- Advertisement -
Beranda blog Halaman 470

Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dalam Perayaan Hari Suci Nyepi Çaka 1946

Selamat Hari Raya Nyepi
Selamat Hari Raya Nyepi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Wirawan, SE, mengucapkan selamat merayakan Hari Sucu Nyepi Çaka 1946 kepada seluruh umat sedharma yang merayakan.

Bupati Sanjaya mengajak seluruh masyarakat, terutama di Tabanan agar memperkuat semangat Catur Brata Penyepian. Sehingga, bukan hanya perayaan rutin setiap tahun saja, tetapi juga sebagai momentum untuk selalu memurnikan pikiran agar bersih dan suci.

“Di kesempatan yang baik ini, mari bersama-sama Mulat Sarira (introspeksi diri) melaksanakan Catur Brata Penyepian untuk menumbuhkan pikiran yang bersih dan suci. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, memberikan kerahayaun kepada seluruh umat dan alam semesta,” ujar Sanjaya.

Pimpinan kebanggaan Tabanan tersebut juga menghimbau kepada masyarakat agar memaknai Hari Raya Nyepi dengan sederhana dan tanpa adanya euforia berlebihan. Terlebih, suasana yang harmonis dalam perayaan hari Pengrupukan, sehingga tidak menimbulkan perselisihan antarwarga.

Nekad Curi Motor Teman Kos, Pria asal Kaltim Diringkus Polsek Tabanan

Patricio Sarmento (42), pria asal Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) harus mendakap di Polsek Tabanan karena mencuri motor milik teman kosnya di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan.
Patricio Sarmento (42), pria asal Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) harus mendakap di Polsek Tabanan karena mencuri motor milik teman kosnya di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Patricio Sarmento (42), pria asal Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) diringkus Polsek Tabanan usai mencuri motor milik teman kosnya di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan.

Ia nekad mencuri motor Honda Beat DK 2723 GBG milik Yanus Kambaru (28) asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang sedang terparkir di garasi pada Kamis (7/3/2024) pagi.

Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara mengatakan, team opsnal Polsek Tabanan berhasil meringkus pelaku di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana pada Kamis sore.

“Saat itu pelaku hendak menyeberang menuju Banyuwangi. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Tabanan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/3/2024).

Sumantara menjelaskan, aksi pencurian ini terjadi pada Kamis (7/3/2024) pagi. Saat itu, korban, Yanus Kambaru bangun dan melihat pelaku, Patricio Sarmento, sudah duduk di depan kamar kosnya dengan mengenakan pakaian kerja.

Tidak berselang lama setelah korban mandi, ia mendapati kunci motor yang sebelumnya ditaruh diatas meja sudah tidak ada. Korban langsung mengecek motornya di garase dan mendapati motornya sudah hilang.

Korban juga sempat ke tempat kerjanya di Hotel Waka Gangga untuk menananyakan keberadaan pelaku namun tidak ada. Korban juga tidak bisa menghubungi pelaku lewat sambungan telepon.

“Modusnya pelaku dengan mudah mengambil sepeda motor karena mengetahui korban menaruh kunci kontak sepeda motor di atas meja  kamar tidur. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sebesar Rp18,7 juta,” jelasnya.

Atas kejadian itu, korban langsung melapor ke Polsek Tabanan. Kemudian, dari hasil penyelidikan tim opsnal memperoleh informasi bahwa pelaku mengarah ke Jembrana. Atas koordinasi dengan petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, pelaku akhirnya berhasil ditangkap sekitar pukul 16.00 WITA.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit motor Honda Beat hitam DK 2723 GBG beserta STNK dan dua buah kartu ATM.

“Hasil interogasi, pelaku mengaku telah mencuri satu unit sepeda motor. Kemudian, dibawa ke Banyuwangi untuk mencari pekerjaan,” ungkap Sumantara. (ana)

Bupati Jembrana Ikuti Upacara Melasti di Pantai Pengambengan 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, mengikuti prosesi melasti di Pura Segara Pantai Pengambengan Kecamatan Negara, Jumat (8/3/2024).
Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, mengikuti prosesi melasti di Pura Segara Pantai Pengambengan Kecamatan Negara, Jumat (8/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu menggelar upacara Melasti, termasuk  dikabupaten Jembrana. Pelaksanaan melasti diiikuti ribuan masyarakat Hindu dipusatkan di lima titik pantai dan pura segara masing masing kecamatan.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang turut hadir bersama istri serta Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna,mengikuti prosesi melasti di Pura Segara Pantai Pengambengan Kecamatan Negara, Jumat (8/3/2024).

Upacara diawali dengan persembhyangan bersama. Kemudian penyucian kelaut berbagai pratima dan pralingga oleh masing masing desa  adat. Sebelumnya, bupati bersama jajaran sempat menghaturkan upacara mulang pekelem ketengah laut.

“Hari melasti ini saya ikut prosesi upacara sekaligus melihat langsung keberagaman masing masing desa adat, menyucikan ida betare serta sesuhunan masing masing. Astungkara karena semangat mengemban tugas diadat, upacara hari ini lancar dan kompak,” ucapnya.

Bupati juga menekankan,  kekompakan dalam beragama inilah yang diharapkan sehingga prosesi agama itu bisa tetap ajeg dan membawa berkah bagi semua.

“Senantiasa  rahayu dan  Ida Sanghyang Widi Wasa memberikan penganugerahaan keselamatan untuk kita semua,” tuturnya.

Secara khusus Bupati mengingatkan pentingnya toleransi dan kerukunan, mesti dijunjung tinggi. Sikap itu dengan tidak terpancing provokasi yang memperkeruh suasana toleransi. Terlebih rangkaian hari raya beda agama  berdekatan.

“Mari bantu saling toleransi yang tinggi, mogi-mogi semua masyarakat Jembrana memahami ini semuanya.

Baik kita umat sedharma maupun umat-umat yang lain Jangan sampai ada memancing-mancing, semuanya guyub rahayu saling komunikasi yang baik, saling ngejot, saling mengucapkan rasa syukur, ” kata Bupati Tamba.

Disisi lain menurut Ketua Majelis Desa Adat ( MDA )  Jembrana , I Nengah Subagia secara umum perayaan hari raya nyepi diawali upacara Melasti. Kemudian yang kedua ada tawur, ketiga sipeng, serta terakhir  ngembak.

Berkaitan dengan pelaksanaan mekiis/melasti hari ini, menurutnya bisa terselenggara dengan baik karena  didukung dengan kehadiran umat di Segara Pengambengan.

“Jadi pada prinsipnya dengan diadakan setahun sekali ini kita sudah ada kordinasi dengan pihak desa dinas di Pengambengan. Berkaitan dengan toleransi  kerukunan sudah kita sesama umat melalui MKUB Kecamatan dan Kabupaten sudah dilaksanakan kordinasi yang baik. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan serangkaian hari nyepi ini berjalan sesuai dengan harapan,” terangnya .

Selaku pimpinan majelis desa adat, Subaga juga berharap tiap tahun kualitas perayaan hari raya Nyepi semakin berkualitas. Salah satunya melalui tata cara melaksanakan catur brata penyepian dengan sungguh sungguh.

Dijelaskannya, dengan melaksanakan catur brata penyepian dengan sungguh-sungguh artinya kita bisa  memaknai arti  pelaksanaan hari suci nyepi.

“Jadi silakan laksanakan brata penyepian amati karya, amati geni, amati lelungan, amati lelanguan. Kalau sudah itu dilaksanakan dengan khusyuk, semua umat sedharma termasuk juga umat yang tergabung dalam MKUB dapat berjalan sama-sama sehingga kerukunan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya. (rls)

Lima Rangkaian Hari Raya Nyepi dari Melasti hingga Ngembak Geni, Simak Penjelasannya

Upacara melasti sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.
Upacara melasti sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.

PANTAUBALI.COM – Hari Raya Nyepi diperingati setiap satu tahun sekali oleh umat Hindu. Peringatan ini menjadi momen sakral bagi semua umat Hindu di seluruh Indonesia untuk menyambut pergantian tahun Saka.

Perayaan hari suci Nyepi sendiri dirangkaikan dengan beberapa upacara lain, mulai dari melasti hingga ngembak geni. Tujuannya sendiri ialah untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan melakukan ritual pembersihan diri atau Bhuana Alit dan alam semesta atau Bhuana Agung.

Berikut adalah lima rangkaian upacara Hari Raya Nyepi:

  1. Melasti

Upacara melasti atau yang dikenal juga dengan melis adalah ritual yang dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Melasti sendiri merupakan proses pembersihan sarana sembahyang di pura dengan cara penyucian secara simbolis ke laut atau sungai. Biasa setiap desa khususnya di Bali, menggelar upacara ini di waktu yang berbeda-beda.

Adapun makna dari melasti ini adalah menghanyutkan kotoran dengan menggunakan air kehidupan atau Tirtha Amertha. Umat Hindu percaya bahwa air laut atau sungai dianggap sebagai sumber Tirta Amertha.

Untuk pelaksanaan upacaranya sendiri, umat Hindu akan membawa Jempana atau stana Ida Bhatara beserta benda-benda suci di Pura untuk diarak menuju laut.

Setelah itu, semua benda yang disucikan akan disemayamkan kembali pada satu pura hingga sehari setelah hari raya Nyepi. Selanjutnya akan dikembalikan lagi ke pura masing-masing.

 

2. Mecaru atau Tawur

Upacara mecaru atau tawur ini dilaksanakan tepat pada hari Tilem Sasih Kesanga (bulan mati ke-9) atau sehari sebelum Nyepi. Upacara ini akan dilaksanakan pada masing-masing rumah, desa hingga kecamatan.

Dalam upacara ini, umat akan membuat sesajen untuk dihaturkan kepada para Bhuta Kala atau simbol hal negative yang menganggu kehidupan manusia beserta alam semesta. Upacara ini dimulai dengan tahapan upacara Bhuta Yadnya di perempatan jalan atau lingkungan rumah masing-masing dengan menggunakan sarana banten caru.

Terdapat tiga jenis tingkatan Bhuta Yadnya yakni Panca Sata (Kecil), Panca Sanak (sedang) dan Tawur Agung (besar).

Kemudian, untuk banten caru sendiri terdiri dari nasi manca warna atau nasi lima warna yang berjumlah Sembilan tanding atau paket yang berisi lauk pauk berupa ayam brumbun (warna-warni), tetabuhan arak atau tuak, dan sarana lainnya.

 

3. Pengerupakan

Setelah pelaksanaan upacara mecaru, umat Hindu akan menyebar nasi tawur dan membuat api atau obor. Tujuannya adalah untuk menerangi pekarangan rumah dengan sejenis makanan bernama mesiu.

Kemudian, dibarengi dengan membunyikan benda-benda seperti kentongan untuk menghasilkan suara ramai hinga gaduh. Hal itu dilakukan untuk mengusir para Bhuta Kala dari pekarangan rumah dan sekitarnya.

Pada momen ini biasanya setiap desa adat akan mengarak ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala. Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa lalu dibakar untuk menghilangkan hal negatif yang bisa menganggu kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.

 

4. Nyepi

Puncak dari rangkaian acara diatas adalah Hari Suci Nyepi. Saat Nyepi, umat Hindu dilarang beraktivitas keluar rumah seperti biasanya dan dianjurkan melakukan puasa. Sebab umat Hindu melaksanakan ritual yang dikenal dengan Catur Brata Penyepian, yakni:

  • Amati Geni: tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
  • Amati Karya: tidak melakukan kegiatan kerja jasmani.
  • Amati Lelungan: tidak bepergian keluar rumah.
  • Amati Lelanguan: tidak menunjukkan kesenangan atau liburan melainkan pemusatan pikiran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Proses Nyepi dilakukan selama 24 jam atau satu hari penuh, yang dimulai saat matahari menyingsing hingga keesokan harinya.

 

5. Ngembak Geni

Upacara terakhir dari rangkaian Hari Raya Nyepi adalah Ngembak Geni. Prosesi ini dilakukan sehari setelah Nyepi. Biasanya Umat Hindu akan berkunjung ke rumah keluarga atau tetangga untuk silaturahmi dan salah memaafkan.

Hal ini dilakukan karena umat Hindu memegang prinsip Tattwam Asi yang artinya aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Meskipun berbeda keyakinan, derajat manusia tetap sama di hadapan Tuhan. Sehingga membuat Hindu mengedepankan hidup rukun dan damai.

 

Itulah penjelasan mengenai rangkaian upacara Hari Suci Nyepi, mulai dari melasti hingga Ngembak Geni. Mari saling menghormati dan menjaga toleransi antar umat beragama agar kehidupan berjalan tentram dan damai.

Jaga Ketahanan Pangan, DPRD Tabanan Rancang Perda Lahan Pangan Berkelanjutan

Sekretaris Pansus I I Gusti Nyoman Omardani
Sekretaris Pansus I I Gusti Nyoman Omardani

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan berencana akan membuat peraturan daerah (Perda) tentang lahan pangan berkelanjutan.

Perda ini dibuat untuk menunjang program pemerintah dalam usaha menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Tabanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani. Menurutnya, Perda ini juga sebagai penjabaran dari pemberlakuan kebijakan lahan sawah yang dilindungi (LSD).

“Sebab dari ditetapkannya LSD, masyarakat pemilik lahan persawahan yang masuk kawasan praktis malah tidak bisa menikmati nilai ekonomis dari lahannya sendiri di luar sektor pertanian, sehingga harus ada peraturan yang mengatur tentang kondisi tersebut,” jelasnya Jumat (8/3/2024).

Omardani menjelaskan, nantinya peraturan ini juga akan memuat kebijakan terkait kompensasi terhadap penerapan kawasan LSD.

“Namun kompensasi belum ditentukan nantinya seperti apa. Apakah akan berbentuk keringanan pajak atau hal lainnya. Karena masih memerlukan pembahasan lebih lanjut,” ungkapnya.

Adapun draf rancangan Perda tersebut diperkirakan mulai masuk ke DPRD Tabanan padq April 2024 mendatang. Kemudian pihaknya juga harus menyiapkan naskah akademis dari perguruan tinggi yang ditunjuk.

“Target pembahasannya dimulai April dan harus selesai akhir tahun 2024 ini. Sehingga Perda bisa segera disosialisasikan,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Kabupaten Tabanan telah menetapkan Perda RTRW yang berkaitan dengan penetapan luas LSD.

Namun dalam prosesnya, ada perbedaan data antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan Pemkab Tabanan mengenai luas LSD. Data dari kementerian menyebut LSD di Tabanan seluas 19.100 hektare yang mengacu pada peta yang diperoleh dari citra satelit.

“Data kementerian tersebut mencakup lahan- lahan sawah yang telah dimiliki investor namun belum digarap. Sedangkan versi data Pemkab Tabanan menyebut luas LSD mencapai 16.100 hektare dengan menyisihkan lahan-lahan sawah yang telah dimiliki oleh investor,” imbuhnya. (ana)

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Hadiri Entry Meeting BPK RI untuk Pemerintah Daerah tahun 2023

 

PANTAUBALI.COM, Jakarta – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya menghadiri Entry Meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, dan sekaligus koordinasi pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2023 di lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) VI bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diselenggarakan pada Jumat (8/3) siang di Auditorium Gedung Tower BPK RI Pusat, Jakarta.

Seperti dijelaskan Pimpinan Pemeriksaan KN VI BPK RI Pius Lustrilanang, acara ini merupakan proses awal dalam memulai pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, serta kesiapan pemerintah daerah bersangkutan.

Entry meeting merupakan bentuk komunikasi awal antara BPK selaku pemeriksa dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang akan diperiksa dengan tujuan untuk mewujudkan kesamaan persepsi terhadap proses serta pelaksanaan pemeriksaan. “LKPD merupakan perwujudan akuntabilitas dan keterbukaan dalam penggunaan anggaran negara sekaligus menunjukkan prestasi kerja dalam penggunaan anggaran,” tukasnya.

Terlebih menurutnya, ada Rp 873,75 triliun dana pusat yang diberikan ke daerah-daerah dalam berbagai bentuk mulai dari dana bagi hasil, alokasi umum hingga dana desa. “Agar pengelolaan dana ini benar-benar digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berharap pimpinan lembaga dan daerah bisa bersinergi maksimal dan berkomunikasi efektif serta menyediakan database atau aplikasi pendukung pelaksanaan pemeriksaan nantinya.

Pemprov Bali sendiri telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sepuluh kali berturut-turut dari BPK.

Menurut Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, opini WTP bukan tujuan akhir. Namun, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah menjadi tujuan utama.“Kami bertekad, berupaya dan berharap agar opini WTP tersebut tetap berlanjut dan dapat dipertahankan,” kata Mahendra Jaya saat memberikan sambutan pada acara Entry Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2023 di Denpasar belum lama ini.

Pj Gubernur Mahendra Jaya dalam kesempatan tersebut, hadir bersama sejumlah Kepala Daerah se-Indonesia Tengah dan Timur yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Tengah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Suharti, Plt. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Rizka Andalusia, Direktur Utama BPJS Kesehatan Bapak Ali Ghufron Mukti dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro.

Hadir pula mendampingi Pj Gubernur Bali, Kepala Inspektorat Provinsi Bali I Wayan Sugiada.

Ogoh-Ogoh ST Kembang Sari Desa Banyubiru Juara Masikian Festival 2024

Penyerahan hadiah kepada ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, pemenang lomba dalam Masikian Festival 2024.
Penyerahan hadiah kepada ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, pemenang lomba dalam Masikian Festival 2024.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Gelaran Masikian Festival Tahun 2024 yang mengangkat tema ‘Abhitah Yowana Catha’ telah berlangsung sukses dengan menghadirkan lomba ogoh-ogoh dewasa, ogoh-ogoh mini dan sketsa ogoh-ogoh selama tiga hari dari tanggal 5-7 Maret di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.

Pada malam terakhir, Kamis (7/3/2024) gelaran Masikian Festival secara resmi ditutup oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba ditandai dengan penyerahan penghargaan bagi para ST (Seka Truna) pemenang lomba pada tiga kategori tersebut.

Tidak hanya penyerahan hadiah lomba semata, pada malam terakhir Masikian Festival juga diisi hiburan oleh band-band lokal Jembrana seperti Roxx Kids, Bocah Tua Nakal, Senar Putus dan +62 Reborn. Dan yang menjadi guest starnya yakni Bagus Wirata.

Ketua Pasikian Yowana Jembrana, Putu Ferry  menyampaikan, hasil dari penilaian juri telah menetapkan dari 15 Ogoh-ogoh yang telah tampil dalam Masikian Festival tahun ini, berhasil meraih Juara I, ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru dengan tema ogoh-ogoh ‘Mebarung Gelung’.

Sementara itu, untuk juara II, ST. Satya Dharma Kerti Banjar Adat Cempaka, Desa Pahyangan, dengan tema ogoh-ogoh ‘Nyapa Kadi Aku’, dan juara III ST. Eka Jaya Sari Banjar Adat Bunut Bolong Desa Manggissari dengan tema ogoh-ogoh ‘Kumbakarna Lina’.

Untuk Juara Harapan I diraih, ST. Satya Dharma Banjar Adat Dana Sari Desa Adat Ekasari, dengan tema ogoh-ogoh ” Kawah Candra Gowuka”, dan Juara Harapan II, ST. Yuwana Dharma Kanthi Banjar Adat Peh, Desa Adat Kaliakah dengan tema ogoh-ogoh “Kaliakan”.

Disampaikan pula, untuk para pemenang berhak mendapatkan piala dan uang tunai. Untuk Juara I mendapatkan uang tunai sebesar Rp15 juta, Juara II, Rp12 juta, dan Juara III, uang tunai sebesar Rp10 juta. Sementara Juara Harapan I dan II, masing-masing  uang tunai Rp7 juta.

“Kami ucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Ogoh-Ogoh dewasa dari para yowana Jembrana, serta tetap semangat dan terus berkreativitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tamba disela-sela kegiatan mengungkapkan, apresiasi kepada hasil karya ogoh-ogoh baik itu dari ogoh-ogoh dewasa, ogoh-ogoh mini, sketsa ogoh-ogoh dari para sekehe teruna.

Masikian Festival telah memberi ruang yang sangat luar biasa bagi para sekehe teruna dalam berkreativitas khususnya dalam menciptakan seni ogoh-ogoh, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Ditambahnya, hasil karya ogoh-ogoh dengan tema yang beragam mengangkat isu-isu sosial atau lingkungan, hingga kisah pewayangan yang tidak lepas pada aspek estetika dan keindahan desainnya.

“Untuk itu, astungkara ditahun depan kita akan menaikan dana kreativitas ogoh-ogoh yang sebelumnya per- ST memperoleh Rp2,5 juta menjadi Rp3 juta.  Ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kreativitas yowana-yowana yang ada di Jembrana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba yang didampingi Ny. Candrawati Tamba juga turut mengajak para yowana untuk “Masikian” bersatu padu bersama-sama mewujudkan Jembrana Emas 2026.

“Tentu untuk mewujudkan cita-cita besar, Jembrana Emas 2026 butuh dukungan dan komitmen semua lapisan masyarakat dan para yowana itu ada didalamnya. Selamat menyambut hari raya Kuningan dan Nyepi dan khusus untuk Nyepi lakukan Catur Brata Penyepian dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

Hasil penjurian dari lomba ogoh-ogoh mini, yang menjadi juara I yakni ST. Yowana Dharma Cakra Desa Adat BB Agung, juara II ST. Satya Werdhi Desa Adat Sangkaragung, dan juara III yakni ST. Guna Widya Desa Adat Kertha Jaya Pendem.

Kemudian untuk sketsa ogoh-ogoh yang menjadi juara I yakni ST. Satya Dharma Kerti Desa Pahyangan, juara II ST. Susila Karya Desa Adat Berangbang, dan juara III yakni ST. Yowana Dharma Kanti Banjar Peh Desa Adat Dharma Laksana.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Sekda Made Budiasa, Kepala Kemenag Jembrana, I Gede Sumarawan, Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD terkait, MDA Kabupaten Jembrana, Pasikan Yowana Jembrana serta Seka Truna (ST). (rls)

Bupati Jembrana Salurkan Beras CPP Tahap II Menjelang Kuningan dan Nyepi

Penyerahan bantuan beras CPP tahap II tahun 2024 ke masing-masing desa/kelurahan di Jembrana, Kamis (7/3/2024).
Penyerahan bantuan beras CPP tahap II tahun 2024 ke masing-masing desa/kelurahan di Jembrana, Kamis (7/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Dalam rangka menyambut hari raya Kuningan dan hari suci Nyepi serta memasuki bulan Ramadhan, Pemkab Jembrana kembali melanjutkan distribusi beras cadangan pangan pemerintah (CPP) tahap II tahun 2024 ke masing-masing desa/kelurahan, Kamis (7/3/2024).

Bantuan beras CPP tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi istri Ny Candrawati Tamba serta Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Jembrana I Made Yasa.

Total sebanyak 17.006 keluarga penerima manfaat (KPM) di masing-masing  desa/kelurahan se kabupaten Jembrana. Masing-masing KPM menerima bantuan 10 kilogram (kg) beras.

Selain menyambut hari raya, pembagian beras ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat ditengah melonjaknya harga kebutuhan pokok khususnya beras.

“Adanya bantuan CPP tahap kedua ini sangat membantu masyarakat Jembrana. Saya sebagai Bupati mengucapkan terimakasih, semoga apa yang telah disalurkan hari ini dapat bermanfaat,” kata Bupati Tamba.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga kurang mampu,  bilamana memiliki anak yang masih sekolah di SMA/SMK yang ingin melanjutkan sekolah akan diberikan beasiswa.

“Dalam hal ini bagaimana orang tua yang sekarang ini tercatat sebagai keluarga kurang mampu kalau punya anak SMA, mari kita berikan beasiswa kemudian juga ada balai latihan kerja gratis 3 bulan ajaklah kesini kita akan berangkatkan keluar negeri agar dapat merubah kondisi keluarga,“ tegasnya. (rls)

MDA Tabanan Imbau Umat Muslim Sholat Taraweh Tanpa Pengeras Suara

Ketua MDA Tabanan I Wayan Tontra.
Ketua MDA Tabanan I Wayan Tontra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Majelis Desa Adat (MDA) Tabanan menghimbau agar umat muslim yang melaksanakan sholat taraweh untuk tidak menggunakan pengeras suara.

Aturan itu ditetapkan sebagai bentuk toleransi umat beragama. Salah satunya saat umat muslim melaksanakan pelaksanaan sholat taraweh yang bertepatan dengan Perayaan Hari Suci Nyepi baru saka 1946 pada Senin, 11 Maret 2024 mendatang.

Ketua MDA Tabanan I Wayan Tontra mengatakan, aturan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi PHDI Bali, MDA Provinsi, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, Polda Bali bersama lembaga terkait masing-masing umat agama.

“Kami di Tabanan sudah menindaklanjuti hasil pertemuan itu dan tetap memegang teguh toleransi,” ujarnya, Jumat (8/2/2024).

Selain tidak menggunakan pengeras suara, dikatakan Tontra, umat muslim yang akan melaksanakan ibadah taraweh juga diimbau agar beribadah di mesjid terdekat. Tujuannya agar bisa dijangkau dengan berjalan kaki dan tidak menggunakan kendaraan.

Selain itu, pelaksanaan sholat nanti juga akan melibatkan pecalang dan polisi untuk melakukan pengawalan secara interen umat muslim di Kabupaten Tabanan.

“Tanggung jawab keamanan memerlukan kerjasama antara pecalang, Bhabinkamtibmas dan aparat keamanan lain di desa masing-masing,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan wujud toleransi tersebut diharapkan jalannya perayaan hari suci nyepi dan bulan ramadhan bisa berjalan tentram dan damai.

“Semoga umat bisa menjaga toleransi, meskipun di tengah masyarakat majemuk,” harapnya. (ana)

Anggaran Pilkada 2024 di Tabanan Capai Rp41,2 Miliar

Ilustrasi anggaran pilkada. (Foto: RRI)
Ilustrasi anggaran pilkada. (Foto: RRI)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan mendapatkan anggaran Pilkada 2024 sebesar Rp41,2 miliar lebih.

Seluruh anggaran ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan selama perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan pada November 2024 mendatang.

Sekretaris KPU Tabanan I Nyoman Swandika menjelaskan, rincian penggunaan anggaran tersebut yakni mencakup biaya honorarium pokja dan penyelenggara Pilkada sebesar Rp10,2 miliar atau sekitar 24,85 persen. Kemudian, untuk kebutuhan barang dan jasa Rp31 miliar atau sekitar 75,15 persen.

“Secara garis besar, penggunaan anggaran ini untuk belanja dan honor. Namun, untuk detail rinciannya saya tidak hapal,” ujarnya, Jumat (8/3/2024).

Ia menyebut, untuk pencairan anggaran ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pencairan pertama sudah dilakukan pada 27 November 2023 lalu sebesar 40 persen dari anggaran.

“Sedangkan sisanya lagi 60 persen akan dicairkan paling lambat 5 bulan sebelum Pilkada berlangsung,” sambungnya.

Swandika menambahkan, jika dibandingkan anggaran Pilkada tahun sebelumnya pada 2020 lalu hanya mencapai Rp32 miliar, maka anggaran tahun ini mengalami peningkatan.

“Anggaran Pilkada sebelumnya bersumber dari APBD Tabanan sebesar Rp26,8 miliar dan ditambah dana dari APBN. Kalau tahun ini semuanya bersumber dari APBD,” tambahnya. (ana)