnya saat di De Jukung Resto.

Sebelum melakukan kunjungan ke Tanah Lot, Delegasi Journalist Association of Korea (JAK) yang di komandoi oleh Mr. Kim Dong Hoon juga melakukan kunjungan ke DTW Ulundanu Beratan, Bedugul, Baturiti. Pada kesempatan itu, pihaknya disuguhkan panorama indah Ulundanu Beratan. (rls)

Sekda Adi Arnawa Buka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung bertempat di Aula Satya Adhi Wicaksana Kantor Kejaksaan Negeri Badung, Senin (6/11/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung bertempat di Aula Satya Adhi Wicaksana Kantor Kejaksaan Negeri Badung, Senin (6/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekda Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Giri Prasta menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung bertempat di Aula Satya Adhi Wicaksana Kantor Kejaksaan Negeri Badung, Senin (6/11/2023)

Sekda Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi kepada seluruh jajaran ASN di Badung terkait dengan Tindak Pidana Korupsi.

Ini penting dilaksanakan karena bagaimanapun juga ASN merupakan aparat yang sangat berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi karena didalamnya ada unsur-unsur bahwa dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya menggunakan anggaran negara, terhadap kerugian yang timbul akibat dari penyelenggaraan negara itulah yang disebut dengan tindak pidana Korupsi.

“Dengan adanya sosialisasi ini harapan kita ada suatu pemahaman dan wawasan bagaimana kita selaku ASN mampu mencegah agar tidak terjadi Tindak Pidana Korupsi itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Hukum sekaligus Ketua Panitia A.A Gde Asteya Yudhya melaporkan, Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dilaksanakan selama 18 hari dari tanggal 6-29 November 2023 bertempat di Aula Satya Adhi Wicaksana, Kantor Kajari Badung yang diikuti oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung.

Adapun tujuan dari pelaksanaan sosialisasi sebagai sarana dalam upaya untuk menyampaikan informasi, pengetahuan dan wawasan terkait dengan tindak pidana korupsi kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung dan mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, pemahaman dan kesadaran perangkat daerah sehingga mampu mencegah dan menghindari  terjadinya tindak pidana korupsi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Turut hadir Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua II Wayan Suyasa, Inspektur Luh Suryaniti, Kepala Bappeda Wira Dharmajaya,  Perwakilan Kajari Badung, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik AA. N. Raka Sukadana, para pejabat lingkup Pemkab Badung dan ASN Pemkab Badung. (rls)

 

Wabup Suiasa Tandatangani PKS Pembangunan Antara Badung dengan Madiun

Wabup Badung Ketut Suiasa didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa saat menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Badung di Ruang Krya Gosana, Puspem Badung, Senin (6/11/2023).
Wabup Badung Ketut Suiasa didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa saat menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Badung di Ruang Krya Gosana, Puspem Badung, Senin (6/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan kerja sama yang sinergis antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Badung yang diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Wabup Suiasa didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa menyebut kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kabupaten Badung tentang kerja sama pembangunan antar daerah untuk meningkatkan keterpaduan pengelolaan berbagai program kegiatan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap apa yang menjadi maksud dari perjanjian kerja sama ini dapat terwujud yaitu untuk membangun sinergi dan mewujudkan kelancaran arus informasi serta distribusi barang dan jasa dalam mendukung terciptanya sistem logistik nasional dan menjalin kemitraan pengembangan perdagangan antar daerah dalam rangka meningkatkan daya saing,” kata Wabup Suiasa.

Sementara itu, Pj. Bupati Madiun Tontro Pahlawanto menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung karena telah merealisasikan perjanjian kerja sama meliputi komoditas hasil pertanian, hasil perkebunan dalam rangka peningkatan bidang UMKM dan potensi daerah lainnya.

Ruang lingkup perjanjian kerjasama ini meliputi hasil pertanian (beras) hasil kerajinan (akar kayu jati) produk pangan olahan (brem dan coklat) dan hasil perkebunan (kopi).

“Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, Bapak Wakil Bupati Ketut Suiasa, Bapak Sekda Badung dan Kepala OPD terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung karena telah menerima kami dengan sangat baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Setda Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari melaporkan kerjasama ini merupakan prakarsa dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Pada 18 November 2022 telah dilaksanakan kunjungan misi dagang rombongan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun ke Dinas Koperasi, UKM Dan Perdagangan Kabupaten Badung sebagai bagian dari penjajakan rencana kerja sama.

“Selanjutnya untuk penandatangan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan pemerintah Kabupaten Badung tentang peningkatan perdagangan antar daerah akan dilaksanakan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun dan  Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung,” jelasnya.

Turut hadir Ketua Dekranasda Kabupaten Madiun, Wakil Ketua Dekranasda Badung Nyonya Kristiani Suiasa serta jajaran Kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Badung dan Pemkab Madiun. (rls)

Bawaslu Tabanan Imbau Peserta Pemilu Turunkan APK Sebelum Masa Kampanye

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta
Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan mengimbau peserta Pemilu 2024 untuk segera menurunkan alat peraga kampanye (APK), usai penetapan Daftar Calon Sementara (DCS).

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta mengatakan, berdasarkan data yang didapat sekitar 922 APK terpasang di seluruh wilayah Kabupaten Tabanab, baik berupa spanduk, baliho maupun banner.

Pihaknya akan bekerjasama dengan KPU, Satpol PP, hingga Kesbangpol untuk melakukan penertiban jika masih ditemukan APK yang terpasang.

“Kami minta kepada peserta pemilu untuk menurunkan secara mandiri mulai besok (7/11/2023) hingga 9 November. Jika setelah itu masih ditemukan APK yang terpasang maka kami akan melakukan penertiban,” ujarnya, Senin (6/11/2023).

Dia menjelaskan, setelah penetapan DCT hingga tahapan kampanye yang dimulai pada 28 November mendatang, peserta pemilu diperbolehkan memasang alat peraga sementara (APS) dan Pendidikan politik sebagai bentuk sosialisasi diri berdasarkan Peraturan KPU RI Nomor 15 Tahun 2023.

Namun dengan catatan, parpol tersebut harus menyampaikan ke Bawaslu atau KPU maksimal satu hari sebelum kegiatan berlangsung.

“APS yang dimaksud ini adalah tidak mengandung unsur ajakan memilih seperti pemasangan nomor urut beserta foto caleg,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Narta, sepanjang jalur dari Rindam Tabanan hingga patung Adipura saat ini harus bebas dari APS atau APK karena bertepatan dengan HUT ke 530 Kota Tabanan.

Disamping itu, peserta pemilu tidak boleh menyebarkan APK dalam bentuk apapun khususnya di media sosial selama masa transisi ini. Misalnya menyebarkan brosur hingga lagu mars partai atau caleg sebab mengandung unsur ajakan kepada masyarakat untuk memilih partai tersebut.

“Kami akan sosialisasikan lagi ke parpol masing-masing untuk nantinya disampaikan ke caleg. Namun sebelumnya kami sudah mengimbau peserta pemilu untuk tidak melakukan kampanye di media sosial,” imbuhnya. (ana)

Rombongan Pendaki Tersesat di Gunung Adeng Tabanan

Pencarian rombongan pendaki yang tersesat di Gunung Adeng, Banjar Abang, Desa/Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan pada Minggu (5/11/2023) malam.
Pencarian rombongan pendaki yang tersesat di Gunung Adeng, Banjar Abang, Desa/Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan pada Minggu (5/11/2023) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Enam orang pendaki tersesat di Gunung Adeng, Banjar Abang, Desa/Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan pada Minggu (5/11/2023) malam.

Keenam pendaki tersebut yaitu I Made Yoga Supartana (25), Astrid Dyah Wuriastuti (25), I Made Merta Sedana Adi Widhiharsa (24), Ni Ketut Pradnyasari K (23), Ni Rai Sriardani (24) dan Reza Julia Pratiwi (25). Mereka tersesat saat hendak turun ke pos pendakian awal.

“Pendakian yang dilakukan oleh enam orang ini awalnya berjalan lancar dan sudah mencapai puncak Gunung Adeng akan tapi pada saat mereka turun, rombongan lupa akan jalan yang dilaluinya,” ucap Kasi Humas Polres Tabanan I Gusti Made Berata, Senin (6/11/2023).

Dia menjelaskan, sebelumnya rombongan sampai di pos awal pendakian melalui jalur Banjar Abang pada Minggu (5/11/2023) sekitar pukul 10.00 WITA dan sampai di puncak sekitar 15.30 WITA.

Kemudian, sekitar pukul 16.30 WITA rombongan bersiap kembali ke pos awal pendakian. Namun, rombongan tidak bisa menemukan jalan awal, sehingga tersesat dan pendaki I Made Yoga Supartana langsung menghubungi call center Polri 110.

Setelah menerima laporan, pencarian dilakukan dengan melibatkan personil sebanyak 25 orang dari Koramil Baturiti, BPBD Tabanan, staf Kantor Camat Kediri dan warga Desa Adat Abang yang dipimpin oleh Kapolsek Baturiti mulai pukul 18.00 WITA.

“Lalu pukul 12.30 WITA, rombongan pendaki berhasil ditemukan di lereng Gunung Adeng dalam keadaan selamat, dan dievakuasi menuju pos awal pendakian. Selanjutnya pendaki dikembalikan ke rumah masing-masing,” imbuh Berata. (jas)

Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki ST Kalpika Kapal

Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Ceki Sekaa Teruna Kalpika Kelurahan Kapal di Balai Banjar Celuk, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Minggu (5/11/2023).
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Ceki Sekaa Teruna Kalpika Kelurahan Kapal di Balai Banjar Celuk, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Minggu (5/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Ceki Sekaa Teruna Kalpika Kelurahan Kapal bertempat di Balai Banjar Celuk, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, yang ditandai dengan pemukulan Gong, Minggu (5/11/2023).

Sebagai bentuk komitmen dan apresiasi dari Pemkab Badung, Sekda Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana secara simbolis sebesar Rp30 juta yang diterima Ketua panitia penyelenggara I Dewa Ketut Alit Catur Mahaputra disaksikan seluruh hadirin.

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan Turnamen Ceki Sekaa Teruna Kalpika terlebih Ceki merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.

”Kita jangan melihat dari segi aspek judinya saja, kegiatan turnamen ceki ini juga sebagai ajang olahraga rekreasi sekaligus olahraga dalam rangka pelestarian budaya dan juga sebagai salah satu daya tarik wisatawan datang ke Bali dan khususnya ke Kabupaten Badung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara I Dewa Ketut Alit Catur Mahaputra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda Adi Arnawa serta undangan lainnya dirinya merasa bersyukur dan bangga atas kedatangan para undangan.

Kegiatan Turnamen Ceki ini bertujuan untuk penggalian dana dalam rangka menyambut HUT Ke-45 ST. Kalpika pada 28 November  mendatang.

”Dalam turnamen ceki ini kami berhasil mengumpulkan dana dari kupon yang beredar 125 kupon dengan harga Rp150 ribu per kupon, dan saya berharap kepada para undangan dan peserta turnamen berkenan untuk ikut serta memotivasi kegiatan turnamen ceki ini dan dana yang terkumpul nanti kami pergunakan untuk pembelian hadiah dan sisanya kami gunakan untuk kegiatan kreativitas ST Kalpika Banjar Celuk Kapal,” lapornya. (rls)