- Advertisement -
Beranda blog Halaman 482

Bungan Desa ke-45, Bupati Tabanan Kedepankan Potensi Agrowisata di Desa Petiga Marga

Program unggulan Bupati Tabanan Ngantor di Desa 'Bungan Desa' memaksimalkan potensi agrowisata di Desa Petiga, Kecamatan Marga, Tabanan.
Program unggulan Bupati Tabanan Ngantor di Desa 'Bungan Desa' memaksimalkan potensi agrowisata di Desa Petiga, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melalui program unggulan Bupati Ngantor di Desa ‘Bungan Desa’ memaksimalkan potensi agrowisata di Desa Petiga, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (19/2/2024).

Bupati Sanjaya bersama jajarannya dan anggota legislatif berkunjung langsung ke tempat Pembibitan Tanaman Hias, stand tanaman ‘Bunga Abadi’ milik I Made Widiana, salah satu masyarakat di Desa Petiga, Marga.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh masyarakat Desa Petiga atas semangat dan antusiasme tinggi dalam mengembangkan sektor agrowisata, khususnya dalam bidang tanaman hias,” ucap Sanjaya saat itu.

Pihaknya menerangkan, Agrowisata menjadi suatu bentuk kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga edukasi sekaligus pengalaman nyata di sektor pertanian serta keberlanjutan terhadap keindahan alam.

Kedatangannya kali ini, juga untuk menjelajahi potensi besar yang dimiliki oleh Desa Petiga, terkait dengan tanaman hias yang ada dalam konteks agrowisata.

Agrowisata tanaman hias, tidak hanya tentang keindahan visual semata tetapi melalui kegiatan ini, kita juga dapat memahami lebih dalam mengenai proses budidaya, perawatan tanaman, hingga manfaat ekonomis yang dapat dihasilkan.

Agrowisata baginya menjadi pintu gerbang bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan alam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

“Potensi yang dimiliki Desa Petiga sangat luar biasa khususnya tanaman hias. Kalau di daerah lain, jika memerlukan tanaman hias, Petiga menjadi salah satu sentra budidayanya. Jadi kita patut berbangga, bahwa salah satu Desa di Tabanan memiliki sentra tanaman hias dan sudah kemana-kemana. Ketika datang kesini, ternyata ada juga aspirasi petani tanaman hias, bagaimana juga di dalam rangka mempercepat proses pemasarannya, jadi bisa betul-betul maksimal,” ujarnya lebih lanjut.

Tak hanya potensi agrowisata, dalam perkembangannya, Desa Petiga juga memiliki keunggulan di bidang pariwisata, salah satunya wisata religi dan pancoran solas. Desa Petiga juga dari dulu memiliki nilai sejarah yang tinggi, bahwa Desa Petiga juga bagian dari Desa spiritual, di sini ada 11 beji, tempat untuk ritual pembersihan.

“Ada Beji sakral Toya Bubuh. Ini juga banyak saya lihat sektor peternakan, Simantri. Jadi dengan Berkantor di Desa banyak hal yang bisa kita lihat, khususnya infrastruktur. Salah satunya saya juga meresmikan jembatan di daerah Geluntung yang selama ini sudah lama putus. Tadi sudah kita resmikan,” sebut Sanjaya dalam wawancara singkat siang itu.

Kehadiran jajaran Pemerintah saat itu telah nyata memberikan manfaat yang “berdampak” langsung bagi masyarakat. Seperti yang disampaikan salah satu masyarakat Desa Petiga, Wayan Wartika yang berprofesi sebagai petani siang itu, manfaat kesehatan sangat bisa dirasakannya.

“Bermanfaat sekali terutama bagi saya dan masyarakat di sini, mudah-mudahan untuk kedepannya kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan dan dilaksanakan agar masyarakat kita semakin terjamin dalam bidang kesehatan semuanya. Saya secara pribadi mengucapkan bannyak terima kasih terhadap program-program yang sudah dilaksanakan Pak Bupati,” jelasnya. (rls)

Jelang Hari Raya, Pemkab Badung Gelar Pasar Murah

Pelaksanaan GPM (Gerakan Pasar Murah) yang dilaksanakan di Gor Dalung, Kecamatan Mengwi, Senin (19/2).
Pelaksanaan GPM (Gerakan Pasar Murah) yang dilaksanakan di Gor Dalung, Kecamatan Mengwi, Senin (19/2).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Menjelang hari raya Galungan dan Nyepi, Pemkab Badung menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) ) yang dilaksanakan di Gor Dalung, Kecamatan Mengwi, Senin (19/2/2024).

Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, kegiatan gerakan pasar murah ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

“Dengan adanya kegiatan gerakan pasar murah ini, masyarakat lebih bisa membeli produk pangan dengan harga yang mampu bersaing dan tentunya dapat mengembalikan inflasi yang ada di Kabupaten Badung,” ujar Adi Arnawa.

Pihaknya berharap dengan adanya harga yang lebih murah dari harga-harga pangan yang ada di pasar-pasar lain, dapat membantu meringankan masyarakat.

“Langkah ini juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi bertepatan dengan datangnya hari raya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan akses pasar yang lebih murah bagi masyarakat untuk mendapatkan pangan yang terjangkau.

“Kegiatan ini juga merupakan peran pemerintah untuk mendorong UMKM lokal khususnya yang menjual pangan yang akan dijual ke semua kalangan masyarakat, diharapkan dengan adanya kegiatan ini para petani lokal juga dapat merasakan keuntungan, selain manfaatnya dalam membantu masyarakat,” terangnya. (ana)

Badung Bangun Rumah Dinas Eselon III Kejati Bali Senilai Rp9,7 Miliar

Bupati Giri Prasta saat mendampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ketut Sumedana menghadiri upacara melaspas rumah dinas eselon III Kejaksaan Tinggi Bali di Sanur, Senin (19/2/2024).
Bupati Giri Prasta saat mendampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ketut Sumedana menghadiri upacara melaspas rumah dinas eselon III Kejaksaan Tinggi Bali di Sanur, Senin (19/2/2024).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sebagai wujud apresiasi dan penghargaan kepada Kejaksaan Tinggi Bali, Pemkab Badung membangun rumah dinas eselon III untuk Kejaksaan Tinggi Bali.

Adapun pembangunan rumah dinas eselon III Kejaksaan Tinggi Bali ini menggunakan dana anggaran perubahan APBD Badung 2023 senilai Rp9,7 miliar lebih.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana Kejaksaan Tinggi Bali berupa rumah dinas eselon III merupakan wujud apresiasi dan penghargaan kepada Kejaksaan Tinggi Bali atas sinergi dan kerjasama yang sangat baik selama ini.

“Kejaksaan Tinggi Bali selaku bagian dari Forkopimda telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam membangun keamanan, menumbuhkan perekonomian, penegakan hukum, serta mempermudah dan menarik investasi di daerah,” ujar Bupati Giri Prasta seusai mendampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ketut Sumedana menghadiri upacara melaspas rumah dinas eselon III Kejaksaan Tinggi Bali di Sanur, Senin (19/2/2024).

Menurut Bupati Giri Prasta sinergi antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan Kejaksaan serta institusi terkait lainnya, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung.

Terlebih Kabupaten Badung telah menjadi destinasi pariwisata internasional, tentunya sangat potensial akan munculnya berbagai permasalahan hukum dalam berbagai sektor kehidupan, baik ekonomi, sosial budaya maupun menyangkut pertanahan dan pariwisata dalam hubungannya antar masyarakat lokal maupun internasional.

“Pemerintah Kabupaten Badung selama ini selalu mendapatkan pendampingan hukum Kejaksaan RI melalui Jaksa Pengacara Negara yang memiliki kuasa khusus bertindak dalam perkara perdata dan tata usaha negara serta ketatanegaraan, atas nama negara, pemerintah, ataupun kepentingan umum,” jelasnya.

Adapun upacara melaspas turut dihadiri oleh Kajari Badung Suseno, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba, Kepala BPKAD Badung IA Istri Yanti Agustini serta jajaran Kejaksaan Tinggi Bali. (ana)

RAT Koperasi Pegawai Negeri Abdi Praja Singasana Jaya Berlangsung Suka Cita

Acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Abdi Praja yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, pada Senin, (19/2/2024).
Acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Abdi Praja yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, pada Senin, (19/2/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri sekaligus membuka langsung rangkaian acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Abdi Praja yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, pada Senin, (19/2/2024).

Meramaikan gedung kebanggaan masyarakat Tabanan pagi itu, acara Rapat Anggota Tahunan KPN Abdi Praja kali ini berlangsung diawali dengan kegiatan Jalan Santai, Rapat Anggota Tahunan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pengundian berbagai hadiah mulai dari sepeda motor honda scoopy, sepeda motor listrik, kulkas, mesin cuci, smart TV 32 inch, tablet samsung, 600 pulpen dan 20 Baju Korpri beserta hadiah menarik lainnya menambah antusias para anggota.

Melalui sambutannya, Sanjaya menilai bahwa jalan ekonomi kerakyatan melalui koperasi adalah jalan terbaik bagi masyarakat untuk bersama-sama mencapai kesejahteraan. Hal ini dikarenakan dalam berkoperasi kita diajarkan untuk bersama mencapai kemajuan, tanpa harus ada yang dikalahkan dan saling mengalahkan yang sejalan dengan ajaran Bung Karno, dimana kesejahteraan dan keadilan sosial menemukan bentuknya secara nyata.

“Saya sangat mendukung bahkan mendorong sekuat-kuatnya koperasi Abdi Praja agar melakukan langkah-langkah progresif untuk melakukan perbaikan di segala sisi. Buktikan bahwa di masa Tabanan Era Baru ini, KPN Abdi Praja menjadi koperasi terbaik dan menjadi percontohan bagi koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tabanan,” ujar Pimpinan nomor satu di Kabupaten Tabanan tersebut.

Sanjaya melalui kesempatan tersebut tidak lupa sampaikan apresiasinya kepada KPN Abdi Praja Singasana Jaya, atas langkah-langkah yang telah dilakukan, dimana telah terjadi berbagai perubahan ke arah yang lebih baik. diantaranya pemakaian aplikasi dalam aktivitas simpan pinjam, perluasan cakupan anggota koperasi, perubahan kantor juga penambahan SDM karyawan.

“Namun demikian, saya merasakan itu belum cukup jika dilihat dari fondasi koperasi ini yang begitu kokoh di sokong oleh para anggotanya. Sekali lagi kedepan, koperasi ini harus dapat tumbuh menjadi koperasi terbesar di Kabupaten Tabanan, yang tidak saja akan memberikan kesejahteraan kepada para ASN tetapi juga akan menjadi kontributor terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat tabanan, seperti pengentasan stunting dan lain sebagainya,” seru Sanjaya.

Selaku Ketua KPN Abdi Praja Singasana Jaya, I Gusti Agung Rai Dwipayana,S.Sos.,M.H sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya atas kehadirannya sekaligus dukungan dan arahan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas koperasi yang terdiri dari 5536 anggota tersebut.

“Meskipun KPN Abdi Praja telah menunjukkan perbaikan, kedepan kami akan terus meningkatkan kompetensi sehingga kami bisa meningkatkan sumber daya teknologi informasi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan dapat berperan serta menjadi mitra pemerintah Kabupaten Tabanan,” ucap Dwipayana sekaligus memohon petunjuk dan arahan dari Bapak Bupati demi peningkatan kinerja KPN tersebut.

Hadir pula Wakil Bupati, Sekda, Para Asisten, Inspektur, Jajaran Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Ke Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua Dewan Koperasi Indonesia, Ketua, pengurus KPN beserta seluruh ASN yang menjadi anggota KPN Abdi Praja Singasana Jaya. (rls)

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Kanwil Kemenkumham Bali Kuatkan Fungsi Intelijen Pemasyarakatan

Sosialisasi teknis pemasyarakatan bidang pengamanan dan intelijen serta bidang perawatan dan rehabilitasi untuk seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kemenkumham Bali, Senin (19/2/2024).
Sosialisasi teknis pemasyarakatan bidang pengamanan dan intelijen serta bidang perawatan dan rehabilitasi untuk seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kemenkumham Bali, Senin (19/2/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali melalui Divisi Pemasyarakatan menggelar sosialisasi teknis pemasyarakatan bidang pengamanan dan intelijen serta bidang perawatan dan rehabilitasi untuk seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Senin (19/2/2024).

Sosialisasi yang bertemakan ‘Penguatan Intelejen dan Rehabilitasi WBP dalam Mewujudkan Pemasyarakatan Maju’ ini digelar di Inna Sindhu Beach Hotel dan acara dibuka langsung oleh Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Supriyanto.

Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan, selain enam  fungsi utama Pemasyarakatan yang tertuang dalam Undang-Undang No.22 Tahun 2022, terdapat tambahan satu tugas baru yaitu bidang Intelijen Pemasyarakatan.

“Terdapat banyak kebijakan dan regulasi turunan yang perlu di sosialisasikan di jajaran pelaksana di UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, agar kedepannya dapat dipahami, serta dilaksanakan dengan baik. Serta fungsi Intelijen merupakan salah satu langkah dalam melakukan deteksi dini dan memberikan peringatan dini dalam mencegah gangguan Kamtib dalam Lapas/Rutan,” ungkapnya.

Selanjutnya, tindak pidana narkotika saat ini merupakan jenis tindak pidana yang paling dominan di Indonesia dibandingkan dengan tindak pidana lainnya. Sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana peredaran gelap narkotika harus melibatkan masyarakat, aparat penegak hukum dan petugas pemasyarakatan.

“Sebagai tempat pelaksanaan hukuman pidana penjara dan sekaligus tempat rehabilitasi, merupakan dua fungsi Lapas/Rutan terkait dengan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap agar anggota unit intelijen pemasyarakatan mampu melaksanakan kegiatan dalam rangka pencegahan segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban pada masing-masing satuan kerja.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan I Putu Murdiana menjelaskan, sosialisasi Teknis Pemasyarakatan kali ini lebih menitikberatkan pada fungsi Intelijen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dengan tujuan agar dapat melakukan deteksi dini potensi gangguan kamtib serta memastikan layanan rehabilitasi Pemasyarakatan dilaksanakan sesuai standar.

“Saya berharap agar kegiatan dapat diikuti dengan baik, dengan harapan Bapak/Ibu dapat memahami paparan kebijakan dari para narasumber, serta nantinya dapat diteruskan ke jajaran di UPT masing-masing sehingga ada pemahaman yang sama serta pelaksanaan yang baik di lapangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi,” tutup Murdiana.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber dari Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Supriyanto Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Elly Yuzar, BNNP dan BIN Provinsi Bali. (jas)

Permudah Daftarkan Organisasi, Kesbangpol Badung Luncurkan SIDALOK

Proses pendaftaran organisasi di Sistem Pendaftaran Lembaga, Organisasi dan Kelompok (SIDALOK) Badung.
Proses pendaftaran organisasi di Sistem Pendaftaran Lembaga, Organisasi dan Kelompok (SIDALOK) Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik (Badan Kesbangpol) telah meluncurkan Sistem Pendaftaran Lembaga, Organisasi dan Kelompok (SIDALOK) pada (16/2/2024) lalu.

Sistem ini merupakan, suatu sistem yang berfungsi mempermudah masyarakat dalam mengakses suatu pelayanan, prosesnya sangat mudah, dan semua bisa dilakukan secara daring (online) dari mana saja.

Pada peluncuran perdana ini, Yayasan Laksana Becik Bali yang bermarkas di Kabupaten Badung menjadi yayasan yang pertama, melakukan pendaftaran melalui sistem ini yang selama ini konsisten bergerak di bidang edukasi lingkungan.

Kabid Ketahanan, Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas, Kesbangpol Badung Ni Putu Eka Rastuti menerangkan, terdapat tiga hal yang masuk dalam sistem SIDALOK ini, yakni terkait dengan keberadaan organisasi masyarakat, keberadaan yayasan dan keberadaan organisasi keagamaan.

“Dengan sistem online ini, masyarakat akan dipermudah untuk melakukan pendaftaran, sehingga tidak perlu langsung datang ke kantor Kesbangpol, bisa diakses dari rumah maupun sekretariat masing-masing, selanjutnya kita sebagai tim verifikasi akan memverifikasi, apabila ada yang kurang maupun ada kesalahan, akan diingatkan kembali agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Semua dilengkapi kembali, maka akan diverifikasi ulang, disetujui, dan dikonfirmasi untuk kesiapan menerima kunjungan lapangan dari Tim terpadu verifikasi Ormas. Kepolisian, Kejaksaan, Kodim, dan pihak Kesbangpol, merupakan unsur dari Tim ini.

“Kami akan turun melakukan verifikasi lapangan, untuk memastikan kebenaran keberadaan organisasi ini. Jangan sampai mereka hanya mendapat domisili, namun justru sekretariatnya tidak ada. Kita akan cek kelengkapan berkasnya langsung di lokasi,” ucapnya.

Berikutnya, setelah semua sudah lengkap, dan Tim Terpadu sudah menyampaikan bahwa itu sudah biasa di acc untuk bisa diterbitkan Tanda Lapor Keberadaan Organisasi, maka akan dicetak keberadaannya. Yakni Surat Tanda Lapor Keberadaan Organisasi yang kemudian akan diserahkan langsung kepada Ketua dari organisasi yang mendaftarkan keberadaan mereka.

“Untuk proses verifikasi, sejak pendaftaran dimulai membutuhkan waktu paling lama 1 minggu. Sementara, untuk proses penerbitan Tanda Lapor Keberadaan Organisasi, biasanya yang membuat lama adalah kesiapan dari pemohon untuk verifikasi lapangan,” ujarnya.

Keberadaan Organisasi wajib mendaftarkan keberadaannya ke Kesbangpol. Hal itu merujuk pada undang-undang ormas, yang menyatakan, organisasi kemasyarakatan harus melaporkan keberadaanya. Tentu dengan ini, pihaknya di Kesbangpol sebagai perangkat pemerintah yang menangani harus menjalankan  tugas itu.

“Semua organisasi wajib melaporkan keberadaannya di Kesbangpol, baik yang sudah berbadan hukum, apalagi  yang belum berbadan hukum. Kami dari Badan Kesbangpol Badung berharap, kedepannya semua organisasi yang ada di kabupaten Badung, untuk penataan agar segera mendaftarkan keberadaannya. Jangan melihat organisasi itu kecil ataupun besar, kita rangkul semua sehingga data itu bisa terintegrasi, dan bisa terdata secara detail. Apalagi sekarang sudah ada sistem online SIDALOK,” paparnya.

Terpisah, Kadis Kominikasi dan Informatika Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra menerangkan, aplikasi SIDALOK ini terus diperbarui setiap tahunnya, agar nantinya dapat mempermudah organisasi atau kelompok masyarakat untuk memohon hibah. Sebab dalam aplikasi ini merupakan bagian dari e-hibah.

“Ini juga berkaitan dengan SKT, kalau sebelumnya tidak secara online. Masyarakat dapat mengakses langsung untuk melakukan pendaftaran,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, adanya SIDALOK ini akan mempermudah masyarakat dan perangkat daerah. Sehingga diharapkan seluruh organisasi dan kelompok masyarakat mendaftarkan diri melalui aplikasi SIDALOK untuk memperlengkap database yang terdata setiap tahun.

“Verifikasi dan tanda tangannya semua dilakukan dengan online, sehingga  mempermudah dan lebih efisien bagi masyarakat, masyarakat juga dapat diuntungkan,” jelasnya. (jas)

Si Jago Merah Lalap Habis Villa Taman Ahimsa Cemagi 

Kebakaran Bangunan Villa Ahimsa yang beralamat di Jalan Padang Nengah, Banjar Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terbakakr Senin (19/2/2024).
Kebakaran Bangunan Villa Ahimsa yang beralamat di Jalan Padang Nengah, Banjar Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terbakakr Senin (19/2/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bangunan Villa Ahimsa yang beralamat di Jalan Padang Nengah, Banjar Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terbakar pada Senin (19/2/2024) sekitar pukul 03.15 WITA.

Kobaran api pada bagian atap villa dengan cepat membesar hingga menyebar ke hunian blok villa lainnya. Terlebih bangunan Villa Taman Ahimsa sebagian besar menggunakaan material bambu, kayu serta beratap ilalang.

Adapun barang yang terbakar terdiri dari 7 blok hunian kamar Villa, 1 blok Bar, 1 blok Balai massage, 1 blok Kitchen, 1 blok Staf Room serta 1 blok Gudang.

Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana menerangkan, berdasarkan keterangan saksi bernama I Wayan Sarwita yang merupakan security yang bekerja disana menerangkan, pada saat itu ia sedang menghandle tamu di dalam Villa dan membawa air ke Villa bawah, lalu tamu yang dia handle  tersebut melihat asap di blok Villa Swit 1 di atas loby.

“Setelah melihat asap tersebut, saksi membawa APAR dan berusaha menyemprotkan gas pemadam, karena api semakin besar akhirnya saksi menyelamatkan tamu menuju ke pantai, lalu kembali ke villa untuk menyelamatkan barang-barang tamu,” jelasnya.

Selanjutnya Saksi menyuruh rekannya atas nama I Putu Hendra Badrianto yang juga selaku security Villa untuk menghubungi pemadam dan membawa tamunya melewati villa sebelah untuk menjauh dari lokasi kebakaran, dan saksi Wayan Sarwita kembali ke depan villa untuk menunggu mobil kebakaran.

“Lalu sekira pukul 07.00 WITA Api baru dapat dipadamkan setelah tujuh unit kendaraan Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman,” ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja dua orang tamu mengalami luka ringan masing-masing pada bagian kaki.

“Untuk kerugian materiil belum bisa dipastikan. Sementara untuk penyebab kebakaran sendiri masih  kita diselidiki,” ucap Adnyana. (jas)

Rencana Dihadiri 57 Negara, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sambut Baik Event MNE dan IMSS Tahun 2025 di Bali

 

PANTAUBSLI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya menyambut baik event Multilateral Naval Exercise (MNE) Komodo yang merupakan salah satu bentuk diplomasi TNI Angkatan Laut dengan menghadirkan kekuatan Angkatan Laut Negara Asing di wilayah perairan Indonesia untuk melaksanakan latihan non Warfighting. Rencananya, pelaksanaan MNE Komodo ke-5 serta International Maritime Security Symposium (IMSS) ke-6 akan berlangsung di Bali pada bulan Februari tahun 2025.

“Saya menyambut baik dan siap mendukung rencana pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo ke-5 di Bali,” ungkap S.M Mahendra Jaya saat menerima Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi beserta rombongan pada Senin (19/2) siang di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

Dikatakan Mahendra Jaya, event ini akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Tahun ini sendiri, Bali akan menjadi lokasi penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan berlangsung pada 18-25 Mei 2024.

“Mulai tanggal 14 Februari 2024 kemarin, Kita sudah memberlakukan pungutan kepada wisatawan asing sebesar 150 ribu yang akan digunakan untuk pelestarian alam, budaya dan alam Bali. Dengan adanya event ini maka tentu ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali,” ungkapnya.

Dijelaskan Mahendra Jaya, pertumbuhan ekonomi Bali sangat bergantung dari sektor pariwisata, khususnya wisatawan mancanegara. Sehingga pada saat pariwisata Bali mengalami cobaan, seperti pada saat peristiwa Bom Bali 1 dan 2, serta saat Pandemi Covid-19 di tahun 2020 dan 2021, perekonomian Bali terkontraksi sangat dalam.

“Pada saat Pandemi Covid-19 di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi menjadi -12,21 YoY, untuk Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata Bali terkontraksi menjadi -16,52% YoY, selanjutnya pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Bali mulai membaik menjadi 0,51% YoY, untuk Kabupaten Badung menjadi -6,74% YoY. Astungkara berkat kebijakan, upaya dan kerja keras bersama dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, para tokoh masyarakat, dan stakeholder terkait lainnya, perekonomian Bali dengan cepat bangkit dan pada Tahun 2023 sudah semakin membaik,” terangnya.

Ditambahkan Mahendra Jaya, berdasarkan data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali Tahun 2023 lebih dari 5,2 juta orang, memang masih lebih rendah dari Tahun 2019 yang sejumlah lebih dari 6,2 juta orang, sedangkan jumlah wisatawan nusantara mencapai lebih dari 9,8 juta orang, juga masih lebih rendah dari Tahun 2019 yang sejumlah lebih dari 10,5 juta orang.

“Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali di Tahun 2023 mencapai 5,71%, melebihi pertumbuhan ekonomi Tahun 2019 sebesar 5,60%,” imbuhnya.

Untuk itu, berbagai event baik skala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Pulau Dewata diharapkan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali.

Sementara itu, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi menerangkan bahwa Multilateral Naval Exercise (MNE) Komodo merupakan event 2 (dua) tahunan yang dilaksanakan pertama kalinya pada 2014. Dimana pada tahun 2023 dilaksanakan di Makassar dengan peserta sebanyak 35 negara.

“Event ini sebagai latihan gabungan nontempur. Penguatan diplomasi untuk keamanan wilayah laut menjadi salah satu fokus kegiatan ini,” jelasnya.

Dipilihnya Bali sebagai lokasi pelaksanaan karena Bali merupakan Ikon pariwisata Indonesia. Selain itu juga sebagai promosi wisata Bali pasca pandemi COVID-19.

“Tidak hanya itu, Kita ketahui bahwa di Bali memiliki sarana dan prasarana pendukung lengkap. Masyarakat dan unsur kemaritiman di Bali sudah terbiasa berkolaborasi dalam penyelenggaraan event internasional. Yang paling penting adalah, dipilihnya Bali karena merupakan permintaan dari Kepala Staf Angkatan Laut Negara Peserta,” jelasnya.

Hadir pada kesempatan ini diantaranya Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana Sekda Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Mertha, Kadis Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, Kadis Sosial P3A Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Boy Jayawibawa, Kadis Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun, Kadis PUPR Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha serta Kaban Kesbangpol Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata.

Pj. Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya Sambut Baik Rencana Pembangunan Gasing Center di Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyambut baik rencana pembangunan Gasing Center di Bali, yang akan bekerjasama antara Pemerintah Daerah dan Pertamina. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi dari ahli fisika dan matematika, Prof. Yohanes Surya, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (19/2).

Diterangkannya lagi, untuk Bali sudah dua (2) Kabupaten yang akan melakukan kerjasama dengan Pertamina untuk melaksanakan pelatihan GASING yang dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yakni Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung.

Prof. Yohanes Surya yang hadir bersama sejumlah pendamping menjelaskan bahwa metode pembelajaran GASING (Gampang, Asik dan Menyenangkan) ini adalah proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.

“Pentingnya proses langkah demi langkah ini dalam metode GASING tercermin sewaktu anak-anak belajar suatu topik, dimana terdapat titik kritis yang harus mereka lewati, kemudian setelah mencapai titik kritis ini mereka tidak akan sulit lagi mengerjakan soal dalam topik tersebut. Metode ini digunakan sambil menunjukkan video pembelajaran di Manokwari Selatan, Papua Barat,” ungkap Prof. Yohanes menjelaskan bagaimana metode GASING mengubah pola pikir belajar matematika jadi lebih menyenangkan.

Ditambahkannya lagi, metode GASING diciptakan untuk menghilangkan momok belajar matematika yang mengerikan bagi beberapa pelajar di Indonesia. Hitungan, menghafal rumus, hingga melihat angka-angka membuat banyak anak enggan untuk belajar menyukai pelajaran satu ini.

Pada kesempatan yang baik ini, Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya yang didampingi oleh Kepala Bappeda, I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, I Wayan Sarinah menyampaikan keinginannya untuk kembali melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Bali Mandara. “Saya berencana akan kembali melanjutkan pola pendidikan SMA dan SMK Bali Mandara. Karena salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan adalah melalui pendidikan untuk anak-anak. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa saat SMA dan SMK Bali Mandara beroperasi, mampu menghasilkan lulusan yang luar biasa. Berprestasi dan bersaing tidak hanya di dalam negeri, namun mampu masuk di perguruan ternama luar negeri, padahal anak-anak tersebut berasal dari keluarga yang memang benar-benar tidak mampu (miskin),” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, bahwa syarat mereka masuk dan diterima di SMA/ SMK Bali Mandara adalah mereka yang berasal dari keluarga yang miskin. “Kita tidak akan pernah menyangka mereka berasal dari keluarga yang miskin, namun mereka memiliki rasa “jengah/ tantangan” untuk maju dan merubah martabat keluarganya. Sehingga tidak heran, mereka yang merupakan lulusan SMA/ SMK Bali Mandara memiliki kemampuan akademis yang tidak perlu diragukan, dan tidak sedikit dari mereka mampu menjadi calon dokter, calon perwira di Akademi Kepolisian dan sejumlah Universitas unggulan dalam negeri bahkan luar negeri,” tegasnya lagi.

Bersama sejumlah pihak terkait dan sistem “Ngrombo”, pendidikan semi militer dan kedisiplinan yang tinggi, akan mampu terwujud lagi.

30 Warga Binaan Lapas Tabanan Ikuti Program Rehabilitasi Narkotika

Warga binaan Lapas Tabanan menjalani asesmen Program Rehabilitasi Sosial Narkotika tahun 2024.
Warga binaan Lapas Tabanan menjalani asesmen Program Rehabilitasi Sosial Narkotika tahun 2024.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 30 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menjadi peserta Program Rehabilitasi Sosial Narkotika tahun 2024.

Puluhan warga binaan tersebut pun menjalani tes urine oleh Tim Kelompok Kerja (Pokja) Rehabilitasi Sosial Narkotika Lapas Tabanan bekerjasama dengan Asesor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung, Senin (19/2/2024).

“Dari 30 orang WBP yang dites urine hasilnya semua negatif,” ungkap Dokter Lapas Tabanan Luh Putu Tresnadewi.

Setelah selesai dites urine, para peserta rehab lalu mengikuti kegiatan asesmen awal yang dilakukan oleh tiga orang Asesor yang terjadi dari dua orang Asesor dari BNNK Badung yaitu Gede Denny Kartika dan Putu Nata Permata Sari serta satu orang Asesor internal, Luh Putu Tresnadewi.

Adapun asesmen ini bertujuan untuk mengembangkan rencana terapi dan menentukan program atau layanan spesifik yang akan dilakukan terhadap para penyalahguna atau pecandu narkoba.

“Asesmen ini dikerjakan untuk mengetahui 7 domain peserta rehabilitasi yang meliputi status medik, status pekerjaan, status sosial, status ekonomi, riwayat ketergantungan obat, status psikologi dan kasus hukum yang dihadapi,” terang dr. Tresna

Sementara itu, Kepala Lapas Tabanan Muhamad Kameily mengimbau warga peserta rehabilitasi dapat mengikuti kegiatan tes urine maupan asesemen dengan sungguh-sungguh dan berharap mereka dapat terbebas dari ketergantungan obat-obatan terlarang.

“Saya berharap teman-teman Warga Binaan peserta Rehabilitasi dapat mengikuti asesmen dengan baik dan tertib serta aktif dengan memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan yang disampaikan oleh Asesor,” ucapnya.

Pada akhir kegiatan dilaksanakan pengisian World Health Organization Quality of Life (WHOQOL) tahap awal. Aspek yang dinilai dalam pengisian WHOQOL antara lain aspek kesehatan, aspek psikologis, aspek hubungan sosial dan aspek hubungan dengan lingkungan.

Hasil WHOQOL tersebut merupakan salah satu acuan dalam pemberian terapi bagi peserta rehabilitasi yang akan mengikuti program Rehabilitasi Sosial Lapas Tabanan Tahun 2024. (ana)