- Advertisement -
Beranda blog Halaman 466

Dukung Penurunan Stunting, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Dorong Penanaman Padi Inpari Nutri Zinc

 

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya menyambut baik panen perdana Padi varietas Inpari Nutri Zinc yang tak hanya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani namun juga mampu berperan penting dalam upaya penanganan stunting terutama di Provinsi Bali. “Saya berbahagia sekali dalam kesempatan ini, luar biasa dengan panen perdana Padi Inpari Nutri Zinc yang punya banyak kelebihan dan dikenal kaya gizi,” tandas Pj. Gubernur di sela prosesi Gerakan Panen Padi di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Jumat (15/3) pagi.

Pj. Gubernur menyebutkan, varietas padi ini harus lebih banyak disosialisasikan kepada masyarakat khususnya para petani di Bali. Karena punya keunggulan dibandingkan varietas lain seperti dapat dipanen umur ±115 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 16,60%, serta potensi hasil dapat mencapai 9-10 ton/hektar. “Kandungan zinc dalam beras Inpari Nutri Zinc mencapai 34,5 ppm. Zinc berperan penting dalam sistem reproduksi, daya tahan tubuh untuk ibu hamil dan kesehatan balita jadi bisa membantu menangani stunting,” katanya. “Ini penting karena penanganan stunting adalah amanat langsung dari Bapak Presiden dan jadi prioritas bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, meskipun kini angka stunting di Bali paling rendah secara nasional, ” imbuhnya lagi.

Pria kelahiran SIngaraja ini juga menyebut dengan umur tanam yang 115 hari dan tingkat kerusakan pecah gabah dibawah 5 persen, maka para petani pun bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan langsung dari pembudidayaan padi Inpari Nutri Zinc. “ Ini tentu menguntungkan petani. Dan kita tahu beras komoditas penting dan strategis. Kalau orang Bali atau orang Indonesia belum makan nasi belum makan rasanya,” kata Mahendra Jaya. “ Ke depan kami dari pemerintah inginnya yang penting harga beras terjangkau. Kita ingin petani senyum dan masyarakat juga bisa membeli beras,” tambahnya lagi.

Terkait itu, Pj. Gubernur juga menyampaikan Provinsi Bali saat ini meraih predikat terbaik dalam capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2023 yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Astungkara. Kita IKP tertinggi tahun 2023 bahkan skornya meningkat dari 85 menjadi 87,65 persen, Tepuk tangan untuk para petani kita yang luar biasa dengan support juga, ngrombo dari banyak pihak,” ungkapnya. “Meski demikian tetap jangan lengah. Karena penduduk Bali ini meskipun hanya 4,3 jiwa namun konsumsi pangan di Bali bisa 5-6 kali lipat menghitung pendatang dan wisatawan” imbuhnya lagi.

Sementara itu Pekaseh Subak Gadon 1 Pandak Gede, Gede Made Budi Artawan, mengungkapkan bahwa pada Inpari Nutri Zinc yang benihnya dibantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, telah ditanam di lahan seluas 77 hektar dari total 140 hektar yang dikelola 341 petani di kelompok subak setempat. “Terimakasih banyak atas bantuan bibit yang sangat membantu kami, dan luar biasa ternyata hasil panennya yang jauh diatas rata-rata. Biasanya (padi lain, red) paling banyak 8,5 ton per hektar. Sekarang bahkan sempat ada yang 11,5 ton per hektar,” tandas Budi Artawan.

Diluar hal tersebut, Budi Artawan juga menyampaikan dirinya dan kelompok subak setempat berharap pemerintah terus menaruh perhatian pada para petani terutama berkaitan dengan permasalahan sistem irigasi, yang belakangan mulai menunjukkan gejala pendangkalan serta kebocoran di sana-sini.

Dalam Gerakan Panen Padi Inpari Nutri Zinc tersebut, Pj. Gubernur Mahendra Jaya berkesempatan secara simbolis memotong padi yang sudah siap panen bersama sejumlah undangan lain. Pj. Gubernur juga mencoba langsung alat mesin pertanian (Alsintan) combine harvester yang selain sebagai alat panen, juga mampu membajak sawah hingga merontokkan padi, dengan kecepatan memotong 50 persen lebih efisien dari pekerja manual.

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tabanan A.A. Dalem Trisna Ngurah, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Bali I Made Rai Yasa,

Pengelola DTW Jatiluwih Pastikan Dua WNA Korban Tanah Longsor di Vila Yeh Baat Dapat Santunan

Evakuasi 2 WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).
Evakuasi 2 WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih memastikan dua warga negara asing (WNA) yang tewas dalam peristiwa tanah longsor di Vila Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan pada Kamis (14/3/2024) kemarin mendapatkan santunan kematian.

Asisten Manager II Pengelola DTW Jatiluwih I Gede Made Alitoya Winaya mengatakan, untuk pemberian santunan pihaknya bekerjasama dengan asuransi Proteksindo.

“Kami dari pihak DTW sudah melaporkan ke pihak asuransi dan sekarang masih dalam proses. Untuk besaran kompensasi yang diberikan belum bisa dipastikan karena masih dalam proses,” jelasnya, Jumat (15/3/2024).

Made Alitoya menjelaskan, kompensasi ini memang diberikan oleh DTW sebagai bentuk tanggung jawab pengelola karena vila berada di kawasan DTW Jatiluwih.

Selain itu, tiket yang dibeli oleh setiap wisatawan yang berkunjung memang sudah termasuk tanggungan asuransi jika sewaktu-waktu wisatawan mengalami musibah.

Adapun harga tiket yang berlaku saat ini untuk wisatawan mancanegara yakni dewasa Rp40 ribu dan anak-anak Rp30 ribu.

“Kami sebagai pihak pengelola DTW Jatiluwih hanya menunaikan tanggung jawab kepada wisatawan. Sedangkan, terkait tanggung jawab dari pemilik Vila Yeh Baat nanti beda lagi tergantung kebijakan pemilik,” ungkapnya.

Ditanya terkait dampak peristiwa tanah longsor terhadap jumlah kunjungan wisatawan di DTW Jatiluwih, Alitoya mengaku, hingga saat ini kunjungan masih normal atau tidak terjadi penurunan wisatawan. Bahkan, kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asing.

“Dari pantauan kami hingga saat ini kunjungan masih normal seperti sebelum peristiwa kemarin,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan WNA tertimbun longsor saat sedang menginap di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis (14/3/2024) pagi.

Identitas WNA perempuan bernama Angelina (47) asal Australia. Sedangkan laki-laki bernama Luciano JH (51) asal Belanda.

Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh petugas evakuasi. Setelah proses evakuasi, kedua korban langsung di bawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah. (ana)

Lansia dari Desa Tangguntiti Hilang Sejak 3 Hari, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR lakukan pencarian lansia 83 tahun di Desa Tangguntiti, Tabanan yang hilang.
Tim SAR lakukan pencarian lansia 83 tahun di Desa Tangguntiti, Tabanan yang hilang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang lansia warga Banjar Batanbuah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan dikabarkan hilang sejak Rabu (13/3/2024) kemarin.

Korban bernama Ni Nyoman Mendri (83) diketahui meninggalkan rumah sejak pagi. Saat itu ia mengenakan kebaya putih, kamen (kain) kehijauan kotak-kotak. Ciri-ciri fisiknya kurus, tinggi sekitar 165 cm, rambut lurus dan kulit sawo matang.

Informasi kehilangan tersebut baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pagi ini, Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 08.20 Wita.

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya mengatakan, berdasarkan keterangan pihak pelapor bahwa Ni Nyoman Mendri mengalami hilang ingatan.

“Dari data pihak kepolisian juga mencatat bahwa korban sempat terlihat oleh warga berjalan ke arah selatan di jalan Batanbuah,” terangnya.

Merespon laporan tersebut, Kantor Basarnas Bali menggerakkan 7 personil menuju lokasi. Sementara unsur SAR lainnya yang terlibat yakni Dit Samapta Polres Tabanan, Babhinkamtibnas, Potensi SAR Dog, Reskrim Polsek Tabanan, Bali Buana Rescue dan masyarakat setempat.

“Pencarian awal dimulai tim SAR gabungan dengan menyisiri sungai, yang berada kurang lebih 300 meter di belakang rumahnya,” ucapnya

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan pencarian di sepanjang jalan sekitar area rumahnya namun tak membuahkan hasil.

“Pencarian saat ini masih dilakukan, selanjutnya tim SAR gabungan mencari di seputaran ladang dengan banyak pohon bambu,” imbuh Sidakarya. (ana)

Cuaca Ekstrem, Pelayanan PDAM Tabanan Terganggu

Petugas teknisi Perumda TAB Tabanan lakukan perbaikan saluran pipa yang terdampak cuaca ekstrem.
Petugas teknisi Perumda TAB Tabanan lakukan perbaikan saluran pipa yang terdampak cuaca ekstrem.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan ini berdampak pada pelayanan air PDAM Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan terganggu.

Kasubag Humas Perumda TAB I Wayan Agus Suanjaya mengungkapkan, pihaknya menerima sejumlah laporan gangguan dari pelanggan di beberapa daerah.

“Sejak kemarin kami terima laporan adanya gangguan akibat cuaca ekstrem seperti kebocoran pipa akibat tertimpa pohon tumbang,” ujarnya, Jumat (15/3/2024).

Adapun laporan gangguan yang diterima pihaknya seperti terjadi di wilayah Unit Baturiti terdapat kebocoran pipa transmisi 6” di MA Tasakan Perean Barat yang berdampak pada pelanggan di Perean Barat dan sekitarnya. Kebocoran pipa ini disebabkan oleh adanya pohon bambu yang tumbang

“Untuk gangguan ini terjadi pada Kamis (14/3/2024) kemarin. Saat itu juga langsung ditangani oleh petugas teknis sehingga pada sore hari pelayanan sudah kembali normal,” kata Agus Suanjaya.

Selanjutnya pompa di MA Kerobokan, Mekarsari, Baturiti, juga tidak dapat beroperasi secara optimal setelah ada kabel PLN yang tertimpa pohon.

“Untuk gangguan ini juga sudah bisa tertangani dan pelayanan sudah kembali normal,” imbuhnya.

Dari Unit Selemadeg, pihaknya juga mendapatkan laporan pada Rabu (15/3/2024) pompa di MA Kanciana, Kemetug, Selemadeg Timur, tidak dapat beroperasi secara optimal karena ada kabel PLN yang tertimpa pohon tumbang. “Saat ini pelayanan sudah kembali normal,” lanjutnya.

Meskipun pelayanan telah kembali normal, pihaknya tetap mengimbau pelanggan untuk waspada dan senantiasa menampung air. Sebab cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi selama beberapa pekan kedepan. (ana)

Cuaca Ekstrem di Perairan Selat Bali, Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk Keluarkan Surat Edaran

Kondisi Pelabuhan Gilimanuk saat Cuaca Ekstrem.
Kondisi Pelabuhan Gilimanuk saat Cuaca Ekstrem.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Gilimanuk (Syahbandar) mengeluarkan surat edaran untuk nahkoda dan operator kapal penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang.

Surat edaran tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan hal yang tidak diinginkan terjadi saat situasi cuaca ekstrem di perairan Selat Bali.

Dalam surat edaran Nomor AL.202/6/105/UPP.GMK-2024 yang ditandatangani oleh Kepala UPP Kelas II Gilimanuk, I Made Oka pertanggal Kamis (14/3/2024) ini merupakan tindaklanjut dari Surat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor: ME.01.02/PD/13/TKP/III/BMKG-2024, Tanggal 13 Maret 2024 Perihal Peringatan Dini Gelombang Tinggi.

Dalam surat edaran tersebut, Kepala Kantor UPP Kelas II Gilimanuk mengingatkan beberapa hal untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal.

Nakhoda diwajibkan tetap memantau kondisi cuaca dan kapalnya sebelum mengajukan SPB (Surat Persetujuan Berlayar).

Hal itu dikarenakan agar setiap pemberangkatan kapal, agar dapat dipastikan stabilitas kapal positif, dengan penempatan muatan yang memperhitungkan stabilitas kapal, kendaraan yang dimuat di atas kapal dengan cara diikat atau Lashing sesuai ketentuan Cargo Scuring Manual.

Kemudian, kapal-kapal yang di dalam pelayarannya mendapati cuaca buruk, agar segara berlindung ditempat yang aman dengan ketentuan kapal harus tetap siap digerakkan.

Serta, melakukan pemantauan atau pengecekan terhadap kondisi kapal untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal yang menyebabkan terjadinya tumpahan minyak di laut, dan apabila terjadi kecelakaan kapal agar segera berkoordinasi dengan Syahbandar setempat dan melakukan penanggulangan jika terjadi tumpahan minyak di laut, dan atau akibat
lain yang ditimbulkan.

Sementara, Kepala BPTD Satpel Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap kepatuhan nahkoda dan operator kapal terhadap surat edaran tersebut.

“Surat Edaran ini dikeluarkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Selat Bali yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp.

Mengingat beberapa hari belakangan ini yakni pada 8, 12, 13 Maret Pelabuhan Gilimanuk sempat dilakukan penutupan lantaran diterjang cuaca buruk.

“Untuk hari ini, situasi penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk berjalan normal,” pungkasnya. (ana)

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Masyarakat Membangun Yadnya di Puri Kediri

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri upacara Melaspas dan Pasupati Ratu Ayu lan Medengen - dengen di Suci Puri Kediri pada Kamis (14/3/2024).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri upacara Melaspas dan Pasupati Ratu Ayu lan Medengen - dengen di Suci Puri Kediri pada Kamis (14/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujudkan Visi Misi Kabupaten Tabanan yang Aman Unggul Madani dan berbagai bidang kehidupan, di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,S.E.,M.M, pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung dan mengayomi masyarakat dalam pelestarian adat, agama dan budaya.

Dukungan ini tampak melalui kehadirannya dalam undangan upacara Melaspas dan Pasupati Ratu Ayu lan Medengen – dengen di Suci Puri Kediri pada Kamis (14/3/2024).

Upacara pemelaspasan yang jatuh pada Wraspati Kliwon Langkir tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Putra Kekeran Duk Walaka, IB Sudarsana.

Pelaksanaan yadnya ini merupakan hasil gotong-royong punia semeton Puri Kediri yang terdiri dari 49 KK Puri Kediri dan Pekandel yang kurang lebih berjumlah 100 KK, selain itu pelaksanaan upacara ini juga mendapatkan bantuan dari pihak-pihak lainnya.

Usai prosesi persembahyangan bersama yang berlangsung sakral Bupati Sanjaya melalui sambutannya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh semeton Puri Kediri yang semangat membangun yadnya dalam menjaga kelestarian Adat, Agama dan warisan budaya dengan melangsungkan upacara nangiang Ratu Ayu yang dalam waktu (ratusan tahun) belum pernah ketangiang oleh Puri Kediri.

“Apalagi yang tiang lihat dresta di Kabupaten Tabanan, dalam pelestarian adat agama dan Budaya Kuat sekali, Karena sosiologi masyarakat Tabanan ini adalah masyarakat agraris, yang banyak waktu dan urusannya dalam upakara dan upacara,” ujar Sanjaya.

Melalui momentum ini, kehadiran Sanjaya tidak hanya serta serta merta memberikan dukungan, namun juga selaku murdaning jagat untuk menyaksikan langsung upacara sakral untuk mewujudkan yadnya yang labdha karya dan sida sidaning don.

Pimpinan nomor satu di Kabupaten Tabanan tersebut menilai melalui upacara Nangiang Ratu Ayu yang dilaksanakan oleh Puri Kediri yang merupakan simbol dari kekuasaan, kemakmuran, kekuatan dan tempat memohon kerahayuan ini merupakan tanda-tanda akan simbol kekuasaan dan kekuatan Puri Kediri yang tumbuh kembali.

“Selaku Pemerintah Daerah mengupayakan bagaimana pelestarian adat agama dan budaya, mengayomi, meringankan beban masyarakat ketika masyarakat semangatnya sudah tinggi, meringankan peson-peson biaya, patutlah pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat, itulah tugas pemerintah. Bagaimana pemerintah dan masyarakat harus saling mengayomi yang diatas mengayomi yang di bawah yang bawah juga mengayomi yang diatas”, ujar politisi asal Dauh Pala tersebut.

Dalam kesempatan yang sama A.A. Ngurah Gede Panji Wisnu, selaku ketua panitia acara, sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran selaku murdaning jagat atas dukungan yang telah diberikan dan kesediaannya hadir menyaksikan langsung jalannya upacara, pihaknya berharap agar upacara ini dapat berjalan dengan baik.

Gede Panji sekaligus sampaikan apresiasinya kepada pimpinan nomor satu di Tabanan tersebut yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat Kediri, Tabanan dengan mengembalikan simbol kejayaan masyarakat Kediri yakni, Patung Wisnu Murti.

Turut mendampingi Bupati Sanjaya siang itu, Tjokorda Anglurah Tabanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Inspektur Kabupaten Tabanan, Jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala bagian dilingkungan Setda dan Camat Kediri.

Juga hadir dan Ida Sulinggih, Jero Mangku Lanang Istri dan Pengempon Kahyangan Jagat di Wewidangan Kecamatan Kediri, Penglingsir Puri sejebag Tabanan, Jero Bendesa Adat Desa pekraman Kediri dan Kelian Adat dan Kelian Dinas se-Desa Kediri. (rls)

Festival Seni Budaya Jadi Langkah Strategis Kuta Hadapi Gempuran Budaya Asing

Sekda Wayan Adi Arnawa saat hadir dalam Penutupan FSB Desa Adat Kuta XII tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Grand Final Jegeg Bungan Desa Kuta 2024, di depan Pura Segara, Shelter Kebencanaan Baruna, Kuta, Rabu (13/3/2024).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat hadir dalam Penutupan FSB Desa Adat Kuta XII tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Grand Final Jegeg Bungan Desa Kuta 2024, di depan Pura Segara, Shelter Kebencanaan Baruna, Kuta, Rabu (13/3).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Gelaran Festival Seni Budaya (FSB) Desa Adat Kuta XII tahun 2024 mendapat sambutan positif dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa.

Sebab festival tersebut dipandang sebagai salah satu langkah strategis, di tengah gempuran budaya asing. Hal itu diungkapkannya dalam acara Penutupan FSB Desa Adat Kuta XII tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Grand Final Jegeg Bungan Desa (JBD) Kuta 2024, di depan Pura Segara, Shelter Kebencanaan Baruna, Kuta, Rabu (13/3/2024).

“Ini merupakan langkah strategis dan tepat yang dilakukan Desa Adat bersama Sabha Yowana Kuta, di tengah gempuran budaya asing,” sebut Adi Arnawa

Menurutnya, Kuta adalah destinasi tujuan wisata domestik dan internasional. Yang mana selama ini, telah memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Badung dari sisi fiskal.

Sementara Bali dan Badung pada umumnya, adalah wilayah pariwisata berbasis budaya. Berangkat dari itu, maka pemerintah dipastikan akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap aktivitas-aktivitas pelestarian seni dan budaya. Tidak terkecuali diantaranya yakni FSB Desa Adat Kuta.

“Saya sangat percaya dan yakin, dengan penampilan dan performance luar biasa, Desa Adat Kuta siap menghadapi akulturasi budaya. Semoga FSB ini bukan hanya sebagai ajang hiburan, perebutan juara, ataupun penobatan JBD. Melainkan juga mampu mencerminkan representasi potensi yowana Desa Adat Kuta terhadap budaya Bali, agar semakin kuat dan terjaga,” harapnya.

Untuk diketahui, gelaran kegiatan tersebut juga dihiasi penyerahan bantuan senilai Rp 30 juta. Bantuan tersebut sebagai wujud komitmen dan dukungan pemerintah terhadap upaya-upaya pelestarian seni dan budaya.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut yakni Camat Kuta D Ngurah Bhayudewa, Lurah Kuta Putu Dedik Ardi Ardiana, dan Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, Kepala Lingkungan se-Kelurahan Kuta, Kelian Adat se-Desa Adat Kuta, Pasikian Yowana Kecamatan Kuta, serta Kelian Sekaa Teruna. Di samping itu hadir pula sejumlah tokoh masyarakat setempat, seperti I Gusti Anom Gumanti dan I Nyoman Graha Wicaksana.

Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menyampaikan, FSB dan pemilihan JBD adalah bentuk kegiatan memberikan kesempatan berkreasi dan berekspresi kepada yowana. Yang notabene merupakan penerus dalam menjaga kelestarian seni dan budaya di Desa Adat Kuta.

“Siapapun yang menjadi juara nanti, merupakan kemenangan bagi kita semua. Yakni untuk lebih semangat dalam ngajegan seni dan budaya, sebagai tonggak pariwisata kita,” ungkapnya.

Sementara itu, mengutip laporan Ketua Panitia I Wayan Andika Mandala Putra, FSB dan Pemilihan JBD 2024 dilaksanakan dengan mengusung tema ‘Balakosa Catra Budaya’. Yang mana mengandung makna yaitu Generasi Muda sebagai Payung Pewaris Budaya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut, sambung dia, adalah sebagai upaya menggali serta melestarikan seni dan budaya Bali. Di samping itu juga menumbuhkembangkan jiwa sportivitas, memupuk semangat solidaritas antar sekaa teruna, serta sekaligus sebagai ajang promosi tahunan pariwisata budaya Desa Adat Kuta.

Untuk diketahui, Penutupan FSB XII tahun 2024 tersebut juga menjadi momen dinobatkannya Ayu Puspita Sari alias ‘Jegeg Ayu’ dari ST Jeladi Suta Banjar Segara Desa Adat Kuta sebagai JBD Kuta 2024. Selain itu, juga momen pengumuman juara lomba ogoh-ogoh, yang predikat Juara I -nya disabet oleh ST Yuwana Giri, Banjar Tegal. (rls)

Identitas Dua Korban Penganiayaan di Desa Nyambu Terungkap, Polisi Lakukan Pra Rekontruksi

Pra rekontruksi kasus penganiayaan di di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Pra rekontruksi kasus penganiayaan di di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Identitas dua korban yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga mengakibatkan satu orang tewas di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan pada Rabu (13/3/2024) akhirnya terungkap.

Korban tewas bernama Rian Anggara (25) asal Desa Dasan Tapen, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan korban luka bernama Maliki (32) asal Desa Bagik Papan, Kecamatan Paringgbay, Lombok Timur.

Bahkan, pada Kamis (14/3/2024) kemarin, Polsek Kediri telah melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian tepatnya di depan pos kamling Banjar Carik Padang.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Komang Sri Subakti mengungkapkan, dalam kasus ini, kedua korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan. Namun, proses penyelidikan hingga kini masih mengalami kendala karena korban belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

“Korban belum bisa dimintai keterangan dan juga belum ada saksi yang dapat menjelaskan peristiwa tersebut secara jelas,” ujarnya, Jumat (15/3/2024).

Sementara itu, jenazah Rian Anggara kini dititipkan di kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah Denpasar. Sedangkan korban luka, Maliki, masih menjalani perawatan untuk penyembukan luka di wajahnya.

“Kemarin malam jenazah sudah di Sanglah dan dilakukan proses autopsi. Selanjutnya kami lakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Subakti.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kediri digegerkan dengan penemuan mayat lak-laki yang sudah kaku di depan pos kamling Banjar Carik padang pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 06.00 WITA. Didekat mayat juga ditemukan sepeda motor Suzuki tanpa plat yang diduga milik korban.

Tidak hanya itu, korban lainnya juga ditemukan dengan kondisi luka parah di wajah dalam kondisi lemah sedang duduk di pos kamling.

Kemudian warga langsung pelapor ke Polsek Kediri serta menghubungi Ambulance RSUD Tabanan untuk penanganan lebih lanjut. (ana)

Warung Makan Jawa Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Pemilik Alami Kerugian Rp200 Juta

Kebakaran warung makan jawa di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan Kamis (14/3/2024) malam.
Kebakaran warung makan jawa di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan Kamis (14/3/2024) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah warung makan jawa yang teletak di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan ludes terbakar pada Kamis (14/3/2024) malam.

Selain menghanguskan bangunan warung milik Mudawan, kobaran api juga membakar barang-barang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur tersebut. Antara lain mobil Avanza, uang sekitar Rp18 juta, KTP, buku tabungan, beserta perhiasan, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kapolsek Seltim AKP I Putu Budiawan mengungkapkan, peristiwa kebakaran ini diketahui sekitar pukul 19.10 WITA. Dugaan sementara, kebakaran dipicu karena korsleting arus listrik.

“Menurut keterangan saksi diperkirakan kebakaran terjadi karena konsleting arus listrik,” ujarnya Kamis (14/3/2024).

AKP Budiawan menjelaskan, beberapa menit sebelum kejadian korban bersama istri dan anaknya melaksanakan buka puasa bersama di depan warung.

Setelah itu, korban berniat untuk melaksanakan sholat Isya dan masuk ke kamar. Namun sesampai di kamar, korban mendapati api sudah berkobar di kasur. Api pun dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan warung beserta barang-barang di dalamnya.

Kemudian, warga sekitar lokasi kejadian yang melihat peristiwa itu berupaya melakukan pemadaman api dan melaporkan ke Polsek Selemadeg Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya sekitar pukul 19.47 WITA, empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan kobaran api.

“Api berhasil dipadamkam dengan 4 armada pemadam kebakaran pada pukul 20.55 WITA,” ucapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, semua barang-barang berharga milik korban hangus terbakar.

“Nihil korban jiwa, korban hanya mengalami kerugian material mencapai Rp200 juta,” pungkas Budiawan. (ana)

Identitas WNA Laki-Laki Tewas Tertimbun Longsor di Jatiluwih Diketahui Asal Belanda

Proses evakuasi WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).
Proses evakuasi WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Identitas dua warga negara asing (WNA) yang tewas tertimbun longsor di Villa Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis (14/3/2024) sudah diketahui.

Identitas WNA laki-laki bernama Luciano JH (51) asal Belanda. Sebelumnya, identitas WNA perempuan sudah ditemukan oleh petugas tak lama setelah proses evakuasi jenazah selesai dilakukan.

“Identitas kedua korban sudah ditemukan. Yang laki-laki WNA asal Belanda,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, Kamis (14/3/2024).

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis (14/3/2024).

Dua orang wisatawan tersebut tewas tertimbun material longsor ketika sedang tidur di villa sekitar pukul 04.00 WITA. Adapun tanah longsor dipicu karena meluapnya air dari aliran irigasi sawah yang tepat berada belakang bangunan Villa.

Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Mudiarsa mengatakan, laporan robohnya villa yang menewaskan wisatawan ini diketahui setelah Babinkamtibmas melaporkan ada peristiwa tanah longsor di Villa Yeh Baat sekitar pukul 07.00 WITA.

“Mendapat informasi tersebut, kami meluncur ke lokasi bersama masyarakat dengan menggunakan alat seadanya untuk melakukan evakuasi. Yang diutamakan dilakukan adalah pencarian korban,” jelasnya.

Tidak berselang lama melakukan pencarian dengan melibatkan personil Polsek Penebel, BPBD Tabanan beserta masyarakat sekitar, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi tidur. Setelah proses evakuasi, kedua korban langsung di bawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah. (ana)