- Advertisement -
Beranda blog Halaman 549

Pesamuhan Agung PHDI 2023, Bupati Giri Prasta: Wujudkan Pelayanan Lebih Matang Kepada Umat Sedharma

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat membuka Pesamuhan Agung PHDI Tahun 2023 di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (10/11/2023).
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat membuka Pesamuhan Agung PHDI Tahun 2023 di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (10/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri pembukaan Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Tahun 2023 yang dipusatkan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (10/11/2023).

Hadir dalam kesempatan ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, Ida Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Ketua Walaka PHDI Pusat, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Perwakilan Pj. Gubernur Bali, Pengurus PHDI seluruh Indonesia dan Kabupaten/Kota se-Bali serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan Pesamuhan Agung ini memiliki makna penting dan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Badung untuk dapat memfasilitasi PHDI dalam Umat Hindu di Indonesia dan Kabupaten Badung pada khususnya.

Diharapkan Pesamuhan Agung ini bisa memberikan sebuah proses pelayanan yang lebih matang lagi khususnya kepada umat sedharma yaitu agama hindu yang dicintai bersama.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Kabupaten Badung yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pesamuhan agung yang diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Atas nama masyarakat dan pemerintah kabupaten badung kami ucapkan apresiasi kepada ketua PHDI Kabupaten Badung yang selama ini kami ajak melayani umat Hindu di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Bupati Giri Prasta juga berharap semoga pelaksanaan pesamuhan agung PHDI di Kabupaten Badung ini menghasilkan rumusan kebijakan dan keputusan-keputusan yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh umat Hindu.

Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Jondra menyampaikan pelaksanaan Pesamuhan Agung ini dilaksanakan selama tiga hari yakni 10 – 12 November tahun 2023.

“Pesamuhan agung ini dilaksanakan sebagai suatu langkah pelayanan PHDI kepada umat sedharma dan pesamuan ini dilaksanakan bukan untuk riang gembira, liburan atau berkangen-kangenan melainkan untuk menetapkan pokok-pokok pikiran dan program-program kerja berkaitan dengan ekonomi hindu dan konsep-konsep dalam berkehidupan dalam kerukunan umat beragama,” ujarnya. (rls)

Bak Surga Tersembunyi, Air Terjun Leke-Leke Dikunjungi Ratusan Wisatawan Asing Tiap Hari

Air terjun Leke-Leke.
Air terjun Leke-Leke.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Keindahan air terjun Leke Leke bak surga di tengah hutan Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Untuk menuju air terjun yang tingginya kurang lebih tiga puluh meter ini, pengunjung harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar sepuluh menit dari tempat parkir menuju.

Meskipun perjalanan lumayan lama, namun tidak akan membosankan karena sepanjang perjalanan akan berhadapan langsung dengan pemandangan alam yang indah di sekitar serta melewati jembatan dengan aliran sungai yang jernih dan asri.

Operasional Supervisor Pengelola Leke-Leke Waterfall I Komang Rama Cahyadi Putra mengatakan, tinggi air terjun Leke-Leke ini kurang lebih 30 meter. Dinamai Leke-Leke karena terinspirasi dari lika liku perjalanan untuk mencari lokasi air terjun.

“Lokasinya terpelosok di dalam hutan, yang jika diartikan dengan bahasa bali yaitu mencari ke ‘leke-leke’,” ujarnya, Minggu (12/11/2023).

Rama mengataka, wisatawan bisa mengunjungi air terjun ini mulai pukul 06.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 09.00 WITA sampai pukul 12.00 WITA dikarenakan suasana pagi hari akan lebih tenang, sejuk dan tidak terlalu panas.

Hanya dengan merogoh kocek Rp50 ribu untuk tiket masuk, pengunjung akan mendapatkan welcome drink berupa jamu kunyit dan menikmati fasilitas dan Air terjun sepuasnya.

Pengelola juga menyediakan restaurant dan bar. Khusus untuk wahana ayunan pengunjunh harus membayar lagi untuk dapat menikmati sensasi ayunan di pinggir tebing yang indah.

“Pengunjung bisa sekitar dua ratus orang setiap harinya dan didominasi pengunjung mancanegara, karena memang target kami dari pengunjung mancanegara,” jelasnya.
Rama menambahkan, air terjun Leke-Leke ini mulai beroprasi sejak tahun 2017 silam.

“Dulunya air terjun ini dikelola oleh sebuah kelompok akan tetapi air terjun ini sepi akan pengunjung dan akhirnya diambil alih oleh pengelola Leke-Leke Waterfall,” terangnya. (jas)

Kebun Raya Bali Tawarkan Kelas Edukasi dan Tour De Kebun Raya Bali

Kelas edukasi di Kebun Raya Bali.
Kelas edukasi di Kebun Raya Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebun Raya Bali merupakan kebun raya yang terletak di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Bali adalah Kawasan konservasi dengan luas 157,5 hektare.

Kawasan konservasi ini adalah diperuntukkan bagi pelestarian tumbuhan pegunungan tropika. Selain itu, di sejumlah titik di dalam kawasan kebun raya juga dapat ditemukan landmark khas budaya bali, view danau dan taman-taman tematik. Sungguh objek yang lengkap dan akan memukau setiap pengunjungnya.

Kebun Raya Bali selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk Teman #KebunRaya baik dari sisi wisata, konservasi, maupun edukasinya. Maka dari itu Kebun Raya Bali mengadakan beberapa program edukasi yang tentunya sangat menarik dan dapat diikuti dari berbagai kalangan usia.

Kebun Raya Bali juga menyediakan beberapa paket edukasi dimulai dengan Kelas Edukasi dan Tour De Kebun Raya Bali yang akan dipandu dengan pemandu professional untuk mengetahui sisi edukatif yang terdapat di Kebun Raya Bali.

Pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru untuk belajar sembaru rekreasi berkeliling Kebun Raya Bali. Teman #KebunRaya dapat memilih salah satu dari 9 paket Tour de kebun Raya Bali yang disediakan, diantaranya yaitu; Paket Ramayana Trip, Paket Bambu Forest, Paket Explore Begonia, Paket Botanical Garden, Paket Balinese Culture, Paket Explore Tropical Forest, Paket Explore Kadaka Garden, Paket Tour Kebun Raya Bali.

Teman #KebunRaya dapat memilih paket – paket tersebut yang disediakan oleh Kebun Raya Bali, Teman #KebunRaya akan berkeliling dengan menggunakan shuttle bus dan dipandu oleh pemandu yang asyik dan berpengalaman.

“Kami dari managemen Kebun Raya Bali mengadakan promo – promo eduaksi yang terdiri dari Kelas Eduaksi dan Tour de Kebun guna untuk menjadi sarana pembelajaran bagi para Teman #KebunRaya yang ingin mengetahui sisi edukatif di Kebun Raya Bali. Promo edukasi ini dapat diikuti mulai dari jenjang TK sampai umum. Semoga dengan adanya program ini, Teman #KebunRaya mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru yang menarik dari Kebun Raya Bali”, ujar General Manager Kebun Raya Bali Tito Triputra. (rls)

Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pitra Yadnya Krama Payangan Medi

Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11/2023).
Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peranan dan komitmen Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, dalam menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan, terus dibuktikan melalui kehadirannya turun langsung ke masyarakat. Konsistensi itu dipertegas kala menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11/2023).

Tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita, Bupati Sanjaya beserta jajaran langsung menuju Balai Banjar setempat. Disampaikan saat itu kegiatan Ngaben Massal krama Payangan Medi diikuti oleh 19 Sawa dengan biaya masing-masing Sawa sekitar 7 Juta Rupiah dan Ngelungah 5 Sawa dengan biaya 500 ribu rupiah masing-masing sawa dan untuk pelaksanaan juga disupport oleh 57 KK krama Payangan Medi melalui urunan 220 ribu rupiah per KK oleh Prawartaka Karya.

“Selain ngupasaksi, kehadiran titiang juga sebagai wujud terimakasih kepada seluruh krama karena sudah turut berkontribusi memberikan dukungan kepada pemerintah. Dukungan krama Payangan Medi sangat besar dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan,” ujar Sanjaya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu krama penglingsir di Banjar Payangan Medi yang juga selaku Manggala Kertha Desa Payangan menuturkan, adanya nama Payangan Medi yakni pada tahun 1992 mengikuti lomba Desa Adat yang salah satu persyaratannya adalah adanya sejarah Desa Payangan. Dari situlah pihaknya mengaku mencari sejarah tentang nama Payangan ke seluruh sumber informasi, salah satunya Puri Payangan Gianyar.

Diketahui Desa Payangan erat kaitannya dengan Putra Mahkota Raja Payangan Gianyar dan Ikan Sidat atau bahasa Balinya “Be Julit” yang diagungkan sebagai penolong saat menuju ke Desa Payangan saat ini, yang sampai saat ini disembah dan hingga detik ini warga Payangan tidak boleh memakan jenis ikan tersebut dan juga Be Julit menjadi simbol dari Desa Payangan, Marga.

“Jadi, semua itu pasti ada filosopinya dan untuk Payangan ini saya sudah ketemu sejarahnya karena Bapak Kertha Desa tadi sudah menjelaskan dengan baik. Jadi kedepan, bagaimana Pemerintah Daerah mereferensikan dari 133 nama Desa yang ada di Tabanan. Seperti disini, ada Payangan, Marga, Gelagah, Geluntung dan Brida nanti harus mencari tahu itu karena semua Desa pasti ada sejarahnya,” imbuh Sanjaya.

Di kesempatan yang sama mewakili seluruh krama, Prawartaka Ngaben Massal I Made Sudiantara menyampaikan, Yadnya Ngaben Massal kali ini mengambil tingkatan Kusa Pranawa, yang mana puncaknya akan digelar pada 13 Nopember 2023 mendatang.

Atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, pihaknya menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya, terutama dukungan dan bantuan pemerintah yang tak pernah surut untuk krama, khususnya di Payangan Medi. (rls)

Buka DAJAFEST 2023, Bupati Sanjaya Dorong Pengembangan Kreasi Inovatif

Opening Ceremonial Dajan Peken Festival Tahun 2023 secara Resmi di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat(10/11/2023).
Opening Ceremonial Dajan Peken Festival Tahun 2023 secara Resmi di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat(10/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Upaya pelestarian tradisi, seni adat dan budaya oleh Desa Dajan Peken melalui event Dajan Peken Festival, mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, apalagi turut berkontribusi dalam memeriahkan serangkaian perayaan HUT ke-530 Kota Tabanan.

Penghargaan tersebut ditunjukannya saat menghadiri Opening Ceremonial Dajan Peken Festival sekaligus Membuka Acara DAJAFEST Tahun 2023 secara Resmi di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat(10/11/2023). Visi misi besar Pemkab Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani diharapkan dapat terwujud melalui Festival Dajan Peken yang digelar malam ini.

“Ide penyelenggaraan festival, baik Festival Dajan Peken, Dauh Peken maupun Delod Peken adalah sebagai bentuk kontribusi aktif keterlibatan tiga Desa yang ada di Kota Tabanan dalam mengembangkan tradisi, seni maupun budaya lokal yang ada,” ujar Sanjaya.

Menariknya lagi dalam event ini dirangkaikan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan Partisipasi 9 Banjar Adat dan PAUD/TK binaan Pemerintah Desa Dajan Peken oleh Perbekel Desa Dajan Peken.

Penyerahan Plakat dan Piagam Pramana Patra Nugraha kepada 1 orang seniman, An. I Wayan Sujana asal Desa Dajan Peken oleh Bupati Tabanan. Penyerahan Cinderamata Berupa Prangko Prisma (Prangko Identitas Milik Anda) oleh PT. Pos Indonesia kepada Bupati Tabanan.

Tidak hanya itu, berbagai kreasi inovatif tradisi, seni dan budaya ditampilkan, seperti senam lansia dari 50 Orang Lansia di Desa Dajan Peken, Peed Aya, Gong Kebyar PKK Mebarung total 6 Sekaa, Gender Massal serta Beleganjur antar Sekaa Teruna se-Desa Dajan Peken. B

ahkan, kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM lokal terutama yang bergerak di bidang kuliner yang tampak menjajakan hidangannya di stan-stan yang telah disediakan oleh panitia di area luar Gedung Kesenian I Ketut Maria.

Pagelaran ini bahkan mampu menarik animo ribuan masyarakat yang sangat antusias pada malam itu menyaksikan pementasan seni budaya Festival Dajan Peken. Menurut Bupati Sanjaya, event atau kegiatan serupa sangat penting dilaksanakan guna mempertegas predikat kebudayaan yang dimiliki di Kabupaten Tabanan, dimana masyarakat dengan sadar turut berkontribusi melestarikan tradisi, adat, dan budaya yang tentunya sangat sesuai dengan visi misi besar Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Dajan Peken khususnya, bukan hanya turut membuat festival tetapi juga turut memeriahkan lahirnya Ibu Kota Tabanan yaitu Jayaning Singasana. Jadi salah satu tujuannya adalah ini serta untuk meningkatkan silaturahmi masyarakat, baik pemuda, ibu-ibu, tokoh masyarakat, juga para pedagang, sehingga adanya interaksi guna meningkatkan ekonomi kerakyatan yang terbukti hadir dalam festival ini,” imbuh Sanjaya.

Perbekel Desa Dajan Peken, I Nyoman Sukanada menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang turut berkontribusi dalam festival ini. Serta kepada Bupati Tabanan dan jajaran atas apresiasi dan dukungannya atas terselenggaranya festival kali ini, dimana sangat disambut baik oleh masyarakat terutama bagi para pemuda dalam menunjukan kreasi seninya dalam festival kali ini.

Turut hadir dalam festival malam itu, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, salah satu Anggota DPR RI Dapil Bali dan anggota DPRD Bali, dan salah satu anggota DPRD Tabanan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, Panitia Festival, tokoh masyarakat dan para Yowana se-Desa Dajan Peken yang sangat aktif berkontribusi dalam pelestarian tradisi, seni dan budaya yang ada, serta hadir undangan terkait lainnya. (rls)

Pemkab Badung Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-78

Sekda Adi Arnawa menyerahkan sembako kepada para veteran yang hadir mengikuti apel Peringatan Hari Pahlawan Ke-78 di Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Lapangan Puspem Badung, Jumat (10/11/2023).
Sekda Adi Arnawa menyerahkan sembako kepada para veteran yang hadir mengikuti apel Peringatan Hari Pahlawan Ke-78 di Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Lapangan Puspem Badung, Jumat (10/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Ke-78 di Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, dengan Komandan Upacara Kapten Infantri Nyoman Suarka, Jumat (10/11/2023).

Pada Peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan setiap tanggal 10 November ini mengambil tema ‘Semangat Pahlawan Untuk Masa Depan Bangsa Dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan’ ini turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, Forkompinda Badung, para Veteran, Pimpinan Perangkat Daerah, ASN, TNI/Polri serta para Pelajar.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah, Sekda Adi Arnawa menyerahkan sembako kepada para veteran yang hadir mengikuti apel.

Amanat Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini yang dibacakan Sekda Badung Adi Arnawa menekankan, para pahlawan telah mengajarkan nilai-nilai perjuangan. Nilai yang jika diikuti niscaya akan membawa jejak kemenangan bagi semuanya.

“Dengan senjata, dengan pemikiran, dengan karya-karya nyata, para pahlawan bangsa menyadarkan kepada kita, bahwa kita bukan bangsa pecundang. Sebesar apapun ancaman dan tantangan akan kita hadapi, mengingat kita adalah negara besar yang dikarunia kekayaan alam yang melimpah yang terbentang dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia,” jelasnya.

Mensos menekankan, generasi penerus harus mampu mengelola kekayaan alam dan juga potensi penduduk indonesia dengan meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan, selalu berinovasi untuk bagaimana mengelola kekayaan alam yang berlimpah ini demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

“Mari kita perangi kebodohan dan kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat indonesia,  dengan semangat  hari pahlawan 2023 bisa dijadikan cambuk  untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu, membantu tanpa memandang sekat,” pintanya.

Ditemui usai upacara, Sekda Adi Arnawa menyampaikan pelaksanaan peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Badung ini mengandung makna untuk mengenang kembali peristiwa heroik 78 tahun yang lalu dimana para perjuangan, para pendahulu, para pahlawan yang berjuang dengan sepenuh jiwa raganya untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah untuk bumi indonesia.

“Selanjutnya perlu juga disampaikan kepada generasi penerus bangsa spirit dari hari pahlawan ini, karena dibalik hari pahlawan ini, kita diingatkan terus, kita tetap melakukan kontemplasi dalam rangka kita menuju dan mengisi kemerdekaan ini. Untuk mewujudkannya itu semua kita harus menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas lebih-lebih kita sudah mencanangkan 2045 itu Indonesia emas,” tambahnya. (rls)

TP. PKK Badung Terima Kunja TP. PKK Kabupaten Kudus

Wakil Ketua Bidang I TP. PKK Badung, Nyonya Kristiani Suiasa menerima kunja TP. PKK Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah  yang dipimpin Nyonya Yusi Bergas Caturasi, Jumat (10/11/2023).
Wakil Ketua Bidang I TP. PKK Badung, Nyonya Kristiani Suiasa menerima kunja TP. PKK Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah  yang dipimpin Nyonya Yusi Bergas Caturasi, Jumat (10/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)  Kabupaten Badung yang dalam kesempatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang I Nyonya Kristiani Suiasa menerima kunjungan kerja (kunja) Pj. TP PKK Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah Nyonya Yusi Bergas Caturasi beserta jajaran.

Acara ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kertha Gosana dan dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang pertemuan Sekretariat TP. PKK Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala serta meninjau Galeri UMKM, Jumat (10/11).

Wakil Ketua Bidang I TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Kristiani Suiasa menyampaikan terimakasih kepada Pj TP. PKK Kabupaten Kudus beserta rombongan yang sudah menentukan pilihan di Kabupaten Badung untuk mengadakan kunjungan.

“Melalui kunjungan ini tentunya dapat sharing tukar pikiran dan pengalaman serta dengan kedatangan rombongan TP PKK Kabupaten Kudus secara otomatis dapat menambah PAD Kabupaten Badung,’’ ujarnya.

Kristiani Suiasa juga menjelaskan, Badung wilayah terdiri dari enam kecamatan.Dari ujung utara merupakan daerah pertanian di bagian tengah adalah pusat pemerintahan Kabupaten Badung serta di ujung selatan adalah daerah pariwisata yang merupakan sumber PAD Kabupaten Badung.

“Terkait program-program yang telah dilaksanakan TP PKK, kami di Kabupaten Badung tidak jauh berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksaksanakan oleh TP PKK Kabupaten Kudus, karena merupakan program dari pusat yang dijabarkan di masing-masing daerah hanya saja dalam beberapa hal disesuaikan dengan  budaya, kondisi, serta potensi daerah masing-masing. Melalui 10 program PKK mari kita bangkitkan kesadaran masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Pj. TP. PKK Kabupaten Kudus Nyonya Yusi Bergas Caturasi mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Badung dan jajaran karena sudah diterima dengan baik dalam kunjungannya di Kabupaten Badung.

“Melalui kesempatan ini kiranya dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Badung. Mudah-mudahan kunjungan hari ini di Kabupaten Badung dapat menambah pengalaman dan pemikiran yang nantinya dapat kami terapkan di TP. PKK Kabupaten Kudus dalam melaksanakan program-program PKK untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Kudus,” harapnya. (rls)

Harga Cabai Rp70 Ribu Per Kilogram, Pedagang Mengeluh Pembeli Berkurang

Pedagang sembako di Pasar Tabanan.
Pedagang sembako di Pasar Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Tabanan mengalami kenaikan mencapai Rp70 ribu per kilogram. Seperti yang terjadi Pasar Tabanan dan Pasar Dauh Pala.

Pedagang cabai di Pasar Dauh Pala Ni Wayan Sukamini (57) mengatakan, harga cabai saat ini tembus Rp70 ribu per kilogramnya dari harga sebelumnya yakni hanya Rp40 ribu.

“Kanaikan harga ini sudah dari dua minggu yang lalu dan (kenaikan) ini memang dari pengepul karena saya mengambil cabai dari pengepul,” ujarnya, Jumat (10/11/2023).

Pedagang yang sudah berjualan selama 18 tahun tersebut mengaku, kenaikan harga ini menyebabkan penurunan pembelian dari  konsumen di pasar. Sebab, lonjakan harga juga terjad pada kebutuhan bumbu dapur lainnya sepeti cabai lombok Rp60.000 per kilogram, cabai merah kecil Rp70 per kilogram, cabai hijau Rp50 per kilogram dan bawang merah Rp24 ribu.

“Pengurangan konsumen jelas ada, setelah kenaikan harga mereka lebih jarang ke pasar karena  semuanya naik sekarang. Mereka lebih memilih untuk membeli cabai di warung-warung,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Ni Gusti Ayu Putu Ariani (55), pedagang bahan pangan di Pasar Tabanan. Ia menjual cabai di kisaran harga Rp68 ribu dari harga sebelumnya hanya Rp40 ribu.

“Kenaikan harga ini juga sudah lama terjadi, kira-kira dari satu minggu yang lalu. Kenaikan harga ini bertahap, tidak langsung naik drastis,” ucapnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai ini terjadi karena adanya kemarau panjang yang mengakibatkan petani gagal panen. Sehingga pasokan cabai menipis sedangkan permintaan dari masyarakat tinggi.

“Mungkin karena musim kering sekarang jadi banyak petani yang gagal panen,” ucapnya. (jas)

Bupati Sanjaya Tinjau Rekonstruksi dan Resmikan Jalan di Desa Denbantas

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M,  memantau perbaikan dan rekonstruksi jalan di Banjar Adat Kubontingguh, Banjar Celagi, Desa Denbatas sekaligus meresmikan hotmix jalan Majapahit di Banjar Denbantas, Jumat (10/11/2023).

Meskipun diselimuti sinar matahari yang terik siang itu, tidak memadamkan semangat orang nomor satu di Tabanan untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin daerah yang mengemban amanat rakyat dalam melakukan pembangunan di masyarakat terutama di bidang infrastruktur jalan.

Sanjaya menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan di Tabanan menjadi prioritas sejak awal dilantik sebagai Bupati Tabanan pada 2021 silam. Terbukti, gencarnya perbaikan jalan yang semula 80 persen rusak, kini telah memenuhi 96 persen target perbaikan jalan di tahun 2023.

Hingga November 2023 hanya menyisakan 4 persen jalan yang masih membutuhkan perbaikan. Ini membuktikan, komitmen pemerintah yang serius dalam memenuhi janji politik yang dicanangkan.

“Hampir 90 persen masyarakat menginginkan infrastruktur jalan di Kabupaten Tabanan, karena infrastruktur merupakan urat nadi. Selain sebagai estetika memang fungsi utamanya juga sebagai transportasi ekonomi. Kalau jalannya bagus, ekonominya juga pasti beririsan. Dua tahun lalu, jalan rusak hampir 80 persen, sekarang kita hanya menyisakan 4 persen jalan yang masih belum diperbaiki,” ujar Sanjaya.

Pihaknya juga meyakini, perbaikan jalan ini juga merupakan hasil kolaborasi yang baik dari semua pihak. Kadis PU, Kabid Bina Marga beserta Tim, dan juga di beberapa Desa, tahun 2023 sampai Desember ini semua hampir mayoritas APBD telah dirampungkan untuk membuat infrastruktur dan di tahun depan, akan dioptimalisasikan 4 persen tersebut yang ada di Kabupaten Tabanan komitmen dituntaskan.

Usai peninjauan rekonstruksi Jalan Gunung Merapi yang dimulai pada 16 Oktober 2023 dengan masa pengerjaan selama 70 hari. Bupati Tabanan meresmikan Penghotmix-an jalan Majapahit Banjar Bakisan, Desa Denbatas yang merupakan bagian dari rekonstruksi ruas jalan Denbantas – Tunjuk.

Peresmian jalan siang itu, tentunya disambut sangat antusias oleh masyarakat sekitar. Sebab, perbaikan infrastruktur sangatlah dinanti demi memudahkan akses transportasi dan ekonomi warga.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati, atas perhatian yang terus diberikan, terutama atas perbaikan jalan Majapahit. Ini sudah lama kami nantikan, tentu sangat bermanfaat untuk mempermudah akses perjalanan kami di Denbantas,” ungkap salah satu warga Desa Denbantas yang ditemui di lokasi siang itu. (rls)

Ngantor di Desa Denbantas, Bupati Tabanan Eksplor Potensi Desa dengan Mengendarai Vespa

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, mengeksplor potensi desa mengendarai motor Vespa yang menyasar Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, mengeksplor potensi desa mengendarai motor Vespa yang menyasar Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ada yang menarik dari kegiatan Bupati Ngantor Di Desa atau biasa dikenal dengan ‘Bungan Desa’ kali ini. Untuk mengenal lebih jauh potensi Desa serta membangun kebersamaan dengan para jajaran, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, mengeksplor potensi desa mengendarai motor Vespa yang menyasar Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Jumat (10/11/2023).

Kehadiran Bupati Sanjaya bersama jajaran saat itu disambut dengan sangat antusias oleh Perbekel, Bendesa Adat dan anak- anak SD 1 Denbantas serta warga Desa yang memadati Wantilan Desa Denbantas.

Program Bungan Desa yang dimulai sejak pagi hari itu, dipenuhi oleh berbagai kegiatan, Bupati Sanjaya berkendara dengan menggunakan motor Vespa sampai ke SD Negeri 1 Denbatas dan mengawali kegiatan dengan menanam pohon Tabebuya, dilanjutkan dengan meninjau Pelayanan Kesehatan, serta pembagian 108 buah kacamata.

Selain itu, pihaknya juga melakukan peninjauan pelayanan OPD, UMKM dan kuliner, serta perpustakaan keliling yang disertai dengan penyerahan sumbangan buku, sekaligus peninjauan Perpustakaan Widya Bhawana. Hal yang dilakukan tersebut sudah terstruktur guna mempermudah berjalannya inovasi program ini, melihat potensi dan mengoreksi apa yang perlu diperbaiki dalam pelayanan di masyarakat.

“Kita di Pemerintah Kabupaten Tabanan selama ini sudah 2 tahun 8 bulan, diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Tabanan, untuk ngayah, bagaimana membangun Tabanan yang kita cintai. Dikaruniai alam yang sangat indah panoramanya,” ujar Sanjaya.

Menurutnya tujuan berkantor di Desa ialah untuk melakukan pendekatan, terkait cara pandang dan tugas yang sama dalam menyejahterakan masyarakat dari hulu, tengah dan hilir, agar menjadi masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani. Oleh sebab itu, budaya ngerombo, kebersamaan atau gotong-royong sangat dibutuhkan untuk saling kolaborasi dalam mempercepat pembangunan.

Di satu sisi juga untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di Desa hingga memantau keadaan di Desa.

“Tujuannya juga melihat secara langsung, apa yang terjadi di masing-masing Desa, karena di Tabanan, setelah saya diskusi mengenai Perda Desa Presisi, 133 Desa memiliki potensi yang berbeda-beda, ada yang menyangga pariwisata, pertanian, pasar dan industri jadi profilnya juga berbeda. Di situlah kita melihat pentingnya seorang pemimpin melihat kearifan lokal yang ada di masing-masing Desa tersebut,” terang Sanjaya.

Dengan menggandeng para OPD dalam setiap pelaksanaan program Bungan Desa, Sanjaya berharap, akan mampu mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Contohnya Dinas perijinan yang diturunkan langsung untuk memberikan pelayanan ijin usaha, atau Dinas Capil yang memberi kemudahan dalam pengurusan KTP dan KK, ataupun Dinas kependudukan melalui program Semara Ratih yang saling terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan KB.

“ini salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, banyak sekali program baik yang kita miliki dan dengan berkantor di Desa ini bersama-sama kita saling mengenal, saling membuka diri sebagai salah satu bentuk pendekatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Denbantas Ida Bagus Made Surya Parbawa mengatakan, Desa Denbantas memiliki potensi unggulan di bidang pertanian dan saat ini berusaha untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mengejar pembangunan potensi dari pendataan lingkungan, pembetonan akses jalan, pembangunan kantor desa, penataan lingkungan air terjun, pembangunan saluran irigasi tersier di tiga subak yang tersebar di wilayah desa Denbantas hingga pembangunan pariwisata desa melalui wisata spiritual atau religi.

Dikatakan program-program seperti ini akan berdampak sekali kepada masyarakat, karena masyarakat akan dapat langsung berinteraksi dengan Bapak Bupati.

“Kami selaku pemerintah dan seluruh jajaran Desa Denbantas sangat mengapresiasi sekali program Bungan Desa ini karena kami merasa diperhatikan dan kami akan senantiasa menyampaikan aspirasi kami agar Bapak juga bisa memfasilitasi program-program Desa yang disebutkan secara presisi, apa yang menjadi program prioritas di Desa Denbantas,” papar Surya Parbawa saat itu. (rls)